Beranda blog Halaman 4533

BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2020 Minus 2,07%

BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2020 Minus 2,07%

SuaraPemerintah.idBadan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07% (c-to-c) dibandingkan tahun 2019.

Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp15.434,2 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp56,9 Juta atau US$3.911,7.

Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,04%. Sementara itu, dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi.

Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 7,70%. Sementara, Impor Barang dan Jasa yang merupakan faktor pengurang terkontraksi sebesar 14,71%.

Ekonomi Indonesia triwulan IV-2020 terhadap triwulan IV-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,19% (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 13,42%.

Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 7,21%. Sementara, Impor Barang dan Jasa yang merupakan faktor pengurang terkontraksi sebesar 13,52%.

Ekonomi Indonesia triwulan IV-2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,42% (q-to-q). Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 20,15%.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 27,15%.

Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada 2020 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa sebesar 58,75%, dengan kinerja ekonomi yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,51%.

Sukseskan Lumbung Ikan Nasional, Menteri Trenggono Siapkan Ekosistem Industri

Sukseskan Lumbung Ikan Nasional, Menteri Trenggono Siapkan Ekosistem Industri

SuaraPemerintah.id – Pengembangan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) merupakan salah satu jalan untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat wilayah Timur Indonesia.

Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ikut terlibat di dalam pengembangan ini, akan menyiapkan ekosistem industri untuk menyukseskan program pemerintah yang sudah lama digulirkan tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan, ekosistem industri yang dimaksud adalah menyiapkan infrastruktur dasar pelabuhan perikanan serta memastikan ketersediaan komoditi laut sebagai bahan dasar berlangsungnya produksi di kawasan LIN.

“Saya mempersiapkan dari aspek ekonominya, jadi ekonominya adalah ikan dan yang berkaitan dengan biota laut. Ini yang sedang kita siapkan,” ujar Menteri Trenggono di Ambon, Jumat (5/2/2021).

Pelabuhan perikanan di kawasan LIN Maluku rencananya dibangun semodern mungkin dengan mengusung konsep integrasi dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, proses bisnis yang berjalan lebih efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Bagi kami di KKP adalah bagaimana seluruh potensi sektor KP atau biota kelautan ini, bisa berpusat di sini, sehingga perekonomian di sini nanti tumbuh. Lalu ada terbangunnya suatu pelabuhan perikanan yang modern, seperti yang kaya di Jepang misalnya,” ujar Menteri Trenggono.

Menurutnya, butuh kerjasama semua pihak untuk menyukseskan program Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional. Sejauh ini sinergitas antar kementerian/lembaga dan pemerintah sudah dibangun di bawah komando Kemenko Marves.

“Saya kira mohon dukungan dari semua pihak, supaya pembangunan ekonomi timur sudah bisa kita laksanakan sehingga menjadi legacy pemerintahan ini ke depan,” pungkasnya.

Menteri Trenggono mengujungi kawasan LIN di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, serta Deputi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin.

Sementara itu Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan kunjungan ke Maluku sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang meminta program LIN segera berjalan. Kedatangan kali ini untuk melakukan sinkronisasi terhadap persiapan-persiapan infrastruktur baik pelabuhan transportasi maupun kawasan pelabuhan perikanan.

“Pesan Presiden tidak boleh lama-lama, harus bergerak cepat dan ditargetkan 2023 baik pelabuhan dan infrastruktur lainnya bahkan industrinya, sudah bisa berjalan,” akunya.

Tiga Pelatihan Berjenjang, Pacu UKM Jateng Naik Kelas

SuaraPemerintah.idPemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mendorong peningkatan UKM di wilayahnya supaya naik kelas. Di antaranya dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan. Pada tahun ini, ada tiga pelatihan yang akan diselenggarkan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati mengatakan, pihaknya melalui Balai Pelatihan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Balatkop UKM) selaku penyelenggara, siap meningkatkan UKM biar bisa naik kelas.

“Ada tiga pelatihan yang dikemas secara khusus tahun ini oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah yakni pelatihan manajemen pemasaran, manajemen usaha dan keuangan serta manajemen operasional dan SDM” ujar Ema, melalui siaran persnya, Jumat (5/2/2021).

Dituturkan, pihaknya telah menyeleksi 2.264 calon peserta yang mendaftar. Kemudian, Balatkop UKM menyeleksi mereka sebelum akhirnya dibagi menjadi tiga level. Tujuannya agar mereka bisa mengikuti pelatihan berjenjang atau level di tiga kelas khusus.

Ema menjelaskan, kegiatan ini melibatkan tiga orang konsultan sekaligus pelaku bisnis yang sudah berpengalaman di Indonesia. Antara lain Bio Hadikesuma dari BHMTC, Roy Wibisono Anang Prabowo selaku CEO Naruna dan Anna Yulia Damayanti Founder Bright Life Academy.

Program berjenjang yang diadakan itu, diakui Ema, sebagai terobosan pertama di Indonesia. Mengingat, selama ini pemahaman akan UMKM naik kelas memiliki penafsiran yang berbeda-beda.

Pelatihan berjenjang bertujuan memberikan pelatihan yang tepat di masa pandemi. Yang mana, pengelompokkan secara berjenjang itu sesuai dengan tingkat pertumbuhan usaha. Dengan terbatasnya kuota yang tersedia yaitu hanya 25 peserta per jenjang pelaksanaan pelatihan, maka dalam pelaksanaan jenjang I terbagi menjadi dua batch di masing masing jenis pelatihan dasar tersebut.

Dia mencontohkan, jenjang I berupa pelatihan manajemen operasi dan SDM diselenggarakan di Hotel Megaland, Kota Surakarta, dipandu BLA Indonesia. Di jenjang itu akan membahas dan berfokus pada riset, desain dan mengembangkan produk atau jasa yang berorientasi pasar. Selain itu juga, membekali kemampuan manajemen diri pebisnis tangguh.

“Sumberdaya manusia merupakan salah satu elemen paling penting, agar sebuah bidang usaha atau bisnis dapat berjalan dengan baik. Tanpa adanya elemen tersebut atau kualitasnya yang kurang baik, usaha akan sulit untuk berjalan dan beroperasi dengan semestinya, meski sumberdaya yang lain telah terpenuhi,” imbuh Ema.

Dia melanjutkan, pengetahuan yang diberikan kepada peserta antara lain, riset dan studi kelayakan produk, desain dan perencanaan produk /jasa, product make up (desain keunggulan produk/jasa), manajemen produksi dan produktivitas, perencanaan proses produksi, perencanaan penerapan strategi operasi usaha dengan analisis SWOT, pengenalan kompetensi diri, SWOT diri dan motivasi bisnis, manajemen diri,  dan skala prioritas.

Sedangkan pelatihan berjenjang manajemen pemasaran adalah kunci dari kelangsungan usaha, sehingga orientasi materinya disesuaikan dengan kebutuhan UKM yang terbaru (up to date).  Dengan tim pengajar dari Naruna yang merupakan praktisi bisnis. Pelatihan jenjang I ini dihelat di Hotel Grand Wahid, Kota Salatiga.

Pada saat yang sama juga diselenggarkan pelatihan berjenjang manajemen usaha dan keuangan, di Hotel Dafam, Kota Pekalongan, dengan Bio Hadikesuma sebagai pengajar. Tercatat, sebanyak 150 UMKM terpilih mengikuti pelatihan berjenjang yang secara serentak diselenggarakan di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Hotel Grand Wahid Kota Salatiga dan Hotel Megaland Kota Surakarta.

Kepala Balatkop Jateng, Hatta Hatnansya Yunus menyatakan,  animo serta respons dari pelaku UMKM di Jawa Tengah sangat bagus.

“Harapannya mereka mampu menjadi ikon bagi UMKM lainnya di Jawa Tengah,” kata Hatta.

Respons positif disampaikan pelaku UKM dari Magelang Tri Buana Desy Arianti. Dia mengakui, setelah mengikuti pelatihan, kini mengerti soal penataan usaha.

“Jadi tahu bagaimana penataan tempat usaha yang ternyata mempengaruhi kinerja karyawan. Bagus banget buat meningkatkan produktivitas usaha saya,” kata Tri.

PTPN IV Serahkan Dump Truck ke Pemkab Batu Bara

PTPN IV Serahkan Dump Truck ke Pemkab Batu Bara

SuaraPemerintah.id – Kepedulian PTPN IV terhadap masyarakat diwujudkan melalui pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang terdiri dari Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan serta Program Corporate Social Responsibility (CSR).

Demikian sambutan SEVP Operation II PTPN IV Joni Raja Siregar, pada acara penyerahan bantuan program CSR PTPN IV berupa 1 unit dump truck kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Rabu 3/2/2021.

Turut mendampingi Joni Raja Siregar hadir Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN IV Riza Fahlevi Naim, General Manajer Distrik III Mazriefnal Muaz, Manajer Kebun Tinjowan Raja Suandi Dayan Purba, Manajer PKS Tinjowan Danil Nafri dan Manajer Kebun Tanah Itam Ulu Ima Sulastri.

Sementara dari Pemkab Batu Bara dihadiri langsung oleh Bupati Zahir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Batu Bara Sahala Nainggolan, Kepala Dinas Perhubungan Jonnis Marpaung, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Azhar, Camat Sei Balai Hanafi, Kepala Desa Sei Bejangkar Daman Harahap, serta tokoh masyarakat.

Joni Raja Siregar mengatakan, khusus untuk Program CSR pada tahun 2020, PTPN IV telah melaksanakan beberapa program TJSL kepada stakeholder sekitar PTPN IV Kebun Tinjowan, PKS Tinjowan dan Kebun Tanah Itam Ulu.

“Bantuan yang telah berjalan di antaranya program pembangunan jalan dengan sirtu di Desa Sei Bejangkar Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara, program perbaikan/ penyisipan jalan dengan aspal hotmix secara sporadis di jalan Desa Sei Bejangkar Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara, program perbaikan/ penyisipan jalan dengan aspal hotmix secara sporadis di jalan Desa Sei Bejangkar Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara tahap II dan program bantuan prasarana kebersihan 1 unit Dump Truck sampah untuk Dinas Lingkungan Hidup Pemerintahan Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara,” ucap Joni Raja Siregar.

Bupati Batu Bara Zahir mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran PTPN IV yang komitmen terhadap lingkungan, dan mau berbagi ke Kabupaten Batu Bara, walaupun hanya 1 kebun PTPN IV yang ada di wilayahnya, selebihnya berada di wilayah Kabupaten Simalungun seperti Kebun Tinjowan, PKS Tinjowan serta Kebun Padang Matinggi.

Riza Fahlevi Naim menyebutkan, dalam melaksanakan program TJSL selama 3 tahun ini, PTPN IV telah menyalurkan bantuan melalui Program Kemitraan kepada 478 mitra binaan dengan nilai sebesar Rp33,50 miliar lebih, Program Bina Lingkungan dengan nilai sebesar Rp51,22 miliar lebih dan Program CSR dengan nilai sebesar Rp28,43 miliar lebih.

Turut memberi sambutan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Azhar. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa dan penandatanganan berita acara serah terima bantuan.

Upaya Adaptasi Menangani Covid-19, Sonjo Usulkan Gerakan “Tangga Ngrumat Tangga”

Upaya Adaptasi Menangani Covid-19, Sonjo Usulkan Gerakan "Tangga Ngrumat Tangga"

SuaraPemerintah.id – Sambatan Jogja (Sonjo) mengusulkan dilakukannya gerakan  “Tangga Ngrumat Tangga”.

Inisiator Sonjo Rimawan Pradipta mengatakan gerakan “Tangga Ngrumat Tangga” sebagai upaya adaptasi dan keterlibatan masyarakat dalam menangani Covid-19.

Ia berharap Gubernur DIY dapat menyampaikan pesan ini dan memberi himbauan kepada masyarakat untuk melaksanakan gerakan ini.

Terlebih, kondisi dan kemampuan daerah yang berbeda menyebabkan penanganan Covid-19 terhambat.

“Yang kaya membantu yang kurang mampu atau bisa melalui badan amil zakat,” ujarnya usai pertemuan dengan Gubernur DIY di Ndalem Ageng, Kamis (4/2).

Selain gerakan tersebut, lanjutnya, Sonjo juga merekomendasikan agar 3T (testing, tracing dan treatment) bisa lebih terjangkau. Misalnya, dengan tes awal menggunakan Sonjo lalu dilanjutkan tes PCR.

Rimawan menambahkan Sonjo telah memulai Konsep Rumah sakit membuat shleter tangguh dan shelter desa.

Program ini menurutnya dapat menjadi solusi untuk mengatasi maslaah ketersediaan bed di rumah sakit.

Menanggapi program ini, Rimawan mengatakan Gubernur sangat mengapresiasi dan menyarankan agar program ini bisa didukung melalui anggaran desa.

Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana yang turut mendampingi Gubernur mengatakan ada beberapa rekomendasi dari Sonjo terkait kesehatan dan non kesehatan.

“Dalam waktu dekat kami akan koordinasikan dengan kabupaten/kota agar bisa bersinergi,” jelasnya.

Mulai 10 Februari, Waktu Perjalanan KA Kian Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah

Mulai 10 Februari Waktu Perjalanan KA Kian Singkat & Jadwal Keberangkatan Berubah

SuaraPemerintah.id – Mulai 10 Februari 2021, waktu perjalanan kereta api akan semakin singkat dan sebagian KA mengalami perubahan jadwal keberangkatan.

Hal ini dikarenakan KAI mulai memberlakukan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2021 yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan No KP 1385 Tahun 2020 tentang Penetapan Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021 dan KP 1362 Tahun 2020 tentang Penetapan Lintas Pelayanan Perkeretaapian pada Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021.

“Penetapan Gapeka 2021 ini untuk menggantikan Gapeka 2019 yang sebelumnya digunakan oleh KAI,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Grafik Perjalanan Kereta Api atau Gapeka adalah pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan kereta api yang digambarkan dalam bentuk garis yang menunjukkan stasiun, waktu, jarak, kecepatan, dan posisi perjalanan kereta api mulai dari berangkat, berhenti, datang, bersilang, dan penyusulan, yang digambarkan secara grafis untuk pengendalian perjalanan kereta api.

Salah satu manfaat yang dapat dirasakan pelanggan pada Gapeka 2021 adalah efisiensi waktu perjalanan KA. Terdapat efisiensi waktu perjalanan KA Penumpang sebesar total 5.350 menit dan KA Barang sebesar total 6.321 menit.

“Dengan pemberlakuan Gapeka 2021 ini, maka waktu tempuh perjalanan KA penumpang dan barang menjadi lebih singkat,” ujar Joni.

Contohnya adalah KA Malabar relasi Stasiun Malang menuju Stasiun Bandung yang perjalanannya lebih singkat 150 menit, dari sebelumnya 16 jam 16 menit menjadi 13 jam 46 menit.

Jumlah perjalanan KA Penumpang KAI Group yang diakomodir pada Gapeka 2021 adalah 1.838 perjalanan KA per hari, naik 3% dibanding Gapeka 2019 dengan 1.785 perjalanan KA per hari. Adapun perjalanan KA Barang yang dapat diakomodir adalah 328 perjalanan KA per hari, naik 4% dibanding Gapeka 2019 dengan 316 perjalanan per hari.

Terdapat berbagai faktor yang melatarbelakangi perubahan Gapeka dari 2019 ke 2021:

  1. Adanya jalur ganda yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan seperti di lintas Tambak – Kebumen – Butuh dan Jombang – Mojokerto.
  2. Terdapat peningkatan angka puncak kecepatan di berbagai lintas seperti lintas Pasuruan – Probolinggo yang mencapai 90 km/jam dimana sebelumnya hanya 60 km/jam.
  3. Terdapat penambahan lintas baru seperti Binjai – Besitang serta stasiun baru seperti Stasiun Pulau Aie.
  4. Adanya elektrifikasi lintas Solo Balapan – Yogyakarta.

“Dengan adanya perbaikan-perbaikan tersebut, maka perjalanan KA Penumpang dan KA Barang yang dapat diakomodir KAI mengalami peningkatan,” kata Joni.

Joni mengatakan bahwa kini masyarakat sudah dapat memesan tiket untuk keberangkatan 10 Februari 2021 dan seterusnya  di aplikasi KAI Access, situs kai.id, dan chanel pembelian online lainnya.

Pastikan kembali jadwal perjalanan Anda karena terdapat perubahan jadwal keberangkatan KA pada Gapeka 2021. Misalnya KA Argo Lawu relasi Stasiun Gambir menuju Stasiun Solo Balapan yang semula berangkat dari Gambir pukul 21.00 WIB, mulai 10 Februari berubah keberangkatannya menjadi pukul 20.00 WIB atau lebih awal 60 menit.

“Kami mengimbau kepada calon pelanggan kereta api dengan keberangkatan 10 Februari 2021 dan seterusnya untuk memperhatikan kembali jadwal yang tertera pada tiket. Tujuannya agar pelanggan tidak tertinggal kereta karena sudah diberlakukannya Gapeka 2021,” kata Joni.

Pada masa transisi, seluruh jajaran internal sudah siap akan perubahan ini dengan menyiapkan peralihan pada 9 Februari serta posko di berbagai unit kerja. Tujuannya agar seluruh aspek seperti layanan tiket dan operasional kereta api berjalan lancar, selamat, aman, dan terkendali.

“Kami berharap dengan pemberlakuan Gapeka 2021 ini, pelanggan kereta api akan semakin meningkat karena banyak dilakukan inovasi, peningkatan serta perbaikan, seperti waktu perjalanan yang semakin singkat, penambahan lintas baru, dan lainnya,” tutup Joni.

PDAM Tirtanadi Luncurkan Aplikasi e-Procurement Guna Pengadaan Barang dan Jasa yang Transparansi

PDAM Tirtanadi Luncurkan Aplikasi e-Procurement, Pengadaan Barang & Jasa yang Transparansi

SuaraPemerintah.id – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi meluncurkan aplikasi e-procurement di Kantor Pusat PDAM, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (5/2). Aplikasi tersebut digunakan untuk pengadaan barang dan jasa di PDAM Tirtanadi, sehingga terwujud transparansi, akuntabilitas hingga efisiensi monitoring audit.

Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi. Dengan adanya aplikasi tersebut, Gubernur mengharapkan agar PDAM Tirtanadi dapat senantiasa memenuhi kebutuhan air rakyat Sumut.

Karena menurut Gubernur, air merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Air adalah sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup. “Saya mau ini benar, sehingga terpenuhi kebutuhan air rakyat dari ujung ke ujung,” katanya.

Untuk itu, Gubernur meminta pegawai PDAM Tirtanadi terus berinovasi dan kreatif. Hal tersebut sangat diperlukan bagi kemajuan suatu perusahaan.  Para pegawai juga diingatkan tentang pentingnya esprit de corps (setia kawan) dan loyalitas. Sehingga PDAM Tirtanadi dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumut.

Disampaikan juga, permasalahan tidak akan selesai jika dikerjakan secara sendiri-sendiri. Karena itu, Gubernur meminta seluruh pegawai PDAM Tirtanadi bergandengan tangan dan bekerja sama. “Bergandengan tanganlah kalian untuk memenuhi kebutuhan rakyat Sumut ini,” kata Edy Rahmayadi.

Sementara itu, Direktur Utama Tirtanadi Kabir Bedi mengatakan siap menjalankan setiap arahan Gubernur Sumut. Menurutnya arahan Gubernur adalah motivasi bagi PDAM Tirtanadi untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat. Terutama dalam memenuhi kebutuhan air rakyat Sumut.

“Tantangan PDAM Tirtanadi ke depan cukup besar, tapi bukan halangan bagi kami untuk bekerja dan berkarya,” katanya.

Untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, katanya, PDAM Tirtanadi membuat berbagai inovasi. Antara lain e-procurement, pencatatan air elektronik, absensi pegawai online, dan lain sebagainya.

Acara peluncuran yang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan tersebut di akhiri dengan pemberian cendera mata. Turut hadir Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Sumut Alfi Syahriza.

Kinerja Perekonomian Indonesia Terus Menunjukkan Pemulihan

Kinerja Perekonomian Indonesia Terus Menunjukkan Pemulihan

SuaraPemerintah.id – Kinerja perekonomian Indonesia terus menunjukkan arah pemulihan dan sudah berjalan pada jalur yang tepat (on-track).

Kinerja perekonomian 2021 pun diperkirakan akan bergerak menuju zona positif lebih baik dibanding 2020, meski belum sepenuhnya pulih.

APBN 2021 masih menjadi instrumen yang sangat penting untuk penanganan Covid-19 dan percepatan pemulihan ekonomi.

Ke depan, arah pemulihan ini akan didorong lebih cepat, terutama dengan mulai berjalannya vaksinasi secara terukur dan terencana dengan baik. Dukungan kebijakan fiskal yang telah terjadi secara kuat di 2020 akan tetap dilanjutkan dan tetap bersifat countercyclical di 2021.

“APBN 2021 terus diarahkan untuk mendorong pemulihan ekonomi namun tetap konsolidatif dengan defisit 5,7% terhadap PDB. Program PEN terus dilanjutkan untuk memastikan penanganan COVID-19 terus berjalan secara efektif, menjaga daya beli masyarakat, serta menstimulasi pemulihan dunia usaha”, jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu dalam siaran pers, Jum’at (05/02).

Kelanjutan fase pemulihan perekonomian Indonesia tercermin pada angka pertumbuhan PDB Triwulan IV-2020 sebesar -2,19% (YoY). Hal ini lebih baik dibandingkan kinerja dua triwulan sebelumnya yang mencatat kontraksi 5,32% di Triwulan II dan -3,49% di Triwulan III.

Secara keseluruhan, kinerja ekonomi nasional di sepanjang 2020 tercatat tumbuh sebesar -2,07% (YoY). Realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut berada dalam rentang proyeksi pemerintah di kisaran -2,2% s.d -1,7%.

Kinerja pertumbuhan ekonomi ini lebih baik dibandingkan banyak negara di ASEAN maupun G20 yang mengalami kontraksi cukup dalam.

Tren pemulihan ekonomi pada Triwulan IV 2020 ini diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2021.

Hal ini tercermin melalui beberapa indikator seperti PMI Manufaktur pada bulan Januari 2021 yang kembali meningkat dari 51,3 pada Desember 2020 menjadi 52,2 pada Januari 2021, bahkan merupakan level tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Selain itu, tingkat keyakinan masyarakat juga terus berada pada tren positif.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 diperkirakan akan kembali tumbuh positif di level sekitar 5,0%.

Pemerintah senantiasa berupaya menjaga trend pemulihan ekonomi tetap berlanjut dan semakin menguat, meski masih dibayangi risiko ketidakpastian yang tinggi akibat pandemi. Program vaksinasi Covid-19, keberlanjutan program PEN 2021, instrumen SWF/LPI, dan omnibus law Cipta Kerja turut menjadi strategi pemerintah untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi 2021.

“Momentum reformasi terus diperkuat dalam fase pemulihan ekonomi, sebagaimana tercermin dalam aturan turunan UU Cipta Kerja yang telah dirampungkan dan segera dapat diimplementasikan,” tutup Febrio.

Strategi dan Inovasi Vinilon Hadapi Tantangan Global

Bertony Herianto, Group Marketing Manager Vinilon Group.

SuaraPemerintah.id – Puluhan tahun, Vinilon telah hadir sebagai brand dari produk-produk pipa terlengkap dan terbaik di Indonesia. Di tengah tantangan globalisasi, pandemi, dan era digitalisasi, Vinilon tetap eksis dan semakin ekspansif. Vinilon selalu menghadirkan berbagai inovasi dan strategi untuk terus berkembang dan mampu memenangkan berbagai tantangan yang dihadapi.

Saat tantangan global muncul dengan hadirnya berbagai produk pipa dari kompetitor, justru penjualan Vinilon terus mengalami peningkatan. Vinilon tetap confidence menghadirkan produk pipa berkualitas di tengah gencarnya produk-produk pesaing dari luar. Tercatat di tengah arus globalisasi, selama periode 2014-2019, pendapatan Vinilon mengalami kenaikan 8,5%.

“Kompetisi tidak bisa dihindari, yang perlu kami lakukan adalah meningkatkan jaminan kualitas, service, juga after sale service-nya. Fleksibilitas berbinis dengan Vinilon juga menjadi unggulan kami karena kami sudah punya pabrik dan produksi sendiri, saat ini kami terus penetrasi untuk menambah pabrik dan kantor cabang demi memenuhi kebutuhan produksi dan distribusi,” jelas Bertony Herianto, Group Marketing Manager Vinilon Group, saat wawancara dengan SuaraPemerintah.id, pada Rabu (3/2/2021).

Bertoni mengungkapkan bahwa saat ini Vinilon terus melakukan ekspansi dengan mendirikan beberapa pabrik dan kantor cabang baru di berbagai wilayah. Semua itu dilakukan untuk memudahkan distribusi agar mudah dijangkau oleh costumer.

Soal kualitas, Bertoni mengungkapkan, bahwa Vinilon menjamin standar dari produk-produknya. Semua pipa buatan Vinilon telah melalui uji kualitas standar nasional dan internasional. Vinilon telah mengantongi semua standar mutu produksi seperti SNI, JIS, LEMIGAS, OHSAS 18001, SPLN, SIRIM QAS International, CIQS 2000, TELKOM dan ISO 9001:2008.

“Kualitas produk Vinilon harus di atas standar kualitas yang ada. Kami berikan jaminan terhadap kualitas di semua produk Vinilon,” pungkas Tony.

Vinilon sebenarnya sudah menargetkan kenaikan hingga 8,7% pada periode tahun 2020-2025. Hanya saja saat tantangan pandemi menghadang, Vinilon terpaksa melakukan rasinonalisasi terhadap target, khususnya di tahun 2020. Namun berkat strategi dan inovasi yang dilakukan, Vinilon tetap survive dan mampu melewati tantangan pandemi tanpa terdampak dengan terjadinya penurunan yang signifikan.

“Tahun 2020 kita achivement 90% tutup target. Meski ada rasionalisasi target di bulan ke empat. Secara bisnis kita tetap survive. Tidak ada pengurangan karyawan, bahkan investasi tetap berjalan dengan mendirikan pabrik dan kantor cabang baru,” ungkap Tony.

Vinilon juga sempat berinovasi dengan memunculkan pipa baru dengan nama pipa Nusantara. Pipa ini dirancang dengan kualitas tinggi tapi harganya sangat terjangkau. Tujuan dari hadirnya pipa Nusantara adalah sebagai bentuk dukungan maksimal Vinilon terhadap masyarakat yang terdampak pandemi.

“Launching pipa Nusantara menjadi bukti nasionalisme Vinilon sebagai karya anak bangsa. Juga sebagai suport kita terhadap masyarakat untuk tetap mendapatkan pipa berkualitas tapi dengan hargaterjangkau,” ujar Tony.

Di era digitalisasi, Vinilon beradaptasi dengan menggencarkan digital awarnes di semua lini lingkungan perusahaan. Proses produksi sudah mulai menggunakan sistem full automation teknologi untuk menjaga standar kualitas dan menghindari kebocoran produksi. Vinilon juga menggunakan teknologi Silo menara untuk proses pencampuran bahan baku.

Dengan teknologi canggih yang dimiliki Vinilon, proses produksi mulai dari bahan baku, monitoring, hingga control quality semua dilakukan by system dan terjamin standar kualitasnya.

“Di internal, proses koordinasi dan reporting semua juga sudah by system menggunakan teknologi komputerisasi yang terintegrasi. Mulai dari sales hingga pelaksanaan projek internal kita develop semua merucut ke satu sistem. Sehingga semua data bisa diakses dengan cepat dan dimonitoring manajemen secara daily,” tambah Tony.

Bertoni mengungkapkan bahwa ia yakin Vinilon akan terus eksis dan ekspansif secara long term. Vinilon telah memiliki ribuan projek references yang membuktikan bahwa produknya sudah dipercaya banyak kalangan. Di lingkungan manajemen juga sangat serius dalam melakukan inovasi dan membuat strategi yang efektif dan efisien.

“Kami optimis, Vinilon akan semakin berkembang dan dipercaya masyarakat. Sudah terbukti Vinilon mampu melewati semua tantangan. Investasi juga terus berjalan, kantor cabang baru, pabrik baru, ekspansi pasar makin luas. Ini semua memberikan confidence level kami bahwa Vinilon akan terus melakukan penetrasi ke depan,” ungkap Tony.

 

Pemprov NTB Akselerasi Pemberian Vaksinasi Untuk Menekan Penyebaran Covid-19

Pemprov NTB Akselerasi Pemberian Vaksinasi Untuk Menekan Penyebaran Covid-19

SuaraPemerintah.id – Selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, vaksinasi yang sedang berlangsung saat ini menjadi harapan untuk menekan penyebaran Covid-19, ditengah kian meningkatnya jumlah kasus positif baru.

Hal itu terungkap dari rapat evaluasi pencegahan dan penanganan Covid 19 yang digelar Satuan Tugas Pemerintah Provinsi NTB bersama Satgas kabupaten/kota.

“Oleh karena itu, diperlukan percepatan atau akselerasi pemberian vaksinasi disemua daerah di NTB”, ujar Kepala Dinas Kesehatan, H Lalu Hamzi Fikri, di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (04/02/2021).

Dijelaskannya, untuk mempercepat vaksinasi untuk menekan penyebaran Covid-19, pemerintah daerah akan menambah vaksinator sejumlah 3000 orang dari 1800 yang sudah ada di lapangan untuk tiga juta penduduk NTB.

Selain itu, upaya lain mengantisipasi lonjakan kasus baru adalah dengan melakukan tracing contact menggunakan rapid test antigen.

Hal ini seperti dikatakan Kadikes karena sasarannya lebih banyak dalam penanganan Orang Tanpa Gejala dan memiliki akurasi cukup tinggi. Ini bisa menjadi kebijakan strategis Satgas di daerah.

Saat ini, dengan melonjaknya angka kasus baru, angka kematian karena terpapar Covid 19 di NTB, 4,4 persen berada di atas rata-rata nasional 2,8 persen dan 2,2 persen angka kematian global.

Demikian juga dengan realisasi kontak erat NTB juga tinggi sebesar 7,8 persen dari angka ideal 2 persen. Itu sebabnya, dr. Fikri panggilan Kadikes ini menyarankan tracing contact antigen karena korelasinya sangat erat mempengaruhi data lainnya terkait penanganan dan pencegahan.

“Saat ini situasi pandemi yang meningkat belum menunjukkan trend puncak apalagi menurun”, jelas dr. Fikri.

Strategi lainnya, ia mengingatkan Satgas kabupaten/ kota terkait kebijakan konversi kamar rumah sakit sebesar 30 persen untuk ruang isolasi. Begitupula dengan protokol kesehatan ditekankan untuk menghindari, mengurangi dan membatasi kerumunan.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Korem 162/WB berharap, rapid antigen bisa dilakukan sampai ke warga desa melalui Satgas Covid-19 kelurahan/ desa.

Dari rapat evaluasi tersebut, baru Satgas Covid-19 Kabupaten Sumbawa Barat yang mengakui telah mendorong pemerintah desa untuk penganggaran pembentukan Satgas desa sesuai PerMenDes.

Sementara itu Sekretaris Daerah, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan dan sosialisasi tentang  Covid-19 dan vaksinasi terus dilakukan. Begitupula dengan surat edaran Gubernur tentang pembatasan kegiatan masyarakat untuk dipatuhi dan dilaksanakan.

“Kita tetap berharap ada langkah strategis baru yang bisa segera mengeluarkan kita dari pandemi, selain upaya dan ikhtiar yang sudah kita lakukan selama ini”, ujar Sekda.

Dalam rapat evaluasi tersebut, seluruh perwakilan Satgas kabupaten/ kota yang mengikuti melalui video conference, melaporkan pelaksanaan vaksinasi dan strategi yang dilakukan terkait pembatasan kegiatan.

Adapun Kabupaten Lombok tengah dan Lombok Timur diminta mengantisipasi kegiatan Bau Nyale pade Maret mendatang, agar tidak menimbulkan kerumunan warga masyarakat saat melakukan tradisi tahunan tersebut.