Beranda blog Halaman 288

Presiden Prabowo: Pendidikan Kunci Kebangkitan, Generasi Muda Harus Tangguh Hadapi Era Teknologi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam mendorong kebangkitan bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden usai meninjau langsung pelaksanaan renovasi fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4).

Dalam keterangannya di hadapan para siswa dan guru, Presiden menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia yang dinilai memiliki potensi kekayaan luar biasa. Presiden juga menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Jadi anak-anakku, para guru, pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa Indonesia. Dan percaya sama saya, saya sudah lihat semua data, saya sudah melihat angka, negara kita sungguh-sungguh sangat kaya. Sungguh sangat kaya. Tidak hanya sebagai slogan, tapi nyata. Saya perkirakan 3, 4, 5 tahun lagi kita akan bangkit luar biasa,” ujar Presiden.

Kepala Negara mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), membawa tantangan tersendiri yang perlu diwaspadai.

“Hati-hati, karena sekarang teknologi, teknologi semakin canggih. Terjadi sekarang apa yang dinamakan kecerdasan buatan, Artificial Intelligence. Ini sudah dahsyat, hati-hati. Banyak teknologi juga sekarang dipakai untuk yang negatif, yang tidak baik. Yang memecah belah, yang menghasut,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo juga mengajak para siswa dan guru untuk memperkuat kepercayaan terhadap bangsa, negara, serta nilai-nilai ideologi Pancasila, sekaligus menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan masa depan generasi muda Indonesia.

“Anak-anakku sekalian, para guru, percaya kepada negaramu, percaya kepada bangsamu, percaya kepada pemimpin-pemimpinmu, percaya kepada ideologi Pancasila kita, percaya kepada kepribadian bangsa Indonesia, bangga dengan kepribadian bangsa Indonesia,” tutur Presiden.

Lebih lanjut, Presiden turut menitipkan pesan khusus kepada para guru untuk membimbing dan mendidik generasi muda dengan penuh dedikasi, kasih sayang, serta ketegasan, guna membentuk karakter yang kuat dan tidak mudah menyerah.

“Saya titip anak-anak ini, kau bina dengan sebaik-baiknya, kau didik dengan sebaik-baiknya, dengan penuh kasih sayang, tapi juga tegas, kita tidak mau anak-anak kita nanti menjadi manusia-manusia yang lembek, yang lemah, yang menyerah,” tegasnya.

“Kamu harus bangkit menjadi manusia yang kuat, manusia yang gembira, mengabdi kepada orang tuamu. Kalau kau bekerja dengan baik, belajar yang baik, orang tuamu akan bangga dengan kau,” lanjut Presiden.

Kunjungan ini mempertegas arah kebijakan pemerintah bahwa membangun Indonesia tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui investasi besar pada pendidikan dan karakter generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia maju, mandiri, dan berdaya saing global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Targetkan Perbaikan Ratusan Ribu Sekolah, Akselerasi Kebangkitan Pendidikan Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan melalui target renovasi sekolah dalam skala besar saat meninjau hasil renovasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4).

Kepala Negara mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya pemerintah telah memulai perbaikan terhadap sekitar 17.000 sekolah di berbagai daerah. Pada tahun 2026, jumlah tersebut ditingkatkan secara signifikan dengan target mencapai 70.000 sekolah yang akan direnovasi.

“Tahun yang lalu kita, anggaran ini sekitar 17 ribu sekolah seluruh Indonesia. Tapi anggaran 26, kita akan perbaiki 70 ribu sekolah seluruh Indonesia. Tahun depan saya akan usahakan keras minimal 100 ribu tambahan sekolah. Jadi saya perhitungkan akhir 2028, semua sekolah di Indonesia sudah akan kita perbaiki,” ujar Presiden.

Selain perbaikan fisik, Presiden menegaskan bahwa pemerintah juga berfokus pada peningkatan kualitas dan kelengkapan fasilitas pendidikan. Menurut Kepala Negara, sekolah yang layak dan memadai menjadi fondasi penting dalam menciptakan proses belajar yang optimal.

“Kita tidak hanya memperbaiki, kita harus menambah kualitas, menambah fasilitas sekolah-sekolah kita seluruh Indonesia, karena pendidikan adalah kunci dari kebangkitan suatu bangsa,” imbuh Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara turut menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang pesat dalam beberapa tahun mendatang. Di tengah tantangan global, Indonesia dinilai tetap berada dalam kondisi yang stabil dan memiliki kekuatan untuk terus maju, termasuk melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

“Di tengah krisis dunia, krisis dunia yang luar biasa sekarang, terjadi perang di mana-mana, Ukraina, Gaza, Iran, di mana-mana perang, kita bersyukur Indonesia dalam keadaan yang baik dan damai,” pungkas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengajak para pelajar dan tenaga pendidik untuk menjadikan pendidikan sebagai kunci kebangkitan bangsa. Kepala Negara juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras dan berjuang untuk memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas di lingkungan sekolah yang layak dan modern.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Prabowo Tinjau Renovasi SMAN 1 Cilacap, Fokus Tingkatkan Fasilitas Pendidikan

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan renovasi fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala Negara melihat sejumlah ruang kelas yang telah direnovasi. Renovasi tersebut mencakup penggantian keramik, penggantian pintu pada sebagian kelas, perbaikan plafon di sejumlah ruang, serta pengecatan ulang bangunan sekolah.

Presiden Prabowo memulai peninjauan dengan memasuki ruang kelas pertama. Kehadiran Kepala Negara disambut hangat oleh para siswa nyanyian “Selamat Datang, Bapak”. Di dalam kelas, Kepala Negara meninjau langsung kondisi pembelajaran, melihat buku pelajaran yang digunakan siswa, dan berbincang dengan para siswa.

Usai meninjau hasil renovasi fasilitas pendidikan, Presiden Prabowo meluangkan waktu untuk berfoto bersama para pelajar dan guru. Suasana hangat dan penuh antusiasme tampak saat para siswa menyambut momen tersebut dengan gembira, sementara para tenaga pendidik turut menyampaikan rasa bangga atas perhatian langsung dari Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia.

“Saya datang, saya melihat perbaikan sekolah. Alhamdulillah kita perbaiki sekolah dan kita akan perbaiki semua sekolah di seluruh Indonesia,” ujar Kepala Negara dalam sambutannya.

Kunjungan ke sekolah ini memperkuat arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan, tidak hanya di kota besar, tetapi hingga ke daerah-daerah. Renovasi sekolah menjadi bagian penting dari upaya membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemdiktisaintek Perkuat Kolaborasi Riset untuk Solusi Pembangunan Berkelanjutan

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan pentingnya kolaborasi riset internasional dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan pembangunan nasional. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman dalam gelaran Knowledge and Innovation Exchange (KIE)-Jakarta Summit Indicative, Selasa (28/4).

Dirjen Risbang menegaskan bahwa kerja sama Indonesia dan Australia telah berkembang kuat, melalui program KIE yang diinisiasi oleh KONEKSI menjadi wadah strategis untuk memastikan hasil riset dapat diimplementasikan menjadi kebijakan dan solusi konkret bagi masyarakat. Kolaborasi ini sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam mengusung prioritas pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, melalui kemitraan bersama KONEKSI telah diprakarsai 38 kegiatan riset inovatif  yang membentuk sebuah ekosistem solusi sebagai bagian dari Sustainable Development Goals (SDG’s) yang mencakup sembilan pilar utama, yaitu ketahanan iklim, keamanan air, sistem, pangan, kesehatan, transisi energi, pengurangan resiko bencana, keanekaragaman hayati, pembiayaan iklim, dan tata kelola inklusif.

“Kesembilan pilar yang diusung antara institusi Indonesia dan Australia ini membawa signifikansi yang luar biasa dan dapat kita jabarkan dalam tiga aspek fundamental bagi masa depan Indonesia, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan,” tegas Dirjen Fauzan.

Tiga aspek fundamental yang dimaksud, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Dari sisi ekonomi, riset difokuskan pada penguatan ketahanan pangan dan energi melalui inovasi seperti pengembangan varietas padi tahan iklim serta integrasi budidaya rumput laut dengan energi surya, yang berpotensi mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Inovasi teknologi genetik ini krusial untuk memastikan ketahanan pangan yang bermuara pada stabilitas ekonomi nasional,” jelas Dirjen Risbang.

Dari aspek sosial, riset diarahkan untuk menjawab ketimpangan dampak perubahan iklim, khususnya bagi kelompok rentan. Sementara itu, dari aspek lingkungan, berbagai riset berkontribusi pada penguatan sistem pemantauan bencana berbasis teknologi, perlindungan keanekaragaman hayati, serta perumusan kebijakan transisi energi dan dekarbonisasi yang berkeadilan.

“Tujuan akhir dari inisiatif ini adalah melindungi keragaman hayati kita, mengamankan ketersediaan air, dan mengelola risiko bencana secara terintegrasi,” jelas Dirjen Fauzan.

Sebagai langkah konkret dalam upaya hilirisasi hasil riset, Kemdiktisaintek melalui Ditjen Risbang telah mengembangkan tiga skema kolaborasi dengan industri, yaitu “Ajakan Industri” untuk menjawab kebutuhan industri melalui riset kampus, “Dorongan Teknologi” untuk menjembatani inovasi kampus ke industri, serta “Sinergi” untuk memperkuat kerja sama yang sudah ada menuju tahap hilirisasi. Lebih lanjut, selama periode 2022–2025, tercatat sebanyak 3.653 kolaborasi telah didanai dengan melibatkan 2.734 mitra dan total investasi mencapai Rp3 triliun dengan dana dari industri sebesar 53% dan dana pemerintah 47%.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemdiktisaintek Dorong Peran Kampus Wujudkan Nol Persen Kemiskinan Ekstrem 2026

Pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap capaian, efektivitas implementasi, serta sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam menjalankan mandat yang telah ditetapkan.

Dalam konteks tersebut, diperlukan identifikasi atas sejauh mana program dan kebijakan yang diamanatkan telah berjalan optimal, termasuk tantangan yang dihadapi di lapangan serta langkah strategis yang perlu diperkuat ke depan.

Melalui Rapat Tingkat Menteri yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) yang turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, menjadi momentum penting untuk merumuskan arah perbaikan kebijakan guna memastikan pelaksanaan instruksi presiden berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata, Senin (27/4).

Dalam keterangannya, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar menegaskan komitmen pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui penguatan orkestrasi lintas kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah.

Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sekaligus implementasi Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo menetapkan target untuk mencapai nol persen (0%) kemiskinan ekstrem pada tahun 2026 dan 5% tingkat kemiskinan nasional pada tahun 2029.

“Bapak ibu sekalian, alhamdulillah kemiskinan ekstrem berhasil turun. Dari 1,26% pada Maret 2024 menjadi 0.78% pada September 2025. Pada sekitar 0.48% penduduk miskin ekstrem alhamdulillah telah naik kelas,” jelas Menko Muhaimin pada Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Plaza BP Jamsostek, Kuningan, Jakarta.

Dijelaskan juga oleh Menko PM bahwa dalam implementasi Inpres Nomor 8 Tahun 2025 masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi. Lebih dari 774 ribu keluarga pada kelompok desil 1 masih belum tersentuh program, terutama di wilayah seperti Kulonprogo, Garut, Bogor, Cirebon, dan Cianjur.

Selain itu, masih terdapat 8,1% keluarga yang belum menerima bantuan, serta 60,2% keluarga desil 1 yang baru menerima satu hingga dua program.

Dalam rapat tersebut, Wamen Fauzan memaparkan berbagai program strategis Kemdiktisaintek yang mendukung implementasi Inpres Nomor 8 Tahun 2025, khususnya melalui pendekatan pendidikan dan pengajaran, riset, serta pemberdayaan masyarakat.

“Sebagaimana arahan Pak Menteri, Kemdiktisaintek senantiasa mengarahkan program-program tridarma perguruan tinggi di setiap kampus untuk menjadi instrumen implementasi Astacita Presiden, terutama dalam pengentasan kemiskinan hingga mencapai angka 0,” ujar Wamen Fauzan.

Wamen Fauzan juga menekankan penguatan akses, mutu, relevansi, dan dampak perguruan tinggi agar betul-betul dirasakan oleh masyarakat.

“Kami percaya bahwa pendidikan adalah cara untuk mengubah taraf hidup lebih baik. Oleh karena itu, Kemdiktisaintek menekankan perluasan akses pendidikan tinggi bagi kelompok kurang mampu,  melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), serta bantuan pembebasan biaya bagi keluarga prasejahtera. Hingga tahun 2025 jumat penerima KIP Kuliah terus meningkat dengan total lebih dari 1 juta mahasiswa,” jelas Wamen Fauzan.

Selain itu, penguatan kualitas sumber daya manusia dilakukan melalui Program Sekolah Unggul Garuda dan Beasiswa Garuda yang ditujukan bagi talenta unggul, termasuk yang berasal dari daerah 3T, serta program pra-doktoral bagi dosen di wilayah afirmasi.

Melalui bidang riset dan inovasi, Kemdiktisaintek mendorong kolaborasi antar perguruan tinggi dengan dunia usaha serta masyarakat melalui program riset berdampak dan konsorsium perguruan tinggi yang telah menghasilkan berbagai inovasi terapan, termasuk peningkatan produktivitas pertanian dan pengembangan pangan lokal untuk mendukung program pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting di daerah prioritas. Salah satu konsorsium perguruan tinggi yang tengah berjalan terdapat di Nusa Tenggara Timur.

Lebih lanjut, kampus juga dilibatkan secara aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui program KKN Tematik dan pendampingan di Wilayah 3T serta daerah dengan kemiskinan ekstrem.

Melalui berbagai program, Kemdiktisaintek terus berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan melalui penguatan peran perguruan tinggi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wamendiktisaintek Fauzan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ekosistem Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan menjadi isu strategis yang terus dihadapi Indonesia, terutama pada komoditas kedelai yang masih mengalami ketergantungan pasokan dari luar negeri. Tantangan ini mendorong perlunya pendekatan kolaboratif berbasis riset dan inovasi guna meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani.

Per April 2026, program budidaya kedelai di Nganjuk telah dikembangkan hingga mencakup ribuan hektare lahan yang didampingi, melibatkan 70 kelompok tani di 18 desa binaan, serta dukungan benih mencapai lebih dari 100 ton.

Berdasarkan data lapangan, produktivitas varietas kedelai Grobogan diproyeksikan mencapai 1,5–2 ton per hektare, dengan estimasi total hasil panen mencapai lebih dari 3.000 ton dari keseluruhan lahan yang telah ditanami. Masa tanam yang relatif singkat, yaitu sekitar 75–80 hari, memungkinkan optimalisasi pola tanam berkelanjutan di wilayah tersebut.

Data tersebut merupakan bentuk konkret solusi isu strategis yang dapat dipecahkan apabila dilakukan kolaborasi antarinstansi. Hal ini dibahas dalam Rapat Implementasi Kerja Sama pengembangan budidaya kedelai di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang dihadiri oleh pewakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan FKS Group, Senin (27/4).

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan dalam rapat tersebut menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem ketahanan pangan nasional.

“Dengan adanya program budidaya kedelai ini, kita bisa membangun kolaborasi antara TNI Angkatan Laut, Kemdiktisaintek, pemerintah daerah, dan industri sebagai offtaker. Ini yang kita sebut sebagai model pentahelix,” ujar Wamen Fauzan.

Wamendiktisaintek menambahkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi tidak hanya sebatas akademik, tetapi juga memastikan proses produksi berbasis riset dan teknologi yang presisi.

“Kita punya tanggung jawab moral tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan kesejahteraan petani meningkat,” tegas Wamen Fauzan.

Dalam implementasinya, Kemdiktisaintek berperan sebagai penghubung antara kapasitas riset perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di lapangan, termasuk dalam pengembangan varietas, pendampingan budidaya, hingga penguatan sistem hilirisasi.

Kolaborasi ini juga diperkuat dengan keterlibatan industri sebagai offtaker untuk menjamin kepastian pasar, serta dukungan alat pertanian seperti bantuan 20 unit traktor guna meningkatkan efisiensi produksi.

Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan, termasuk arahan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto yang mendorong keterlibatan lintas sektor dalam pengembangan komoditas strategis. Hal ini juga selaras dengan semangat Asta Cita nomor 4 yang menekankan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Inisiatif ini juga mencerminkan implementasi arah kebijakan Kemdiktisaintek, yakni Diktisaintek Berdampak, di mana perguruan tinggi didorong untuk menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat melalui riset terapan dan kolaborasi multipihak.

Ke depan, Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus memperluas model kolaborasi ini ke berbagai daerah dan komoditas lainnya, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

TPG Cair Bulanan, Guru Lebih Sejahtera dan Peduli Murid

Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, berbagai harapan untuk dunia pendidikan turut disampaikan oleh para pendidik. Mulai dari harapan akan perbaikan infrastruktur pendidikan, penguatan perlindungan guru, pentingnya perangkat digital di ruang kelas, hingga kesejahteraan guru melalui penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Sebagai pengajar di SDN Cipayung 01 Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Eros Rosidah, telah mengabdikan diri sebagai guru sekitar delapan tahun. Mengawali karier sebagai guru di sekolah swasta, tiga tahun terakhir ia mulai mengajar di SDN Cipayung 01 Ciputat dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Di sekolah tersebut, kini Eros mengajar untuk murid kelas satu.

Dalam konteks kesejahteraan guru, Eros menilai bahwa penyaluran TPG telah memberikan dampak positif, baik secara finansial maupun motivasi kerja. Menurutnya, tambahan penghasilan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk keperluan pribadi, melainkan juga untuk membantu murid yang membutuhkan.

“Puji syukur, hampir semua guru di sini sudah mendapatkan TPG. Dengan TPG, dana tersebut juga kami manfaatkan untuk membantu beberapa murid yang memerlukan keperluan sekolah seperti buku, sepatu, maupun tas. Kami sangat senang, selain menjadi tabungan untuk kami pribadi, TPG juga bermanfaat untuk murid kami,” ujar Eros.

Cerita yang sama juga disampaikan oleh Syamsuddin. Sejak tahun 1999, ia sudah mengabdikan diri sebagai guru dan mengajar di SDN Cipayung 01 Ciputat. Berbagai murid telah ia lalui, bahkan beberapa di antaranya telah menjadi alumni yang berhasil.

Sebagai salah satu guru senior, ia memandang kesejahteraan guru sangat penting guna mendukung dan meningkatkan kualitas pendidikan. Perubahan sistem pencairan TPG dari tiga bulanan menjadi bulanan dinilainya sangat membantu dalam pengelolaan keuangan.

“Sekarang lebih lancar karena diterima setiap bulan. Puji syukur sangat membantu saya baik untuk kebutuhan keluarga maupun pengembangan diri,” ucapnya.

Ia menambahkan, manfaat TPG tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pengajaran, seperti untuk melanjutkan pendidikan dan membeli sarana pembelajaran seperti laptop. Selain itu, TPG juga turut membantunya memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari bersama keluarga.

“Saya berharap, kebijakan TPG dapat terus ditingkatkan dari sisi jumlah maupun konsistensi pencairan. Dengan demikian, kami sebagai guru dapat terus termotivasi memberikan layanan pendidikan yang baik untuk murid-murid kami,” terang Syamsuddin.

Terakhir, manfaat akan TPG juga disampaikan Siti Nurlaela, guru kelas VI SDN Cipayung 01 Ciputat. Ia menyebut, TPG sangat membantu meningkatkan kondisi ekonomi guru, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun perencanaan keuangan masa depan.

“Belasan tahun saya mengabdi sebagai guru, sangat bersyukur dengan adanya TPG ini. Melihat kondisi ekonomi murid yang beragam, saya sangat termotivasi untuk mengajar dengan sepenuh hati agar mereka dapat masuk ke sekolah negeri. Dengan TPG juga saya bisa membantu mereka sesuai dengan kemampuan saya,” tutur Laela.

Dari tiga kisah tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa mulai tahun 2026, penyaluran tunjangan guru dari yang sebelumnya dilakukan per tiga bulan kini menjadi setiap bulan. Percepatan penyaluran tersebut dilakukan agar dapat memberikan kepastian kepada para guru atas haknya.

“Bagi kami, tunjangan guru bukan sekadar angka dalam anggaran, tetapi bentuk apresiasi atas dedikasi para guru yang setiap hari hadir mendidik generasi bangsa. Dengan dipenuhi haknya, kami berharap para guru dapat lebih fokus mengajar dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi murid-murid,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Badan Bahasa Gandeng Kampus dan Pemda, Perkuat Literasi dan Bahasa di Aceh

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus memperkuat ekosistem kebahasaan, kesastraan, dan literasi di daerah melalui kolaborasi lintas sektor.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan dan inovasi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan kampus perlu terus diperluas agar program kebahasaan semakin berdampak luas. “Ini adalah bentuk partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, di mana Kemendikdasmen terus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi,” ujar Hafidz dalam rangkaian kegiatan strategis di Banda Aceh, Senin (20/4).

Ia menambahkan bahwa terdapat empat fokus utama yang perlu diperkuat bersama, yaitu peningkatan literasi, penguatan kedaulatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta internasionalisasi bahasa Indonesia. “Dalam konteks kedaulatan bahasa, kita masih melihat penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas yang belum baik dan benar. Ini menjadi perhatian bersama untuk terus diperbaiki,” kata Hafidz dalam kegiatan yang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, instansi pendidikan, komunitas literasi, serta mitra strategis lainnya, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di kalangan generasi muda. “Pelestarian bahasa daerah perlu terus didorong melalui penguatan vitalitasnya kepada generasi muda agar tingkat kepunahan dapat ditekan,” tambahnya.

Tak hanya itu, Kemendikdasmen melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Rektor IAIN Takengon, Rektor UIN Ar-Raniry, dan Rektor Universitas Syiah Kuala. Penandatanganan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra Indonesia dan daerah. Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan tridarma perguruan tinggi, riset kebahasaan dan kesastraan, peningkatan literasi masyarakat, pelatihan kebahasaan, revitalisasi bahasa daerah, pengembangan bahan ajar, serta pelibatan mahasiswa dan dosen dalam program strategis kebahasaan.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan capaian yang telah dibangun sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. “Kami akan terus berdiskusi dan berupaya meningkatkan kinerja Balai Bahasa Provinsi Aceh. Kami mohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sinergi dan Kolaborasi Pemajuan Literasi Bersama Pemerintah Daerah

Dalam kesempatan lain, Badan Bahasa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh atas komitmennya dalam mendukung pelestarian bahasa Aceh yang telah berlangsung di SD dan SMP di Banda Aceh. Upaya menjaga bahasa daerah dinilai penting sebagai bagian dari pelindungan warisan budaya dan penguatan identitas lokal.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengajak sekaligus tantangan Kota Banda Aceh untuk dapat melaksanakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) secara masif kepada seluruh murid di Banda Aceh. Menurutnya, gerakan bersama ini berpotensi mencatat sejarah rekor MURI melalui pelaksanaan UKBI serentak dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia. “Banda Aceh memiliki semangat pendidikan yang kuat. Jika dilaksanakan bersama-sama, saya optimistis Banda Aceh dapat menjadi pelopor dan bahkan memecahkan rekor MURI sebagai kota pelaksana UKBI serentak terbanyak di Indonesia,” ujar Kepala Badan Bahasa.

Senada dengan hal itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyatakan dukungan penuh terhadap program-program Badan Bahasa. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh siap menindaklanjuti melalui Dinas Pendidikan serta Sekretaris Daerah untuk memperkuat pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di wilayahnya. “Kota Banda Aceh adalah kota kolaborasi. Kami siap bersinergi dengan Badan Bahasa dan seluruh pihak untuk kemajuan Kota Banda Aceh, termasuk dalam penguatan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah,” ujar Wali Kota Banda Aceh.

Badan Bahasa menegaskan bahwa penguatan bahasa, sastra, dan literasi memerlukan kerja bersama lintas sektor. Perguruan tinggi, sekolah, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ekosistem kebahasaan yang sehat dan berkelanjutan. Banda Aceh merupakan contoh bahwa sinergi kelembagaan dapat diwujudkan melalui kerja sama strategis, penguatan organisasi, serta perhatian terhadap budaya baca di sekolah.

Ke depan, Badan Bahasa berharap kolaborasi yang terbangun di Aceh dapat semakin memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, menjaga kelestarian bahasa daerah, serta menumbuhkan generasi muda yang literat, berkarakter, dan bangga terhadap identitas bangsanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

DPRD Tabalong Doakan Jemaah Haji, Harap Ibadah Lancar dan Kembali Selamat

Menjelang keberangkatan ibadah haji tahun 2026, jemaah haji Kabupaten Tabalong mulai mengumpulkan koper besar yang akan dibawa ke Tanah Suci. Pengumpulan dilakukan sejak Minggu pagi, 26 April 2026, di halaman Pendopo Bersinar Pembataan.

Ratusan koper jemaah diterima langsung oleh jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tabalong untuk selanjutnya dikirim ke Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tabalong, Nabhan Fansuri, menyampaikan bahwa proses penerimaan koper dimulai sejak pukul 06.00 WITA sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan koper, mulai dari tanda pengenal, pita regu, hingga jumlah koper yang disesuaikan dengan data jemaah. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengelompokan berdasarkan regu, koper kemudian diberangkatkan menggunakan dua unit truk menuju asrama haji.

Diperkirakan sekitar 360 koper diberangkatkan lebih awal, sementara sebagian jemaah lainnya memilih membawa koper secara mandiri karena telah lebih dulu berada di Banjarmasin.

“Sesuai dengan jadwal yang sudah kita atur, hari ini sejak pukul 6 pagi kita menerima koper besar untuk dikirim ke asrama haji embarkasi Banjarmasin untuk kloter BDJ 03. Di sini kita lakukan pemeriksaan kelengkapan koper, seperti pita, tanda regu atau rombongan, serta jumlahnya kita inventarisir sesuai data yang akan dikirim. Setelah itu kita kelompokkan berdasarkan regu rombongan untuk memudahkan penerimaan di asrama haji,” ungkap Nabhan Fansuri, Kepala Kantor Kemenhaj Tabalong.

Setibanya di asrama haji, koper akan kembali menjalani pemeriksaan teknis oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji yang bekerja sama dengan pihak keamanan Bandara Syamsudin Noor. Melalui proses ini, diharapkan seluruh barang bawaan jemaah dapat dipastikan aman dan sesuai ketentuan, sehingga keberangkatan ibadah haji dapat berjalan lancar tanpa kendala.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Tabalong Lepas 355 Jemaah Haji ke Asrama, Harapan Menjadi Haji Mabrur Mengiringi

Sebanyak 355 orang jemaah calon haji Kabupaten Tabalong yang masuk dalam kloter 3 Embarkasi Banjarmasin secara resmi dilepas oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong untuk menuju Asrama Haji Banjarbaru. Pelepasan keberangkatan jemaah digelar Minggu siang, 26 April 2026, di Pendopo Bersinar Pembataan.

Bupati Tabalong didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, jajaran Forkopimda, serta jajaran kepala SKPD Pemkab Tabalong melepas keberangkatan 355 orang jemaah calon haji kloter 3 Embarkasi Banjarmasin, serta 1 orang petugas haji daerah dan 4 orang petugas kloter.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tabalong, Nabhan Fansuri, mengatakan para jemaah calon haji ini diberangkatkan menuju Asrama Haji Banjarbaru menggunakan 9 unit bus dan dijadwalkan masuk ke asrama pada Minggu, 26 April 2026 pukul 21.00 WITA.

Selanjutnya, jemaah akan berangkat menuju Tanah Suci dari Bandara Syamsudin Noor pada Senin, 27 April pukul 20.05 WITA dengan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 8103. Jemaah calon haji kloter 3 Embarkasi Banjarmasin dijadwalkan tiba di Tanah Suci melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah pada Selasa, 28 April 2026 pukul 05.00 waktu Arab Saudi.

“Dalam kesempatan ini kami dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tabalong menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Tabalong dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabalong yang banyak membantu dan memfasilitasi kegiatan penyelenggaraan haji di Kabupaten Tabalong. Terima kasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang berperan dalam proses penyelenggaraan ibadah haji. Semoga apa yang kita laksanakan bernilai ibadah dan kebaikan di sisi Allah SWT,” ungkap Nabhan Fansuri, Kepala Kantor Kemenhaj Tabalong.

Nabhan berharap keberangkatan haji ini memberikan keberkahan bagi Kabupaten Tabalong yang sejahtera, maju, religius, dan terdepan. Ia juga mendoakan agar para jemaah calon haji senantiasa diberikan kesehatan serta kemudahan dalam menjalankan ibadah haji.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News