Beranda blog Halaman 4335

Hadiri Halal Bihalal IKA UB, Ma’ruf Amin Singgung Pengembangan Ekonomi Syariah

Hadiri Halal Bihalal IKA UB, Ma'ruf Amin Singgung Pengembangan Ekonomi Syariah

SuaraPemerintah.id – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menghadiri halal bihalal Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) yang berlangsung secara virtual. Menurutnya semua pihak harus tetap optimis Indonesia akan terus maju. Kemajuan tidak bisa diraih kalau bangsa tidak bersatu.

Dalam sambutannya di acara tersebut, Wapres mengucapkan Selamat Idul fitri 1442 H kepada seluruh peserta halal bihalal. Ditayangkan video secara virtual yang disaksikan di Jakarta, Sabtu, 22 Mei 2021.

“Pertama-tama saya ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri 1442 H,” ujar Wapres.

Wapres menyampaikan ibadah puasa ramadan merupakan madrasah/sekolah bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan manusia/hamba kepada Allah SWT (hablum minallah) dan keharmonisan antar-sesama manusia (hablumminannas).

“Oleh karena itu kita harus menjaga keseimbangan antara hak Allah, huququllah, dalam bentuk ibadah dan hak-hak manusia, huququnnas, dalam bentuk menjaga sikap, ucapan maupun tindakan yang tidak merugikan orang lain maupun alam, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Wapres.

Wapres menyampaikan dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai orang yang hanya peduli pada hak-hak antar sesama manusia saja, tapi melupakan hak Allah. Sebaliknya tidak jarang pula ditemui orang yang hanya peduli pada hak Allah saja, tapi kurang mempedulikan hak-hak sesama manusia.

“Bahkan tidak sedikit orang yang tidak memperdulikan kedua-duanya,” jelasnya.

Menurutnya, ibadah puasa merupakan pemenuhan hak Allah dan sekaligus mengasah umat Islam untuk memperkuat persaudaraan, kasih sayang dan tolong menolong satu sama lain sebagai perwujudan dari pemenuhan hak-hak sesama manusia.

Pelaksanaan ibadah puasa ramadan dan Idul fitri di tengah kondisi keprihatinan seperti saat ini, kata Wapres, merupakan momentum rohani untuk mengembangkan nilai-nilai luhur keagamaan yang membawa kepada kebaikan, perdamaian, toleransi, dan kemajuan peradaban.

Selain itu juga untuk merajut persaudaraan otentik yang berlandaskan semangat ukhuwah, baik ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), maupun ukhuwah insaniyah (persaudaraan antar sesama manusia) .

“Momentum bulan Syawal digunakan bagi umat muslim dan warga bangsa lain untuk semakin menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan. Bangsa Indonesia saat ini memerlukan energi kolektif yang besar berupa empati, kepedulian, solidaritas sosial, dan gotong-royong untuk bangkit dari krisis,” jelasnya.

Meskipun demikian, kata Wapres, semua pihak harus tetap optimis Indonesia akan terus maju. Kemajuan, kata dia, tidak bisa diraih kalau bangsa tidak bersatu.

“Jadikan persatuan, sikap moderat, dan kebersamaan sebagai modal terpenting untuk menjadikan Indonesia sebagai negara sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri bangsa, yakni negara yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur,” seru Wapres.

Dia mengatakan agenda keumatan yang paling penting saat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan.

Penguasaan ilmu pengetahuan merupakan prasyarat kesiapan untuk menghadapi perubahan agar peradaban menjadi lebih baik, sementara terciptanya kesejahteraan membuat kehidupan menjadi lebih berkualitas.

“Salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan adalah membangun perekonomian yang memungkinkan tercapainya kesejahteraan dan pemerataan diperoleh sekaligus,” terangnya.

Ekonomi syariah

Wapres menyampaikan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang dilakukan pemerintah saat ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan kedua hal tersebut. Negara-negara yang lain, menurutnya, sudah lebih dulu mengembangkannya, seperti di Inggris, Malaysia, dan negara di kawasan Timur Tengah.

Wapres menjabarkan, sekurangnya terdapat 4 fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang saat ini sedang diperjuangkan pemerintah yakni pengembangan produk halal, keuangan syariah, dana sosial syariah dan usaha syariah.

Wapres menekankan perlunya dipahami bahwa ekonomi dan keuangan syariah bersifat inklusif, tidak hanya untuk pemeluk agama Islam saja, tetapi semua golongan dan kelompok masyarakat.

Menurut Wapres, cita-cita dari seluruh upaya ini adalah mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi.

Selebihnya, jelas Wapres, pada situasi yang sulit seperti sekarang akibat pandemi, nilai-nilai mulia agama seperti solidaritas dan empati harus ditumbuhkan lebih kuat lagi.

“Inilah modal besar yang kita miliki sejak dahulu. Pemerintah sudah melakukan segala daya untuk memulihkan keadaan kesehatan, sosial, dan ekonomi. Tetapi, tanpa bantuan dan solidaritas dari warga negara mustahil hal ini bisa ditangani dengan cepat,” terangnya.

Wapres menyampaikan terdapat dua modal penting untuk segera keluar dari kesulitan saat ini.

Pertama, modal spiritual, di mana ujian dihadapi dengan usaha dan doa sehingga tidak akan melemahkan semangat.

Kedua, modal sosial, yakni ikatan persaudaraan dan solidaritas akan menguatkan karena disangga secara berjamaah.

Pada akhir sambutannya, Wapres menekankan halal bihalal sejatinya adalah semangat menegakkan ukhuwah, yaitu meninggikan persaudaraan dan kemanusiaan. Keduanya sangat dibutuhkan saat ini untuk bersama-sama mengatasi persoalan bangsa.

Dia berharap seluruh alumni Ikatan Keluarga Alumni Universitas Brawijaya menyumbangkan tenaga, waktu, dan pikiran untuk bersama-sama menghadapi masalah yang ada, sekaligus berkontribusi memajukan kesejahteraan masyarakat.

“Saya percaya dengan kapasitas dan komitmen para alumni Universitas Brawijaya,” ujarnya.

Wapres mengajak semua pihak bergandengan tangan sebagai saudara sebangsa dan setanah air dalam ikatan solidaritas yang kokoh.

“Insya Allah segala kesulitan lekas teratasi, serta kemajuan dan kesejahteraan akan segera dicapai. Semoga Allah SWT memberikan ‘inayah-Nya dan meridhoi semua ikhtiar yang kita lakukan. Amin ya robbal alamin,” ujarnya. (red/pen)

Bangun Pabrik Baru di Batang, Ketua DPD RI LaNyalla Sambut Baik Investasi Nestle Indonesia Sebesar 3,14 Triliun

Bangun Pabrik Baru di Batang, Ketua DPD RI LaNyalla Sambut Baik Investasi Nestle Indonesia Sebesar 3,14 Triliun

SuaraPemerintah.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattaliti menyambut baik investasi PT Nestle Indonesia yang akan membangun pabrik baru di kawasan industri Batang Industrial Park, Bandaraya, Batang, Jawa Tengah. PT Nestle Indonesia mengucurkan investasi sebesar 220 juta dolar AS atau setara Rp 3,14 triliun untuk membangun pabrik Bandaraya dan peningkatan kapasitas di tiga pabrik lainnya.

Hal ini diungkapkan oleh LaNyalla dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 22 Mei 2021. Menurut LaNyalla, pendirian pabrik akan membuka lapangan kerja dan memberikan kesempatan usaha baru di bidang pengembangan peternakan sapi perah bagi komunitas petani.

“Selain menyerap tenaga kerja, keberadaan pabrik menciptakan usaha baru seperti pemasok bahan baku susu segar dan bahan pendukung lainnya,” katanya.

Kapasitas produksi pabrik Bandaraya rencananya mencapai 775.000 ton per tahun dan akan mulai beroperasi tahun 2023. Sejauh ini, Nestle Indonesia telah membeli lebih dari 750 ribu liter susu segar dari 26 ribu peternak sapi perah yang tergabung di 42 koperasi susu dan kelompok peternak sapi perah. Semua itu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku susu segar di pabrik yang ada di Kejayan, Jatim.

Untuk pabrik baru di Batang, PT Nestle Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Pemkab Batang dalam mengembangkan kemitraan dengan calon peternak sapi perah dan kelompok peternak.

“Ini peluang yang harus dimanfaatkan pelaku usaha peternakan mengingat kebutuhan bahan baku susu akan sangat tinggi. Dinas Peternakan perlu membantu mempersiapkan usaha pengembangan sapi perah,” sambungnya.

Meski begitu, senator asal Jawa Timur itu mengingatkan agar usaha perkoperasian, peternakan sapi perah serta bahan baku pendukungnya perlu dipersiapkan dengan manajemen yang profesional baik sebagai kemitraan maupun pemasok biasa.

“Perlu adanya bantuan teknis dan keuangan dari produsen maupun instansi terkait untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi,” imbuh LaNyalla.

Pabrik baru yang akan dibangun di atas tanah seluas 19,8 hektare itu nantinya akan memproduksi produk susu cair Bear Brand dan minuman siap konsumsi Milo serta Nescafe.

“Kita apresiasi investasi seperti ini karena mendukung pembangunan ekonomi pedesaan. Selain itu penghidupan para peternak sapi perah akan lebih baik dengan terserapnya sebanyak mungkin bahan baku lokal,” pungkas LaNyalla. (red/pen)

Menteri KKP Pastikan Program Prioritas Peningkatan PNBP Lewat Skema Pasca Produksi

Menteri KKP Pastikan Program Prioritas Peningkatan PNBP Lewat Skema Pasca Produksi

SuaraPemerintah.id – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono memastikan program prioritas peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui skema pasca produksi, hasilnya akan digunakan seutuhnya untuk perbaikan subsektor perikanan tangkap secara nasional. Mulai dari kesejahteraan nelayan sampai perbaikan infrastruktur pelabuhan perikanan di seluruh Indonesia menjadi lebih modern dan higienis.

Hal ini sebagai bentuk respon terhadap penolakan para nelayan terhadap pemberlakuan pembayaran PNBP pasca produksi lantaran dianggap memberatkan nelayan.
Hal ini disampaikan Menteri Trenggono saat bertemu puluhan perwakilan nelayan Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Nelayan Sejahtera di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Mei 2021.
“Saya bisa memahami dan menyelami apa yang terjadi di benak bapak-bapak semua. Bukan hanya di Pati, tapi seluruh Indonesia,” ujar Menteri Trenggono membuka diskusi.
Menteri Trenggono menjelaskan, pembayaran PNBP Pasca Produksi sejauh ini belum diterapkan. Dia pun membeberkan hal-hal yang menjadi dasar program tersebut akhirnya dibentuk. Mulai dari data nilai produksi perikanan tangkap yang tidak sebanding dengan jumlah penerimaan negara, dimana setiap tahun mencapai ratusan triliun sementara yang diterima negara hanya ratusan miliar.
“Hasil peningkatan PNBP itu untuk membantu bapak-bapak nelayan sebagian, sebagian lagi untuk nelayan tradisional, dan sebagian lagi untuk infrastruktur dan teknologi. Melihat nelayan yang tidak maju, hati saya menangis,” tegasnya.
Menurutnya, bila nantinya program tersebut diterapkan maka tidak ada lagi pungutan untuk pengurusan izin kapal. Langkah ini juga menurutnya membantu para nelayan, sebab besaran PNBP sesuai dengan hasil tangkapan sehingga nelayan tidak rugi. Nelayan maupun ABK nantinya juga mendapat jaminan sosial meliputi asuransi kesehatan, kecelakaan hingga jaminan hari tua yang selama ini belum tersedia bagi para nelayan.
Sejalan dengan program prioritas ini juga, tata kelola subsektor perikanan tangkap turut diperbaiki. Seperti pengelolaan area penangkapan guna mengantisipasi terjadinya over-fishing dan penerapan teknologi di pelabuhan dan dalam kapal untuk menjamin adanya ikan hasil tangkapan serta keselamatan nelayan.
Prinsip ekonomi biru penting diterapkan sebagai jaminan proses produksi perikanan tidak mengancam keberlanjutan ekosistem perikanan. Dengan demikian, kegiatan ekonomi di dalamnya juga berjalan berkesinambungan. Penerapan prinsip ini juga meningkatkan daya tawar hasil perikanan Indonesia di pasar dunia.
“Saya minta seluruh pelabuhan perikanan di bawah KKP menjadi pelabuhan yang bersih, dan nelayannya nyaman, menggunakan sepatu boot, seragam bagus. Ini yang jadi pikiran kita. Melalui program prioritas harapannya ikan-ikan dari Indonesia bisa merajai pasar dunia karena proses penangkapannya yang bisa ditelusuri dan kualitasnya yang baik,” tegasnya.
Mendengar penjelasan Menteri Trenggono, para nelayan akhirnya menyambut baik program prioritas tersebut. Mereka bahkan siap melakukan diskusi lebih lanjut dengan kementerian untuk mengulas implementasi pembayaran PNBP pasca produksi.
“Kami sampaikan terima kasih bahwa ternyata Pak Menteri bisa menerima apa yang kita keluhkan. Kalau dari tujuannya (program prioritas) sangat mulia. Cuma nanti kita harus bicarakan lebih lanjut mengenai pengenaannya. Seperti yang kami sampaikan supaya penuh keadilan bahwa satu sumber daya ikan itu kalau ingin dikenakan ya harus dikenakan semua. Kalau tujuannya sepakat, untuk kesejahteraan masyarakat nelayan,” aku Wakil Ketua Mitra Nelayan Sejahtera, Siswo Purnomo.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Plt. Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini. Ini merupakan diskusi kedua kalinya, setelah sebelumnya nelayan melakukan pertemuan dengan Plt. Dirjen Perikanan Tangkap. (red/pen)

PT PP Dukung Pembangunan Pabrik Kaca Korea Selatan di KIT Batang

PT PP Dukung Pembangunan Pabrik Kaca Korea Selatan di KIT Batang

SuaraPemerintah.id – PT PP (Persero) Tbk, BUMN konstruksi dan investasi, mendukung pembangunan pabrik kaca asal Korea Selatan, KCC Glass Corporation, di Kawasan Industri Terpadu/KIT Batang, Jawa Tengah, mengingat akan memberikan banyak dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Pembangunan pabrik pertama di KIT Batang tersebut ditandai dengan dilakukannya prosesi peletakan batu pertama bertempat di lokasi pembangunan.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 22 Mei 2021.

“Perseroan sangat mengapresiasi dan senang atas hadirnya tenant pertama di KIT Batang, yaitu KCC Glass Corporation. Kami berharap dengan dilakukannya peletakan batu pertama pembangunan pabrik tenant pertama ini akan menjadi pemicu bagi para investor besar baik asing maupun domestik untuk memutuskan berinvestasi di KIT Batang,” katanya.

Dalam acara tersebut antara lain dihadiri oleh Menteri Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PTPP Novel Arsyad, Direktur Strategi Korporasi & HCM PTPP Yul Ari Pramuraharjo, CEO KCC Glass Corporation Kim Nae Hoan, Direktur Utama KCC Glass Indonesia Lee Young Min, Repubilc of Korea Ambassador Park Tae-Sung, Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Bupati Batang Wihaji.

Arsyad mengatakan, PT PP sebagai anggota konsorsium juga sebagai kontraktor nasional terbesar dan terbaik saat ini siap bermitra dengan KCC Glass Corp dalam pembangunan pabrik dengan kualitas terbaik.

Dia yakin kehadiran KCC Glass di KIT Batang tentunya selain akan membawa dampak yang positif bagi perekonomian dan harapan dalam membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kerjasama yg lebih luas antara Indonesia-Korea bagi masyarakat Batang, Jawa Tengah khususnya dan masyarakat Indonesia secara luas.

“Dengan adanya peletakan batu pertama pembangunan pabrik KCC Glass Corp ini bagi kami tidak saja sebagai simbol mulainya pembangunan industri KCC Glass, tapi juga sebagai simbol undangan kepada sejumlah investor lain untuk segera mengikuti jejak perusahaan Korsel tersebut,” ujar Novel Arsyad.

KCC Glass Corporation merupakan produsen kaca terbesar di Asia Tenggara yang berasal dari negara Korea Selatan. Perusahaan tersebut akan menempati lahan seluas 49 hektar dengan nilai investasi sekitar Rp5 triliun. Proses pembangunan pabrik tersebut direncanakan akan selesai pada tahun 2023 dan mulai beroperasi pada tahun 2024.

Sebelumnya, KCC Glass Corporation telah memiliki 2 pabrik untuk memproduksi kaca yang berlokasi di Yeoju dan Jeonui, Korea Selatan. Dalam catatn Kementerian Investasi/BKPM, Korea Selatan berada pada peringkat 3 negara asal realisasi investasi di Triwulan I tahun 2021 dengan total nilai investasi 0,9 miliar dolar AS yang berasal dari 1.220 proyek.

Proyek pembangunan KIT Batang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digagas oleh Pemerintah yang bertujuan mendorong penguatan sektor industri di Indonesia. Oleh karena itu, Perseroan selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan geliat perekonomian di Indonesia.

KIT Batang terletak di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah yang memiliki total luas lahan untuk dikembangkan seluas 4.300 hektar. Pembangunan KIT Batang dibagi menjadi 3 kluster, yaitu Kluster I seluas 3.100 hektare, Kluster II seluas 800 hektare, dan Kluster III seluas 400 hektare.

KIT Batang merupakan salah satu kawasan pilihan yang ditawarkan dapat menjadi sentra industri baru dimana dengan dibukanya kawasan tersebut diharapkan dapat mendatangkan para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. (red/pen)

Pertamina Dorong UKM Bangkit dari Pandemi dengan Program Kemitraan

Pertamina Dorong UKM Bangkit dari Pandemi dengan Program Kemitraan

SuaraPemerintah.id – PT Pertamina (Persero) terus mendorong usaha kecil menengah (UKM) di bawah naungan program kemitraan BUMN tersebut untuk bangkit dari masa pandemi COVID-19 yang berdampak pada kondisi ekonomi. Kolaborasi banyak pihak saat ini diperlukan agar dapat menemukan jalan keluar dari kesulitan ekonomi di masa pandemi ini, salah satunya kolaborasi melalui program kemitraan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Unit Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan dalam keterangannya di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 22 Mei 2021.

“UKM pasti punya pekerja dan keluarga yang harus mereka nafkahi, sehingga penting untuk memberi perhatian pada UKM-UKM agar terus tumbuh dan berkembang yang akan berujung pada peningkatan kesejahteraan,” kata Eko.

Menurut Eko, melalui program kemitraan ini Pertamina ingin menghadirkan energi yang menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya dunia usaha kecil dan menengah.

Selain itu, program kemitraan itu sebagai wujud implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs poin ke delapan, yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Yana Suryana, pemilik usaha Yansurbaby yang memproduksi aneka baju bayi mengaku banyak mengalami pasang surut dalam menjalankan bisnisnya. Sejak didirikan pada tahun 1992, usahanya telah mengalami tiga kali masa krisis ekonomi pada 1998, 2008, dan 2020 lalu.

“Krisis pada tahun 2020 lalu akibat pandemi COVID-19 paling berpengaruh pada usaha saya, bahkan sampai sempat vakum produksi selama tiga bulan. Alhamdulillah, ada pinjaman modal usaha dari Pertamina. Akhirnya usaha saya bisa bangkit lagi,” kata Yana.

Selain pinjaman modal usaha, Pertamina juga menurutnya memberikan banyak pendampingan dan pelatihan terkait pemasaran produk.

“Ilmu yang saya dapat langsung diaplikasikan dan dampaknya cukup besar, usaha saya mulai stabil kembali,” kata dia.

Kini usaha yang berbasis di Jalan Slamet, Kota Bandung, Jawa Barat, itu banyak mengalami perubahan positif. Mulai dari kapasitas produksi yang meningkat hingga 150 persen, yang semula 1.000 lusin per bulan kini bisa mencapai 2.500 lusin setiap bulan.

Untuk bisa memproduksi dengan jumlah tersebut, Yana memberdayakan 16 orang yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga untuk membantunya. Setiap bulan ia mendapat omzet sekitar Rp175 juta.

“Produk kami terbuat dari bahan yang telah diuji oleh BSN dan telah memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pakaian bayi sehingga nyaman dan aman bagi buah hati anda,” katanya. (red/pen)

Vaksinasi 500 Seniman, Nadiem Optimis Sektor Seni dan Budaya Bangkit Kembali

Vaksinasi kedua 500 Seniman, Nadiem Optimis Sektor Seni dan Budaya Bangkit Kembali

SuaraPemerintah.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengaku optimistis sektor seni dan budaya kembali bangkit melalui vaksinasi COVID-19 bagi seniman dan budayawan. Sebanyak 500 seniman dan budayawan telah diberikan vaksinasi dosis kedua di Kantor Kemendikbud, Jakarta, pada Kamis (20/5).

Pemberian vaksinasi disaksikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dengan didampingi oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid. Hal ini diungkapkan oleh Mendikbudristek dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu, 22 Mei 2021.

“Siapa lagi yang menjadi garda depan daripada identitas kita? Daripada sejarah kita? Daripada kreativitas kita? Daripada seniman dan budayawan se-Nusantara? Jadi, di masa-masa yang sulit seperti ini, budaya kita, kreativitas dari bangsalah yang akan meningkatkan perasaan optimisme kita, meningkatkan kemampuan kita mengekspresikan emosi kita, dan perasaan kita,” ujarnya.

Nadiem menambahkan Kemendikbudristek didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan ingin memberikan rasa aman kepada pelaku seni dan budaya untuk meningkatkan kreatifitas budayanya di masa pandemi COVID-19.

Mendikbudristek optimistis setelah pemberian vaksin dosis kedua ini, sektor seni dan budaya akan bangkit dari pandemi COVID-19.

“Tadi waktu saya berdiskusi dengan mereka (pelaku seni dan budaya), banyak yang mengaku merasa sangat lega dan lebih nyaman melakukan aktivitas budayanya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujar Nadiem.

Selain berbagai macam bentuk bantuan baik bantuan finansial, bantuan proyek, maupun bantuan vaksinasi bagi para seniman dan budayawan, Kemendikbudristek juga sedang merancang beberapa rencana untuk memastikan kehadiran dari pemerintah untuk menyediakan platform-platform pendukung berkarya dan membantu mendistribusikan, memasarkan hasil karya seniman-seniman Indonesia.

Nadiem menyampaikan harapannya agar meski telah divaksinasi, para pegiat seni dan budaya harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

“Ada berbagai macam kegiatan lain yang akan menjadi fokus, salah satunya adalah Festival Jalur Rempah yang akan kita lakukan di berbagai daerah, itu menjadi salah satu fokus kita. Sekali lagi dengan protokol kesehatan yang yang sangat ketat,” pesan Nadiem.

Senada dengan Mendikbudristek, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengungkapkan pentingnya vaksinasi kepada pada seniman dan budayawan.

“Seniman dan budayawan kita berdiri di garis depan pemajuan kebudayaan. Vaksinasi adalah upaya memberikan pelindungan agar dapat menjalankan tugas dan kegiatan dengan baik. Sehingga mereka dapat menjalankan tugas dan kegiatan memajukan kebudayaan itu dengan baik,” kata Hilmar.

Pada pemberian vaksin tahap kedua ini, para seniman dan budayawan dibagi menjadi dua kloter yaitu kloter pertama pada pukul 08.00 hingga 11.30 WIB dan kloter kedua pada pukul 13.00 s.d. 16.00 WIB dengan masing-masing 220 orang.

Salah satu pelaku seni yang diberikan vaksin pada tahap kedua adalah Lies Hartono yang lebih dikenal sebagai Cak Lontong. Komedian ini berharap pada momen Hari Kebangkitan Nasional ini, para seniman dan budayawan bisa berjalan bersama menghadapi pandemi melalui vaksinasi Covid-19.

“Ini (pemberian vaksin) bikin jadi lebih optimis, lebih percaya diri dan mudah-mudahan ini bisa menjadi yang terbaik bagi kita semua, bangkit untuk bersama,” tutur Cak Lontong.

Selanjutnya, musisi Jubing Kristianto merasa beruntung telah mendapatkan kesempatan diberi vaksin hingga dosis kedua sehingga lebih percaya diri dalam melakukan seni budaya.

“Saya berharap memiliki lebih kepercayaan diri dalam melakukan aktivitas. Sekarang lebih tenang,” kata Jubing.

Jubing Kristianto mengajak para seniman untuk segera dilakukan vaksin COVID-19.

“Untuk para seniman yang paling penting sekarang adalah jangan takut divaksinasi karena ini akan melancarkan lagi pekerjaan-pekerjaan ke depannya untuk lebih percaya diri,” ajak Jubing.

Senada dengan itu, pelaku budaya Dewi Alibasa mengimbau kepada para pekerja seni untuk tidak takut divaksin.

“Untuk pekerja seni, tidak usah khawatir, tidak usah takut dengan vaksin karena memang cukup membantu, meskipun tidak 100 persen. Kedepannya kita berharap agar COVID-19,” kata Dewi. (red/pen)

BGR Logistics Hadirkan Aplikasi Warung Pangan Grosir dan WP Mart Bantu Daya Saing UMKM

BGR Logistics Hadirkan Aplikasi Warung Pangan Grosir dan WP Mart Bantu Daya Saing UMKM

SuaraPemerintah.id – PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics sebagai BUMN yang bergerak di bidang logistik menghadirkan aplikasi Warung Pangan atau WP Grosir untuk membantu pelaku UMKM dan masyarakat yang akan memulai usaha warung kelontong. BGR Logistics juga mengembangkan Warung Pangan menjadi Warung Pangan (WP) Mart yang bertujuan untuk membantu UMKM dan pemilik warung memiliki daya saing.

Hal ini dikatakan oleh VP Corporate Secretary Rifanny Sari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, 21 Mei 2021.

“BGR Logistics kini memiliki aplikasi WP Grosir yang bertujuan untuk UMKM dan masyarakat luas yang akan memulai usaha warung kelontong dapat penuhi stok produk pangannya secara grosir melalui WP Grosir,” ujarnya.

Menurut Riffany, produk-produk pangan yang tersedia di aplikasi WP Grosir merupakan produk-produk unggulan dari BUMN Klaster Pangan seperti RNI, Berdikari, Perindo, Perinus, PPI, Sang Hyang Seri, dan Garam dan menyerap langsung dari produk-produk Petani, Nelayan, dan Peternak.

“Bagi UMKM maupun masyarakat yang berbelanja di WP Grosir bebas ongkos kirim dan produk pangan yang sudah dibeli akan diantar sampai rumah maupun lokasi usaha warung UMKM & Masyarakat oleh BGR Logistics,” katanya.

Saat ini aplikasi WP Grosir sudah dapat didownload melalui playstore oleh UMKM atau masyarakat di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Sidoarjo, Surabaya dan Pangkal Pinang.

WP Grosir ini merupakan aplikasi pendukung Warung Pangan yang sama-sama memiliki tujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.

Warung Pangan merupakan besutan BGR Logistics yang telah memiliki lebih dari 22.000 warung menjadi Mitra Warung Pangan yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Sidoarjo, Surabaya dan Pangkal Pinang.

Di mana BGR Logistics juga mengembangkan Warung Pangan yang kemudian menjadi Warung Pangan (WP) Mart. Tujuannya tak lain untuk membantu UMKM dan pemilik warung semakin memiliki daya saing.

Bersama Kementerian Koperasi & UKM dan Kementerian BUMN, BGR Logistics melalui aplikasi Warung Pangan dan Warung Pangan Mart membantu UMKM dan Pemilik Usaha Warung untuk bangkit, pasalnya sektor UMKM di Indonesia memiliki sumbangsih dengan prosentase besar bagi perekonomian Indonesia. (red/pen)

PT PP Lakukan Proses Topping Off Ceremony Proyek Maritime Tower Bernilai 706 Miliar

PT PP Lakukan Proses Topping Off Ceremony Proyek Maritime Tower Bernilai 706 Miliar

SuaraPemerintah.id – PT PP (Persero) Tbk, BUMN konstruksi dan investasi, melakukan proses topping off (pemasangan atau penutupan atap bangunan sebagai tanda berakhirnya proses konstruksi) pembangunan proyek Maritime Tower bernilai kontrak Rp706 miliar. Proyek pembangunan Maritime Tower yang berlokasi di Jakarta ini ditargetkan dapat selesai pada bulan Kuartal III tahun 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Operasi 1 PT PP (Persero) Anton Satyo Hendriatmo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 21 Mei 2021.

“Topping off ceremony ini merupakan tonggak penting dari sebuah tahapan pembangunan bangunan tinggi dimana pekerjaan struktur utama telah diselesaikan dengan baik tanpa adanya kecelakaan,” katanya.

Adapun lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Perseroan, antara lain pekerjaan perencanaan, perijinan, persiapan, pekerjaan landscape, pekerjaan struktur, pekerjaan baja, pekerjaan arsitektur, pekerjaan Mechanical, Electrical & Plumbing (MEP).

Proyek pembangunan Maritime Tower ini terdiri dari 1 (satu) lantai basement, 6 lantai komersial & parkir, dan 24 lantai tower. Sampai dengan awal Mei 2021, progres pembangunan proyek Martime Tower telah mencapai 78,31 persen.

Bangunan ini juga memenuhi standar green building yang telah disertifikasi oleh lembaga Green Building Council Indonesia (GBCI) dengan peringkat Gold. Bentuk bangunan Maritime Tower memiliki konsep transformasi seperti bentuk kapal phinisi yang menjadi ciri khas tersendiri di lingkungan perkantoran dan komersial di Jakarta Utara.

Pembangunan proyek Maritime Tower ini menggunakan inovasi Dinding Penahan Tanah (DPT) Berlin Wall yang terbuat dari baja IWF 250.125 dan dikombinasikan dengan hollow 50.50 yang berfungsi sebagai rangka perkuatan yang menopang panel beton. Metode DPT ini dilakukan untuk melindungi galian di area GWT/STP dengan material-material alternatif selain sheet pile baja/beton dengan harapan, pemasangannya tidak menimbulkan getaran yang dapat menggangu warga sekitar.

Pembuatan DPT ini dapat meningkatkan biaya efisiensi sekitar 50 persen dari penggunaan sheet pile baja. Pelaksanaan proyek ini mengimplementasikan BIM dan mengedepankan performance quality serta performance HSE dalam setiap proses pembangunannya.

Dikatakan, dengan tantangan atas situasi pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia salah satunya di Indonesia, perseroan sebagai salah satu perusahaan kontraktor terbaik terus menerapkan dan meningkatkan protokol kesehatan yang ketat untuk setiap proses pelaksanaan proyeknya.

Dengan penerapan protokol kesehatan yang baik dan ketat, perseroan membuktikan bahwa proyek yang dikerjakan masih bisa berjalan dengan baik dan normal. (red/pen)

Pemkab Banjarnegara Bangga, Dawet Ayu Menang API 2020 sebagai Minuman Tradisional Terpopuler

Pemkab Banjarnegara Bangga, Dawet Ayu Menang API 2020 sebagai Minuman Tradisional Terpopuler

SuaraPemerintah.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara, Jawa Tengah menginformasikan bahwa minuman Dawet Ayu asal wilayah setempat telah memenangkan Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2020 sebagai minuman tradisional terpopuler. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan seluruh masyarakat Banjarnegara merasa bangga akan anugerah yang telah diraih.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Banjarnegara Agung Yusianto ketika dihubungi dari Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat, 21 Mei 2021.

“Alhamdulillah dawet ayu memenangkan API 2020, ini membuktikan Dawet Ayu sebagai produk asli Banjarnegara dicintai dan diakui cita rasanya oleh masyarakat Indonesia,” katanya.

Pihaknya menjelaskan bahwa malam penganugerahan telah berlangsung di Hotel Inaya Bay Komodo, Nusa Tenggara Timur pada Kamis (20/5) malam. Dia juga mengatakan Dawet Ayu bukan hanya memenangkan anugerah sebagai minuman tradisional terpopuler namun juga sebagai juara favorit.

“Semoga ini dapat menjadi inspirasi para pelaku kuliner, UMKM dan ekonomi kreatif di Banjarnegara,” katanya.

Pemkab Banjarnegara, kata dia, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Banjarnegara atas doa dan dukungan yang selama ini telah diberikan.

“Semoga ini dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata di Banjarnegara dan mendorong semua pihak di Banjarnegara untuk terus menggali budaya lokal dan makin bersemangat dalam berinovasi dan berkreasi,” katanya.

Dia juga menambahkan bahwa Dawet Ayu berhasil memperoleh anugerah setelah bersaing dengan sembilan nomine dari seluruh nusantara.

“Dalam ajang bergengsi yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu, Dawet Ayu Banjarnegara bersaing dengan sembilan nomine dari seluruh nusantara,” katanya.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan seluruh masyarakat Banjarnegara merasa bangga akan anugerah yang telah diraih.

Sementara itu, seperti diwartakan sebelumnya Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan bahwa Dawet Ayu yang terbuat dari bahan alami seperti tepung beras, tepung tapioka, santan, kelapa dan gula aren tersebut merupakan salah satu minuman tradisional asli Banjarnegara.

Bupati menambahkan bahwa Dawet Ayu selama ini juga telah menjadi salah satu ikon pariwisata di Kabupaten Banjarnegara.

“Dawet Ayu telah menjadi ikon wisata kuliner atau minuman khas di Banjarnegara. Sehingga penting untuk terus disosialisasikan baik secara konvensional maupun secara digital dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang ada, katanya.

Bupati berharap pada masa yang akan datang Dawet Ayu akan makin terkenal dan makin digemari oleh seluruh masyarakat Indonesia. (red/pen)

Terima Kunjungan DEN, Nadiem Tekankan Penguatan Roadmap Transisi Energi Indonesia

Terima Kunjungan DEN, Nadiem Tekankan Penguatan Roadmap Transisi Energi Indonesia

SuaraPemerintah.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, selaku Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari unsur pemerintah, menerima kunjungan kerja Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan. Kunjungan kerja APK DEN tersebut bertujuan mendapatkan masukan penyempurnaan Rencana Strategis (Renstra) DEN 2021-2025, khususnya kebijakan lintas sektoral Kemendikbudristek dalam mencapai target bauran energi nasional.

Keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, 22 Mei 2021, dalam sambutannya, Mendikbudristek mengatakan dukungannya untuk bekerja sama dengan DEN dan menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo terkait riset dan teknologi yaitu fokus pada green economy, agrikultur, dan digital economy, yang dalam hal ini energi menjadi intinya.

Selain itu, menurut Mas Menteri, panggilan Menteri Nadiem, pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan diharapkan dapat memitigasi perubahan iklim yang mengakibatkan katastropik pangan dan jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak lebih parah dari COVID-19.

Sementara itu, Satya Widya Yudha, Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan (APK), mengapresiasi pemikiran Mendikbudristek tersebut.

“Mas Nadiem meminta DEN mampu menelurkan hal yang spesifik dan mudah diterapkan seperti mengalihkan hasil dari pajak karbon dan subsidi yang tidak tepat sasaran, sehingga membuat PT PLN (Persero) bisa membeli listrik dari EBT dengan harga kompetitif, insentif untuk mobil listrik, adanya anggaran investasi untuk meng-upgrade transmission grid agar masyarakat bisa berpartisipasi dalam grid secara langsung tanpa baterai, riset untuk substitusi impor panel surya atau EBT lainnya, dan membangun sistem kredit karbon lewat pajak karbon,” katanya.

Satya melanjutkan bahwa Indonesia harus mampu membuat roadmap transisi energi dengan memaksimalkan sumber daya alam yang dimiliki tetapi dengan metode rendah karbon, karena Indonesia mempunyai energi fosil dan energi baru terbarukan (EBT).

Selain perkenalan APK DEN, pada kunjungan kerja itu juga dipaparkan Renstra DEN 2021-2025 kepada Mendikbudristek.

Draf Renstra DEN Tahun 2021-2025 adalah pendahuluan yakni kondisi energi global dan nasional, dilanjutkan visi, misi, tujuan, sasaran strategis dan arah kebijakan, strategi, kerangka regulasi, penguatan kelembagaan termasuk pengawasan, kerja sama internasional, dukungan pembiayaan, serta program kerja tahunan dan pendanaan periode 2021-2025.

Sementara itu, program kerja DEN pada 2021 antara lain peningkatan ketahanan menuju kemandirian dan kedaulatan energi Indonesia, menetapkan dan memastikan daerah potensi rawan krisis dan darurat energi, dan kajian dan pendalaman tentang cadangan penyangga energi.

Mas Menteri berharap DEN dapat memfokuskan permasalahan besar yang menjadi perhatian dunia seperti kepatuhan terhadap kecenderungan global tentang penerapan ekonomi hijau dan green energy, serta menyubstitusi harga agar EBT sesuai keekonomian.

Menteri Nadiem menutup pertemuan itu dengan menyampaikan perlunya financial incentive untuk mendorong pengembangan EBT, fokus pada riset terkait substitusi impor panel surya dan baterai, serta menyiapkan pengaturan sistem kredit karbon.

Pertemuan melalui konferensi video itu dihadiri Anggota DEN dari pemangku kepentingan yaitu Agus Puji Prasetyono, Musri, Satya Widya Yudha, Herman Darnel Ibrahim, Daryatmo Mardiyanto, Eri Purnomohadi, As Natio Lasman, dan Yusra Khan.

Selain itu, hadir pula Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Nizam, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Yunus Saefulhak, dan Kepala Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi Mustika Pertiwi. (red/pen)