Beranda blog Halaman 4558

Bank Banten Siap Membangun Perekonomian Daerah Pasca Pandemi

Bank Banten Siap Membangun Perekonomian Daerah Pasca Pandemi

SuaraPemerintah.id – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) melaksanakan webinar nasional dengan tema Kick Off Business Bank Banten 2021 pada hari Senin, 07 Desember 2020.

Pertemuan yang dilakukan secara online video conference tersebut ditujukan untuk memberikan pengetahuan kepada segenap insan pengambil keputusan di Bank Banten, khususnya dalam hal pemahaman perekonomian di tengah Pandemi COVID-19.

Selain itu, kegiatan webinar tersebut juga dilakukan guna memberikan arah kebijakan strategis Perseroan yang akan menjadi dasar dalam penyusunan strategi fungsional Perseroan, mencakup upaya intermediasi dan strategi penciptaan nilai sebagai Bank Pembangunan Daerah.

Pada kesempatan tersebut, hadir Ekonom Senior yang juga merupakan salah satu pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri. Dari pemaparan yang disampaikan, terlepas dari melambatnya perekonomian global dan nasional sebagai dampak Pandemi COVID-19, Faisal menyatakan bahwa perbankan perlu mempersiapkan diri guna menangkap peluang pemulihan ekonomi paska pandemi dan mendorong inovasi melalui teknologi.

Faisal Basri mengatakan bahwa “Keberadaan Bank Banten sebagai Bank Pembangunan Daerah sangat penting untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Banten. Keberpihakan segenap pemangku kepentingan, khususnya kepala daerah di Provinsi Banten kepada Bank Banten sebagai Bank Pembangunan Daerah sangatlah diperlukan, tidak hanya dalam hal permodalan. Menempatkan Bank Banten sebagai salah satu pilar pembangunan dan menciptakan nilai tambah terhadap perekonomian daerah tentunya merupakan skema ideal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.”

“Sebagai contohnya adalah bagaimana menempatkan Bank Banten sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat yang tentunya harus diiringi dengan kemajuan teknologi guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang sangat membutuhkan intermediasi perbankan,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa mengatakan: “Dengan dukungan para pemangku kepentingan, tentunya keberadaan Bank Banten akan memberikan efek pengganda perekonomian yang luar biasa kepada segenap masyarakat Banten dengan turut memanfaatkan kurva pertumbuhan ekonomi Banten yang relatif baik bilamana dibandingkan dengan Provinsi lainnya di Indonesia.”

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pengelolaan Statistik (BPS), dalam periode 2014 – 2019, PDRB Banten atas harga konstan tahun 2010 meningkat dengan Compounding Aggregate Growth Rate (CAGR) 5,6%, sedangkan PDRB atas dasar harga berlaku meningkat dengan CAGR 9,2%.

Meskipun dalam 6 bulan di tahun 2020 PDRB Banten turun dibandingkan periode yang sama tahun 2019, sebagai akibat dari pandemi virus corona yang berdampak terhadap penurunan aktivitas ekonomi, namun PDRB Banten diperkirakan akan kembali meningkat ke depan seiring potensi membaiknya konsumsi masyarakat ditengah adanya kebijakan new normal serta meningkatnya konsumsi Pemerintah yang didukung oleh pengeluaran untuk penanggulangan Pandemi COVID-19.

Dari sektor Penanaman Modal Asing (PMA), meskipun sempat meningkat dalam periode 2014 – 2017, namun PMA di Banten cenderung menurun beberapa waktu terakhir, terutama ditengah meningkatnya tekanan ekonomi secara global akibat pandemi covid-19. Di semester I 2020, terdapat 2178 proyek yang didanai dengan Penanaman Modal Asing, dengan nilai investasi mencapai USD733,1 juta.

Secara nasional, di kuartal II 2020, Provinsi Banten menempati peringkat lima untuk realisasi investasi dari investor asing, dengan nilai investasi sebesar USD411,0 juta, dan memiliki porsi sebesar 6,1% dari total nilai penanaman modal asing di Indonesia.

Ke depan, Banten diperkirakan akan tetap menjadi salah satu tujuan investasi PMA yang didukung oleh jalur distribusi produk dan infrastruktur Banten yang sangat memadai seperti Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Merak, Jalan Tol Jakarta – Merak, Jaringan Kereta Api Jakarta – Rangkasbitung, maupun pelabuhan – pelabuhan yang ada di Banten.

“Dengan potensi PMA yang masih cukup besar di Provinsi Banten, maka hal ini dapat menjadi peluang bagi Bank Banten untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dana PMA, terutama dana untuk proyek – proyek yang berkaitan dengan Pemerintah Daerah Banten. Dengan demikian, diharapkan kontribusi Bank Banten sebagai Bank Pembangunan Daerah dapat lebih dirasakan, khususnya dalam sektor-sektor perekonomian yang strategis,” tutup Fahmi.

 

SIG Prioritaskan Bantuan Medis Untuk Korban Gempa di Mamuju, Sulawesi Barat

SuaraPemerintah.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui program Corporate Social Responbility (CSR) memberikan bantuan peralatan medis serta logistik untuk para pengungsi yang menjadi korban bencana gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 6,2 di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada hari Jumat (15/1).

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso menyampaikan, melalui program SIG peduli, Perseroan bergerak cepat membantu para korban gempa bumi dengan menerjunkan tim tanggap darurat yang terdiri dari Sekretaris Perusahaan beserta Tim CSR SIG.

Tim tanggap darurat dari SIG berangkat pada hari Jumat (15/1) dan Sabtu (16/1) atau setelah terjadinya gempa bumi dengan membawa bantuan kebutuhan logistik.
Beberapa kebutuhan pokok diantaranya bahan makanan, pakaian, tenda, terpal, perlengkapan bayi, perlengkapan mandi, selimut, peralatan medis, serta obat-obatan.

Selain itu, SIG juga memberikan genset sebagai kebutuhan elektrifikasi penanganan korban atau operasi yang sifatnya emergency untuk kebutuhan tim dokter dalam menangani pasien.

”Prioritas utama kami adalah penanganan medis untuk para korban serta bahan makanan, tenda dan terpal untuk pengungsian”, ungkap Hendi Prio Santoso.

Lebih lanjut Hendi Prio Santoso menjelaskan, selain menerjunkan tim tanggap darurat bencana, PT Semen Tonasa (SIG Group) juga mendirikan posko “Semen Tonasa Peduli” di Hotel Meganita, Mamuju. Posko tersebut digunakan untuk memberikan layanan kesehatan
dan pusat distribusi bantuan.

“Kami turut prihatin dan peduli atas bencana yang menimpa warga di sejumlah titik
wilayah Kabupaten Mamuju. Diharapkan bantuan ini dapat bermanfaat untuk meringankan
beban para korban serta mempercepat pemulihan pasca bencana,” ungkap Hendi Prio
Santoso.

SIG juga bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang dipimpin oleh Guru besar FK Unhas Prof. Dr. Idrus Paturusi bersama beberapa dokter spesialis untuk
memantau lokasi serta membantu korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Sulawesi
Barat.

Dalam penyaluran bantuan, Perseroan bekerjasama dengan Pemerintah setempat, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perusahaan BUMN lain yang terlibat dalam gerakan kepedulian bencana gempa Mamuju.

Rentan Rob dan Abrasi, KKP Bangun Pelindung Pantai di Lombok Timur

SuaraPemerintah.idKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) telah menyelesaikan pembangunan pelindung pantai dengan panjang total 330,3 meter di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Pelindung pantai tersebut terbentang di 3 desa, yaitu di Desa Jerowaru sepanjang 75,3 m berjenis struktur hybrid, Desa Paremas sepanjang 136 m berjenis talud, dan Desa Pamongkong sepanjang 119 meter berjenis talud.

Dirjen PRL, TB Haeru Rahayu menjelaskan lokasi pembangunan pelindung pantai di Lombok Timur merupakan kawasan yang rentan terhadap bencana banjir pesisir (rob) akibat gelombang tinggi pada waktu tertentu. Menurutnya, dampaknya sangat merugikan bagi masyarakat, selain kerap kali menerjang permukiman, gelombang juga menyebabkan abrasi pantai.

“Pelindung pantai yang dibangun akan melindungi pesisir Kabupaten Lombok Timur dari risiko abrasi dan erosi akibat gelombang, sehingga nantinya dapat membantu menjaga ekosistem pantai dan kawasan pemukiman masyarakat pesisir di sekitar,” jelas Tebe di Jakarta.

Tebe mengungkapkan, pembangunan pelindung pantai di Kabupaten Lombok Timur merupakan bagian dari program kegiatan Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh (PKPT) yang dilaksanakan di Tahun 2020.

“Kegiatan PKPT yang dilakukan pada tahun 2020 sebagai bentuk implementasi pengelolaan pesisir terpadu. Harapannya dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mendorong kemajuan kawasan pesisir di Lombok Timur,” ungkapnya.

Tebe menambahkan, saat ini PKPT fokus pada tiga aspek. Pertama, aspek manusia, yaitu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana dan dampak perubahan iklim.

Kedua, aspek siaga bencana dan adaptasi perubahan iklim. Pada aspek ini, KKP membangun sarana – prasarana siaga bencana. Terakhir, aspek kelembagaan yang bertujuan agar masyarakat dapat aktif dan mandiri dalam organisasi.

“Membangun pelindung pantai adalah wujud aspek siaga bencana dan adaptasi perubahan iklim, untuk mengurangi risiko bencana lewat pembangunan sarana prasarana,” tandasnya.

Secara terpisah, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Muhammad Yusuf menerangkan pembangunan pelindung pantai di Lombok Timur menggunakan struktur hybrid dan talud.

Struktur hybrid merupakan struktur pelindung pantai dengan tipe permeable dam yang menggunakan material bambu, kayu dan ranting. Struktur ini ditempatkan pada titik yang telah ditentukan untuk mereduksi gelombang datang sekaligus memerangkap sedimen sehingga akan menambah daratan di belakang struktur. Sementara talud dibuat dari tumpukan batuan yang disusun untuk menahan dan menjaga struktur tanah agar tidak bergeser. Bahan material pembangunan talud yang dipakai berupa perpaduan fondasi batu, semen dan pasir.

“Struktur hybrid dibangun dengan menggunakan bahan-bahan secara lokal seperti bambu dan ranting pohon. Sedangkan pembangunan talaud dengan menggunakan material pasir dan semen,” terang Yusuf.

Yusuf menambahkan, struktur semi-permeable atau sering juga disebut hybrid engineering ini dapat mengumpulkan sedimen untuk mangrove agar tumbuh secara alami dan merevitalisasi lahan tambak.

“Pemasangan struktur hybrid sebelumnya telah dilakukan di kabupaten lain di utara Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi,” tambahnya.

Selanjutnya, untuk meningkatkan peran masyarakat, khususnya dalam mengelola sumber daya untuk mengurangi risiko bencana dan memberikan penyadartahuan terhadap kesiapsiagaan bencana yang ada di wilayah pesisir, juga dilakukan pelatihan bina manusia melalui edukasi cara penyelamatan dan pengetahuan tentang cuaca dan iklim yang bekerjasama dengan BPBD dan BMKG Kabupaten Lombok Timur.

“Ini kami harapkan dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim,” tutupnya.

Dua IKM Pangan di Purbalingga Raih Sertifikasi HACCP

SuaraPemerintah.id – Dua Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Purbalingga mendapatkan sertifikasi Hazard Analytical Critical Control Point (HACCP) atau jaminan keamanan pangan melalui sistem yang dirancang secara sistematis dan terintegrasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Dua IKM tersebut yakni IKM Abon Cap Koki dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Central Agro Lestari, Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga, Johan Arifin mengatakan, dua IKM itu binaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga di bawah Dinperindag, termasuk binaan Kemenperin. Pembinaan yang diberikan mencakup berbagai aspek, baik aspek produksi, bahan, peningkatan daya saing, dan lainnya.

“Mereka kita usulkan untuk mendapatkan sertifikasi HACCP. Jadi sertifikat ini salah satu syarat untuk mereka bisa melakukan ekspor,” kata Johan saat dihubungi, Kamis (21/1/2021).

Ia menjelaskan untuk mendapatkan sertifikasi HACCP tidaklah mudah. Pemeriksaan dan pemantauan dilakukan secara menyeluruh mulai dari bahan, pengolahan bahan, produksi, dapur produksi, dan alat-alat yang digunakan. Sehingga produk yang dihasilkan aman dari potensi segala potensi yang membahayakan.

“Saat ini baru dua (IKM) yang mendapat sertifikasi HACCP ini. Nantinya IKM lainnya juga akan kita arahkan ke situ dalam hal ini IKM pangan,” ujarnya.

Setelah mendapatkan sertifikasi HACCP ini, ke depannya akan ada pendampingan khusus dan pemeriksaan produk dari Kemenperin secara rutin. Selanjutnya IKM dengan sertifikasi HACCP ini bisa melakukan ekspor karena produknya sudah teruji dan aman secara pangan.

“Karena orang luar negeri lebih hati-hati terhadap produk impor, dan mereka (orang luar negeri) juga sangat teliti,” terang Johan.

Johan berharap dengan sertifikasi HACCP ini dapat meningkatkan performa dan kepercayaan konsumen terhadap produk IKM Purbalingga. Selanjutnya IKM-IKM yang ada dapat meningkatkan kualitasnya dan mereka yang telah mendapat sertifikasi HACCP bisa melakukan peningkatan ekspor ke luar negeri.

“Abon Cap Koki merupakan IKM produsen abon daging sapi yang legendaris di Purbalingga telah melakukan ekspor ke Malaysia dan negara timur tengah. Untuk KUB Central Agro Lestari yakni produsen gula semut yang sedang merintis ekspor mandiri ke negara-negara Asia, Eropa dan Australia,” beber Johan.

Ditambahkan, Pemkab Purbalingga juga terus berupaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas IKM yang ada di wilayahnya. Untuk meningkatkan daya saing, maka kualitas produk dan kualitas sumberdaya manusia (SDM) harus baik. Pihaknya melakukan pendampingan terkait kelengkapan, peralatan, bantuan alat termasuk membenahi dapur produksi.

“Kalau produksi sudah bagus kita bantu promosi dan pemasarannya, nanti akan kita ikutkan di pameran-pameran baik di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.

Penulis : Lilian, Diskominfo Purbalingga

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Sumber: www.jatengprov.go.id

Mulai Beroperasi 10 Februari, KRL Jogja-Solo Diharapkan Tingkatkan Perekonomian

SuaraPemerintah.id – Kereta Rel Listrik atau KRL Jogja-Solo saat ini sedang melalui tahap uji coba hingga 7 Februari dan akan beroperasi normal mulai 10 februari 2021 mendatang.

Keberadaan KRL Jogja-Solo (KRL Yogyakarta-Solo) ini bertujuan agar mobilitas warga sepanjang Jogja-Solo meningkat sehingga bisa meningkatkan roda perekonomian di Yogyakarta dan Solo Raya.

Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Wawan Ariyanto mengatakan KRL Jogja-Solo nantinya akan memiliki tarif  normal, yakni Rp 8.000.

“Untuk tarif normal, flat Rp 8.000, sama dengan tarif KA Prameks, namun waktu tempuh lebih cepat dan kereta baru,” terang Wawan.

Ia mengatakan untuk jumlah kereta yang akan dioperasikan nantinya sebanyak 10 rangkaian. Saat ini, sudah siap enam rangkaian kereta.

“Masing-masing rangkaian KA ada empat gerbong, tetapi bisa saja dijalankan delapan gerbong,” jelas dia.

Ia mengatakan mengingat saat ini masih ada protokol kesehatan yang harus diterapkan, untuk kapasitas masing-masing gerbong hanya dibatasi maksimum 74 penumpang.

“Itu sudah menerapkan jaga jarak, kalau normalnya sebanyak 200 penumpang. Untuk jadwalnya sementara kami menggunakan seperti KA Prameks dulu,” kata Wawan.

Ia mengatakan nantinya untuk Solo-Yogyakarta akan dilakukan perjalanan sebanyak 20 perjalanan atau 10 perjalanan pulang-pergi (PP). Menurut dia, waktu tempuh KRL Solo-Yogyakarta 68 menit atau lebih cepat 20 menit dibandingkan KA Prameks yang mencapai 88 menit.

“KRL Yogyakarta-Solo ini berhenti di 11 stasiun, sedangkan Prameks hanya berhenti di enam stasiun,” tutur Wawan. Sementara itu, pada uji coba yang sudah dimulai sejak Rabu (20/1/2021), pihaknya sekaligus memberikan edukasi terkait cara menumpang KRL Jogja-Solo.

“Perlu edukasi, biasanya pakai tiket KAI Access sekarang tap in dan out, seperti di jalan tol harus sepasang, baik tap in maupun out. Semua penumpang yang berangkat dari Solo, tap in, sampai di Jogja, harus keluar gate dulu untuk tap out. Kalau mau ke Solo lagi harus tap in dan tap out saat tiba di Solo,” kata Wawan.

Sementara itu, Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti menjelaskan, untuk panjang yang dilintasi jaringan KRL Solo-Yogyakarta sendiri lebih kurang 60 kilometer.

Sedangkan untuk total perjalanan rencananya sebanyak 20 perjalanan per hari dengan waktu tempuh masing-masing sekitar 58 menit. Untuk stasiun operasional, lanjutnya, pada rute tersebut ada sebanyak 11 stasiun, yaitu Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Prambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, dan Solobalapan (stasiun KRL Jogja-Solo).

Untuk melengkapi pelayanan KRL, kata dia, PT KAI  kembali membuka sejumlah stasiun yang sebelumnya tidak melayani pengguna.

“Ini diharapkan mampu mendorong perekonomian di wilayah stasiun di tengah upaya pulih dari pandemi,” imbuhnya.

Dengan beroperasinya KRL dari Jogja hingga Solo, praktis kereta berbasis listrik ini akan menggantikan operasional KA Prambanan Ekspres atau KA Prameks. Rangkaian KA Prameks rencananya direlokasi ke daerah lain sebagai moda transportasi kereta lokal.

KRL memiliki beberapa keunggulan di antaranya kapasitas angkut yang lebih banyak dan efisiensi operasional karena listrik yang dianggap lebih murah. Headway kedatangan kereta juga bisa ditingkatkan.

Manfaatkan Daun Kelor, everShine Moringa Soothing Gel Raih Penghargaan Pertama di Indonesia

SuaraPemerintah.id – Eksistensi brand everShine sebagai produk perawatan tubuh dan kecantikan makin diakui di Indonesia. Berbagai inovasi produk yang diluncurkan terbukti memiliki kualitas yang tinggi. Salah satu produk inovasinya, yaitu everShine Moringa Soothing Gel, berhasil meraih penghargaan Pertama di Indonesia Award.

Penghargaan Pertama di Indonesia merupakan apresiasi dan pengakuan bergengsi yang diberikan kepada perusahaan yang telah menciptakan inovasi guna meningkatkan eksistensi brand dan penjualan produk. Brand yang mendapatkan predikat Pertama di Indonesia merupakan brand yang menjadi pionir dalam inovasi yang diluncurkan. Penghargaan Pertama di Indonesia digelar rutin setiap tahun oleh TRUS N CO Indonesia bekerja sama dengan media INFOBRAND.ID.

Penghargaan Pertama di Indonesia diberikan kepada everShine karena brand ini terbukti menjadi yang pertama kali menggunakan daun kelor (moringa) di produk soothing gel-nya. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh CEO TRUS N CO Indonesia Tri Raharjo kepada CEO everShine Mery pada Rabu 20 Januari 2021.

Tri Raharjo mengatakan bahwa berdasarkan hasil riset, everShine terbukti telah melakukan inovasi yang sangat bermanfaat untuk produk skin care di Indonesia.

“Brand everShine telah melakukan inovasi dengan memanfaatkan daun kelor sebagai bahan baku di berbagai produknya. Untuk produk everShine Soothing Gel-nya merupakan yang pertama di Indonesia melakukan inovasi dengan menggunakan daun kelor (moringa) di produk soothing gel,” ungkap Tri saat wawancara dengan SuaraPemerintah.id pada Kamis (21/1).

Saat menerima penghargaan Mery mengatakan dirinya sangat bangga dan bersyukur atas penghargaan Pertama di Indonesia yang diterimanya untuk everShine.

“Penghargaan ini menjadi nilai tambah kepercayaan publik terhadap produk everShine. Kami ingin membuktikan bahwa everShine sangat serius dalam menghadirkan inovasi produk yang berkualitas,” kata Mery saat wawancara dengan SuaraPemerintah.id pada Kamis (21/1).

Mery mengungkapkan motivasi terbesarnya dalam melakukan inovasi di produk-produk everShine adalah untuk mengangkat kekayaan alam Indonesia. Menurut Mery, Indonesia memiliki tumbuhan herbal yang sangat kaya dan berkualitas tapi sayangnya belum banyak yang dieksplorasi. Salah satunya adalah tumbuhan daun kelor atau yang dikenal dengan nama ilmiah Moringa Oleifera.

“Moringa merupakan tumbuhan ajaib yang memiliki banyak khasiat, baik untuk kesehatan tubuh maupun kecantikan. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk tumbuhan moringa atau daun kelor ini. Di everShine, kami berinovasi menjadikan moringa sebagai bahan utama produk-produk kami,” ungkap Mery.

Untuk produk everShine Moringa Soothing Gel, Mery berinovasi dengan mengkolaborasikan moringa dan bahan herbal lainnya seperti temulawak, aloevera, dan albatrellus. everShine Moringa Soothing Gel adalah pelembab sehat berbahan natural untuk menjaga kelembaban kulit dan mencerahkan wajah.

Moringa Soothing Gel dapat digunakan sebagai body serum, sunscreen alami, anti bau badan dan kaki, merawat kuku, mengurangi stretch mark, dan sun burn. Juga dapat memperbaiki jaringan sel kulit yang rusak secara otomatis ke pusat kerusakannya dan merawat skin barrier kulit agar lebih kuat.

“Selama ini produk soothing gel dikenal karena bahan aloevera-nya yang bermanfaat untuk perawatan tubuh. Kami berinovasi dengan menambahkan bahan moringa dan bahan herbal lainya di everShine Soothing Gel, sehingga khasiatnya jauh lebih dahsyat,” pungkas Mery.

Kualitas produk everShine memang sudah terbukti di pasar produk skin care di Indonesia. Hal tersebut bisa dilihat dari munculnya ribuan testimoni yang beredar di ranah digital. Bahkan everShine telah memiliki ratusan ribu costumer loyal sehingga penjualannya juga tetap stabil meski di tengah tantangan pandemi.

“Ke depan everShine akan terus berinovasi dengan memanfaatkan kekayaan herbal Indonesia. Kami berharap hadirnya everShine bisa membuktikan bahwa produk lokal tidak kalah kualitasnya dengan produk dari luar,” harap Mery.

Pemprov DKI Sediakan Stok Daging Sapi Beku di 5 Lokasi

SuaraPemerintah.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak responsif untuk memastikan kebutuhan masyarakat akan daging sapi dengan menyediakan stok daging sapi beku.

Dalam melakukan ketersediaan daging sapi beku tersebut Pemprov DKI bekerja sama dan berkordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP).

“Dinas KPKP berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP) melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC)/ Pasar Mitra Tani menyediakan stok daging sapi beku di lima tempat,” kata Plt Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/1).

Sementara itu untuk lima lokasinya, yakni TTIC Pasar Minggu; Rawa Sari; Pangkalan Jati; Kalideres; dan Klender. Suharini menjelaskan, masyarakat Jakarta yang membutuhkan daging sapi dapat membelinya di kelima tempat tersebut dengan harga jual daging sapi berkisar Rp 70 ribu-Rp 90 ribu/kilogram sesuai spesifikasi daging.

Selain melakukan penjualan secara langsung di lima lokasi tersebut (offline), TTIC juga melayani penjualan daring (online) untuk memudahkan masyarakat mendapatkan daging sapi beku yang berkualitas dan terjangkau.

“Masyarakat dapat mengaksesnya di Pasar Mitra Tani Gofood pada aplikasi Gojek,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta pun berupaya mencarikan solusi bagi para pedagang daging sapi di pasar tradisional untuk mengakhiri aksi mogok.

Suharini menyebut, Kementerian Perdagangan pun telah mengadakan koordinasi dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Provinsi DKI Jakarta

“Pantauan petugas kami di pasar tradisional dan informasi dari Perumda Pasar Jaya, hari ini di beberapa pasar, pedagang daging sapi sudah ada yang berjualan. Namun, daging yang dijual merupakan stok daging sebelum aksi mogok,” ungkap dia.

Sebelumnya, para pedagang daging sapi di Jabodetabek melakukan aksi mogok jualan selama tiga hari, yakni mulai Rabu (20/1).

Hal ini mengacu pada surat edaran Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bernomor 08/A/DPD-APDI/I/2021. Rencana ini dipicu tingginya harga daging sapi di pasaran sejak awal 2021.

Dosen UMM Kembangkan Teknologi Pakan pada Budidaya Maggot

SuaraPemerintah.id – Sejumlah dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan pemberdayaan masyarakat melalui sistem teknologi pakan berbasis pengembangan budidaya maggot. Kegiatan ini berlangsung di desa Mulyoagung, Malang pada akhir tahun lalu.

Pada pelaksanannya, agenda yang diinisiasi oleh Bustanol Arifin bersama Amir Syarifuddin dan Frendy Aru Fantiro ini turut menggandeng kelompok Chang Bird Farm dan Veloved Bird sebagai mitra.

Saat ditemui, perwakilan tim, Bustanol Arifin mengaku, program pemberdayaan masyarakat ini sebenarnya berawal dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh mahasiswa UMM.

Pria disapa Arifin dan tim melihat profesi mayoritas warga desa Mulyoagung itu peternak burung. Sebagian sudah mengembangkan proses pengolahan maggot sebagai pakan. “Sayangnya, proses pengolahannya masih dilakukan secara manual,” kata Arifin.

Menurut Arifin, proses pengolahan maggot secara manual menyulitkan para peternak burung. Mereka butuh waktu yang lama untuk mengolahnya. Selain itu, juga model pemasaran yang dilakukan kurang memadai.

Berangkat dari hal itu, Arifin dan tim melakukan pembaharuan di bidang teknologi khususnya dalam pembuatan maggot sebagai pakan burung.

Kemudian tim juga memberikan pelatihan budidaya maggot dan proses pengelolahan pakan dengan mesin. Lalu warga turut mendapatkan pelatihan pengemasan serta pemasaran produk.

Terakhir, tim juga sempat memberikan bantuan mesin pencacah dan pengering kepada warga.

Mesin pencacah tersebut sangat berguna untuk membantu proses penghalusan bahan baku. Sementara mesin pengering berguna untuk mempercepat proses pengeringan dari empat hari menjadi dua jam saja.

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM menyatakan, program ini telah berjalan sejak Agustus hingga Desember 2020. Meski begitu, proses pendampingan dan pemantauan tetap dilakukan sampai saat ini. Utamanya dalam hal pemasaran produk hasil dari pengolahan.

Pria kelahiran Bondowoso ini berharap program timnya dapat berkembang lebih luas lagi. Tidak hanya pada budidaya maggot saja namun juga pada pakan lainnya.

Dia juga ingin agar program ini dapat membawa keterampilan baru kepada masyarakat dalam pengelolaan pakan burung.

“Lebih-lebih dapat membantu perekonomian masyarakat desa Mulyoagung,”

Wujudkan Satu Data Indonesia, Kemendagri Target Rekam E-KTP 5,7 Juta Jiwa

Wujudkan Satu Data Indonesia, Kemendagri Target Rekam E-KTP 5,7 Juta Jiwa

SuaraPemerintah.id – Demi mewujudkan dan mempercepat program Satu Data Indonesia, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencanangkan target untuk perekaman E-KTP yakni sebanyak 5.777.755 jiwa pada tahun 2021.

Hal ini diungkapkan Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori pada Penyampaian Rilis Hasil Sensus Penduduk 2020 di Hotel Borobudur, Jakarta, (21/1/2021).

Dari data yang dimiliki Ditjen Dukcapil Kemendagri, Dia menuturkan jumlah wajib KTP Tahun 2020 adalah sebesar 196.394.976 jiwa. Sementara itu, capaian perekaman E-KTP sampai dengan akhir tahun sejumlah 194.649.012 jiwa atau sebesar 99,11 persen.

“Dengan demikian, sisanya sebanyak 1.745.964 jiwa belum melakukan perekaman,” kata Hudori.

Sedangkan untuk Tahun 2021 wajib KTP sebesar 200.426.767 jiwa dengan target perekaman E-KTP sebesar 5.777.755 jiwa.

“Yaitu terdiri dari sisa wajib KTP yang belum merekam pada Tahun 2020 sejumlah 1.745.964 jiwa dan wajib KTP pemula berumur 17 tahun sampai akhir Tahun 2021 sejumlah 4.031.791 jiwa,” jelas Hudori.

Sementara itu, Hudori menuturkan, sinergitas dan sinkronisasi data kependudukan Kemendagri dan BPS diharapkan wujudkan satu data Indonesia.

Rilis data kependudukan Semester II Tahun 2020 Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Pusat Statistik merupakan tindak lanjut dari selesainya Sensus Penduduk Tahun 2020 yang telah dilaksanakan oleh BPS, yang dilanjutkan sinkronisasi data hasil sensus dengan data pelayanan kependudukan hasil konsolidasi dari 514 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri.

“Rilis bersama ini merupakan rilis yang pertama kali dilakukan secara bersama-sama antara BPS dengan Kemendagri, dan rilis ini merupakan wujud sinergi yang dilakukan antara BPS dengan Kementerian Dalam Negeri sejak persiapan Sensus Penduduk Tahun 2020,” jelas dia.

“Hal ini dimaksudkan untuk membangun kepercayaan publik bahwa pemerintah kompak untuk mewujudkan satu data Indonesia, yang diawali dari satu data kependudukan Indonesia,” kata Hudori.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan, pelaksanaan perekaman data e-KTP mengalami pasang surut selama pandemi Covid-19.

Meski demikian, sejak Maret hingga Juli 2020 sebanyak 2.277.534 penduduk telah melakukan rekam data e-KTP. Berdasarkan data perekaman e-KTP yang masuk ke Data Center Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kemendagri, pada masa awal pandemi Covid atau pada Maret 2020, total tercatat sebanyak 419.881 penduduk yang melakukan rekam data.

Pada April 2020 seiring adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), total perekaman e-KTP turun signifikan menjadi 83.792 penduduk.

“Demikian juga pada Mei, kurva total perekaman kembali naik sedikit menjadi 123.600 penduduk,” ungkap Zudan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/9/2020)

Kemudian, pada masa new normal di bulan Juni, jumlah perekaman tercatat melonjak drastis di Data Center Ditjen Dukcapil Kemendagri yakni sejumlah 886.672 penduduk. Selanjutnya pada Juli jumlah perekaman sedikit turun menjadi 763.589 penduduk.

Pertamina Siapkan Pembangunan Fasilitas Jetty Tingkatkan Akses Pasokan Energi di Ujung Timur

Pertamina Siapkan Pembangunan Fasilitas Jetty Tingkatkan Akses Pasokan Energi di Ujung Timur

SuaraPemerintah.id – Demi meningkatkan pasokan energi di kawasan timur Indonesia (KPI), Pertamina melalui subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) akan membangun sejumlah fasilitas yang dapat membuka serta memperluas akses bagi masuknya produk minyak mentah dari luar daerah ke Refinery Unit (RU) VII Kasim, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Fasilitas yang akan dibangun adalah jetty (pelabuhan khusus minyak bumi) dengan kapasitas 50.000 DWT (deadweight tonnage/tonase bobot mati) yang memungkinkan kapal berkapasitas 200.000–250.000 barel minyak mentah dapat bersandar. Selain itu, KPI juga akan membangun 4 buah tangki berkapasitas masing-masing 110.000 barel sehingga ketahanan pasokan RU VII dapat meningkat menjadi 40 hari.

Dengan kapasitas produksi sebesar 10.000 barrel per stream day (BPSD) per hari, kilang RU VII Kasim menghasilkan produk Premium, Biosolar B-30, dan Marine Fuel oil (MFO). Sebagai satu-satunya kilang di wilayah Indonesia timur, Kilang RU VII Kasim menjadi andalan masyarakat dalam memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sorong Raya, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Namun, pemenuhan kebutuhan BBM oleh kilang RU VII Kasim di wilayah tersebut saat ini masih sangat rendah, yaitu 10–20%, sedangkan kekurangannya disupply dari kilang RU V Balikpapan. Di samping itu, berkurangnya pasokan minyak mentah dari produsen makin menurunkan kapasitas pengolahan kilang (turn down capacity) menjadi 6000 BPSD saja.

Corporate Secretary KPI Ifki Sukarya menjelaskan, proyek bertajuk Open Access Pembangunan Jetty III dan Tanki Timbun ini ditargetkan tidak hanya akan mengembalikan kapasitas desain kilang RU VII, tetapi juga dalam jangka panjang berpotensi dapat meningkatkan kapasitas hingga 50.000 BPSD.

“Dengan kapasitas sebesar itu, kilang RU VII akan bisa memenuhi 100% kebutuhan BBM di kawasan timur Indonesia. Proyek ini diharapkan akan menjadi barometer pembangunan energi di kawasan Terdepan, Tertinggal, Terluar (3T). Masyarakat pun bisa mendapatkan multiplier effect dari pengembangan kilang RU VII ini,” terang Ifki.

Ifki melanjutkan, EPC (Engineering, Procurement, Construction) proyek Open Access dikerjakan secara sinergis dan kolaboratif oleh konsorsium PT Hutama Karya  (Persero) [HK]-PT Gerbang Sarana Baja sebagai kontraktor EPC serta PT Inti Karya Persada Tehnik sebagai konsultan manajemen proyek.

“Sebelum pekerjaan pembangunan dimulai, sosialisasi kepada pemangku kepentingan utama telah dilakukan oleh tim manajemen dari kontraktor EPC dan RU VII sejak 12 Januari 2021. Dalam sosialisasi dijelaskan bahwa pada hakikatnya proyek ini bertujuan untuk memberikan energi, ‘Energizing You’, kepada para pemangku kepentingan utama,” ujar Ifki.

Sosialisasi diawali dengan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Sorong, kemudian dilanjutkan ke Walikota Sorong. Jajaran TNI, Polri, Kejaksaan, Muspika Distrik Seget, masyarakat di 9 kampung di Distrik Seget, dan para tokoh masyarakat juga turut ditemui dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

“Memasuki tahun 2021 ini, saya secara pribadi dan staf mengucapkan syukur kepada Tuhan karena walaupun masa pandemi ini, kita harus tetap berjalan, seperti mengayuh sepeda walaupun perlahan sedikit demi sedikit kita harus tetap eksis dalam pembangunan di kabupaten ini sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Sorong,” ucap Bupati Sorong Jhony Kamuru saat menerima tim manajemen Pertamina dan kontraktor EPC pada kegiatan sosialisasi.

Walikota Sorong Lambert Jitmau dalam rangkaian kegiatan sosialisasi tersebut juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan komunikasi yang lancar selama ini terjalin dengan Pertamina.

“Terima kasih Pertamina sudah banyak bekerja bersama-sama mengatasi beberapa hal pada masa-masa pandemi ini, tetapi kita tetap harus semangat untuk terus bekerja demi pembangunan ekonomi di kota, kabupaten di Papua dan Papua Barat pada umumnya, serta Kota dan Kabupaten Sorong pada khususnya agar multiplier effect ekonomi bisa terus dirasakan oleh warga. Sorong ini merupakan pintu gerbang masuknya orang dan barang. Dan sebagai kota transit kami akan mendukung proyek pemerintah yang dikerjakan oleh Pertamina kilang RU VII”, kata Lambert.

Pencapaian KPI ini mengiringi semangat transisi di Pertamina untuk terus memberikan energi untuk masyarakat Indonesia, mencerminkan penerapan inovasi, langkah-langkah luar biasa dalam mengakselerasi pencapaian target bisnis, serta kendali penuh pada level subholding dalam mengimplementasikan kebijakan strategis yang telah ditetapkan oleh Pertamina Holding.

Hal tersebut senantiasa menjadi semangat utama dari segenap Dewan Direksi KPI beserta para perwira KPI Group dalam mewujudkan aspirasi Pertamina menjadi perusahaan energi global terdepan dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) USD100 miliar.