Beranda blog Halaman 351

Gubernur Kaltim Minta OPD Gaspol Tak Ada Penumpukan Anggaran di Akhir Tahun

Mengawali triwulan kedua tahun 2026, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memberi tiga arahan penting yang harus menjadi fokus utama seluruh jajaran Pemprov Kaltim.

Arahan pertama, semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) diminta segera mempercepat realisasi program dan anggaran yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Hindari penumpukan di akhir tahun dan pastikan setiap kegiatan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran,” tegas Gubernur Kaltim saat memimpin morning briefing di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 6 April 2026.

Lebih dari itu, APBD harus berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh sebab itu, kegiatan yang tidak memerlukan pergeseran diminta untuk segera direalisasikan.

Arahan kedua, Gubernur Kaltim meminta seluruh OPD memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan dengan mengoptimalkan anggaran berbasis kinerja.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menag Kenalkan Manajemen Masjid Indonesia ke Gubernur Samarkand

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menerima kunjungan Gubernur Samarkand, Uzbekistan, Adiz Muzafarovich Boboyev, di Masjid Istiqlal, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum dalam mempererat hubungan bilateral melalui diplomasi religi serta pertukaran informasi mengenai tata kelola rumah ibadah.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Agama menjelaskan profil Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Menag memaparkan jumlah rumah ibadah sangat banyak dan tersebar di seluruh nusantara sebagai sarana pelayanan keagamaan bagi masyarakat.

“Ada lebih dari 800.000 masjid di Indonesia, ini tidak termasuk musalla. Mungkin lebih dari 1.000.000 masjid dan musalla di Indonesia,” ujar Menag saat memberikan gambaran mengenai infrastruktur Islam di tanah air kepada delegasi Uzbekistan, Senin (6/4/2026).

Lebih lanjut, Menag meluruskan pemahaman mengenai perbedaan fungsi tempat ibadah yang ada di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa klasifikasi tersebut dibuat untuk memudahkan akses ibadah harian maupun ibadah besar bagi umat Islam.

“Di Indonesia, kita memiliki perbedaan antara musalla dan masjid. Musalla bisa dipakai untuk salat lima waktu, tetapi untuk salat dengan skala lebih besar seperti Salat Jumat atau Ied dilakukan di masjid yang lebih besar,” jelas Menag mengenai pembagian fungsi rumah ibadah tersebut.

Gubernur Samarkand, Adiz Muzafarovich Boboyev, mengaku sangat terkesan dengan keramahan dan perkembangan Islam di Indonesia. Baginya, perbedaan geografis tidak menjadi penghalang kedekatan antara Uzbekistan dan Indonesia.

“Kami merasa sangat terhormat. Meskipun secara jarak kita jauh, tapi sebenarnya kita adalah tetangga. Kami datang ke sini sebagai tetangga secara spiritual. Kami sangat mengagumi Indonesia,” ujar Adiz saat memberikan sambutan balasan di hadapan Menag.

Sebagai simbol persahabatan, Gubernur Adiz menyerahkan cinderamata berupa kertas Mulberry yang merupakan produk unggulan produksi kertas di Samarkand. Kertas ini dikenal sangat istimewa karena ketahanannya yang mencapai ratusan tahun, yang secara historis digunakan para ulama untuk menulis kitab-kitab besar.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus bersinergi dalam memperkuat silaturahmi. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan keputusan dan langkah terbaik demi kemaslahatan umat, khususnya bagi peningkatan kualitas pelayanan ibadah dan pelestarian nilai-nilai sejarah Islam di kedua negara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Respon Konflik Global, Kemenimipas Terbitkan 795 ITKT dan Bebaskan 265 WNA Overstay

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyampaikan pokok-pokok pandangan serta langkah-langkah kebijakan strategis terkait dampak konflik global dalam Rapat Kerja bersama Komisi XIII DPR RI. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Nusantara II DPR RI, Kamis (2/4).

Rapat kerja ini secara khusus membahas berbagai isu strategis, meliputi dampak konflik global terhadap lalu lintas orang, kebijakan izin tinggal bagi warga negara asing, serta mekanisme antisipasi terhadap potensi masuknya pengungsi guna menjaga stabilitas keimigrasian nasional. Dalam paparannya, Menteri Agus menyampaikan bahwa pemerintah melalui jajaran imigrasi telah mengambil langkah-langkah konkret dalam merespons dinamika global tersebut.

“Hingga pertengahan Maret 2026, telah diterbitkan 795 Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) di berbagai kantor imigrasi dan 265 Orang Asing telah menerima fasilitas pembebasan overstay,” ujar Agus Andrianto.

Agus menambahkan, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Imigrasi juga telah mengantisipasi potensi meningkatnya jumlah pengungsi sebagai dampak dari eskalasi konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Langkah antisipatif tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga, peningkatan pengawasan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi, serta penyusunan skema penanganan yang terintegrasi dan sesuai dengan ketentuan hukum nasional maupun internasional.

“Memang Indonesia belum meratifikasi Konvensi 1951 tentang Pengungsi dan Protocol 1967 tentang Asylum Seeker. Namun, penanganan pengungsi dari Luar Negeri dilaksanakan berdasarkan hukum nasional khususnya UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri,” ucap Agus Andrianto.

Lebih lanjut, Menteri Agus menegaskan bahwa kebijakan keimigrasian dalam situasi force majeure menunjukkan kemampuan negara dalam menghadirkan kepastian hukum, menjaga ketertiban administrasi, serta tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan secara proporsional.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan global, dengan tetap berlandaskan pada prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, serta perlindungan hak asasi manusia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara sekaligus memastikan sistem keimigrasian nasional tetap tangguh dan berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dispora Kaltim Resmi Teken NPHD 2026,Tegaskan Komitmen Pembinaan Olahraga dan Pramuka di Kaltim yang Berkelanjutan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim resmi melaksanakan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Tahun Anggaran 2026, Senin (6/4/2026), bertempat di Lantai 4 Tower Dispora Kaltim.

Agenda ini menjadi tindak lanjut dari undangan resmi yang sebelumnya telah disampaikan kepada para penerima hibah, termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, National Paralympic Committee (NPC), BAPOR KORPRI, dan Kwarda Pramuka Kaltim.

Penandatanganan NPHD ini menandai komitmen konkret Pemprov Kaltim dalam memastikan keberlanjutan pembinaan atlet serta penguatan ekosistem olahraga prestasi di Benua Etam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa hibah yang diberikan menjadi bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia melalui olahraga dan Pramuka.

“Penandatanganan NPHD hari ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesinambungan pembinaan olahraga prestasi di Kalimantan Timur. Kami ingin memastikan bahwa seluruh organisasi penerima hibah dapat menjalankan programnya secara optimal, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan prestasi atlet juga para insan pramuka,” ujar Faisal.

Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana hibah, agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata.

“Kami berharap dana ini digunakan secara efektif, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, kepercayaan pemerintah kepada seluruh pemangku kepentingan olahraga dapat terus terjaga,” tambahnya.

Lebih lanjut, Faisal menyampaikan bahwa Dispora Kaltim akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program, guna memastikan target pembinaan berjalan sesuai rencana.

Dengan terlaksananya penandatanganan NPHD ini, diharapkan penerima semakin solid dan mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkab Tanah Laut Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Bahas DAK dan Program 3 Juta Rumah

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (6/4/2026), di Ruang Rapat Barakat Lantai II.

Rakor yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Masturi, S.STP ini juga membahas Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bantuan Operasional Kesehatan untuk pengawasan obat dan makanan, serta evaluasi dukungan daerah terhadap program 3 juta rumah.

Dalam rapat disampaikan bahwa inflasi relatif terkendali, meski sejumlah komoditas seperti bawang merah, emas, dan tiket pesawat masih menjadi penyumbang utama. Pemerintah pusat juga menekankan percepatan penyaluran DAK, penguatan pengawasan distribusi pangan, serta intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga.

Selain itu, daerah didorong meningkatkan pelaporan program, memperkuat kerja sama antardaerah, serta menggalakkan gerakan tanam komoditas penyumbang inflasi seperti cabai dan bawang.

Melalui rakor ini, Pemkab Tanah Laut berkomitmen memperkuat upaya pengendalian inflasi dan mendukung program strategis nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Update BMKG: Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Panjang

Pasca Konferensi Pers untuk Prediksi Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tanggal 4 Maret 2026 yang lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa beberapa wilayah yang telah memasuki musim kemarau adalah sebagian kecil wilayah Aceh, sebagian kecil wilayah Sumatera Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian kecil NTB, sebagian kecil NTT dan Maluku, serta sebagian kecil Papua Barat.

“BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia,” kata Faisal di Jakarta, Minggu (5/4).

Di sisi lain, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan BMKG juga memprediksi peluang berkembangnya fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini. Hingga akhir Maret 2026, kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terpantau masih berada pada fase Netral. Namun, pemodelan iklim menunjukkan bahwa ENSO dapat berkembang menjadi fase El Niño pada semester kedua tahun 2026.

“Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El Niño berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50-80%, dan mencatat adanya kemungkinan kecil (kurang dari 20%) fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat” ujarnya.

BMKG mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menginterpretasikan data prediksi saat ini karena adanya fenomena spring predictability barrier—penurunan drastis akurasi prediksi model cuaca dan iklim untuk ENSO saat belahan Bumi utara melewati periode musim semi (Maret, April, Mei). Akurasi prediksi El Niño yang dihasilkan pada periode Maret-April umumnya hanya andal untuk prakiraan tiga bulan ke depan, sehingga diperlukan expertise dalam pemahaman interaksi multi-faktor yang menyebabkan lahirnya kondisi El Nino maupun dampak telekoneksinya ke wilayah Indonesia. Untuk itu BMKG perlu terus memantau pembaruan data secara berkala dan mengkaji perkembangannya.

Senada dengan hal tersebut, bahwa tingkat kepercayaan (confidence) terhadap intensitas El Niño akan semakin tinggi pada hasil prediksi bulan Mei 2026. Secara statistik, prediksi pada bulan Mei memiliki keandalan yang lebih baik untuk menjangkau kondisi iklim hingga enam bulan ke depan.

“Meskipun intensitas pastinya masih berkembang, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi akan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya, sebagai kontribusi juga dari variabilitas iklim alamiah yang ada di wilayah Indonesia,” jelasnya.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah presisi yang bisa dilakukan oleh seluruh pihak. Informasi lengkap mengenai Prediksi Musim Kemarau 2026 dan langkah antisipasi pemangku kebijakan, beragam sektor dan masyarakat dapat di akses di link berikut ini:

https://www.bmkg.go.id/iklim/prediksi-musim/prediksi-musim-kemarau-tahun-2026-di-indonesia

Lebih lanjut dimohon pemangku kebijakan dan masyarakat untuk mengacu kepada informasi perkembangan iklim yang resmi dan kredibel dari BMKG melalui beragam kanal informasi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hadapi El Nino, Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Nasional hingga ke Daerah

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan cadangan pangan nasional kian kokoh dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Nino melalui penguatan cadangan pangan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga kemandirian pangan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri serta kesiapan cadangan pangan yang merata di seluruh wilayah.
Penguatan cadangan pangan tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produksi hingga optimalisasi distribusi dan pengelolaan cadangan di berbagai tingkatan wilayah, sehingga tidak hanya memperkuat kesiapan nasional, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah potensi gangguan iklim.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif sejak dini, khususnya melalui penguatan sektor produksi dan dukungan sarana prasarana pertanian.
“Beliau (Kepala Badan Pangan Nasional) sudah memerintahkan ke seluruh jajarannya bagaimana penyiapan pupuk, pendistribusian pupuk, sekaligus juga peningkatan luas tambah tanam (LTT). Ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir,” ujar Ketut dalam talkshow Indonesia Kita pada Kamis (2/4/2026).
“Kita sudah punya pengalaman di 2023-2024, kita mengalami juga El Nino yang tinggi. Pak Kepala Badan sudah pengalaman juga bagaimana menyikapi itu. Sehingga harapan kita, walaupun akan ada El Nino, kita sudah memiliki langkah-langkah mitigasi dan antisipasi,” lanjutnya.
Menurutnya, penguatan sistem pangan tidak hanya bertumpu pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi dan ketersediaan pangan.
“Tidak mungkin bekerja sendirian. Kita mengharapkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, untuk meningkatkan LTT, distribusi pupuk, benih, dan berbagai dukungan lainnya,” jelasnya.
Selain aspek produksi, penguatan cadangan pangan menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas pasokan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian iklim.
“Cadangan pangan tidak hanya disiapkan oleh pemerintah pusat, tetapi pemerintah daerah juga wajib memiliki cadangan pangan. Ini akan memeratakan stok dan memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi kondisi apapun,” tambahnya.
Berdasarkan data per 2 April 2026, Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) menunjukkan kondisi yang relatif kuat, khususnya untuk komoditas strategis. Stok beras tercatat mencapai sekitar 4,4 juta ton, yang setara dengan 169 persen terhadap kebutuhan bulanan nasional, sehingga memberikan ruang yang memadai dalam menjaga kesinambungan pasokan dan stabilitas harga. Sementara itu, komoditas lain seperti jagung 168 ribu ton, gula konsumsi 49 ribu ton, serta minyak goreng 121 ribu kiloliter juga menunjukkan ketersediaan yang cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Penguatan cadangan pangan juga dilakukan hingga ke tingkat daerah. Data menunjukkan bahwa Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kabupaten/kota telah mencapai 14.169,03 ton yang tersebar di 322 daerah. Pelaksanaan CPPD yang menjangkau berbagai wilayah ini semakin memperkuat ketahanan pasokan di tingkat lokal sekaligus mempercepat respons terhadap potensi gangguan distribusi.
Dari sisi capaian wilayah, kabupaten/kota di Jawa Barat mencatatkan jumlah cadangan terbesar dengan 2.790,9 ton, disusul oleh Banten sebesar 2.007,25 ton, yang menunjukkan semakin kuatnya kapasitas daerah dalam mendukung penguatan cadangan pangan secara lebih merata.
Pada level provinsi, Cadangan Beras Pemerintah Provinsi (CBPP) secara nasional tercatat mencapai 7.561,23 ton, dengan 33 provinsi telah memiliki regulasi dan mekanisme pengelolaan cadangan beras pemerintah provinsi.
Jumlah cadangan terbesar tercatat di Jawa Barat dengan 2.626,94 ton, diikuti oleh Jawa Timur sebesar 825,36 ton, yang mencerminkan semakin kuatnya peran pemerintah daerah dalam memperkuat cadangan pangan nasional melalui pengelolaan cadangan yang terencana dan terkoordinasi.
Ketut menegaskan bahwa pendekatan berbasis kolaborasi ini menjadi kunci dalam memastikan sistem pangan nasional tetap tangguh, terutama dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem.
“Langkah-langkah ini dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam rangka mengantisipasi berbagai fenomena cuaca. Kita harus tetap waspada, bukan untuk menakutkan, tetapi memastikan semua langkah mitigasi yang sudah disiapkan dapat dijalankan dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan cadangan pangan nasional menjadi langkah strategis dalam menghadapi dinamika global dan risiko iklim yang semakin kompleks.
“Sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwasanya ada El Nino, Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan. sekarang ini capaian kita, stok kita hari ini 4,4 juta ton, insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Ini kebanggaan di saat krisis kondisi ekonomi dunia, pertanian tampil untuk mitigasi risiko, menstabilkan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Dengan penguatan produksi, distribusi, serta cadangan pangan yang terintegrasi dari pusat hingga daerah, pemerintah memastikan cadangan pangan nasional tetap kian kokoh, sehingga mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga serta melindungi daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan ke depan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tegaskan Kesiapan Indonesia Hadapi El Nino, Mentan: Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan Indonesia dalam kondisi siap menghadapi potensi dampak El Nino, dengan dukungan stok pangan yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengakui bahwa dampak cuaca ekstrem panas mulai dirasakan dan berpotensi memengaruhi produksi pertanian. Namun, berbekal pengalaman yang dimiliki dalam menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya pemerintah siap menghadapi potensi El Nino saat ini.

“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” kata Mentan usai meninjau gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (05/04/2026).

Mentan menekankan, ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam posisi sangat kuat. Stok beras pemerintah yang tersimpan mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, menyentuh angka 4,5 juta ton di awal April 2026.

“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta [ton]. Insyaallah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta [ton],” ujarnya.

Selain stok di gudang pemerintah, Amran juga mengungkapkan ketersediaan pangan yang tersebar di sektor lain serta potensi produksi yang sedang berjalan.

“Yang ada di horeka (hotel, restauran, kafe/katering) sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” ungkapnya.

Dengan total ketersediaan tersebut, Mentan memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam jangka waktu yang panjang, bahkan melampaui periode puncak kekeringan.

“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Peran Pers Dikuatkan, DPRD Dorong Publikasi Pembangunan Lebih Optimal

Komisi Tiga DPRD Tabalong mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika atau Diskominfo Tabalong untuk mengoptimalkan kerja sama dengan insan pers. Hal ini dilakukan agar seluruh pembangunan di Tabalong dapat dipublikasikan melalui media cetak, online maupun televisi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Tiga DPRD Tabalong, Ari Wahyu Utomo, saat rapat bersama Diskominfo Tabalong, pada Senin, 30 Maret 2026. Menurutnya, seluruh insan pers di Tabalong perlu mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama dalam kerja sama media.

Ia menilai bahwa saat ini pagu anggaran mengenai kerja sama antara pemerintah daerah dengan seluruh media masih belum mencukupi, terlebih kerja sama media hanya berlangsung kurang dari satu tahun.

Ari mengatakan bahwa pihaknya akan memperjuangkan para insan pers agar bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah selama satu tahun penuh. Terlebih media memiliki peran penting terhadap publikasi pembangunan di daerah.

“kami arahkan tadi karena kami ingin seluruh insan pers di Tabalong ini terakomodir dan bisa mendapatkan keringat dari kerja-kerja mereka. Kami minta penganggaran ditambahkan agar bisa 12 bulan, tidak ada lagi yang mungkin 2 bulan, 3 bulan saja. Nah itu kan kasihan wartawan-wartawannya,” kata Ari Wahyu Utomo, Ketua Komisi III DPRD Tabalong.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskominfo Tabalong, Eddy Suriyani, menyampaikan pihaknya akan tetap melaksanakan kerja sama media dan berupaya menambah pagu anggaran pada perubahan 2026. Ia berharap hal itu mendapat persetujuan dari eksekutif dan legislatif agar kontrak kerja sama dapat berjalan selama satu tahun penuh.

“kerja sama media kita akan tetap lakukan, tetap laksanakan dan kita akan sempurnakan pagu anggaran sehingga nanti bisa murni 12 bulan dan kontrak media itu bisa berjalan dengan baik,” kata Eddy Suriyani, Kepala Diskominfo Tabalong.

Dengan adanya dukungan ini, diharapkan kerja sama antara pemerintah daerah dan insan pers di Tabalong dapat berjalan lebih optimal, serta mampu meningkatkan kualitas penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menag Usulkan Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Madrasah dan Sekolah Keagamaan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk memperkuat satuan pendidikan binaan Kementerian Agama. Menag mengaku telah mengajukan usulan tambahan anggaran 2026 sebesar Rp24,8 triliun. Tambahan anggaran difokuskan pada upaya memperjuangkan kesetaraan kualitas pendidikan di Indonesia.

Hal ini disampaikan Menag dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Bidang Pendidikan yang digelar secara daring bersama Kemenko PMK pada Sabtu (4/4/26).

“Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara Madrasah dan sekolah umum. Kita ingin memastikan pendidikan keagamaan berjalan beriringan dengan semangat Asta Cita serta direktif Bapak Presiden dalam mencetak generasi unggul yang berkualitas,” tegas Menag.

Menag merinci bahwa usulan tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan pada sejumlah program strategis, di antaranya Revitalisasi Satuan Pendidikan sebesar Rp13,7 triliun, Digitalisasi Pembelajaran sebesar Rp10,9 triliun, Bantuan Buku Tulis Gratis sebesar Rp159 miliar, dan Sekolah Unggul Garuda Transformasi sebesar Rp22,9 miliar.

“Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pendidikan di sekolah umum maupun sekolah keagamaan. Semuanya harus setara karena ini menyangkut hak anak bangsa untuk masa depan mereka,” tegasnya.

Revitalisasi 7.131 Lembaga Pendidikan

Fokus utama usulan ini salah satunya adalah perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) yang mendesak. Anggaran revitalisasi sebesar Rp13,7 triliun direncanakan menyasar 7.131 lembaga satuan pendidikan, yang terdiri dari 6.973 madrasah, 128 sekolah Kristen, 13 sekolah Katolik, 9 sekolah Hindu, dan 8 sekolah Buddha.

Menag menyoroti kondisi bangunan madrasah yang saat ini masih banyak membutuhkan perbaikan serius. Menurutnya, kualitas sarpras adalah cerminan keberpihakan negara terhadap pendidikan keagamaan.

Perluasan Jangkauan Makan Bergizi Gratis (MBG)

Hal lain yang menjadi sorotan Menag adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, jangkauan MBG di lingkungan madrasah dan pondok esantren baru mencapai 10-12%, jauh tertinggal dibandingkan sekolah umum yang diproyeksikan segera mencapai 80%.

“Padahal, jika melihat kondisi ekonomi, anak-anak madrasah dan santri di pondok pesantren sangat membutuhkan dukungan ini. Kami berharap jangkauannya ditingkatkan,” ujar Menag.

Ia juga menambahkan bahwa pondok pesantren memiliki ekosistem yang paling siap dalam menjalankan program MBG. “Di pesantren hampir tidak ada kasus risiko kesehatan terkait pangan karena mereka sudah terbiasa dengan pola dapur mandiri dan makan bersama. Ini adalah model yang sangat aman dan efektif,” pungkasnya.

Menag berharap usulan anggaran ini dapat dipahami dan disetujui demi mengakselerasi peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui jalur pendidikan keagamaan yang unggul dan inklusif.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News