Beranda blog Halaman 4518

Kemenkes Belum Mensyaratkan Vaksin sebagai Syarat Aman Perjalanan

Vaksin
Kemenkes belum syaratkan vaksin sebagai syarat aman buat perjalanan

SuaraPemerintah.id – Kementerian Kesehatan (kemenkes) belum mensyaratkan vaksin Covid-19 sebagai syarat aman perjalanan. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi Covid-19 belum menjadi syarat pelaku perjalanan di Indonesia.

“Bahkan WHO belum mensyaratkan vaksin Covid-19 sebagai salah satu syarat bagi pelaku perjalanan,” kata Nadia dalam tayangan konferensi pers di kanal YouTube Kemenkes, Senin (15/2/2021).

Nadia mengatakan, setiap individu yang disuntik vaksin Covid-19 masih memungkinkan terpapar virus corona karena proteksi vaksin hanya untuk dirinya sendiri.

“Sementara ini kita kan masih belum mencakup 70 persen sehingga kekebalan kelompok belum terjadi,” ujarnya.

Oleh karenanya, hingga saat ini, syarat pelaku perjalanan di Indonesia harus melakukan pemeriksaan tes polymerase chain reaction (PCR) atau rapid test antigen.

“Sampai saat ini vaksinasi belum menjadi kebijakan untuk pelaku perjalanan,” tutupnya.

Sementara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mewacanakan untuk memberikan sertifikat kesehatan digital bagi masyarakat yang menerima vaksin Covid-19. Ia mengatakan, sertifikat digital tersebut dapat digunakan sebagai syarat bepergian tanpa harus melakukan tes swab.

“Cuma sertifikatnya bukan sertifikat fisik, tapi sertifikat digital yang bisa ditaruh di Apple Wallet atau Google Wallet, sehingga kalau beliau terbang atau pesan tiket di Traveloka tidak usah menunjukkan PCR test atau antigen,” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (16/1/2021).

Budi mengatakan, pemberian sertifikat digital tersebut bisa dilakukan pemerintah agar masyarakat bersedia divaksinasi. Ia sepakat bahwa pelaksanaan vaksinasi semestinya tak dikaitkan dengan konsekuensi pidana, tetapi bisa dilakukan dengan memberikan insentif berupa sertifikat kesehatan digital tersebut.

“Nanti saya akan bicarakan dengan Kementerian Perhubungan supaya jadi lebih sifatnya insentif yang diberikan ke masyarakat kalau mereka melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Budi mengatakan, pemberian sertifikat ini akan mendukung penerapan protokol kesehatan. Ia mengatakan, warga yang ingin berkumpul atau mengunjungi pasar bisa menunjukkan sertifikat digital kesehatan tersebut melalui aplikasi.

“Nanti kami cari aplikasinya bisa dibikin anak-anak muda Indonesia agar bisa menjadi mekanisme screening yang baik dan online,” pungkasnya. (red/pen)

Jelajahi Lautan, Pertamina International Shipping Berhasil Selamatkan Dua Kapal Milik Indonesia

Jelajahi Lautan, Pertamina International Shipping Berhasil Selamatkan Dua Kapal Milik Indonesia

SuaraPemerintah.id PT Pertamina (Persero) melalui subholdingnya PT Pertamina International Shipping (PIS)  baru-baru ini berhasil menyelamatkan dua kapal milik Indonesia di perairan Indonesia.

Kejadian berawal pada hari Senin, 8 Februari 2021 lalu, kapal MT.Menggala dengan tugas utama mengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar yang dioperasikan oleh PIS, tiba-tiba menerima panggilan darurat dari kapal nelayan Rejeki Maju yang menginfokan adanya kebocoran pada kamar mesin yang mengakibatkan mesin induk terendam.

Kebocoran ini menyebabkan kapal tidak dapat bergerak dan kapal KMN.Rejeki Maju beresiko tenggelam.

“Setelah menerima panggilan dari KMN.Rejeki Maju, kapal terdekat kami yaitu MT.Menggala dengan Nakhoda Capt. Heri Ardiyanto langsung bermanuver untuk melakukan pertolongan pertama yaitu dengan mengikatkan kapal KMN.Rejeki Maju dengan kapal kami. Tidak lama berselang, kami mendapat kabar jika kebocoran sudah teratasi sehingga KMN.Rejeki Maju dapat kembali menjalankan perjalanan menuju pelabuhan Tual,” ujar salah satu perwira dari Pertamina International Shipping.

Hanya berselang satu hari saja dari kejadian kebocoran pada KMN.Rejeki Maju, kapal yang dioperasikan oleh PIS, MT.Gamalama dengan tugas pengangkutan crude oil, kembali berhasil melakukan aksi penyelamatan pada kapal MT.Emeryn di Laut China Selatan pada 9 Februari 2021 lalu.

Saat hendak berlayar menuju Dumai, MT.Gamalama dengan di Nakhodai Captain Thomas Christian mendengar sinyal panggilan Emergency via komunikasi Radio dari MT.Emeryn, di mana kapal tersebut ternyata tengah mengalami kerusakan di kamar mesin yang mengakibatkan blackout.

Mengetahui hal tersebut, MT.Gamalama melakukan komunikasi dengan pihak PIS, Petugas Programmer Crude Oil untuk meminta ijin membantu jalur komunikasi kepada Owner kapal MT.Emeryn terkait posisi kapal tersebut dan keadaan di kapal sambil menunggu bantuan Tug Boat yang dikirim oleh Owner kapal MT.Emeryn untuk membantu assist kapal tersebut.

Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping, Arief Sukmara menjelaskan sebagai perusahaan nasional, PIS memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar termasuk saat armada transportasi miliknya sedang menjalankan operasi di tengah lautan.

Pertamina International Shipping juga fokus dan berkomitmen menjadi mitra maritim yang terpercaya serta dapat diandalkan, terutama oleh masyarakat Indonesia.

“Selain itu, sebagai Perwira Pertamina petugas di lapangan juga berusaha untuk senantiasa menjunjung tinggi etika kelautan. Salah satunya adalah dengan selalu sigap dan tanggap untuk membantu kapal lain yang sedang mengalami kesulitan di tengah perairan,”ujar Arief.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya pada Selasa, 9 Februari 2021, PIS baru saja melayarkan kapal tanker baru VLCC atau Very Large Crude Carrier berkapasitas 2 juta barel bernama “PERTAMINA PRIDE”.

Januari 2021, Upah Nominal Harian Buruh Tani Naik Sebesar 0,46%

Januari 2021, Upah Nominal Harian Buruh Tani Naik Sebesar 0,46%

SuaraPemerintah.id – Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.

Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.

Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.

Upah nominal harian buruh tani nasional pada Januari 2021 naik sebesar 0,46 persen dibanding upah buruh tani Desember 2020, yaitu dari Rp55.921,00 menjadi Rp56.176,00 per hari.

Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen.

Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Januari 2021 naik 0,10 persen dibanding Desember 2020, yaitu dari Rp90.816,00 menjadi Rp90.907,00 per hari. Sementara upah riil mengalami penurunan sebesar 0,16 persen.

Sumber: Badan Pusat Statistik

Kementerian BUMN Gelar Pameran Dagang “PaDi UMKM Virtual Expo 2021” Hingga 22 Februari 2021

Kementerian BUMN Gelar Pameran Dagang "PaDi UMKM Virtual Expo 2021" Hingga 22 Februari 2021

SuaraPemerintah.idKementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyelenggarakan pameran dagang dengan platform digital-online “PaDi UMKM Virtual Expo 2021” pada tanggal 15-22 Februari 2021.

Gelaran pameran tersebut merupakan upaya perlindungan, pendampingan dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia yang juga terdampak sangat serius oleh pandemi Covid-19.

Penyelenggaraan PaDi UMKM Virtual Expo 2021 merupakan langkah cepat untuk menindaklanjuti peluncuran online marketplace PaDi UMKM Agustus 2020.

Hal ini sejalan dengan arahan dan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam memitigasi dampak pandemi terhadap UMKM, dan sekaligus sebagai upaya memperluas akses pasar, akses teknologi marketing, sehingga UMKM diharapkan dapat menjadi pilar dan penyeimbang perekonomian nasional.

“Penyelenggaraan PaDi UMKM Virtual Expo 2021 ini menjadi bagian penting dari kebijakan dan program serta kegiatan Kementerian BUMN. Dalam mendorong peningkatan value creation, BUMN dapat menggunakan berbagai produk UMKM dalam kebutuhan proses produksi, maupun proses kerja dengan model bisnis yang saling memberikan manfaat dan nilai tambah secara berkelanjutan,” ujar Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury dalam sambutannya.

Pahala menambahkan, sejak sinergi BUMN dan UMKM diwujudkan melalui PaDi UMKM, Agustus 2020 lalu hingga akhir Januari 2021 sebanyak Rp 11.4 triliun rupiah telah dihasilkan dari total transaksi yang diawali oleh 9 BUMN.

Hal ini merupakan awalan yang baik dan diharapkan dapat meningkatkan partisipasi BUMN ke depan dalam PaDi UMKM.

“Kemitraan BUMN dan UMKM menjadi semakin penting dan strategis untuk terus ditingkatkan dalam satu ekosistem ekonomi yang saling mendukung dan menguntungkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, peningkatan ketahanan dan daya saing beragam produk karya anak bangsa Indonesia dapat mengalami peningkatan dengan multiplier effects yang positif terhadap upaya bersama,” lanjut Pahala.

PaDi UMKM Virtual Expo 2021 diresmikan pembukaannya secara online oleh Wakil Menteri BUMN I RI Pahala pada Senin, 15 Februari 2021.

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting selaku Ketua Pelaksana menjelaskan, acara ini diikuti oleh 244 UMKM yang difasilitasi kepesertaannya oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Bhayangkari (organisasi istri anggota POLRI), Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, masing-masing bertindak sebagai organisasi pengampu UMKM.

“Selain dirancang menjadi sebuah platform online interaksi bisnis, PaDi-UMKM Virtual Expo 2021 juga  menggelar kegiatan kategori webinar yaitu panel diskusi BUMN dalam mata acara SOENERGY – TALK (State Owned Enterprise Synergy – Talk) dan presentasi produk UMKM dalam mata acara PaDi Pro-Talk. Semua kegiatan bermuara pada tujuan mewujudkan UMKM Tangguh Indonesia Maju,” tandas Loto.

Para exhibitor di “PaDi UMKM Virtual Expo 2021” berasal dari hampir 100 kota di Indonesia, mulai dari UKM di Aceh Besar yang memproduksi Moringa Tea & Essential Oil hingga UKM produsen makanan olahan dari Teluk Wondama di Papua Barat.

Semua exhibitor memiliki akun perusahaan yang on-board di online marketplace padiumkm.id sebagai pasar digital pengadaan barang dan jasa BUMN.

Lebih dari sekedar online marketplace yang telah ada, padiumkm.id berperan strategis dalam menjembatani transaksi bisnis secara Business to Business (B2B), Business to Customer (B2C),

e-Procurement dan tender proyek. Di antara ratusan jenis produk dan jasa unggulan yang ditampilkan adalah kategori produk alat kesehatan, fashion, garmen dan APD, furnitur, souvenir serta kuliner.

Sedangkan produk kategori jasa antara lain layanan Web Development dan Digital Marketing, penyewaan sarana dan prasarana, hingga jasa fabrikasi baja.

Diselenggarakan untuk pertama kalinya dalam format digital-online, “PaDi UMKM Virtual Expo 2021” menyajikan cara mudah dan nyaman berinteraksi live online dengan exhibitor.

Untuk membantu para visitor dan exhibitor melakukan pencarian produk dan calon mitra bisnis disediakan video tutorial yang menjelaskan cara login dan menggunakan aneka fitur sesuai kebutuhan.

Di antara berbagai fitur penting adalah sejumlah hotspot yang dapat di-klik, masing-masing adalah untuk Live Chat, Catalog, Video, Agenda, Permintaan Business Matching.

Khusus untuk Exhibitor ditambahkan fitur pengisian data untuk formulir transaksi yang terjadi.

Semua transaksi on-the-spot, khususnya kategori ritel, yang terjadi selama pameran secara otomatis difasilitasi oleh padiumkm.id sebagai marketplace online dan payment gateway.

Sedangkan kesepakatan transaksi kategori business deal dapat ditindaklanjuti dengan penandatanganan kontrak tersendiri.

Persentase Penduduk Miskin Naik Sebesar 10,19%, Bertambah 2,76 Juta Orang dalam Setahun

Persentase Penduduk Miskin Naik Jadi 10,19%, Bertambah 2,76 Juta Orang dalam Setahun

SuaraPemerintah.id – Persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19 persen, meningkat 0,41 persen poin terhadap Maret 2020 dan meningkat 0,97 persen poin terhadap September 2019.

Jumlah penduduk miskin pada September 2020 sebesar 27,55 juta orang, meningkat 1,13 juta orang terhadap Maret 2020 dan meningkat 2,76 juta orang terhadap September 2019.

Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2020 sebesar 7,38 persen, naik menjadi 7,88 persen pada September 2020. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2020 sebesar 12,82 persen, naik menjadi 13,20 persen pada September 2020.

Dibanding Maret 2020, jumlah penduduk miskin September 2020 perkotaan naik sebanyak 876,5 ribu orang (dari 11,16 juta orang pada Maret 2020 menjadi 12,04 juta orang pada September 2020).

Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan naik sebanyak 249,1 ribu orang (dari 15,26 juta orang pada Maret 2020 menjadi 15,51 juta orang pada September 2020).

Garis Kemiskinan pada September 2020 tercatat sebesar Rp458.947,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp339.004,- (73,87 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp119.943,- (26,13 persen).

Pada September 2020, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,83 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.216.714,-/rumah tangga miskin/bulan.

Sumber: Badan Pusat Statistik

Kemenhub Teken Kontrak PSO Kereta Api Sebesar 3,4 Triliun untuk Tahun 2021

Kemenhub
Kemenhub teken kontrak kereta api

SuaraPemerintah.id – Menteri Perhubungan menandatangani kontrak pemberian public service obligation (PSO) untuk angkutan kereta api kelas ekonomi di Yogyakarta. Penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Budi Karya Sumadi bersama Dirjen Perkeretaapian dan Dirut PT. KAI, (14/2/21)

Pemerintah terus mendorong optimalisasi angkutan berbasis rel untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar, salah satunya dengan peningkatan layanan kereta api kelas ekonomi melalui pemberian subsidi berupa public service obligation (PSO) sebesar Rp. 3,4 triliun untuk tahun 2021.

“Ini merupakan bukti bahwa negara hadir untuk memberikan pelayanan angkutan kereta api yang prima dan konsisten sampai ke pelosok dengan memberikan tarif yang terjangkau,” kata Menhub dalam sambutannya, Minggu (14/2/2021).

Budi melanjutkan, kereta api menjadi satu di antara moda transportasi yang diminati seluruh lapisan masyarakat.

Sehingga di masa pandemi ini, Menhub meminta kepada PT KAI untuk  memastikan penerapan protokol kesehatan untuk meminimalisasi potensi penularan COVID-19 pada moda transportasi tersebut.

Karena kereta api kini menjadi alternatif moda transportasi yang banyak diminati oleh masyarakat. Tarif kereta api yang relatif murah, ketepatan waktu kedatangan, serta bebas dari kemacetan menjadikan kereta api unggul bila dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Menhub juga meminta PT KAI dapat mengelola subsidi yang diberikan pemerintah dengan profesional agar dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Untuk itu saya minta kepada PT KAI untuk secara sungguh-sungguh menggunakan dana bantuan dari pemerintah untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Pemberian subsidi ini sebagai wujud nyata Pemerintah untuk memberikan pelayanan angkutan kereta api yang prima dan konsisten hingga ke pelosok dengan tarif yang terjangkau. Melalui pemberian PSO ini PT. KAI diharapkan dapat lebih meningkatkan layanan penumpang, dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

PSO kereta api kelas ekonomi ini dimulai sejak tanggal 1 Januari hingga 31 Desember 2021 diberikan untuk layanan KA antarkota. Rinciannya adalah KA ekonomi jarak jauh di 3 lintas pelayanan dengan volume sebesar 1,375 juta penumpang dalam satu tahun, KA ekonomi jarak sedang di 10 lintas dengan perkiraan penumpang 3,27 juta penumpang, dan KA Lebaran di 1 lintas pelayanan sebanyak 26.445 penumpang.

Kedua, layanan KA perkotaan, yaitu KA ekonomi jarak dekat atau KA lokal di 28 lintas pelayanan dengan volume sebesar 21,2 juta penumpang per tahun, kereta rel Diesel (KRD) ekonomi denga volume 3,4 juta penumpang, Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek dengan 166 juta penumpang, dan KRL Jogja-Solo dengan volume 2,2 juta penumpang.

Disela-sela kunjungan Menhub menyempatkan diri meninjau langsung penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose di Stasiun Tugu, Yogyakarta. Penerapan GeNose ini diharapkan menjadi dorongan dan motivasi bagi peneliti lain untuk terus menciptakan inovasi hasil karya anak bangsa. (red/pen)

 

 

BPS : Januari 2021, Neraca Perdagangan RI Surplus US$1,96 M

SuaraPemerintah.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$1,96 miliar secara bulanan pada Januari 2021. Realisasi itu lebih rendah dari surplus US$2,1 miliar pada Desember 2020, namun lebih tinggi dari defisit US$640 juta pada Januari 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan surplus neraca perdagangan terjadi karena nilai ekspor mencapai US$15,3 miliar pada Januari 2021. Nilainya turun 7,48 persen dari US$16,54 miliar pada Desember 2020.

Sedangkan, nilai impor mencapai US$13,34 miliar. Nilainya turun 7,59 persen dari US$14,44 miliar pada bulan sebelumnya.

“Dari siklus selalu ada penurunan di Januari karena di Desember banyak kegiatan. Tapi surplus ini lebih bagus dari Januari 2020 sehingga memberi harapan pada pemulihan ekonomi,” papar Suhariyanto saat rilis data neraca perdagangan periode Januari 2021, Senin (15/2).

Secara rinci, kinerja ekspor ditopang oleh ekspor minyak dan gas (migas) mencapai US$880 juta miliar atau turun 13,24 persen pada bulan sebelumnya. Penurunan terjadi justru di tengah kenaikan harga minyak.

“Harga ICP Desember 2020 dari US$47,8 per barel naik menjadi US$53,17 per barel,” ujarnya.

Sementara ekspor nonmigas sebesar US$14,42 miliar atau melorot 7,11 persen persen. Menurutnya, penurunan ekspor terjadi karena turunnya harga sejumlah komoditas.

“Beberapa komoditas yang turun harganya minyak kelapa sawit turun 2,5 persen, karet 12 persen,” jelasnya.

Namun, ada beberapa komoditas yang harganya meningkat. Misalnya batu bara 4,58 persen, minyak kernel 11,98 persen, tembaga, timah, dan emas.

Total ekspor nonmigas mencapai 94,22 persen dari total ekspor Indonesia pada bulan lalu. Mulai dari ekspor industri pertanian yang turun 22,19 persen menjadi US$340 juta, industri pengolahan turun 7.15 persen menjadi US$11,99 miliar, dan industri pertambangan turun 3,81 persen menjadi US$2,09 miliar.

Kendati turun secara bulanan, ekspor berdasarkan sektor sejatinya tumbuh dua angka secara tahunan. Tercatat, industri pertanian naik 13,91 persen, industri pengolahan 11,72 persen, dan tambang 16,92 persen.

“Ini kabar yang menggembirakan, naik dua digit secara yoy,” imbuhnya.

Berdasarkan kode HS, peningkatan ekspor terjadi di komoditas bahan bakar mineral, tembaga dan barang daripadanya, pulp dari kayu, karet dan barang dari karet, dan alas kaki.

“Beberapa peningkatannya terjadi karena kenaikan volume. Utamanya kita ekspor ke China dan India,” tuturnya.

Sementara penurunan ekspor terjadi di komoditas bijih, terak, dan abu logam, lemak dan minyak hewan nabati, besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektrik, dan kopi, teh serta rempah-rempah.

September 2020, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Meningkat Sebesar 0,385

September 2020, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Meningkat Sebesar 0,385

SuaraPemerintah.id – Pada September 2020, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,385.

Angka ini meningkat 0,004 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2020 yang sebesar 0,381 dan meningkat 0,005 poin dibandingkan dengan Gini Ratio September 2019 yang sebesar 0,380.

Gini Ratio perkotaan pada September 2020 tercatat sebesar 0,399, naik dibanding Gini Ratio Maret 2020 yang sebesar 0,393 dan Gini Ratio September 2019 yang sebesar 0,391.

Gini Ratio perdesaan pada September 2020 tercatat sebesar 0,319, naik dibanding Gini Ratio Maret 2020 yang sebesar 0,317 dan Gini Ratio September 2019 yang sebesar 0,315.

Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17,93 persen.

Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada September 2020 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

Jika dirinci menurut wilayah, di perkotaan angkanya tercatat sebesar 17,08 persen yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan rendah.

Sementara untuk perdesaan, angkanya tercatat sebesar 20,89 persen, yang berarti tergolong dalam kategori ketimpangan rendah.

Sumber: Badan Pusat Statistik

Menikmati Kuliner Unik Soto Gudangan di Ungaran Jawa Tengah

Menikmati Kuliner Unik Soto Gudangan Ungaran di Jalan MT Haryono

SuaraPemerintah.idKuliner soto dan gudangan adalah kuliner yang mudah ditemukan khususnya di Jawa Tengah. Soto yang dikenal sebagai makanan berkuah dan gudangan dengan aneka sayur yang ada di dalamnya.

Masyarakat luas mengenal kedua menu ini sebagai menu makanan yang berbeda. Namun bagaimana rasanya jika kedua menu ini digabungkan? Jika penasaran mampir ke salah satu warung yang berada di Ungaran.

Warung ini bernama Warung Makan Soto Gudangan “Sogud” Bu Kusnin. Warung yang terkenal karena menyajikan sebuah menu makanan yang unik dan tidak terbayangkan sebelumnya. Rasanya pun dijamin nikmat dan akan membuat siapapun yang mencicipinya menjadi ketagihan.

Kuah berwarna kuning yang berasal dari soto dengan daging sapi yang segar tercampur bersama urap gudangan. Tentu akan menghasilkan sebuah citarasa yang gurih dan khas. Apalagi disajikan dalam keadaan masih hangat, menjadikan “sogud” semakin nikmat saat melewati tenggorokan.

Soto ini juga sering disebut sebagai soto sayuran karena memiliki berbagai macam sayuran yang dijadikan sebagai topping. Topping ini antara lain toge, daun bawang, daun kenikir, kacang panjang, sayuran bayam, dan permukaan atasnya ditaburi dengan bawang goreng. Membayangkannya saja sudah sangat terasa nikmat, ya?

Selain menggunakan berbagai macam sayuran, soto gudangan ini juga menggunakan daging sapi dan koyor sebagai pelengkapnya. Daging sapinya pun tidak alot alias lembut dan terasa empuk saat digigit. Begitu pula dengan koyornya yang tidak mengecewakan karena terasa sangat kenyal dan mudah untuk ditelan.

Agar tambah puas, pengunjung juga bisa menambah menu gorengan seperti tempe mendoan atau kerupuk sebagai lauk tambahan. Lauk tambahan ini tentu menjadi teman santap sogud yang akan membuat rasanya bertambah semakin nikmat. Tak hanya dijadikan sebagai lauk tambahan, gorengan dan kerupuk ini juga bisa anda nikmati untuk rutinitas ngemil saat makan besar.

Untuk harga, sepiring soto gudangan dijual dengan harga 13 ribu rupiah sedangkan untuk gorengan harganya 1 ribu rupiah. Selain itu, di warung ini juga tersedia berbagai macam minuman yang bisa dipesan untuk teman makan seperti es jeruk, es kopi, es teh manis, dan masih banyak minuman sachet lainnya dengan harga variatif antara 2 ribu rupiah sampai 4 ribu rupiah.

Untuk informasi tambahan, pengunjung bisa memesan makanan secara terpisah misalnya soto sapi atau gudangan saja. Selain itu beberapa menu makanan lain yang bisa dipesan seperti ramesan, mangut, dan aneka sayur oseng. Warung soto gudangan Bu Kusnin ini buka setiap hari kecuali Minggu dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang.

Menu makanan yang unik dengan rasa yang nagih serta harga yang sangat ramah di kantong alias murah meriah. Soto gudangan menjadi warung makan rekomendasi saat berada di wilayah Ungaran. Jika penasaran, langsung datang saja ke Jalan MT Haryono atau langsung menggunakan aplikasi Google Maps.

Surveyor Indonesia Gelar Pertemuan Penjajakan Kerjasama Strategis Perbaiki Ekonomi dengan Kedubes Afghanistan

Surveyor Indonesia Gelar Pertemuan Penjajakan Kerjasama Strategis Perbaiki Ekonomi dengan Kedubes Afghanistan

SuaraPemerintah.idPT Surveyor Indonesia (Persero) menggelar pertemuan penjajakan bersama dengan Kedutaan Besar Indonesia untuk Afghanistan dan Kedutaan Besar Afghanistan untuk Indonesia yang dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan, H.E. Dr. Arief Rachman MD beserta Delegasinya, Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia, H.E. Faizullah Zaki Ibrahimi beserta Delegasinya, Konselor Ekonomi Kedutaan Besar Indonesia di Kabul, Murdi Primbani, dan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), Dian M. Noer beserta Jajaran Direksi.

Pertemuan ini bertujuan sebagai langkah penjajakan kerjasama strategis yang diharapkan mampu mendorong perbaikan ekonomi dan pengembangan iklim investasi untuk kedua negara di tengah kondisi pandemi global.

“Dari berbagai pengalaman kerja kami bersama sektor-sektor industri dan proyek strategis nasional, kami siap memberikan nilai tambah bagi pengembangan ekonomi baik untuk Indonesia, maupun Afghanistan.” Pungkas Dian dalam sambutannya.

Dalam kegiatan tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan, H.E. Dr. Arief Rachman MD turut mengapresiasi dukungan serta komitmen yang diberikan Surveyor Indonesia terhadap upaya penjajakan kerjasama antar negara, dan mengharapkan pertemuan hari ini dapat kemudian diikuti oleh langkah – langkah strategis oleh berbagai pihak terkait.

“Potensi alam di bidang pertambangan di Afghanistan itu besar sekali. Kami harap potensi ini dapat dioptimalkan oleh Indonesia, terutama oleh Surveyor Indonesia” Ujar Duta Besar Arief.

Sementara, Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia, H.E. Faizullah Zaki Ibrahimi mengungkapkan bahwa saat ini banyak potensi ekonomi di Afghanistan yang tengah dikembangkan untuk menarik investor dari luar seperti di sektor pertambangan, migas, hingga perkebunan.