Beranda blog Halaman 45

Penguatan Kualitas ASN Jadi Kunci Membangun Birokrasi dan Daerah

Membangun daerah tidak cukup hanya dengan menghadirkan program dan kebijakan. Dibalik setiap kebijakan, terdapat aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi penggerak sekaligus penentu kualitas pelaksanaannya. Karena itu, membangun ASN pada hakikatnya merupakan bagian dari upaya membangun birokrasi. Dan birokrasi yang berkualitas akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar dorong penguatan kualitas ASN berorientasi kinerja dan dampak. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Kepegawaian dalam rangka Peningkatan Kualitas Manajemen ASN, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi Bakorwil Malang, BKD Provinsi Jawa Timur, dan Bank Jatim tersebut dibuka Kepala BKD Provinsi Jawa Timur Indah Wahyuni.

Dalam kesempatan tersebut, Asep menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam melihat kinerja ASN. ASN tidak cukup hanya menyelesaikan pekerjaan, tetapi harus mampu memastikan setiap pekerjaan memberikan hasil yang terukur, dapat dipertanggungjawabkan, dan bermuara pada manfaat bagi masyarakat. “Membangun ASN, membangun birokrasi, membangun daerah. Ini satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan,” ujar Asep.

Menurut Asep, tantangan pemerintahan saat ini membutuhkan ASN yang profesional, adaptif, mampu memanfaatkan teknologi dan data, memiliki kemampuan memecahkan persoalan, serta mampu bekerja secara kolaboratif. Namun, kompetensi tersebut harus diterjemahkan dalam kinerja yang nyata. “ASN harus bekerja, bekerja dan bekerja yang berkinerja. Tetapi kinerja yang baik saja tidak cukup. ASN harus bekerja dengan baik dan benar,” tegasnya.

Asep menjelaskan, kinerja baik dan kinerja benar merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kinerja ASN harus terukur serta dilaksanakan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku. “Baik saja tidak cukup. Harus baik dan benar. Artinya terukur, sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku. Dengan begitu, kinerja ASN memiliki akuntabilitas,” jelasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan materi penguatan kualitas ASN yang menempatkan kualitas aparatur sebagai salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas kebijakan, implementasi pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Asep juga mengingatkan agar ASN tidak menjadikan terselesaikannya pekerjaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, kinerja ASN harus dilihat dalam tiga tingkatan, yakni output, outcome, dan impact.

Output merupakan hasil langsung dari pekerjaan. Pada tahap ini, ASN dituntut responsif dalam menjalankan tugas dan menyelesaikan pekerjaan. Namun, pekerjaan tidak boleh berhenti pada output. Kinerja harus menghasilkan outcome, yaitu hasil atau manfaat yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan. “Pada outcome, ukurannya adalah akuntabilitas. Apa yang kita kerjakan harus bisa dipertanggungjawabkan dan memberikan hasil,” kata Asep.

Sementara impact merupakan level yang lebih tinggi. Pada tahap ini, ASN dituntut mampu memastikan outcome yang dihasilkan memberikan perubahan dan manfaat yang lebih luas. Untuk mendeliver impact, kata Asep, diperlukan feasibility atau kelayakan. Artinya, program maupun kebijakan yang dihasilkan harus memungkinkan untuk dilaksanakan dan mampu memberikan manfaat nyata. “Jangan hanya mengejar output. Kita harus melihat outcome-nya seperti apa dan impact-nya apa. Ukuran akhirnya adalah manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Materi yang disampaikan Asep menegaskan bahwa masyarakat pada akhirnya menilai pemerintah dari kemudahan, kecepatan, kepastian, keterbukaan, keadilan, serta kemampuan menyelesaikan masalah.

Asep menegaskan bahwa tidak ada pekerjaan ASN yang benar-benar berdiri sendiri. Kinerja individu harus memiliki keterkaitan dengan sasaran organisasi dan berkontribusi terhadap pembangunan. Rangkaian tersebut dimulai dari kinerja individu, kinerja perangkat daerah, kinerja pemerintah daerah, pembangunan wilayah hingga kesejahteraan masyarakat. “Jangan melihat pekerjaan kita hanya sebagai pekerjaan individu. Kinerja individu harus terhubung dengan kinerja perangkat daerah, kemudian kinerja pemerintah daerah, pembangunan wilayah dan akhirnya kesejahteraan masyarakat,” tutur Asep.

Karena itu, pengembangan kompetensi ASN harus berbasis kebutuhan organisasi. Kompetensi yang perlu diperkuat tidak hanya berkaitan dengan kepemimpinan, tetapi juga kemampuan digital dan data, problem solving, komunikasi, kolaborasi, inovasi dan adaptabilitas.

Dalam konteks pembangunan kewilayahan, Asep menilai berbagai persoalan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi secara sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi, sinergi dan orkestrasi antarpemerintah daerah, perangkat daerah maupun pemangku kepentingan lainnya. “Kolaborasi, sinergi dan orkestrasi merupakan solusi untuk menyelesaikan setiap permasalahan. Kita harus membangun semangat giat bersama dan maju bersama di wilayah kerja Bakorwil Malang,” tegasnya.

Menurut Asep, kolaborasi bukan sekadar melaksanakan kegiatan bersama. Lebih dari itu, kolaborasi harus mampu menyatukan potensi, sumber daya dan kewenangan untuk mencapai tujuan yang sama. Dalam konteks tersebut, Bakorwil memiliki peran strategis sebagai penguat koordinasi kewilayahan melalui fungsi koordinasi, fasilitasi, sinkronisasi, monitoring dan evaluasi, sekaligus mendorong pertukaran praktik baik dan sinergi antarpemerintah daerah.

Penguatan ASN juga membutuhkan perubahan paradigma dalam pengelolaan kepegawaian. Pengelolaan ASN tidak lagi cukup dipandang sebagai administrasi kepegawaian, tetapi harus bergerak menuju Human Capital Management berbasis prinsip merit. Kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, integritas dan kebutuhan organisasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan ASN. Proses tersebut mencakup perencanaan, pengadaan, penempatan, pengembangan, karier, kinerja, manajemen talenta hingga suksesi.

Penguatan tersebut juga membutuhkan dukungan data ASN yang akurat, mutakhir, terintegrasi, aman dan dimanfaatkan. Data tidak hanya menjadi basis administrasi, tetapi digunakan untuk perencanaan kebutuhan, pemetaan kompetensi, pengembangan karier, kinerja, talenta, suksesi hingga pengambilan keputusan pimpinan. Asep berharap rakor tersebut tidak berhenti sebagai forum koordinasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ASN yang sesuai kebutuhan organisasi sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“ASN yang kita bangun harus tepat, kompeten, berkinerja, berintegritas dan melayani. Ketika kita membangun ASN, sesungguhnya kita sedang membangun birokrasi. Dan ketika kita membangun birokrasi, kita sedang membangun daerah,” pungkasnya.

Penguatan kualitas ASN tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi manajemen ASN, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah kerja Bakorwil Malang. Sebab, birokrasi yang kuat bukan hanya dibangun dengan sistem yang baik, tetapi juga oleh ASN yang mampu mengubah pekerjaan menjadi kinerja, kinerja menjadi hasil, dan hasil menjadi manfaat bagi masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

DCF 2026 Kembali Hadir di Dieng, Usung Tema “Spirit of Harmony”

Gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2026 di Kawasan Candi Dieng, Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, akan diselenggarakan pada 28-30 Agustus 2026. Gelaran ke-16 itu juga akan memberikan pengalaman bagi pengunjung, untuk menikmati produk-produk budaya khas Dieng dan sekitarnya.

Ketua Pelaksana DCF 2026, Alif Faozi mengatakan, tema DCF kali ini adalah “Spirit of Harmony“. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk semangat keharmonisan antara manusia dengan Sang Pencipta, manusia dengan manusia lainnya, serta manusia dengan alam.

Event yang lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat tersebut, juga membawa misi bagaimana kegiatan dapat memberikan dampak positif bagi alam dan masyarakat di sekitar Dieng, serta wisatawan atau partisipan. Rencanannya sejumlah pelaku UMKM juga akan dilibatkan, seperti Batik Banjarnegara, caping, carica botol, purwaceng, hingga pelaku kopi di Banjarnegara.

“Sesuai dengan misi kami, Dieng Culture Festival menawarkan konsep pariwisata yang berkualitas,” kata Alif, seusai bertemu Gubernur Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026).

Misi tersebut dihadirkan melalui berbagai kegiatan pariwisata berkelanjutan selama tiga hari dua malam, di empat venue Kompleks Candi Dieng. Di antaranya Venue Arjuna, Venue Pandawa, Venue Gatotkaca, dan kompleks Candi Dieng.

Alif menjelaskan, pada Venue Gatotkaca, akan ada festival kopi dan panggung hiburan. Di Venue Arjuna, akan ada pelepasan aksi Dieng Bersih, festival domba Batur, Kongko Budaya bersama Kiai Kanjeng, serta pagelaran seni tradisi.

Untuk Venue Pandawa, terdapat panggung utama untuk Jazz Atas Awan, serta ada beberapa gelaran lain seperti minum purwaceng bareng hingga penerbangan lampion. Kemudian, venue di sekitar kompleks Candi Dieng yang akan menjadi lokasi kirab budaya.

“Pencukuran atau potong rambut anak gimbal akan ada di Candi Arjuna. Lebih kurang ada 10 anak gimbal yang akan dicukur,” jelasnya.

Gelaran tahun ini juga menjadi penanda kembalinya Jazz Atas Awan yang pada 2025 lalu diganti Simphony Dieng. Panitia juga akan memberikan konsep artistik yang berbeda dari tahun sebelumnya, serta peningkatan fasilitas pelayanan bagi pengunjung.

Lebih lanjut, gelaran DCF 2026 ini bertepatan dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem. Tetapi justru itu menjadi bagian dari daya tarik, mengingat banyak orang datang ke Dieng untuk melihat fenomena salju dan lain-lain. Maka, panitia mengimbau masyarakat menyiapkan diri dengan kondisi tersebut, sebelum datang ke DCF.

“Kami juga memiliki tiga paket partisipan yang berbeda karena nanti bertepatan dengan cuaca ekstrem. Paket gold atau utama akan mendapatkan jaket tebal, paket kedua akan mendapatkan hoodie, dan paket ketiga akan mendapatkan t-shirt,” kata Alif.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sangat mendukung event DCF 2026. Festival budaya yang lahir dari Pokdarwis Pandawa di Dieng Kulon tersebut, telah menjadi ikon Jawa Tengah bahkan nasional.

Dia juga menyambut baik upaya panitia dalam mengolaborasikan event budaya berkelanjutan, termasuk ikut menggaungkan kelestarian lingkungan melalui aksi Dieng Bersih.

“Festival ini sangat spesial, karena sudah menjadi destinasi nasional dan internasional. Kami dari Pemprov Jateng tentu sangat mendukung, dinas-dinas terkait nanti akan kita turunkan ke sana untuk mendukung kegiatan,” katanya, saat berdialog dengan panitia DCF 2026.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wamenkeu Juda Agung Dorong Pendalaman Pasar Modal untuk Perkuat Pembiayaan Ekonomi Nasional

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung terus mendorong percepatan pendalaman pasar keuangan nasional sebagai tumpuan utama pembiayaan pembangunan. Dalam Peringatan HUT ke-49 Kebangkitan Pasar Modal Indonesia yang diselenggarakan di Bursa Efek Indonesia (BEI), ia menyebut keberadaan pasar modal sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pasar modal memegang peran strategis sebagai sumber pembiayaan swasta. Ia adalah jembatan yang menghubungkan kebutuhan pembiayaan korporasi dengan dana masyarakat. Ia adalah sumber pembiayaan yang efisien, transparan, dan berkeadilan,” tegas Juda Agung pada Senin (10/8) di Jakarta.

Dirinya pun mendorong terwujudnya pasar modal Indonesia yang dalam, liquid, dan terpercaya serta kredibel sehingga dapat berperan secara optimal dalam memfasilitasi investasi dan mendukung target-target pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Meski lebih dari Rp125 triliun telah berhasil dihimpun selama semester I 2026, dengan jumlah investor pasar modal mencapai 28 juta investor, ia meminta para pelaku industri untuk tidak berpuas diri. “Kita perlu terus memperluas basis investor, menambah keragaman instrumennya, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah menyambut baik agenda reformasi yang tengah dijalankan oleh OJK dan BI, mulai dari penguatan likuiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola, hingga pendalaman pasar yang tercakup dalam rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Wamenkeu Juda Agung mengapresiasi peluncuran Exchange-Traded Fund  (ETF) Emas hari ini sebagai salah satu langkah konkret perluasan ragam instrumen dan penguatan likuiditas pasar modal agar makin bersaing di tingkat regional maupun global. Menurutnya, di pasar modal global, minat terhadap ETF berbasis emas meningkat. Ia menyebut, pada tahun 2025 aset kelolaan ETF emas global mencapai US$559 billion dengan kepemilikan emas mencapai 4.025 ton.

Wamenkeu menekankan bahwa karena ETF Emas memiliki underlying berupa fisik emas riil, maka kepercayaan investor terhadap aspek penyimpanan, valuasi, serta akuntabilitas transaksi menjadi sebuah harga mati. “Inovasi membutuhkan integritas, dan integritas adalah fondasi dari kepercayaan (trust),” ucapnya.

Ia pun berharap peluncuran ETF Emas ini tidak hanya membesarkan ukuran pasar modal Indonesia, tetapi juga menjadikannya lebih dalam, inklusif, prudent, dan kredibel demi mendukung target pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Pasar yang dalam membutuhkan inovasi. Inovasi membutuhkan integritas. Integritas adalah fondasi dari kepercayaan. Mari kita bersama membangun dan menjaga kepercayaan tersebut,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wapres Gibran Tinjau Jembatan Gantung Kendawi di Gayo Lues, Progres Pembangunan Capai 80 Persen

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melanjutkan rangkaian agenda kerjanya di Provinsi Aceh dengan meninjau pembangunan Jembatan Gantung Kendawi, Kabupaten Gayo Lues, Kamis (06/08/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas negara sebagai salah satu wujud komitmen negara hadir dalam pemulihan infrastruktur dan layanan dasar pascabencana sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wapres meninjau langsung kondisi pembangunan jembatan sekaligus mendengarkan penjelasan mengenai progres pekerjaan dan kebutuhan penanganan lanjutan di kawasan terdampak. Wapres menegaskan bahwa menghadirkan infrastruktur yang aman dan layak tetap merupakan tanggung jawab negara.

 

Wapres pun meninjau kondisi sungai di sekitar lokasi, dan menekankan pentingnya langkah mitigasi agar kerusakan akibat banjir tidak kembali terulang.

 

“Ini normalisasi sungainya harus dikebut, kondisi alamnya begini. Normalisasi sungai itu lebih mahal dari bikin jembatan,” ujar Wapres.

 

Selain memastikan pembangunan jembatan berjalan sesuai target, Wapres juga memberikan perhatian terhadap pemulihan kawasan sekitar yang terdampak bencana.

“Sawah, rumah, sekolahnya juga dipindah. Kita bangun lagi semua, ya,” pesan Wapres.

 

Sebelumnya, Dandim 0113/Gayo Lues Fran Desiafan Eka Saputra memaparkan laporan perkembangan pembangunan jembatan.

 

“Ini progres pengerjaan jembatan sampai tahap sekarang sudah pemasangan papan lantai jembatan. Progres sudah 80 persen, kemudian nanti rencananya tanggal 15 Agustus selesai. Kemudian target operasionalnya 16 Agustus,” paparnya.

 

Fran juga melaporkan bahwa Kodim 0113/Gayo Lues turut mendukung percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah tersebut melalui pembangunan puluhan jembatan.

 

“Izin menyampaikan juga, di Gayo Lues ini Kodim mengerjakan 56 jembatan. Lima puluh satu titik merupakan jembatan gantung, kemudian jembatan beton ada dua, dan jembatan Aramco ada tiga,” jelasnya.

 

Sebagai informasi, Jembatan Gantung Kendawi dibangun untuk memulihkan akses masyarakat yang selama ini terdampak bencana. Infrastruktur sepanjang 100 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut nantinya akan dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga mempermudah mobilitas warga, termasuk akses para pelajar menuju sekolah.

 

Turut mendampingi Wapres di antaranya Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Pangdam Iskandar Muda Joko Hadi Susilo, ⁠Kapolda Aceh Ruddi Setiawan, dan Bupati Gayo Lues Suhaidi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Persiapan Upacara 17 Agustus 2026 Masuk Gladi Parsial, Undangan Masyarakat Ditambah

Persiapan pelaksanaan Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai memasuki tahap gladi parsial di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 11 Agustus 2026. Setelah sebelumnya berlatih secara terpisah, sejumlah tim yang terlibat dalam upacara, termasuk tim upacara dan Paskibraka, mulai melaksanakan latihan bersama sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2026 mendatang.

“Hari ini tanggal 11 Agustus 2026, hari Selasa. Kita sudah mulai untuk persiapan gladi-gladi meskipun masih parsial ya. Masih terpisah-pisah setelah masing-masing tim. Selama beberapa waktu terakhir berlatih sendiri ya, jadi tim upacara berlatih sendiri, Paskibraka berlatih sendiri. Kemudian hari ini sudah mulai kita latihan bersama di Istana,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangannya kepada awak media.

Mensesneg menjelaskan bahwa tahapan latihan bersama tersebut masih merupakan penyesuaian awal. Adapun gladi kotor secara lebih menyeluruh akan mulai dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 mendatang, sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap rangkaian upacara.

“Ini baru penyesuaian awal, walaupun ada koreksi belum terlalu banyak, jadi mulai besok akan ada gladi kotor. Nanti di situ baru mulai kita akan lebih dalam lagi untuk melakukan perbaikan-perbaikan,” kata Mensesneg.

Di sisi lain, Mensesneg menyampaikan, tingginya antusiasme masyarakat untuk menghadiri langsung rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga mendorong panitia untuk menambah kapasitas undangan. Setelah melakukan pengecekan lapangan, panitia memutuskan menambah satu blok area untuk mengakomodasi lebih banyak masyarakat yang telah mendaftar.

“Tadi baru saja kami cek ke lapangan, karena betapa antusiasnya pendaftar jadi kami memutuskan untuk menambah satu blok untuk memperbesar jumlah undangan bagi masyarakat yang sudah mendaftar. Tadi kami cek bisa sekitar 3.400 yang mungkin nanti akan kita bagi di acara pagi dan acara sore,” ujar Mensesneg.

Mensesneg menyebut, selama lima hari masa pendaftaran, jumlah masyarakat yang mendaftar untuk mengikuti upacara tercatat lebih dari 336 ribu orang. Jumlah tersebut jauh melampaui kapasitas awal yang memungkinkan untuk menerima sekitar 5.500 undangan.

“Selama kemarin kami koreksi ya bukan 4 hari, tapi selama 5 hari masa pendaftaran itu totalnya kurang lebih di atas 336 ribu pendaftar yang sebenarnya kapasitas yang memungkinkan hanya 5.500, tapi kami pastikan ada penambahan 3.400 kursi lagi,” ungkapnya.

Mensesneg menjelaskan, selain menambah kapasitas undangan, panitia juga tengah menyiapkan area yang lebih representatif bagi masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian upacara dari luar area Istana Merdeka, Jakarta. Hal tersebut dilakukan untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat yang tidak memperoleh undangan resmi.

“Kami tadi cek lapangan mungkin supaya menontonnya juga lebih enak, kami akan coba siapkan tempat yang lebih representatif,” tutur Mensesneg.

Terkait undangan kepada para pejabat dan keluarga Presiden serta Wakil Presiden, Mensesneg mengatakan bahwa mulai Selasa, 11 Agustus 2026, panitia telah menugaskan sejumlah pejabat pemerintah untuk menyampaikan undangan secara resmi.

“Mulai hari ini kami dari panitia menugaskan beberapa pejabat-pejabat pemerintah untuk mengantar undangan secara resmi. Kepada seluruh Presiden, Wakil Presiden maupun keluarga Presiden, maupun Wakil-wakil Presiden untuk mengundang secara resmi untuk hadir di dalam rangka Peringatan Detik-detik Proklamasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mensesneg juga turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, atas kemungkinan adanya penyesuaian maupun penutupan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan Istana Merdeka, Jakarta selama proses persiapan dan pelaksanaan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Kami ingin menyampaikan permohonan maaf kalau mulai pagi hari ini tadi, dan mungkin sampai beberapa hari ke depan di beberapa ruas jalan Veteran pun di Merdeka Utara mungkin akan ada penyesuaian atau penutupan-penutupan lalu lintas. Kami permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan,” kata Mensesneg.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wamen Ekraf Apresiasi TIFF 2026, Tomohon Bawa Identitas Kota Bunga ke Panggung Dunia

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026. Event tersebut menunjukkan komitmen Kota Tomohon dalam membawa identitas lokal berbasis florikultura ke panggung internasional.

“Festival ini menjadi satu cara untuk melihat bahwa satu kota kecil seperti Tomohon bisa mendunia, bukan hanya sebagai kota bunga tapi kota yang punya specialty seperti Krisan Kulo dan Krisan Riri. Saya berharap kedepannya kita bisa melihat lebih banyak lagi teman-teman dan turis-turis mancanegara dan domestik yang datang ke sini,” kata Wamen Ekraf saat menghadiri pembukaan TIFF 2026 di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (8/8).

Festival yang hadir tiap tahun sejak 2008 ini menampilkan tournament of flowers yaitu parade 35 kendaraan yang dihiasi bunga-bunga segar dari para petani lokal. Selain itu terdapat pula pameran pariwisata, pentas seni budaya, serta pemberdayaan bisnis lokal untuk mempromosikan Tomohon sebagai kota bunga.

“_Impact_-nya tentu banyak. Orang datang ke sini bukan hanya nonton festival tetapi juga ada business to business (B2B) matching , trade , dan investment yang terjadi di sini,” ujar Wamen Ekraf.

Acara ini tidak hanya memperkuat daya tarik wisata, tetapi turut membuka ruang bagi pergerakan ekonomi masyarakat di berbagai sektor, mulai dari florikultura, kerajinan, kuliner, perhotelan hingga transportasi. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen mendorong setiap daerah untuk mengembangkan potensi dan produk unggulannya menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Dari kekayaan lokal inilah ekosistem ekraf dapat tumbuh dan menciptakan peluang usaha serta lapangan kerja, sekaligus memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bappenas, Kemenag, dan BAZNAS Luncurkan Satu Data ZIS-DSKL, Penyaluran Zakat Ditargetkan Makin Tepat Sasaran

Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan platform Satu Data Zakat Infaq Shadaqah dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (6/8). Kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat tata kelola dan mengoptimalkan pemanfaatan dana umat.

Satu Data ZIS-DSKL dikembangkan oleh Kementerian Agama bersama Kementerian PPN/Bappenas untuk mengintegrasikan data mustahik dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui platform ini, BAZNAS dan LAZ di seluruh Indonesia dapat memperkuat proses penyaluran dan pendayagunaan ZIS-DSKL secara efektif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis data.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa integrasi data menjadi fondasi penting dalam memperkuat sinergi antara pengelolaan dana sosial keagamaan dengan agenda pembangunan nasional. “Satu Data ZIS-DSKL dikembangkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kolaborasi program ZIS-DSKL dengan program pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan dan sanitasi, pengentasan kemiskinan, serta pemberdayaan ekonomi umat,” jelas Menteri Rachmat Pambudy.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menyampaikan berbagai nilai tambah dari kehadiran platform ini. “Platform ini memberikan manfaat nyata berupa kemudahan validasi data mustahik, efisiensi perencanaan, serta peningkatan akuntabilitas yang terekam secara nasional,” ujar Deputi Pungkas.

Turut hadir Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid, Ketua BWI, Lembaga Amil Zakat (LAZ) dari seluruh Indonesia, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta mitra pembangunan untuk mempertegas komitmen integrasi data nasional terkait ZIS-DSKL.

Menteri Rachmat Pambudy menegaskan bahwa integrasi data zakat ke dalam sistem nasional merupakan instrumen krusial untuk menyelaraskan program intervensi kemiskinan pemerintah dengan dana sosial keagamaan. “Dengan demikian, penyaluran dan pendayagunaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dapat diintegrasikan dengan data penerima zakat, khususnya mustahik, melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi sehingga penyalurannya menjadi lebih tepat sasaran,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.

Menteri Rachmat Pambudy juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi melalui Satu Data ZIS-DSKL. “Lewat Satu Data ZIS-DSKL, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bahu-membahu memperkuat dan memanfaatkan kemaslahatan ZIS-DSKL dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutup Menteri Rachmat Pambudy.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Riau Gerak Cepat Perbaiki Jalan Sontang-Duri, Akses Rohul-Bengkalis Kembali Lancar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau gerak cepat memperbaiki kerusakan Jalan Sontang-Duri, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang sempat tergenang air. Kini ruas jalan tersebut sudah fungsional dan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat.

Perbaikan difokuskan di sejumlah titik kerusakan terparah dengan cara ditimbun menggunakan tanah untuk meninggikan badan jalan yang tergenang.

Penanganan kerusakan ruas jalan penghubung Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menuju Bengkalis itu dilakukan secara bertahap oleh Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau.

Perbaikan difokuskan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup parah, terutama di jalur yang menghubungkan Desa Sontang dengan Desa Kasang Padang.

Sebelumnya, kondisi badan jalan di sejumlah titik cukup memprihatinkan. Genangan air membuat permukaan jalan sulit dilalui, terutama kendaraan roda empat.

Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat yang rutin melintasi jalur Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul menuju Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Perbaikan ruas jalan Sontang-Duri tersebut menindaklanjuti arahan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Pasalnya kondisi jalan itu sempat dikeluhkan masyarakat, dan langsung memerintah jajaran Dinas PUPR-PKPP Riau bergerak cepat menangani kondisi infrastruktur itu.

Setelah dilakukan penimbunan dan peninggian badan jalan, kondisi di sejumlah titik yang sebelumnya tergenang air saat ini sudah dilalui. Kendaraan kini dapat melintas lebih lancar meski beberapa bagian jalan masih dalam proses penanganan yang diperkirakan dalam pekan ini tuntas.

Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Zulfahmi melalui Plt Kepala Bidang Bina Marga, Khairul Rizal mengatakan, perbaikan fungsional ruas Jalan Sontang-Duri progresnya hampir selesai.

“Perbaikan Jalan Sontang-Duri sudah selesai kemarin, saat ini sudah fungsional dan sudha bisa dilewati kendaraan roda empat,” kata Khairul Rizal, Senin (11/8/2026).

Dia menjelaskan, perbaikan ruas Jalan Sontang-Duri terdapat tiga titik. Di mana titik pertama dikerjakan pada seminggu lalu, dan titik kedua empat hari lalu. Sedangkan titik terkahir juga sudah selesai dikerjakan.

“Perbaikan ruas ini kita kolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Wilayah VI. Untuk pekerjaan kita menggunakan alat berat UPTJJ Wilayah VI,” terangnya.

Karena saat ini jalan tersebut sudah fungsional, Khairul Rizal mengajak masyarakat untuk menjaga kondisi jalan tersebut, dengan cara melarang kendaraan tonase besar melintasi jalan itu.

“Kami berharap masyarakat dapat membatasi kendaraan besar melintasi jalan itu, seperti truk CPO dan lainnya. Jadi sama-sama kita menjaga, agar tidak rusak lagi. Kalau kendaraan besar tetap lewat, maka jalan bisa rusak kembali,” harapnya.

Selain perbaikan titik yang rusak, Khairul Rizal menyebut, pihaknya juga akan mengusulkan pembangunan Box Calvert sebanyak tiga titik di ruas Jalan Sontang-Duri.

“Kita juga sudah usulkan pembangunan Box Culverr tiga titik ruas tersebut. Mudah-mudahan dapat terealisasi, karena dengan adanya Box Culvert bisa menjadi saluran air, dan air tidak menggenangi badan jalan,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemko Medan Gencarkan Tracing TBC, 100 Warga Medan Labuhan Jalani Pemeriksaan

Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Puskesmas Medan Labuhan menggelar penyuluhan kesehatan serta penelusuran (tracing) TBC yang terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan gratis di halaman Gereja HKBP Sei Mati, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Medan Labuhan, dr. Imelda Iriana br Purba, didampingi Lurah Sei Mati, Yogi Frasetya Wahyu, S.E.

Aksi lapangan ini merupakan tindak lanjut atas komitmen Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam mendukung program penekanan angka TBC nasional. Penegasan tersebut sebelumnya disampaikan saat peninjauan layanan TBC di RSUP H. Adam Malik bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Akhmad Wiyagus, pada Selasa (21/7/2026) lalu.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata Pemko Medan terhadap program prioritas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang menargetkan pelacakan 100 persen kontak erat dan keluarga pasien Tuberkulosis (TBC) demi mempercepat eliminasi TBC nasional.

Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan memeriksa 100 warga yang hadir guna mendeteksi potensi penularan sejak dini. Strategi “jemput bola” ini diterapkan untuk menemukan kasus tersembunyi (active case finding) di tingkat rumah tangga.

Melalui penelusuran ini, warga yang teridentifikasi sebagai kontak erat penderita TBC mendapatkan pendampingan medis intensif, mulai dari pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT), pemeriksaan lanjutan, hingga penanganan pengobatan gratis dari puskesmas sampai dinyatakan sembuh total.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Siswa Sekolah Rakyat Bikin Haru Peringatan HUT ke-81 RI di Kemensos

Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kementerian Sosial terasa berbeda saat siswa Sekolah Rakyat 4 Jakarta, Nazila Barqiah Harum membacakan puisi bertajuk ‘Kamipun Ingin Merdeka’.

Dengan suara lantang dan penuh penghayatan, Nazila membacakan bait demi bait puisi dengan percaya diri dihadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono serta jajaran pejabat dan pegawai Kemensos yang hadir dalam Pembukaan Peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

“Dahulu para pahlawan berjuang agar Indonesia merdeka. Hari ini, mari kita berjuang agar setiap anak Indonesia merasakan kemerdekaan!,” suara Nazila menggetarkan ruangan.

Disamping penampilan puisi, sejumlah siswa Sekolah Rakyat juga menampilkan paduan suara. Para pegawai Kemensos dari masing-masing unit kerja pun tidak mau kalah, mereka belomba-lomba menampilkan yel-yel terbaik dalam suasana kemerdekaan ini.

Masing-masing pegawai menggenakan kaos berwarna hitam bertuliskan ‘Kemensos Hemat Layanan Hebat Tanpa Korupsi’, membawa atribut bernuansa merah-putih, bahkan ada yang menggunakan alat musik perkusi untuk membakar semangat saat yel-yel ditampilkan.

Mensos Gus Ipul menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk membangun semangat kebersamaan dan gotong royong dalam rangka mewujudkan berbagai program strategis yang dimandatkan kepada Kemensos.

“Jadi semangat dari perayaan ini adalah membangun sinergi kolaborasi antar unit kerja untuk supaya ke depan program-program kita bisa lebih efektif, dan di tingkat lapangan bisa dikolaborasikan tidak hanya antar unit kerja di lingkungan Kementerian Sosial, tapi juga dengan Kementerian, lembaga lain, serta pemerintah daerah,” kata Gus Ipul ditemui usai acara.

Dalam arahannya, Gus Ipul juga mengajak para pegawai Kemensos untuk senantiasa bertindak jujur dan terbuka dalam menjalankan tugas. “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kita harus jujur, kita harus terbuka terhadap segala hal, termasuk tentang data-data kita yang kita miliki,” ujarnya.

Gus Ipul menekankan kepada jajarannya untuk tidak melakukan penyimpangan dan hal-hal yang melanggar ketentuan seperti mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya.

“Saya akan mengajak terus menerus ini, mengingatkan diri saya, Pak Wamen, Pak Sekjen, semuanya, jangan udah, jangan korupsi, udah lupakan kebiasaan lama, tinggalkan kebiasaan lama,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Gus Ipul juga menyinggung terkait laporan kemiskinan yang menurun beberapa tahun terakhir. Menurutnya hal tersebut karena strategi Presiden Prabowo Subianto sudah mulai menampakan hasil.

“Strateginya sudah mulai menampakkan hasil, apa itu? yaitu konsolidasi data. Sehingga bansos-bansos kita lebih tepat sasaran, efektif, dan itu bisa menurunkan kemiskinan,” jelasnya.

Menutup kegiatan, Gus Ipul didampingi Wamensos Agus Jabo, Sekjen Kemensos Robben Rico, dan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo secara simbolis membuka lomba HUT Ke-81 RI dengan bermain bulu tangkis.

Selain lomba bulu tangkis, para pegawai juga mengikuti berbagai lomba lain yang dilaksanakan diberbagai titik dan akan berlangsung beberapa hari kedepan. Lomba-lomba yang diselenggarakan seperti futsal, voli, sendok kelereng, balap karung, makan kerupuk, tenis meja, catur, lomba estafet, tarik tambang, dan lomba lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News