Beranda blog Halaman 4419

DWP Kementerian ESDM dan PT Pegadaian Jalin Kerja Sama Investasi Emas

DWP Kementerian ESDM dan PT Pegadaian Jalin Kerja Sama Investasi Emas

SuaraPemerintah.idDharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM bersama dengan PT Pegadaian (Persero) melaksanakan kerja sama penandatanganan Nota Kesepakatan Kerja Sama Investasi Emas.

Acara penandatanganan diselenggarakan secara langsung dengan protokol kesehatan yang ketat, bertempat di Ruang Sarulla, Gedung Chairul Saleh Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (24/3) dan juga disiarkan secara daring melalui Zoom virtual meeting.

Selain melakukan penandatanganan nota kesepakatan, juga diselenggarakan webinar dengan tema “Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi”.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM, Ratna Arifin Tasrif mengapresiasi inisiasi kerja sama DWP KESDM dan PT Pegadaian ini. Ratna mengatakan agar kerja sama ini kedepannya dapat dipererat dan dikembangkan lebih dalam lagi.

“Melalui kegiatan ini saya berharap kita semua menjadi lebih faham terhadap investasi khususnya investasi emas dan semoga kegiatan ini bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua” tutur Ratna.

Senada dengan Ratna, Ketua DWP Kementerian ESDM Ivanna Ego Syahrial juga mengatakan bahwa di masa pandemi sekarang ini penting untuk dapat memilih instrumen investasi yang tepat. Dengan semakin banyak ragam investasi, logam mulia emas merupakan instrumen investasi yang aman dan menguntungkan.

“Di masa pandemi seperti sekarang ini, kita harus tetap cermat dalam berinvestasi pada instrumen yang dapat memberikan keuntungan yang baik serta aman dan dilindungi oleh regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata Ivanna.

“Investasi emas merupakan salah satu investasi yang paling mudah karena memiliki keuntungan utama dimana harganya cenderung naik dari tahun ke tahun dan memiliki ketahanan terhadap inflasi,” lanjutnya.

Sementara itu Vice President PT Pegadaian, Hendra Hermawanto yang turut hadir langsung dalam acara ini juga turut mengapresiasi terselenggaranya kerja sama ini. Menurutnya investasi dalam bentuk emas sudah menjadi pilihan instrumen investasi masyarakat.

“Masyarakat umumnya punya simpanan berupa emas. Karena harga emas yang cenderung naik, sehingga lebih aman dan bisa dijadikan salah satu instrumen investasi di masa depan,” ujarnya.

Melalui nota kesepakatan antara DWP Kementerian ESDM dengan PT Pegadaian diharapkan dapat menjadi kerja sama yang memiliki nilai positif untuk kedua belah pihak dalam mewujudkan investasi yang mudah, aman dan saling menguntungkan.

Perajin Tenun NTT Tingkatkan Inovasi dan Kreasi Perajin Lewat Gernas BBI

Perajin Tenun NTT Tingkatkan Inovasi dan Kreasi Perajin Lewat Gernas BBI

SuaraPemerintah.idKementerian Komunikasi dan Informatika mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk meningkatkan inovasi dan kreasi perajin Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengangkat produk unggulan perajin tenun di Nusa Tenggara Timur.

“Gernas BBI dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Salah satu kegiatan yang menyukseskan gerakan ini adalah webinar dan workshop yang bersama-sama kita hadiri hari ini dengan tujuan untuk mengangkat produk-produk unggulan karya Nusa Tenggara Timur,” ujar Anggota Bidang Promosi dan Humas Dewan Kerajinan Nasional, Ana Maria Plate dalam webminar Mendorong Kreasi dan Inovasi Wastra Tenun dan UMKM NTT, dari Hotel Inaya Inn, Labuan Bajo, Rabu (24/03/2021).

Ana Maria mengatakan, melalui webinar dan workshop ini diharapkan para perajin maupun pelaku usaha dapat semakin berinovasi, berkreasi, dan produk-produk karya anak bangsa dapat semakin berkualitas, serta diminati.

Menurut Ana Maria setiap bagian Nusa Tenggara memiliki ciri khas keragaman kekayaan alam dan budaya.

“Kain tenun merupakan salah satu dari sekian banyak ciri khas yang dibanggakan tidak hanya di wilayah Nusa Tenggara saja, tetapi secara nasional bahkan hingga internasional,” ujarnya.

Dalam acara yang melibatkan pemangku kepentingan dan perajin dan pelaku UMKM/UMi, Ana Maria mengisahkan, membuat satu lembar kain tenun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Tetapi menurutnya, hasil tenun akan memuaskan perajin maupun pembeli apabila hasilnya rapi, corak indah dan warna menarik apalagi kalau menggunakan benang dengan pewarna alami.

“Kenyataannya, dengan menggunakan benang toko mungkin lebih umum dilakukan baik karena permintaan yang tinggi dari masyarakat maupun biaya yang lebih efisien,” tuturnya.

Meskipun begitu, Ana Maria menyatakan tenun dengan corak dan motif dasar dari masing-masing suku serta warna dan benang alami haruslah dipertahankan.

“Indonesia patut berbangga atas kegiatan penenun yang dikembangkan secara turun menurun dan menonjolkan ciri khas daerah masing-masing, seperti misalnya Sumba Timur yang terkenal dengan motif tengkorak, Maumere dengan motif pohon, hujan, ranting, dan Manggarai terkenal dengan corak bunga laba-laba dan binatang,” paparnya.

Tingkatkan Daya Saing

Anggota Bidang Promosi dan Humas, Ana Maria menyatakan pelatihan tenun yang ditunjukkan perajiin Ibu Alfonsa Horeng sangat penting untuk melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan taraf ekonomi masyarakat NTT.

“Pelatihan-pelatihan ini akan hadir untuk membantu bapak dan ibu penenun dan perajin dalam pemilihan kapas, penggulungan benang, pewarnaan kain, penataan motif, dan proses tenun yang baik,” ujarnya.

Berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bahan baku seperti kapas, dalam kesempatan itu, Ana Maria megharapkan Pemerintah Kabupaten Manggarai bisa mendorong pemenuhannya dengan penanaman pohon kapas.

Lebih lanjut, guna memberdayakan dan meningkatkan daya saing produk-produk karya anak bangsa, Ana Maria menyatakan dibutuhkan kontribusi dan kolaborasi berbagai pihak.

“Baik pemerintah, swasta, masyarakat, maupun komunitas-komunitas. Salah satu Mitra terdekat untuk mendukung hal ini adalah Dewan Kerajinan Nasional yang selalu siap dan berkomitmen untuk terus berinisiatif, berkreatif dan berinovasi, demi meningkatkan harkat, juga martabat para perajin nusantara,” jelasnya.

Anggota Bidang Promosi dan Humas Dekranas, Ana Maria menyatakan dukungan dan peranan aktif dekranas daerah juga memainkan peranan penting karena dekranas daerah yang menjadi aktor utama di garda terdepan untuk mendorong dan meningkatkan kualitas produksi dan memperluas cakupan pasar.

“Selain itu, dalam kesempatan yang baik ini saya juga mengajak para pemangku kepentingan lainnya seperti Telkom, Ladara, Rumah BUMN, Telkomsel, serta multi stakeholders lainnya untuk turut mendukung upaya kita bersama mengembangkan dan memajukan produk-produk karya dalam negeri agar bersama-sama kita dapat semakin Bangga Buatan Indonesia,” ungkapnya.

Ana Maria juga mengajak semua pihak untuk bisa meningkatkan daya saing para pelaku UMKM di Indonesia.

“Marilah kita satukan langkah dalam berinovasi dan berkreasi menciptakan lompatan-lompatan mengembangkan industri kreatif, sekaligus melestarikan kekayaan budaya nusantara demi mewujudkan Indonesia Maju,” ajaknya.

Dalam acara yang digelar Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo itu, hadir Staf Khusus Menteri Kominfo, Philip Gobang; Direkur IKPM Ditjen IKP Kominfo, Septriana Tangkary; dan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi.

Dari Dekranas hadir Ketua Harian Tri Tito Karnavian dan Wakil Ketua Harian 2 Dekranas, Nani Hadi Tjahjanto. Hadir pula dari Dekranas Ketua Bidang Wirausaha Baru Dewan Kerajinan Nasional Endang Budi Karya; Ketua Bidang Promosi Humas Dekranas, Nur Asia Uno; serta Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai Barat, Trice Yuni.

Bawa Visi Bersama Membangun Indonesia, Zoomlion Hadir Dengan Produk Heavy Equipment yang Canggih dan Berkualitas

SuaraPemerintah.id – Gaungkan visi ‘Bersama Membangun Indonesia’, Zoomlion hadir dengan produk heavy equipment yang canggih dan berkualitas. Utamakan pelayanan purna jual yang prima, Zoomlion yakin akan memberikan kepuasan kepada pelanggannya di Indonesia. Bahkan Zoomlion menargetkan 10 tahun ke depan akan menjadi The Big 10 di dunia heavy equipment di Indonesia.

Zoomlion merupakan perusahaan global dari Negeri Tirai Bambu yang bergerak di bidang heavy equipment. Berdiri sejak 1992, Zoomlion telah mendirikan cabang di lebih dari 20 negara. Pada 2010, produk Zoomlion masuk ke Indonesia dengan skema G2G (Government to Government) Melalui skema G2G, pemerintah Cina menjual beberapa ratus unit produk Zoomlion ke BUMN dan pemerintah Indonesia seperti Bukaka, Waskita Karya, Hutama Karya, dan lain-lain.

Sales Marketing Manager Zoomlion Indonesia Heavy Industry Yusuf Wibisono mengatakan bahwa hadirnya Zoomlion di Indonesia juga dalam rangka menggaungkan visi ‘Bersama Membangun Indonesia’.

“Kami ingin menghadirkan produk-produk alat berat yang berkualitas tinggi dengan pelayanan purnajual yang prima. Dengan begitu pembangunan di Indonesia akan dijalankan dengan efisien dan efektif. Kami yakin akan terus berkembang karena beberapa produk Zoomlion sudah digunakan dan terbukti hasilnya sangat memuaskan,” kata Yusuf.

Yusuf mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini sedang dalam proses pembangunan infrastruktur yang besar. Kebutuhan akan fasilitas pembangunan berupa alat-alat berat yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk melancarkan proses pembangunan di Indonesia. Yusuf menambahkan bahwa saat ini dana alokasi untuk infrastruktur di Indonesia mencapai Rp414 triliun dan akan dilanjutkan untuk pembangunan ruas jalan tol maupun beberapa big project lainnya.

“Bahkan di beberapa area seperti Sulawesi, kebutuhan alat berat sempat mengalami lack stock karena untuk penambangan nikel masih perlu banyak alat dan Indonesia merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia. Tentu ini menjadi kesempatan bagi Zoomlion untuk ikut berkontribusi,” tambah Yusuf.

Zoomlion Indonesia bergerak di bidang penjualan alat berat telah mempunyai hampir 200 line up produk kategori mulai earth moving, mining, firefighter, maupun AWP. Beberapa line up produk yang dipasarkan di Indonesia diantaranya; excavator, buldozer, mobilecrane, crawler crane, tower crane, firefighter, handpallet, forklift, dan lain-lain.

“Untuk market Indonesia Zoomlion menyediakan konsep 3S (sales, service dan sparepart) yang akan terus kami kembangkan di 10 kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Palembang, Balikpapan, dan lain-lain,” ungkap Yusuf.

Meski persaingan di bisnis heavy equipment cukup sengit namun Zoomlion Indonesia tetap berhasil melakukan penetrasi pasar. Keberhasilan tersebut karena didukung oleh inovasi produk Zoomlion yang menggunakan teknologi mutakhir, disamping juga optimalisasi terhadap pelayanan purnajual yang prima. Peluang untuk penetrasi Zoomlion masih cukup besar apalagi sampai saat ini untuk kebutuhan excavator di beberapa area masih lack stok

“Zoomlion Indonesia terus melalukan expansi untuk pasar retail maupun B2B market dan kami mendapatkan data adanya kenaikan penjualan dibanding sejak kami berdiri di Indonesia. Hal ini akan kami lanjutkan untuk melakukan kerjasama lebih jauh dengan pihak pemerintah, swasta dan BUMN. Zoomlion punya komitment untuk bersama membangun bangsa Indonesia,” tambah Yusuf.

Zoomlion Indonesia menawarkan nilai lebih yaitu penggunaan teknologi tinggi yang mampu me-reduce operational cost perusahaan sampai 10% dan adanya kenaikan produktivitas atau pencapaian volume mencapai 15%. Zoomlion juga sudah memulai inovasi teknologi EV dimana beberapa unit nya bisa dioperasikan dengan 5G teknologi dan memakai remote jarak jauh.

Produk unggulan Zoomlion adalah mobile crane dan excavator, dimana dua produk tersebut secara kualitas mampu menjadi produk terbaik di kelasnya. Bahkan. Kata Yusuf, informasi dari customer maupun dealer sampai saat ini masih zero complaint untuk produk tersebut. Dua produk unggulan tersebut telah ditanamkan teknologi canggih seperti zvaley, dimana software ini mampu mendeteksi efetkifitas dan efisiensi alat tersebut saat beroperasi.

“Mobile crane dan excavator EV juga menerapkan teknologi ramah lingkungan karena menggunakan sumber energi baterai bukan BBM. Untuk operasinya memakai remote autonomous driving operator sehingga bisa dioperasikan jarak jauh tanpa mengurangi efektifitas dan efisiensi dari produk tersebut,” jelas Yusuf.

 

 

Amankan Harga Beras Petani, Kementan Bersama PT Petani Mulai Galakkan Serap Gabah Petani

Amankan Harga Beras Petani, Kementan Bersama PT Petani Mulai Galakkan Serap Gabah Tani

SuaraPemerintah.id – Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian RI Agung Hendriadi dan Direktur Utama PT Pertani (Persero) Maryono bersinergi mengamankan harga beras di tingkat petani melalui Program Serap Gabah Petani di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Selasa (23/3/2021).

Pada Program Serap Gabah Petani ini merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Pertanian RI agar menggalakkan gerakan serap gabah petani di beberapa wilayah di Indonesia.

Sebagai informasi, Program serap gabah petani itu digelar pertama kalinya di Kabupaten Banyuwangi oleh PT Pertani di Tahun 2021 dan selanjutnya akan digelar juga di kabupaten serta kota lainnya secara berkelanjutan.

Kepala BKP Agung Hendiradi mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu bentuk kepedulian pemerintah terhadap stabilisasi harga gabah di tingkat petani. Diharapkan dengan kolaborasi antara Kementerian Pertanian RI dan PT Pertani dapat mensejahterakan petani dan menstabilkan harga.

“Ini adalah suatu bentuk kepedulian dan kehadiran Pemerintah merespon ketidakstabilan harga gabah di tingkat petani. Kementerian Pertanian dalam hal ini bekerja sama dengan PT Pertani melakukan penyerapan gabah produksi petani kita, dan tentunya diatas HPP sehinga petani dapat menikmati keuntungan yang wajar,” ujar Agung saat meninjau Unit Penggilingan Padi (UPP) PT Pertani di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (23/03/2021).

PT Pertani sebagai bagian holding BUMN Pangan juga bergerak dibidang perberasan. Dengan potensi sarana dan prasarana yang dimiliki seperti dryer dan Rice Milling Unit (RMU) yang tersebar secara Nasional, Agung sangat optimis untuk menargetkan PT. Pertani mampu menyerap gabah petani saat panen raya sekitar 300 ribu ton GKP.

“Dengan kapasitas dryer rata-rata 30 ton/hari dan kapasita RMU 2-3 ton/jam, serta peluang pasar beras yang masih terbuka lebar khususnya antar pulau ke wilayah timur Indonesia, saya yakin PT Pertani bisa menyerap gabah petani hingga 300 ribu ton,” tegas Agung.

Sementara itu, Direktur PT Pertani (Persero) Maryono, menjelaskan pihaknya akan mengambil gabah petani dengan harga yang potensial.

Pihaknya ingin agar harga gabah petani tidak anjlok saat panen raya karena kenyataanya hasil panen gabah petani yang sudah diserap oleh PT Pertani (Persero) berkualitas.

“Sebagai BUMN di bidang pangan, kami ingin hadir di tengah masyarakat, khususnya petani yang intinya tidak boleh dirugikan. Ketika panen raya kita juga mengambil gabah dengan harga komersial. Petani jangan sampai merugi, kita siap untuk offtake menyerap gabah petani,” ujar Maryono..

Khusus di Banyuwangi, PT. Pertani memiliki 2 lokasi Unit Pengolah Padi (UPP) yang berlokasi di Desa Kalistel Kecamatan Sempul dan di Desa Blambangan Kecamatan Muncar.

“Kami memiliki hampir 30 kantor cabang serta belasan Pabrik Unit Penggilingan Padi yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan begitu diharapkan penyerapan gabah hasil panen petani dapat merata menyerap gabah petani semaksimal mungkin sesuai kemampuan kita,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan, mengatakan ini menjadi harapan bagi petani, apa lagi ditengah pandemi Covid-19 seperti ini. Program yang digagas oleh dua lembaga itu dapat dikatakan menjadi solusi yang tepat bagi petani saat ini.

“Kami sangat bersyukur dan banyak petani berterima kasih kepada PT Pertani (Persero) yang sudah banyak membantu serta kami akan terus mendukung program itu agar dapat mensejahterakan petani,” pungkasnya.

Diketahui dalam program serap gabah petani, PT Pertani (Persero)  juga bekerja sama dengan Bank BNI melalui penandatangan MoU dalam rangka kerjsama pembiayaan dan juga disiapkan opsi bekerja sama dengan Jasiondo untuk asuransi jika terjadi gagal panen.

Agung menilai kerjasama ini perlu dikembangkan ke seluruh wilayah karena PT. Pertani akan menjadi offtaker dari petani yang memproduksi gabah, terlebih yang dibiayai oleh BNI. Petani memproduksi gabah, dia mengambil kredit perbankan di BNI melalui KUR. Jika terjadi gagal panen maka ada Jasindo sebagai program pemerintah dengan asuransi usaha tanaman pangan (AUTP).

“Jadi kalau semua pihak sudah bersinergi, petani sudah terjamin karena bila ingin memproduksi sudah diberi modal oleh KUR BNI, kemudian produksinya dijamin oleh asuransi Jasindo, dan hasilnya nanti diambil dan dibeli oleh PT. Pertani. Ini merupakan salah satu upaya kita sebagai bagian Pemerintah untuk mensejahterakan petani,” pungkasnya

Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan, 5 Ribu Pegawai KAI Lakukan Vaksinasi di Bandung

Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan, 5 Ribu Pegawai KAI Lakukan Vaksinasi di Bandung

SuaraPemerintah.idPT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan vaksinasi massal kepada 5.246 pegawai KAI Group di Pusdiklat Ir. H Juanda KAI, Kota Bandung, yang dimulai pada Selasa (23/3).

Para pegawai yang divaksin adalah mulai dari level manajemen hingga pelaksana di bidang operasional, frontliner dan administrasi yang bertugas di Bandung.

“Kami ingin para pegawai terlindungi lewat vaksinasi tersebut. Dengan perjalanan kereta api yang semakin aman dari Covid-19, kepercayaan pelanggan akan moda transportasi kereta api juga diharapkan terus meningkat,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Joni mengatakan vaksinasi Covid-19 sangat diperlukan oleh KAI karena pegawai KAI memegang peranan penting untuk menyediakan transportasi baik untuk penumpang maupun barang.

Di samping itu, para petugas di lapangan secara intens dan rutin melayani masyarakat di stasiun dan di atas kereta api.

Sampai dengan 22 Maret 2021, sebanyak 7.493 pegawai KAI Group sudah divaksin atau 17% dari 42.853 pegawai yang telah didaftarkan. Jumlah tersebut akan terus bertambah menyesuaikan dengan jadwal vaksinasi Dinas Kesehatan setempat.

Joni menambahkan, KAI memprogramkan sampai dengan 31 Maret, total 22 – 23 ribu pegawai KAI Group telah divaksin dalam rangka memberikan proteksi kepada pegawai dan pelanggan KAI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan di berbagai wilayah kerja KAI sehingga dapat terselenggara vaksinasi untuk pegawai-pegawai KAI,” kata Joni.

Sebelumnya, pada Jumat (19/3) lalu, KAI bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan menyelenggarakan vaksinasi bagi pekerja transportasi publik di Stasiun Gambir.

Pada kegiatan ini, KAI memberikan dukungan dengan menyediakan lokasi dan fasilitas pendukung vaksinasi bagi sekitar 1.000 pekerja transportasi publik dari berbagai moda transportasi. Khusus untuk peserta dari KAI Group, sejumlah 210 pegawai telah divaksin pada kegiatan ini.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka mempercepat vaksinasi kepada seluruh pegawai di berbagai wilayah kerja KAI. Semakin banyaknya pegawai KAI yang divaksinasi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat saat menggunakan transportasi kereta api. Lebih jauh, dengan vaksinasi ini semoga dapat segera memulihkan perekonomian Indonesia,” tutup Joni.

Kecamatan Rumbai Barat Sosialisasikan Pembangunan Tol Pekanbaru-Rengat

SuaraPemerintah.idPemerintah Kecamatan Rumbai Barat bekerjasama dengan Kementerian PUPR, BPN Provinsi Riau, Dinas PUPR Provinsi Riau dan PT. Hutama Karya, mengadakan sosialisasi rencana pembangunan ruas Jalan Tol Pekanbaru-Rengat, Selasa (23/3).

Sosialisasi yang dipusatkan di aula kantor Kecamatan Rumbai Barat ini, diikuti oleh Lurah dan masyarakat dari Kelurahan Muara Fajar Timur, Rumbai Bukit, Agrowisata, serta Kelurahan Palas.

Camat Rumbai Barat Vemi Herliza, S.STP menyebutkan, sosialisasi yang turut dihadiri Asisten I Setdako Pekanbaru Azwan, Kabag Tapem dan perwakilan Dinas PUPR Kota Pekanbaru itu bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat dan calon pemilik lahan yang terdampak pembangunan jalur tol.

“Kemudian juga untuk menyampaikan persiapan pengadaan tanah untuk pembangunan ruas jalan tol pekanbaru-rengat, serta proses dari pendataan awal hingga pelaksanaan proyek dengan harapan agar semua pihak bisa bekerjasama dalam kesuksesan pembangunan infrastruktur penunjang kehidupan masyarakat,” ucapnya.

Disampaikan Vemi, sosialisasi yang dilakukan merupakan bagian dari tahapan persiapan pengadaan tanah rencana ruas jalan tol pekanbaru-rengat dimana tim memberitahukan kepada masyarakat secara langsung bahwa akan dilaksanakan pembangunan jalan tol di persil tanah yang mereka miliki.

“Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi telah selesai dilaksanakan sebanyak 3 sesi terdiri dari 4 kelurahan, 3 di Kecamatan Rumbai Barat, 1 di Kecamatan Rumbai dengan rencana calon persil yang terkena sebanyak 329 persil. Kami apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap program nasional ini,” ujarnya.

Menurut dia, sinergitas semua pihak sangat diperlukan agar program nasional tersebut dapat berjalan lancar dan sesuai dengan harapan.

“Untuk itu, permohonan, saran dan masukan dari masyarakat sangat diperlukan untuk kebaikan dan kelancaran program ini. Pemerintah akan memberikan solusi terbaik untuk masyarakat,” tegasnya.

Setelah sosialisasi, lanjut Vemi, pihaknya berharap kepada Kementerian PUPR dapat segera memasang patok rencana jalur tol Pekanbaru-Rengat dan melakukan pendataan awal yang nantinya akan didampingi oleh RT, RW, pihak kelurahan dan masyarakat pemilik lahan.

“Kami menunggu informasi selanjutnya agar data yang akurat bisa secepatnya kita sampaikan ke masyarakat,” tutupnya.

 

ETLE Resmi Diluncurkan Secara Nasional, 12 Polda Terapkan Tilang Elektronik di 244 Titik Lokasi

ETLE Resmi Diluncurkan Secara Nasional, 12 Polda Terapkan Tilang Elektronik di 244 Titik Lokasi

SuaraPemerintah.idTilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai diterapkan setelah diluncurkan oleh Korps Lalu Lintas Polri, Selasa (23/3/21).

Peluncuran program penerapan tilang elektronik tahap pertama di laksanakan di Gedung NTMC Polri Jakarta yang dibuka oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Istiono.

“Hari ini kita akan launching secara nasional ETLE di 12 Polda dengan 244 titik lokasi yang telah terpasang kamera ETLE,” ujar Istiono dalam siaran persnya.

Di tahap I ini, 12 Polda yang menerapkan tilang elektronik adalah Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda DIY, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Sumatra Barat, Polda Lampung, Polda Sulawesi Selatan, Polda Banten dan Polda Sulawesi Utara.

Kamera ETLE terpasang di 224 titik lokasi meliputi,

  • Polda Metro Jaya 98 titik,
  • Polda Jawa Barat 21 titik,
  • Polda Jawa Tengah 10 titik,
  • Polda Daerah Istimewa Yogyakarta 4 titik,
  • Polda Jawa Timur 56 titik, Polda Riau 4 titik,
  • Polda Lampung 5 titik,
  • Polda Jambi 8 titik,
  • Polda Sumatera Barat 10 titik,
  • Polda Sulawesi Selatan 16 titik,
  • Polda Sulawesi Utara 11 titik dan
  • Polda Banten 1 titik.

Pada kesempatan itu Kapolri memberikan apresiasi atas diluncurkannya program ETLE. Menurut dia, ETLE merupakan merupakan salah satu program yang jadi perhatian Presiden Joko Widodo.

“Beliau mengharapkan institusi Polri bisa membangun sistem dan pelayanan terhadap masyarakat dengan memanfaatkan teknologi,” kata Listyo.

ETLE ini mampu mendeteksi 10 pelanggaran lalu lintas diantaranya pelanggaran traffic light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil- genap, tidak mengenakan sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat mengemudi, pelanggaran batas kecepatan, melawan arus, tidak menggunakan helm, pelanggaran jenis kendaraan pada jalur atau kawasan tertentu dan pelanggaran keabsahan STNK.

ETLE terhubung secara nasional, sehingga pelanggaran di suatu wilayah yang kendaraannya berasal dari wilayah lain dapat dikoordinasikan di wilayah kendaraan itu terdaftar.

ETLE ini menghasilkan foto dan video hasil analisa pelanggaran lalu lintas yang akuran serta transparan.

Cara Kerja Tilang Elektronik

Tilang elektronik atau ETLE bebasis teknologi informasi dengan memanfaatkan kamera CCTv. Dari sanalah pelanggaran lalu lintas dapat dideteksi.

ETLE mampu menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis. Sehingga penegakan hukum lalu lintas yang biasanya konvensional bergeser ke elektronik.

Metode ini juga tepat di era new normal. Petugas dan pelanggar tak harus melakukan kontak fisik. Surat tilang akan dikirim kepada pelanggar. Di surat konfirmasi itu ada barcode yang dapat mendeteksi video terkait pelanggaran yang dilakukan.

Setelah menerima surat konfirmasi, pelanggar wajib mengisi surat konfirmasi pelanggaran. Setelah itu pelanggar akan menerima pesan singkat kode pembayaran. Lalu pelanggar cukup membayar denda tanpa harus sidang.

Resmi Luncurkan Tilang Elektronik, Amsakar Beri Apresiasi Pada Polri

Amsakar Apresiasi Polri Launching Tilang Elektronik
SuaraPemerintah.idWakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad memberikan apresiasi kepada Polri atas peresmian Elektronic Traffic Law Enforcement (Etle) atau tilang elektronik.

Karena itu pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama selalu mematuhi kedisiplinan di jalan raya. Karena semua aktivitas pengendara di jalan akan termonitor secara real time.

“Terima kasih jajaran Kepolisian RI, terobosan yang sangat berarti bagi Indonesia tercinta,” kata Amsakar di Polresta Barelang saat menyaksikan peresmian tilang elektronik secara virtual, Selasa (23/3/2021).

Launching Etle tahap 1 digelar di gedung NTMC Polri, Jakarta, diresmikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Etle nasional merupakan salah satu implementasi Korlantas Polri dalam mewujudkan salah satu program prioritas presisi atau prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan.

Kehadiran tilang elektronik nasional ini untuk meningkatkan program keamanan dan keselamatan masyarakat di jalan raya. Kapolri ingin masyarakat lebih waspada dalam waspada karena adanya Etle dapat memantau perilaku pengendara.

“Kenapa ini kita lakukan? Ini adalah bagian dari upaya kita untuk meningkat program keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” kata Jenderal Sigit.

Namun tentunya perlu ada upaya-upaya penegakan hukum agar proses pelaksanaan kegiatan para pengguna jalan betul-betul bisa disiplin, bisa mengutamakan keselamatan dan tentunya menghargai masyarakat lain sesama pengguna jalan,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di sisi Polri, Jenderal Sigit menekankan upaya penegakan hukum yang transparan lewat Etle. Mantan Kabareskrim ini berharap sistem Etle dapat mencegah penyalahgunaan wewenang sekaligus pemanfaatan teknologi informasi.

“Program Etle adalah bagian dari kami untuk melakukan penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi,” ujarnya.

Pihaknya mengaku akan terus memperbaiki sistem sehingga ke depan penegakan hukum kepolisian, khususnya lalu lintas di jalan, tidak perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat yang tentunya kita sering mendapatkan komplain terkait dengan masalah proses tilang yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota, yang kemudian berpotensi terjadinya penyalahgunaan wewenang,” jelas Kapolri.

Etle nasional ini dapat menindak 10 pelanggaran lalu lintas diantaranya pelanggaran traffic light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil genap, pelanggaran menggunakan ponsel, pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran keabsahan STNK, pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu.

Selain mendeteksi pelanggaran lalu lintas, sistem Etle juga dapat menjadi pendukung bukti kasus kecelakaan dan tidak kriminalitas di jalan raya dengan menggunakan teknologi face recognition yang sudah ada di sistem Etle.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin dan Jaksa Agung ST Burhanudin yang turut dalam penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) penegakan hukum.

Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Dirut Jasa Raharja Budi Raharjo dan beberapa perwakilan instansi lain turut hadir. Jajaran Dirlantas se-Indonesia juga hadir secara virtual.

 

Kemenko Marves Bangkitkan Literasi Kemaritiman Melalui Workshop dan Penulisan Travel Note

Kemenko Marves Bangkitkan Literasi Kemaritiman Melalui Workshop dan Penulisan Travel Note

SuaraPemerintah.id – Literasi mengenai isu kemaritiman semakin memprihatinkan, masih sedikit masyarakat yang belum mengetahui arti penting literasi kemaritiman. Hal ini dinilai penting untuk dilakukan berbagai edukasi, sosialisasi, bahkan promosi untuk melakukan kegiatan literasi ini.

Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Biro Komunikasi menyelenggarakan Workshop Literasi Maritim dan Penulisan Travel Note di Yogyakarta pada 7 – 9 Maret 2021.

Acara ini dibuka secara virtual oleh Sekretaris Kementerian Koordinator, Agung Kuswandono. Dalam sambutannya Sesmenko Agung mengatakan bahwa Workshop ini sangat diperlukan untuk membangkitkan literasi kemaritiman. Menurutnya literasi kemaritiman ini harus dimulai dari hati anak bangsa untuk mencintai tanah air sendiri.

“Rasa cinta itu sangat tepat dimulai dari pendekatan seni dan budaya. Maka dari itu di setiap lokasi kegiatan yang diadakan oleh Kemenko Marves selalu memunculkan budaya daerah tersebut, agar peserta workshop bisa memahami betapa indahnya Indonesia itu,” tuturnya.

Lebih lanjut Sesmenko Agung mengatakan kegiatan ini sejalan dengan apa yang sudah dikatakan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia sudah terlalu lama memunggungi laut, dan kini saatnya mengembalikan kejayaan kelautan untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Senada dengan Sesmenko, Kepala Biro Komunikasi Andreas Dipi Patria dalam kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa acara ini sejalan dengan apa yang sudah menjadi visi Kemenko Marves yaitu pusat peradaban maritim karenanya peradaban itu merupakan unsur utama dari budaya.

“Oleh karena itu, menggali budaya terutama budaya maritim sangat penting di sini. Ini sangat terkait dengan inovasi dan tentu saja harus dimulai dengan memperkuat literasi,” jelas Karo Andreas.

Hadir sebagai narasumber, Praktisi Budaya, Tukul Rameyo Adi mengatakan bahwa budaya sangat penting menjadi literasi. Hal ini dikarenakan budaya sebenarnya adalah aset pembangunan kemaritiman yang sekarang sudah dilupakan. Menurut Rameyo, selama budaya itu tidak menjadi literasi, pembangunan kemaritiman tidak akan bisa seperti yang diharapkan sebelumnya.

“Budaya itu kan bukan hal yang bisa disentuh. Budaya adalah ruh dari pembangunan kemaritiman itu sendiri. Oleh karena itu, budaya seharusnya kita rawat agar pembangunan kemaritiman bisa seperti yang diharapkan,” jelasnya.

Untuk itu, Rameyo menuturkan melalui Travel Note budaya diharapkan dapat disosialisasikan dan dipromosikan kepada seluruh bangsa Indonesia.

“ Travel note itu kan asyik, gampang, dan mengena. Jadi mudah-mudahan dengan travel note, millennial bisa menjadi agen literasi maritim,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dalam workshop ini dihadirkan Novelis, Kirana Kejora. Dalam paparannya, Kirana Kejora memberikan ilmunya kepada seluruh peserta workshop. Ia mencontohkan travel note karyanya yang berjudul “Mengintip Kecantikan Papua Lewat Mata Kirana Kejora”.

Melalui travel note tersebut Kirana Kejora menceritakan perjalanannya dari Jakarta hingga menapaki tanah Papua. Ia menuliskan seluruh pengalaman yang ia alami selama di Papua. Mulai dari pesona alam Papua, budaya Papua dengan keberagaman suku di dalamnya sampai kondisi jalan Papua yang saat itu berbatu tidak lepas dari tulisannya.

Dari contoh inilah, Kirana Kejora mengatakan bahwa budaya bisa diceritakan melalui tulisan. Lebih lanjut Kirana menuturkan menulis travel note itu tidak sulit. “Jangan pernah menyerah, setidaknya kita sudah berupaya dan menulis travel note sebaik mungkin hari ini, tidak ada tulisan yang sempurna di dunia ini,” kata Kirana Kejora.

Pada sesi selanjutnya, hadir pula Prof. Heddy Shri Ahimsa-Putra, Guru Besar Antropologi UGM. Dirinya mengatakan potensi budaya maritim untuk menjadi bagian dari dunia wisata kepulauan sangat besar di Indonesia, dengan mengunjungi spot-spot tertentu di laut.

Prof. Hedyy menambahkan budaya bahari baru yang dapat dikembangkan di Indonesia adalah “wisata bahari” di antaranya desa wisata pantai, wisata antarpulau, wisata desa nelayan, wisata desa pantai, wisata spot cantik di laut. “Budaya bahari di Indonesia telah berkembang menjadi lebih kompleks dan isinya lebih bervariasi,” ungkap Prof. Heddy.

Jelang Musim Haji, Pemkot Cari Alternatif Tempat Isolasi Selain Embarkasi

Jelang Musim Haji, Pemkot Cari Alternatif Tempat Isolasi Selain Embarkasi

SuaraPemerintah.id – Penanganan Covid-19 di Kota Balikpapan selama ini memanfaatkan Embarkasi Haji untuk isolasi orang terkonfirmasi positif. Sampai saat ini masih banyak juga Orang Tanpa Gejala (OTG) yang karantina di sana hingga dinyatakan bisa kembali berkegiatan di masyarakat.

Padahal, ibadah haji berpotensi kembali diselenggarakan tahun ini. Walaupun dari Negara Arab Saudi belum memutuskan bakal menerima atau tidak kunjungan jamaah haji dari Indonesia. Menteri Agama Yaqut optimistis ibadah haji akan terlaksana.

Pelaksanaan ibadah haji ini, dipastikan akan berdampak kepada pelaksanaan penanganan Covid-19 yang salah satunya menggunakan fasilitas Embarkasi Haji ini.

Melihat besarnya pelaksanaan ibadah haji, Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan mencoba mencari tempat alternatif. Kalau memang Asrama Haji akan digunakan kembali untuk keperluan jamaah.

“Kita akan sterilkan kalau memang ada kabar dari Kementerian Agama,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi Selasa (23/3/21). Menurutnya kini satgas sedang mencari tempat alternatif. Misalnya hotel atau guest house yang memadai.

“Butuh tempat terbuka agar mereka yang isolasi bisa berolahraga dan penyegaran,” ucapnya. Rizal mengakui, tentu keperluan ini akan menambah beban anggaran.

Sebab mau tidak mau, pihaknya perlu mencari lokasi isolasi yang baru dan perlu alokasi biaya sewa tempat tersebut. Artinya ada anggaran tambahan yang harus dikeluarkan. Apabila akan digunakan untuk embarkasi haji, tentu perlu mencari isolasi baru untuk beberapa bulan ke depan.

Rizal menyebutkan, kemungkinan masih lama asrama haji bisa digunakan kembali menjadi lokasi isolasi. Biasanya persiapan haji mulai pertengahan tahun. “Tapi mereka akan gunakan sebelum dan sesudah pulang dari Arab Saudi. Mungkin baru bisa kita pakai lagi sekitar akhir tahun atau triwulan IV,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum ini Pemprov Kaltim berencana untuk melakukan beberapa perbaikan di Embarkasi Haji. Terutama agar dapat menambah kapasitas ruang isolasi. “Ada tim provinsi sudah datang kemarin. Jadi nanti kita lihat dulu dan tunggu kabarnya,” sebutnya.

Rizal berpendapat, perbaikan dari Pemprov Kaltim tak masalah jika tetap berlangsung. Apalagi perbaikan ruangan ini nantinya bisa bermanfaat untuk jamaah haji. Sehingga baik saja ada perbaikan dan tentu tidak sampai mengganggu pelaksanaan haji mendatang.