Beranda blog Halaman 450

Menhan Tinjau Kesiapan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi

Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan kunjungan kerja ke SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi pada Senin (23/2). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kelengkapan fasilitas pendidikan serta memantau proses pembentukan karakter siswa sebagai calon pemimpin masa depan bangsa.

Menhan melakukan peninjauan pada berbagai fasilitas dan sarana prasarana, seperti dari Laboratorium Aeronotika dan Biologi hingga ruang dapur.

​Kehadiran Menhan merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi bela negara sejak dini. Kurikulum yang tangguh dan fasilitas memadai dinilai krusial untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan mental serta integritas moral yang tinggi.

​Kementerian Pertahanan berharap SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi konsisten mencetak lulusan unggul. Generasi inilah yang diharapkan siap berkontribusi aktif dalam menjaga kedaulatan dan memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BPK Fokus Uji Ketepatan Sasaran dan Pengendalian Subsidi–Kompensasi BUMN Operator

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menggelar entry meeting pemeriksaan subsidi, kompensasi, dan Harga Pokok Penjualan (HPP) Cadangan Pangan Pemerintah pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Operator dalam rangka mendukung pemeriksaan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN) dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/2) di kantor pusat BPK, Jakarta.

BUMN operator yang menjadi objek pemeriksaan ini antara lain PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, Perum Bulog, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), serta BUMN di bidang pupuk dan perbankan Himbara.

Pemeriksaan tersebut berfokus pada ketepatan sasaran penerima subsidi dan kompensasi, pemadanan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), kecukupan penganggaran subsidi dan kompensasi, dampak keterlambatan pembayaran terhadap beban finansial BUMN operator, serta efisiensi Harga Pokok Produksi (HPP) dan Biaya Pokok Produksi (BPP).

Dalam sambutannya, Anggota VII BPK, Slamet Edy Purnomo menegaskan pentingnya pemadanan data subsidi dan kompensasi yang diberikan pemerintah dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal ini menjadi kunci dalam meminimalkan potensi kebocoran subsidi dan kompensasi.

“Isu integrasi dan integritas data itu sangat penting dalam penyaluran subsidi dan kompensasi, kalau tidak, akan banyak kebocoran-kebocoran yang sangat sulit untuk diperiksa dan dimonitor,” tegasnya.

Adapun tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai kewajaran penyajian utang dan piutang yang timbul dari pengelolaan subsidi dan kompensasi yang diperhitungkan oleh BUMN Operator, serta menilai efektivitas sistem pengendalian intern dan kesesuaian terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan atas penyaluran subsidi dan kompensasi.

BPK juga menekankan tiga area penting yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu peningkatan pengawasan oleh Dewan Komisaris BUMN kepada Direksi dan Satuan Pengawas Internal, perbaikan sistem dan mekanisme penyaluran, perhitungan, serta formulasi subsidi dan kompensasi, serta peningkatan kualitas data penerima subsidi dan kompensasi yang terintegrasi, valid, dan mutakhir.

Hasil pemeriksaan atas subsidi, kompensasi, dan HPP tersebut akan dikonsolidasikan dalam LKPP Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya peningkatan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara. BPK berharap koordinasi dan komunikasi yang efektif selama proses pemeriksaan dapat menghasilkan rekomendasi yang implementatif dan berdampak nyata terhadap perbaikan tata kelola subsidi dan kompensasi pemerintah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara II BPK, Nelson Ambarita, Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara VII BPK, Pranoto, para Pimpinan dan Komisaris BUMN Operator pengelola subsidi dan kompensasi, serta pejabat struktural dan fungsional di lingkungan BPK.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Jemaah Umrah Sakit Saat Transit, Kemenhaj Pastikan Penanganan Hingga Tiba di Tanah Air

Pelindungan terhadap jemaah haji reguler, haji khusus, maupun umrah merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi warganya. Hal ini ditegaskan Kasubdit Pengawasan Umrah pada Kementerian Haji dan Umrah, Andi Muhammad Taufik, saat memberikan penanganan terkait kasus jemaah umrah yang sakit saat berada di negara transit.

“Kemenhaj memastikan penanganan jika terjadi masalah hukum di Arab Saudi atau negara transit, maupun jika ada persoalan kesehatan yang dialami jemaah,” ujar Andi dalam keterangannya di Tangerang, Jum’at (20/2).

Kasus terbaru menimpa seorang jemaah umrah yang mengalami kondisi lemas saat transit di Bandara Internasional Muscat, Oman, pada 5 Februari 2026 sepulang menunaikan ibadah umrah. Informasi tersebut diterima Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat dari pihak rumah sakit setempat, KIMS Hospital Muscat.

Karena kondisi kesehatan jemaah memerlukan penanganan lanjutan, pada 8 Februari 2026 jemaah dipindahkan ke rumah sakit lain atas persetujuan keluarga. Setelah menjalani beberapa kali perawatan medis, kondisi jemaah dinyatakan cukup stabil untuk dipulangkan ke Indonesia dengan catatan harus langsung dirujuk ke rumah sakit yang telah siap menerima.

Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta menyatakan kesediaannya untuk menerima pasien tersebut. Pihak rumah sakit bahkan menyiapkan ambulans, ventilator, serta tim medis untuk penjemputan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju RSPI.

Setibanya di Indonesia, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, sekitar pukul 15.30 WIB, jemaah langsung dipindahkan ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Proses pemulangan dan rujukan medis itu turut didampingi pihak keluarga dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) A Tour.

“Kemenhaj akan terus memonitor kondisi jemaah setelah tiba di Indonesia,” tegas Andi.

Tak hanya memastikan penanganan medis berjalan optimal, Kemenhaj juga akan melakukan klarifikasi tertulis kepada PPIU yang bersangkutan terkait tanggung jawab pembiayaan yang timbul selama proses perawatan.

“Perlu evaluasi kewajiban perlindungan jemaah oleh PPIU, khususnya terkait jaminan biaya medis. Kami juga akan mengevaluasi polis asuransi perjalanan bagi jemaah umrah,” ujar Andi.

“Langkah ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memperkuat sistem perlindungan jemaah, agar setiap risiko yang terjadi selama perjalanan ibadah dapat ditangani secara cepat, profesional, dan bertanggung jawab,” tutup Andi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menhub Dudy Tekankan Empat Faktor Penting Penentu Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Selasa (24/2) malam. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang memimpin rakor lintas sektor ini, menekankan empat faktor penting penentu keberhasilan dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026.

Keempat faktor yang dimaksud yakni keselamatan dan keamanan, perhatian terhadap hal detail, sinergi dan kolaborasi, serta kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan potensi gangguan di lapangan.

Menhub Dudy menegaskan, aspek keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama yang harus diwujudkan melalui langkah antisipatif dan mitigatif guna meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan.

Berikutnya, Menhub juga menekankan pentingnya perhatian terhadap hal detail dalam setiap tahapan persiapan. “Walaupun merupakan tradisi tahunan kita, mungkin Bapak dan Ibu sudah bertahun-tahun menyelenggarakan angkutan Lebaran. Namun saya berharap bahwa hal-hal yang kecil juga harus menjadi perhatian dan kita tidak remeh terhadap hal-hal yang kecil,” ungkapnya.

Selanjutnya adalah sinergi dan kolaborasi yang solid antarpemangku kepentingan. Menurut Menhub Dudy, koordinasi yang kuat menjadi kunci kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran. “Sinergi dan kolaborasi sebagaimana yang saya saksikan pada malam hari ini dan Alhamdulillah dengan koordinasi yang solid serta sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap bahwa penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini akan berjalan dengan baik,” kata Menhub.

Sebelumnya, sejak awal Februari 2026, Kemenhub telah melakukan serangkaian koordinasi dan sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait.

Menhub Dudy telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga antara lain Kemenkopolkam, KemenkoPMK, KemenPANRB, Kemenaker, Kemenristek, Kemendikdasmen, Kemendagri, Kemendag, Komdigi, Kemenag, serta TNI dan Polri. Dilakukan juga koordinasi dengan sejumlah pemerintah daerah antara lain Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

Koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah kebijakan antara lain pemberian stimulus diskon tarif transportasi, penerapan flexible working arrangement (FWA), pengaturan operasional angkutan barang, penggunaan masjid sebagai rest area, penguatan keamanan, hingga antisipasi titik rawan di daerah seperti perlintasan sebidang, pasar tumpah, serta lokasi wisata.

Adapun faktor terakhir yang ditekankan adalah kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan potensi gangguan di lapangan. “Terakhir adalah always expect uncertainty and irregularities. Cuaca ekstrem, bencana alam yang dapat terjadi kapan saja, berpotensi menimbulkan gangguan pada transportasi,” tegasnya.

Menhub Dudy menyampaikan harapan agar keempat faktor tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh pihak. “Harapan kita bersama, jika keempat faktor penting ini diperhatikan dengan seksama, bukan tidak mungkin tujuan kita bersama yaitu zero accident and zero fatality dapat kita wujudkan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Menhub memberikan arahan dan berpesan pada saat pelaksaan angkutan Lebaran 2026, perlu dilakukan antisipasi lokasi kemacetan yang terjadi di jalur arteri seperti pasar tumpah. Setidaknya, lokasi yang perlu diantisipasi terdapat pada 4 lokasi di Banten, 25 lokasi di Jawa Barat, 12 lokasi di Jawa Tengah, 6 lokasi di Yogyakarta, serta 9 lokasi di Jawa Timur. Begitu juga dengan daerah lain yang berpotensi mengalami kemacetan karena pasar tumpah.

“Adapun antisipasi kemacetan dapat dilakukan dengan memperkuat koordinasi dan antisipasi lokasi pasar tumpah, serta pengendalian dan pengaturan hambatan samping di jalan nasional seperti kios pedagang dan alat transportasi tradisional becak dan delman,” ucap Menhub.

Kemudian menurut Menhub, yang perlu diantisipasi juga adalah peningkatan arus di daerah wisata. Diperkirakan, akan terjadi peningkatan signifikan di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur. Pergerakan ini biasanya terjadi setelah hari pertama Lebaran. “Perlu disiapkan manajemen arus lalu lintas terpadu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dari dan ke sekitar lokasi wisata,” ucap Menhub.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Menteri Perhubungan Suntana, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemenhub, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BIN Muhammad Herindra, Kepala BPJT Wilan Oktavian, Kepala BNPB Suharyanto, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, perwakilan Kemenpar, Komdigi, Kemenag, Kemenaker, Kemendikdasmen, KemenESDM, Kemendag, Kemendagri, Kemenperin, Kemenkes, KemenPANRB, KemenPPPA, TNI, Basarnas, Korlantas Polri, pimpinan lembaga non-kementerian dan ketua asosiasi, serta para direktur utama BUMN, jalan tol, juga operator bidang transportasi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Lebaran 2026, Pemda DIY dan Kemenhub Pastikan Mudik Lebih Lancar

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 agar perjalanan mudik masyarakat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman. Kepastian tersebut mengemuka dalam kunjungan Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy Purwagandhi beserta jajaran yang diterima Wakil Gubernur (Wagub) DIY, KGPAA Paku Alam X di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (19/2).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor untuk mematangkan persiapan arus mudik dan balik Lebaran, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang menjadikan DIY sebagai daerah tujuan maupun lintasan mudik.

Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran. Menurutnya, Kemenhub secara aktif melakukan koordinasi sejak dini dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pelayanan transportasi berjalan optimal.

“Koordinasi ini kami lakukan agar pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat berjalan dengan baik. Harapannya, penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Menhub.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan, Pemda DIY terus menyiapkan langkah-langkah antisipatif menghadapi lonjakan jumlah pemudik. Pemerintah pusat juga mendorong kebijakan Work From Anywhere (WFA) sebagai upaya mengurai kepadatan mobilitas menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Namun, tantangan tetap ada karena sebagian besar pemudik masih menggunakan kendaraan (mobil) pribadi dan sepeda motor. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, serta penyampaian informasi kepada masyarakat menjadi perhatian utama,” jelas Ni Made.

Untuk mendukung kenyamanan pemudik, Pemda DIY akan mengoptimalkan pemanfaatan masjid-masjid di sepanjang jalur mudik sebagai rest area. Selain itu, penguatan sistem penunjuk arah (signage) di titik-titik krusial juga dilakukan guna meminimalkan potensi kemacetan.

“Pengalaman penanganan arus Natal dan Tahun Baru lalu yang relatif kondusif menjadi modal penting bagi kami dalam menyiapkan arus mudik Lebaran 2026,” imbuhnya.

Ni Made juga mengatakan sejumlah usulan strategis kepada Kemenhub, antara lain pengembangan layanan kereta api bandara hingga Stasiun Maguwo, pengadaan bus sekolah, serta pengaturan zona naik-turun penumpang agar pemanfaatan armada transportasi lebih efisien. Usulan tersebut mendapat respons positif dari Menteri Perhubungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti menjelaskan, tol fungsional Prambanan–Purwomartani pada Lebaran 2026 akan diberlakukan satu arah khusus untuk arus keluar dari DIY. Kebijakan ini diambil karena infrastruktur pendukung, terutama fasilitas putar balik, belum sepenuhnya siap melayani arus masuk.

“Pengaturan ini berbeda dengan masa libur Natal dan Tahun Baru. Tol fungsional hanya digunakan untuk arus keluar agar lalu lintas tetap lancar,” terang Erni.

Erni menambahkan, Kemenhub memproyeksikan jumlah pemudik Lebaran 2026 secara nasional menurun menjadi sekitar 143 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Pemda DIY tetap menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, termasuk optimalisasi jalur alternatif serta penyebaran informasi secara masif kepada masyarakat.

“Dengan langkah-langkah tersebut, kami berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih baik dan menikmati perjalanan Lebaran yang aman serta nyaman,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Terima Apresiasi Raja Abdullah II atas Komitmen Indonesia pada Solusi Dua Negara

Presiden Prabowo Subianto menerima apresiasi dan sambutan hangat dari Raja Abdullah II ibn Al Hussein atas komitmen Indonesia dalam memperjuangkan solusi dua negara dalam konflik global. Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dengan Kerajaan Yordania Hasyimiah, di Istana Basman, Amman pada Rabu, 25 Februari 2026.

“Peran bangsa anda, saya pikir, dalam semua tantangan di wilayah itu sangat penting. Saya tahu betapa Anda berkomitmen pada solusi dua negara, betapa Anda menghargai masa depan orang-orang positif,” ucap Raja Abdullah II.

Raja Abdullah II menekankan bahwa upaya yang dilakukan oleh Indonesia untuk menciptakan perdamaian merupakan langkah yang sangat penting. Hal tersebut, lebih lanjut, memberikan makna mendalam bagi rakyat Yordania.

“Ini adalah sesuatu, jelas, yang menghangatkan hati kita. Saya tahu bahwa Anda berkomitmen untuk kedamaian dan ketenangan yang besar. Dan sekali lagi, komitmen Anda yang sungguh-sungguh untuk melindungi orang-orang, kita semua, saya pikir, sangat penting,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Abdullah II juga menyampaikan kesiapan Yordania untuk mendukung peran Indonesia dalam upaya tersebut. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis baik secara politik maupun ekonomi.

“Saya menantikan diskusi ini tentang bagaimana kita dapat membantu saudara dan saudari kita dalam usaha ini,” tandasnya.

Indonesia dan Yordania memiliki hubungan diplomatik yang telah terjalin erat selama beberapa dekade, mencakup berbagai bidang strategis mulai dari pertahanan hingga investasi. Kedekatan historis tersebut kemudian memperkuat hubungan persaudaraan antara kedua negara.

“Selalu menyenangkan bertemu Anda, khususnya di rumah kedua Anda di Yordania. Saya tahu bahwa orang-orang saya, orang-orang Anda, tahu bahwa kita memiliki hubungan persaudaraan yang sangat istimewa di antara kami berdua selama bertahun-tahun,” pungkas Raja Abdullah II.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II di Istana Basman

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertemu dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Basman, Amman pada Rabu, 25 Februari 2026. Ketibaan Presiden di Istana disambut oleh tiupan terompet dan pasukan jajar kehormatan yang berdiri rapi untuk memberikan salam kehormatan.

Kedatangan Presiden Prabowo disambut langsung oleh Raja Abdullah II bersama Putra Mahkota Kerajaan Yordania Hasyimiah, Al Hussein bin Abdullah II. Momen kebersamaan tersebut kemudian diabadikan dalam sesi foto bersama di salah satu sudut utama Istana Basman.

Selanjutnya, Presiden Prabowo menerima upacara penyambutan resmi yang diawali dengan memperdengarkan lagu kebangsaan Republik Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah. Setelahnya, kedua kepala negara melakukan inspeksi pasukan kehormatan yang menandai penghormatan tertinggi bagi tamu negara.

Usai upacara penyambutan, Presiden Prabowo bersama Raja Abdullah II kemudian menuju ruang kerja istana untuk melakukan pertemuan tête-à-tête yang diikuti dengan pertemuan lanjutan dengan delegasi kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis mulai dari penguatan kerja sama kedua negara hingga kolaborasi di bidang kemanusiaan, termasuk terkait stabilitas dan perdamaian kawasan.

Tahun 2026 menjadi momentum bagi Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah karena menandai 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Dalam kurun waktu tersebut, hubungan bilateral kedua negara terus berkembang secara konstruktif pada sejumlah bidang strategis mulai dari politik, pertahanan, ekonomi, hingga pendidikan.

Bagi Indonesia, Kerajaan Yordania juga merupakan mitra penting sekaligus hub logistik Indonesia di kawasan Timur Tengah. Kunjungan Presiden Prabowo ke Istana Basman pun diharapkan dapat memperkokoh kemitraan strategis yang konkret serta memperluas kolaborasi di berbagai bidang lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Yordania Tangani Krisis Kemanusiaan Gaza dan Tepi Barat

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah dalam merespons dinamika situasi kemanusiaan di kawasan Timur Tengah, terutama di Palestina. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pengantar pertemuan bilateral dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Basman, Amman pada Rabu, 25 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan Kerajaan Yordania Hasyimiah kepada Indonesia serta menilai posisi strategis Kerajaan Yordania Hasyimiah yang berada paling dekat dengan situasi di Gaza menjadi faktor penting dalam memperkuat koordinasi kedua negara.

“Jadi terima kasih banyak, Yang Mulia, atas tawaran dukungan yang baik bagi kontingen kami. Kami berharap dapat menjalin koordinasi dan kerja sama yang erat, karena Anda berada paling dekat dengan persoalan di Gaza,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga menyampaikan keprihatinan mendalam Indonesia terhadap perkembangan situasi di Tepi Barat yang dinilai berpotensi memengaruhi keberhasilan berbagai upaya stabilisasi dan kemanusiaan di Gaza.

“Kami sangat prihatin terhadap permasalahan di Tepi Barat. Kami merasa hal ini dapat memengaruhi keberhasilan apa pun yang sedang kita upayakan di Gaza,” imbuh Kepala Negara.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah memiliki kesamaan pandangan dengan negara-negara lain di kawasan dalam mendorong stabilitas regional serta penyelesaian konflik. Untuk itu, Kepala Negara menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi kedua negara agar mampu memahami situasi secara menyeluruh serta merespons perkembangan secara cepat dan tepat.

“Karena itu, kami ingin memperkuat dan meningkatkan kerja sama ini. Saya pikir tim saya akan bekerja sangat dekat dengan tim Anda agar kita selalu berada pada posisi yang memahami situasi secara menyeluruh. Kita mengetahui dengan tepat apa yang akan terjadi,” pungkas Presiden Prabowo.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memainkan peran aktif dalam diplomasi kemanusiaan global, sekaligus memperkuat sinergi dengan negara-negara kunci di kawasan demi mendorong stabilitas dan perlindungan bagi rakyat Palestina.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Perjuangkan Solusi Dua Negara dalam Pertemuan Bilateral dengan Raja Abdullah II

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait konflik Palestina. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pengantar pertemuan bilateral dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Basman, Amman pada Rabu, 25 Februari 2026

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap melakukan berbagai upaya konkret untuk mendorong tercapainya solusi damai yang langgeng. Menurut Kepala Negara, solusi dua negara dengan berdirinya negara Palestina yang merdeka merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian berkelanjutan.

“Ya, Indonesia berkomitmen untuk melakukan apa pun yang dapat kami lakukan demi tercapainya solusi yang langgeng dan menurut pandangan kami, satu-satunya solusi yang benar-benar berkelanjutan adalah solusi dua negara dengan Palestina yang merdeka,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace serta dukungan terhadap rencana 20 poin yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump merupakan bagian dari kontribusi aktif Indonesia dalam mencari solusi jangka panjang bagi konflik tersebut.

“Itulah sebabnya ketika kami diundang untuk bergabung dalam Board of Peace dan kami mendukung rencana 20 poin dari Presiden Donald Trump, semuanya dilakukan dengan tujuan dan upaya untuk melakukan apa pun yang kami bisa, guna mencapai solusi yang langgeng tersebut,” imbuh Kepala Negara.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta menyebut Yordania Hasyimiah sebagai rumah keduanya. Kepala Negara juga menyampaikan ucapan Ramadan Mubarak kepada seluruh rakyat Yordania Hasyimiah sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan antara kedua negara.

“Atas nama Indonesia dan secara pribadi, saya juga ingin menyampaikan Ramadan Mubarak kepada rakyat Yordania,” ucap Kepala Negara.

Pertemuan bilateral ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi diplomasi Indonesia dan Yordania, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan penyejuk dalam upaya menjaga stabilitas kawasan dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

The Power of 5.000 Rupiah ala Lia Istifhama: Kisah Saldo Nol yang Menginspirasi di Bulan Ramadan

Kisah inspiratif datang dari anggota DPD RI, Lia Istifhama, yang membagikan pengalaman hidupnya saat berada di titik nol rupiah. Cerita tersebut ia sampaikan secara blak-blakan dalam podcast Parle TV pada 23 Februari 2026, bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan.

Dalam perbincangan yang berlangsung santai, Lia mengungkap momen ketika dirinya hanya memiliki uang Rp5.000 untuk menjamu tamu yang datang ke rumahnya.

“Jadi ada satu waktu, teman-teman mampir ke rumah. Karena saya harus menjamu mereka, sedangkan di rumah hanya nasi putih, maka saya tanya anak saya: “Laper apa tidak?”. Kemudian mereka bilang tidak. Jadi uang yang saya pegang, yaitu 5000 rupiah, maka uang tersebut saya belikan 1 mie instant dan 1 telur. Setelahnya saya masak dan saya sajikan bersama nasi putih.”

“Nah, setelah disantap, barulah anak saya tanya, apa mie goreng nya sudah matang? Inilah momen monumental dalam kehidupan saya. Saya langsung makdheg dan alhamdulillah, mereka ngerti saat saya pahamkan bahwa tadi karena mereka bilang tidak laper, jadi saya sajikan ke tamu. Dan mereka pun tidur terlelap dengan teh hangat.”

“Jadi, bisa ditebak donk, Ketika uang 5000 rupiah habis, maka uang saya dan suami asli nol. Bener-bener habis. Namun Subhanallah, besoknya ternyata kita ada makanan. Aduh keren banget hidup ini, ada saja wasilah dari Allah SWT. Yang pasti sabar dan yakin, itu sih kuncinya,” imbuh anggota DPD RI yang dikenal dengan peran CANTIK itu.

Kesabaran dan keyakinan ning Lia ternyata membuahkan hasil. Proses politik yang ‘ora umum’ telah dilaluinya dengan hasil raihan suara 2,7 juta dengan mengantatkannya sebagai senator Perempuan non petahana yang meraih suara terbanyak.

“Bagi saya, peristiwa nol rupiah maupun kekuatan 5000 rupiah untuk menjamu tamu, adalah sebuah kisah yang tidak perlu gengsi diceritakan. Ini kisah nyata yang mana saya sampaikan dengan tujuan, politik tidak harus selesai dengan isi tas, kok. Kita harus yakin, pasti ada orang-orang yang dipilih Allah SWT untuk menduduki sebuah jabatan tertentu atas kebaikan niatnya. Tujuannya tentu, untuk membantu dia sebagai pribadi yang manfaat dan maslahat.”

“Saya tidak bermaksud menunjukkan diri saya baik banget, ibarat kecap nomer satu, tapi lebih pada, bahwa Alhamdulillah, memang ada kenyataan seorang politisi yang ditakdirkan berhasil dalam sebuah kontestasi sedangkan ia pernah dicibir akibat dianggap kurang secara finansial, namun buktinya kesabaran dan keyakinan membuktikan berhasil,” akhirnya.

Kini, Lia Istifhama dikenal sebagai sosok politisi perempuan yang kerap membawa energi positif, terutama bagi perempuan dan generasi muda. Kisah “The Power of 5.000 Rupiah” menjadi simbol bahwa perjalanan menuju posisi penting tidak selalu dimulai dari kenyamanan atau kelimpahan materi.

Dari pengalaman sederhana tersebut, tersirat pesan kuat tentang integritas, kesederhanaan, dan keberanian untuk jujur terhadap perjalanan hidup sendiri. Sebuah narasi yang bukan hanya mengundang simpati, tetapi juga menghadirkan harapan bahwa setiap orang memiliki peluang untuk bangkit—sejauh apa pun titik awalnya.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News