Beranda blog Halaman 4413

BI Catat Pertumbuhan Uang Beredar Februari 2021 Tumbuh Cukup Tinggi, Tembus Rp6.810,5 Triliun

BI Catat Pertumbuhan Uang Beredar Februari 2021 Tumbuh Cukup Tinggi, Tembus Rp6.810,5 Triliun

SuaraPemerintah.idBank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2021 tetap tumbuh cukup tinggi yakni 11,3 persen (yoy) mencapai Rp6.810,5 triliun.

Direktur Eksekutif yang juga Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono menyatakan, pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,8 persen (yoy).

“Februari 2021 tetap tumbuh tinggi didukung oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1),” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (25/3).

Erwin mengatakan, pertumbuhan M1 pada Februari 2021 yang sebesar 18,6 persen (yoy) relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,7 persen (yoy).

Sementara, untuk pertumbuhan uang kuasi melambat dari sebesar 9,7 persen pada bulan sebelumnya menjadi 9,2 persen (yoy) pada Februari 2021.

Dia menjelaskan pertumbuhan M2 pada Februari 2021 terutama dipengaruhi oleh tetap tingginya tagihan bersih kepada pemerintah pusat, perlambatan aktiva luar negeri bersih, dan penurunan kredit.

Erwin juga menyebutkan pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah pusat tetap tinggi yaitu sebesar 50,8 persen (yoy) meskipun lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya sebesar 54,8 persen (yoy).

Kemudian, untuk pertumbuhan aktiva luar negeri bersih sebesar 11,5 persen (yoy) atau melambat dibandingkan dengan pertumbuhan Januari 2021 sebesar 14,9 persen (yoy).

Selain itu, pertumbuhan kredit terkontraksi 2,3 persen (yoy) atau sedikit lebih dalam dari kontraksi 2,1 persen (yoy) pada Januari 2021.

Permintaan Besar, Mentan Yasin Sebut Komoditas Porang Punya Potensi Besar untuk Ekspor Bahan Kosmetik

Permintaan Besar, Mentan Yasin Sebut Komoditas Porang Punya Potensi Besar untuk Ekspor Bahan Kosmetik

SuaraPemerintah.id – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menilai komoditas porang memiliki potensi besar sebagai komoditas mahkota karena permintaan ekspornya terus meningkat sebagai bahan pangan alternatif dan bahan baku kosmetik. Komoditas porang dalam bentuk tepung dan chips saat ini di ekspor ke 16 negara.

Hal ini dikatakan oleh Syahrul saat membuka Talkshow “Strategi Pengembangan Porang sebagai Komoditas Mahkota” di Auditorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslibangbun) Kementerian Pertanian, Cimanggu, Kota Bogor, Kamis, 25 Maret 2021.

“Diskusi porang pada hari ini adalah sesuatu yang sangat penting bagi bangsa dan negara. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjadikan
kehidupan lebih baik pada sektor pertanian,” kata Syahrul.

Menurut Syahrul Yasin Limpo, komoditas porang saat ini potensinya semakin besar dengan terus meningkatnya permintaan ekspor untuk bahan pangan alternatif dan bahan baku kosmetik. Banyak negara masih meminta kepada Indonesia untuk mengekspor komoditas porang ke negaranya.

“Komoditas porang dalam bentuk tepung dan chips saat ini di ekspor ke 16 negara antara lain, China, Jepang, Thailand, Taiwan, dan Myanmar. Beberapa negara lainnya masih meminta kepada Indonesia untuk mengekspor komoditas porang ke negaranya,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian menerapkan lima cara bertindak (CB) guna mewujudkan peningkatan komoitas porang mulai dari hulu hilir yang disebut 5 CB. Di mana 5 CB tersebut adalah, CB 1 yakni mengembangkan kapasitas peningkatan produksi, CB 2 berkaitan dengan pangan lokal, CB 3 penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, CB 4 pengembangan pertanian modern, serta CB 5 adalah gerakan tiga kali ekapor (Geratieks).

Menurut Yasin Limpo, semua CB itu dilaksanakan dengan sistem kerja “extra ordinary” serta penuh keyakinan dan optimisme untuk menjadikan pertanian Indonesia semakin diperhitungkan.

Adapun acara tersebut dihadiri antara lain Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian Fadjri Djufri, pebajat di Kementerian Pertanian, perwakilan petani porang, serta perwakilan Kadin Indonesia.

Sementara menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan, Fadjri Djufri menambahkan saat ini pemerintah telah menyiapkan teknologi modern untuk mengakomodasi kepentingan produksi komoditas Porang dari hulu sampai hilir.

“Kementerian Pertanian saat ini sudah melepas Porang Madiun 1, serta sedang mengidentifikasi porang unggul lainya. Alhamdulilah kami juga telah menemukan formula percepatan pembibitan Porang yang lebih canggih lagi melalui kultur jaringan,” katanya.

Menurut Fadjri, Kementerian pertanian juga sedang menyiapkan sistem pengolahan pasca-produksi prang seperti pembuatan alat pengolahan porang sederhana untuk meningkatkan nilai jualnya. (red/pen)

Perkuat Modal, BNI Akan Terbitkan Tier 2 Subordinated Notes

Perkuat Modal, BNI Akan Terbitkan Tier 2 Subordinated Notes

SuaraPemerintah.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah menyelesaikan aktivitas penjajakan pasar (roadshow) serta pricing terkait penerbitan surat utang berdenominasi Dolar Amerika Serikat (AS) dalam bentuk Tier 2 Subordinated Notes sebesar USD 500.000.000 (lima ratus juta Dolar AS) dengan bunga sebesar 3,75% (tiga koma tujuh lima persen) per tahun untuk tenor 5 tahun. Penerbitan direncanakan untuk selesai pada tanggal 30 Maret 2021.

Struktur dari Tier 2 Subordinated Notes ini disusun mengikuti  Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum (sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.03/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 20/SEOJK.03/2016 tentang Fitur Konversi Menjadi Saham Biasa atau Write Down terhadap Instrumen Modal Inti Tambahan dan Modal Pelengkap.

Pada saat diterbitkan, Tier 2 Subordinated Notes akan menjadi penerbitan pertama yang Perseroan lakukan berdasarkan program Euro Medium Term Note (Program EMTN) yang dibentuk pada tanggal 6 Mei 2020 sebagaimana telah diperbaharui pada tanggal 22 Maret 2021. Berdasarkan Program EMTN, Perseroan dapat menerbitkan surat utang secara bertahap dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya USD 2.000.000.000 (dua miliar Dolar AS).

Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini, menyebutkan di Jakarta, Kamis (25 Maret 2021), penerbitan surat utang ini akan memperkuat struktur permodalan dengan pendanaan yang relatif stabil atau tidak fluktuatif.

“Dana hasil penerbitan surat utang akan digunakan untuk keperluan pembiayaan dan pendanaan umum perseroan, sehingga akan semakin memperkuat kondisi keuangan Perseroan yang saat ini solid. Di sisi lain, penerbitan surat utang ini juga menambah opsi investasi bagi para pemilik modal di pasar internasional yang ingin menanamkan dananya di instrumen – instrumen keuangan perusahaan asal Indonesia,” ujar Novita.

Untuk surat utang yang akan diterbitkan BNI ini, lembaga Pemeringkat Rating Internasional Moody’s memberikan rating Ba2 dan Fitch memberikan rating BB. Untuk penerbitan ini, BNI menunjuk Citigroup dan HSBC sebagai Joint Global Coordinator dan Joint Bookrunners.

Respon positif dari investor global

Di tengah kondisi ekonomi yang menantang akibat pandemi, rencana penerbitan Tier 2 Subordinated Notes mendapat respon positif dari investor global. Hal ini ditandai dengan permintaan yang masuk mencapai USD 2,2 miliar atau kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,4 kali dari nilai yang diterbitkan.

“Tingginya permintaan dari para investor global ini menjadi indikasi baiknya tingkat kepercayaan investor asing kepada perseroan jika melihat kinerja dan strategi perseroan di tengah pandemi saat ini, serta kepercayaan investor global terhadap proses pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Novita.

KKP Jadikan Suak Gual Sebagai Percontohan Kampung Nelayan Maju

KKP Jadikan Suak Gual Sebagai Percontohan Kampung Nelayan Maju

SuaraPemerintah.idKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan Desa Suak Gual, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, menjadi percontohan kampung nelayan maju. Program ini menjadi salah satu prioritas KKP tahun 2021 di bawah komando Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Menteri Trenggono menandatangi prasasti kampung nelayan maju di Desa Suak Gual yang penuh warna. Penandatanganan ini bertindak bersama Bupati Belitung Sahani Saleh dan jajaran Eselon I lingkup KKP, Jumat (26/3).

Warna-warni Desa Suak Gual menjadi daya tarik sebagai permukiman nelayan. Selain bersih dan tertata rapi, desa ini juga memiliki fasilitas yang baik sehingga dapat menarik wisatawan dari luar Belitung.

Pengembangan kampung nelayan maju ini merupakan inisiasi Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP. Upaya ini dilakukan untuk mengubah kampung nelayan dari kesan miskin, kumuh dan kotor menjadi lebih maju dan tertata dengan baik.

“(Program ini) bagus dan berkelanjutan untuk kehidupan dan kesejahteraan nelayan yang lebih baik,” ujar Menteri Trenggono saat mendengar penjelasan dari Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini di lokasi.

Sepanjang tahun ini akan ada 25 lokasi kampung nelayan yang akan dikembangkan dan dimulai dari Belitung sebagai percontohan.

Tujuan program ini untuk mengubah wajah kampung nelayan di Indonesia menjadi lebih baik dan tertata. Kampung yang bersih, sehat dan nyaman diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup serta perekonomian masyarakat pesisir.

Program penataan kampung nelayan maju di Belitung dilaksanakan secara padat karya. Realisasi bantuan untuk pembangunan mencapai Rp615 juta untuk penyediaan bahan dan pekerja pekerja padat karya.

“Desa Suak Gual ini dijadikan percontohan karena ibu-ibu-nya kreatif sementara para bapaknya giat melaut,” ungkap Dirjen PT Muhammad Zaini.

Bersama rombongan, Menteri Trenggono juga menyempatkan untuk berkeliling Desa Suak Gual. Di waktu yang sama, dilaksanakan pula, perlindungan nelayan, permodalan nelayan, dan penyerahan bantuan untuk nelayan secara simbolis.

Optimalkan Pasokan dan Distribusi BBM, Pembangunan Terminal BBM di Wae Kelambu Resmi Dimulai

Optimalkan Pasokan dan Distribusi BBM, Pembangunan Terminal BBM di Wae Kelambu Resmi Dimulai

SuaraPemerintah.id – Pembangunan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) yang menjadi salah satu bagian dari pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu di Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur resmi dimulai.

Keberadaan Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) di Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Terminal ini diharapkan akan dapat mengoptimalkan distribusi dan pasokan BBM untuk wilayah sekitar Labuan Bajo.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri kegiatan Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking), yang menandai dimulainya Pembangunan TBBM di Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Labuan Bajo, NTT, Jumat (26/3).

Turut hadir secara virtual dalam Groundbreaking TBBM, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri ESDM Arifin Tasrif, dan hadir secara langsung Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Dirut PT Pelindo III Boy Robyanto, dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati.

Menhub mengatakan, dimulainya pembangunan Terminal BBM dapat menjadi salah satu pijakan dalam upaya pemerintah bersama para pemangku kepentingan terkait untuk memulihkan ekonomi nasional yang terdampak pandemi covid-19.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian BUMN, PT. Pertamina, PT. Pelindo III, serta Pemda NTT yang telah mendukung terwujudnya pembangunan TBBM sebagai bagian dari pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu, dalam rangka mendukung sektor pariwisata di Labuan Bajo,” tutur Menhub.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pembangunan TBBM yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2023 ini merupakan usaha untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan mendukung Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas yang tengah dikembangkan.

“Dengan kapasitas 1500 kl, ini akan meningkatkan stok BBM di Labuan Bajo dari 6 hari menjadi 17 hari. Selain itu diharapkan akan mendekatkan rantai distribusi BBM,” kata Menteri ESDM.

Wagub NTT Josef Nae Soi mengungkapkan, menyambut baik dibangunnya TBBM di Terminal Multipurpose Wae Kelambu. Adanya TBBM ini akan memperlancar pasokan BBM bagi masyarakat di Labuan Bajo dan sekitarnya.

“Pelabuhan ini sangat luar biasa dengan telah memenuhi standar internasional, terima kasih kepada pak Menhub, Menteri BUMN, dan Menteri ESDM. Ini kolaborasi yang luar biasa. Jarak yang ditempuh untuk BBM juga menjadi lebih dekat, “ ucap Wagub NTT.

Sementara itu, Dirut pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pembangunan TBBM ini merupakan bentuk sinergi ketiga kalinya yang dilakukan antara Pertamina dan Pelindo setelah hal yang sama dilakukan di Pelabuhan Patimban dan Kuala Tanjung sebagaimana arahan Menteri Perhubungan untuk melakukan sinergi dan kolaborasi.

Menurutnya, pembangunan TBBM ini sejalan dengan program pemerintah yang menjadikan Labuan Bajo sebagai daerah wisata premium, serta untuk memenuhi kebutuhan BBM, khususnya di Manggarai dan Manggarai Barat, NTT.

TBBM di Terminal Multipurpose Wae Kelambu memiliki kapasitas 1500 kl dengan luas lahan kurang lebih mencapai 6000 m2.

Adapun varian produk yang disalurkan yakni avtur, gasoil (biosolar/dexlite/dex) dan gasoline (premium/pertalite/pertamax) dengan area distribusi Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai. Sedangkan untuk proyeksi volume penyaluran diperkirakan mencapai 29.000 – 43.000 kl per tahun.

Pembangunan Terminal Multipurpose di Wae Kelambu dilakukan pemerintah untuk memisahkan kegiatan logistik/barang, yang sebelumnya bercampur dengan kegiatan angkutan laut penumpang di Pelabuhan eksisting Labuan Bajo yang berada di tengah kota.

Pemisahan ini dilakukan dalam rangka mendukung sektor pariwisata di Labuan Bajo yang menjadi salah satu destinasi wisata super prioritas di Indonesia.

Terminal Multipurpose Wae Kelambu ini nantinya berfungsi sebagai terminal khusus logistik/barang, yang melayani lalu lintas logistik dan bongkar muat kontainer, kargo, dan curah cair.

Sementara, Pelabuhan eksisting Labuan Bajo dikhususkan untuk terminal penumpang, yang melayani kapal-kapal penumpang dan wisata sebagai pendukung sektor pariwisata di Labuan Bajo.

Kehadiran Terminal Multipurpose di Wae Kelambu yang dapat ditempuh sekitar 19 menit dari Bandara Komodo dan 30 menit dari Pelabuhan Labuan Bajo ini, akan sangat mendukung kelancaran pasokan dan distribusi logistik di Labuan Bajo.

Dengan beroperasinya kedua pelabuhan yakni : pelabuhan eksisting Labuan Bajo dan Pelabuhan Multipurpose di Wae Kelambu secara keseluruhan, diharapkan akan dapat mendukung kelancaran kegiatan pariwisata dan kegiatan usaha logistik secara bersamaan, yang akan membawa kemajuan perekonomian di Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.

Dorong Pengembangan Circular Economy Produk Slag Baja, Kemenperin Penuhi Bahan Tambahan Kontruksi

Dorong Pengembangan Cirlular Economy Produk Slag Baja, Kemenperin Penuhi Bahan Tambahan Kontruksi

SuaraPemerintah.idKementerian Perindustrian mendorong pengembangan konsep circular economy pada produk slag baja. Langkah ini, selain sejalan dengan penerapan industri hijau, juga sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan bahan tambahan bagi industri semen dan kontruksi.

“Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, permintaan slag baja pasar luar negeri justru meningkat hingga awal tahun 2021 seiring dengan berjalannya kegiatan kontruksi. Oleh karena itu, produk ini perlu dimanfaatkan secara optimal, salah satunya bagi penopang aktivitas industri semen dalam memacu pembangunan konstruksi di dalam negeri,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Jumat (26/3).

Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT. Krakatau Semen Indonesia (KSI), perusahaan patungan PT. Krakatau Steel Tbk. dan PT. Semen Indonesia Tbk., yang mengolah granulated blast furnace slag menjadi ground granulated blast furnace slag (GGBFS) dengan kapasitas produksi sebesar 690.000 ton per tahun.

Pangsa pasar utama dari produk perusahaan BUMN tersebut adalah Singapura, yang mencapai 350.000 ton per tahun dan mulai merambah ekspor ke beberapa negara lain.

“Produk tersebut dimanfaatkan sebagai supplementary cementitious material (SCM) atau material pengganti semen yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan dan durabilitas beton sehingga bisa digunakan untuk kontruksi khusus,” ungkap Doddy.

Kemenperin juga mendukung KSI untuk terus meningkatkan pasar dalam negeri. “Saat ini pasar domestik terbesar adalah industri semen dan kontruksi yang memanfaatkan GGBFS sebagai bahan tambahan produksi semen portland slag,” imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala BSKJI menyerahkan Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) kepada KSI. Tujuannya untuk melakukan pengembangan dan pemberdayaan industri di dalam negeri.

Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, salah satu unit kerja di bawah binaan BSKJI Kemenperin turut mengupayakan agar produk slag baja dapat dipasarkan dalam bentuk curah maupun kemasan kantong melalui Sertifikasi Produk SNI.

Hal ini untuk menjawab kekhawatiran pelaku industri konstruksi dalam negeri selama ini terkait dengan peraturan mengenai limbah B3, yang menyatakan bahwa perlunya izin terlebih dahulu sebelum memanfaatkan produk slag tersebut.

“Dengan adanya SPPT SNI, maka produk tersebut bisa diperjualbelikan dengan mudah di pasaran dan dapat dimanfaatkan oleh dunia konstruksi secara luas,” jelas Kepala B4T Bandung, Wibowo Dwi Hartoto.

Upaya peningkatan pangsa pasar dalam negeri, lanjut Wibowo, perlu ditingkatkan melalui inovasi terhadap produk slag baja tersebut. “B4T siap menjadi jembatan penghubung bagi dunia konstruksi lokal agar dapat menyerap produk tersebut melalui kegiatan-kegiatan inovasi,” imbuhnya.

B4T juga menyediakan fasilitas laboratorium pengujian yang dapat diakses untuk menunjang produksi ataupun pemecahan masalah di industri. Kemenperin berharap bahwa produk slag ini nantinya dapat dimanfaatkan secara luas di pasar domestik.

Evangeline, Inovasi Parfum Milenial yang Tahan Lama Dengan Kemasan Elegan

Dyah Kartika, S.Kom, National Business Manager PT Griff Prima Abadi

SuaraPemerintah.idEvangeline, brand parfum milik Griff Kosmetik ini tengah menjadi perbincangan para generasi milenial khususnya kaum hawa. Evangeline menghadirkan inovasi parfum yang berbeda dari parfum yang sudah ada. Evangeline hadir dengan beragam varian yang disesuaikan dengan karakter wanita Indonesia. Selain harganya yang ekonomis, Evangeline juga tampil dengan packaging yang elegan dan modern.

PT Griff Prima Abadi (Griff Kosmetik) setelah berkembang dengan berbagai produk dan brand kosmetik sejak tahun 1993, kini juga meluncurkan produk parfum yang inovatif untuk wanita milenial Indonesia. Menggunakan nama brand Evangeline, Griff Kosmetik berhasil mendobrak pasar parfum Indonesia. Dalam waktu singkat Evangeline telah menjadi brand parfum yang sangat populer terutama bagi generasi milenial.

National Business Manager PT Griff Prima Abadi Dyah Kartika, S.Kom, mengatakan bahwa kehadiran Evangeline ingin menjadi jawaban akan kebutuhan parfum bagi wanita khususnya kaum milenial Indonesia.

“Evangeline hadir dengan konsep baru  baik dari segi produk, kemasan, juga branding yang dilakukan. Evangeline memiliki berbagai varian series yang disesuaikan dengan karakter penggunanya dan juga karakter wanita Indonesia pada umumnya. Secara kemasan kami menggunakan botol kaca dengan tampilan yang elegan dan modern,” kata Dyah.

Menggunakan tagline ‘Everyday Evangeline’, parfum ini telah meluncurkan beragam varian series dimana tiap series memiliki aroma yang berbeda. Kelebihan utama dari parfum Evangeline, selain harganya yang ekonomis, adalah keharuman yang tahan lama dan disesuaikan dengan kecocokan karakter penggunannya.

Misalkan saja Evangaline Zodiac Series yang menampilkan produk parfum yang disesuaikan dengan karakter pengguna sesuai zodiaknya. Keharuman di Evangeline Zodiac Series merupakan hasil riset dari kecocokan keharuman yang disukai oleh masing-masing karakter di tiap zodiak. Sesuai dengan jumlah zodiak, Evangaline Zodiac Series memiliki 12 varian parfum.

Evangeline juga telah meluncurkan Evangeline Kawaii Series yang cocok untuk para remaja yang baru menggunakan parfum. Disajikan dengan tampilan yang lucu dan imut, keharuman parfum Kawaii Series juga membuat penggunannya merasa lebih segar, nyaman, dan tentunya harum sepanjang hari.

Evangeline series lainnya seperti Batik Series dan Sakura Series juga masih booming dan semakin banyak yang menggunakan series parfum tersebut. Menyasar kaum hijaber, Evangeline juga telah meluncurkan parfum Evangeline Hijab Series. Series  Evangeline terbaru adalah Eaue De Cologne dengan varian yang berbeda juga tingkat ketahanan keharuman yang berbeda. Tiap series memiliki beragam varian dengan aroma parfum yang berbeda.

“Evangeline sengaja menghadirkan berbagai varian aroma agar pengguna tidak bosan menggunakan aroma yang sama. Sesuai tagline kami ‘Everyday Evangeline’, wangi setiap hari dengan aroma yang berbeda dari Evangeline,” ujar Dyah.

Dyah mengungkapkan sejak diluncurkan, Evangeline selalu mengalami peningkatan penjualan. Hal tersebut terbukti dari bertambahnya pengguna baru dan pembelian berulang dari pengguna lama. Penetrasi pasar dilakukan di segala lini channel penjualan, baik di ranah offline maupun online. Di ranah offline, Evangeline telah hadir baik di modern trade, tradisional, cosmetic store, health and bauty store, hingga apotik.

Di ranah online, penjualan Evangeline juga terbukti mengalami peningkatan. Terbukti dari official store-nya yang mencatat pertambahan penjualan setiap saat. Official store Evangaline juga telah masuk ke jajaran TOP Official Store bersama brand-brand besar lainnya.

Hasil data dari riset TRAS N CO Indonesia mencatat dalam waktu 3 tahun official store Evangeline telah melakukan penjualan hingga 70 ribu lebih produk melalui dua marketplace teratas. Tidak hanya itu, produknya pun telah direview oleh lebih dari 65 ribu pelanggan dengan rating rata-rata 4,85. Berkat capaian tersebut, Evangeline meraih penghargaan Top Official Store Award 2021 dari TRAS N CO Indonesia dan media INFOBRAND.ID.

“Penjualan hampir merata di semua series, meskipun ada beberapa yang menonjol. Saat pandemi ada penurunan secara nasional tapi di channel modern trade, Evangeline justru meningkat hingga 2 digit,” ungkap Dyah.

Dyah menambahkan bahwa Evangeline akan terus menghadirkan inovasi varian series baru setiap tahun. Juga akan terus melakukan penetrasi pasar agar makin banyak pengguna yang merasakan kualitas produk Evangeline.

Untuk kegiatan branding dan promosi, Evangeline banyak menggunakan para influencer dan media sosial dari kalangan milenial. Sehingga sesuai dengan target marketnya yaitu kaum muda milenial, Evangeline bisa dengan cepat melakukan penetrasi. Didukung oleh kualitas produk dan tampilan kemasan yang elegan dan modern, Evangeline berhasil memikat konsumen hingga menjadi pengguna yang loyal.

“Meskipun menyasar pasar anak muda, tapi pengguna Evangeline juga tidak sedikit yang berusia 35 tahun ke atas. Ini karena Evangeline memiliki aroma yang disesuaikan dengan karakter penggunanya dan juga cocok untuk wanita Indonesia. Selain itu Evangeline dibandrol dengan harga yang sangat ekonomis,” ungkap Dyah.

Resmi, Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021

SuaraPemerintah.id – Pemerintah memutuskan untuk meniadakan libur panjang dan melarang mudik Lebaran dan  Idulfitri 1442 Hijriah agar program vaksinasi Covid-19 dapat berlangsung optimal.

“Sesuai arahan presiden dan rapat koordinasi Menteri terkait pada 23 Maret 2021 di Kantor Kemko PMK, serta hasil konsultasi dengan presiden ditetapkan tahun ini mudik ditiadakan,” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK), Muhadjir Effendy dalam rapat tingkat menteri yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Keputusan tersebut berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021 bagi seluruh masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, karyawan swasta maupun pekerja mandiri.

Harapannya, kata Muhadjir, dengan peniadaan libur untuk mudik, program vaksinasi nasional bisa sesuai dengan harapan.

Sejumlah pertimbangan untuk melarang mudik, di antaranya kontribusi kebijakan libur panjang pada angka penularan dan kematian masyarakat serta tenaga kesehatan akibat Covid-19 yang relatif tinggi.

“Seperti saat Natal dan Tahun Baru, tingginya BOR (bed occupancy ratio) rumah sakit, sehingga diperlukan antisipasi,” katanya.

Keputusan itu juga sejalan dengan kebijakan pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, penguatan protokol kesehatan, dan vaksinasi.

“Cuti bersama Idulfitri sehari tetap ada, tapi tidak ada aktivitas mudik,” tegasnya.

KKP Gagalkan Pengiriman 374,5 kg Ikan yang Nyaris Punah di Pelabuhan Tanjung Priok

KKP Gagalkan Pengiriman 374,5 kg Ikan yang Nyaris Punah di Pelabuhan Tanjung Priok

SuaraPemerintah.idKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyita sebanyak 374,5 kg ikan beku. Ikan tersebut terdiri dari hiu kikir, hiu martil, pari kikir dan pari liong bun beku. 

Penyitaan dilakukan lantaran komoditas tersebut termasuk ikan yang dilindungi dan terlihat dalam Appendix II The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) atau nyaris punah.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina memaparkan kronologi pengiriman ikan beku tersebut. Pengawasan pada Minggu, 21 Maret 2021, sekira pukul 09.15 WIB, petugas BKIPM Jakarta II menerima informasi adanya pengiriman ikan hiu tanpa dokumen dari Natuna, Kepulauan Riau.

Komoditas dikirim melalui angkutan kapal laut dan diperkirakan kapal sandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada Minggu pukul 19.00 WIB, terang Rina di Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Rina menambahkan, kapal tersebut ternyata baru sandar Senin, sekira pukul 15.15 WIB di Pelabuhan Tanjung Priok. Berdasarkan muatan manifes kapal, terdapat data muatan berupa ikan hiu beku.

Petugas pun langsung melakukan pengungkit dokumen dan menemukan sertifikat kesehatan ikan dan mutu hasil perikanan domestik nomor: P 8 / KI -D2 / 25 2/3/2021/000171. Sertifikat ini dikeluarkan oleh BKIPM Tanjungpinang Wilayah Kerja Natuna tertanggal 15 Maret 2021 dengan jenis komoditas ikan hiu cucut 1.000 kg dan ikan jahan sebanyak 9.000 kg.

Pada pemeriksaan lanjutan oleh tim Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (PSPL) Serang terhadap isi kontainer secara keseluruhan, ditemukan dari 4.167,59 kg, teridentifikasi 4 jenis hiu (374,15 kg) yang termasuk dalam Appendix II CITES atau peredarannya diatur dengan kuota . Komoditas tersebut di antara 5 ekor Hiu Sutra 5 ekor (23,6 kg), Hiu Martil 29 ekor (177,1 kg), Pari Kikir 3 ekor (78,90 kg), dan Pari Liong Bun 6 ekor (94,55 kg) ).

“Namun setelah kita dalami ternyata komoditas ini tidak sesuai dengan dokumen dari PSPL setempat,” katanya.

Atas temuan ini, petugas BKIPM Jakarta II langsung melakukan penyegelan dan menahan kontainer pengangkut ke Muara Angke.

“Untuk hiu yang tidak termasuk Apendix II CITES atau dilindungi dilakukan penahanan sementara, dan kita beri kesempatan 3 hari untuk lengkapi dokumen,” tutup Rina.

Selain ditemukan 4 jenis Hiu dan Pari yang termasuk dalam Appendix II CITES, juga ditemukan Ikan Pari yang diduga jenis Ikan Pari Sungai Raksasa, statusnya termasuk jenis biota yang dilindungi. Namun kepastian jenis masih menunggu konfirmasi hasil tes DNA.

Sebagai informasi, terdapat 3 status ikan Hiu atau Pari. Pertama dilindungi, jika aparat menemukan komoditas ini dilalulintaskan, maka akan dilakukan uji DNA. Kedua, Appendix II CITES, peredarannya harus berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah. Terakhir, spesies yang mirip atau tidak dilindungi, maka harus menyertakan dokumen karantina jika dilalulintaskan.

Seperti diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono komitmennya pada keberlanjutan biota laut. Bahkan, kecintaan dan komitmennya terhadap keberlanjutan telah ditegaskan sejak dilantik Presiden Joko Widodo pada Rabu 23 Desember 2020.

BSI & LAZ BSMU Hadirkan ISDP, Cetak Wirausahawan Milenial

SuaraPemerintah.id – Bank Syariah Indonesia (BSI) berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat (LAZ BSMU) mencetak wirausahawan baru di kalangan milenial lewat program Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP).

Program yang dimulai sejak 2018 dan didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mampu mencetak 130 mahasiswa enterpreneur dari berbagai universitas di Indonesia.

ISDP merupakan program beasiswa inkubator bisnis untuk mencetak generasi milenial sebagai sociopreneur muslim yang cakap berwirausaha, memiliki kepedulian sosial tinggi, dan berdaya guna di masyarakat. Program ini salah satu wujud kepedulian BSI bersama LAZ BSMU terhadap generasi milenial bangsa Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan sektor UMKM.

Pada 2021 program ISDP telah meluluskan 77 mahasiswa menjadi sociopreneur baru dengan beragam bidang. Dari jumlah tersebut, tiga mahasiswa terpilih menjadi pemenang yaitu Latifriansyah (Kiwae Food), Koes Hendra dan Benny Akbar (Sugeng Jaya Farm), dan Bintang Wijaya (Bikin Bareng Creative).

Seremoni wisuda dan penyerahan penghargaan kepada mereka dilakukan di Wisma Mandiri Jakarta, Kamis (25/3).

Seremoni tersebut dihadiri Wakil Direktur Utama 1 BSI Ngatari, Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Talkah Badrus, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS Putu Rahwidhyasa, dan Ketua Umum Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat Suhendar.

Ngatari, Wakil Direktur Utama 1 BSI, mengatakan Bank Syariah Indonesia bangga dapat menghasilkan wirausahawan baru melalui program ISDP.

“Kami berharap program ini melahir wirausahawan muda yang dapat menjadi agen kebaikan dan motor penggerak ekonomi syariah serta bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga ke depan dapat membantu mendorong ekonomi Indonesia tumbuh jauh lebih baik,” kata Ngatari dalam keterangan pers, kemarin.

Kategori wirausaha program ISDP meliputi fashion, handy craft & industry kreatif, kuliner, jasa, peternakan & pertanian, dan kesehatan. Pemenang dipilih dengan berbagai kriteria penilaian, antara lain proses pemasaran, produksi, keuangan, membangun SDM, pemberdayaan sociopreneur yang melibatkan masyarakat, dan ramah lingkungan.

BSI sendiri, lanjut Ngatari, mendorong perkembangan sociopreneur melalui pendampingan dan penguatan modal usaha dengan berbagai produk. Mulai dari tabungan, pembiayaan UMKM, serta layanan digital yang dapat memfasilitasi para sociopreneur bertransaksi sesuai prinsip–prinsip syariah.

Ketua Umum Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat Suhendar menambahkan LAZ BSMU berupaya untuk menjadi lembaga pengelola ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Wakaf) dan dan dana sosial serta dana CSR yang terpercaya, terdepan, dan modern.

“Dengan bersinergi dengan Bank Syariah Indonesia, ISDP ini diharapkan dapat menciptakan unit usaha sosial yang berkontribusi pada ekonomi, sosial, atau lingkungan sesuai dengan nilai Islami,” pungkas Suhendar.