Beranda blog Halaman 4439

Bappenas Prediksi Ekonomi 2021 Tumbuh 4,2-4,8 %, Asal Beberapa Syarat Ini Terpenuhi

Bappenas Prediksi Ekonomi 2021 Tumbuh 4,2-4,8 %, Asal Beberapa Syarat Ini Terpenuhi

SuaraPemerintah.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa pandemi ini berkisar antara 4,2 persen sampai 4,8 persen. Untuk mencapai pertumbuhan 4,8 persen maka vaksinasi harus mampu mencapai lebih dari satu juta orang per hari. Dan target sasaran vaksin mencapai 70 juta atau 39 persen dari asumsi 181,5 juta orang selesai pada Juli 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu, 17 Maret 2021. Pihaknya menyatakan pertumbuhan 4,2 persen akan terealisasi jika kasus pandemi COVID-19 terus menurun hingga September 2021, sedangkan 4,8 persen tercapai jika penurunan terjadi pada Juli 2021.

“Kami mencoba menghitung bersama FKUI bagaimana caranya supaya selain pencapaian herd immunity itu, kita ingin masyarakat mulai percaya sehingga mobilitas itu bisa bergerak,” katanya.

Suharso Monoarfa mengungkapkan beberapa syarat dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik setelah terkontraksi 2,07 persen akibat COVID-19. Di mana pertumbuhan ekonomi dan juga penanganan COVID-19 itu harus berjalan beriringan.

“Antara kesehatan dan ekonomi jadi memang dua-duanya harus berjalan seimbang, jadi pertumbuhan ekonomi dan juga penanganan COVID-19 itu harus berjalan beriringan,” katanya.

Suharso menyebutkan syarat utama mencapai pertumbuhan ekonomi lebih baik adalah penanganan COVID-19 yaitu dengan menurunkan penyebarannya melalui kerja sama antara berbagai pihak mulai dari masyarakat hingga pemerintah pusat serta daerah.

Kemudian, penanganan COVID-19 juga dilakukan melalui peningkatan jumlah test dan tracing di seluruh daerah untuk menurunkan positivity rate sekaligus mengendalikan penyebarannya. Pelaksanaan vaksinasi sesuai sasaran yang ditetapkan yaitu 181,5 juta penduduk dengan kebutuhan vaksin mencapai 426,8 juta dosis ditambah 15 persen cadangan turut menjadi kunci penanganan COVID-19.

Suharso menjelaskan estimasi untuk mencapai wabah COVID-19 terkendali yaitu  dengan menurunkan angka reproduksi efektif dari 1,2 menuju 0,9 dan mencapai herd immunity atas 181,5 juta dari total 269 juta penduduk Indonesia. Menurutnya untuk mencapai herd immunity terhadap 181,5 juta jiwa tersebut dibutuhkan sekitar 426,8 juta dosis vaksin dengan target selesai program vaksinasi dalam 15 bulan.

Suharso merinci untuk mencapai pertumbuhan 4,8 persen maka vaksinasi harus mampu mencapai lebih dari satu juta orang per hari dan target sasaran vaksin mencapai 70 juta atau 39 persen dari asumsi 181,5 juta orang selesai pada Juli 2021.

Begitupun Suharso memaparkan jika vaksinasi hanya mampu mencapai angka di bawah satu juta per hari dan target sasaran vaksin 70 juta orang baru terealisasi pada September 2021, maka ekonomi hanya tumbuh 4,2 persen.

“Kalau divaksin lebih cepat dengan speed yang sekarang, kecepatan yang sekarang itu akan dicapai pada September 2021,” tutupnya. (red/pen)

Erick Ucap Syukur dan Apresiasi Kepada 50.704 Peserta Vaksinasi 9 Hari di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN

Erick Ucap Syukur dan Apresiasi Kepada 50.704 Peserta Vaksinasi 9 Hari di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN

SuaraPemerintah.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan rasa syukurnya atas 50 ribu lebih warga yang telah divaksinasi dalam waktu sembilan hari. Apresiasi juga ditujukan kepada warga lansia dan pekerja layanan publik yang antusias menjalani vaksinasi di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN di Istora Senayan, Jakarta.

Hal ini diungkapkan oleh Erick dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2021. Erick menyampaikan apresiasi kepada warga lansia dan pekerja layanan publik yang antusias menjalani vaksinasi di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN di Istora Senayan.

“Alhamdulillah dan sangat bersyukur. Ini awal yang baik karena dalam waktu sembilan hari sudah 50 ribu orang yang divaksin di Sentra ini,” ujar Erick.

Perlu diketahui Sentra Vaksinasi Bersama BUMN ini memang diinisiasi Kementerian BUMN dan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Pemda DKI Jakarta, dan Indonesia Healthcare Corporation (IHC) selaku holding BUMN Kesehatan. Dalam waktu sembilan hari telah memvaksin 50 ribu warga Indonesia yang terdiri dari lansia dan pekerja layanan publik.

“Saya mengapresiasi warga lansia yang datang ke Istora untuk divaksin. Apalagi saya mengetahui, banyak warga lansia yang datang dari pagi hari sebelum Sentra ini dibuka. Saya hargai semangat tinggi lansia, namun mohon tetap perhatikan kondisi fisik dan kesehatan, serta jangan sampai lelah karena datang terlalu pagi dan menunggu lama. Bagaimanapun para nakes dan panpel yang bertugas butuh persiapan,” kata Erick.

Adapun berdasarkan data Pcare, jumlah peserta yang berhasil divaksin pada Selasa (16/3) mencapai, 8.324 orang yang terdiri dari 3.317 kalangan lansia dan 4.756 orang pekerja layanan publik. Ditambah jumlah 42.380 peserta yang telah sukses divaksin sejak hari pertama hingga Senin (15/3), maka di hari ke sembilan beroperasinya Sentra total sudah mencapai 50.704 peserta berhasil divaksin.

Di mana pencapaian tersebut melampaui ekspektasi yang ditargetkan Kementerian BUMN saat menggelar kegiatan yang ditujukan mempercepat program vaksinasi nasional tahap kedua dengan sasaran kalangan lansia dan pekerja layanan publik. Saat Sentra Vaksinasi Bersama dibuka Senin (8/3), Erick Thohir menetapkan setiap harinya sebanyak lima ribu orang akan divaksin.

Kementerian BUMN yang menjadi pelaksana Sentra Vaksinasi Bersama BUMN ini telah berkoordinasi dengan pihak Gelora Bung Karno untuk mengantisipasi membanjirnya warga lansia yang mendatangi kawasan Senayan. Beberapa arena olahraga dan kantong parkir di sekitar Istora sudah dijadikan lokasi antrian yang dilengkapi dengan garis pembatas dan kursi bagi lansia.

Sementara Sentra Vaksinasi Bersama BUMN juga sudah membuka tautan pendaftaran vaksinasi khusus lansia yang bisa diakses online di: https://lokel.com/event/vaksinasicovid19untuklansia.

Maka dengan tautan tersebut lansia yang memiliki KTP Non DKI Jakarta, tapi tinggal di Jakarta masih bisa mendaftar. Namun tetap harus dilengkapi dengan surat keterangan domisili dari RT/RW tempat tinggalnya saat akan divaksin.

KemenkopUKM Targetkan 100 Koperasi Modern dan 2,5 Juta Usaha Mikro Jadi Sektor Formal di Tahun 2021

SuaraPemerintah.idKementerian Koperasi dan UKM menargetkan pada 2021 ini mampu mencetak 100 koperasi modern dan mendorong sebanyak 2,5 juta usaha mikro bertransformasi menjadi sektor formal.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Kerakyatan Kementerian Koperasi dan UKM Riza Damanik dari Jakarta, Selasa (16/3/2021), menyebutkan bahwa pihaknya juga menargetkan mampu menaikkan kontribusi ekspor sebesar 15,26%, meningkatkan rasio kewirusahaan menjadi 3,55%, menaikkan rasio kredit perbankan di atas 20%, serta kemitraan strategis antara UMKM dan usaha besar.

Sambutan itu disampaikan dalam acara Kaltim Fair 2021 bertajuk Kebijakan Pemerintah Meningkatkan Akses dan Dukungan Pembiayaan  kepada Koperasi dan UMKM secara daring.

Untuk mendorong target penciptaan koperasi modern dan usaha mikro naik kelas, KemenkopUKM melakukan pemetaan risiko usaha.

“Dan untuk mengurangi risiko usaha dari UMKM tadi agar lebih feasible untuk mendapatkan akses pembiayaan, kami menyiapkan 4 transformasi besar yaitu transformasi dari informal ke formal, transformasi ke digital dan pemanfaatan teknologi, transformasi ke dalam rantai nilai (value chain), dan modernisasi koperasi,” katanya.

Ia menambahkan, dengan demikian UMKM dapat terdata dengan baik, berusaha dalam skala ekonomi dan efisien, serta proses pembinaan menjadi lebih fokus dan terarah.

Program pemulihan ekonomi nasional, khususnya pembiayaan bagi KUKM juga masih dilanjutkan tahun ini. Dari sisi pembiayaan, sasarannya ada 2, yakni kepada mereka yang unbankable (usaha mikro) diberikan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang rencananya segera akan digulirkan oleh Presiden. Kedua, kepada mereka yang sudah bankable atau sedang terikat kredit mendapatkan fasilitas Subsidi Bunga KUR dan pembiayaan modal kerja koperasi melalui LPDB.

“Pemerintah terus mematangkan alternatif pembiayaan untuk UMKM dan Koperasi yang murah, mudah, dan cepat agar UMKM cepat naik kelas,” katanya.

Riza menambahkan, Pemerintah Daerah juga sangat berperan penting dalam akselerasi pengembangan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Oleh sebab itu, kami senang sekali kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Koperasi dan UKM terus diperkuat,” katanya.

Sejauh ini sebagian besar riset menyebutkan bahwa masalah pertama pengembangan UMKM adalah memperoleh kredit atau permodalan termasuk penelitan Ease of Doing Business World Bank, dan BPS 2003. Terlebih untuk negara seperti Indonesia dengan postur mayoritas pelaku usahanya adalah Usaha Mikro (98%).

“Ciri dari usaha mikro antara lain belum terdata dan memiliki perencanaan bisnis dengan baik, bergantung sepenuhnya dengan pendapatan harian, sangat dinamis baik dari sisi produk yang dijual maupun lokasi penjualan, dikelola belum dalam skala ekonomi, bahkan sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Semuanya menambah sulit usaha mikro mendapatkan akses pembiayaan,” katanya.

Tercatat rasio kredit perbankan untuk UMKM di Indonesia masih di bawah 20%. Jauh dari Singapura (39%), Thailand (50%), Malaysia (51%), Jepang (66%), apalagi Korea Selatan (81%). Pemerintah menargetkan rasio kredit perbankan bisa mencapai 22-30% hingga 2024.

“Itulah sebabnya, salah satu terobosan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) yang diturunkan menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 adalah penguatan skema pembiayaan,” katanya.

Penguatan pembiayaan di antaranya saat kondisi darurat meliputi restrukturisasi kredit, rekonstruksi usaha, bantuan permodalan, dan bantuan lainnya (pasal 53). Kemudian Pemerintah memberikan fasilitasi pembiayaan dari meningkakan akses pembiayaan, memberikan imbal jasa penjaminan dan subsidi bunga, penjaminan kredit modal kerja, penyaluran dana bergulir, bantuan permodalan, dan bentuk pembiayaan lain (pasal 71).

Selain itu, kemudahan kemitraan diberikan berupa fasilitasi pendanaan cepat, tepat, murah, dan tidak diskriminatif (pasal 102).

Tinjau Vaksinasi Bali, Sandiaga Uno Upayakan Pulihkan Ekonomi Cepat

Tinjau Vaksinasi Bali, Mas Menteri Upayakan Pulihkan Ekonomi Cepat

SuaraPemerintah.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, bersama Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Vaksinasi tersebut diperuntukan bagi 500 pekerja industri pariwisata di Bali, kota Denpasar.

Sementara di Puri Saren Agung, vaksinasi dilakukan terhadap kurang lebih 680 pelaku industri pariwisata, Selasa (16/3/2021).

Menparekraf Sandiaga Uno, mengungkapkan salah satu syarat dibuka kembali sektor pariwisata dan ekonomi yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan pelaksanaan vaksinasi. Hal ini, ia sampaikan, juga bertujuan agar segera dapat memulihkan perekonomian di Bali yang terdampak selama pandemi.

“Dengan menurunnya angka COVID-19 kita memulai persiapan untuk membuka kembali pariwisata khususnya untuk wisatawan mancanegara. Tentunya ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, kita jangan sampai melakukan kesalahan sehingga penularan COVID-19 ini meningkat kembali. Dan vaksinasi ini adalah salah satu faktor utama yang harus dijalankan,” kata Sandiaga Uno.

Bersama Presiden Joko Widodo, Menparekraf mengungkapkan, kehadiran Presiden menjadi harapan sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah pusat kepada masyarakat yang ada di Bali, khususnya masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ia menambahkan, pemerintah mendukung penuh kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif Bali melalui peningkatan vaksinasi maupun program-program pemerintah yang akan digalakkan di tahun 2021.

“Selain vaksinasi, termasuk stimulus dan juga bantuan sosial yang akan kita galakkan di tahun 2021 ini,” ujar Sandiaga.

Lebih lanjut, Menparekraf menjelaskan, Presiden meminta pihaknya untuk membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam melakukan transformasi digital sehingga dapat meningkatkan peluang usaha. Ia berharap, pengembangan UMKM di tahun 2021 lebih menggeliat hingga dapat mencapai angka 2 juta.

“Harapan Presiden kepada kami berdua (Menparekraf dan Wamenparekraf) adalah bagaimana membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melakukan transformasi, di segi digitalisasi agar pandemi ini justru membawa perubahan menuju pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Agar 2 juta lebih pelaku UMKM yang ada di Bali dapat segera mengadopsi digitalisasi,” ujarnya.

Adapun terkait penetapan tiga wilayah zona hijau oleh Pemprov Bali, Menparekraf mengatakan ketiga kawasan itu harus menjadi prioritas vaksinasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dan juga masyarakat. Ketiga wilayah tersebut yaitu Ubud di Kabupaten Gianyar, Sanur di Kota Denpasar, dan ITDC Nusa Dua di Kabupaten Badung.

“Karena konsepnya adalah zona hijau, tentunya tiga kawasan tadi harus jadi prioritas vaksinasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dan masyarakat. Menteri Kesehatan sudah sanggup (menyiapkan vaksin),” kata Menparekraf. (red/rifki)

Mas Menteri Giatkan Digitalisasi untuk Para Pelaku Kuliner

Mas Menteri Giatkan Digitalisasi untuk Para Pelaku Kuliner

SuaraPemerintah.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan perhatian pada pelaku kuliner yang dianggap masih kurang bersaing di era digitalisasi. Menurutnya, digitalisasi masih kurang merata, pihaknya akan terus gencarkan digitalisasi para pelaku kuliner melalui sejumlah program.

Mas Menteri, biasa panggilannya, menekankan tentang pentingnya digitalisasi bagi pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di sektor kuliner untuk memperluas cakupan pemasaran produknya. Melalui acara NGANTRI (Ngobrol Bareng Mas Menteri) edisi kuliner khas #DiIndonesiaAja yang disiarkan live lewat akun Instagram @pesonaid_travel, Minggu (14/3/2021), ia mengungkapkan salah satu tantangan yang dihadapi oleh para pelaku kuliner adalah digitalisasi yang kurang merata.

“Ada program ‘Ada di Warung’ untuk membantu rantai distribusi produk ekonomi kreatif dengan menyalurkan produk kuliner ke dalam jaringan warung-warung dan toko kelontong di Indonesia yang sudah dijalankan tahun lalu dan juga kembali dilakukan tahun ini juga. Kita juga ada program ‘Beli Kreatif Lokal’, termasuk kemarin juga ada Beli Kreatif Danau Toba,” kata Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, sejak 2020 Kemenparekraf/Baparekraf berhasil mendigitalisasikan empat juta pelaku kuliner dari target dua juta pelaku melalui program-program ini, bahkan ia menargetkan lebih besar yaitu delapan juta UMKM di tahun 2021.

“Sedangkan, di tahun ini, program-program tersebut akan kembali dilakukan dengan target yang lebih besar, yakni sekitar delapan juta UMKM,” katanya.

Selain itu, berbagai upaya dilakukan oleh dengan melaksanakan sejumlah program pelatihan seperti pelatihan kemasan produk kuliner, bedah desain kemasan, bedah gerai, promosi dan voucher diskon pada event-event di platform e-commerce. Sandiaga berharap, melalui program-program tersebut dapat menjadikan produk local dikenal luas.

“Program-program ini diharapkan mampu mengangkat nama produk lokal agar tetap eksis dan bisa bersaing,” ungkap Sandiaga.

Di sisi lain, Sandiaga juga mengingatkan para pelaku kuliner untuk selalu menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability) dalam kegiatan sehari-hari.

“Selain itu, perlu ada kolaborasi, adaptasi, dan inovasi dari kita bersama agar UMKM kuliner kita semakin maju,” ungkapnya. (red/rifki)

Jelang Diresmikan Presiden, Menhub Tinjau Bandara Toraja

SuaraPemerintah.idMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari ini, Rabu (17/3), meninjau Bandara Toraja, di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo besok, Kamis (18/3).

“Bandara ini kita bangun dengan proses yang tidak mudah. Ada tiga bukit yang kita pangkas sehingga bandara ini berada di atas bukit, dan panjang landasannya 2.000 meter. Alhamdulillah sekarang sudah ada pergerakan, hampir setiap hari ada pesawat ATR dari Makassar pulang pergi,” ujar Menhub Budi.

Lebih lanjut Menhub menjelaskan, Bandara Tana Toraja dibangun untuk mendukung sektor pariwisata di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya Tana Toraja.

“Kita harapkan pembangunan ini sesuai dengan arahan Pak Presiden, bahwa semua pembangunan prasarana transportasi diarahkan untuk fungsi-fungsi yang nyata, seperti Pariwisata, yang menjadi daya tarik khususnya di Tana Toraja,” ucap Menhub.

Bandar Udara Toraja dibangun guna meningkatkan aksesibilitas transportasi, mendorong konektivitas dan pariwisata Toraja. Bandara ini dibangun untuk menggantikan Bandara Pongtiku di Rantetayo yang tidak memungkinkan untuk dikembangkan.

Bandara ini memiliki panjang runway 2000 m x 30 m, dan bisa didarati oleh pesawat Sejenis ATR 72-500/600. Memiliki terminal penumpang dengan luas 1.152 m² yang dapat melayani 45.000 penumpang per tahun.

Bandara Toraja telah beroperasi sejak tanggal 4 September 2020 dan telah dilayani secara regular oleh dua maskapai yaitu Wings Air dan Citilink yang melayani penerbangan reguler dengan rute Makassar – Toraja dan sebaliknya.

Pada Kamis besok, akan diresmikan 2 (dua) bandara yang berada di wilayah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan) di Indonesia oleh Presiden Jokowi di Bandara Toraja, Sulawesi Selatan, yaitu Bandara Bandara Toraja di Tana Toraja – Sulawesi Selatan dan Bandara Pantar di Alor – Nusa Tenggara Timur.

Dalam peninjauannya, Menhub didampingi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto, Direktur Utama PT Airnav Pramintohadi, serta Bupati Tana Toraja Theofillus Allorerung.

Anggarkan 184,83 Triliun, Airlangga Pastikan Stimulus PEN Mampu Pulihkan Sektor UMKM

Anggarkan 184,83 Triliun, Airlangga Pastikan Stimulus PEN Mampu Pulihkan Sektor UMKM

SuaraPemerintah.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menkop) Airlangga Hartarto memastikan pemberian stimulus melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat memulihkan sektor UMKM dari dampak pandemi COVID-19. Pemerintah mengalokasikan stimulus untuk UMKM bersama dengan korporasi dan BUMN senilai Rp184,83 triliun.

Hal ini katakan oleh Airlangga dalam laman instagram yang dikutip di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2021. Pemerintah berkomitmen melakukan PEN dari sektor UMKM, terlebih di tengah pandemi Covid-19 banyak UMKM yang terdampak.

“Pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi harus dimulai dari sektor UMKM, sebab sektor ini berkontribusi 61 persen bagi PDB Indonesia,” kata Airlangga.

Airlangga mengatakan dukungan stimulus telah diberikan pemerintah untuk penguatan UMKM maupun koperasi melalui subsidi bunga, bantuan produktif usaha mikro dan subsidi imbal jasa penjaminan.

Selain itu, stimulus juga diberikan khususnya untuk 64,2 juta UMKM yang terdampak pandemi berupa penempatan dana kepada bank umum serta insentif pajak untuk restrukturisasi kredit dan dukungan lainnya.

“Pemerintah terus mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah, UMKM, untuk terus bangkit,” katanya.

Sebelumnya, dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan, Airlangga juga memaparkan peran UMKM yang sangat sentral dalam menciptakan lapangan kerja maupun meningkatkan kerja ekspor nasional.

Pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi harus dimulai dari sektor UMKM, sebab sektor ini berkontribusi 61 persen bagi PDB Indonesia. Jumlah UMKM terdampak pandemi sebanyak 64,2 juta atau 99 persen dari seluruh usaha yang beroperasi di seluruh Indonesia,” kata Airlangga Hartarto di akun Instagramnya @airlanggahartarto_official, Senin (15/3).

Pihaknya memastikan sektor UMKM dapat tumbuh makin pesat melalui pemanfaatan teknologi digital yang saat ini pertumbuhannya sangat pesat di Indonesia dan nilainya berpotensi mencapai 124 miliar dolar AS di 2025.

Menurutnya, transformasi digital menjadi keharusan utama dalam menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan mengingat kegiatan temu muka sangat terbatas selama pandemi COVID-19. Pemerintah akan mempercepat pembangunan infrastruktur digital untuk layanan digital inklusif.

“Oleh karena itu, untuk tiga tahun ke depan, Pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur digital sekaligus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat untuk memastikan layanan digital menjadi inklusif,” kata Airlangga.

Sebelumnya, realisasi belanja stimulus UMKM untuk program PEN di 2020 mencapai Rp114,81 triliun atau sekitar 96,7 persen dari total anggaran senilai Rp116,32 triliun.

Pada 2021, pemerintah masih mengalokasikan stimulus untuk UMKM bersama dengan korporasi dan BUMN senilai Rp184,83 triliun dalam APBN, dengan rincian belanja paling besar untuk penempatan dana di perbankan Rp66,99 triliun.

Bentuk dukungan yang diberikan pemerintah untuk UMKM dan koperasi diwujudkan lewat enam stimulus, yaitu subsidi bunga UMKM, bantuan produktif usaha mikro, subsidi imbal jasa penjaminan (IJP), penempatan dana pada bank umum, dan insentif pajak untuk restrukturisasi kredit dan dukungan lainnya. (red/pen)

Presiden Joko Widodo Dorong Kader PMII Jadi Navigasi Perubahan

Presiden Joko Widodo Dorong Kader PMII Jadi Navigasi Perubahan

SuaraPemerintah.idPresiden RI Joko Widodo mendorong kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus menjadi navigasi perubahan. Hal ini menyikapi tantangan besar serta perubahan yang sangat cepat.

“Dunia telah berubah dengan cepat. Perubahan selalu tidak ramah bagi yang tidak siap berubah dan berhenti belajar. Banyak organisasi harus rela digilas perubahan karena tidak sigap beradaptasi dengan perubahan,” kata Presiden dalam sambutannya pada Kongres XX PMII 2021 secara virtual dari Istana Negara, Rabu (17/3).

Kepala Negara menyampaikan, PMII harus terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang inovatif. Selain itu, para kader juga diminta untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Karena itu kader PMII harus bisa menjadi navigasi perubahan. PMII harus terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang inovatif. Kuasai ilmu dan teknologi itu sifatnya wajib bagi individu kader, karena PMII merupakan laboratorium kepemimpinan generasi muda Islam yang akan ikut menentukan maju atau mundurnya Indonesia dimasa depan,” ujar Presiden.

Disamping itu, Presiden menilai PMII selalu terdepan dalam mengawal perjalanan bangsa. Teguh dalam membela NKRI, pancasila, UUD 1945, hingga membela Bhinneka Tunggal Ika.

“Juga, PMII harus terus konsisten menebarkan toleransi dan kesejukan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk dan beragam. Saya mengapresiasi kader-kader PMII yang telah menunjukkan komitmen kebangsaan yang kuat,” terangnya.

Presiden juga mengatakan, PMII konsisten dalam menyuarakan kepedulian dan keadilan terhadap sesama. Serta bersifat kritis demi perbaikan bangsa serta merawat optimisme generasi muda.

Dijelaskan Presiden, pemerintah saat ini masih terus bekerja keras memulihkan kesehatan masyarakat dan membangkitkan ekonomi nasional. Berbagai kebijakan juga telah dilakukan.

“Banyak program prioritas diluncurkan yang bertujuan menolong ekonomi rakyat supaya tetap bertahan. Saya minta dukungan dan partisipasi untuk ikut berkontribusi ide dan gagasan kerja nyata membantu persoalan bangsa, kita mulai dari lingkungan masing-masing,” terangnya.

Diakhir sambutan, Presiden berharap kongres PMII dapat menghasilkam gagasan dan program-program yang strategis. “Semoga bisa menghasilkan program strategis yang bisa menjawab persoalan kemahasiswaan dan kemasyarakatan serta bangsa untuk mewujudkan PMII kedepan agar tegak berdiri,” pungkas Presiden.

Upaya Ciptakan SDM Industri Produk Kulit Kompeten, Kemenperin Buka Program Pendidikan Setara D1

SuaraPemerintah.id – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian melalui salah satu unit pendidikannya, yakni Politeknik ATK Yogyakarta, telah membuka Program Pendidikan Setara Diploma Satu Pengolahan Produk Kulit di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Upaya ini untuk menciptakan tenaga kerja kompeten dalam memacu daya saing industri produk kulit di tanah air.

“Program ini merupakan kerja sama antara Kemenperin dengan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam rangka mendorong pertumbuhan industri produk kulit di Magetan secara khusus. Sebab, Magetan selama ini dikenal sebagai sentra pengolahan industri kulit yang memasok kulit dan produk kulit ke wilayah Jawa dan sekitarnya,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin, Arus Gunawan di Jakarta, Rabu (17/3).

Arus menyatakan, program setara D1 ini sejalan dengan tekad Kemenperin yang menargetkan kinerja industri penyamakan kulit pada akhir tahun 2020 akan tumbuh satu persen dari realisasi 2019. “Kami proyeksi industri ini akan terus tumbuh positif dibarengi dengan penanganan pandemi Covid 19 yang semakin baik,” ujarnya.

Kemenperin mencatat, industri penyamakan kulit nasional dapat memproduksi 23,5 juta lembar atau 250.000 kaki persegi kulit jadi per tahun. Potensi ini perlu dioptimalkan seiring dengan langkah untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan bahan bakunya.

“Jadi, sungguh tepat program penguatan industri berbasis komiditas unggulan daerah dilakukan melalui program pendidikan vokasi, yang penyelenggaraannya berkerjasama dengan pemerintah daerah,” papar Arus.

Kepala BPSDMI menambahkan, pendidikan setara D1 ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program link and match dengan industri dan bersifat tailor made, yakni sesuai dengan kebutuhan industri yang diselenggarakan selama satu tahun dan lulusannya langsung diserap kerja oleh industri.

“Selain itu, tujuan dari program ini adalah untuk mendorong kewirausahaan di daerah tersebut,” imbuhnya.

Seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk Program setara D1 di Politeknik ATK Yogyakarta ini telah berlangsung sejak Januari hingga Februari lalu, dengan hasil yang diterima sebanyak 37 mahasiswa.

Bupati Magetan Suprawoto optimistis, penyelenggaraan pendidikan setara D1 di Politeknik ATK Yogyakarta ini diyakini dapat mendukun kemajuan industri kulit di Magetan. “Selain itu dapat membuat persebaran perguruan tinggi di Jawa Timur bagian barat makin merata,” ujarnya.

Program Pendidikan Setara D-1 ini didukung oleh dosen tetap dan tidak tetap dari Politeknik ATK Yogyakarta. Kemudian ada dari praktisi dan akademisi perguruan tinggi lain, serta tim pengajar dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Pada akhir masa perkuliahan nanti, mahasiswa akan mengikuti program magang di industri, baik industri produk kulit maupun alas kaki.

Dorong Transaksi Digital, Bank Mandiri Dukung Perkembangan Bisnis Retail di Era Pandemi

Dorong Transaksi Digital, Bank Mandiri Dukung Perkembangan Bisnis Retail di Era Pandemi

SuaraPemerintah.idBank Mandiri terus meningkatkan pemanfaatan transaksi digital oleh masyarakat untuk mendorong efisiensi dan kenyamanan bertransaksi. Hal ini merupakan terobosan Bank Mandiri dalam upayanya mendukung bisnis retail agar bertahan di masa pandemi.

Terkait hal itu, Bank Mandiri berupaya terus menambah jumlah merchant yang menjadi mitra perseroan dalam memperluas akses transaksi online masyarakat seiring dengan pergeseran perilaku masyarakat di era New Normal.

Hingga akhir 2020 lalu, mitra merchant yang dapat melayani berbagai transaksi non tunai Bank Mandiri terus bertambah hingga 250.000 merchant EDC fisik dan e-commerce/online. Dari jumlah merchant tersebut, tercatat frekuensi transaksi finansial yang dibukukan pada sepanjang tahun 2020 mencapai lebih dari 160 juta transaksi dengan volume hampir mencapai Rp100 triliun.

Merchant-merchant tersebut berasal dari berbagai sektor ekonomi, seperti F&B, FBank ashion, groceries, pariwisata, supermarket/department store, online merchant dan retail merchant lainnya.

Menurut Direktur Jaringan & Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto, pihaknya terus menyasar merchant-merchant baru untuk menjadi mitra dalam memberikan kemudahan pembayaran kepada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah.

“Bank Mandiri ada untuk mendukung usaha mitranya agar dapat terus berkembang. Kami melihat dengan kehadiran mitra merchant, Bank Mandiri juga dapat terus berkembang melakukan inovasi di bidang transaksi digital seiring juga dengan meningkatnya kebutuhan solusi baru di era teknologi informasi ini. Oleh karena itu, kami ingin terus meningkatkan kualitas hubungan dengan para mitra merchant agar dapat tumbuh bersama untuk kemakmuran Indonesia,” kata Aquarius.

Dia mengungkapkan, salah satu inisiatif perseroan untuk memperkuat hubungan baik itu adalah melalui event merchant gathering yang dilakukan secara virtual sesuai protokol kesehatan.

Merchant gathering sendiri merupakan event tahunan yang juga digunakan sebagai wahana untuk memberikan update informasi terkini mengenai Bank Mandiri, termasuk layanan terbaru dan rencana bisnis, serta perkembangan perekonomian Indonesia.

“Untuk mengoptimalkan manfaat yang bisa diperoleh mitra merchant, kami juga memberikan tips-tips tentang pengembangan usaha, khususnya adaptasi proses bisnis akibat pandemi covid-19 dan pergeseran perilaku konsumen,” tuturnya.

Dia mencontohkan, adaptasi proses bisnis tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai produk transaksional terbaru Bank Mandiri seperti penggunaan Yokkebiz sebagai sarana omni channel online dan offline dengan sistem terintegrasi untuk semua metode pembayaran yang dapat memudahkan pelanggan dalam bertransaksi.

“Produk bermanfaat lainnya bagi mitra merchant adalah Open Banking API melalui portal API Bank Mandiri yakni developer.bankmandiri.co.id. Produk ini dilengkapi dengan berbagai fitur dan layanan, seperti fitur inquiry rekening, direct debit, top up emoney, serta bill payment. Selain itu, masih ada berbagai fitur service lainnya yang akan terus dikembangkan untuk memperluas akses nasabah melalui kerja sama dengan Ekosistem Fintech maupun eCommerce,” kata Aqua

Adaptasi lain yang terus didorong kepada mitra merchant adalah transformasi layanan mobile banking melalui produk Livin by Mandiri sebagai financial super app, dimana nasabah dapat mengakses produk dan layanan keuangan dalam satu aplikasi mobile banking.

Transformasi yang mengintegrasikan teknologi AI (Artificial Intelligence) dalam new mobile banking ini akan memberikan personal offerings yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter nasabah untuk mendukung kebutuhan lifestyle experience Nasabah.

“Berbagai inovasi digital banking yang diperkenalkan kepada mitra merchant ini merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri menjadi mitra finansial utama pilihan masyarakat Indonesia dengan dukungan produk dan layanan digital banking yang handal dan simpel,” katanya.