Beranda blog Halaman 344

Lia Istifhama Soroti Kendala BPSK, Kementerian Perdagangan Siapkan Penguatan Regulasi Perlindungan Konsumen

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyoroti sejumlah kendala dalam operasional Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) saat rapat kerja bersama Kementerian Perdagangan. Ia menilai, meskipun BPSK telah terbentuk di daerah, efektivitasnya masih menghadapi berbagai tantangan.

Dalam penyampaiannya, Lia mengungkapkan bahwa di Jawa Timur hanya lima kabupaten/kota yang saat ini dapat mengoperasikan BPSK secara optimal. Kondisi tersebut dipicu oleh persoalan penganggaran, terutama setelah adanya peralihan kewenangan dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Di Jawa Timur memang sudah terbentuk, namun saat ini ada kendala sentralisasi layanan karena hanya lima kabupaten/kota yang beroperasional,” ujar Lia dalam forum tersebut.

Selain itu, ia juga menyoroti lemahnya kekuatan eksekusi putusan BPSK. Menurutnya, putusan lembaga tersebut kerap berpotensi dibatalkan melalui upaya hukum lanjutan di Pengadilan Negeri hingga tingkat kasasi.

Lia menegaskan bahwa permasalahan tersebut menunjukkan perlunya penguatan regulasi dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dan BPSK dapat bekerja lebih efektif dan efisien dalam melindungi masyarakat.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyampaikan bahwa masukan dari para anggota dewan menjadi bagian penting dalam proses inventarisasi permasalahan yang akan dibahas dalam Rancangan Undang-Undang Perlindungan Konsumen (RUUPK).

Pemerintah, lanjutnya, saat ini tengah mengumpulkan berbagai isu di lapangan, termasuk terkait optimalisasi fungsi BPSK yang masih terkendala penganggaran, pengawasan, serta koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Masukan yang disampaikan akan kami catat sebagai bahan dalam pembahasan RUU Perlindungan Konsumen ke depan,” ujar Budi.

Budi Santoso juga menegaskan perannya dalam menyusun kebijakan, melakukan koordinasi lintas kementerian/lembaga, serta mendorong sinergi dengan pemerintah daerah guna memperkuat sistem perlindungan konsumen secara nasional.

Dengan adanya pembahasan RUUPK, diharapkan berbagai kendala yang selama ini dihadapi BPSK dapat diatasi, sehingga perlindungan konsumen di Indonesia semakin kuat, merata, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wabup Tala H. M. Zazuli Ikuti Musrenbang RKPD 2027 Kalsel, Perkuat Sinkronisasi Pembangunan Pusat dan Daerah

Wakil Bupati Tanah Laut, H. M. Zazuli, menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar pada Selasa (7/4/2026) di Gedung Idham Chalid.

Kegiatan tersebut diawali dengan arahan Wakil Menteri Dalam Negeri, Ahmad Wiyagus, yang menekankan pentingnya konsistensi, sinkronisasi, dan penyelarasan perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah guna mewujudkan pemerataan pembangunan, meningkatkan daya saing, serta kesejahteraan masyarakat. Acara secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin dalam sambutannya menyampaikan capaian pembangunan daerah tahun 2025 yang menunjukkan hasil positif, bahkan melampaui sejumlah indikator nasional.

Di antaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Selatan mencapai 76,10, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Laju pertumbuhan ekonomi juga tercatat sebesar 5,22 persen, melampaui angka nasional sebesar 5,04 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan berada di angka 3,73 persen, menjadikan Kalsel sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah kedua secara nasional.

Gubernur juga menegaskan pentingnya penyelarasan RKPD dengan agenda pembangunan nasional, termasuk penguatan sumber daya manusia, peningkatan investasi, serta pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan merata.

Dalam forum tersebut, berbagai program strategis turut dibahas, seperti pengendalian banjir terpadu, pembangunan dan peningkatan kualitas jalan, hingga pengembangan kawasan ekonomi dan sektor unggulan daerah.

Kehadiran Wakil Bupati Tanah Laut, H. M. Zazuli, menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam mendukung sinkronisasi perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.

Melalui partisipasi aktif dalam Musrenbang ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap program pembangunan yang dirancang dapat semakin terarah, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tuntung Pandang.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, para bupati/wali kota se-Kalimantan Selatan, instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

 

Di Musrenbang Kalsel, Bupati Tabalong Perjuangkan Bendung Jaro II dan Jalan IKN

Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani (Haji Fani), menyampaikan usulan prioritas pembangunan daerah pada Musrenbang RKPD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2027 di Gedung KH Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (7/4/2026), dengan fokus pada penguatan ketahanan pangan dan konektivitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Musrenbang diawali arahan Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus secara virtual, dan dibuka Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin sebagai bagian dari sinkronisasi program pembangunan pusat dan daerah.
Dalam forum tersebut, Bupati menegaskan percepatan penyelesaian Bendung Jaro II menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Tabalong, khususnya petani di Kecamatan Jaro.

“Bendung Jaro II harus segera diselesaikan. Infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan produksi pertanian masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Tabalong juga mendorong optimalisasi Bendung Kinarum yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kal-Sel, melalui pembangunan jaringan irigasi tersier agar manfaatnya lebih maksimal bagi sektor pertanian dan perkebunan masyarakat.

“Kami ingin bendung yang sudah dibangun benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Ini bentuk keberpihakan kami terhadap masyarakat Tabalong,” ujar Bupati.

Di sektor konektivitas, Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas jalan strategis menuju kawasan IKN, meliputi:
• Ruas jalan provinsi Tanjung–Muara Uya,
• Ruas jalan nasional Kelua–Tanjung, serta
• Ruas jalan Dahai–Muara Uya.

Menurutnya, peningkatan akses jalan tidak hanya mendukung mobilitas wilayah penyangga IKN, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Perbaikan infrastruktur jalan bukan sekadar konektivitas wilayah, tetapi menyangkut kepentingan langsung masyarakat dan kelancaran distribusi hasil pertanian,” jelasnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa usulan Pemerintah Kabupaten Tabalong mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, termasuk rencana kelanjutan pembangunan Bendung Jaro II mulai tahun 2026 serta koordinasi penanganan ruas jalan nasional menuju kawasan IKN.

Ia menegaskan, seluruh usulan tersebut sejalan dengan target daerah dalam mewujudkan program 100 persen jalan dan jembatan mantap guna memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Tabalong.

“Jika infrastruktur pertanian dan jalan strategis ini terealisasi, manfaatnya langsung dirasakan petani dan masyarakat Tabalong,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Prestasi Gemilang! 57 Siswa MAN 1 Kota Pekalongan Tembus PTN Favorit Lewat SNBP dan SNPMB Kemenkes RI

Kabar membanggakan datang dari MAN 1 Kota Pekalongan. Puluhan siswa kelas XII lulusan Tahun 2025/2026 berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Prestasi Kemenkes RI Tahun 2026.

Kepala MAN 1 Kota Pekalongan, H. Mimbar, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian luar biasa tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh civitas akademika yang telah bekerja keras membimbing para siswa hingga berhasil menembus beberapa PTN favorit di Indonesia.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Terima kasih kepada para guru dan seluruh civitas akademika atas dedikasi dan bimbingannya, sehingga siswa-siswi kami dapat meraih hasil terbaik,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (7/4/2026).

Ia juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para peserta didik yang telah lolos seleksi dan diterima di perguruan tinggi sesuai harapan masing-masing melalui jalur SNBP maupun SNPMB Prestasi Poltekkes Kemenkes Tahun 2026.

Lebih lanjut, Mimbar menjelaskan bahwa dari total 411 siswa kelas XII, terdapat 165 siswa yang masuk dalam kategori eligible untuk mengikuti seleksi jalur prestasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 57 siswa berhasil lolos ke PTN, dengan rincian 47 siswa melalui jalur SNBP dan 10 siswa melalui jalur SNPMB Prestasi.

“Capaian ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, hanya 8 siswa yang lolos SNBP, kemudian meningkat menjadi 28 siswa pada tahun 2025, dan kembali melonjak pada tahun 2026 menjadi total 57 siswa yang diterima di berbagai PTN untuk jenjang D3 maupun S1,”terangnya.

Adapun sebaran perguruan tinggi yang berhasil ditembus para siswa di antaranya Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebanyak 15 siswa, Universitas Diponegoro (UNDIP) 4 siswa, Universitas Sebelas Maret (UNS) 4 siswa, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto 4 siswa, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 1 siswa, Universitas Brawijaya (UB) Malang 1 siswa, UPN Veteran Yogyakarta 1 siswa, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1 siswa, UIN Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta 1 siswa, UIN Walisongo Semarang 2 siswa, UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan 12 siswa, serta Poltekkes Kemenkes Semarang sebanyak 11 siswa.

Para siswa tersebut diterima di berbagai program studi unggulan dan bergengsi, seperti Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, Psikologi, Hubungan Internasional, Sastra Jepang, Teknik Geodesi, Ekonomi, Keperawatan, Gizi, Pendidikan Bahasa, Informatika hingga Bisnis Digital.

Mimbar berharap, keberhasilan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh siswa untuk terus belajar dan berprestasi. Ia juga memberikan motivasi kepada siswa yang belum berhasil agar tidak berkecil hati.

“Bagi yang belum lolos, masih banyak jalur lain yang bisa ditempuh, seperti Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) maupun jalur mandiri. Tetap semangat, tingkatkan belajar, jaga nama baik almamater, raih prestasi, serta amalkan akhlakul karimah dan istiqomah dalam beribadah,” pesannya.

Ia menambahkan, keberhasilan yang diraih para siswa ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga membawa manfaat dan keberkahan di masa depan.

“Dengan capaian ini, kami dari MAN 1 Kota Pekalongan berkomitmen sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia, serta siap bersaing di tingkat Nasional maupun Internasional,”ungkapnya.

Salah satu capaian membanggakan datang dari seorang siswi MAN 1 Kota Pekalongan yang berhasil lolos SNBP Tahun 2026 di Jurusan Bisnis Digital Universitas Islam Negeri Abdurrahman Wahid, Syahra Anjani. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas hasil yang diraih.

“Alhamdulillah, Saya sangat bersyukur bisa diterima di Bisnis Digital UIN GUSDUR. Ini adalah hasil dari doa, usaha, dan dukungan orang tua serta bimbingan dari guru-guru di madrasah. Semoga ke depan saya bisa belajar dengan sungguh-sungguh dan membanggakan keluarga serta almamater,” tuturnya.

Ia juga memberikan semangat kepada teman-temannya agar tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

“Untuk teman-teman yang belum lolos, tetap semangat. Masih banyak jalan menuju kesuksesan, terus berusaha dan jangan putus asa,” tukasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mulai April 2026, TKA Jadi Pemetaan Akademik Siswa SD hingga SMP di Kota Pekalongan

Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan mulai mengimplementasikan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai instrumen pemetaan kemampuan akademik siswa pada jenjang SD hingga SMP. Program ini resmi dilaksanakan mulai April 2026 dan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis data di daerah.

Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri, menjelaskan bahwa, pelaksanaan TKA di tahun pertama ini masih terbatas pada beberapa komponen mata pelajaran (mapel) yakni Matematika dan Bahasa Indonesia untuk jenjang SD dan SMP sederajat. Sementara, untuk jenjang SMA sederajat lebih banyak yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan 2 mata pelajaran pilihan (misalnya Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, dll). Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan cakupan materi yang diujikan.

“Baru dua mapel saja yang Ini kan baru awal ya, baru tahun pertama untuk jenjang SD dan SMP sederajat yang menjadi kewenangan Dindik Kofa Pekalongan. Barangkali di tahun-tahun berikutnya ada penambahan mata pelajaran,” ujar Mabruri, Rabu (08/04/2026).

Ia menambahkan bahwa uji coba TKA telah dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan resmi. Meskipun masih terdapat sejumlah kendala teknis, secara umum proses berjalan dengan baik dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan selanjutnya.

“TKA sudah beberapa kali uji coba ya, meskipun ada beberapa kendala-kendala. Tapi pelaksanaannya nanti tanggal 6, rentang waktunya 6 sampai 30 April,” jelasnya.

Pelaksanaan TKA dilakukan secara bertahap di masing-masing sekolah, mengingat keterbatasan sarana prasarana, khususnya perangkat komputer. Oleh karena itu, sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur jadwal dan sesi pelaksanaan sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Karena keterbatasan perangkat, artinya komputer ya, maka jumlah peserta setiap angkatan dan pembagian sesi diatur oleh sekolah. Ada yang butuh waktu 4 hari, 6 hari, bahkan sampai 8 hari,” imbuhnya.

Lanjutnya, TKA diperuntukkan bagi siswa kelas akhir di setiap jenjang, yakni kelas VI SD dan kelas IX SMP. Sementara untuk jenjang SMA/sederajat, pelaksanaan TKA telah dilakukan lebih dahulu secara nasional.

“Iya, yang TKA ini kelas-kelas akhir. Jadi kelas 6, kelas 9, dan kelas 12 SMA sederajat. Kalau yang SMA sudah jauh-jauh hari kemarin,” terang Mabruri.

Ia juga menegaskan bahwa TKA merupakan program yang dilaksanakan secara nasional dengan jadwal yang terintegrasi di seluruh Indonesia. Dengan demikian, pelaksanaan TKA di Kota Pekalongan sejalan dengan kebijakan pusat.

“Kalau ini nasional ya. Jadi yang SD seluruh Indonesia jadwalnya sama, yang SMP juga sama,” katanya.

Lebih lanjut, Mabruri menekankan bahwa hasil TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Tes ini hanya dilakukan satu kali dan berfungsi sebagai alat ukur kemampuan akademik yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam jalur Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya jalur prestasi.

“Karena ini tidak mempengaruhi kelulusan, berapapun nilainya ya sekali tes saja. Poinnya nanti hanya akan menguntungkan atau berkontribusi di jalur SPMB prestasi,” jelasnya.

Salah satu sekolah yang telah melaksanakan TKA adalah SMP Salafiyah Kota Pekalongan. Kepala SMP Salafiyah, Hj. Qurrotul Aini, S.Ag., menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kebijakan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Di sekolah tersebut, pelaksanaan TKA untuk siswa kelas IX berlangsung pada 6 hingga 9 April 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 229 siswa.

“Dengan adanya Tes Kompetensi Akademik (TKA) ini, kami selaku Kepala SMP Salafiyah Kota Pekalongan menyambut baik sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kami percaya bahwa melalui TKA, kemampuan akademik siswa dapat terpetakan dengan lebih jelas, sehingga guru dan sekolah dapat memberikan pembinaan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk tidak menjadikan TKA sebagai beban, melainkan sebagai sarana untuk memotivasi diri dalam belajar dan mengembangkan potensi.

“Kami juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan TKA sebagai motivasi dalam belajar, bukan sebagai beban, melainkan sebagai sarana untuk mengukur dan mengembangkan potensi diri,” tambahnya.

Dengan penerapan TKA ini, pihaknya berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat terkait kemampuan akademik siswa.

“Data tersebut diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di setiap satuan pendidikan,”tukasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BBM Subsidi Tidak Naik, Wamenkeu Pastikan Kondisi Fiskal Indonesia Tetap Terjaga

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali meski berada ditengah ketidakpastian global akibat tensi geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi guna menjaga daya beli masyarakat dan menahan laju inflasi.

“Resepnya adalah pertama, kita harus jaga daya beli masyarakat. Jadi BBM tidak kita naikkan. Yang kedua, dari sisi eksternal sebenarnya ada natural hedge,” ujar Wamenkeu saat menghadiri Talkshow bertajuk “Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional”, di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (7/4).

Hingga kuartal I 2026, kinerja ekonomi Indonesia dinilai tetap solid dengan laju pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,4 hingga 6 persen. Hal itu didukung oleh konsumsi domestik yang terjaga, ekspor komoditas seperti batu bara dan CPO yang menguat, serta dorongan investasi.

Kinerja penerimaan pajak dan belanja negara juga menunjukkan tren positif, serta defisit APBN tetap terjaga di bawah batas aman 3 persen.

“Karena belanja subsidinya naik, ini kita kelola supaya belanja yang lain lebih efisien tapi tetap efektif untuk mendorong program-program prioritas. Ada ruang-ruang untuk efisiensi. Inilah yang kita kelola sehingga overall APBN kita masih bisa kita jaga di bawah 3 persen budget defisitnya,” ungkap Wamenkeu.

Sebagai penutup, Wamenkeu juga menegaskan bahwa berbagai kebijakan fiskal yang diambil telah melalui perhitungan matang, maka pentingnya sikap adaptif, koordinasi yang kuat, serta komunikasi yang transparan dalam menghadapi ketidakpastian global.

“Apa yang kami sampaikan ini di fiskal ini adalah based on perhitungan-perhitungan detail. Jadi ini memang sebuah masukan dan tentu saja komunikasi terus harus kita lakukan dari hari ke hari,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tinjau Gereja Terdampak Gempa di Minahasa, Wapres Minta Perbaikan Segera Dilakukan

Usai meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melanjutkan kegiatannya dengan meninjau Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus di Rumengkor, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (7/4).

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan gereja yang terdampak gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil peninjauan, kerusakan yang terjadi tergolong minor, terutama pada bagian atap bangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres didampingi oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus Lumbaa, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, serta Pastor Paroki Romo Imanuel.

Wapres menegaskan pentingnya penanganan cepat terhadap fasilitas yang terdampak. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Sulut usai mendampingi Wapres peninjauan.

“Untuk semua [yang rusak], diperbaiki, ya,” pesannya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah Presiden Prabowo dalam memastikan percepatan pemulihan pascabencana, khususnya terhadap fasilitas publik yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Usai menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatannya di Sulut, Wapres bertolak kembali ke Jakarta untuk melanjutkan tugas kenegaraan lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/4). Dalam rapat tersebut, Kepala Negara menginstruksikan percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun ini.

“Kita sudah membangun 100 titik, 65 tahap satu, 35 tahap kedua. Dan kemudian itu totalnya 100, semuanya diperkirakan akhir bulan Mei selesai,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangannya kepada awak media usai rapat.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memberikan perhatian pada aspek pengelolaan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di Kampung Nelayan tersebut.

“Kemudian pengawakan dari Kampung Nelayan, kan penting juga. Itu salah satu yang kita bahas dengan Bapak Presiden,” imbuhnya.

Ke depannya, pemerintah juga telah menyiapkan pembangunan lanjutan sebanyak 1.000 Kampung Nelayan yang akan dilaksanakan secara paralel pada tahun 2026. Program tersebut akan difokuskan pada wilayah Indonesia Timur.

“Yang seribu berikut di tahun 2026 secara paralel kita akan kerjakan dan fokusnya adalah ke Indonesia Timur,” ungkapnya.

Selain itu, Menteri Sakti menjelaskan terkait rencana kerja sama pengadaan kapal dengan Pemerintah Inggris yang saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Persiapan semuanya, seperti galangan kapal di Indonesia ada berapa, yang sanggup, yang sesuai. Itu semua kita sedang analisis bersama. Mudah-mudahan nanti segera bisa cepat. Karena targetnya dua tahun harus sudah jadi,” jelasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Pacu Transformasi BUMN, Restrukturisasi Harus Tuntas Tahun Ini

Pemerintah terus mempercepat proses transformasi dan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (7/4).

“Tahun ini kita harus menyelesaikan seluruh restrukturisasi BUMN dan diharapkan ini bisa selesai tepat waktu. Dan tidak hanya tepat waktu, tetapi juga secara fundamental selesai,” ujar Dony kepada awak media usai pertemuan.

Dalam upaya memperkuat daya saing, pemerintah juga melakukan konsolidasi di berbagai sektor strategis. Salah satunya adalah penggabungan sejumlah perusahaan pengelola aset menjadi satu entitas yang lebih besar dan kompetitif. Langkah serupa juga dilakukan di sektor logistik, di mana 15 perusahaan akan digabung menjadi satu perusahaan logistik nasional.

“Insyaallah juga dalam satu bulan ini akan selesai. Akan kita announce 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional kita. Nah ini kita laporkan satu per satu. Insyaallah mudah-mudahan semakin cepat proses transformasi BUMN dan semakin terasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga mendorong penguatan sektor transportasi publik, khususnya perkeretaapian. Elektrifikasi jalur kereta di sejumlah rute strategis seperti Jakarta–Rangkas, Jakarta–Cikampek, dan Jakarta–Sukabumi tengah dipersiapkan guna meningkatkan layanan kepada masyarakat.

“Jadi memang kereta api ini harus kita buat menjadi perusahaan yang sehat sehingga mampu memberikan layanan transportasi publik yang baik kepada masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga terus berfokus untuk merampungkan restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh. Dony menyampaikan bahwa proses finalisasi telah mencapai tahap akhir dan akan segera diumumkan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam waktu dekat.

“Tadi saya berdiskusi dengan Pak Menkeu juga. Dan sudah ada kesepakatannya. Sudah selesai. Sudah kajian dan lain sebagainya. Tinggal kita akan ada proses formalnya ya,” ungkapnya.

Terkait dampak dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, Dony menyebutkan bahwa secara umum kinerja BUMN masih relatif stabil. Meski terdapat penurunan traffic di sektor penerbangan akibat pembatasan rute tertentu, dampaknya dinilai tidak signifikan terhadap kinerja keseluruhan.

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh langkah transformasi ini bertujuan untuk mempercepat kinerja BUMN sekaligus memastikan layanan publik tetap berjalan optimal, bahkan semakin baik ke depannya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Melihat Istana dari Dekat: Antusiasme Pelajar Sambut Program ‘Istana untuk Siswa Sekolah’

Riuh tawa dan wajah antusias para pelajar mewarnai lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (7/4). Untuk pertama kalinya, banyak dari mereka dapat melihat langsung bagian dalam Istana melalui program “Istana untuk Siswa Sekolah” yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari komitmen besar dalam berinvestasi membangun dan membentuk generasi muda Indonesia.

Bagi Kayla Annisa Maulida dan Ine Ratriana Pertiwi, siswi kelas XI Akuntansi 1 SMK Negeri 19 Jakarta, kunjungan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Antusiasme keduanya terlihat sejak pertama kali menginjakkan kaki di kompleks Istana yang selama ini hanya mereka lihat dari luar atau melalui media.

“Aku senang banget, aku bisa tahu dalamnya Istana itu kayak gimana, terus fungsi-fungsi dari setiap ruangan itu berbeda-beda banget, dan aku bisa mengenal lebih dalam tentang lingkungan yang ada di dalam sini,” ujar Kayla dengan penuh semangat.

Hal senada disampaikan Ine yang mengaku terkesan dengan suasana dan keramahan para pegawai di Istana.

“Kalau bagi aku pas kunjungan pertama ke sini seru banget, terus memuaskan, terus pegawai-pegawai di sininya tuh asyik-asyik banget, baik-baik banget. Terus di sini tuh banyak banget sejarah-sejarah dari Indonesia sebelum merdeka sampai sekarang ini,” tuturnya.

Tidak hanya mendapatkan pengalaman visual, para siswa juga memperoleh pengetahuan baru melalui berbagai dokumentasi sejarah yang ditampilkan.

“Banyak dokumenternya juga. Pokoknya keren banget,” tambah Ine.

Kunjungan tersebut juga menjadi pengalaman pertama bagi mereka, yang terasa semakin istimewa karena sekolahnya menjadi salah satu yang berkesempatan lebih awal mengikuti program tersebut.

“Keren banget dan buat first time itu sangat berkesan banget datang ke sini,” ungkap Kayla.

Sementara itu, siswa lainnya, Wahyu Khoirul Setiawan dari kelas XI Business Retail, juga merasakan kebahagiaan serupa.

“Perasaan saya sangat senang, soalnya saya pertama kali ke Istana Presiden,” ujarnya.

Wahyu mengaku kunjungan ini membuka wawasannya tentang berbagai aktivitas kenegaraan yang sebelumnya belum pernah ia ketahui, termasuk ruang-ruang rapat dan kegiatan di dalam Istana.

Para siswa pun berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar di berbagai jenjang pendidikan.

“Harapan aku atau kita berdua itu semoga makin banyak peluang SMA-SMA lain yang bisa masuk ke sini,” kata Kayla dan Ine.

Senada, Wahyu menambahkan, “program ini semoga sekolah-sekolah lain bisa datang ke Istana.”

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News