Beranda blog Halaman 371

Bupati Dony Salurkan Bantuan Pribadi Rp10 Juta untuk Perbaikan Rumah Fikri di Sumedang

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menunjukkan kepedulian terhadap warganya dengan memberikan bantuan pribadi sebesar Rp10 juta untuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) milik keluarga M. Fikri Ibrahim.

Bantuan tersebut diserahkan kepada keluarga Fikri di Sekolah Rakyat Terpadu eks BLK Kecamatan Sumedang Utara, Senin (30/3/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan aman.

Fikri sebelumnya diketahui tinggal bersama neneknya di Jakarta. Dalam kesehariannya, ia membantu sang nenek dengan memulung sampah plastik untuk bertahan hidup. Kondisi tersebut mengundang perhatian berbagai pihak hingga akhirnya Fikri dipulangkan ke Sumedang agar mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Bupati Dony menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian pribadi terhadap kondisi Fikri dan keluarganya. Ia memastikan bahwa perbaikan rumah akan terus didorong hingga selesai agar keluarga Fikri dapat tinggal di lingkungan yang lebih layak.

“Ini ikhtiar kami untuk membantu meringankan beban keluarga. Mudah-mudahan bisa mempercepat perbaikan rumah agar lebih layak dihuni,” ujar Bupati Dony.

Menurutnya, rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, terutama bagi anak-anak seperti Fikri yang tengah berada dalam masa pertumbuhan dan mulai mengenyam pendidikan.

Selain bantuan pribadi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama berbagai pihak juga memberikan dukungan secara menyeluruh, mulai dari bantuan sembako, pengurusan administrasi kependudukan, jaminan kesehatan, hingga dukungan pendidikan bagi Fikri.

Sementara itu, ibu kandung Fikri, Sri Listiawati, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Bupati atas bantuannya. Ini sangat membantu kami untuk memperbaiki rumah,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas hidup keluarga Fikri sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

9 ASN Pemprov Sumbar Raih Reward Usai Khatam Al-Qur’an, Dorong Kinerja dan Spiritualitas

Sebanyak 9 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menerima reward usai berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadan 1447 Hijriah. Apresiasi tersebut diberikan dalam apel pagi di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (30/3/2026).

Penghargaan berupa bingkisan dan uang tunai itu diserahkan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumbar, Adib Alfikri, yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi.

Dalam sambutannya, Adib menyampaikan bahwa pemberian reward ini merupakan bentuk komitmen pimpinan daerah dalam membangun budaya kerja ASN yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga keseimbangan spiritual.

“Ini adalah bentuk kepedulian pimpinan agar pegawai Pemprov Sumbar tidak hanya unggul dalam kinerja, tetapi juga dalam ibadah,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan khatam Al-Qur’an selama Ramadan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter aparatur yang berintegritas dan berakhlak baik. Ia berharap, apresiasi tersebut mampu memotivasi ASN lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan spiritual sehari-hari.

Lebih lanjut, Adib menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membuka peluang untuk meningkatkan bentuk apresiasi di masa mendatang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan reward yang diberikan akan ditingkatkan nilainya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Sumbar membuka peluang untuk meningkatkan nilai apresiasi bagi ASN yang menunjukkan komitmen serupa.

“InsyaAllah, nominal hadiah akan ditingkatkan, bahkan jika memungkinkan akan disediakan hadiah umrah. Semoga ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus memperbaiki kinerja dan kualitas ibadah,” tambahnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemkomdigi Panggil Google dan Meta, Tegaskan Kepatuhan PP TUNAS untuk Perlindungan Anak Digital

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memanggil Google dan Meta terkait kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan anak di ruang digital semakin terjaga.

Pemanggilan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menegakkan aturan, khususnya terkait pembatasan penggunaan akun digital bagi pengguna berusia di bawah 16 tahun. Pemeriksaan dilakukan sebagai tahap lanjutan dari pengawasan terhadap platform digital yang beroperasi di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan kehadiran negara dalam melindungi anak di ruang digital dari potensi risiko.

“Pemanggilan ini adalah bagian dari proses penegakan hukum yang terukur dan sesuai prosedur. Negara hadir dan tegas. Tidak ada toleransi terhadap ketidakpatuhan yang berpotensi membahayakan anak di ruang digital,” tegas Menkomdigi Meutya Hafid, Senin (30/03/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari tahapan penengakan hukum sebagaimana diatur dalam PP TUNAS, dimulai dari pengawasan yang meliputi pemantauan dan pemeriksaan lanjutan, hingga pengenaan sanksi administratif secara bertahap.

Meutya menegaskan bahwa proses ini dilakukan secara hati-hati untuk menghindari potensi maladministrasi sekaligus memastikan setiap tindakan memiliki dasar hukum yang kuat.

Selain itu, Kemkomdigi juga memberikan surat peringatan kepada TikTok dan Roblox agar segera menunjukkan kepatuhan penuh sebagaimana komitmen yang telah disampaikan sebelumnya.

Apabila tidak ada perbaikan signifikan, Kemkomdigi akan melanjutkan ke tahap pemanggilan dan pemeriksaan.

Di sisi lain, pemerintah memberikan apresiasi kepada Bigo Live dan X yang telah menunjukkan langkah cepat dengan menerapkan mekanisme verifikasi usia dan menonaktifkan akun pengguna di bawah 16 tahun sesuai ketentuan.

“Apresiasi kami sampaikan kepada platform yang responsif dan patuh. Ini menunjukkan bahwa kepatuhan bukan hal yang sulit jika ada komitmen,” ujar Meutya.

Kemkomdigi menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari ketegasan negara dalam melindungi anak di ruang digital.

Pemerintah juga mengingatkan seluruh entitas bisnis yang beroperasi di Indonesia untuk patuh terhadap kebijakan yang berlaku di Indonesia.

Ke depan, Kemkomdigi akan terus melakukan pengawasan intensif dan tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap platform yang mengabaikan regulasi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menkomdigi Dampingi Presiden Prabowo Kunjungan Perdana ke Jepang, Perkuat Kerja Sama Teknologi dan Investasi

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan resmi perdana ke Tokyo, Jepang. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama strategis di berbagai sektor.

Rombongan kenegaraan Indonesia tiba di Bandar Udara Haneda pada Minggu (29/03/2026) pukul 19.10 waktu setempat. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama 68 tahun.

Meutya Hafid menyampaikan bahwa agenda utama kunjungan Presiden mencakup pembahasan isu-isu strategis, khususnya di bidang teknologi dan digital. Menurutnya, sektor tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam memperkuat kolaborasi kedua negara di era transformasi digital.

“Kunjungan Presiden ini akan fokus membahas hal-hal strategis antara kedua negara, termasuk kerja sama di bidang teknologi dan digital,” kata Meutya.

Selama di Tokyo, Presiden Prabowo diagendakan melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito dan melangsungkan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Presiden Prabowo juga dijadwalkan akan menerima beberapa pengusaha besar dan menyaksikan beberapa perjanjian investasi dari beberapa perusahaan besar Jepang di Indonesia.

“Kita berharap kunjungan Presiden dapat meningkatkan investasi Jepang di Indonesia,” tuturnya.

Setibanya di hotel tempat bermalam, Presiden Prabowo disambut hangat oleh puluhan diaspora Indonesia.

Mereka berharap hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang menjadi semakin erat melalui kunjungan ini.

Kunjungan Presiden Prabowo pun diharapkan makin membuka peluang kolaborasi baru yang saling menguntungkan, serta memperkokoh kemitraan Indonesia dan Jepang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementerian PANRB dan Kemensetneg Perkuat Kolaborasi untuk Akselerasi Program Prioritas Presiden

Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto agar memberikan dampak nyata, luas, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui penguatan sinergi antara Kementerian PANRB dan Kementerian Sekretariat Negara.

Menteri PANRB, Rini Widyantini, menegaskan bahwa keberhasilan program prioritas Presiden membutuhkan pendekatan collaborative governance dan network governance. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan seluruh elemen pemerintahan bergerak selaras, terintegrasi, dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Hal tersebut disampaikan usai rapat bersama Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto dan Juri Ardiantoro di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

“Kementerian PANRB dan Kementerian Sekretariat Negara sebagai aktor dalam Strategic Diamond ingin memastikan adanya sinkronisasi kebijakan dalam pelaksanaan PHTC Presiden, sehingga keputusan bisa diambil lebih cepat, kolaborasi lebih kuat, dan program pembangunan terasa manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Menteri Rini.

Menteri Rini menilai keberhasilan program prioritas Presiden tidak hanya ditentukan oleh desain kebijakannya, tetapi juga oleh bagaimana sistem pemerintahan bekerja secara terintegrasi. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pengendalian pelaksanaan, hingga koordinasi lintas instansi.

Dengan pendekatan network governance, setiap instansi menjadi bagian dari jejaring yang saling menguatkan, dimana hasil pembangunan bukan lagi tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh unsur pemerintah.

“Berbagai program prioritas nasional seperti pengentasan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan hanya bisa berhasil bila dijalankan secara kolaboratif antar-kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” jelas Menteri Rini.

Menteri Rini pun teringat dengan pesan Presiden yang menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus menghasilkan birokrasi yang responsif dan melayani rakyat. Birokrasi dituntut untuk cepat menyesuaikan diri, tanggap terhadap perubahan, dan tidak lagi mempersulit urusan masyarakat. Untuk mewujudkan ini perlu dukungan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) yang profesional yang berintegritas dan siap menjadi motor perubahan.

“Sinkronisasi kebijakan terkait pengelolaan SDM ASN pun menjadi hal krusial yang kami cermati bersama untuk memastikan SDM yang mendukung kesuksesan program prioritas pembangunan bisa dikelola dengan baik,” pungkas Rini.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kolaborasi PSEL Jawa Timur, Solusi Inovatif Atasi Sampah dan Perkuat Energi Berkelanjutan

Inisiatif Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang digagas oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menuai apresiasi luas. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi berkelanjutan di wilayah perkotaan.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Anggota DPD RI, Lia Istifhama, yang menilai kolaborasi lintas daerah dalam proyek PSEL sebagai terobosan penting di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek PSEL dilakukan di Gedung Negara Grahadi pada Sabtu (28/3), melibatkan tujuh kepala daerah dari kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya. Acara tersebut turut disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq.

Menurut Lia, pendekatan kolaboratif yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencerminkan kepemimpinan yang adaptif dan visioner. Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.

“Ini bukan sekadar program lingkungan, tetapi sebuah lompatan besar menuju masa depan energi berkelanjutan. Ibu Khofifah berhasil mengubah cara pandang kita, bahwa sampah bukan lagi beban, melainkan potensi energi yang sangat bernilai,” ujar Lia.

Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif antar daerah menjadi kunci keberhasilan implementasi PSEL, terlebih dengan adanya ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional.

“Sinergi Surabaya Raya dan Malang Raya ini sangat tepat. Dengan kekuatan bersama, keterbatasan masing-masing daerah justru bisa diubah menjadi keunggulan kolektif,” tegasnya.

Diketahui, kawasan Surabaya Raya memiliki total pasokan sampah sekitar 1.100 ton per hari, yang berasal dari Kota Surabaya (600 ton), Kabupaten Gresik (250 ton), Kabupaten Sidoarjo (150 ton), dan Kabupaten Lamongan (100 ton). Lokasi pembangunan PSEL direncanakan berada di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

Sementara itu, kawasan Malang Raya mencatatkan total pasokan sekitar 1.138,9 ton per hari, terdiri dari Kabupaten Malang (600 ton), Kota Malang (500 ton), dan Kota Batu (38,09 ton). Proyek PSEL akan dibangun di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Ning Lia menilai, keberhasilan Jawa Timur dalam pengelolaan sampah selama ini menjadi fondasi kuat bagi implementasi program tersebut. Ia merujuk pada capaian pengelolaan sampah Jawa Timur yang mencapai 52,7 persen—tertinggi secara nasional dan jauh melampaui rata-rata nasional sebesar 24,95 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Jawa Timur sudah berada di jalur yang tepat. PSEL akan semakin memperkuat posisi Jatim sebagai role model nasional dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memastikan tata kelola program berjalan akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi. Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, program ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Yang dilakukan Ibu Khofifah ini bukan hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pantau Pasar Minggu, Kemenko Pangan dan Kemendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Suplai Aman

Menteri Koordinator Bidang Pangan bersama Menteri Perdagangan memastikan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) tetap stabil selama HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) Idulfitri 2026.

Hasil pemantauan langsung di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, serta data SP2KP menunjukkan tren penurunan harga pada sejumlah komoditas seperti beras, gula, Minyakita, bawang merah, cabai, kedelai, dan bawang putih. Harga Minyakita tercatat turun sekitar 7,5% menjadi Rp15.800 per liter.

Sementara itu, daging sapi, ayam ras, dan telur ayam ras mengalami dinamika harga dan tetap dalam pengawasan.Ketersediaan pangan terpantau aman, dengan stok beras, jagung, ayam, telur, dan sayuran dalam kondisi cukup.

Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan pemerintah terus memantau langsung kondisi pasar.
“Stok pangan banyak dan aman. Meski ada fluktuasi harga, pemerintah akan terus intervensi melalui pasar murah dan pemantauan harian,” ujarnya.

Di tengah dinamika global, termasuk potensi konflik, ketahanan pangan nasional tetap terjaga. Mayoritas kebutuhan dipenuhi dari produksi dalam negeri sehingga tidak terdampak signifikan.

Pemerintah memastikan stok cukup, distribusi lancar, dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gelar Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Pemerintah Republik Indonesia menggelar pasar murah dengan menyalurkan ratusan ribu paket sembako serta produk UMKM lokal kepada masyarakat dalam kegiatan yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta (28/3).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat. Program ini dilaksanakan atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mempermudah kehidupan rakyat.

“Penyaluran sembako ini adalah arahan langsung Bapak Presiden agar masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok. Pemerintah ingin memastikan rakyat terbantu, dan kehidupan sehari-hari menjadi lebih ringan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dalam peninjauannya sore tadi.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Kementerian UMKM, Pemprov DKI Jakarta, Direktur Utama Perum Bulog, serta ID Food yang bersama-sama memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Ribuan warga memadati lokasi dengan penuh semangat, tampak dari wajah-wajah bahagia saat menerima paket sembako. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung serta memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Mudik 2026, Pancaroba Picu Hujan di Sejumlah Wilayah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan perannya dalam mendukung kelancaran dan keselamatan Angkutan Lebaran 2026 melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, pemantauan atmosfer secara berkelanjutan, serta langkah mitigasi cuaca ekstrem di berbagai wilayah strategis. Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam acara Penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 (1447 H) yang digelar di Ruang Mataram, Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

“BMKG harus bekerja terus dan menempatkan personel di titik-titik krusial di pelabuhan penyeberangan, terminal, bandara, dan juga di jalan tol,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026 secara umum berlangsung kondusif, meskipun masih berada dalam fase peralihan musim (pancaroba) yang berpotensi menimbulkan hujan disertai angin kencang di beberapa wilayah.

“Dari catatan kami, kondisi cuaca di periode mudik dan arus balik ini cukup kondusif meskipun masih dalam periode pancaroba. Jadi, masih ada potensi hujan yang disertai angin kencang di beberapa tempat,” jelas Faisal.

Sebagai upaya mitigasi cuaca ekstrem, BMKG juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah strategis, meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Operasi ini bertujuan untuk mengurangi intensitas curah hujan serta meminimalkan potensi gangguan terhadap kelancaran arus mudik dan arus balik.

Dari aspek kelautan, BMKG mencatat tinggi gelombang laut secara umum berada pada kategori sedang, yakni berkisar antara 1 hingga 2 meter, sehingga masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran. Namun demikian, dinamika atmosfer selama periode Lebaran turut dipengaruhi oleh keberadaan dua siklon tropis, yaitu Siklon Nuri di wilayah utara Papua dan Siklon Narel di Australia bagian utara.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan apresiasi atas laporan yang komprehensif dari berbagai sektor, mulai dari darat, laut, udara, hingga kondisi lalu lintas. Menurutnya, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor yang berjalan dengan baik.

Alhamdulillah dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib berkat kerja sama serta koordinasi yang erat antar seluruh stakeholders,” tutur Dudy.

Lebih lanjut, Dudy melaporkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan selama masa operasional Posko Angkutan Lebaran pada 13 hingga 29 Maret 2026 (17 hari), tercatat jumlah pergerakan masyarakat mencapai 147,55 juta orang, meningkat 2,53 persen dibandingkan hasil survei sebelumnya. Sementara itu, jumlah penumpang angkutan umum mencapai 23,54 juta orang atau naik 10,87 persen dibandingkan tahun lalu.

Meski demikian, capaian tersebut tetap menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan ke depan, termasuk dalam aspek informasi cuaca. “Semoga keadaan ini dapat terus kita tingkatkan di masa mendatang. Lebaran ke depan akan semakin mendekati puncak musim hujan, harapannya kita juga dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik,” tegasnya.

Melalui penguatan layanan informasi cuaca, dukungan operasi mitigasi, serta koordinasi lintas sektor, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas nasional, khususnya pada periode Angkutan Lebaran.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Apresiasi Pemerintah dan Polri, Pemudik Akui Arus Balik Lebaran 2026 Lebih Lancar

Kelancaran arus balik Lebaran 2026 kembali dirasakan para pemudik yang melakukan perjalanan menuju wilayah Jabodetabek. Penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way serta kehadiran petugas kepolisian di lapangan dinilai efektif dalam menjaga kelancaran perjalanan.

Salah satunya dirasakan oleh Rosi, pemudik asal Semarang yang menuju Cikupa. Ia mengaku sejak keberangkatan hingga perjalanan pulang, kondisi lalu lintas terpantau lancar tanpa hambatan berarti.

“Kebetulan saya dari pergi sampai pulang kena one way, waktu itu saya berangkat hari jumat H-1 sebelum lebaran itu juga lancar banget dari rumah tanpa hambatan dan inipun pulang dari Semarang sampai sini lancar banget,” ujar Rosi.

Rosi juga menyoroti peran aktif anggota kepolisian yang berjaga di sejumlah titik selama perjalanan, hal ini dinilai sangat membantu dalam memastikan kelancaran program rekayasa lalu lintas.

“Di beberapa titik anggota kepolisian di sana, membantu banget membantu memantau bahwa program itu berjalan dengan baik,” tambah Rosi.

Ia membandingkan pengalaman mudik tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana ia pernah mengalami kepadatan saat melintasi wilayah Jawa Tengah. Namun, tahun ini justru memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan memuaskan.

“Tahun sebelumnya saya juga kena lancar-lancar saja dan menurut saya yang kali ini lebih berkesan karena saya beberapa tahun lalu pernah juga ke daerah Jawa Tengah itu sempat kena kepadatan dan tahun ini cukup berkesan memuaskan perjalannnya juga tanpa lelah,” jelas Rosi.

Sebagai penutup, Rosi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan jajaran kepolisian atas kerja keras dalam mengatur arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

“Saya ucapkan terima kasih pak Presiden yang memperlancar arus mudik dan balik dan kepada Polri juga terima kasih atas kerja sama yang sangat keras untuk membantu berjalannya proses ini,” tambah Rosi.

Hal serupa juga disampaikan Adrian, pemudik asal Solo yang menuju Jakarta. Ia merasakan langsung manfaat dari penerapan sistem one way yang membuat perjalanan menjadi lebih lancar.

“Saya lewat pas ada rekayasa lalu lintas one way alhamdulillah lancar nggak ada kendala ramai lancar,” ujar Adrian.

Menurutnya, keberadaan pos-pos pengamanan dan petugas di lapangan juga memberikan kontribusi besar terhadap kelancaran arus lalu lintas, bahkan dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Semua di posnya masing-masing alhamdulillah ada cukup membantu. Lebih lancar tahun ini,” tambah Adrian.

Ia pun turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah dan jajaran kepolisian atas upaya yang telah dilakukan selama periode mudik Lebaran 2026.

“Terima kasih bapak presiden dan Kapolri jajaran kepolisian Indonesia makasih sudah menbantu mudik 2026,” pungkas Adrian.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News