Beranda blog Halaman 4410

Makin Populer di Kategori Kunci dan Handle Pintu, DEKKSON Raih Indonesia Digital Popular Brand Award 2021

DEKKSON Raih Penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2021, Kamis (25/3).

SuaraPemerintah.id – Di bawah payung PT Fajar Lestari Sejari, brand DEKKSON menghadirkan ribuan item produk kunci dan handle pintu yang unik dan berkualitas. Menggunakan motto ‘Quality is the Key’, brand DEKKSON semakin populer dan dipercaya masyarakat Indonesia, baik di ranah online maupun offline. Popularitas brand DEKKSON makin diakui dengan diraihnya penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2021.

Indonesia Digital Popular Brand Award merupakan penghargaan terhadap brand yang berhasil membangun popularitas dan meningkatkan aktivitas brand melalui media digital, sehingga lebih unggul dan populer dibandingkan brand lain.

Diselanggarakan oleh INFOBRAND.ID berkolaborasi dengan TRAS N CO Indonesia, dan IMFocus (Certified Google Partner), penghargaan tersebut menjadi ajang bergengsi yang dilakukan rutin setiap tahun.

Para peraih Indonesia Digital Popular Brand Award 2021 merupakan brand hasil survei yang dilakukan selama periode Desember 2020 hingga Februari 2021 terhadap 150 kategori produk dan lebih dari 1000 brand di Indonesia.

Tiga parameter yang dijadikan penilaian dalam survei tersebut yaitu Search Engine Based, Social Media Based dan Website Based.

Tri Raharjo, CEO TRAS N CO Indonesia mengatakan, berbagai aktivitas digital yang dilakukan sejumlah brand tersebut menjadi poin penting, bahwa semakin meningkatnya aktivitas digital di kalangan masyarakat menuntut sebuah brand untuk hadir di ranah digital, dan melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan brand awarenes di ranah digital.

“Kuncinya adalah brand harus beradaptasi dengan melakukan promosi di ranah digital, kreatif dalam membuat konten, dan mengembangkan teknologi untuk mempermudah dalam melayani customer,” kata Tri.

Penyerahaan penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2021 dilakukan secara virtual pada Kamis (25/3). Brand DEKKSON menjadi salah satu peraih penghargaan tersebut karena dinilai telah berhasil memaksimalkan branding di ranah digital.

Memulai bisnisnya pada tahun 1994, produsen dan pemasok perangkat keras arsitektur properti ini menyediakan beragam produk kunci dan aksesori dengan desain yang estetis dan kualitas yang dapat diandalkan. Berkomitmen pada motto ‘Quality is the Key’, brand yang satu ini juga menawarkan layanan purna jual terbaik untuk menjamin kepuasan pelanggan.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, popularitas brand DEKKSON semakin melejit. Didukung dengan lebih dari 20 ribu ulasan di Google Indonesia, dan lebih dari 15 ribu pengikut halaman Facebook, membuat namanya semakin dikenal masyarakat baik di ranah offline maupun digital.

Marketing Director PT Fajar Lestari Sejati Lucky Nugroho mengungkapkan, awalnya DEKKSON tidak mengira bahwa perkembangan teknologi informasi digital meningkat dengan cepat dan sigfinikan. Perkembangan teknologi digital memaksa DEKKSON untuk beradaptasi dan berinovasi agar tetap bisa menjadi market leader di kategori produk kunci dan handle pintu.

“Kami mengira perkembangan digital akan masif terjadi di tahun 2025. Ternyata karena munculnya pandemi, teknologi informasi digital semakin meningkat dengan cepat. DEKKSON kemudian mengambil langkah serius untuk beradaptasi dengan tranformasi pasar yang terjadi di ranah digital. Kami ingin DEKKSON tetap menjadi market leader baik di ranah online maupun offline,” ungkap Lucky.

Tidak hanya dalam hal branding, digitalisasi juga dilakukan terhadap berbagai produk DEKKSON. Lucky menjelaskan bahwa DEKKSON tidak ingin tertinggal dengan kemajuan teknologi. Meskipun DEKKSON sendiri saat ini telah memiliki 4 ribu lebih item produk, namun DEKKSON akan terus berinovasi meluncurkan produk-produk terbaru, terutama produk yang menggunakan teknologi digital.

“Di luar negeri sudah berkembang produk-produk dengan teknologi digital yang canggih. DEKKSON juga sudah sampai di situ. Kita akan kembangkan smart lock dengan item yang beragam dan tentunya dengan teknologi yang canggih,” jelas Lucky.

 

Bangkitkan Pariwisata Jawa Tengah, Kempupera Rehabilitasi 3 Cagar Budaya

SuaraPemerintah.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melakukan penataan terhadap tiga kawasan cagar budaya di Jawa Tengah (Jateng) dalam rangka mendukung pelestarian bangunan bersejarah.

“Konsep penataan kawasan disesuaikan dengan fungsi kota sebagai kota tujuan wisata dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan Pemerintah Daerah,” kata Menpupera Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (28/3/2021).

Pemerintah meyakini dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan Pandemi Covid-19, salah satu sektor ekonomi utama yang dapat rebound atau pulih dengan cepat adalah sektor pariwisata.

Oleh karena itu guna mendukung pemulihan sektor pariwisata, Kempupera melakukan penataan tiga kawasan pusaka atau kawasan cagar budaya di Jawa Tengah.

Ketiga kawasan pusaka di Jawa Tengah yang dilakukan penataan oleh Kempupera melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah Keraton Mangkunegaran di Kota Surakarta, Alun-alun Lasem di Kabupaten Rembang dan Masjid Raya Baiturrahman di Kota Semarang.

Penataan Kawasan Pusaka Keraton Mangkunegaran meliputi penataan Bangunan Prangwedanan, Bangunan Ndalem Ageng dan Pringgitan, Bangunan Rekso Pustoko dan lansekap. Kegiatan ini dilaksanakan dengan anggaran Rp 18 miliar.

Kawasan pusaka kedua yang dilakukan penataan terletak di Alun-alun Lasem Kabupaten Rembang. Luas kawasan yang dilakukan penataan sekitar 10.000 m2 yang meliputi pekerjaan kawasan Alun-alun Lasem, pekerjaan bangunan pasar, pekerjaan lansekap kawasan Masjid Jami dan penataan kawasan Karangturi, Kauman dan Jatigoro.

Anggaran penataan ini sebesar Rp114,6 miliar yang dilaksanakan secara multiyears contract (MYC) 2021-2022.

“Kita akan merehabilitasi kota-kota lama, setelah Kota Lama Semarang sekarang bersama para arsitek kami akan merehabilitasi Kota Pusaka Lasem. Lasem akan menjadi kota budaya dan menjadi simbol kebinekaan di Indonesia. Rehabilitasi akan kita mulai pada TA 2021,” ujar Menteri Basuki.

Kawasan pusaka ketiga di Jawa Tengah yang dilakukan Penataan adalah Masjid Raya Baiturrahman yang sudah berdiri sejak 1974.

Penataan akan dilakukan di lahan seluas 11.765 meter persegi yang melingkupi pekerjaan perkuatan struktur masjid, pekerjaan bangunan masjid, pekerjaan lansekap kawasan masjid, pekerjaan menara masjid, pekerjaan basement parkir dan pekerjaan mechanical, electrical, plumbing (MEP). Anggaran untuk penataan kawasan ini sebesar Rp 106,7 miliar yang dilaksanakan secara MYC 2021-2022.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kementerian PUPR karena masjid kebanggaan warga Semarang ini akan dilakukan perbaikan dan rehabilitasi.

“Alhamdulillah masjid sudah didesain dan kami sudah bicara dengan Menpupera. Kalau itu bisa dilakukan secara simultan mudah-mudahan dua tahun. Kita menyampaikan terima kasih kepada Menpupera yang beberapa waktu lalu menghubungi saya, ingin memperbaiki Masjid Raya Baiturrahman,” ujar Ganjar.

Selain mengembalikan keutuhan bangunan gedung cagar budaya, penataan kawasan pusaka ini bermanfaat agar kawasan terlihat lebih cantik, rapi dan bersih. Setelah ketiga kawasan tersebut selesai ditata, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga memajukan perekonomian lokal.

Inovasi KKP Tingkatkan Produktivitas Nelayan Lewat API Ramah Lingkungan Berjenis Bubu Lipat

Inovasi KKP Tingkatkan Produktivitas Nelayan Lewat API Ramah Lingkungan Berjenis Bubu Lipat

SuaraPemerintah.id – Penangkapan ikan ramah lingkungan terus dikampanyekan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di seluruh pelosok Indonesia. Selain untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan juga keberlanjutan sumber daya ikan.

Salah satu upayanya dengan inovasi alat penangkapan ikan (API) ramah lingkungan berjenis bubu lipat hasil perekayasaan Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT). Selain ukurannya yang besar, keistimewaan lain adalah dapat dilipat, lebih ringkas dan mudah digunakan oleh nelayan.

Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zaini mengatakan banyak nelayan masih menggunakan bubu secara tradisional yang terbuat dari bilah bambu. Meskipun ramah lingkungan, ukurannya yang besar menjadi kendala tersendiri bagi nelayan, selain itu juga dari sisi umur teknis tidak tahan lama.

“Kita terus kenalkan bubu lipat hasil perekayasaan BBPI Semarang ini untuk meningkatkan produktivitas nelayan. Kita berikan nelayan bimbingan teknis agar bisa membuat dan merakitnya sendiri hingga perawatannya,” ujarnya usai peresmian kampung nelayan maju Desa Suak Gual, Kabupaten Belitung kemarin (27/3/2021).

Ia menambahkan konstruksi bubu lipat terdiri dari kerangka besi galvanis yang mudah ditemukan. Begitu pula komponen lain seperti tali dan bahan jaring. Selain pembuatan yang mudah, penggunaannya pun juga tidak sulit.

“Adanya teknologi digital yang mengetahui daerah penangkapan ikan juga sangat membantu. Nelayan cukup menentukan lokasi, bubu bisa langsung ditebar,” imbuhnya.

Di Desa Suak Gual yang menjadi percontohan kampung nelayan maju, KKP melatih puluhan nelayan penggunaan bubu lipat. Hal ini sejalan dengan program Menteri Trenggono untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Pada tahap awal, bantuan 40 paket bubu lipat diserahkan kepada nelayan. Selain itu juga 5 modul rumah ikan yang berfungsi ekologis sebagai tempat perlindungan ikan-ikan kecil, tempat pemijahan, serta daerah asuahan bagi larva dan juvenile ikan untuk tumbuh dan berkembang biak.

Pulihkan Vegetasi Mangrove di NTB, Trenggono Menargetkan Penanaman 56 Hektare Sebelum Lebaran

Rehabilitasi mangrove

SuaraPemerintah.idMenteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono menargetkan penanaman 56 Hektare mangrove sebelum Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021 ini di Nusa Tengara Barat (NTB). Hal ini disampaikan Menteri Trenggono saat kunjungan kerjanya ke tempat pembibitan (nursery) mangrove di Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, NTB beberapa waktu lalu.

“Saya hadir di sini sebagai bentuk perhatian terhadap lingkungan. Mangrove sangat berperan penting dalam kehidupan, mangrove merupakan penyerap karbon yang baik. Sebelum lebaran kami akan tanam 56 Hektare mangrove di NTB dengan menggunakan bibit dari nursery ini,” jelas Menteri Trenggono.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Tb Haeru Rahayu saat mendampingi MKP menerangkan bahwa Indonesia memiliki luas hutan mangrove 3.300.000 Ha atau 21% dari luas hutan mangrove di dunia. Saat ini, luas mangrove Indonesia mengalami penurunan. Data satu peta mangrove mencatat 637.624 Ha (19,26%) dalam kondisi kritis atau penutupan tajuk kurang dari 60%.

Rehabilitasi mangrove merupakan salah satu cara untuk memulihkan vegetasi mangrove di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil karena mangrove juga dapat berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi, intrusi air laut, meminimalisir dampak dari bencana alam dan dampak perubahan iklim,” Jelas Tebe.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Program Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM) dilaksanakan sejak September 2020 dengan target penanaman mangrove seluas 15.000 hektare. Kegiatan PKPM ini melibatkan lebih dari 35 ribu orang atau bila dihitung dengan jumlah hari orang kerja (HOK) akan mencapai lebih dari 1,5 juta HOK,” lanjut Tebe.

Kegiatan rehabilitasi mangrove menjadi program KKP yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2000. Sejalan dengan RPJMN 2020-2024 rehabilitasi mangrove menjadi program prioritas KKP, dengan target penanaman mangrove seluas 1.800 Ha dengan rincian Tahun 2020 seluas 200 Ha dan Tahun 2021-2024 masing-masing 400 Ha.

Namun sejak masa pandemi Covid-19, pada tahun 2020, pemerintah menambah target luasan penanaman mangrove melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan padat karya sehingga untuk pada 2020 KKP telah melaksanakan penanaman mangrove seluas 449 ha dari 200 ha yang ditargetkan. Sedangkan di tahun 2021, KKP berencana menanam mangrove seluas 2.400 Ha.

Sejak tahun 2016, KKP bekerjasama dengan Kelompok Masyarakat Pengelola Ekowisata Mangrove Bagek Kembar untuk pemeliharaan ekosistem mangrove dan mengembangkannya menjadi ekowisata pilihan di Sekotong, Lombok Barat. Hingga tahun ini Bagek Kembar telah memiliki beberapa kegiatan ekowisata unggulan berupa program adopsi mangrove, pengamatan burung, penginapan, kuliner hingga penelitian.

“KKP telah berpartisipasi dalam pengembangan ekowisata Bagek Kembar dengan penanaman 120.000 bibit mangrove seluas 12 Ha, pembangunan menara pandang, pondok informasi dan gazebo” jelas Tebe.

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf menjelaskan pada tahun 2020, KKP telah melakukan kegiatan pembibitan atau nursery mangrove di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 500.000 bibit mangrove dengan melibatkan 150 orang tenaga kerja dan 4.500 HOK.

“Pada tahun 2021, KKP menargetkan kegiatan penanaman mangrove di NTB seluas 56 Ha dengan jumlah bibit yang ditanam sebanyak 233.300 bibit dan melibatkan tenaga kerja sebanyak 210 orang dan 2.041 HOK dan lokasi penanaman mangrove di NTB akan dilakukan di Kab. Lombok Barat, Kab. Sumbawa, Kab. Dompu dan Kab. Bima” pungkas Yusuf.

Terancam Punah, Tiga Ekor Harimau Sumatera  Terlihat Sehat di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Riau

Kenampakan 3 Ekor Harimau Sumatera Di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

SuaraPemerintah.id – Tiga Ekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang diduga induk dan 2 ekor anaknya tertangkap salah satu camera trap Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang dipasang tanggal 21 – 27 Maret 2021.

Ketiga harimau sumatera tersebut terlihat sehat dimana kondisi tegakan di sekitar kamera jebak terpasang, dalam keadaan baik.

Ini merupakan hasil dari pengambilan data  kegiatan pemantauan satwa secara berkala, yang dilakukan oleh Tim Balai TNBT dan PT LAJ (Lestari Asri Jaya).

Pemantauan dilakukan dengan pemasangan kamera jebak (camera trap) sebanyak 16 unit pada Zona Inti dan Zona Rimba serta areal konservasi PT. LAJ sebagai penyangga kawasan TNBT. Pemasangan kemera jebak telah dilakukan sejak Juli 2020 sampai Maret 2021.

Harimau Sumatera merupakan satwa dilindungi sebagaimana diatur dalam Permen LHK Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018. Adapun status konservasi IUCN terhadap jenis ini adalah Critically Endangered.

“Terekamnya tiga ekor Harimau Sumatera ini menunjukan bahwa habitat masih terjaga dengan baik, serta ketersediaan pakan yang cukup, sehingga satwa bisa berkembang biak dengan baik”, ujar Kepala Balai TNBT, Fifin Arfiana Jogasara di Rengat (26/3).

Dikatakan Fifin, ini bukti yang mendukung terhadap capaian upaya peningkatan populasi satwa liar prioritas harimau Sumatera di site TN Bukit Tigapuluh.

“Balai TNBT meminta kepada masyarakat sekitar hutan dan daerah penyangga untuk ikut menjaga dan melindungi harimau Sumatera dari perburuan”, pungkas Fifin.

Temui Gubernur Sumut, Sandiaga Sebut Tiga Hal Bangkitkan Pariwisata Danau  Toba

Temui Gubernur Sumut, Sandiaga Sebut Tiga Hal Bangkitkan Pariwisata Danau  Toba

SuaraPemerintah.idGubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menerima kunjungan silahturahmi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno, di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Sabtu (27/3).

Pada kunjungannya itu, Menparekraf menyampaikan tentang program percepatan pengembangan  pariwisata destinasi wisata super prioritas , yang salah satunya adalah Danau Toba. “Setelah tiga kali kunjungan ke Danau Toba, akhirnya saya bisa sowan dengan Bapak Gubernur. Saya ke sini untuk menyampaikan beberapa program percepatan pada salah satu destinasi wisata super prioritas yakni Danau Toba, agar bisa dieksekusi dengan baik,” ujarnya.

Menurut Menparekraf, ada tiga hal yang bisa diterapkan guna membangkitkan dunia pariwisata di Sumut. Pertama, kata Menparekraf, dengan menerapkan protokol kesehatan di daerah wisata. Kedua, memanfaatkan teknologi, terutama teknologi informasi, dan terakhir dengan membentuk Desa Wisata.

“Menerapkan protokol kesehatan menjadi yang utama di saat situasi pandemi ini, langkah tepat yang akan terus dilakukan ialah dengan menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan), kita pun ingin melakukan kegiatan yang terukur agar pariwisata segera bangkit tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan di daerah wisata,” tambahnya.

Sandiaga Uno juga menyampaikan tentang besarnya peluang di sektor ekonomi kreatif, bila mampu memanfaatkan teknologi.  Seperti baju yang dikenakannya, merupakan hasil produksi salah satu ekonomi kreatif di Sumut.

“Seperti baju yang saya kenakan ini adalah baju hasil dari salah satu ekonomi kreatif di Sumut, kuncinya adalah adaptasi terhadap teknologi, mulai dari pemasaran hingga pembayaran harus bisa menerapkan teknologi,” jelasnya.

Sandiaga Uno juga menyampaikan agar Sumut menjalankan program Desa Wisata, dimana program itu bisa menghadirkan wisata inklusif, berkualitas dan berkelanjutan. Kunjungannya ke Sumut, juga dalam rangka memberi semangat para pelaku wisata untuk segera bangkit kembali.

“Kehadiran saya juga ingin memberikan semangat pada pelaku wisata, sebab hampir satu tahun lebih masyarakat khususnya pelaku wisata menghadapi kesulitan yang ditimbulkan akibat pandemi  Covid-19, saya berharap agar kawan-kawan lekas memupuk harapan untuk segera bangkit,” tambahnya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pun menyambut baik kunjungan silahturahmi tersebut, dan akan   segera melakukan perencanaan yang terukur guna menggeliatkan pariwisata di Sumut, khususnya Danau Toba.

“Dengan kehadiran beliau (Menparekraf), bisa melihat secara pasti, sehingga kita bisa menyiapkan apa yang perlu disiapkan untuk membangun wisata super prioritas Danau Toba,” ujar Edy Rahmayadi.

Edy  juga memperkenalkan beberapa pariwisata yang ada di Sumut, seperti Sungai Green Canyon (Sei Bah Bolon), keindahan Pulau Nias, Keasrian alam di Tangkahan dan masih banyak lagi lainnya. “Kedepannya itu juga akan kita galakkan, selain wisata super prioritas Danau Toba,” tambahnya.

Pada pertemuan itu, turut hadir Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjutak,  Pangdam I/ Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin, Asisten Administrasi Umum Mhd Fitriyus, Kepala Dinas Kominfo Sumut Irman Oemar dan Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua. **(H18/DISKOMINFO SUMUT)-(Riva)

Sumber: www.sumutprov.go.id

Indonesia-Hungaria Kerja Sama di Bidang Pembangunan Desa

SuaraPemerintah.id – Indonesia dan Hungaria terlibat dalam kerja sama untuk mempererat hubungan bilateral di bidang pembangunan desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Hungaria untuk Indonesia Judit Nemeth Pach di Kantor Kemdes PDTT, Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Abdul Halim Iskandar menyambut baik kedatangan Dubes Hongaria yang pertama kalinya di Kantor Kemdes PDTT. “Terimakasih atas kehadiran dan kunjungan pertama Ibu Duta Besar Hongaria di Kementerian Desa PDTT sehingga kita bisa saling mengenal untuk mendiskusikan peluang kerjasama lebih lanjut terutama di bidang pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi,” kata Abdul.

Dalam pertemuan ini, Abdul menceritakan bahwa dirinya telah diberikan mandat sebagai Menteri Desa, PDTT dengan dua tugas besar dalam pembangunan desa di Indonesia.

Pertama, dana desa yang jumlahnya cukup besar dapat dirasakan manfaatnya bagi warga desa utamanya bagi warga miskin dan yang kedua, Dana Desa harus berdampak bagi pertumbuhan ekonomi dan Sumber Daya Manusia (SDM),” katanya.

Dalam rangka memenuhi kedua mandat tersebut, Kemdes PDTT menjadikan SDGs sebagai landasan pembangunan di level desa, yang kemudian dilokalkan menjadi SDGs Desa dengan misi no one left behind di desa-desa di Indonesia.

Namun, dari 17 goals di Global SDGs yang dilokalkan tersebut ditambahkan satu tujuan pembangunan berkelanjutan yang khas bagi desa-desa di Indonesia sebagai tujuan SDGs Desa ke 18 yakni kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

Sehingga SDGs Desa tidak sekedar melokalkan SDGs global, namun menempatkannya sebagai bagian integral kehidupan desa-desa di Indonesia.

“Kemudian kami mengarahkan prioritas penggunaan dana desa untuk dapat memenuhi 18 tujuan SDGs Desa dan mengintegrasikannya untuk mempercepat pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Abdul menyampaikan terkait dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah membawa angin segar dalam hal kemudahan usaha di desa setelah dikeluarkannya UU Cipta Kerja nomor 11 tahun 2020 dan kemudian ditindak lanjuti dengan dikeluarkannya PP nomor 11 tahun 2021 tentang BUMDes.

“BUMDes sebelumnya belum sebagai badan hukum. Tapi, hanya sebagai badan usaha. Kini, BUMDes sudah sebagai badan hukum. Dengan posisi bumdes sebagai badan hukum ini, banyak sekali yang bisa dilakukan oleh BUMDes seperti BUMDes bisa membuat PT, lembaga keuangan mikro dan membuat usaha pelayanan warga masyarakat. Kedudukan BUMDes sangat strategis dalam pemulihan dan percepatan peningkatan ekonomi di desa,” katanya.

Gus Menteri berharap, dalam pertemuan ini dapat mempererat dan meningkatkan hubungan bilateral dengan Hongaria di bidang pembangunan perdesaan, terutama dalam hal peningkatan kapasitas masyarakat desa di bidang ekonomi digital dan pariwisata, serta peningkatan peluang investasi perdesaan dan perdagangan produk-produk unggulan desa.

Sementara itu, Dubes Hungaria untuk Indonesia Judit Nemeth Pach menyampaikan Kekagumannya dengan pelokalan SDGs menjadi SDGs Desa yang merupakan suatu aksi dalam pembangunan yang berkelanjutan.

“Kami sangat kagum dengan progres pelokalan SDGS menjadi SDGs Desa karena kami menyadari bahwa cukup mudah untuk mencapai SDGs di perkotaan namun sangat sulit untuk mempertahankan SDGs di Desa,” kata Judit Pach.

Mendag Lutfi Kunjungi Amerika, Perkuat Kerja Sama Perdagangan

SuaraPemerintah.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada 24-28 Maret 2021 dalam rangka memperkuat jalinan kerja sama perdagangan diantara kedua belah pihak.

Tercatat, total perdagangan kedua negara pada 2020 mencapai 27,2 miliar dolar AS dengan surplus bagi Indonesia sebesar 10,04 miliar dolar AS.

“Hubungan kedua negara perlu terus diperkuat dan ditingkatkan, sehingga potensi perdagangan dapat terus tumbuh dan investasi AS di Indonesia dapat semakin meningkat,” ujar Mendag lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Sabtu.

Mendag Lutfi menyampaikan produk-produk yang menyumbang pertumbuhan positif perdagangan kedua negara antara lain elektronik, hasil laut, furnitur, perhiasan, dan produk kimia.

AS merupakan 10 besar investor Indonesia. Nilai investasi AS ke Indonesia pada 2020 tercatat mencapai 480,1 juta dolar AS.

Sejumlah pertemuan dilakukan dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja tersebut. Pertama, adalah pertemuannya dengan United States Trade Representative (USTR) yang baru dilantik, Duta Besar (Dubes) Katherine Tai secara virtual pada Kamis (25/3/2021) waktu Washington DC.

Keduanya membahas upaya memperkuat hubungan dagang Indonesia–AS dan mendorong pemulihan ekonomi kedua negara melalui perdagangan. Lutfi menyampaikan, di era kolaborasi ini dia siap bekerja sama dengan Dubes Tai untuk menumbuhkan perdagangan yang berkesinambungan, terbuka, dan adil; serta mendorong peningkatan investasi AS ke Indonesia.

“Kami membahas berbagai upaya peningkatan kerja sama perdagangan, baik di tingkat bilateral, regional, hingga multilateral untuk mendorong pemulihan ekonomi kedua negara pasca-Covid-19. Kami pun sepakat akan terus meningkatkan kerja sama Indonesia–AS yang lebih erat di berbagai bidang dengan semangat dan perspektif baru,” katanya.

Lutfi juga bertemu secara virtual dengan para pengusaha yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council (USABC). Mendag Lutfi dan perwakilan USABC membahas berbagai isu perdagangan dan investasi, serta tren perdagangan global.

“Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi Indonesia–AS ke level berikutnya,” ujarnya.

Lutfi pun turut meminta dukungan US Chamber of Commerce sebagai mitra penting dalam membangun hubungan perdagangan dan investasi kedua negara. Kemudian, dia turut bertemu dengan Chairman USABC, Alex Feldman, di mana keduanya membahas penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Lebih lanjut, dia menjelaskan mengenai prioritasnya selaku Menteri Perdagangan RI, kondisi perekonomian Indonesia, dan potensi investasi di berbagai sektor di Indonesia.

Selain itu, Mendag Lutfi mengadakan pertemuan virtual dengan anggota dan dewan penasihat The United States-Indonesia Society (USINDO). Dia menyampaikan terdapat tantangan di masa depan dan kerja sama yang dapat dilakukan kedua negara untuk mendorong pemulihan ekonomi pasca-Covid-19.

Dalam kunjungan kerjanya ke AS kali ini, Lutfi menegaskan Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat hubungan ekonomi dengan AS sebagai mitra dagang utama. “Dengan demikian, diharapkan target nilai ekspor Indonesia ke AS sebesar US$60 miliar pada 2024 dapat tercapai,” ujarnya.

Mulai 1 April 2021, Kemendikbud Adakan Program BDR Jenjang Pendidikan PAUD-SD di TV Edukasi

Mulai 1 April 2021, Kemendikbud adakan Program BDR Jenjang Pendidikan PAUD-SD di TV Edukasi

SuaraPemerintah.id – Program Belajar Dari Rumah (BDR) jenjang pendidikan PAUD dan Sekolah Dasar (SD) mulai 1 April 2021 akan ditampilkan di TV Edukasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Peralihan media acara BDR tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan secara berkala sejak periodik masa pandemi dan yang terakhir, yaitu pada bulan Februari 2021.

Hasil evaluasi yang dilakukan melalui metode survei dan diskusi kelompok terpumpun dilakukan terhadap 6.200 pemangku kepentingan, termasuk yang berdomisili di daerah tertinggal.

“Dalam perjalanannya, program belajar dari rumah tidak dapat dilepaskan dari perkembangan situasi pandemi. Oleh karena itu, evaluasi terus dilakukan secara berkala terhadap program BDR di TVRI dan menjadi acuan penentuan kebijakan tim, ”terang pelaksana tugas (plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Hendarman, di Jakarta, Sabtu (27/3).

Berdasarkan hasil evaluasi, secara umum dan responden menginformasikan konten dan cara penyajian program BDR sudah relevan dan baik. Sebagian besar responden juga menganggap program BDR membantu guru menambah wawasan dalam mengajar dan membantu siswa memahami materi belajar.

Selain itu, hasil evaluasi juga memvalidasi perubahan pola perilaku di masa pandemi terkait media pembelajaran yang diminati. Jika sebelumnya pemangku kepentingan menyaksikan tayangan televisi, sekarang cenderung beralih ke media sosial dan platform berbagi digital.

Selain itu, ada kebijakan pendukung dari Kemendikbud seperti bantuan kuota data internet tahun 2020 dan 2021, serta alternatif sumber pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran melalui TV kurang diminati.

Menimbang hal tersebut dan besar pada arahan Presiden RI Bapak Joko Widodo agar vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan diakselerasi untuk mendukung pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada tahun ajaran baru, masukan pemangku kepentingan, efisiensi anggaran, dan cakupan siaran yang perlu ditingkatkan, maka program BDR akan ditampilkan pada tanggal 1 April sd 30 Juni 2021, melalui: (1) TV Edukasi Kemendikbud; (2) Kanal YouTube TV Edukasi; dan (3) Kanal YouTube Rumah Belajar.

“Pemangku kepentingan media, media, program BDR di antaranya melalui YouTube, media sosial, TV Edukasi Kemendikbud, dan TV lokal. Alasan utama publik memilih media tersebut adalah karena bisa ditonton ulang dan mudah diakses, ”jelas Hendarman.

Lebih lanjut Hendarman mengajak para pendidik, dan peserta didik, serta orang tua untuk senantiasa memanfaatkan program BDR melalui media yang telah disediakan Kemendikbud.

Siaran TV Edukasi Kemendikbud mengudara dengan dukungan satelit Telkom Merah Putih dan bisa diakses secara bebas melalui antena parabola oleh seluruh wilayah Indonesia. Untuk memberi pendidikan akses bagi masyarakat, TV Edukasi Kemendikbud juga infungsi dengan TV daerah, saluran video-on-demand (VoD), dan kanal over-the-top (OTT).

Untuk menyampaikan masukan dan saran mengenai program BDR, dapat mengisi survei di s.id/surveibdr, kunjungi situs web http://ult.kemdikbud.go.id/ , atau mengirim surat elektronik ke: pengaduan@kemdikbud.go.id.

Tautan program Youtube BDR di Televisi Edukasi Kemendikbud untuk Sekolah Dasar:

kelas 1:
http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas1
kelas 2:
http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas2
kelas 3:
http: / /ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas3
kelas 4:
http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas4
kelas 5:
http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas5
kelas 6:
http: // ringkas .kemdikbud.go.id / BDRSDkelas6

Optimalkan Branding di Media Sosial, Es Krim AICE Raih Indonesia Digital Popular Brand Award 2021

Es Krim AICE Raih TOP Digital Popular Brand Award 2021, Kamis (25/3).

SuaraPemerintah.id – Hadir di Indonesia sejak 2015, es krim AICE berkembang dengan cepat dan menjadi salah satu brand es krim yang populer terutama di kalangan milenial. Dalam membangun brandingnya, AICE mengoptimalkan pengunaan media sosial yang terbukti efektif meningkatkan popularitas brand tersebut. Karena popularitasnya yang terus menanjak di ranah digital, AICE diganjar penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2021.

Indonesia Digital Popular Brand Award merupakan penghargaan terhadap brand yang berhasil membangun popularitas dan meningkatkan aktivitas brand melalui media digital, sehingga lebih unggul dan populer dibandingkan brand lain.

Diselanggarakan oleh INFOBRAND.ID berkolaborasi dengan TRAS N CO Indonesia, dan IMFocus (Certified Google Partner), penghargaan tersebut menjadi ajang bergengsi yang dilakukan rutin setiap tahun.

Para peraih Indonesia Digital Popular Brand Award 2021 merupakan brand hasil survei yang dilakukan selama periode Desember 2020 hingga Februari 2021 terhadap 150 kategori produk dan lebih dari 1000 brand di Indonesia.

Tiga parameter yang dijadikan penilaian dalam survei tersebut yaitu Search Engine Based, Social Media Based dan Website Based.

Tri Raharjo, CEO TRAS N CO Indonesia mengatakan, berbagai aktivitas digital yang dilakukan sejumlah brand tersebut menjadi poin penting, bahwa semakin meningkatnya aktivitas digital di kalangan masyarakat menuntut sebuah brand untuk hadir di ranah digital, dan melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan brand awarenes di ranah digital.

“Kuncinya adalah brand harus beradaptasi dengan melakukan promosi di ranah digital, kreatif dalam membuat konten, dan mengembangkan teknologi untuk mempermudah dalam melayani customer,” kata Tri.

Penyerahaan penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2021 dilakukan secara virtual pada Kamis (25/3). Kendati sebagai pendatang baru, AICE sudah dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Dikenal sebagai es krim dengan harga murah dengan rasa tidak murahan, membuat es krim ini selalu menjadi pilihan masyarakat.

Didukung dengan lebih dari 29 ribu ulasan di halaman Google Indonesia, 180 ribu lebih followers Instagram, dan lebih dari 380 ribu pengikut halaman facebook, membuat es krim AICE semakin populer di ranah offline dan online.

Saskia Damanik, Digital Manager Aice Group Holding Pte. Ltd mengatakan bahwa sejak hadir di Indonesia, AICE memaksimalkan pemasaran digital melalui media sosial. Kini AICE semakin optimal membangun branding di berbagai platform dengan melakukan berbagai inovasi terhadap pembuatan konten-konten yang menarik di media sosial.

“Kami ingin menyuguhkan konten yang komunikatif dan sesuai dengan kesukaan netizen. Agar optimal, AICE menggandeng agency untuk melakukan riset, kemudian melakukan mapping konten, yang bertujuan untuk mencari dan membuat konten yang sesuai dengan permintaan netizen. Dengan demikian konten yang disuguhkan relevan dengan keinginan customer,” ungkap Saskia.

Menurut Saskia, pihaknya menyadari bahwa digitalisasi merupakan pilar penting yang menjadi pintu gerbang di komunikasi AICE sendiri. Dimana Aice menjadikan aset digital bukan hanya untuk berjualan semata atau membuat komunikasi yang monolog, tapi justru membangun komunikasi yang dua arah dengan para audience-nya.

“Kalau di Aice sendiri, kami melibatkan audience untuk mengajak mereka lebih dekat melalui media sosial. Jadi kita bisa mendengarkan suara mereka, memberikan konten bersuara untuk mereka yang related dengan audience lainnya,” tambahnya.