Beranda blog Halaman 372

Kasus Campak Turun 93 Persen di 2026, Kemenkes Tetap Minta Masyarakat Waspada

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan tren penurunan signifikan kasus campak di Indonesia sepanjang awal tahun 2026. Pada minggu ke-12, jumlah kasus tercatat sebanyak 146 kasus, turun drastis dibandingkan minggu ke-11 yang mencapai sekitar 368 kasus.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menyebutkan bahwa jika dibandingkan dengan minggu pertama 2026 yang mencapai 2.220 kasus, penurunan yang terjadi mencapai sekitar 93 persen.

“Jika kita bandingkan dari minggu pertama hingga minggu ke-12, terlihat penurunan kurang lebih 93 persen,” ujar Andi di Jakarta, Senin.

Meski tren penurunan cukup signifikan, Kemenkes mencatat masih terdapat 14 provinsi dengan angka kasus relatif tinggi pada periode 2025–2026. Beberapa di antaranya adalah Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Namun demikian, sejumlah wilayah seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat kini telah mencatatkan nol kasus, sementara provinsi lainnya juga menunjukkan tren penurunan.

Sebagai langkah pengendalian, Kemenkes terus memperkuat surveilans di 10 kabupaten/kota dengan kasus tertinggi, antara lain Tangerang Selatan, Tangerang, Bima, Palembang, Pandeglang, Jakarta Barat, Depok, Palu, Serang, dan Jakarta Pusat.

Selain itu, pemerintah juga mengintensifkan upaya vaksinasi serta menerbitkan Surat Edaran guna melindungi tenaga kesehatan dari risiko penularan campak.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga mengungkapkan adanya kasus meninggal dunia yang menimpa seorang tenaga kesehatan berusia 25 tahun di Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, tenaga medis tersebut tetap bertugas meski mengalami gejala seperti demam, flu, dan batuk setelah menangani pasien suspek campak.

Kondisi almarhum kemudian memburuk hingga harus dirawat di IGD dan menjalani tindakan medis intensif, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat komplikasi campak yang disertai gangguan pada jantung dan otak.

Secara keseluruhan, kasus campak di Cianjur tergolong lebih rendah dibandingkan daerah dengan kasus tertinggi, dengan total 25 kasus suspek dan 9 kasus terkonfirmasi. Pada minggu ke-12, tidak ditemukan adanya kasus baru di wilayah tersebut.

Kemenkes menegaskan bahwa meskipun tren penurunan terjadi di sebagian besar wilayah, kewaspadaan tetap harus dijaga guna mencegah lonjakan kasus di masa mendatang.

Artikel ini telah tayang sebelumnya melalui kantor berita Antara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hangat di Istana Kekaisaran, Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito Pererat Persahabatan Indonesia-Jepang

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo, Senin (30/3). Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Jepang.

Setibanya di Istana Kekaisaran, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Kaisar Naruhito saat turun dari kendaraan. Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito selanjutnya menuju ruang Take-no-ma. Kedua Kepala Negara kemudian melaksanakan sesi foto bersama, dilanjutkan pertemuan empat mata dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito membahas sejumlah isu strategis yang menjadi kepentingan bersama kedua negara. Selain itu, pembicaraan juga diwarnai dengan pertukaran cerita-cerita ringan yang mencerminkan kedekatan personal di antara kedua pemimpin.

Selain bertemu dengan Kaisar Naruhito, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Jepang yang merupakan adik Kaisar Naruhito, Fumihito. Pertemuan ini semakin mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang di tingkat keluarga kekaisaran.

Usai melaksanakan pertemuan, Presiden Prabowo bersama Kaisar Naruhito dan Putra Mahkota Fumihito menghadiri jamuan santap siang kenegaraan yang diselenggarakan di Rensui North, Imperial Palace.

Suasana jamuan santap siang kenegaraan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan pemandangan taman yang tertata indah tepat di hadapan kedua pemimpin. Presiden Prabowo tampak mengapresiasi keindahan suasana tersebut, seraya terlibat dalam perbincangan ringan yang cair dan bersahabat.

Sepanjang jamuan, Presiden Prabowo juga beberapa kali terlihat tersenyum, mencerminkan suasana yang nyaman bahkan sempat mengungkapkan kekagumannya terhadap pemandangan taman tersebut.

Momentum ini tidak hanya mencerminkan hubungan resmi antarnegara, tetapi juga memperlihatkan kedekatan yang tulus antara kedua pemimpin. Kehangatan yang tercipta menjadi sinyal kuat bahwa kemitraan Indonesia-Jepang terus bergerak maju, semakin erat, dan semakin strategis di masa depan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Ragowo Hediprasetyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kunjungan ini menjadi penegasan kuat bahwa hubungan Indonesia dan Jepang tidak hanya dibangun di atas kepentingan strategis, tetapi juga diikat oleh rasa saling hormat, kepercayaan, dan persahabatan yang semakin kokoh dari waktu ke waktu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Penerbangan Balon Liar Turun Sianifikan, Wali Kota Aaf: Festival Jadi Solusi Aman Lestarikan Tradisi

Pelaksanaan Pekalongan Balloon Festival 2026 yang digelar di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Sabtu (28/3/26), berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat. Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf yang hadir membuka kegiatan tersebut menilai, festival ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga solusi efektif dalam menekan fenomena penerbangan balon udara liar yang selama ini berpotensi membahayakan keselamatan.

Ia mengungkapkan bahwa, pelaksanaan festival tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi kreativitas peserta maupun penyelenggaraan.

“Alhamdulillah, peserta tahun ini lebih kreatif, balon-balonnya lebih variatif. Dan yang tidak kalah penting, pelaksanaan di Stadion Hoegeng ini membuat area lebih tertata dan clear. Penonton kita arahkan ke tribun, sehingga lebih nyaman dan aman,” ujar Wali Kota Aaf.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara, bahkan hingga banyak yang tidak kebagian tempat di dalam stadion. Menurutnya, hal ini menjadi indikator bahwa Pekalongan Balloon Festival Tahun 2026 semakin diminati dari tahun ke tahun.

Meski demikian, Wali Kota Aaf mengungkapkan bahwa, masih ditemukan balon udara liar yang disertai petasan terbang di sejumlah wilayah. Tercatat, masih ada 22 balon liar yang terpantau selama periode Lebaran tahun ini.

“Kami kembali mengimbau masyarakat, jangan menerbangkan balon liar. Mari kita lestarikan budaya ini dengan cara yang benar dan aman. Karena balon udara liar ini bisa membahayakan lalu lintas penerbangan, bahkan sering disertai petasan yang membahayakan. Apalagi biaya pengobatan akibat kecelakaan mercon atau balon liar tidak ditanggung BPJS Kesehatan, ini tentu merugikan masyarakat sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, Festival Balon Udara Tambat menjadi wadah terbaik untuk menyalurkan tradisi menerbangkan balon udara tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Dalam festival ini, balon diterbangkan dengan sistem ditambatkan (diikat), sehingga tetap dapat dinikmati tanpa risiko bagi penerbangan.

Wali Kota Aaf juga menyoroti salah satu karya kreatif peserta yang menampilkan motif tokoh legendaris Kepolisian RI, Jenderal Hoegeng, yang menjadi kebanggaan masyarakat Pekalongan.

“Kreativitas warga luar biasa. Ada balon bermotif Pak Hoegeng, yang juga menjadi nama stadion ini. Kalau saya jadi juri, mungkin bingung menentukan pemenangnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa, penilaian dalam festival tidak hanya didasarkan pada motif, tetapi juga mencakup berbagai aspek seperti kekompakan tim, diameter balon, hingga kesempurnaan bentuk balon saat terbang. Total terdapat sejumlah kriteria yang menjadi dasar penilaian dewan juri.

“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun terus ada peningkatan. Baik dari sisi kreativitas, jumlah peserta, maupun kualitas penyelenggaraan. Ini yang kita harapkan terus berkembang ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia, Capt. Nurcahyo Utomo, mengungkapkan bahwa, jumlah laporan balon liar dari pilot mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Hingga hari ini, tercatat 22 laporan pilot terkait balon liar, turun dari tahun lalu yang mencapai 51 laporan pada periode yang sama. Ini penurunan yang cukup signifikan,” jelasnya.

Ia menyebut, laporan tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Tengah, tetapi juga Jawa Timur, termasuk sekitar Pekalongan, Wonosobo, hingga Surabaya. Namun dalam dua hari terakhir, tidak ada laporan baru yang masuk.

“Ini menunjukkan kesadaran masyarakat mulai meningkat. Terima kasih kepada masyarakat yang sudah mematuhi imbauan untuk menerbangkan balon secara aman, yaitu dengan diikat,” tambahnya.

Nurcahyo juga menegaskan bahwa, wilayah udara di atas Kota Pekalongan merupakan jalur penerbangan padat nasional yang dikenal sebagai jalur W-45 atau Whiskey Forty Five.

“Jalur ini dilalui pesawat menuju berbagai kota besar seperti Semarang, Surabaya, Solo, hingga Makassar, Bali, Nusa Tenggara, bahkan ke Papua. Ini salah satu jalur terpadat di Indonesia, sehingga sangat berisiko jika ada balon liar,” terangnya.

Senada, Direktur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan RI, Syamsu Rizal, turut mengapresiasi pelaksanaan Festival Balon Pekalongan sebagai bentuk sinergi antara pelestarian budaya dan keselamatan penerbangan.

“Festival ini menjadi solusi yang baik. Tradisi tetap berjalan, tetapi keselamatan juga terjaga. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pekalongan, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menjaga keamanan dan keselamatan selama pelaksanaan festival.

“Dengan suksesnya pelaksanaan Pekalongan Balon Festival 2026, kami berharap kegiatan ini terus menjadi agenda tahunan unggulan yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan bersama,”tegasnya.

Dari sisi peserta, semangat dan kreativitas juga terlihat kuat. Salah satu peserta dari Kelurahan Sapuro Kebulen, Tengok Team, Wayan, mengaku telah mengikuti festival sejak awal digelar dan tidak pernah absen.

“Tahun ini kami mengusung tema Javanese Culture, dengan unsur pewayangan seperti Gatotkaca, Srikandi dan Punakawan. Proses pembuatannya cukup rumit, butuh waktu sekitar dua bulan,” ungkap Wayan.

Setelah berhasil meraih juara dua pada tahun sebelumnya, tahun ini mereka menargetkan posisi juara pertama.

“Harapannya festival ini semakin maju ke depan, dan balon liar benar-benar tidak ada lagi. Semua masyarakat bisa ikut serta dalam festival secara tertib,” tukasnya.

Dari hasil penjurian, untuk pemenang Juara 1 diraih oleh Gertak Team mendapatkan uang tunai Rp 5.000.000,00; Juara 2 Tengok Team mendapatkan Rp 3.000.000,00; Juara 3 Lengsa Team mendapatkan Rp2.000.000,00; Juara Favorit 1 Pecinta Seni Team mendapatkan uang tunai Rp1.250.000,00; Favorit 2 Squat Jenggot Team Rp1.150.000,00; Favorit 3 Bocah Tengok Team mendapatkan uang tunai Rp1.100.000,00 dan Juara Favorite 4 PPG Landung Sari Team mendapatkan Rp500.000,00. Selain uang pembinaan, masing-masing pemenang juga mendapatkan trophy dan piagam penghargaan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Resmi Jadi Warisan Budava Tak Benda, Lopis Raksasa Syawalan Perekat Silaturahmi Warga Kota Pekalongan

Tradisi pemotongan Lopis Raksasa yang menjadi agenda tahunan Syawalan di Kota Pekalongan kembali berlangsung meriah dan penuh makna. Ribuan warga dari dalam maupun luar daerah seperti Batang, Kajen, dan sekitarnya tumpah ruah memadati kawasan Krapyak Gang 8 (Gang Sembawan) dan Krapyak Lor Gang 1, Kecamatan Pekalongan Utara, untuk menyaksikan prosesi pemotongan lopis raksasa, Sabtu (28/3/2026).

Perayaan ini menjadi puncak tradisi Syawalan yang telah berlangsung secara turun-temurun dan terus dilestarikan hingga kini. Lopis yang dihadirkan bukan sekadar makanan berbahan dasar ketan, melainkan simbol kuat yang merepresentasikan nilai kebersamaan, persatuan, dan eratnya jalinan silaturahmi antarwarga.

Tahun ini, tradisi Lopis Raksasa semakin istimewa setelah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Status tersebut semakin memperkuat nilai historis dan budaya yang melekat dalam tradisi khas Kota Pekalongan ini.

Ukuran lopis yang disajikan pun kembali mencuri perhatian. Di Krapyak Gang Sembawan, lopis yang dibuat memiliki berat mencapai 2.083 kilogram, dengan diameter 262 sentimeter dan tinggi 239 sentimeter. Sementara itu, di Krapyak Lor Gang 1, lopis raksasa yang disajikan bahkan mencapai berat sekitar 2,5 ton, dengan diameter 75 sentimeter dan tinggi 225 sentimeter.

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas antusiasme masyarakat yang terus meningkat setiap tahun.

“Alhamdulillah, ukuran lopis setiap tahun semakin besar dan antusias warga juga sangat luar biasa. Walaupun tadi sempat kesiangan, tapi tidak menyurutkan semangat kita semua. Ini hasil kerja keras panitia, donatur, warga, dan Forkopimda sehingga acara bisa berjalan aman dan lancar,” tutur Wali Kota Aaf.

Ia berharap tradisi ini terus berkembang dan semakin mempererat kebersamaan masyarakat. Bahkan, ia mengusulkan agar sebagian lopis juga dibagikan kepada warga yang sedang terdampak banjir di wilayah Pasirsari dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih guyub lagi, Kota Pekalongan dijauhkan dari bencana. Tadi Saya juga usul ke panitia, mungkin bisa mengirim lopis ke saudara-saudara kita yang masih kebanjiran, supaya tetap bisa merasakan suasana Syawalan,” imbuhnya.

Wali Kota Aaf juga menyampaikan bahwa, pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO menjadi langkah awal untuk mendorong pelestarian budaya khas lainnya dari Kota Pekalongan, seperti Soto Tauto dan kuliner tradisional lainnya. Ia pun berharap, pencapaian rekor MURI yang pernah diraih sebelumnya dapat kembali diperbarui seiring semakin besarnya ukuran lopis setiap tahun.

Sementara itu, Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab, menambahkan bahwa, proses pembuatan lopis raksasa tidaklah sederhana. Lopis dimasak selama tiga hari tiga malam tanpa henti, menggunakan kayu bakar dan dilakukan secara bergiliran oleh panitia.

“Kalau ada yang tertidur, bisa gosong karena dimasak pakai kayu bakar. Jadi harus benar-benar dijaga,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa, proses memasak tidak hanya dilakukan secara teknis, tetapi juga disertai kegiatan spiritual seperti iktikaf dan zikir. Doa-doa dipanjatkan agar lopis dapat matang dengan sempurna, menjadikan tradisi ini tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga sarat makna religius.

Menurut Wawalkot Balgis, tahun ini terdapat peningkatan dari sisi kebersihan dan higienitas, serta ukuran lopis yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tradisi ini tidak mengandung unsur mistis.

“Ini murni untuk mempererat silaturahmi. Lopis adalah simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat,” tegasnya.

Usai prosesi pemotongan, lopis kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir. Momen tersebut menjadi simbol berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

Perwakilan panitia Festival Pemotongan Lopis Raksasa Krapyak Gang Sembawan, Akhmad Asror, dalam sambutannya juga menegaskan bahwa, penetapan lopis sebagai Warisan Budaya Tak Benda memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat.

Ia mengibaratkan lopis sebagai warisan yang unik, karena bukan diperebutkan oleh ahli waris, melainkan justru dibagikan dan dinikmati bersama oleh seluruh masyarakat.

“Kalau biasanya warisan itu diperebutkan, ini justru yang berebut adalah pengunjung untuk merasakan kebersamaan. Ini menunjukkan bahwa warga Krapyak memiliki nilai luhur dalam menjaga tradisi,” ungkapnya.

Menurutnya, lopis Syawalan memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain, karena hanya di Krapyak tradisi lopis raksasa digelar secara khusus saat Syawalan. Hal inilah yang menjadi nilai lebih hingga akhirnya diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa, tradisi ini mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah (umara), tokoh agama (ulama), masyarakat umum, hingga para sponsor.

“Semua berkolaborasi. Ini sesuai dengan tema ‘Merajut Tradisi, Menguatkan Kolaborasi’. Kalau semua bahagia, berarti masyarakat sejahtera,” ujarnya.

Ia berharap, tradisi ini dapat terus dilestarikan secara istiqomah dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Kota Pekalongan.

“Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Lopis Raksasa Syawalan tidak hanya menjadi ikon budaya, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya persatuan dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,”tegasnya.

Antusiasme pengunjung juga terlihat dari warga luar daerah yang turut hadir. Salah satunya Lyta, pengunjung asal Batang, yang mengaku Santi datang bersama keluarganya untuk menyaksikan langsung tradisi unik tersebut.

“Saya baru pertama kali lihat langsung lopis sebesar ini, ternyata memang luar biasa. Suasananya juga ramai sekali, terasa kebersamaannya. Senang sekali bisa ikut merasakan tradisi Syawalan di Kota Pekalongan,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tanggul Pabean Diperbaiki, 254 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Upaya penanganan darurat akibat jebolnya tanggul di wilayah Pabean, Kota Pekalongan terus menunjukkan perkembangan positif. Tanggul sisi timur Sungai Bremi yang sebelumnya jebol kini telah berhasil diperbaiki dan tinggal tahap perapian. Meski demikian, ratusan warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi genangan air benar-benar surut.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin pagi (30/3/2026), menyampaikan bahwa, hingga Minggu (29/3/26) pukul 17.30 WIB, jumlah warga yang masih mengungsi tercatat sebanyak 254 jiwa atau 87 Kepala Keluarga (KK).

“Alhamdulillah tanggul Pabean sudah diperbaiki, tinggal dirapikan saja. Mudah-mudahan tidak jebol lagi. Saat ini kita tinggal menunggu surutnya air di wilayah Pasirsari dengan bantuan pompa air,” ungkapnya.

Adapun rincian pengungsi tersebar di beberapa titik, yakni di eks Aula Kelurahan Kraton Kidul sebanyak 116 jiwa (43 KK), Aula Kelurahan Pasirkratonkramat 79 jiwa (29 KK), TPQ Madinatul Ulum 50 jiwa (12 KK), serta Aula Kecamatan Pekalongan Barat sebanyak 9 jiwa (3 KK). Para pengungsi terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia.

Budi menjelaskan, masyarakat mulai mengungsi sejak Jumat, 27 Maret 2026, menyusul meningkatnya debit air yang menggenangi permukiman warga di wilayah Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat.

Berdasarkan kronologis kejadian, tanggul sisi timur Sungai Bremi yang berada di wilayah Pabean jebol pada Kamis, 26 Maret 2026. Tanggul tersebut mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 15 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 2 meter. Akibatnya, air sungai meluap dan menggenangi daratan di sekitar kawasan tersebut, meskipun saat itu kondisi cuaca dilaporkan cerah tanpa hujan.

Keesokan harinya, Jumat (27/3/2026), air limpasan Sungai Bremi mulai masuk ke permukiman warga di sepanjang Jalan Sutan Syahrir, tepatnya di wilayah RW 3 hingga RW 7 Pasirsari. Ketinggian air awalnya berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter, namun kemudian meningkat hingga 30–50 sentimeter akibat tambahan gelombang pasang. Kondisi tersebut memaksa petugas bersama relawan melakukan evakuasi warga ke tempat pengungsian yang telah disiapkan.

“Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Kota Pekalongan bersama berbagai pihak telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya monitoring dan patroli kesiapsiagaan, evakuasi warga terdampak, serta asesmen dampak genangan banjir. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan guna mengoptimalkan penanganan darurat secara terpadu,”terangnya.

Lanjut Budi menambahkan, Pemerintah bersama TNI, Polri, OPD terkait, serta relawan juga mengaktifkan posko kebencanaan, menyediakan layanan data dan informasi, serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, termasuk logistik dan layanan kesehatan.

Upaya teknis di lapangan juga terus dilakukan, seperti penutupan tanggul yang rusak menggunakan sandbag dan trucuk bambu, peninggian tanggul di titik rawan limpasan, serta optimalisasi pompa air sejak Kamis malam (26/3/2026). Langkah ini dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat Pabean dan Pasirsari serta dukungan dari berbagai instansi terkait.

“Seluruh sumber daya terus kami optimalkan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Penanganan ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, swasta, masyarakat hingga organisasi relawan kebencanaan,” tambah Budi.

Hingga saat ini, kondisi di lapangan berangsur membaik, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi genangan masih ada.

” Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama, sembari berharap kondisi segera pulih dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing,”pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tradisi Berubah Aman, Festival Balon Tambat Pekalongan Kini Jadi Atraksi Budaya Ramah Penerbangan

Tradisi menerbangkan balon udara yang telah lama melekat dalam perayaan masyarakat kini mengalami transformasi signifikan. Melalui Pekalongan Balloon Festival atau Festival Balon Tambat Pekalongan, tradisi tersebut tidak hanya tetap lestari, tetapi juga berkembang menjadi atraksi budaya yang aman dan ramah terhadap keselamatan penerbangan.

Pakar penerbangan sekaligus Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI), Alvin Lie, menilai kesadaran masyarakat Kota Pekalongan dalam menjaga keselamatan penerbangan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari semakin berkurangnya praktik penerbangan balon liar dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam festival balon yang lebih tertib dan terkontrol.

“Balon yang dilepas tanpa kendali sulit diprediksi arah dan ketinggiannya. Bahkan, laporan pilot menunjukkan balon bisa mencapai ketinggian ekstrem,” ujar Alvin Lie saat hadir di sela-sela kegiatan Festival Balon Tambat Pekalongan Tahun 2026, berlangsung di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Sabtu (28/3/2026).

Ia mengungkapkan, pada tahun ini balon liar dilaporkan mampu terbang hingga ketinggian 35.000 kaki. Angka tersebut memang sedikit lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 40.000 kaki, namun tetap berada pada jalur penerbangan pesawat komersial. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya karena dapat mengganggu navigasi dan keselamatan pesawat.

Menurutnya, balon liar yang terbang tanpa kendali berpotensi menimbulkan risiko serius jika bertabrakan dengan pesawat. Dampaknya tidak hanya merusak struktur pesawat, tetapi juga bisa menyebabkan hilangnya kendali yang berujung pada kecelakaan fatal.

“Kalau sampai mengenai bagian penting pesawat, risikonya sangat besar. Setiap penerbangan membawa nyawa manusia, sehingga potensi sekecil apa pun harus dihindari,” tegasnya.

Meski demikian, Alvin mengapresiasi perubahan positif yang terjadi dalam pelaksanaan Festival Balon Pekalongan. Ia menilai festival ini telah berhasil mengubah pola masyarakat dalam melestarikan tradisi, dari yang sebelumnya menerbangkan balon secara liar menjadi lebih aman melalui sistem balon yang ditambatkan atau diikat.

Ia menilai, perubahan tersebut menjadi langkah penting dalam menekan risiko terhadap keselamatan penerbangan. Selain itu, festival balon kini tidak lagi sekadar aktivitas menerbangkan balon, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari seni dan atraksi budaya yang menarik.

“Melestarikan tradisi tidak harus dengan membahayakan,” ujarnya.

Kesadaran kolektif masyarakat inilah yang dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan keselamatan publik, baik bagi masyarakat di darat maupun pengguna transportasi udara.

“Lebih dari itu, Festival Balon Tambat Pekalongan juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Kehadiran ribuan pengunjung membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan. Berbagai produk kuliner, kerajinan, hingga souvenir khas daerah turut meramaikan gelaran tersebut,”ungkapnya.

Selain menjadi hiburan rakyat, festival ini juga memberikan nilai tambah yang tidak didapat dari praktik balon liar. Jika balon dilepas secara bebas, manfaatnya cenderung terbatas dan berisiko. Sebaliknya, festival mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, sekaligus budaya secara berkelanjutan.

“Kalau dilepas, selesai begitu saja. Tapi festival memberi manfaat lebih luas,” jelas Alvin.

Ke depan, Alvin berharap Festival Balon Pekalongan dapat terus berkembang dengan jumlah peserta yang semakin meningkat setiap tahunnya. Namun demikian, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menekan praktik balon liar melalui edukasi dan pengawasan yang berkelanjutan.

“Dengan upaya tersebut, tradisi menerbangkan balon tetap dapat dilestarikan sebagai warisan budaya, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan penerbangan yang menjadi prioritas utama,”tukasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Arus Libur Lebaran, Museum Batik Pekalongan Jadi Titik Singgah Favorit

Kunjungan wisatawan ke museum di Kota Pekalongan mengalami peningkatan signifikan pada masa libur Lebaran tahun ini. Lonjakan tersebut terlihat jelas sejak hari pertama museum kembali dibuka setelah libur Hari Raya Idulfitri.

Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga mengatakan bahwa tingginya jumlah pengunjung dipengaruhi oleh banyaknya wisatawan yang tengah berlibur atau mudik di Kota Pekalongan, serta para pelintas yang sengaja menyempatkan diri untuk singgah.

“Waktu kemarin libur pertama kami masuk, terlihat sekali lonjakan pengunjung karena banyak yang sedang berlibur di Kota Pekalongan sehingga mereka mampir ke museum. Tetapi ada juga yang sengaja melintasi Pekalongan dan menyempatkan diri datang ke sini,” katanya.

Berdasarkan data kunjungan, jumlah pengunjung tercatat mencapai 270 orang pada 23 Maret, 190 orang pada 24 Maret, dan 197 orang pada 25 Maret 2026, setelah libur Lebaran pada 20–22 Maret.

Mayoritas pengunjung berasal dari luar daerah. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Bengkulu, hingga Flores dan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Museum Batik di Pekalongan tidak hanya diminati oleh warga lokal, tetapi juga menjadi tujuan wisata edukatif bagi masyarakat luas.

“Kemarin kita ada pameran batik bertajuk Spirit Islam dalam Batik di Pesisir Nusantara yang momennya tepat saat Lebaran, pengunjung sangat antusias. Terlihat banyak yang berfoto di antara koleksi yang dipamerkan,” tambahnya.

Pihaknya menilai bahwa kombinasi antara momentum liburan dan penyelenggaraan pameran tematik menjadi faktor penting dalam meningkatkan jumlah kunjungan. Ke depan, museum berencana untuk terus menghadirkan program-program menarik guna mempertahankan minat masyarakat serta memperkuat peran museum sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya di Kota Pekalongan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Operasi Siaga Lebaran 2026, Bea Cukai dan Polri Bongkar Dua Upaya Penyelundupan Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta

Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta bongkar dua upaya penyelundupan narkotika jenis MDMA bercampur Kokain dalam bentuk bubuk dan Etomidate dalam pods vape di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Penindakan ini merupakan hasil operasi analisis risiko berkelanjutan dan sinergi lintas instansi yang terlaksana pada periode libur Idulfitri tahun 2026.

Penindakan pertama dilakukan menjelang Idulfitri, tepatnya pada Jumat (20/03) malam. Penumpang yang diamankan merupakan WNA pria berinisial CJ (39 tahun) yang tiba menggunakan penerbangan rute Techo International Airport Kamboja (KTI)-Jakarta (CGK). Penumpang tersebut diduga terlibat sebagai kurir narkotika dengan barang bukti berupa Narkotika golongan I jenis MDMA sebanyak 1.915 gram yang disembunyikan dalam dinding koper (false concealment) untuk mengelabuhi petugas pemeriksaan.

Selain penindakan tersebut, pada Selasa (24/03) sore, Bea Cukai Soekarno-Hatta kembali melakukan penindakan, kali ini terhadap paket yang diberitahukan sebagai mainan dengan tujuan Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam pemeriksaan terhadap paket tersebut, petugas menemukan adanya barang lain berupa pods vape berisi Narkotika golongan II jenis cairan etomidate sebanyak 8 (delapan) buah dengan modus salah pemberitahuan (false declaration). Sebagai tindak lanjut, Bea Cukai Soekarno-Hatta kembali bekerja sama dengan Satresnarkoba Polresta untuk pengembangan kasus, dan berhasil mengamankan 1 (satu) orang pria WNI berinisial JS (33 tahun) sebagai penerima paket barang kiriman tersebut.

Pengungkapan kasus ini bermula dari hasil analisis dan pemeriksaan oleh petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta selama periode libur Idulfitri tahun 2026. Dari hasil pengawasan diperoleh informasi berupa atensi terhadap penumpang dan barang kiriman tersebut. Berdasarkan hasil analisis intelijen dan profiling, keduanya kemudian ditetapkan sebagai target operasi.

Dengan kondisi tersebut, Bea Cukai Soekarno-Hatta kemudian memberikan atensi khusus terhadap penumpang dan paket barang kiriman. Dalam kesempatan yang berbeda, Tim Bea Cukai kemudian melakukan pemeriksaan mendalam terhadap keduanya, dan menemukan adanya unsur penyelundupan Narkotika. Selanjutnya, Bea Cukai Soekarno-Hatta pun berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta guna proses penyelidikan dan pengungkapan jaringan.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan wujud nyata komitmen pihaknya dalam menjaga pintu masuk negara dari peredaran narkotika yang berbahaya. “Setiap upaya penyelundupan narkotika yang berhasil kami cegah telah menyelamatkan generasi bangsa dari dampak destruktif narkoba. Ini bentuk perlindungan negara kepada masyarakat,” ujarnya

Dua penindakan ini diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 3.192 jiwa generasi bangsa dari bahaya narkotika. Saat ini, seluruh tersangka dan barang bukti telah diserahterimakan ke Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk pengembangan lebih lanjut. Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Hengky menyebutkan bahwa keberhasilan penindakan narkotika ini tidak lepas dari pemanfaatan data, analisis intelijen, pemeriksaan mendalam yang efektif dan kerja sama erat antar-instansi. “Kami akan terus memperkuat pengawasan berbasis analisis risiko dan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya untuk memastikan Indonesia tidak menjadi tujuan jaringan narkotika internasional,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Kemendes PDT Sukseskan Program Prioritas Nasional

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria menghadiri Apel Bersama di lingkungan Kemendes PDT dan Halalbilhalal Idul Fitri 1447 Hijriyah di Lapangan parkir Kantor Kemendes Kalibata, Senin (30/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Mendes Yandri mengajak keluarga besar Kemendes PDT untuk kembali melanjutkan pengbadian kepada Bangsa dan Negara setelah berlebaran Idul Fitri bersama Sanak Saudara di kampung halaman.

“Mari kita lanjutkan lagi kerja cerdas dan kerja ikhlas untuk memastikan program Presiden Prabowo Subianto dapat terlaksanan secara tuntas ke masyarakat,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Utamanya, kata Mendes Yandri, program yang kaitannya dengan Asta Cita ke enam yaitu Membanguna dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan. Pasalnya, jika Asta Cita ini sukses maka sejatinya kesuksesan bangsa ini.

Mendes Yandri mengajak seluruh Keluarga Besar Kemendes PDT untuk turut menyukseskan program strategis nasional yang menyasar desa seperti Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis.

“Mari kawal program ini untuk memberikan informasi yang jelas dan detail jika ada yang nyinyir dengan memaksimalkan media sosial agar program itu berjalan dengan baik,” kata mantan Ketua Komisi VIII DPR ini.

Mendes Yandri juga meminta seluruh keluarga Besar Kemendes PDT untuk lebih memahami dan mengetahui 12 Aksi Prioritas Nasional agar bisa berkontribusi untuk menyelesaikan persoalan pembangunan di desa.

Keluarga Besar Kemendes PDT juga diminta untuk terus lakukan kolaborasi dan kerjasama untuk menyukseskan program kerja Kemendes PDT.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin jika kami miliki kesalahan dan kekhilafan selama berinteraksi,” kata Mendes Yandri.

Setelah Apel, dilanjutkan dengan acara silaturahmi antara Mendes Yandri dan Wamendes Ariza dengan seluruh keluarga besar Kemendes PDT

Turut hadir dalam acara ini, Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Irjen Masyhudi, Penasehat DWP Eliza Sumarlin, Ketua DWP Kemendes Irma Yulia, Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemendes PDT.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Kaltim Pimpin Apel Pagi, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Kerja ASN Kaltim

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud memimpin apel pagi bersama seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Senin (30/03/26)

Apel yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kaltim tersebut diikuti oleh para pejabat struktural, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pimpinan Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemerintah Provinsi Kaltim.

Dalam amanatnya, Gubernur Kaltim menegaskan pentingnya menjaga tali silaturahmi dan mempererat persaudaraan, khususnya dalam suasana pasca Hari Idulfitri.

“Melalui momentum Idulfitri ini, saya mengajak kita semua untuk memperkuat silaturahmi, saling memaafkan, dan membangun kembali semangat kebersamaan dalam bekerja,” ujar Gubernur Kaltim.

Ia juga menekankan bahwa kekompakan dan komunikasi yang baik antar perangkat daerah menjadi kunci dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan responsif.

“Semangat kerja harus terus kita jaga. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, karena kehadiran kita sebagai ASN adalah untuk melayani dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.

Apel pagi tersebut dirangkai dengan kegiatan halal bihalal yang berlangsung penuh kehangatan. Seluruh peserta apel saling bersalaman sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk memperkuat sinergi antar perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Kaltim berharap, melalui kegiatan ini, seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat semakin solid, meningkatkan etos kerja, serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

“Harapan saya, kebersamaan yang terbangun hari ini tidak hanya berhenti di seremoni, tetapi benar-benar tercermin dalam kerja nyata, kolaborasi yang kuat, dan pelayanan publik yang semakin baik,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News