Beranda blog Halaman 4529

Kemenkes Anggarkan 1,4 Juta Bagi Warga Isolasi Mandiri di Rumah

SuaraPemerintah.id – Kementerian Kesehatan akan menganggarkan dana sebesar 1,4 juta rupiah untuk membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan alasan pemerintah menganggarkan dana untuk warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Jadi walaupun dia sudah teridentifikasi, tapi ringan, dia dimasukkan di rumah, kalau dia positif konfirmasi kita kasih minimum obat-obatan, vitamin, dan anti virus oseltamivir. Tapi kalau dia hanya kontak erat kita kasih vitamin-vitamin saja,” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2).

Lebih lanjut Budi mengatakan, berdasarkan aturan WHO, setiap 1 juta kasus yang terkonfirmasi positif maka 80 persen hanya butuh dirawat di rumah. Sementara hanya 20 persen saja yang perlu dilakukan perawatan di rumah sakit.

“Itu yang jadi dasar kita untuk hitung berapa banyak anggaran untuk isolasi, dan berapa banyak anggaran untuk terapeutik ini,” ujarnya.

Untuk diketahui Kementerian Kesehatan menganggarkan dana untuk isolasi sebesar Rp 5,5 triliun. Di dalamnya terdapat anggaran untuk isolasi mandiri sebesar Rp 479 miliar untuk 273.662 orang yang melakukan isolasi mandiri karena positif Covid-19.

Melalui dana tersebut, setiap pasien total akan dibiayai Rp 1.753.040. Dengan rincian biaya supervisi puskesmas Rp 100 ribu, biaya pemeriksaan sederhana (lab) Rp 249.500, untuk biaya obat simptomatis Rp 3.540. Serta penambahan dana Rp 1,4 juta yang dialokasikan untuk biaya konsumsi atau gizi.

Sementara itu Kemenkes juga menganggarkan biaya untuk isolasi terpusat sebesar Rp 5,038 triliun. Besaran angka tersebut dialokasikan untuk 1.094.650 orang yang melakukan isolasi terpusat baik di hotel maupun di wisma karena positif Covid-19.

Dari dana tersebut, total setiap pasien yang lakukan isolasi mandiri di fasilitas kesehatan akan mendapat dana unit cost (UC) per hari sebesar Rp 328.789 setiap harinya selama 14 hari. Selain itu pasien juga mendapatkan biaya supervisi puskesmas Rp 150 ribu, biaya pemeriksaan sederhana (lab) Rp 249.500, dan biaya obat simptomatis Rp 3.540.

Kemudian biaya akomodasi dan konsumsi dialokasikan sebesar Rp 4,2 juta. Total dana untuk setiap pasien isolasi terpusat mencapai mencapai Rp 4,93 juta.

Anggota Komisi IX DPR, Darul Siska, menyoroti terkait rencana pemerintah membiayai masyarakat yang melakukan tersebut. Politikus Partai Golkar tersebut mempertanyakan teknis kebijakan itu.

“Apakah memang masuk akal orang yang isolasi mandiri di rumah kita bayari? Dan ini teknisnya bagaimana?” kata Darul.

Ia menilai kebijakan tersebut akan sulit dipertanggungjawabkan saat diimplementasikan nantinya. Ia khawatir adanya kebijakan tersebut justru akan disalahgunakan di tingkat bawah.

“Apakah ini tidak jadi sesuatu yang bisa disimpangkan atau bisa disalahgunakan oleh pengelolanya di tingkat bawah?” ujanya.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi IX Rahmad Handoyo. Rahmad menilai ada potensi moral hazard jika bantuan tersebut tidak sampai kepada mereka yang membutuhkan.

“Kalau setiap penduduk itu yang isolasi mandiri mendapatkan hak konsumsi maupun gizi Rp 1,4 juta per 14 hari tentu uang besar,” ungkapnya.

“Saya setuju, kalau benar-benar itu haknya sampai. tapi kalau ternyata saudara kita yang mendapatkan isolasi mandiri didata ‘oh yang isolasi mandiri jumlahnya sekian ribu’, ternyata tidak sampai, itu bentuk moral hazard,” imbuhnya.

Politikus PDI Perjuangan itu meminta agar Kementerian Kesehatan betul-betul memperhatikan hal tersebut sebelum diterapkan.

Sebelumnya Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengungkapkan isolasi mandiri sangat penting untuk mencegah terjadinya outbreak. Unutk itu Kemenkes mengalokasikan dana hampir Rp 480 miliar untuk masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Isolasi terpusat kita lakukan berdasarkan atas data yang kami peroleh, maka 80 persen dari kasus tersebut harus melakukan isolasi yang dilakukan secara terpusat di hotel dan wisma, sedangkan 20 persennya dilakukan secara mandiri di rumah, mengingat banyak sekali rumah yang sulit untuk menjangkau untuk memenuhi persyaratan untuk melakukan isolasi mandiri sehingga akhirnya isolasi terpusat merupakan salah satu pilihan utama dengan total anggaran sebesar Rp 5 triliun,” jelasnya

Semakin Mudah, Beli Tiket Kapal Ferry Kini Dapat Melalui Virtual Account BCA

Semakin Mudah, Beli Tiket Kapal Ferry Kini Dapat Melalui Virtual Account BCA

SuaraPemerintah.id – Kamu yang hendak menyebrang pulau menggunakan kapal ferry, sekarang bisa lebih mudah mendapatkan tiket dengan Ferizy. Apa itu Ferizy?

Buat kamu yang mungkin belum tahu, Ferizy merupakan layanan tiket berbasis online milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang dapat diakes melalui website www.ferizy.com atau aplikasi Ferizy di smartphone-mu.

Saat ini Ferizy melayani pembelian tiket untuk lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Kabar baik untuk semua nasabah BCA, metode pembayaran untuk pemesanan tiket kapal lewat Ferizy ini sudah dapat dilakukan dengan Virtual Account BCA, lho.

Mau pesan tiket kapal ferry kini tidak perlu antre. Tinggal pesan di Ferizy dan bayar dengan Virtual Account BCA, semuanya jadi semakin easy.

Pacu Daya Saing, Kemenperin Percantik Ribuan Desain Merek dan Kemasan IKM

SuaraPemerintah.idKementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk memacu daya saing produknya. Salah satu langkah strategisnya adalah dengan memperbaiki desain merek dan kemasan karena dapat meningkatkan nilai jual dari suatu produk tersebut.

“Kemasan mempunyai peranan penting pada produk IKM. Selain sebagai proteksi atau pembungkus produk, kemasan juga sebagai media promosi dan informasi sehingga akan meningkatkan citra, daya jual dan daya saing produk IKM itu sendiri,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, Selasa (9/2).

Dirjen IKMA menjelaskan, banyak upaya yang perlu dipertimbangkan dalam membuat desain dan bahan kemasan produk yang menarik dan kompetitif. Misalnya, dengan mengikutitren yang berkembang, selera konsumen, dan spesifikasi produk yang akan dikemas.

Guna mencapai sasaran tersebut, Kemenperin memfasilitasi melalui Klinik Pengembangan Desain Merek dan Kemasan. “Kami memberikan bimbingan, konsultasi maupun sarana dalam pengembangan desain kemasan bagi produk-produk IKM,” ungkap Gati.

Sampai tahun 2020, Klinik Kemasan telah memberikan fasilitasi desain merek sebanyak 2.568 IKM, desain kemasan 1.857 IKM, dan bimbingan konsultasi secara langsung atau melalui media digital kepada IKM.

Fungsi Klinik Kemasan tersebut didukung oleh Rumah Kemasan Daerah yang tersebar di Indonesia. Rumah kemasan mempunyai fungsi untuk menyediakan sarana pembinaan khusus dibidang pengemasan dengan menyediakan berbagai layanan dan fasilitas serta informasi terkait kemasan produk agar para pelaku IKM dapat meningkatkan mutu, penampilan, nilai jual dan daya saing produknya.

“Selain pada kemasan, Kemenperin juga fokus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Salah satunya melalukan pendampingan dan pembinaan sertifikasi halal untuk produk IKM,” tutur Gati.

Pacu IKM pangan

Di samping itu, Kemenperin secara konsisten mendukung langkah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama melalui sertifikasi halal untuk produk IKM. “Melalui langkah ini, IKM berpeluang meningkatkan daya saing produknya, baik di kancah domestik maupun global, terutama di sektor industri pangan,” imbuhnya.

Menurut Gati, dengan sertifikasi halal akan memberikan kepercayaan penuh kepada konsumen pada produk yang dihasilkan karena memiliki standar dan kualitas yang baik sehingga memberi kesempatan untuk mengakses pasar luar negeri, terutama di negara-negara muslim.

Pelaku IKM pun wajib memperhatikan aspek keamanan produk pangannya. Salah satu konsep dan strategi untuk menjamin keamanan dan mutu pangan yang dianggap lebih efektif dan aman serta telah diakui keandalannya secara internasional adalah sistem manajemen keamanan pangan atau Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

“HACCP bertujuan agar produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi dan terhindar dari bahaya kontaminan baik secara fisik, kimia dan biologi,” ujar Gati.

Lebih lanjut, manfaat yang diambil dari HACCP adalah pelaku IKM dapat menjamin keamanan produknya kepada konsumen dan mencegah kasus keracunan pangan. Sebab dalam penerapan sistem HACCP, bahaya-bahaya dapat diidentifikasi secara dini, termasuk mengenai tindakan pencegahan dan tindakan penanggulangannya.

“Dengan memiliki sertifikat HACCP memberikan produk memiliki nilai kompetitif baik di tingkat nasional maupun di pasar global,” tandasnya.

Gati menambahkan, perizinan juga berperan penting bagi industri pangan rumah tangga sebagai perlindungan hukum dari tindak kejahatan yang dapat terjadi di masa depan dan juga dapat digunakan sebagai acuan baik atau buruknya tindakan dalam bertindak.

Izin juga memberikan perlindungan hukum bagi industri pangan rumah tangga dari tindak kejahatan yang dapat terjadi di masa depan dan juga dapat digunakan sebagai acuan baik atau buruknya tindakan dalam bertindak.

“Pangan olahan yang diproduksi oleh industri rumah tangga wajib memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT),” tegas Gati.

SPP-IRT memiliki fungsi sebagai izin edar suatu produk pangan, di mana setelah memiliki SPP-IRT produk tersebut dapat secara legal diedarkan atau dipasarkan, baik dengan cara dititipkan atau dijual langsung ke masyarakat luas.

Pemilik SPP-IRT dapat memasarkan produknya dengan jalur distribusi yang lebih luas, khususnya jika ingin menitipkan produknya di toko-toko modern yang sudah terkenal dan memiliki basis konsumen tetap yang besar.

Adapun pangan yang tidak diizinkan memperoleh SPP-IRT yaitu pangan olahan untuk kelompok tertentu (rentan penyakit), produk asal hewan yang dikalengkan,pangan yang diproses dengan pasteurisasi dan pangan yang diproses dengan pembekuan.

Menurut Gati, peran pelaku IKM dalam pengembangan industri nasional sangat penting. Terlebih lagi di era pasar global yang membuka peluang ekspor produk Indonesia, namun juga menjadi tantangan karena pelaku usaha akan bersaing dengan kompetitor dari negara lain di dalam negeri.

Mengingat pentingnya peran pelaku IKM, pemerintah terus mendorong pengembangan IKM agar semakin kompetitif.

“Penerapan standar produk pangan sangat diperlukan. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, sampai dengan pengemasan produk dan pemberian label, kualitas keamanan, serta izin edar harus dapat dipenuhi oleh para pelaku industri tersebut,” paparnya.

Penyuntikan Kedua Vaksin Sinovac di Wonogiri Dimulai

Penyuntikan Kedua Vaksin Sinovac di Wonogiri Dimulai

SuaraPemerintah.id – Penyuntikan kedua vaksin Sinovac tahap Pertama di Kabupaten Wonogiri dimulai hari ini, Selasa (9/2/2021). Sebanyak sembilan orang pejabat publik, Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menerima suntikan kedua, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri.

Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa menyampaikan, vaksinasi ini merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di Kabupaten Wonogiri.

“Vaksinasi ini wujud keseriusan Pemerintah dalam melindungi masyarakat. Ini upaya kita semua untuk tetap sehat dan dapat mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera,” ujarnya.

Edy Santosa menambahkan, apabila pandemi ini berakhir, pemerintah masih memiliki tugas besar untuk dikerjakan.

“Apabila pandemi ini berakhir, masih ada amanah untuk membangun bangsa dan negara, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera, yang mana sempat terhambat segala aspek kehidupan kita akibat pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Sebagai informasi, Pemkab Wonogiri mendapatkan jatah vaksin Sinovac sebanyak 7.480 dosis bagi pejabat publik, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tenaga kesehatan. Sebanyak 3.730 dosis telah diberikan pada penyuntikan dosis pertama dengan persentase capaian sebesar 91,98 persen.

Ketua Tim Vaksinasi Covid-19 dari RSUD Wonogiri, Gatot Tri Wibowo menegaskan, meskipun telah menerima vaksin, protokol kesehatan 5 M tetap harus dijalankan.

“Harus tetap mematuhi prokes, karena yg divaksin baru sebagian kecil, pada kesempatan ini baru Forkopimda dan Nakes saja di Wonogiri. Selanjutnya pada tahapan berikutnya sasaran vaksin kita adalah (pegawai) kantor layanan publik dan pelayan masyarakat. Semua sudah terencana, doakan saja semua berjalan lancar dan pandemi ini segera berakhir,” katanya.

Bea Cukai Makassar Fasilitasi Hibah Mobil Damkar dan Ambulance dari Jepang

Bea Cukai Makassar Fasilitasi Hibah Mobil Damkar dan Ambulance dari Jepang

SuaraPemerintah.idBea Cukai Makassar berikan fasilitas pembebasan bea masuk terhadap 11 unit kendaraan pemadam kebakaran dan 2 unit ambulance yang dihibahkan oleh pemerintah Jepang melalui Kementerian Dalam Negeri RI kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Serah terima hibah tersebut dilakukan pada Jumat (05/02) di Makassar.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.04/2019 tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk atas Impor Barang oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah yang ditujukan untuk Kepentingan Umum, Bea Cukai Makassar memberikan fasilitas pembebasan bea masuk dalam rangka impor serta melakukan pengawasan dan memberikan fasilitas pengecekan fisik yang dilakukan diluar kawasan pabean terhadap kendaraan hibah dari Jepang tersebut,” ungkap Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Makassar, Satria Yudhatama, seperti dikutip dari situs DJBC.

Dalam acara serah terima tersebut, Presiden Direktur Toyota menyampaikan bahwa merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi Jepang mengetahui mobil hibah dari Jepang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah RI khususnya pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas kerja sama yang baik yang telah dibangun selama 15 tahun.

Proses serah terima bantuan hibah ditandai dengan penandatanganan naskah hibah oleh Indra Gunawas S.E, MPA selaku Sesditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri bersama Gubernur Sulawesi Selatan,  Prof.D. Ir. H. M. Nurdin Abdullah M.Agr.

Acara kemudian dilanjutkan dengan proses peninjauan kendaraan hibah. Melalui pemberian hibah ini, Gubernur berharap kerja sama dengan pemerintah Jepang dapat terus berjalan baik.

Peringati HPN 2021, KLHK – PWI Riau Hijaukan Pantai Pesona Pulau Rupat

Peringati HPN 2021, KLHK - PWI Riau Hijaukan Pantai Pesona Pulau Rupat

SuaraPemerintah.id – Dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021 yang diperingati setiap tanggal 9 Februari dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-75, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Indragiri Rokan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama PWI Riau melakukan penanaman pohon di sepanjang pantai Pesona, Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Senin pagi (08/2).

Sekitar 50 wartawan yang tergabung dalam PWI Riau menanam pohon cemara pantai untuk penghijauan dalam acara bertemakan Go Green (Penghijauan) Pantai Rupat. Sengaja dipilih pohon cemara pantai karena dinilai bermanfaat secara ekologis untuk kawasan pesisir.

Cemara pantai selain memberikan manfaat estetika, juga berguna untuk ekologis pantai, karena bisa menahan abrasi pantai, menahan intrusi air laut dan menetralisir air laut dan pencemaran.

Plt. Kepala BPDASHL Indragiri Rokan Afnan Dharma Putra mengatakan kegiatan penanaman pohon dalam rangka rehabilitasi hutan dan lahan, akan berjalan sukses jika didukung penuh oleh masyarakat.

Untuk itu KLHK mengajak mitra dan komunitas untuk ikut partisipasi dalam menanam pohon sebanyak-banyaknya.

“KLHK ingin teman-teman mitra dapat ikut menghijaukan Pulau Rupat yang keindahan pantainya mempesona, sehingga kedepan dapat menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Bengkalis”, ucap Afnan.

Diharapkan Afnan apa yang sudah dilakukan hari ini dapat memotivasi masyarakat sekitar Pulau Rupat untuk ikut serta menanam dan memelihara pohon, sehingga dapat meningkatkan keindahan Pulau Rupat sekaligus mengangkat perekonomian masyarakat melalui pariwisata.

Soal ketersediaan bibit, masyarakat tidak usah khawatir, di BPDASHL Indragiri Rokan dan BPDASHL lainnya di seluruh Indonesia menyiapkan bibit gratis bagi masyarakat, baik tanaman kayu maupun tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species) sesuai kebutuhan masyarakat.

“Silahkan datang dan ambil bibit di Persemaian Permanen, setiap orang dapat mengambil bibit 25 batang dengan hanya menunjukkan KTP. Kita akan siapkan”, tegas Afnan.

Kegiatan penanaman pohon cemara ini dibuka Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang didampingi Kepala Desa Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara Bengkalis.

Dikatakan Zulmansyah, kelestarian pantai harus dijaga dan ditata dengan baik, salah satunya dengan penghijauan pantai di Pulau Rupat ini.

Zulmasyah juga berharap kerjasama dengan BPDASHL Indragiri Rokan bisa berjalan dengan baik dan jangka panjang.

“Kami harapkan apa kita yang dilakukan dapat dijaga oleh masyarakat. Semoga kawasan ini bisa ditata, dan semakin berkembang menjadi destinasi wisata kedepan”, ungkapnya.

Setelah penanaman, rangkaian acara HPN 2021 dan HUT PWI ke-75 dilanjutkan dengan acara bakti sosial dan bersih pantai.

Seluruh peserta melakukan pemungutan sampah-sampah plastik di lokasi Pantai Beting Aceh yang merupakan salah satu destinasi wisata di Desa Titi Akar, Rupat Utara, Kab. Bengkalis.

Sampah-sampah tersebut dikumpulkan untuk selanjutnya diolah lebih lanjut oleh pihak pemerintah dan masyarakat pegiat lingkungan di Desa Titi Akar.

Dalam rangkaian acara HPN 2021 dan HUT PWI ke-75 ini juga akan dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Pembangunan Hutan Komunitas Wartawan Riau Hebat antara BPDASHL Indragiri Rokan dengan PWI Provinsi Riau.

Dimana BPDASHL Indragiri Rokan berperan dalam pemetaan, penyiapan bibit serta bimbingan teknis penanaman, sedangkan PWI Riau bertanggung jawab dalam menyiapkan lahan milik yang akan ditanam, memelihara tanaman, dan disyaratkan sampai jangka waktu 5 tahun lahan tersebut tidak boleh dialih-fungsikan.

Program membangun hutan dengan melibatkan peran aktif komunitas ini merupakan inovasi yang digagas oleh BPDASHL Indragiri Rokan sejak Tahun 2020.

PPKM Berbasis Mikro Berlaku Hari Ini, Berikut Sektor Saham yang Diuntungkan

SuaraPemerintah.id – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro pada 9-22 Februari 2021 dinilai tidak akan menimbulkan dampak negatif pada pasar saham.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan kebijakan tersebut direspons positif oleh pelaku pasar. Hal ini terlihat dari pergerakan IHSG pada hari ini yang cenderung menguat.

Hingga pukul 09.48 WIB, IHSG naik 1,06 persen atau 65,9 poin menjadi 6.274,77. Terpantau 274 saham menguat, 139 saham koreksi, dan 169 saham stagnan.

“Para pelaku pasar mengapresiasi kebijakan pemerintah yang hanya menerapkan kebijakan PPKM mikro dalam upaya penanggulangan dampak Covid-19,” katanya saat dihubungi pada Selasa (9/2/2021).

Nafan mengatakan, efek positif tersebut juga akan berdampak baik pada kinerja saham–saham sektoral. Menurutnya, dari analisa teknikal dan sektoral, kinerja pasar saham di berbagai sektor masih akan mencatatkan hasil memuaskan ditengah pemberlakuan PPKM Mikro.

Ia melanjutkan, sejumlah sektor saat ini telah memasuki fase konsolidasi bullish. Beberapa diantaranya adalah sektor tambang, agrikultur, properti, infrastruktur, finance, serta manufaktur.

Selanjutnya, sektor jasa dan industri dasar saat ini telah berhasil breakout dan terus mengalami uptrend. Sementara, sektor konsumsi dari sebelumnya rebound sekarang memasuki fase konsolidasi.

“Dampaknya belum akan signifikan mungkin karena emiten telah menerapkan mitigasi risiko yang baik,” katanya.

Sebelumnya, penerapan PPKM Berbasis Mikro  ini dilakukan untuk menekan penularan kasus Covid-19 di Indonesia yang saat ini telah menembus angka lebih dari 1 juta kasus. Meskipun demikian, ada beberapa sektor yang mendapat kelonggaran selama PPKM Mikro.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa beberapa pembatasan kegiatan masyarakat meliputi pembatasan perkantoran hingga fasilitas umum.

“Pembatasan mengenai perkantoran ataupun tempat kerja atau work from home 50 persen dengan pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat,” kata Airlangga saat menyampaikan keterangan pers virtual, Senin (8/2/2021).

SIG Ajak Masyarakat Untuk Ikut Peduli Lingkungan dengan Berubah dari Rumah

SuaraPemerintah.id – Masalah lingkungan tak pernah berdiri sendiri. Ada banyak aspek yang terkait. Sehingga, penyelesaiannya pun membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Sebagai bagian dari masyarakat, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengambil peran dengan membuat gerakan penyelamatan lingkungan bertajuk #MulaiBerubahDariRumah.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso mengatakan, gerakan ini merupakan rangkaian perayaan 8 tahun transformasi perusahaan. Seperti namanya, gerakan ini dirancang untuk bisa dilakukan dari rumah mengingat pemerintah masih memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi.

SIG ikut ambil peran dengan membuat gerakan tentang lingkungan, keberlanjutan dan pemberdayaan yang mungkin banyak tertunda karena pandemi. Kami ingin melibatkan komunitas dan masyarakat yang selama ini juga peduli dan cukup dimulai dari rumah,” ujar Hendi Prio Santoso.

Gerakan ini dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas. Caranya, buat foto atau video yang disertai cerita perubahan yang mereka lakukan untuk lingkungan. Foto/video dan cerita tersebut kemudian diunggah di Instagram sesuai dengan misi perubahan yang telah ditentukan. Pastikan akun Instagram tidak di private.

Sebelum diunggah, mention @sig.id dan 3 akun instagram teman untuk ikut serta. Kemudian, beri tagar #MulaiBerubahDariRumah dan tagar tambahan sesuai dengan misi yang peserta pilih pada periode 8 Februari – 7 Maret 2021.

Langkah Kecil untuk Saling Menginspirasi

Hendi mengatakan, perubahan yang dilakukan tak perlu berskala besar. Langkah kecil yang bisa di lakukan di rumah sudah cukup untuk mengikuti gerakan ini. Karena tujuannya adalah membangun kesadaran tentang lingkungan hidup dan semangat berkelanjutan.

Pada pelaksanaannya nanti, peserta akan diberikan misi mingguan terkait kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial yang bisa dilihat pada akun instagram @sig.id . Foto/video dan cerita dari misi mingguan ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk saling menginspirasi antar peserta.

“Kebaikan itu menular dan perubahan tak boleh berujung. Melalui gerakan ini, hanya dari rumah, Bumi bisa terselamatkan dan kesejahteraan masyarakat sekitar dapat terbantu,” kata Hendi Prio Santoso.

Di Indonesia sendiri, sebenarnya banyak komunitas yang sudah bergerak ke arah tersebut. Ada komunitas Zero Waste yang mencanangkan gaya hidup ramah lingkungan seperti diet kantong plastik. Ada juga gerakan Lyfe With Less yang mengajak masyarakat bergaya hidup minimalis dengan decluttering.

Ada pula komunitas yang mengolah sampah menjadi kompos, komunitas yang mengajak orang untuk tie die baju lama, hingga gerakan sosial “beli di tetangga” yang memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Namun banyak dari gerakan ini terhambat seiring pandemi Covid-19 yang merebak. Tapi, toh Bumi tak bisa menunggu lagi. Kerusakan di planet biru ini sudah semakin parah. Sementara kebutuhan mendorong kesejahteraan yang setara juga semakin mendesak. Karena itulah SIG tergerak untuk menginisiasi gerakan peduli lingkungan. Ayo #MulaiBerubahDariRumah bersama SIG.

Brekecek Pathak Jahan Makanan Khas Cilacap

Brekecek Pathak Jahan Makanan Khas Cilacap

SuaraPemerintah.id – Di Jogja ada gudeg, di Palembang ada pempek, di Cilacap makanan khasnya apa? Ada brekecek pathak jahan yang tiada duanya.

Letak Cilacap yang berada di pesisir pantai selatan, membuat Cilacap memiliki banyak makanan dari olahan laut. Salah satunya brekecek pathak jahan ini.

Walau sudah lama ada di tengah masyarakat Cilacap, brekecek pathak jahan resmi menjadi makanan khas Cilacap berdasarkan Surat Keputusan Bupati Cilacap Nomor 556/501/18/Tahun 2014 pada tanggal 6 November 2014.

Selain brekecek pathak jahan, juga ada brekecek basur yang diresmikan berdasarkan surat tersebut. Jadi, brekecek ini bisa bahan dasarnya selain pathak jahan.

Makanan apa sih brekecek pathak jahan? Kenapa sampai harus diresmikan?

Brekecek adalah gabungan kata dari kata brek dan kecek. Brek berarti dijatuhkan atau diletakkan. Dan kecek artinya dikecek atau dicampur.

Jadi, brekecek ini adalah cara memasak yang meletakkan bahan dasarnya lalu dicampur dengan bumbu yang khas.

Pathak adalah kepala, dan jahan adalah jenis ikan yang diolah yaitu ikan jahan. Jadi, pathak jahan adalah bagian kepala dari ikan jahan. Daging atau badan ikan jahan biasanya diolah menjadi ikan asin yang kita tahu namanya menjadi ikan asin jambal roti.

Jambal roti ini merupakan salah atu ikan asin yang dagingnya tebal. Biasanya bentuk setelah menjadi ikan asin menjadi lebar karena dibelah jadi dua.

Karena bagian dagingnya diolah menjadi ikan asin, kepala ikan jahan ini biasanya dibuang. Namun, di bagian kepala ikan jahan ini ternyata juga ada daging yang tersisa.

Sehingga kepala ikan jahan ini diolah menjadi brekecek agar tidak terbuang sia-sia.

Brekecek pathak jahan ini dimasak dengan bumbu dapur yang tidak susah dicari. Seperti: cabai merah, kunyit, bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, daun salam, gula merah, serai, dan kemiri.

Untuk sensasi pedas bisa menambah cabai rawit. Bumbu tersebut dimasak sedemikian rupa bersama dengan pathak jahan.

Tidak lupa menambahkan daun kemangi dan perasan jeruk agar bau amis dari pathak jahannya berkurang.

Brekecek pathak jahan yang sudah matang sangat nikmat bila dihidangkan bersama nasi putih hangat dan cah toge.

Sensasi menyeruput daging di antara tulang kepala ikan jahan ini yang membuat brekecek pathak jahan disukai.

Apalagi bumbu yang terasa pedas dan asin meresap di daging berpadu dengan hangatnya nasi putih, tentu saja membuat lidah tidak ingin berhenti bergoyang.

Sekarang kita bisa menemui brekecek pathak jahan ini di rumah makan dekat pantai di Cilacap. Atau kamu tidak suka ikan? Bisa juga menikmati brekecek basur yang tidak kalah nikmatnya.

Dan jangan lupa juga pulangnya membawa oleh-oleh makanan khas Cilacap. Seperti: kerupung tengiri, keripik yutuk, stik sukun dan masih banyak lagi lainnya.

Perkuat Supply Elpiji dan BBM, Pertamina Bangun 4 Terminal di Indonesia Timur

SuaraPemerintah.id – Pertamina terus memperkuat layanannya di Indonesia bagian timur, terbaru ada 4 terminal yang akan dibangun. Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan terminal baru tersebut akan memperkuat supply elpiji dan BBM.

Ia menambahkan, 4 terminal tersebut akan ditargetkan selesai tahun 2021.

“Hilir, kita fokuskan adalah untuk memperkuat kehandalan supply elpiji dan BBM di Indonesia Timur. Jadi untuk elpiji kita tuh sedang membangun 4 Terminal yang ini dapat kita selesaikan semuanya di tahun ini semuanya di Indonesia Timur,” kata Nicke dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (9/2/2021).

Lanjutnya, ada 14 tangki BBM yang Pertamina bangun untuk Indonesia Timur. Sementara 12  lainnya sudah selesai.

Maka untuk 2 sisanya yang berlokasi di Waingapu dan Maumere  ditargetkan akan diselesaikan di tahun ini.

“Sehingga untuk infrastruktur di Indonesia Timur, baik elpiji maupun BBM yang bisa menambah pasokan dan juga kehandalan ini semuanya akan dapat kita selesaikan di tahun ini. Kita akan percepat untuk yang bbm-nya karena ini sangat penting juga untuk Indonesia Timur,” ujarnya.

Selanjutnya, terkait gas dan Gas alam cair atau elenji (Liquefied natural gas, LNG).

Pertamina akan memfokuskan untuk membangun jaringan gas, yang diharapkan bisa menurunkan penggunaan LPG dan impor.

“Pemerintah sekarang membuka juga bukan hanya pembangunan yang dibiayai oleh APBN tapi juga jargas Mandiri. Jadi totalnya jadi kita bangun sekitar 500.000 sambungan rumah tangga di 24 Kota,” ujarnya.

Sementara sambungan rumah tangga yang dibiayai oleh APBN berjumlah 130.756 sambungan, dan yang non APBN sisanya sebanyak 369.224 sambungan rumah tangga.

Pembangunan tersebut akan dilaksanakan oleh Satpol tugas PGN pertagas dan tim di bawahnya.