Beranda blog Halaman 345

Prabowo Buka Istana untuk Siswa Sekolah, Program Edukasi Nasional Resmi Dimulai

Presiden Prabowo Subianto membuka lebar Istana Kepresidenan bagi anak-anak sekolah sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda Indonesia. Program “Istana untuk Siswa Sekolah” ini dimulai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (7/8).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya kepada awak media usai kegiatan tersebut menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam penguatan kualitas sumber daya manusia, yang juga tercermin melalui berbagai program prioritas seperti makan bergizi, renovasi sekolah, penyediaan fasilitas pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan guru.

“Salah satu program terbesar Bapak Presiden adalah investasi membangun dan membentuk generasi muda. Ada makan bergizi, ada renovasi sekolah, toilet, kita pasang TV digital pembelajaran. Kemudian ada sekolah rakyat, sekolah integrasi, sekolah Garuda, ada insentif dan kesejahteraan untuk guru dan lain sebagainya. Hari ini kita buka istana untuk anak-anak sekolah untuk generasi penerus bangsa,” ujar Seskab.

Dalam kegiatan “Istana untuk Siswa Sekolah”, para pelajar diajak mengikuti diskusi dan tanya jawab, serta berkeliling istana untuk mengenal sejarah bangsa dan sistem pemerintahan. Para siswa juga diperkenalkan pada berbagai ruang penting di istana, termasuk tempat di mana keputusan strategis negara diambil.

“Kita ajak mereka untuk melihat istana, kita ajak mereka untuk melihat tempat-tempat di mana keputusan besar bangsa ini pernah diambil. Untuk apa? Untuk memberi mereka keinginan untuk bercita-cita setinggi mungkin untuk bangsa ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Seskab menegaskan bahwa program ini tidak hanya dilaksanakan di Istana Merdeka dan Istana Negara, tetapi juga akan diperluas ke seluruh Istana Kepresidenan di berbagai daerah di Indonesia. Sekolah-sekolah dari berbagai wilayah, termasuk di luar Pulau Jawa, akan difasilitasi untuk mengikuti kegiatan ini.

“Kita punya delapan, nanti masing-masing istana kita buka untuk anak sekolah juga. Untuk yang di luar Jakarta ataupun juga di luar Pulau Jawa Nanti akan difasilitasi untuk ke sininya,” jelasnya.

Seskab pun mendorong sekolah-sekolah yang ingin mengikuti program “Istana untuk Siswa Sekolah” agar dapat mendaftarkan diri ke Kementerian Sekretariat Negara maupun Sekretariat Kabinet. Nantinya, para pendaftar akan diatur untuk melakukan kunjungan ke Istana.

“Untuk seleksinya tidak ada. Jadi silahkan daftar ke tadi yang saya bilang kemudian nanti akan diatur oleh panitianya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa antusiasme para siswa sangat tinggi, mengingat sebagian besar dari mereka baru pertama kali mengunjungi Istana. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus memperkuat rasa kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Intinya Bapak Presiden ingin sebesar-besarnya istana ini dibuka untuk rakyat. Saat Lebaran ada, kemudian saat hari-hari besar lainnya ada, nah ini untuk anak-anak sekolah,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat dan Kelanjutan Industri Penerbangan Nasional

Pemerintah melakukan sejumlah langkah mitigasi strategis untuk menjaga keberlangsungan industri penerbangan nasional sekaligus menjaga keterjangkauan harga tiket pesawat di tengah kenaikan harga avtur sebagai dampak dari dinamika geopolitik global.

“Pemerintah memutuskan akan menaikkan fuel surcharge (FS) menjadi sebesar 38 persen, baik untuk pesawat jet maupun propeler, dari sebelumnya 10 persen untuk jet dan 25 persen untuk propeler. Pemerintah juga menjaga agar kenaikan tiket domestik tetap terjangkau oleh masyarakat dengan menjaga kenaikan harga tiket di kisaran 9 persen hingga 13 persen,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Senin (6/4).

Selain itu, pemerintah juga menjalankan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 11 persen untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,3 triliun per bulan. Airlangga mengatakan, kombinasi kebijakan kenaikan FS dan PPN DTP 11 persen tersebut akan diberikan selama dua bulan dan dilakukan evaluasi secara berkala.

“Kebijakan fuel surcharge dan PPN DTP ini akan diberlakukan sesuai dengan kemarin yang diumumkan yaitu dalam waktu dua bulan juga, kita akan terus evaluasi,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga berharap Pertamina juga melakukan relaksasi mekanisme pembayaran dengan terms and condition yang lebih baik secara business-to-business.

Bagi industri penerbangan, pemerintah akan menjaga dan meningkatkan daya saing ekosistemnya dengan memberikan insentif penurunan tarif Bea Masuk (BM) menjadi nol persen atas impor suku cadang pesawat, sehingga diharapkan akan dapat menurunkan biaya operasional maskapai. Tahun lalu bea masuk suku cadang bisa mencapai sekitar Rp500 miliar.

“Kebijakan ini diharapkan akan dapat memperkuat daya saing industri MRO dengan potensi aktivitas ekonomi yang mencapai 700 juta dolar Amerika Serikat per tahun dan mendorong output perekonomian atau PDB hingga 1,49 miliar dolar Amerika Serikat, lalu menciptakan tambahan sekitar 1.000 tenaga kerja langsung dan lebih dari 2.700 tenaga kerja tidak langsung,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut Airlangga menyampaikan bahwa kebijakan ini akan ditindaklanjuti melalui penerbitan regulasi peraturan teknis terkait, baik Peraturan Menteri Keuangan maupun Peraturan Menteri Perhubungan.

“Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk kesinambungan industri penerbangan, khususnya untuk maskapai nasional, dan sektor energi, serta menjaga aktivitas ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan. Kami juga berharap seluruh masyarakat dan dunia usaha agar tetap produktif, serta berpartisipasi aktif mendukung langkah-langkah ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa dalam penetapan fuel surcharge pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh maskapai yang beroperasi di Indonesia, khususnya yang melayani penerbangan domestik.

“Untuk menetapkan kenaikan fuel surcharge sebesar 38 persen, kami tidak sepihak dan sudah melalui koordinasi serta masukan khususnya dari pihak airlines,” ujar Menhub.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pekalongan Raya Siap Bangun PSEL, Wali Kota Aaf Serahkan Surat Kesiapan ke Menteri LH

Komitmen kuat dalam mengatasi persoalan sampah diwujudkan melalui langkah konkret oleh Pemerintah Kota Pekalongan bersama tiga daerah lain di wilayah Pekalongan Raya. Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, secara langsung menyerahkan surat kesiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) kepada Hanif Faisol Nurofiq dalam audiensi yang digelar di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Senin (6/4/26).

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Aaf didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan Joko Purnomo, Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, serta perwakilan dari Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Batang. Audiensi ini menjadi tonggak awal keseriusan empat daerah dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah modern berbasis energi melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Usai pertemuan, Wali Kota Aaf mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan secara prinsip kesiapan Pekalongan Raya untuk merealisasikan proyek strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan awal telah dipersiapkan, mulai dari penentuan lokasi hingga kesepakatan kerja sama antar daerah.

“Alhamdulillah, kali ini kami sudah menghadap Bapak Menteri Lingkungan Hidup untuk menyampaikan kesiapan Pekalongan Raya yang meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang dalam pembangunan PSEL. Kami sudah siap, lokasi sudah ditentukan, dan MoU juga sudah dilakukan. Tinggal dorongan dari Pak Gubernur untuk selanjutnya mendapatkan persetujuan,” ujar Wali Kota Aaf.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa, sebelum mendapatkan persetujuan final, Menteri Lingkungan Hidup akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang direncanakan berada di wilayah Kota Pekalongan. Ia berharap seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga proyek tersebut segera terealisasi.

Menurutnya, pembangunan PSEL menjadi langkah penting dan mendesak dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar, tidak hanya di Kota Pekalongan, tetapi juga secara nasional.

“Permasalahan sampah ini sangat urgen. Dengan adanya PSEL, kita harapkan bisa menjadi solusi jangka panjang, tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik,” imbuhnya.

Wali Kota Aaf juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kota Pekalongan telah berhasil menangani sekitar 50 persen persoalan sampah. Namun, capaian tersebut dinilai masih belum optimal dan membutuhkan upaya lebih besar melalui kolaborasi lintas daerah.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengajak masyarakat untuk mendukung penuh rencana pembangunan PSEL tersebut. Ia menekankan bahwa sistem yang akan dibangun bukan sekadar tempat pembuangan sampah, melainkan fasilitas pengolahan sampah yang terintegrasi.

“Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat agar langkah ini bisa berjalan lancar. Ini bukan tempat pembuangan, tetapi pengolahan sampah. Targetnya, sampah yang masuk hari ini harus selesai di hari yang sama,” tegasnya.

Wali Kota Aaf juga menjelaskan bahwa kerja sama empat daerah menjadi hal penting karena kebutuhan minimal sampah untuk operasional PSEL mencapai sekitar 1.000 ton per hari. Dengan terpenuhinya kapasitas tersebut, diharapkan tidak ada lagi penumpukan sampah di wilayah Pekalongan Raya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Pekalongan Raya. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk komitmen nyata daerah dalam mendukung program nasional pengelolaan sampah menjadi energi.

“Kami menyambut antusias kesiapan dari Pekalongan Raya yang terdiri dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang. Ini merupakan langkah besar yang perlu dipersiapkan dengan matang sejak awal,” ungkapnya.

Menteri Hanif menambahkan bahwa usulan pembangunan PSEL tersebut nantinya akan diajukan kepada Presiden Republik Indonesia. Ia berharap program ini dapat disetujui dan menjadi salah satu solusi strategis dalam penanganan sampah di Indonesia.

Meski demikian, ia menekankan bahwa seluruh proses harus tetap mengikuti standar dan norma yang telah ditetapkan, termasuk penerapan sistem pemilahan sampah dari hulu di masing-masing daerah.

“Yang paling utama tetap harus dilakukan pilah sampah di semua kabupaten/kota. Ini menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tegasnya.

“Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat dan komitmen kuat dari pemerintah daerah, pembangunan PSEL di Pekalongan Raya diharapkan dapat segera terwujud. Proyek ini tidak hanya menjadi solusi atas permasalahan sampah, tetapi juga membuka peluang baru dalam pemanfaatan energi terbarukan serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat,”pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Samsat Keliling Kembali Hadir di 24 Lokasi Jadetabek, Begini Cara Akses Layanannya

Polda Metro Jaya kembali membuka layanan Samsat Keliling di 24 titik yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) pada Rabu, 8 April 2026. Program ini digelar untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat.

Mengutip informasi dari akun X resmi TMC Polda Metro Jaya, layanan Samsat Keliling beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB, menyesuaikan lokasi masing-masing. Warga dapat mengakses layanan ini di berbagai titik strategis, seperti halaman parkir kantor Samsat, pusat perbelanjaan, pasar, hingga alun-alun kota.

Berikut daftar lengkap 24 lokasi Samsat Keliling Jadetabek hari ini:

Jakarta Pusat

  • Halaman parkir Samsat Jakarta Pusat (08.00–14.00 WIB)
  • Lapangan Banteng (08.00–14.00 WIB)

Jakarta Utara

  • Halaman parkir Samsat Jakarta Utara (08.00–14.00 WIB)
  • Parkir Italy Malla Artha, Kelapa Gading (08.00–14.00 WIB)

Jakarta Barat

  • Mal Ciputra (08.00–14.00 WIB)

Jakarta Selatan

  • Halaman parkir Samsat Jakarta Selatan (09.00–14.00 WIB)
  • Gudang Sarinah, Cikoko, Pancoran (09.00–14.00 WIB)

Jakarta Timur

  • Halaman parkir Samsat Jakarta Timur (08.00–14.00 WIB)
  • Pasar Induk Kramat Jati (08.00–14.00 WIB)

Kota Tangerang

  • Alun-alun Cibodas (08.00–13.00 WIB)
  • Parkiran Busway Foodmosphere (08.00–13.00 WIB)

Serpong

  • Halaman parkir Samsat Serpong (08.00–14.00 WIB)
  • ITC BSD Serpong (16.00–18.00 WIB)

Ciledug

  • Pasar Modern Banjar Wijaya Cipondoh (09.00–14.00 WIB)
  • Metland Cyber Puri Cipondoh (09.00–14.00 WIB)

Ciputat

  • Halaman parkir Samsat Ciputat (09.00–12.00 WIB)
  • Kantor Kelurahan Pondok Betung (09.00–12.00 WIB)

Kelapa Dua

  • Halaman GTOWN Square Gading Serpong (08.00–14.00 WIB)

Kota Bekasi

  • Danau Duta Harapan (09.00–12.00 WIB)

Kabupaten Bekasi

  • Ruko Robson Lippo Cikarang (09.00–12.00 WIB)
  • Halaman kantor Samsat (16.00–20.00 WIB)

Depok

  • Halaman parkir Samsat Depok (08.00–13.00 WIB)
  • Kantor Kecamatan Tajur Halang (09.00–11.30 WIB)

Cinere

  • Kantor Kelurahan Pondok Petir (08.00–12.00 WIB)

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan Samsat Keliling agar membawa dokumen lengkap, seperti KTP, BPKB, serta STNK asli beserta fotokopinya. Layanan ini hanya melayani pembayaran PKB tahunan, sementara perpanjangan STNK lima tahunan dan penggantian pelat nomor tetap harus dilakukan di kantor Samsat terdekat.

Dengan tersebarnya titik layanan di berbagai wilayah, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kewajiban pajak kendaraan secara tepat waktu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini, 8 April 2026: Cek 5 Titiknya di Sini

Ditlantas Polda Metro Jaya kembali membuka layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) keliling di lima titik di Jakarta pada Rabu, 8 April 2026. Layanan ini disediakan untuk memudahkan masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM tanpa harus datang ke kantor Satpas.

Layanan SIM keliling tersebut beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB di beberapa pusat keramaian dan fasilitas publik.

Berdasarkan informasi dari akun X resmi TMC Polda Metro Jaya, berikut lima lokasi layanan SIM keliling di Jakarta hari ini:

  1. Lobi depan Mal Grand Cakung, Jalan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Km 25, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur.
  2. Lobi utama LTC Glodok, Jalan Hayam Wuruk No. 127, Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat.
  3. Area parkir samping Universitas Trilogi Kalibata, Jalan Duren Tiga Timur, Pancoran, Jakarta Selatan.
  4. Lobi selatan Mal Ciputra, Jalan Letjen S. Parman, Tanjung Duren Utara, Grogol, Jakarta Barat.
  5. Area parkir Kantor Pos Lapangan Banteng, Jalan Lapangan Banteng Timur No. 1, Pasarbaru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk menyiapkan seluruh persyaratan sebelum datang ke lokasi. Dokumen yang perlu dibawa meliputi fotokopi KTP yang masih berlaku, fotokopi dan SIM asli yang akan diperpanjang, surat keterangan kesehatan, serta hasil tes psikologi.

Layanan SIM keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku. Jika masa berlaku SIM sudah habis, pemohon harus mengurus pembuatan SIM baru di Satpas atau lokasi resmi yang ditunjuk kepolisian.

Biaya perpanjangan SIM di layanan SIM keliling mengacu pada PP Nomor 60 Tahun 2016, yakni Rp 80.000 untuk SIM A dan Rp 75.000 untuk SIM C.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Prakiraan Cuaca Jakarta 8 April 2026: Hujan Merata di Sejumlah Wilayah

Cuaca di wilayah Jakarta pada Rabu (8/4) diperkirakan didominasi oleh awan tebal dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah kawasan. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara hari ini berada pada kisaran 24–29 derajat celsius.

Pada pagi hari, hampir seluruh wilayah Ibu Kota, seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, hingga Jakarta Barat, diprediksi akan berawan tebal. Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi mengguyur Jakarta Pusat, Timur, dan Utara, sebelum kembali berawan tebal pada malam hari.

Untuk Jakarta Barat, hujan ringan diperkirakan mulai turun pada sore hari dan berlanjut hingga malam. Sementara itu, wilayah Jakarta Selatan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mulai siang hingga malam, setelah sebelumnya berawan tebal pada pagi hari.

Kondisi berbeda terjadi di Kepulauan Seribu, yang justru diperkirakan mengalami hujan ringan sejak pagi hari. Setelah itu, cuaca berangsur menjadi berawan tebal menjelang siang hingga malam.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan menyiapkan perlengkapan penunjang saat beraktivitas di luar ruangan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemdiktisaintek Dorong Akselerasi Penanganan Sampah Nasional Berbasis Teknologi

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong percepatan penanganan sampah nasional melalui penguatan kolaborasi lintas sektor berbasis teknologi dan inovasi. Hal ini disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH), Hanif Faisol Nurofiq di kantor Kemdiktisaintek, Selasa (7/4).

Mendiktisaintek menegaskan bahwa pendekatan berbasis sains dan teknologi menjadi fondasi penting dalam merumuskan solusi penanganan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Kerangka kebijakan yang telah disusun sebelumnya kini diarahkan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) untuk semakin kontekstual dengan kondisi di lapangan.

“Yang kami rancang sebelumnya adalah template makro. Setelah melihat kondisi di lapangan, kita akan gunakan basis data TPS 3R (reduce, reuse, recycle, red) yang sudah ada untuk segera masuk ke tahap implementasi,” ujar Menteri Brian.

Dalam konteks tersebut, Kemdiktisaintek mendorong optimalisasi lebih dari seratus titik Tempat Penampungan Sementara (TPS 3R) yang telah tersedia sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah di tingkat hulu. Perguruan tinggi akan dilibatkan secara aktif dalam proses ini, baik melalui kontribusi dosen, peneliti, serta mahasiswa dalam kegiatan survei, pemetaan, dan kajian teknis di lapangan.

Menteri LH menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemdiktisaintek dalam memperkuat basis ilmiah kebijakan pengelolaan sampah. Ditekankan bahwa kolaborasi dengan akademisi menjadi kunci dalam memastikan kebijakan yang diambil dapat diimplementasikan secara efektif.

“Kementerian Lingkungan Hidup akan melihat penelitian dan perumusan dari teman-teman akademisi, sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan lebih selaras,” ujar Menteri LH.

Lebih lanjut, Menteri LH menjelaskan bahwa pihaknya telah mengkaji dan mengadaptasi kerangka yang disusun Kemdiktisaintek dengan kondisi aktual di lapangan, khususnya dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber. Pendekatan ini dinilai penting mengingat timbulan sampah perkotaan masih didominasi oleh sampah rumah tangga dengan komposisi organik yang tinggi, sehingga perlu untuk mengurangi beban pengolahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan efisiensi sistem pengelolaan sampah secara keseluruhan. Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan ekosistem pengelolaan sampah yang juga mengedepankan intervensi di hulu melalui pemanfaatan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.

Selain itu, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya integrasi pengelolaan sampah rumah tangga dan kawasan komersial, serta perlunya penguatan regulasi dan penegakan hukum dalam pengelolaan sampah.

Kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan Kementerian Lingkungan Hidup ini menjadi bagian dari upaya mempercepat implementasi kebijakan berbasis sains dan teknologi, sekaligus memastikan bahwa hasil riset perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata dalam menjawab tantangan lingkungan di Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemdiktisaintek Perkuat Diseminasi Program dan Riset untuk Dukung Agenda Pembangunan Nasional

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan halalbihalal bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik), guna memperkuat kemitraan strategis dan mendiseminasikan program dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, Senin (6/4).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi kepada jurnalis Fortadik yang selama ini berperan aktif dalam menyampaikan berbagai program, kebijakan, serta hasil riset kepada masyarakat luas.

“Media merupakan mitra strategis kami dalam menyampaikan berbagai program dan kegiatan, sehingga dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat luas, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek menilai bahwa penguatan komunikasi publik di bidang sains dan teknologi menjadi penting di tengah arus informasi yang semakin dinamis. Dengan meningkatnya eksposur terhadap riset dan inovasi, diharapkan masyarakat dapat memahami dan dapat memanfaatkan hasil penelitian dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam pengambilan kebijakan di daerah dan sektor industri.

“Di tengah banyaknya informasi yang beredar, kami berharap isu sains dan teknologi dapat menjadi salah satu perhatian utama, sehingga pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) semakin meningkat,” lanjut Menteri Brian.

Kemdiktisaintek juga menekankan bahwa berbagai program prioritas pemerintah saat ini, seperti penanganan sampah, pengembangan energi terbarukan, hingga efisiensi energi, tidak terlepas dari kontribusi riset dan inovasi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi.

Sejalan dengan arahan pemerintah, pengembangan solusi berbasis sains dan teknologi diharapkan dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Dalam konteks penanganan sampah, misalnya, keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas penerapan teknologi pengolahan sampah.

“Sekarang, sedang banyak teknologi yang dikembangkan dan berhasil terkait sampah, tentunya dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah,” jelas Menteri Brian.

Selain itu, Kemdiktisaintek terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan melalui riset di perguruan tinggi, termasuk pemanfaatan energi panas bumi dan energi berbasis air skala mikro. Upaya ini diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi yang lebih baik dan berkelanjutan antara Kemdiktisaintek dan media. Ke depan, diharapkan interaksi yang lebih rutin dapat terus terjalin sebagai ruang diskusi dan pertukaran informasi yang konstruktif.

Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan media, Kemdiktisaintek optimis bahwa berbagai kebijakan dan program di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dapat tersampaikan secara lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

TKA di Kota Serang Berjalan Lancar, Tidak Ada Gangguan Teknis

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pelaksanaan Tes kemampuan akademik (TKA) jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Banten berjalan lancar. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, saat mengunjungi pelaksanaan TKA di SMP Negeri 11 Kota Serang, pada Senin (6/4).

Dalam kunjungannya, Wamen Atip mengapresiasi kesiapan pihak sekolah yang mampu menyelenggarakan TKA dengan baik meski di tengah keterbatasan sarana. “Alhamdulillah pelaksanaannya lancar. Karena keterbatasan sarana, (TKA) dilaksanakan secara bergelombang. Saya sudah mengecek, secara umum tidak ada gangguan teknis,” ujarnya.

Ia juga menekankan, hasil dari tes ini akan digunakan untuk mengevaluasi kemampuan individu siswa serta menjadi bahan rujukan pemerintah dalam melakukan perbaikan pembelajaran di masa mendatang.

Wamen Atip berpesan agar para siswa tetap menjaga semangat dan kepercayaan diri dalam menjawab soal-soal yang diujikan. “Tetap semangat untuk melaksanakan TKA, tunjukkan bahwa kalian adalah siswa-siswa yang cerdas. Saya yakin nilai akan didapat nilai yang bagus,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMP Negeri 11 Kota Serang, Sanyata Jaka Santoso, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah melakukan persiapan yang matang. Rangkaian persiapan dimulai dari sosialisasi kepada siswa dan orang tua siswa, dua kali simulasi, gladi bersih, hingga penyelenggaraan try-out.

“Anak-anak juga dibekali dengan buku panduan TKA yang materinya dikupas oleh guru Bahasa Indonesia dan Matematika kelas 9. Untuk jumlah pesertanya, (tercatat) ada 378 siswa dan semuanya mengikuti TKA secara sukarela dengan izin dari orang tua masing-masing,” ungkapnya.

Terkait sarana, Sanyata mengakui adanya keterbatasan perangkat komputer, di mana SMPN 11 Kota Serang saat ini baru memiliki satu laboratorium komputer dengan 35 laptop. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah membagi pelaksanaan TKA ke dalam tiga gelombang dengan empat sesi per hari yang berlangsung hingga pukul 15.30 WIB.

Sanyata juga menegaskan, fungsi utama TKA sebagai instrumen pemetaan kompetensi akademik siswa yang terstandar secara nasional, bukan sebagai penentu tunggal kelulusan. Di SMPN 11 Kota Serang, kelulusan siswa tetap mengacu pada ujian sekolah serta karakter siswa. “Pesan saya untuk anak-anak, laksanakan TKA dengan santai, jujur, dan gembira,” tuturnya.

Antusiasme juga dirasakan oleh para peserta ujian, salah satunya Khoirul Fariz Maulana. Ia mengaku merasa lega setelah menyelesaikan ujian meski sempat menghadapi tantangan pada mata pelajaran Matematika. “Perasaan saya senang dan lega. Matematika memang sulit karena harus menggunakan dan menghafal rumus, tapi saya yakin 100 karena itu hasil usaha sendiri,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan oleh Farah Maulida Nury, yang menilai TKA penting untuk mengukur kemampuan diri. Ia mengaku telah mempersiapkan diri melalui belajar mandiri dan mengikuti simulasi serta try-out yang difasilitasi sekolah. “TKA ini penting untuk melatih kemampuan akademik. Semoga teman-teman tetap semangat dan bisa menjawab soal dengan benar,” pungkas Farah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Di Tengah Keterbatasan, Murid SLB Antusias dan Optimis Ikuti TKA Hari Ini

Sebagai kelanjutan dari kebijakan pemetaan akademik yang telah diterapkan pada jenjang pendidikan menengah tahun lalu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA), Senin (6/4). Kali ini TKA digelar khusus untuk SMP/MTs/sederajat, termasuk untuk para murid SMP Luar Biasa (SMPLB).

Di SLBN Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur pelaksanaan TKA berlangsung dalam suasana hangat dan penuh harapan. Sejak pagi hari, para murid sudah datang dan bersiap untuk mengikuti TKA meskipun dengan keterbatasan yang mereka miliki.

“Siswa kami miliki tekad dan semangat yang luar biasa untuk mencoba dan belajar mengikuti tes ini,” kata Kepala SLBN Pandaan, Iva Evry Robiyansah.

Secara keseluruhan ada enam siswa jenjang SMPLB di SLBN Pandaan yang mengikuti TKA hari ini. Mereka merupakan siswa dengan hambatan tunarungu. Di SLBN Semarang, Jawa Tengah pelaksanaan TKA berlangsung rileks. Para siswa merampungkan soal-soal TKA hari dengan gembira dan santai tanpa tekanan. “Kebetulan siswa kami yang mengikuti TKA hanya ada tiga, yakni dua siswa tunarungu dan satu adalah siswa tunanetra,” kata Kepala SLBN Semarang, Sri Sugiarti.

Menurut Sri, sejak jauh-jauh hari para siswa ini memang telah dipersiapkan untuk mengikuti TKA sehingga mereka sudah jauh lebih siap saat berhadapan dengan soal-soal yang diberikan. Antusias mengikuti TKA juga dirasakan di SLBN Halmahera Barat. Bahkan salah satu siswa yang tidak terdaftar dalam TKA ingin mengikuti ujian ini.

“Ada siswa kami yang tunagrahita kan sebenarnya boleh tidak mengikuti TKA, tapi dia ingin tetap ikut,” kata Ismawati Muhammad, Kepala SLBN Halmahera Barat.

Di SLBN Halmahera Barat sendiri, total peserta TKA untuk jenjang SMPLB berjumlah 9 siswa. Pihak sekolah telah memberikan pelatihan singkat dalam hal mengoperasikan laptop atau komputer bagi siswa dan membentuk Tim berupa panitia persiapan TKA yang bertugas untuk membimbing siswa sebelum TKA dilaksanakan.

Raka Aditomo Subagyo, salah satu peserta TKA dari SLBN Pembina Tingkat Nasional Jakarta, mengaku optimis dan bisa menyelesaikan soal-soal dalam TKA hari ini. “Kalau saya optimis karena soal-soal yang tadi keluar sudah kami pelajari selama ini,” kata Raka.

Menurut Raka, sejak beberapa minggu terakhir pihak sekolah memang banyak memberikan pelatihan untuk menyelesaikan soal-soal ujian sehingga ia mengaku tidak terlalu kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal ujian.

Meskipun demikian, sebagai siswa tunanetra, Raka mengaku soal-soal ujian yang banyak menggunakan gambar menjadi tantangan tersendiri untuknya. “Kami juga dibantu dengan guru pendamping yang membantu kami memahami soal-soal terutama soal-soal yang terkait gambar,” kata Raka.

Masih menurut Raka, selain di dampingi guru, ia dan murid tunanetra lainnya juga dibantu dengan perangkat headset untuk mendengarkan soalnya yang dialih bahasakan dengan screen reader. “Selain untuk mendengarkan, headset ini juga membuat kami lebih fokus karena ruangan jadi tidak terasa berisik,” terang Raka.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa selain untuk pemetaan akademik, TKA untuk SMP/MTs/sederajat, termasuk SMPLB juga untuk mendukung Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang sebentar lagi akan dibuka. “Jadi, nantinya hasil dari TKA ini akan menjadi penilaian tersendiri dalam proses penerimaan murid baru. Kalau SMP berarti untuk masuk ke sekolah menengah,” kata Dirjen Tatang.

Kepada para siswa, Tatang berpesan untuk mengutamakan kejujuran dalam mengerjakan setiap soal. “Tidak perlu terlalu terbebani, tapi kerjakan soal dengan penuh kesungguhan,” Dirjen Tatang menambahkan.

Sebagai informasi, TKA untuk SMP/MTs/ sederajat akan berlangsung hingga dua pekan mendatang. TKA sendiri bertujuan untuk menyediakan data objektif dan komprehensif mengenai capaian belajar murid sebagai dasar perbaikan pembelajaran dan pengambilan kebijakan pendidikan berbasis data.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News