Beranda blog Halaman 4489

Pegadaian Gelontorkan Dana PIP Rp 1,5 Triliun Untuk Usaha Ultra Mikro

SuaraPemerintah.id – PT Pegadaian (Persero) menyalurkan dana oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk pelaku usaha Ultra Mikro (Umi) sebesar Rp.1,5 triliun guna mendukung pengusaha Ultra Mikro naik kelas dan mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kinerja yang dilakuan secara virtual antara Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto, dengan Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah, yang disaksikan langsung oleh Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Andin Hadiyanto, Kamis (25/02/21).

Kuswiyoto mengatakan sebagai salah satu perusahaan BUMN yang dekat dengan masyarakat, Pegadaian memiliki komitmen tinggi untuk membangkitkan pembiayaan ultra mikro.

Pasalnya, saat ini banyak para pelaku usaha kecil yang terkena dampak pandemi Covid-19 yang perlu suntikan modal kerja dan pendampingan untuk membangkitkan usahanya.

“Kami menerima dengan baik kepercayaan dari Pusat Investasi Pemerintah dalam penyaluran dana Umi sebesar Rp 1,5 triliun untuk 354 ribu pelaku usaha Ultra Mikro tahun 2021. Ini artinya kepercayaan pemerintah semakin meningkat,” ujar Kuswiyoto dalam keterangannya, Kamis (25/2/2021).

Lanjut Kuswiyoto, tahun 2020 lalu, Pegadaian telah menyalurkan dana Umi sebesar Rp 1.038 triliun untuk 219 ribu nasabah.

Penyaluran dana ini semakin membuktikan, Pegadaian terus berperan aktif dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.

Ririn menekankan betapa pentingnya penyaluran pembiayaan ini untuk membantu para pengusaha Ultra Mikro naik kelas dan membantu mengerakkan kelesuan ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

“Pemberdayaan usaha mikro itu sangat penting, salah satunya sebagai solusi akselerasi pemulihan ekonomi saat ini. oleh karena itu para pelaku usaha harus mendapatkan stimulus berupa penyediaan modal kerja serta pendampingan untuk membuat mereka naik kelas,” ucap Ririn.

Sejak tahun 2017, Pegadaian menyalurkan UMi dalam bentuk kredit produktif dengan skema gadai dan fidusia.

Mulai pertengahan 2020 khusus untuk skema gadai, debitur dapat memilih pola pembiayaan dengan prinsip konvensional atau syariah.

Selain melalui Pegadaian, penyaluran dana Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk pelaku usaha Ultra Mikro juga dilakukan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Bahana Artha Ventura (BAV).

Dukung Program Gernas BBI, Pameran KKI 2021 Seri 1 Siap Digelar

SuaraPemerintah.id – Mendukung program Gernas BBI 2021, sebuah pameran yang diinisiasi Bank Indonesia bertajuk Karya Kreatif Indonesia (KKI) seri 1 siap untuk digelar di bulan Maret mendatang.

KKI 2021 Seri 1 dengan tema “Eksotisme Lombok” akan digelar pada 3 – 31 Maret 2021. Acara ini merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja.

Agenda utama dalam acara ini adalah showcase produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Acara ini akan menampilkan produk UMKM unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan seluruh Nusantara.

Sejumlah kegiatan dalam acara ini adalah pameran produk UMKM virtual dan offline, talkshow Desa Wisata, Podcast Wisata Virtual, pagelaran Karya Kreatif Edukasi Onboarding, dan business matching.

Pembukaan acara akan digelar pada Rabu, 3 Maret 2021, pukul 09.25 – 11.10 WITA atau 08.25 – 10.10 WIB. Pendaftaran acara dan pemutaran video akan dimulai pukul 08.30 WITA atau 07.30 WITA.

Rencananya, puncak pameran akan dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, dan Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat Heru Saptaji mengatakan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2021 bisa menjadi ajang bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memperluas pasar secara virtual.

“Itu bisa menjadi peluang untuk membuat jaringan pasar, jaringan koneksi antar UMKM. Harus bisa memanfaatkan momentum langka itu karena “dikeroyok” sekian banyak kementerian,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB Heru Saptaji, di Mataram, seperti melansir Antara.

Gernas BBI 2021 bertema “Produk UMKM Indonesia Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri”.

Kegiatan ini melibatkan beberapa kementerian/lembaga terkait di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, termasuk di dalamnya Bank Indonesia yang ikut mendukung.

Kegiatan ini akan terus berlangsung setiap bulan sampai dengan akhir tahun 2021 dengan provinsi berbeda sebagai tuan rumah. Kegiatan pertama digelar di Bali pada Januari 2021, kemudian berlanjut di Sumatera Utara pada Februari 2021.

Kemudian kegiatan ketiga di NTB, yang dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika pada Maret 2021. Selanjutnya, kegiatan beralih ke Jawa Barat pada April, dan kemudian digelar di Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Mei 2021.

“Lima daerah yang menjadi tuan rumah Gernas BBI merupakan destinasi pariwisata super prioritas. Ditambah tujuh provinsi yang juga destinasi wisata untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Khusus di NTB, akan dipromosikan produk 50 UMKM yang sudah lulus proses kurasi yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB, bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB.

Para UMKM unggulan tersebut, terdiri atas 30 UMKM binaan Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB, dan 20 UMKM merupakan binaan Dekranasda dan dinas terkait lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Ragam produksi UMKM tersebut mulai dari produksi busana dari kain tenun khas NTB, kerajinan tangan, hingga produk makanan-minuman.

Produk yang dihasilkan oleh para pelaku usaha binaan tersebut akan bersaing dalam pasar virtual Gernas BBI 2021 yang bisa dilihat secara daring (online) oleh seluruh rakyat Indonesia. Termasuk seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia di luar negeri.

Untuk menyaksikan acara ini secara langsung, Anda bisa mengakses karyakreatifindonesia.co.id.

Display fisik dalam acara ini akan ditampilkan di Pantai Kuta Mandalika, Bandara Zainuddin Abdul Majid, Lombok Epicentrum Mall, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, kantor cabang BCA NTB, Grand Indonesia, Dekranasda Provinsi NTB, dan 46 kantor perwakilan BI.

Sementara pameran virtual melalui website KKI, platform Bangga Lokal – BCA, Shopee, dan Blibli.

Belajar Tatap Muka Dimulai Juli 2021, Nadiem Makarim Berlakukan Sistem Rotasi

Belajar Tatap Muka Dimulai Juli 2021, Nadiem Makarim Berlakukan Sistem Rotasi

SuaraPemerintah.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyebutkan bahwa sekolah akan dimulai kembali belajar tatap muka pada awal semester tahun ajaran baru 2021, tepatnya pada bulan Juli mendatang.

Hal ini juga yang diharapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keinginan tersebut tecuat saat setelah Jokowi selesai meninjau vaksinasi covid-19 untuk guru di SMAN 70 Jakarta Selatan.

“Kami ingin memastikan kalau kita bisa menyelesaikan vaksinasi sampai akhir Juni, sehingga Juli sudah bisa melakukan proses tatap muka di sekolah,” jelas Nadiem Makarim seusai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi di SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu (24/2).

Pemerintah sendiri telah menargetkan setelah selesai pemberian vaksin covid-19 kepada guru dan dosen dengan jumlah sebanyak 5,5 juta, pada ahir Juni 2021. Maka sekolah diharapkan dapat kembali dibuka dan aktivitas belajar dapat dimulai dengan tatap muka antara guru-murid serta dosen-mahasiswa.

Namun, Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga akan memberlakukan syarat dan ketentuan untuk dibukanya kembali sekolah tatap muka.

“Jadi kami harap dengan adanya akselerasi vaksinasi ini, para guru bisa melaksanakan tugasnya dengan baik,” tutur Nadiem.

Kegiatan belajar tatap muka ini nantinya tidak akan sepenuhnya 100%, tetapi akan dilakukan dengan sistem rotasi dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Baik itu mulai dari jenjang sekolah PAUD, SD, SLB (Sekolah Luar Biasa), SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Semuanya harus menaati protokol kesehatan juga ketentuan yang berlaku nanti.

“Mungkin tidak 100%. Tapi paling tidak bisa dua kali seminggu atau tiga kali, atau dalam sistem rotasi,” kata Nadiem Makarim.

Setelah vaksinasi atau penyuntikan vaksin covid-19 untuk tenaga pendidik, guru dan dosen selesai yang diawali oleh Provinsi DKI Jakarta, kemudian dilanjutkan vaksinasi di semua Provinsi dengan hal yang sama. Menurut Presiden Joko Widodo, pemberian vaksinasi kepada tenaga pendidik sangatlah diprioritaskan. Tujuannya adalah agar pada pembelajaran semester baru, pendidikan tatap muka bisa dimulai.

“Karena tenaga pendidik dan kependidikan, guru, kita berikan prioritas agar nanti di awal semester kedua, pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan,” jelas Jokowi. (24/2)

Adapun pihak yang menerima suntikan dosis pertma vaksin covid-19 saat itu adalah Organisasi Guru Undangan Ditgen GTK, Guru Disdik Provinsi DKI Jakarta, hingga organisasi PGRI. Pihak lainnya juga akan menerima vaksin pada tiap Provinsi secara bertahap dari satu daerah ke daerah yang lain di Indoneisa.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang telah diwajibkan oleh pemerintah Indonesia sejak Maret 2020 yang disusul dengan kebijakan karena kondisi pandemic covid-19. Hal ini menyebabkan banyak siswa dan guru yang kesulitan belajar sistem daring. Penyebabnya adalah jaringan juga alat komunikasi sebagai media belajar yang tidak semua siswa punya.

Contohnya seperti handphone dan laptop. Bagi sebagian siswa juga tekendala oleh jaringan yang sulit didapat karena keberadaannya di pemukiman yang jauh dari perkotaan, di daerah pegunungan misalnya. Signal yang sulit menyebabkan pembelajaran tidak lagi efektif bagi mereka.

Dengan adanya target belajar tatap muka nanti, diharapkan aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan dengan baik dan efektif. Nadiem Makariem menuturkan, selama kegiatan belajar tatap muka nanti, pihak sekolah harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini bertujuan agar semua yang berhubungan di sekolah dapat tercegah dan terhindar dari penularan virus Covid-19. (red/eva)

Jokowi Tinjau Langsung Vaksinasi Ribuan Awak Media di Senayan

Jokowi Tinjau Langsung Vaksinasi Ribuan Awak Media di Senayan

SuaraPemerintah.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung vaksinasi covid-19 untuk jurnalis di Hall A Basket, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Jokowi datang sekitar pukul 9.00 WIB tampak menggenakan kemeja putih lengan panjang dan mengenakan masker.

Jokowi berharap vaksinasi ini awak media dan jurnalis bisa lebih terlindungi saat bekerja saat pandemi Covid-19.

“Kita harapkan memberikan perlindungan kepada awak media di lapangan,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan prioritas yang diberikan kepada awak media tersebut mempertimbangkan faktor risiko para wartawan yang sering berinteraksi dengan publik saat bekerja.

Jokowi kemudian berharap vaksinasi kepada insan pers tersebut dapat segera berjalan di provinsi-provinsi lainnya. Jokowi berjanji bahwa seluruh insan pers di Tanah Air segera mendapatkan vaksinasi.

“Seluruh insan pers di Tanah Air, semuanya, segera mendapatkan vaksinasi,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, untuk di Jakarta sebanyak 5.500 awak media akan mendapatkan vaksinasi yang prosesnya dimulai secara bertahap.

Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta instansi terkait menggelar vaksinasi covid-19 massal terhadap sekitar 5.000 jurnalis yang akan dilaksanakan pada 25-27 Februari 2021, di Hall A Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Insan pers yang memperoleh vaksinasi tercatat 5.512 orang, dengan rincian 512 insan pers yang sejak awal dijadwalkan divaksin dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dan 5.000 insan pers yang dikoordinasikan oleh Dewan Pers dari 10 organisasi konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred.

Demi menjaga protokol kesehatan covid-19, untuk registrasi disiapkan 20 meja, screening 25 meja, vaksinasi 25 meja, dan pelaporan 10 meja. Para peserta diminta hadir sesuai hari dan jam yang ditetapkan dalam undangan. Peserta yang hadir di luar jam yang dijadwalkan tidak diperkenankan masuk ke area vaksinasi.  Para peserta juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Bagi pemerintah, pelaksanaan vaksinasi massal untuk awak media itu juga dalam rangka mendukung program 300 hari layanan vaksinasi covid-19. Sebelum menjalani vaksinasi, para peserta juga harus melewati beberapa tahapan, di antaranya registrasi untuk kepentingan verifikasi, screening, pemeriksaan suhu tubuh, dan tensi tekanan darah.

Setelah semuanya lolos, peserta baru disuntik vaksinasi covid-19. Usai disuntik ada observasi selama sekitar 30 menit untuk memastikan tidak ada kejadian ikutan pasca-munisasi. Pada hari pertama, Kamis, tercatat sebanyak 1.838 wartawan yang mengikuti vaksinasi covid-19 di GBK.(red/pen)

 

Jokowi Ajak Bersatu Wujudkan Ekonomi 2021 Sesuai Prediksi Lembaga Dunia 4-5 Persen atau Lebih

Jokowi Ajak Bersatu Wujudkan Ekonomi 2021 Sesuai Prediksi Lembaga Dunia 4-5 Persen atau Lebih

SuaraPemerintah.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi pembicara pembicara pada CNBC Indonesia Economy Outlook 2021 secara virtual, Kamis, 25 Februari 2021. Jokowi menyatakan bahwa sejumlah lembaga dunia termasuk IMF, Bank Dunia, dan OECD, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan tumbuh positif berkisar 4-5 persen.

“Lembaga-lembaga keuangan dunia IMF, World Bank, OECD memprediksikan pertumbuhan ekonomi RI 2021 akan tumbuh positif antara 4-5 persen,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan bangsa Indonesia harus bisa mewujudkan prediksi-prediksi tersebut. Di mana menurutnya seluruh elemen bangsa Indonesia harus bersatu dan fokus untuk menangani krisis kesehatan hingga kemudian bisa mendongkrak pertumbuhan yang berkualitas.

“Kita harus buktikan bahwa Indonesia bisa, bisa lebih baik dari yang diperkirakan, syaratnya sederhana, energi bangsa harus bersatu, harus fokus untuk menangani krisis kesehatan dan mendongkrak pertumbuhan yang berkualitas,” tegas orang nomor satu tersebut.

Jokowi mengatakan bangsa Indonesia telah menjalani masa tersulit dalam satu tahun pandemi COVID-19. Bahkan, ia menyebut bangsa ini telah melampaui masa-masa tersulit.

“Pertumbuhan ekonomi kita dan sekarang ini 2021 adalah masa recovery, masa kebangkitan yang harus kita sambut dengan optimisme antusias dan kerja keras penuh keberanian,” katanya.

Mantan gubernur DKI tersebut juga menegaskan kunci pemulihan ekonomi Indonesia adalah kemampuan semua pihak dalam mengatasi pandemi.

“Penanganan 3M, 3T, dan PPKM skala mikro harus kita lanjutkan. Dan pada saat yang sama, sekarang ini kita besar-besaran melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Kunci pemulihan ekonomi Indonesia, kata Presiden, adalah kemampuan bangsa dalam disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta melaksanakan kebijakan 3T yakni test (pengujian), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan).

Kedua prinsip kebijakan itu harus dioptimalkan guna menekan tingkat penularan COVID-19 agar pandemi segera berlalu.

Di saat yang sama, pemerintah juga sedang menggelar besar-besaran vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity).

Di Asia, menurut Jokowi, Indonesia termasuk dalam negara yang terdepan untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19.

“Kita harus bekerja keras untuk peroleh vaksin yang sedang diperebutkan oleh negara-negara di seluruh dunia,” ujar dia.

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran dari APBN 2021 sevesar Rp372 triliun. Anggaran itu untuk membiayai program-program seperti bantuan sosial, Program Keluarga Harapan (PKH), subsidi gaji, kartu prakerja, program padat karya, bantuan produktif untuk UMKM, relaksasi restrukturisasi pinjaman perbankan, keringanan pajak dan kemudahan-kemudahan untuk memulihkan ekonomi.

“Kecepatan dalam proses penanganan krisis kesehatan ini juga selaras dengan pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Jokowi. (red/pen)

Menristek Bambang Proyeksikan Transportasi Masa Depan Akan Cashless dan Humanless

Menristek Bambang Proyeksikan Transportasi Masa Depan Akan Cashless dan Humanless

SuaraPemerintah.id – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro memproyeksikan bahwa sistem transportasi di masa depan akan cashless (nontunai) dan humanless (tanpa awak).

“Menurut saya inti sistem transportasi masa depan itu cashless dan humanless,” kata Menristek dalam webinar bertajuk “Membangun Ekosistem Digital dalam Industri Transportasi”, Kamis, 25 Februari 2021.

Menurut Bambang pembayaran nontunai di sistem transportasi saat ini telah menjadi gaya hidup tersendiri. Sistem pembayaran nontunai dinilai memberikan  kenyamanan dalam sistem transportasi.

“Pelan tapi pasti, banyak orang Indonesia akan terbiasa dengan cashless ini,” ungkapnya.

Sementara itu kendaraan tanpa awak dinilai akan dapat mendominasi lalu lintas di masa depan jika benar-benar berhasil menurunkan tingkat kecelakaan di jalan karena kelalaian manusia.

Bahkan menurut Bambang, kendaraan tanpa awak akan mencapai 60 persen dari total penumpang pada 2040 mendatang.

“Karena alasan utama kendaraan tanpa awak adalah untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi karena human error, kita akan lihat apakah teknologi ini akan meminimalkan kecelakaan. Kalau bisa, saya rasa kendaraan tanpa awak akan cukup dominan,” pungkasnya.

Perlu diketahui jika transportasi juga mengarah semakin efisien.

Waktu tempuh menuju tempat kerja merupakan faktor yang mempengaruhi produktivitas suatu kota, demikian menurut studi yang dilakukan oleh Credo, perusahaan konsultan bisnis yang berbasis di London,

Sebagai perbandingan waktu tempuh pengguna transportasi publik di London ke tempat kerja lebih singkat dari rata-rata masyarakat Jakarta. Masyarakat Ibu kota Inggris itu membutuhkan waktu rata-rata 6,8 menit untuk mencapai stasiun keberangkatan, dan 10 menit untuk menunggu bus/kereta.

Perjalanan memakan waktu 27 menit hingga stasiun pemberhentian. Kemudian, sekitar 6,8 menit untuk mencapai tempat kerja.

Rata-rata mereka menghabiskan waktu 45 menit untuk mencapai tempat kerjanya, demikian menurut studi berjudul The Mobility Opportunity yang disampaikan saat World Cities Summit 2014 di Singapura pada awal Juni itu.

Studi yang disponsori oleh perusahaan raksasa Eropa Siemens itu meneliti 35 kota di berbagai belahan dunia. Hasilnya adalah waktu rata- rata yang dihabiskan masyarakat dunia untuk menuju ke tempat kerja menggunakan transportasi publik adalah 66 menit.

Kota-kota yang diteliti dibagi menjadi tiga kategori yaitu kota maju (well-established cities), kota yang mempunyai kepadatan tinggi (high density compact centers) dan kota berkembang (emerging cities).

Credo mengambil data dari statistik PBB untuk jumlah penduduk perkotaan, sementara data PDB tiap-tiap kota dan penduduk mengacu kepada data dari Brookings Institution.

“Beberapa kota bahkan kami mulai teliti dari nol,” kata Senior Partner Credo, Chris Molloy.

Studi yang dilakukan pada 2013 tersebut memperhitungkan sejumlah faktor seperti waktu tempuh perjalanan, kepadatan arus lalu lintas, dan kepadatan jaringan transportasi seperti jumlah stasiun dalam suatu area, yang kesemuanya berdampak terhadap produktivitas kota.

Hasilnya, kota Kopenhagen,Denmark menjadi kota yang paling efisien sistem transportasinya untuk kategori kota maju dengan angka 8,6 persen. Sementara Singapura menjadi yang terbaik di kategori kota padat dengan nilai biaya transportasi 8,9 persen dari setiap PDB per kapita penduduknya.

Untuk kategori kota berkembang, Santiago,Cile menjadi yang terbaik dengan angka 10,8 persen.

Ketiga kota tersebut mempunyai ciri yang serupa, yaitu sama-sama membangun transportasi massal berbasis rel atau metro. Jaringan metro mereka mempunyai fungsionalitas tinggi dan bisa memenuhi permintaan dan kapasitas penumpang dengan baik.

Selain itu, jaringan kereta bawah tanah yang terintegrasi dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT) bisa menekan arus lalu lintas di ruas jalan kota.

“Hasil dari studi kami menunjukkan angka yang paling efisien untuk biaya transportasi berada di sekitar 10 persen dari PDB tahunan masyarakat,” kata Molloy.

(red/pen)

Nadiem Sebut Penyaluran BOS 2020 Lebih Cepat dibanding 2019

Nadiem Sebut Penyaluran BOS 2020 Lebih Cepat dibanding 2019

SuaraPemerintah.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan perubahan mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada 2020 mengurangi keterlambatan dana. Atau semakin mempercepat penyaluran dana ke sekolah.

Hal ini diungkapkan Nadiem dalam taklimat media secara daring yang dipantau di Jakarta, Kamis, 25 Februari, 2021.

“Kita telah menyalurkan langsung dana BOS pada 2020 lalu langsung pada rekening sekolah. Ini merupakan reformasi penganggaran dana BOS yang berhasil mengurangi keterlambatan pengiriman dana hingga 32 persen atau dalam ukuran waktu tiga minggu lebih cepat dari penyaluran 2019,” kata Nadiem

Nadiem menambahkan percepatan tersebut memberikan dampak luar biasa. Di mana dulu sekolah meminta orang tua untuk menalangi biaya operasional sekolah sementara, karena proses administratif yang menimbulkan penundaan daripada penerimaan dana BOS sekarang lebih cepat prosesnya.

“Ini tidak terjadi lagi. Jadi dengan transfer ini, kita telah mengurangi keterlambatan 32 persen, atau sepertiga daripada keterlambatan itu sudah kita kurangi atau kita menghemat waktu sekitar tiga minggu,” jelas dia.

Selanjutnya, dampak kepada ekonomi masyarakat tiap sekolah juga sangat besar, yang mana sekolah memiliki anggaran tepat waktu untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

“Kami pun mensurvei semua kepala sekolah banyak sekali kepala sekolah, dan kami survei kepala dinas dan representatif Pemda Dinas Pendidikan di provinsi dan di kabupaten dan surveinya luar biasa. Dalam survei ini 85,5 persen dan 96 persen dari pada responden pemerintah daerah memandang penyaluran BOS langsung ke rekening sekolah ini sangat memudahkan,” jelas dia.

Hal itu, lanjut Nadiem, menjadi motivasi untuk Kemendikbud terus melakukan optimalisasi reformasi kebijakan anggaran. Pada 2021, Kemendikbud menyediakan dana BOS kepada 216.662 satuan pendidikan dengan alokasi sebesar Rp52,5 triliun.

Terdapat tiga pokok kebijakan BOS 20201 yakni perubahan nilai satuan BOS yang bervariasi antara satu daerah dengan daerah yang lain, penggunaan dana BOS masih tetap fleksibel dan masih mengikuti pedoman penggunaan juknis dana BOS pada masa pandemi serta untuk mempermudah berbagai macam kebutuhan yang dibutuhkan masing-masing sekolah, dan pelaporan BOS ini dilakukan secara daring.

“Dengan adanya fleksibilitas dana BOS dan peningkatan yang cukup dramatis untuk daerah daerah 3T, merupakan suatu solusi dari pada kebutuhan masing-masing sekolah di daerah-daerah paling terluar, yang mungkin sangat variatif kebutuhan mereka yang paling urgen,” pungkas Nadiem.(red/pen)

Menristek : Inovasi Teknologi Harus Diarahkan Untuk Penguatan UMKM

SuaraPemerintah.id – Sebagai sektor yang sangat terdampak akibat pandemi Covid-19 selama setahun ini, dibutuhkan banyak inovasi sistem dan teknologi untuk membangkitkan kembali umkm.

Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan inovasi selayaknya diarahkan untuk penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Hak itu bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan global dan dampak sistemik dari pandemi Covid-19.

“Kata kuncinya adalah inovasi, tetapi inovasi ini harus diarahkan kepada transformasi digital dan penguatan UMKM. Kalau itu bisa, berarti UMKM kita sudah siap bersaing secara global,” kata  Bambang dalam webinar Connecting Indonesia Discover What’s Possible, Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Agar hal itu segera terwujud, UMKM akan diproyeksikan agar benar-benar terkoneksi dengan dunia digital. Kalau itu sudah dilakukan, maka UMKM bisa mengikuti irama perkembangan bisnis ke depan.

Melalui Kemenristek, pemerintah Indonesia turut mendorong perbaikan dan kemajuan di sektor industri manufaktur.

Tentunya, agar bisa mencapai tujuan tersebut dibutuhkan sumber daya manusia Indonesia atau talent pool harus benar-benar disiapkan dengan baik mungkin.

Menristek menyebut banyak sekali ahli-ahli di bidang digital maupun di bidang revolusi industri 4.0 sangat dibutuhkan untuk bisa menunjang transformasi digital.

SDM Indonesia saat ini menjadi tumpuan yang sangat diharapkan menghasilkan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Bila sdm sudah dipersiapkan baik, maka tingkat ketergantungan kepada teknologi yang didatangkan dari luar pastinya akan semakin berkurang.

“UMKM harus bisa menyesuaikan dengan kondisi saat ini, yaitu menuntut agar paham dengan teknologi digital. Karena sdm Indonesia masih harus dipersiapkan lebih giat lagi untuk membantu UMKM. Bila itu sukses, ketergantungan pada teknologi luar negeri pasti akan mulai berkurang,” jelas Bambang.

Penggunaan tingkat komponen dalam negeri juga diharapkan akan meningkat, dan adopsi teknologi terutama Big Data dan Internet of Things (IoT) akan makin dikuasai oleh ahli-ahli yang berasal dari Indonesia.

Terakhir, mantan Kepala Bappenas ini mengungkapkan bahwa ada faktor penting untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Menurut Bambang, Big Data dan IoT perlu dikembangkan agar mengakselerasi transformasi digital di Indonesia.

Selain itu, 2 faktor ini sangatlah penting untuk mencetak tenaga ahli di bidang digital.

“Big Data dan IoT menjadi penting karena dua komponen dari revolusi industri ke-4 itu akan bisa mempercepat transformasi digital di Indonesia, dan ada banyak minat dan keahlian di bidang tersebut yang diharapkan dapat membawa Indonesia menjadi pemain dalam bidang transformasi digital,” tutup Bambang.

KLHK Gelar E-learning Pelatihan Pengelolaan Sampah

SuaraPemerintah.id – Untuk mendukung eksistensi bank sampah saat pandemi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan program kegiatan “E-Learning Pelatihan Pengelolaan Sampah di Bank Sampah“.

Program e-learning ini diinisiasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM.

“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pelatihan baik teori maupun praktik pengelolaan sampah kepada pengurus bank sampah, sehingga peserta pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di bank sampah masing-masing,” ujar Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati ketika membuka pelatihan tahap pertama, Kamis (25/2/2021).

Rosa Vivien mengungkapkan tujuan lain pelatihan ini sebagai pemberdayaan bank sampah agar dapat mendukung pencapaian target penyediaan bahan baku dalam negeri untuk kegiatan daur ulang plastik dan kertas.

Target peserta pelatihan ini lanjut Rosa Vivien, sebanyak 4.200 pengurus bank sampah di seluruh Indonesia dengan narasumber atau pengajar berasal dari para praktisi pengelolaan sampah.

Kegiatan ini rencananya akan dibagi dalam 28 angkatan dan 14 tahap kegiatan.

Dalam setiap angkatan terdiri dari 40 peserta pengurus bank sampah dengan masing-masing tahap pelatihan selama empat hari dengan target pelaksanaan seluruh tahapan sampai dengan bulan April 2021.

Tahap pertama program “E-learning Pelatihan Pengelolaan Sampah di Bank Sampah” dimulai pada 23 – 26 Februari 2021 diikuti 324 peserta pengurus bank sampah dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia.

Kegiatan ini dibuka oleh Dirjen Pengelolaan Sampah KLHK, Rosa Vivien Ratnawati dan Kepala BP2SDM Helmi Basamalah.

Dalam sambutan pembukaannya, Rosa Vivien maupun Helmi mengatakan bahwa berharap kegiatan ini akan memberikan manfaat positif di bank sampah dan mampu mengelola sampah di bank sampah secara lebih maksimal.

Para pengajar, fasilitator dan peserta pelatihan sampah antusias dalam kegiatan ini dikarenakan kegiatan e-learning ini merupakan yang pertama dilakukan kepada pengurus bank sampah.

Besok, 820 Atlet, Pelatih dan Tenaga Pendukung Akan Lakukan Vaksinasi di Istora Senayan

Besok, 820 Atlet, Pelatih dan Tenaga Pendukung Akan Lakukan Vaksinasi di Istora Senayan

SuaraPemerintah.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan melakukan vaksinasi 820 atlet, pelatih dan tenaga pendukung akan dilakukan vaksinasi dari tahap pertama di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/2) besok pagi.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan, dari jumlah tersebut atlet dan tenaga pendukung yang diprioritaskan vaksinasi adalah mereka yang segera mengikuti event olahraga nasional maupun internasional.

“Vaksinasi itu terdiri dari cabor-cabor yang kita sudah inventarisasi. Jumlahnya kira-kira sekira 820-an. Tempatnya akan kita lakukan di GBK, tempatnya di Istora Senayan,” kata Menpora Amali di Jakarta, Kamis (25/2/).

Menurut Menpora Amali, untuk event nasional atlet yang diprioritaskan dilakukan vaksin adalah mereka yang akan tampil di sepak bola Piala Menpora dan bola basket atau Indonesian Basketball League (IBL) yang mulai bergulir Maret mendatang. Sementara event internasional adalah mereka yang akan mengikuti Olimpiade dan Sea Games.

“Selain itu atlet yang bertanding di dalam (negeri) contohnya sebentar lagi akan ada kompetisi sepakbola, nah itu kita masukan dalam daftar yang kita prioritaskan vaksin, begitu juga dengan basket,” kata Menpora Amali.

Untuk tahap selanjutnya, vaksinasi akan dilakukan untuk atlet pelatih dan tenaga pendukung cabang olahraga yang akan mengikuti Pekan Olaharga Nasional (PON). Dimana saat ini mereka masih berada di daerah masing-masing dan pihak Kemenpora akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan di pusat dan Dinas Keheranan di daerah.

“Rencananya akan kita jangkau sampai mereka yang ikut PON yang ada di Provinsi-Provinsi. Mudah-mudahan pendataannya tidak ada kesulitan karena data atlet kan sudah ada, apalagi mereka yang ada di Pelatnas itu lebih gampang lagi,” ujar dia.

Menpora Amali meminta protokol kesehatan ketat dijalankan selama pemberian vaksinasi terhadap atlet, pelatih, dan pendukung. Mengingat, pemberian vaksinasi Covid-19 akan diikuti oleh ratusan peserta.

“Karena pesertanya banyak, kita masih dalam situasi pandemi, kita harus juga tetap protokol kesehatannya dijalankan, physical distancingnya juga kita dilakukan, sehingga tidak ada yang berdesak-desakan,” pungkasnya.