Beranda blog Halaman 314

Gubernur Al Haris Ungkap PAD Jambi Tembus Rp112 Miliar dari Batu Bara

Sektor pertambangan batu bara masih menjadi salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jambi. Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan bahwa iuran tetap dan royalti dari sektor ini telah menyumbang total Rp112 miliar sepanjang tahun anggaran 2025.

Dalam keterangannya, Al Haris merinci bahwa realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor mineral dan batu bara tersebut berasal dari iuran tetap (landrent) sebesar Rp6,11 miliar dan iuran produksi (royalti) mencapai Rp105,96 miliar.

“Atau terealisasi 100 persen sesuai target pada APBD Tahun 2025,” jelas Al Haris.

Lebih lanjut, ia menyebutkan hingga 2025 terdapat 86 perusahaan batu bara yang telah mengantongi izin di Jambi. Namun, dari jumlah tersebut, baru 31 perusahaan yang aktif berproduksi.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, DBH sumber daya alam mineral dan batu bara bersumber dari iuran tetap serta sumbangan produksi. Selain kontribusi finansial, perusahaan tambang juga diwajibkan menjalankan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi, termasuk kegiatan reklamasi yang diawasi pemerintah pusat.

Menyinggung mengenai progres Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong pembangunan jalan khusus batu bara guna mengurangi dampak angkutan di jalan umum. Dari tiga perusahaan yang terlibat, PT Inti Bangun Sarana (IBS) mencatat progres paling signifikan dengan capaian sekitar 86 persen. Dari total panjang 101 kilometer, perusahaan tersebut telah menyelesaikan pembangunan sepanjang 72 kilometer.

Sementara itu, proyek jalan oleh PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) sepanjang kurang lebih 108 kilometer masih terhenti sejak September 2025 akibat kendala sosial dan perizinan. Pemerintah saat ini tengah melakukan verifikasi serta memfasilitasi penyelesaian hambatan tersebut.

Adapun pembangunan oleh PT Putra Bulian Properti (PBP) sepanjang sekitar 143 kilometer masih berada pada tahap awal dan belum menunjukkan perkembangan berarti.

Untuk meminimalkan dampak angkutan batu bara, Pemerintah Provinsi Jambi telah menerapkan sejumlah langkah, seperti pembatasan operasional di jalan umum, penegakan hukum, pengaturan waktu operasional, hingga pemeliharaan jalan yang terdampak. Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat bersama aparat penegak hukum serta pemerintah kabupaten dan kota.

Terkait target penyelesaian, Al Haris menyebutkan PT IBS ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap setelah infrastruktur pendukung rampung. Sementara PT SAS diharapkan selesai pada akhir 2026, dengan catatan persoalan perizinan dan sosial dapat diselesaikan.

“Sementara PT. PBP masih bersifat kondisional, bergantung pada pembebasan lahan dan penyelesaian administrasi pusat,” ungkap Al Haris.

Pemerintah Indonesia Dukung Kerja Sama Trilateral Bangun Pendidikan di Palestina

Dalam acara Education Dialogue: Showcasing Indonesian Education Reform to Palestinian Ministry of Education, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyambut upaya penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan. Kemendikdasmen berharap, dialog pendidikan tersebut dapat memperkuat kerja sama trilateral, memperkaya perspektif bersama, serta membuka peluang kolaborasi jangka panjang yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, yang menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung Palestina, tidak hanya melalui jalur diplomasi, tetapi juga melalui kerja sama konkret di bidang pendidikan. “Pemerintah dan rakyat Indonesia secara konsisten memberikan dukungan penuh kepada rakyat Palestina,” ujarnya di Graha Utama, Gedung A, Kemendikdasmen, Jakarta, pada Jumat (17/4),

“Dukungan ini tidak hanya bersifat politik dan diplomatik, tetapi juga diwujudkan melalui kerja sama konkret, termasuk di bidang pendidikan, penguatan kapasitas kelembagaan, dan berbagi pengalaman dalam membangun sistem pendidikan yang tangguh,” imbuhnya.

Perwakilan Delegasi Pemerintah Otoritas Palestina, Ihab Y. S. Inayyem, mengungkapkan apresiasi dan harapan besar terhadap kerja sama pendidikan yang terjalin dengan Indonesia dan Australia. “Kami melihat upaya ini sebagai langkah penting untuk memperkuat kerja sama dan membangun kembali sistem pendidikan kami, khususnya dalam mendukung siswa dan guru di tengah berbagai tantangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi global dalam mendorong kualitas pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan sekaligus menyampaikan apresiasi atas dukungan internasional yang diberikan, seraya berharap kerja sama ini terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan pendidikan di Palestina. “Kami ingin para siswa kami mampu bertindak secara lokal dan berpikir secara global, serta memanfaatkan pendidikan dan teknologi untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Dukungan Pembangunan Pendidikan untuk Palestina lewat Kerja Sama Trilateral

Sementara itu, Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia, Tim Stapleton, menegaskan komitmen kuat Australia dalam mendukung kerja sama trilateral antara Indonesia, Australia, dan Palestina melalui penguatan sektor pendidikan. Tim menyampaikan, “Dialog ini merupakan wujud komitmen bersama Australia dan Indonesia untuk bekerja sama mendukung reformasi pendidikan Palestina serta membangun momentum menuju pengakuan yang lebih luas.”

Wamen Atip turut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif kerja sama trilateral antara Indonesia, Australia, dan Palestina yang dinilai sebagai langkah penting dalam mendukung pembangunan pendidikan di Palestina. “Inisiatif kerja sama trilateral ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan pendidikan di Palestina serta berkontribusi pada stabilitas dan pembangunan jangka panjang,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan, Kementerian Luar Negeri, Daniel Tumpal Sumurung Simanjuntak, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari komitmen strategis yang telah dibangun antarnegara, termasuk dalam pertemuan tingkat menteri sebelumnya. “Kerja sama ini sejalan dengan hasil pertemuan tingkat menteri luar negeri dan pertahanan Indonesia–Australia, yang menegaskan kembali komitmen bersama untuk mendukung berbagai prioritas pembangunan, termasuk di sektor pendidikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia secara konsisten memberikan dukungan kepada Palestina, baik dalam upaya perdamaian maupun pembangunan kapasitas. Wamen Atip mengatakan, “Indonesia secara konsisten mendukung Palestina, tidak hanya dalam upaya perdamaian, tetapi juga melalui bantuan kemanusiaan, peningkatan kapasitas, dan kerja sama pembangunan, termasuk di sektor pendidikan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menkomdigi Meutya Hafid: Internet Harus Dimanfaatkan di Sekolah dan Puskesmas, Bukan Sekadar Infrastruktur

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pembangunan konektivitas digital harus diiringi dengan pemanfaatan nyata di sektor layanan publik, khususnya di sekolah dan puskesmas.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang digelar di Jakarta Pusat, Jumat (17/4).

Menurut Meutya, keberhasilan pembangunan jaringan internet tidak cukup hanya diukur dari ketersediaan akses, tetapi dari sejauh mana konektivitas tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.

“Saya terharu banyak masyarakat dari elemen sekolah, puskesmas, TNI, dan industri bekerja sama memudahkan langkah pemerintah memastikan konektivitas berjalan dengan baik,” ujar Meutya.

Ia menjelaskan, konektivitas digital yang optimal akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Di sektor pendidikan, siswa dapat mengakses materi pembelajaran yang lebih luas, sementara di sektor kesehatan, tenaga medis dapat memberikan layanan yang lebih cepat dan akurat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam mewujudkan konektivitas digital yang efektif, sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk industri dan masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, butuh dukungan dari banyak pihak,” tuturnya.

Meutya juga menegaskan bahwa konektivitas digital harus menjadi bagian integral dari sistem layanan publik, bukan hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur semata.

“Mudah-mudahan kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat bisa terus berjalan untuk mengawal konektivitas kita semakin baik,” tegasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

SDN 11 Bukit Aput Puhun Kini Bebas Banjir setelah Mendapatkan Revitalisasi

Rasa haru dan bangga turut menyelimuti para kepala sekolah saat peresmian 33 satuan pendidikan hasil revitalisasi tahun 2025 di Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Gedung sekolah yang sebelumnya menumpang dan rusak, kini berdiri kokoh berikut dengan fasilitas serta sanitasi yang layak.

Cerita akan dampak revitalisasi itu, salah satunya diutarakan oleh Kepala SDN 11 Bukit Aput Puhun, Kota Bukitttinggi, Elmiyanti. Sejak berdiri puluhan tahun lalu, ia menyebut sekolahnya belum pernah tersentuh bantuan renovasi gedung. Baru pada tahun 2025, melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan sekolahnya mendapatkan bantuan dan merasakan dampak positif bagi proses pembelajaran.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen, kini sekolah kami sudah bebas dari banjir. Semoga hasil revitalisasi ini membawa semangat baru bagi sekolah kami untuk dapat memberikan layanan pendidikan yang jauh lebih baik ke depannya, khususnya untuk anak-anak di Kota Bukittinggi,” ungkap Elmiyanti.

Selanjutnya, Kepala SDN 66 Payakumbuh, Bayu Prayitno, juga turut mengungkapkan dampak positif program revitalisasi. Ia menuturkan bahwa sebelum adanya revitalisasi seluruh murid di sekolahnya sangat susah payah untuk mengakses toilet. Beberapa di antara mereka bahkan harus menahan buang air hingga sampai pulang ke rumah.

“Puji syukur tahun 2025 sekolah kami terpilih mendapatkan program revitalisasi ini. Sekolah kami menerima menu revitalisasi satu toilet dan satu ruang UKS. Pascarevitalisasi, anak-anak sangat senang, mereka dapat bergantian menggunakan toilet tersebut dan kami tambahkan juga untuk fasilitas wudhu,” ujar Bayu.

Senada dengan dua kepala sekolah di atas, Kepala SMA Negeri 2 Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Arjus Putra, juga merasa sangat bersyukur sekolahnya mendapatkan menu satu ruang guru dan satu ruang kelas pada revitalisasi tahun 2025. Sebelum revitalisasi, ia mengatakan bahwa para guru harus menggunakan ruang perpustakaan dan sebagian kelas sebagai ruang kantor.

Pascarevitalisasi, Arjus menuturkan para guru kini sudah memiliki ruang tersendiri dan perpustakaan juga telah berfungsi sepenuhnya sebagai tempat baca para murid. Ia berharap, revitalisasi terus berlanjut di tahun berikutnya, sehingga sekolahnya kembali mendapatkan bantuan revitalisasi untuk tambahan ruang kelas.

“Sekolah kami terletak di perbatasan antara Sumatra Barat dan Riau. Sebagai sekolah yang berada di pelosok, kami merasa senang pemerintah telah memberi perhatian melalui program revitalisasi,” terang Arjus.

Terakhir, cerita akan dampak revitalisasi Kepala TK Aisyah Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Nurmis Madiati. Selama enam belas tahun sekolahnya menumpang di Pondok Pesantren Al Kautsar dengan segala keterbatasan fasilitas. Kini, ia sangat bersyukur sekolahnya telah berdiri dengan megah berikut status kepemilikan yang jelas.

“Belasan tahun kami menunggu untuk mendapatkan revitalisasi ini. Terima kasih Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Abdul Mu’ti, sekarang sekolah kami menjadi sangat bagus berikut dengan toilet, ruang guru, ruang kelas, beserta fasilitas bermain anak-anak,” papar Nurmis.

Dengan segala fasilitas yang sudah bagus, Nurmis berharap sekolahnya dapat mewadahi antusiasme tinggi masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya di TK Aisyah Sarilamak. “Sejak pertama kali gedung ini digunakan, para murid dan orang tua sangat senang. Revitalisasi membuat mereka sangat bersemangat untuk ke sekolah, bermain, belajar, dan berinteraksi bersama rekan-rekannya,” tutup Nurmis.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri PANRB Rini Widyantini Buka Pameran Foto “Kartini Masa Kini” di Museum Mandiri

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, secara resmi membuka pameran foto bertajuk Kartini Masa Kini: Jejak Langkah Kartini yang digelar di Museum Mandiri, Minggu (19/4).

Pameran ini menjadi ruang refleksi sekaligus apresiasi terhadap kiprah perempuan Indonesia masa kini yang terus berkontribusi di berbagai bidang. Mengangkat tema “Jejak Langkah Kartini”, kegiatan ini menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini tetap hidup dan berkembang dalam perjalanan perempuan modern.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rini tidak hanya hadir sebagai pembuka acara, tetapi juga sebagai salah satu dari 32 fotografer yang berpartisipasi. Ia menampilkan dua karya fotografi yang menggambarkan aktivitas membatik, sebagai simbol ketekunan, pelestarian budaya, dan peran perempuan dalam menjaga tradisi.

“Setiap langkah yang kita ambil hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju perubahan. Tidak harus selalu besar, yang terpenting adalah keberlanjutan dan makna dari setiap langkah tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengajak aparatur sipil negara (ASN) perempuan untuk terus mengembangkan kapasitas diri, berani mengambil peran strategis, serta menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan nilai kemanusiaan.

Menurut Rini, fotografi bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi merupakan bahasa visual yang mampu menyampaikan pesan dan makna yang mendalam.

“Melalui pameran ini, kita diajak melihat bagaimana perempuan Indonesia terus bergerak, mengambil peran, dan memberikan arti bagi lingkungannya,” ujarnya.

Pameran ini juga menjadi wadah kolaborasi bagi para fotografer dan pegiat seni visual untuk menampilkan perspektif mereka terhadap peran perempuan di era modern. Menteri Rini memberikan apresiasi kepada komunitas Heritage Photography dan seluruh panitia yang telah menghadirkan ruang kreatif yang inspiratif dan inklusif.

Pameran ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan karya seni, tetapi juga pengingat bahwa semangat Kartini terus hidup dan berkembang dalam setiap langkah perempuan Indonesia hari ini.

Pameran foto berlangsung di Museum Mandiri, Jakarta, mulai 19 April 2026 hingga 3 Mei 2026. Selain menikmati karya foto, pengunjung juga dapat menjelajahi sejarah yang tersimpan di Museum Mandiri. Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya (gratis).

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 349 Satuan Pendidikan dan 7.047 IFP Tahun 2025 di Sumbar

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), berhasil merampungkan 349 satuan pendidikan hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 di Provinsi Sumatra Barat. Program ini diselesaikan dengan total anggaran lebih dari Rp306 miliar dengan rincian 31 PAUD, 135 SD, 93 SMP, 43 SMA, 16 SMK, 21 SLB, dan 10 SKB.

Dalam peresmian Unit Sekolah Baru (USB) di TK Aisyah Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa program Revitalisasi Satuan Pendidikan menjadi upaya Kemendikdasmen mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, sekaligus menjadi bukti nyata dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Selanjutnya, untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, Menteri Mu’ti memaparkan langkah nyata Kemendikdasmen di Sumatra Barat. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 7.047 Interactive Flat Panel (IFP) telah terdistribusikan dengan menjangkau 1.110 PAUD, 4.236 SD, 867 SMP, 350 SMA, 164 SMK, 187 SLB, dan 133 SKB.

“Kami ingin memastikan setiap satuan pendidikan di Sumatra Barat memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan layanan pendidikan yang baik. Dengan begitu, anak-anak dapat tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Sumatra Barat,” tutur Menteri Mu’ti Abdul Mu’ti, di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, Jumat (17/4).

Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen juga menyoroti program Wajib Belajar 13 Tahun. Ia menyadari bahwa pendidikan yang berkualitas sejatinya tidak hanya tentang membangun infrastruktur melainkan juga membangun karakter anak yang harus dimulai sejak usia dini. Sebagai bentuk perhatian pemerintah maka mulai tahun 2026 Kemendikdasmen memberikan perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) mulai dari jenjang TK kepada lebih dari 880 ribu murid dengan nilai 450 ribu per anak per tahun.

“Program tersebut sejalan dengan hasil kajian psikologi yang menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi yang menentukan keberhasilan jenjang pendidikan di atasnya. Dan juga menjadi langkah awal pembentuk karakter anak,” jelasnya.

Ungkapan Rasa Terima Kasih Pemda, Ajak Warga Sekolah Jaga Fasilitas

Apresiasi dan dukungan atas program Revitalisasi Satuan Pendidikan diungkapkan oleh Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang. Sebagai ungkapan rasa terima kasih, pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh warganya untuk menjaga, merawat, dan mendukung keberlangsungan seluruh satuan pendidikan agar dapat memberikan dampak yang baik untuk anak-anak di Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Kami sangat berterima kasih bahwa program ini menjadi wujud nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas di daerah kami. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sehingga proses pembelajaran di tempat kami dapat berlangsung dengan lebih optimal,” papar Safni.

Safni berharap, kehadiran USB dan hasil revitalisasi menjadi semangat baru untuk pendidikan di Kabupaten Lima Puluh Kota agar menjadi lebih baik lagi. “Besar harapan kita bersama, proses pendidikan di Kabupaten Lima Puluh Kota dapat melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing global,” terang Safni.

Pada kesempatan ini, Menteri Abdul Mu’ti meresmikan sebanyak 33 sekolah yang terdiri dari 13 satuan pendidikan Kota Bukittinggi, 8 satuan pendidikan Kota Payakumbuh, dan 12 satuan pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota. Dengan rincian antara lain, 2 PAUD, 18 SD, 4 SMP, 6 SMA, dan 3 SLB.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemdiktisaintek-Kemenpora Teken Nota Kesepahaman, Penguatan Ekosistem Olahraga Berbasis Pendidikan Tinggi

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menandatangani nota kesepahaman terkait penguatan ekosistem olahraga berbasis pendidikan tinggi di kantor Kemenpora, Jumat (17/4).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan, bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mengintegrasikan pengembangan olahraga dengan pendidikan tinggi, sekaligus menjawab kebutuhan peningkatan kualitas talenta muda di kedua sektor tersebut.  Dengan demikian, atlet dibina agar memiliki fondasi pendidikan yang kuat untuk keberlanjutan karier di masa depan.

“Kami sangat berharap nantinya kita bisa tindak lanjut bersama, sehingga betul-betul meningkatkan kualitas baik di Kemdiktisaintek maupun di Kemenpora, sehingga yang kita cita-citakan bersama dapat tercapai, yakni munculnya atlet-atlet yang berkualitas dan semakin tingginya kapasitas atlet kita,” ujar Menteri Brian.

Nota kesepahaman ini mencakup berbagai ruang lingkup kerja sama, antara lain pengembangan talenta atlet melalui akses pendidikan tinggi, penguatan budaya olahraga di lingkungan perguruan tinggi, serta kolaborasi riset dan pengembangan di bidang ilmu olahraga dan manajemen olahraga. Kerja sama ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah, sehingga fasilitas yang tersedia dapat digunakan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Kerja sama ini juga mendorong penguatan riset terapan yang dapat memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan performa atlet dan pengembangan industri olahraga nasional. Perguruan tinggi didorong untuk mengembangkan penelitian di bidang ilmu olahraga, termasuk aspek fisiologi, teknologi olahraga, hingga manajemen performa, serta manajemen olahraga yang berperan dalam tata kelola industri olahraga yang lebih profesional dan berdaya saing.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menegaskan bahwa penguatan sektor olahraga tidak dapat dilepaskan dari dukungan dunia pendidikan, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang olahraga.

“Tidak mungkin industri dan pariwisata di bidang olahraga bisa berjalan apabila tidak punya sumber daya manusia dengan latar belakang ilmu dan manajemen olahraga,” ujar Menteri Erick.

Selain aspek pengembangan talenta dan riset, sinergi antara Kemdiktisaintek dan Kemenpora ini juga diarahkan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan olahraga. Kampus diharapkan menjadi ruang yang membangun budaya hidup sehat melalui aktivitas olahraga yang lebih masif dan terstruktur. Upaya ini dinilai penting untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan fisik dan mental yang baik.

Di sisi lain, kerja sama ini juga membuka peluang lebih luas bagi atlet nasional untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan karier olahraganya. Dengan dukungan kebijakan yang lebih terintegrasi, atlet diharapkan dapat menyeimbangkan antara prestasi olahraga dan pengembangan kapasitas akademik, sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan setelah masa kompetisi.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih terintegrasi, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan talenta unggul yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga memiliki kapasitas akademik yang kuat serta kesiapan menghadapi dinamika masa depan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemdiktisaintek dan BRIN Dorong Penguatan Peta Jalan Riset Nasional

Upaya memperkuat sinergi strategis dalam pembangunan riset nasional yang terarah, terintegrasi, dan berdampak terus menjadi prioritas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Salah satunya melalui pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, Jumat (17/4).

Agenda ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan arah kebijakan riset nasional, sebagai penggerak utama solusi atas tantangan pembangunan nasional. Mendiktisaintek menegaskan pentingnya integrasi dan kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan riset nasional,

“Ke depan, akan disusun secara bersama melalui pembentukan tim kolaboratif, termasuk dalam penyusunan proposal riset sesuai dengan arahan Presiden,” ujar Menteri Brian.

Senada dengan Mendiktisaintek, Kepala BRIN menekankan bahwa penyelarasan agenda riset menjadi kunci efektivitas pembangunan nasional berbasis inovasi.

“Komunikasi harus berjalan dengan baik, jangan sampai terjadi perbedaan tahapan riset antar lembaga, di mana satu pihak sudah mendekati tahap akhir sementara pihak lain baru memulai, atau sebaliknya, ” ungkap Kepala BRIN.

Penguatan Implementasi dan Agenda Riset Nasional

Sebagai langkah konkret, Kemdiktisaintek dan BRIN juga tengah menyiapkan peluncuran bersama agenda riset nasional dalam waktu dekat sebagai mekanisme kolaboratif yang tengah dikembangkan dalam penyusunan dan pendanaan riset strategis nasional.

Selain itu, kedua pihak sepakat untuk memperkuat integrasi sistem data dan monitoring riset nasional secara bertahap menuju sistem yang lebih real time. Melalui sistem ini, aktivitas riset di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat dipantau secara terpadu, sehingga mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran riset.

Audiensi ini juga menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya fokus riset pada isu-isu strategis nasional, seperti pengelolaan sampah, ketahanan energi, serta pengembangan vaksin untuk penyakit prioritas. Presiden juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi lintas lembaga untuk meminimalkan potensi duplikasi riset serta mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal untuk menghasilkan dampak nyata.

Dalam aspek pendanaan, dibahas pula pentingnya mendorong keberlanjutan dan stabilitas dukungan anggaran riset, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik dan menjaga kualitas output riset.

Penguatan sumber daya manusia peneliti, termasuk pentingnya pengembangan jalur karir peneliti di perguruan tinggi juga turut dibahas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas riset nasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam ekosistem inovasi.

Di tingkat global, kedua pihak turut membahas strategi peningkatan posisi Indonesia dalam Global Innovation Index (GII), antara lain melalui penguatan data nasional, peningkatan jumlah peneliti, serta optimalisasi investasi riset terhadap produk domestik bruto.

Selain itu, pengembangan infrastruktur riset juga menjadi perhatian, termasuk pemanfaatan teknologi komputasi berperforma tinggi (high performance computing) untuk mendukung analisis data dan kolaborasi riset lintas sektor, serta penguatan kerja sama internasional di bidang teknologi strategis.

Melalui langkah-langkah ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya dalam mewujudkan dan memastikan bahwa pendidikan tinggi, sains, dan teknologi mampu menghasilkan solusi nyata bagi berbagai tantangan pembangunan nasional. Audiensi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berdaya saing global, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemdiktisaintek-Kementerian LH Terus Dorong Kolaborasi Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong kolaborasi terkait pengolahan sampah antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta. Hal ini disampaikannya saat menerima Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Jumat (17/4).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Mendiktisaintek dengan Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq pada awal April 2026. Dalam kesempatan tersebut, Menteri LH memaparkan pemetaan lokasi-lokasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dapat dikembangkan menjadi TPS Reduce, Reuse, Recycle(3R) maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Mendiktisaintek menekankan bahwa pengelolaan sampah perlu didorong dengan pendekatan yang lebih efisien dan berkelanjutan, termasuk melalui keterlibatan pihak swasta agar sistem yang dibangun memiliki nilai ekonomi dan dapat berjalan secara mandiri.

Lebih lanjut, berdasarkan pemetaan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan pemerintah daerah, telah teridentifikasi ratusan titik TPS yang berpotensi dikembangkan, meskipun sebagian besar masih memerlukan peningkatan kapasitas dan fungsi.

Selain itu, pertemuan juga menyoroti pentingnya optimalisasi rantai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, termasuk pemilahan di tingkat sumber serta penguatan ekosistem daur ulang. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi beban pengolahan di fasilitas utama serta meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan.

Wamen LH turut menekankan urgensi percepatan penanganan sampah, khususnya di wilayah perkotaan yang menghadapi tantangan volume sampah yang tinggi serta kapasitas pengolahan yang masih terbatas.

“Penumpukan sampah sangat besar, sementara pengolahannya masih sangat kecil. Ini yang perlu kita percepat, termasuk dengan memperkuat pemilahan dari sumber agar beban di hilir bisa berkurang,” ujar Wamen LH.

Pertemuan ini juga membahas berbagai inisiatif pilot project yang telah berjalan, termasuk pengelolaan sampah organik melalui skema kemitraan dengan pelaku usaha dan komunitas, yang berpotensi untuk direplikasi secara lebih luas.

Sebelumnya, Mendiktisaintek juga menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pemerintah tengah mempercepat pengembangan serta uji coba teknologi pengolahan sampah skala mikro. Hal tersebut disampaikan dalam rapat terkait percepatan penanganan sampah nasional yang digelar di Istana Negara pada awal Februari lalu (11/2).

Sebagai langkah ke depan, Kemdiktisaintek akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi dan solusi konkret di bidang pengelolaan sampah. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, efisien, dan berdampak bagi masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cegah Kekerasan di Lingkungan Kampus, Kemdiktisaintek Gelar Pertemuan Lintas Institusi

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, dan bebas kekerasan. Hal ini diwujudkan melalui audiensi antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Arifatul Choiri Fauzi, Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah, serta perwakilan unsur mahasiswa, Kamis, (16/4).

Menteri Brian menegaskan bahwa Kemdiktisaintek memberikan perhatian serius terhadap isu kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi dan memastikan penanganan yang komprehensif serta berkeadilan.

“Kami sangat menaruh perhatian besar pada isu tersebut, kami mendengar kegelisahan publik, dan kami menyikapi ini dengan sangat serius. Sejak kabar ini muncul, saya langsung berkomunikasi dan berkoordinasi dengan rektor dari kampus terkait. Diskusi saya bersama Ibu Menteri PPPA hari ini adalah bentuk tindak lanjut untuk mengawal kasus tersebut. Kami ingin memastikan bahwa langkah yang diambil pihak kampus benar-benar tepat, dan kami pastikan penyelesaian kasus ini tidak akan berhenti di tengah jalan,” ujar Menteri Brian.

Selain penanganan kasus yang berlangsung, lebih lanjut MenPPPA menuturkan pentingnya penguatan pemahaman masyarakat terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual, termasuk yang bersifat nonfisik seperti verbal dan digital. MenPPPA menyoroti bahwa masih terdapat persepsi yang keliru yang menganggap kekerasan sebagai hal yang wajar, sehingga edukasi menjadi langkah fundamental dalam pencegahan.

Pada pertemuan ini juga dibahas terkait penguatan aspek nilai budi pekerti, keagamaan, serta edukasi yang dimulai sejak usia dini, sebagai fondasi dalam membangun kesadaran kolektif dan mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan.

Pada kesempatan yang sama Rektor UI menyampaikan, bahwa penanganan kasus grup chat yang terjadi di kampusnya dilakukan secara komprehensif dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Proses investigasi sedang berlangsung dan berjalan secara objektif dengan melibatkan tim ahli lintas disiplin, termasuk bidang hukum, psikologi, dan forensik digital, guna memastikan penanganan yang menyeluruh dan berkeadilan.

Dalam konteks penguatan sistem pencegahan, peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual/Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKS/PPKPT) dinilai semakin strategis. Penguatan kapasitas, pemahaman regulasi, serta dukungan sumber daya menjadi kunci agar Satgas dapat menjalankan fungsi secara optimal di lingkungan perguruan tinggi.

Audiensi ini menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang lebih efektif di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai tindak lanjut, Kemdiktisaintek akan terus memperkuat sinergi nasional, termasuk melalui forum koordinasi antarperguruan tinggi guna menyamakan persepsi dan berbagi praktik baik dalam penanganan kasus. Upaya ini diharapkan dapat mendorong transformasi sistemik dalam tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia.

“Kampus harus menjadi ruang aman. Kami menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di kampus, dalam bentuk apa pun. Perguruan tinggi tidak boleh menoleransi budaya atau ekspresi apa pun yang menormalisasi pelecehan maupun kekerasan,” tegas Menteri Brian.

Melalui langkah-langkah tersebut, Kemdiktisaintek optimistis bahwa perguruan tinggi di Indonesia dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, berkeadilan, dan berintegritas.

Kemdiktisaintek dan KemenPPA menyediakan berbagai kanal pelaporan bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk memastikan setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan sesuai ketentuan.

Laporkan melalui:

Kanal Kemdiktisaintek

  • SP4N-LAPOR!
  • Satgas PPKS kampus
  • 126 (Unit Layanan Terpadu/ULT Kemdiktisaintek)
  •  ult@kemdiktisaintek.go.id
  • 085186069126

Kanal KemenPPPA

  • 129 Layanan SAPA, KemenPPPA
  • WhatsApp 08111-129-129

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News