Beranda blog Halaman 348

Ingin Sertipikatkan Tanah untuk Pertama Kali secara Mandiri, Lengkapi Syarat Berikut

Memiliki sertipikat merupakan langkah penting untuk memastikan perlindungan hukum atas kepemilikan tanah. Masyarakat dapat mengurus pembuatan sertipikat tanah secara mandiri melalui Kantor Pertanahan (Kantah), dengan memenuhi persyaratan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan tanpa harus menggunakan perantara.

Dalam proses pengurusan sertipikat tanah secara mandiri, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021, pemohon perlu menyiapkan identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) terbaru sebagai bukti subjek hukum dalam proses pendaftaran tanah.

Selain identitas diri, pemohon juga perlu melampirkan dokumen yang menunjukkan riwayat penguasaan atau perolehan tanah sebagai bagian dari data yuridis. Dokumen tersebut dapat berupa girik, letter C, petok D, akta jual beli, maupun Surat Keterangan Riwayat Tanah dari pemerintah desa atau kelurahan setempat. Dokumen tersebut tidak lagi merupakan bukti kepemilikan hak atas tanah, melainkan menjadi dasar penelitian dalam proses penetapan hak.

Dalam hal tertentu, khususnya apabila tanah diperoleh melalui peralihan hak, pemohon juga perlu melengkapi dokumen perpajakan seperti Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) tahun berjalan serta bukti pelunasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Apabila bukti tertulis tidak tersedia secara lengkap, pembuktian hak dapat dilakukan melalui penguasaan fisik tanah secara terus-menerus dengan itikad baik selama 20 tahun atau lebih secara berturut-turut serta didukung oleh kesaksian pihak yang dapat dipercaya. Hal ini menjadi bagian dari penelitian data yuridis dalam rangka penetapan hak atas tanah.

Selain penelitian data yuridis, pendaftaran tanah juga mencakup pengumpulan data fisik, salah satunya melalui tahapan pengukuran bidang tanah. Dalam tahapan ini, pemohon wajib memasang tanda batas serta memastikan batas bidang tanah telah disepakati dengan pemilik tanah yang berbatasan langsung. Pengukuran dilakukan setelah batas dinyatakan jelas guna menjamin kepastian letak dan luas bidang tanah sesuai ketentuan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nomor 16 Tahun 2021.

Setelah seluruh tahapan pengumpulan serta penelitian data fisik dan data yuridis selesai dilakukan, Kantah akan melakukan pencatatan pada buku tanah dan menerbitkan sertipikat sebagai tanda bukti hak atas tanah yang memiliki kekuatan pembuktian yang kuat.

Adapun biaya yang timbul dalam proses pendaftaran tanah dibayarkan melalui mekanisme Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015. Masyarakat juga dapat menghitung estimasi biaya melalui aplikasi Sentuh Tanahku.

Informasi mengenai prosedur pendaftaran tanah dapat diperoleh melalui kanal resmi Kementerian ATR/BPN, seperti _Hotline_ WhatsApp Pengaduan di nomor 0811-1068-0000 serta aplikasi Sentuh Tanahku yang tersedia di iOS dan Android.

Bagi masyarakat yang mengurus sertipikat tanahnya sendiri, Kementerian ATR/BPN juga telah menyediakan loket khusus di Kantor Pertanahan agar proses pengurusan lebih mudah dan cepat. Dengan melengkapi seluruh persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku, proses sertipikasi tanah diharapkan berjalan lancar serta memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BGN Perkuat Strategi Komunikasi Krisis untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan kesiapan strategi komunikasi krisis untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul tingginya dinamika opini publik dan potensi hoaks terkait program berskala nasional ini. Strategi ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, dalam Rapat Koordinasi Kerja Sama Komunikasi Publik MBG bersama Kementerian Komdigi di Bekasi, Senin (6/4).

Dalam konteks kompleksitas MBG, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah, risiko hukum, persepsi publik, dan potensi misinformasi menjadi tantangan utama. Hida menegaskan bahwa komunikasi publik tidak hanya soal informasi, tetapi juga menjaga kredibilitas dan legitimasi program.

“Di era informasi cepat, hoaks, dan persepsi negatif bisa muncul kapan saja. Karena itu, komunikasi yang cepat, akurat, dan responsif menjadi pondasi utama untuk menjaga reputasi MBG,” ujar Hida di Bekasi, Senin (6/4).

BGN telah mengembangkan strategi pengendalian isu dan komunikasi krisis yang terintegrasi. Respons publik dilakukan secara real time, disesuaikan dengan karakter setiap platform. Analisis percakapan publik menunjukkan bahwa Instagram cenderung didominasi sentimen positif, sementara platform X memiliki percakapan yang lebih kritis, sehingga strategi komunikasi dibuat adaptif sesuai kanal.

“Setiap platform memiliki tantangan berbeda. Di satu sisi, kami menjaga sentimen positif, di sisi lain, kami siap merespons isu atau opini yang berkembang, sehingga pesan program tetap kredibel,” tambah Hida.

Selain respons cepat, BGN menekankan penguatan peran komunikasi sebagai sumber informasi yang terpercaya. Targetnya adalah mengurangi misinformasi, memastikan pesan yang disampaikan berbasis data, serta mendorong masyarakat memahami dampak nyata program MBG.

“Komunikasi yang kredibel tidak hanya menenangkan publik, tetapi juga membangun partisipasi yang nyata. Dengan informasi yang tepat dan transparan, masyarakat bisa menilai sendiri manfaat program MBG,” jelas Hida.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kolaborasi Pusat dan Daerah Disiapkan, Bappenas Revisit Perencanaan Penanganan Banjir Bremi–Meduri

Upaya penanganan banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir Kota Pekalongan, khususnya di kawasan Bremi–Meduri, kembali menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mulai melakukan peninjauan ulang (revisit) terhadap perencanaan yang telah ada, guna memastikan langkah penanganan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Sumber Daya Air Bappenas, Juari, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai opsi penanganan yang sebelumnya telah dirancang. Evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mengatasi persoalan banjir rob yang terjadi berulang, khususnya di wilayah Pantura Jawa.

“Nah, yang rencananya kita coba evaluasi untuk menjadi kegiatan yang bisa kita wujudkan. Tetapi ini masih dalam tahap evaluasi. Jadi kalau ditanya terkait anggaran, seberapa besar atau apakah masih tersedia, itu masih belum bisa kami sampaikan saat ini,” ujar Juari saat ditemui awak media.

Ia menegaskan bahwa langkah revisit ini merupakan bentuk niat baik pemerintah pusat untuk kembali melihat perencanaan yang ada, sekaligus menyesuaikannya dengan kondisi dan kebutuhan terkini. Penanganan banjir di kawasan Pantura, termasuk Bremi–Meduri, dinilai mendesak karena dampaknya yang terus berulang dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Intinya, kami ingin membantu penanganan banjir Pantura Jawa, karena banjirnya berulang dan dampaknya juga berulang. Jadi perencanaan ini kita lihat kembali, kita evaluasi agar bisa benar-benar tepat sasaran,” imbuhnya.

Dalam kajian awal, Juari menyebutkan bahwa terdapat dua alternatif utama yang tengah dipertimbangkan untuk sistem pengendalian banjir di wilayah Bremi. Alternatif tersebut meliputi pembangunan bendung gerak, pembangunan kolam retensi, maupun kombinasi keduanya.

“Rencananya, dari studi yang ada, untuk sistem Bremi itu ada dua alternatif. Apakah menggunakan bendung gerak saja, kolam retensi saja, atau kombinasi keduanya. Ini yang nanti akan kita evaluasi lebih lanjut, tentunya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” jelasnya.

Terkait isu anggaran yang sempat beredar, termasuk angka sekitar Rp37 miliar, Juari mengaku belum dapat memberikan konfirmasi. Menurutnya, informasi tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut, mengingat dinamika penganggaran saat ini berbeda dengan periode sebelumnya.

“Saya belum bisa mengonfirmasi terkait angka anggaran itu, karena perlu kita pastikan dulu sumbernya dari mana. Saat ini nuansa penganggaran juga tidak seperti periode sebelumnya, jadi harus kita cermati bersama,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa penanganan banjir rob di Pekalongan, khususnya di kawasan Bremi–Meduri, masih menjadi salah satu prioritas pemerintah. Hasil evaluasi nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan untuk mendapatkan arahan lebih lanjut terkait kelanjutan program tersebut.

“Kalau memang nanti disetujui menjadi prioritas, tentu akan kita jalankan. Tapi saat ini masih dalam tahap perencanaan dan evaluasi,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai target waktu pelaksanaan, Juari menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan kepastian. Hal ini mengingat seluruh proses masih berada pada tahap awal perencanaan yang memerlukan kajian matang dan koordinasi lintas instansi.

“Belum bisa merespons untuk target tahun ini, karena ini masih tahap perencanaan. Tapi yang jelas, langkahnya sudah mulai kita jalankan kembali,” tuturnya.

Lebih lanjut, Juari menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani persoalan banjir rob. Ia menyebutkan bahwa Bappenas tidak akan bekerja sendiri, melainkan akan bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta pemerintah daerah.

“Kami membantu BBWS juga, jadi tidak bergerak sendiri. Niatnya adalah berkolaborasi bersama-sama. Termasuk nanti siapa yang akan mengerjakan, apakah pemerintah daerah atau BBWS, itu masih perlu dikonsolidasikan di tingkat pusat,” tegasnya.

Ia berharap, dengan adanya langkah revisit ini, diharapkan penanganan banjir Bremi–Meduri dapat dirumuskan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan, sehingga mampu mengurangi dampak banjir rob yang selama ini menjadi permasalahan kronis di Kota Pekalongan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, menyambut baik langkah pemerintah pusat melalui Bappenas yang kembali melakukan peninjauan ulang perencanaan penanganan banjir di kawasan Bremi–Meduri. Menurutnya, upaya tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini terdampak banjir rob berkepanjangan.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan siap mendukung penuh setiap proses perencanaan hingga pelaksanaan program, termasuk memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan banjir dapat berjalan optimal.

“Pemerintah Kota tentu sangat mendukung langkah Bappenas ini. Harapan kami, hasil evaluasi ini benar-benar menghasilkan solusi yang konkret, terintegrasi, dan berkelanjutan. Karena persoalan banjir rob di Pekalongan ini sudah sangat lama dirasakan masyarakat,” ujar Wawalkot Balgis.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah dalam menangani persoalan banjir rob yang kompleks. Ia menekankan, kolaborasi menjadi kunci agar program yang direncanakan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar terealisasi dan memberikan dampak nyata.

Pihaknya menegaskan, Pemkot Pekalongan siap berkolaborasi, baik dengan Bappenas, BBWS, maupun pihak terkait lainnya.

“Yang terpenting adalah bagaimana program ini bisa segera diwujudkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah Bremi dan Meduri. Kami juga berharap agar proses perencanaan yang tengah dilakukan dapat segera menemukan titik terang, sehingga penanganan banjir rob di Kota Pekalongan bisa menjadi lebih terarah dan efektif dalam jangka panjang,”pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri UMKM Dorong Produk Indonesia Tembus Pasar China, Fokus Rantai Pasok Global

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat rantai pasok global sekaligus memperluas akses pasar bagi produk UMKM Indonesia, menyusul kunjungan kerjanya ke China dalam forum Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4), Menteri Maman menjelaskan kunjungan tersebut merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan UMKM Indonesia ke dalam ekosistem ekonomi global melalui kemitraan yang saling menguatkan dengan China.

“Kepentingan utama kita ke China adalah membangun rantai pasok produk UMKM Indonesia dan memperluas akses pasar di negara itu,” ujar Menteri Maman.

Ia mengungkapkan, dalam forum tersebut sejumlah komoditas unggulan Indonesia mendapat perhatian besar, antara lain durian, manggis, buah naga, serta sarang burung walet yang saat ini telah memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan pasar China.

Menurutnya, tingginya permintaan terhadap komoditas tersebut membuka peluang luas bagi pengusaha UMKM dan petani lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas ekspor.

“Kebutuhan durian di China sangat tinggi, sementara Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen. Ini menjadi peluang untuk mendorong pengusaha UMKM, khususnya sektor musiman seperti petani durian, agar naik kelas,” katanya.

Lebih lanjut, Menteri Maman menegaskan bahwa penguatan kerja sama tidak hanya berfokus pada distribusi produk, tetapi juga mencakup integrasi sistem digital.

Selain itu, Kementerian UMKM juga akan menyiapkan penguatan kapasitas sumber daya manusia agar bisa mengadopsi pengembangan UMKM di China.

“Ke depan, kami akan berfokus pada integrasi data dan digitalisasi melalui SAPA UMKM, sekaligus menyiapkan SDM untuk mempelajari kebijakan pengembangan UMKM di sana,” ujar Menteri Maman.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga mendorong penyelesaian sejumlah kendala ekspor, termasuk tertahannya produk sarang burung walet Indonesia di bea cukai China.

“Kami telah berkomunikasi dengan otoritas terkait di China untuk mencari solusi atas kendala tersebut agar arus ekspor dapat kembali lancar,” katanya.

Ia menambahkan, pembukaan akses pasar China harus diiringi dengan pemenuhan standar dan regulasi yang berlaku. Untuk itu, kedua negara sepakat membentuk tim bersama guna mempercepat harmonisasi persyaratan teknis bagi produk UMKM Indonesia.

“Kami sepakat membentuk tim bersama untuk mempercepat penyesuaian persyaratan agar produk UMKM Indonesia semakin mudah masuk ke pasar China,” ujar Menteri Maman.

Sebagai tindak lanjut, kerja sama ini akan memasuki tahap implementasi melalui penandatanganan nota kesepahaman pada pertemuan negara-negara APEC khusus UMKM di China pada September 2026.

Kementerian UMKM optimistis langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi UMKM Indonesia di pasar global, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi perekonomian nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Stabilitas Keuangan RI 2026 Terjaga, OJK Soroti Dampak Konflik Timur Tengah

Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1 April 2026 menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan domestik.

Kinerja perekonomian global ke depan dihadapkan pada ketidakpastian yang meningkat seiring dengan eskalasi tensi geopolitik di kawasan Teluk, telah meningkatkan risiko terhadap stabilitas global. Perkembangan tersebut mengganggu operasional infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah dan memicu penutupan Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi global. Kondisi ini mendorong lonjakan harga energi dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan global.

OECD dalam Interim Economic Outlook di Maret 2026 memproyeksikan prospek perekonomian global berada pada jalur penguatan sebelum terjadinya perang, namun kini mengalami koreksi akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Tingginya ketidakpastian global dan tekanan harga energi juga mempersempit ruang kebijakan moneter bagi bank sentral global, sekaligus kembali memunculkan ekspektasi high for longer.

Perekonomian Amerika Serikat menunjukkan kecenderungan tertekan di tengah inflasi yang persisten dan peningkatan tingkat pengangguran. Pada pertemuan bulan Maret 2026, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan dengan sinyal hanya satu kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun 2026. Namun pasca -eskalasi konflik Iran, ekspektasi pasar bergeser ke skenario tidak adanya pemangkasan suku bunga di 2026.

Sementara itu, perekonomian Tiongkok mencatat kinerja di atas ekspektasi didorong perbaikan sisi permintaan dan penawaran, serta dukungan stimulus pada sektor keuangan. Meskipun demikian, Tiongkok tetap menurunkan target pertumbuhan sebagai respons terhadap tantangan struktural dan ketidakpastian eksternal yang masih berlanjut.

Di domestik, inflasi inti per Maret 2026 mengalami penurunan. Aktivitas konsumsi tetap kuat di awal tahun yang tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel yang diperkirakan mencapai 6,89 persen yoy serta kinerja penjualan kendaraan bermotor yang solid. Dari sisi penawaran, kinerja ekonomi tetap positif meskipun menunjukkan moderasi, yang tercermin dari PMI manufaktur yang masih ekspansif. Dari sisi ketahanan eksternal, cadangan devisa pada Februari 2026 di level memadai dan mencatatkan surplus neraca perdagangan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Soal Motor Berlogo BGN, Kepala BGN: “Pengadaan Masuk Anggaran 2025 dan Belum Dibagikan”

Video yang menampilkan sejumlah sepeda motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu dan ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4).

Meski demikian, Dadan memastikan bahwa motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait. Menurutnya, kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.

“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, proses realisasi pengadaan motor secara bertahap dimulai pada Desember 2025.

Sementara itu, terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar atau hoaks.

“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” sebut Dadan.

Dadan berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta dapat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ribuan Peserta Ramaikan Lomba Mancing Wali Kota Cup II Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan

Ribuan peserta dari berbagai wilayah sekitar Kota Pekalongan memadati kawasan Pantai Cemoro Sewu, Slamaran, Kota Pekalongan, dalam gelaran Open Tournament Lomba Mancing Wali Kota Cup II, Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan yang berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang sangat tinggi.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, secara langsung membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan lomba mancing yang kini memasuki tahun kedua.

“Alhamdulillah, lomba mancing di Cemoro Sewu ini merupakan Open Tournament Wali Kota Cup II dalam rangka Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan. Ini sudah tahun kedua, dan pagi ini peserta yang terdaftar sudah di atas 1.000 orang,” ujar Wali Kota Aaf.

Ia menjelaskan, terdapat perbedaan konsep pelaksanaan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun pertama lomba digelar pada malam hari, kali ini diselenggarakan pada pagi hingga siang hari, mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB.

“Tahun ini kita coba pagi hari sampai siang. Nanti akan kita evaluasi, apakah peserta lebih nyaman pagi atau malam untuk pelaksanaan ke depan. Karena ini sudah menjadi agenda tahunan, kita akan terus melakukan perbaikan,” tambahnya.

Wali Kota Aaf juga menegaskan bahwa ke depan, event ini akan didorong menjadi agenda berskala nasional, sehingga mampu menarik lebih banyak peserta dari luar daerah dan meningkatkan daya tarik wisata Kota Pekalongan.

“Kalau ini sudah menjadi agenda tahunan Hari Jadi Kota Pekalongan, kita harapkan bisa diagendakan secara nasional. Sehingga ketika ada event di Pekalongan, tidak berbenturan dengan event di kota lain,” jelasnya.

Tak hanya menghadirkan suasana kompetitif, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Untuk kategori ikan target barramundi (kakap putih), juara pertama berhak membawa pulang satu unit sepeda motor Honda Scoopy terbaru, disusul juara kedua dengan Honda Revo New, dan juara ketiga mendapatkan Honda Revo second. Sementara itu, juara keempat dan kelima masing-masing memperoleh peralatan pancing senilai Rp3 juta dan Rp2 juta.

Adapun untuk kategori ikan non-target, juara pertama mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp1 juta, juara kedua Rp500 ribu, dan juara ketiga Rp300 ribu.

“Selain itu, panitia juga menyediakan doorprize utama berupa satu unit sepeda motor Honda Beat terbaru, serta berbagai hadiah menarik lainnya,”ungkapnya.

Ketua Panitia, Seno Aji Wicaksono, mengungkapkan bahwa jumlah peserta tahun ini telah melampaui angka 1.000 orang dan telah mencapai target yang ditetapkan panitia.

“Peserta sudah mencapai 1.000 lebih. Target kami di kisaran angka tersebut dan alhamdulillah sudah tercapai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lomba kali ini berfokus pada ikan kakap barramundi sebagai kategori utama, dengan penilaian berdasarkan berat ikan yang berhasil ditangkap.

“Kategori yang dipertandingkan adalah ikan kakap barramundi, dengan penilaian berdasarkan berat ikan terberat,” jelasnya.

Seno juga menambahkan bahwa perubahan waktu pelaksanaan dari malam ke siang hari dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan peserta.

“Tahun ini kita coba siang hari untuk meminimalisir potensi kecurangan, serta meningkatkan keamanan, terutama di area parkir. Tahun lalu sebenarnya aman, tapi kita ingin lebih kondusif lagi,” imbuhnya.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan Lomba Mancing Wali Kota Cup dapat terus berkembang menjadi event unggulan yang tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga mampu mendorong sektor pariwisata dan perekonomian lokal di Kota Pekalongan.

“Alhamdulillah kegiatan ini pun berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Hal ini menandakan bahwa antusiasme masyarakat dalam menyemarakkan Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan sangat tinggi,”tukasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mentan Amran Bantu Modal Rp20 Juta untuk Pedagang Kerupuk di Bone

Kepedulian terhadap pelaku usaha kecil kembali ditunjukkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri kegiatan jalan sehat dalam rangka Hari Jadi Bone ke-696 di Lapangan Merdeka Watampone, Minggu (5/4).

Di tengah ribuan masyarakat, Mentan Amran turun langsung menyapa warga dan mendengarkan berbagai cerita kehidupan mereka. Salah satu yang menarik perhatian adalah seorang pedagang kerupuk yang mengandalkan penghasilan harian untuk menghidupi keluarganya.

Dalam perbincangan singkat, pedagang tersebut mengaku berpenghasilan sekitar Rp200 ribu per hari dan harus menanggung tujuh orang anak. Kisah ini pun menyentuh hati banyak orang yang hadir.

Mendengar hal tersebut, Mentan Amran langsung memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp20 juta.

“Negara harus hadir untuk rakyat kecil. Kita tidak boleh membiarkan mereka berjuang sendiri di tengah keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk keberpihakan agar usaha kecil bisa naik kelas,” kata Mentan Amran.

Ia menegaskan, pelaku usaha mikro seperti pedagang kecil merupakan tulang punggung ekonomi rakyat yang harus terus diperkuat.

“Kalau usaha kecil bergerak, ekonomi desa hidup, ekonomi daerah kuat. Dari sinilah pondasi ekonomi nasional dibangun. Karena itu, kita dorong mereka punya akses modal, semangat, dan harapan untuk berkembang,” tambahnya.

Mentan Amran juga berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperluas usaha.

“Gunakan ini untuk menambah dagangan, memperbesar usaha. InsyaAllah kalau dikelola dengan baik, hasilnya bisa berlipat dan kehidupan keluarga ikut membaik,” tuturnya.

Bantuan tersebut disambut haru oleh penerima, sekaligus mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan langsung momen tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil di seluruh pelosok negeri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Demplot Digital Farming Hadir, Petani Pesisir Siap Tingkatkan Panen

Upaya mengatasi tingginya kadar garam di lahan pesisir kini memasuki fase baru di Pekalongan Utara. Petani mulai diperkenalkan dengan teknologi digital farming dan sistem bioremediasi sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan bekas rob.

Program ini menjadi langkah strategis dalam menjawab persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani di wilayah terdampak intrusi air laut, yakni tingginya kadar salinitas tanah yang berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian.

Asisten Manajer Unit Pengembangan UMKM Bank Indonesia Tegal, Muhammad Abror Widigdo, saat ditemui pada kegiatan capacity building pengembangan padi salin berbasis teknologi, kemarin, menjelaskan bahwa pihaknya turut memfasilitasi pembuatan lahan percontohan atau demplot seluas tiga hektar berbasis aplikasi digital. Teknologi tersebut memungkinkan petani memantau kondisi tanaman secara lebih akurat dan real-time.

“Bank Indonesia memfasilitasi pembuatan demplot seluas tiga hektar berbasis aplikasi digital untuk memantau kondisi tanaman secara akurat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, selain difungsikan untuk produksi konsumsi, sebagian lahan tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat perbenihan padi biosalin unggul. Hal ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bibit yang tahan terhadap intrusi air laut bagi para petani setempat.

“Sebagian lahan juga diproyeksikan menjadi pusat perbenihan padi biosalin unggul guna menjamin ketersediaan bibit tahan intrusi air laut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa penerapan teknologi presisi dalam sektor pertanian diharapkan mampu menekan risiko gagal panen akibat faktor alam yang selama ini sulit dihindari.

“Melalui penerapan teknologi yang presisi, risiko gagal panen akibat faktor alam diharapkan dapat diminimalisir secara signifikan,” terangnya.

Transformasi menuju pertanian digital ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga menjadi bukti bahwa lahan bekas rob tetap memiliki potensi besar apabila dikelola dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Jateng Terus Gas Menuju Swasembada Pangan, Ini Strategi Nyatanya

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), terus tancap gas dan menunjukkan kinerja progresif dalam memperkuat swasembada pangan daerah. Berbagai strategi terintegrasi berbasis data dan intervensi lapangan digencarkan, untuk mengejar target swasembada pangan pada 2026.

Kepala Distanak Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, di kantornya, Senin (6/4/2026) menyampaikan, hingga awal 2026, sejumlah indikator produksi menunjukkan tren positif, meski masih dalam tahap awal musim tanam. Untuk komoditas padi, dari target 10.559.679 ton gabah kering giling (GKG), realisasi hingga April 2026 mencapai 4.169.353 ton atau sekitar 39,48 persen.

Sementara itu, produksi jagung dari target 3.700.000 ton telah mencapai 984.959 ton atau 26,62 persen. Adapun kedelai masih berada pada tahap awal, dengan realisasi 762 ton dari target 52.790 ton, atau sekitar 1,44 persen.

Untuk komoditas hortikultura, produksi bawang merah tercatat 144.705 ton dari target 617.015 ton (23,45 persen), sedangkan cabai mencapai 80.892 ton dari target 456.621 ton (17,72 persen). Pada sektor peternakan, produksi telur mencapai 238.154 ton dari target 917.863 ton (25,95 persen), daging 311.042 ton dari target 942.497 ton (33 persen), serta susu 17.928 ton dari target 76.570 ton (23,41 persen).

Meski demikian, neraca pangan Jawa Tengah menunjukkan kondisi yang relatif aman. Per Maret 2026, neraca beras tercatat surplus sebesar 702.409 ton. Kondisi surplus juga terjadi pada komoditas daging dan telur selama periode Januari–Maret 2026, sehingga kebutuhan masyarakat dinilai masih dapat terpenuhi.

“Yang perlu menjadi perhatian berikutnya adalah distribusi agar surplus ini bisa merata, dan menjaga stabilitas harga,” ujar Frans, sapaannya.

Dalam mendukung pencapaian target produksi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan berbagai program strategis pada 2026. Di antaranya, bantuan benih dan sarana produksi untuk padi seluas 47.200 hektare, jagung 3.200 hektare, kedelai 3.000 hektare, cabai 310 hektare, serta bawang merah TSS seluas 25 hektare.

Selain itu, intervensi juga dilakukan pada komoditas perkebunan, seperti tebu seluas 1.010 hektare, kopi 770 hektare, dan kelapa 540 hektare. Dari sisi infrastruktur, pemerintah merehabilitasi 334 paket jaringan irigasi tersier, dan membangun 75 paket irigasi perpipaan.

Modernisasi pertanian juga diperkuat melalui distribusi alat dan mesin pertanian, antara lain 100 unit rice transplanter, 86 unit traktor crawler, 30 unit traktor roda empat, 100 unit pompa air, 10 unit combine harvester, serta puluhan unit cultivator dan hand tractor.

Pada sektor perlindungan petani, program asuransi usaha tani padi mencakup 10.449 hektare lahan, serta asuransi tembakau seluas 10.000 hektare. Pemerintah juga mengalokasikan subsidi suku bunga bagi 800 paket pembiayaan petani.

Upaya tersebut diperkuat dengan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) serta program kesehatan hewan, termasuk vaksinasi terhadap 100.000 ekor ternak, dan pengobatan untuk 10.000 ekor ternak.

Menurut Frans, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sistem pertanian. Hal itu mencakup penguatan luas baku sawah, peningkatan indeks pertanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian.

Pemerintah juga mengembangkan konsep kemitraan “petarung sejati”, yakni pelaku usaha dan petani yang mampu menjaga ketersediaan dan distribusi komoditas strategis. Salah satu implementasinya, komitmen penyediaan 450 ton cabai rawit merah untuk mengantisipasi periode off season pada 2026.

Di tengah tantangan berupa alih fungsi lahan, penurunan luas baku sawah sebesar 17.114 hektare pada 2025, serta potensi kehilangan produksi hingga 191.297 ton, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat koordinasi lintas sektor.

Sinergi dilakukan dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/ kota, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, hingga aparat keamanan, guna memastikan pencapaian target produksi berjalan optimal.

“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis Jawa Tengah mampu mencapai swasembada pangan, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan kesejahteraan petani,” ujar Frans.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, terus berupaya menggenjot swasembada pangan. Apalagi hal tersebut merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News