Beranda blog Halaman 4562

Saat Pandemi, Ekspor Kota Pekalongan Justru Kian Meningkat

Saat Pandemi, Ekspor Kota Pekalongan Justru Kian Meningkat

SuaraPemerintah.id – Masa pandemi tidak menghentikan laju ekspor dari Kota Pekalongan, terbukti selama 2020 ini membukukan nilai ekspor sebesar Rp368, miliar atau sekiar 25,437 juta dolar AS.

Catatan ekspor tersebut melesat naik dibanding dengan tahun sebelumnya yakni Rp313 miliar atau 22,9 juta dolar AS.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan Sri Haryati mengatakan bahwa kenaikan jumlah ekspor ini juga diikuti dengan kenaikan volume ekspor yang dihasilkan oleh 21 eksportir.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun realisasi nilai ekspor Kota Pekalongan terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena memang ada penambahan dari pelaku ekspor maupun jumlah volume ekspor,” kata Haryati.

“Realisasi ekspor pada 2020 ini mampu melampaui target yang ditetapkan sebesar 19,19 juta dolar AS,” imbuhnya di Pekalongan, Selasa (20/1).

Sebanyak 21 pelaku eksportir ini sudah memenuhi syarat untuk melakukan ekspor seperti harus memiliki izin dan terdapat “show room-nya” sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sejumlah pelaku usaha ekspor ini, merupakan eksportir baru yang semula masih berkategori UMKM namun mereka sudah berani melakukan ekspor.

Haryati mengatakan pada awal pandemi COVID-19, sejumlah pelaku usaha tidak mengekspor produknya tetapi setelah adanya aturan adaptasi kebiasaan baru oleh pemerintah, mereka kembali melakukan ekspor barang.

Adapun komoditi unggulan yang diekspor, kata dia, didominasi kerajinan sarung batik, kain batik, dan mi instan.

“Untuk negara tujuan ekspor antara lain Singapura, Thailand, Tanzania, Malaysia, dan Korea. Kami juga mengeskpor komoditi terbarunya yaitu ‘crab shell pellet’ ke Jepang,” ujar Sri Haryati.

Setelah diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru, para pelaku eksportir merasa nyaman karena tidak ada kendala dalam pengiriman barang ke sejumlah negara.

Sri menyebut pemkot akan terus mendorong para pelaku UMKM untuk berani melakukan kegiatan ekspor secara mandiri tanpa melalui perantara pihak ketiga sehingga capaian nilai ekspor bisa semakin meningkat.

“Salah satu upaya kami dengan memfasilitasi pelatihan ekspor secara rutin,” ujar dia.

“Kami berharap dan terus mendorong pencapaian nilai ekspor pada tahun berikutnya agar bisa semakin meningkat, khususnya para pelaku UMKM dapat mandiri,” tambahnya.

Kembangkan Layanan Keuangan Digital, Bank Mandiri dan Grab Teken Kerjasama Strategis

Kembangkan Layanan Keuangan Digital, Bank Mandiri dan Grab Teken Kerjasama Strategis

SuaraPemerintah.idBank Mandiri berkolaborasi dengan Grab, salah satu penyedia platform teknologi terkemuka di Indonesia, dalam penyediaan layanan keuangan secara digital. Tujuannya, agar semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan sehingga dapat turut mengakselerasi pemulihan ekonomi Indonesia.

Untuk itu, Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani secara virtual oleh Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi dan Direktur Jaringan & Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto serta disaksikan oleh Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Rico Usthavia Frans, jajaran direksi Grab Indonesia dan Senior Vice President Bank Mandiri di Jakarta, Selasa (19/1).

Dalam kerjasama ini, Bank Mandiri akan mengembangkan sejumlah produk dan layanan keuangan pada platform Grab sehingga dapat memberikan nilai tambah yang besar kepada mitra dan para pelanggan Grab, terutama pelaku UMKM. Produk keuangan yang akan dikembangkan secara garis besar adalah terkait dengan layanan pembayaran digital dan pembiayaan produktif secara digital.

Menurut Rico Usthavia Frans, kerja sama ini sangat strategis karena melibatkan dua pihak dengan pemahaman bisnis dan keunggulan yang nyata di bidangnya masing-masing.

“Grab dengan platform teknologi dan jaringan mitra bisnisnya yang luas serta lekat dengan sektor UMKM akan bersinergi dengan Bank Mandiri yang memiliki ragam layanan keuangan digital yang andal dan inovatif. Sinergi layanan ini akan melahirkan banyak peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan, terutama oleh pelaku UMKM, dalam situasi penuh keterbatasan di masa pandemi ini, ” kata Rico.

Dia menyebutkan, salah satu kolaborasi yang dilakukan adalah pengembangan sistem dan teknologi pembayaran, baik di platform aplikasi maupun jaringan merchant yang menjadi mitra bisnis Grab.

“Rencananya, berbagai solusi pembayaran Bank Mandiri akan dapat diakses oleh mitra bisnis Grab, seperti pembayaran melalui scan QR dan mandiri direct debit, melengkapi akseptasi kartu debit dan kartu kredit Bank Mandiri yang telah hadir terlebih dahulu di platform Grab. Di samping pembayaran, kerja sama ini juga nanti akan memungkinkan pelanggan Grab membuka rekening Bank Mandiri secara online serta melakukan top up e-money,” ujar Rico.

Di sisi lain, Grab tidak hanya ingin dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi yang merajai pasar transportasi berbasis aplikasi, namun juga sebagai penyedia berbagai pelayanan yang terintegrasi dalam platform digital, seperti: GrabMart, GrabKios, GrabFood, GrabExpress, dan lain-lain.

Menurut Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, pihaknya ingin mengembangkan Grab menjadi salah satu platform dengan akses keuangan terlengkap bagi para mitra serta penggunanya, termasuk akses pembiayaan digital. Seperti yang kita ketahui bersama, bisnis yang dijalankan oleh Grab ini sangat dekat dengan sektor riil ekonomi nasional, terutama UMKM. Layanan seperti GrabMart, GrabKios, GrabFood, dan GrabExpress mayoritas bermitra dengan pelaku UMKM.

“Grab berkomitmen membantu perkembangan dan pertumbuhan sektor riil ekonomi nasional, terutama pelaku UMKM yang belum terjangkau oleh akses perbankan dan layanan keuangan. Melalui sinergi dengan Bank Mandiri, Grab berupaya untuk terus menggerakkan ekonomi digital UMKM dengan menyediakan beragam layanan perbankan yang aman, nyaman dan mudah diakses. Kami percaya dengan memberdayakan UMKM kami akan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang lebih luas dalam mengakselerasi inklusi finansial dan pemulihan ekonomi di Indonesia,” jelas Neneng.

Salah satunya inisiatif yang dikembangkan adalah sinergi penyaluran pinjaman mikro kepada jaringan mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios. UMKM maupun pengusaha individu yang telah tergabung di dalam ekosistem Grab akan memiliki kemudahan dalam mengakses pembiayaan produktif secara digital dari Bank Mandiri melalui platform Grab.

Dalam produk ini, mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios yang sudah bergabung sesuai kriteria dapat mengajukan permohonan pinjaman kepada Bank Mandiri. Produk pinjaman yang dapat diberikan kepada mitra merchant memiliki suku bunga yang bersaing dengan jumlah pengajuan hingga Rp. 100 Juta.

Aquarius Rudianto menambahkan, pembiayaan produktif mikro ini sangat potensial untuk dikembangkan mengingat Grab juga akan berperan sebagai pemberi referral. Kemudian pelaksanaannya pun akan tetap memenuhi prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sehingga dapat memitigasi risiko pembiayaan.

“Kolaborasi inilah yang kami yakini dapat semakin memberdayakan UMKM serta mengakselerasi inklusi keuangan dengan memanfaatkan ekosistem digital sehingga akan memberikan efek positif pada sektor riil perekonomian Nasional, ” kata Aquarius.

Ditambahkannya, inisiatif lain yang rencananya akan dikembangkan adalah kerja sama keagenan branchless banking bagi mitra Grab sehingga bisa memberikan tambahan penghasilan kepada mitra tersebut

“MoU ini adalah langkah awal kerja sama Bank Mandiri dan Grab. Kami sudah membentuk forum koordinasi yang akan membahas lebih detail potensi kerja sama lain yang akan menguntungkan baik bagi pengguna Grab maupun nasabah Bank Mandiri. Kami juga berharap, hadirnya Bank Mandiri dalam ekosistem digital Grab akan menjadi daya tarik tersendiri bagi calon mitra sehingga akan semakin banyak mitra bisnis yang bergabung dengan Grab,” tutup Aquarius.

 

Pandemi Ubah Pola Konsumsi, Industri Makanan Perlu Berinovasi

Pandemi Ubah Pola Konsumsi, Industri Makanan Perlu Berinovasi

SuaraPemerintah.id – Menghadapi masa transisi pascapandemi Covid-19, Kementerian Perindustrian mendorong industri makanan dan minuman menyiapkan diri untuk menyambut konsumsi masyarakat yang diprediksi bakal meningkat setelah adanya vaksin. Sektor strategis ini diperkirakan dapat tumbuh positif pada tahun 2021, mengingat produk makanan dan minuman sangat dibutuhkan masyarakat.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengemukakan, pandemi yang telah berlangsung hampir satu tahun ini telah mengubah pola konsumsi masyarakat. Konsumen yang terbiasa pergi berbelanja ke pasar, saat ini mengubah cara untuk mendapat kebutuhannya dengan lebih banyak memanfaatkan jasa pengiriman daring.

“Sedangkan masyarakat yang terbiasa mengonsumsi makanan di restoran, lebih memilih untuk membungkus makanan atau memesan makanannya secara online,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (19/1).

Adanya perubahan pada pola konsumsi tersebut, juga menuntut sektor industri makanan dan minuman untuk lebih aktif dalam pengembangan inovasi sehingga memudahkan masyarakat bisa mengonsumsi dengan memperhatikan protokol kesehatan serta menjaga kebersihan dan rasa makanan. “Sektor yang paling dekat dengan masyarakat ini memang sudah seharusnya memanfaatkan teknologi guna memudahkan konsumennya,” ujar Rochim.

Bahkan, perubahan pola konsumsi masyarakat pun berkaitan dengan perubahan sistem pemasaran, logistik, dan produksi pada industri makanan-minuman. “Misalnya, di bidang pemasaran perlu dilakukan inovasi pengembangan teknologi digital kepada produsen,” imbuhnya.

Terkait hal itu, Kemenperin telah memperkenalkan konsep industri 4.0 dalam pemasaran secara online. “Pemasaran yang sebelumnya dilakukan secara konvensional beralih menggunakan inovasi pemasaran online. Sedangkan, bidang logistik juga perlu dikenalkan dengan contactless logistic atau sistem yang mengurangi interaksi antarmanusia sehingga konsumen merasa aman,” tutur Rochim.

Adapun bidang produksi perlu diperkenalkan dengan teknologi pangan olahan dan diversifikasi produk seperti frozen food dan teknologi pengemasan lain yang membuat produk-produk lebih awet, dan juga produk-produk yang siap makan, yang tinggal dikirim dan bisa diolah lebih mudah di rumah.

“Produsen makanan perlu makin mengembangkan produk dengan teknologi, seperti produk-produk jadi yang siap untuk diproses di rumah dengan microwave, oven, atau lainnya. Selain itu, diversifikasi juga dapat dilakukan dengan memperkenalkan functional food yang menyasar kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan asupan gizi,” paparnya.

Rochim menambahkan, Kemenperin telah menjalin kerja sama dengan Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) untuk menyusun buku Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Industri Pangan. Buku ini diharapkan menjadi panduan bagi industri pangan dalam melaksanakan aktivitas produksi di era pandemi saat ini.

Kemenperin mencatat, selama ini industri makanan dan minuman mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Oleh sebab itu, sektor strategis ini dimasukkan dalam prioritas pengembangan pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

Sepanjang triwulan III tahun 2020, industri makanan dan minuman yang merupakan subsektor industri pengolahan nonmigas, menjadi penyumbang terbesar pada PDB nasional dengan mencapai 7,02 persen. Industri makanan dan minuman juga memberikan nilai ekspor tertinggi dalam kelompok manufaktur yang menembus hingga USD27,59 miliar pada Januari-November 2020. Di samping itu, industri makanan menggelontorkan investasi secara signifikan sebesar Rp40,53 triliun pada Januari-September 2020.

Lanjutkan Digitalisasi SPBU, Pertamina kembangkan 2 Sistem Baru

Lanjutkan Digitalisasi SPBU, Pertamina kembangkan 2 Sistem Baru

SuaraPemerintah.id – Setelah proyek digitalisasi di 5.518 SPBU rampung pada akhir 2020, PT Pertamina (Persero) terus melanjutkan program digitalisasi dengan mengembangkan sistem baru yakni Autoplenishment dan Prepurchase di seluruh SPBU.

Sistem baru ini tergambar dalam Command Operation Center Digitalisasi di Telkom Legok, Tangerang, Banten.

Untuk memastikan kehandalan sistem tersebut, Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Haryo Yunianto, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Mas’ud Khamid, dan VVIP Telkom melakukan peninjauan ke lokasi pada Kamis (14/1).

Dalam penjelasannya, Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa Transformasi Digital dilakukan diseluruh proses bisnis inti di Pertamina, baik dari sisi upstream, midstream, downstream, maupun corporate.

Pada sisi upstream, Upstream Production Optimization sudah Go Live pada 10 Desember tahun lalu, sisi midstream atau refinery sudah dilaksanakan predictive maintenance di Refinery Unit VI Balongan untuk menjaga kehandalan kilang dan stok, dan dalam sisi corporate adanya integrasi, join operational dashboard dari Hulu sampai Hilir, Digital Procurement dan Office Automation dengan menggunakan sistem P-Office.

“Meskipun kita dihadapkan dengan kondisi pandemi, semangat transformasi Pertamina yang berkelanjutan tetap kami gaungkan sebagai bagian dari komitmen mewujudkan visi sebagai perusahaan energi global serta mewujudkan kemandirian energi nasional. Kondisi ini pula yang mendorong kami, akselerator untuk mempercepat proses transformasi digital, selain di sisi upstream, midstream, dan corporate, tidak kalah pentingnya pada sisi downstream yakni digitalisasi 5.518 SPBU sudah kita selesaikan,” kata Haryo.

Digitalisasi SPBU Haryo menambahkan, akan memiliki dampak positif bagi Pertamina karena akan menyediakan data dan informasi yang akurat serta real time. Data dan informasi inilah yang akan digunakan Pertamina sebagai alat untuk melakukan keputusan strategis dalam memastikan kehandalan suplai dan pelayanan bagi masyarakat.

Selain kehandalan suplai, digitalisasi SPBU juga telah menjalankan monitoring penjualan BBM Subsidi khususnya Solar JBT, salah satunya dengan pencatatan nomor polisi kendaraan dengan menggunakan sistem Pre-Purchase yang hingga saat ini telah mencapai 82% dari total transaksi perhari.  Untuk penggunaan teknologi video analytic (penggunaan kamera) sedang dikaji dari berbagai aspek.

“Kita tidak berhenti sampai disini. Selanjutnya Pertamina telah menyiapkan pengembangan sistem lebih lanjut menggunakan data dan informasi yang didapat dari digitalisasi SPBU, yakni Sistem Autoreplenishment dan Sistem Prepurchase pembelian BBM Subsidi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Mas’ud Khamid menjelaskan manfaat utama yang dapat dirasakan setelah selesainya digitalisasi SPBU.

Dari sisi kehandalan suplai, Mas’ud menyampaikan bahwa melalui digitalisasi Pertamina secara real time dapat melakukan monitoring sales atau penjualan, monitoring stok yang tersedia di SPBU, monitoring penerimaan BBM saat bongkar muat dari mobil tanki (MT), dan mengembangkan auto scheduling dalam pengiriman BBM ke SPBU.

“Semua data dan informasi real time ini dapat kami pantau melalui dashboard monitoring yang sudah dikembangkan. Dengan demikian, digitalisasi SPBU ini bisa membantu kami memastikan penyaluran BBM yang tepat sasaran dan memastikan keadaan stok di SPBU selalu dalam kondisi aman untuk melayani kebutuhan masyarakat,” jelas Mas’ud.

Menurut Mas’ud Khamid, digitalisasi SPBU juga menawarkan manfaat bagi masyarakat dalam proses transaksi di SPBU. Digitalisasi memperkuat jaringan SPBU dalam menawarkan metode pembayaran non tunai melalui Aplikasi MyPertamina. Selain itu, melalui aplikasi MyPertamina masyarakat juga ditawarkan berbagai loyalty program seperti promo dan penawaran khusus untuk pembelian produk ritel Pertamina.

“Banyak keuntungan yang dapat dinikmati melalui MyPertamina, tentunya selain kepastian transaksi yang lebih mudah, aman, nyaman, dan transparan, masyarakat bisa menikmati berbagai program khusus yang hanya bisa diikuti melalui aplikasi MyPertamina. Ini adalah upaya Pertamina mendorong masyarakat ke era digital serta memastikan pelanggan Pertamina merasakan customer experience yang memuaskan,” tambahnya.

Dalam peninjauan ini Mas’ud juga menyampaikan bahwa digitalisasi SPBU merupakan wujud komitmen sinergi BUMN yang nyata untuk kepentingan masyarakat serta negara.

“Bersama-sama, Pertamina dan Telkom selaku partner strategis pelaksanaan digitalisasi SPBU berhasil menyelesaikan satu amanah untuk mencapai tujuan kemandirian dan ketahanan energi nasional,” tutup Mas’ud.

Kunjungi Posko Pengungsian Mamuju, Presiden Pastikan Evakuasi Berjalan Dengan Baik

SuaraPemerintah.id – Selepas meninjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak karena gempa dan mengakibatkan berhentinya pelayanan pemerintahan daerah, Presiden Joko Widodo tiba di Stadion Manakarra, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Di lokasi tersebut, Kepala Negara ingin memastikan langsung bahwa evakuasi dan pertolongan yang diberikan kepada warga terdampak gempa telah berjalan dengan baik.

“Saya datang untuk memastikan bahwa proses evakuasi, bantuan kepada masyarakat, logistik untuk pengungsi, dan tenda-tenda pengungsi terkelola dengan baik. Ini yang ingin saya pastikan dengan datang ke sini,” ujarnya di Stadion Manakarra, pada Selasa, 19 Januari 2021.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Mamuju ini, Presiden menyaksikan sendiri dampak besar yang diakibatkan gempa berkekuatan magnitudo 6,2 pada Jumat (15/1) yang melanda Kabupaten Mamuju dan Majene.

Presiden memastikan bahwa pemerintah pusat akan memberikan bantuan dengan membangun kembali gedung-gedung pemerintahan yang roboh agar pelayanan publik dapat kembali berjalan.

“Tadi saya sudah sampaikan ke Gubernur, untuk gedung-gedung pemerintah yang roboh, setelah diaudit, nanti segera pemerintah pusat akan bangun kembali,” tutur Presiden.

Kepala Negara juga menyampaikan dukacita mendalam bagi para korban bencana gempa. Presiden mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

“Saya ingin menyampaikan dukacita mendalam atas korban kurang lebih 80 orang yang meninggal yang telah ditemukan. Semoga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan kesabaran,” tandasnya.

Untuk diketahui, Stadion Manakarra saat ini dialihfungsikan sebagai tempat pengungsian bagi para warga terdampak bencana gempa. Sejumlah tenda didirikan untuk menampung warga dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Selepas meninjau posko pengungsian Mamuju, Presiden juga singgah di sebuah lokasi perumahan tak jauh dari Stadion Manakarra di mana banyak rumah warga yang ambruk akibat bencana gempa. Kepala Negara sempat berbincang dengan seorang warga yang rumahnya turut mengalami kerusakan berat.

Saat menyampaikan keterangan di posko pengungsian Mamuju, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah pusat akan memberikan bantuan untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.

“Untuk rumah penduduk yang roboh, pemerintah akan membantu untuk yang rusak berat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta,” ucapnya.

Menkeu: 2021 Pemerintah Siapkan Anggaran TKDD Rp795,5 Triliun

SuaraPemerintah.idMenteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan untuk 2021 Pemerintah menganggarkan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp795,5 triliun, terdiri dari transfer ke daerah Rp723,5 triliun dan dana desa Rp72 triliun.

Hal tersebut disampaikan pada Rapat Kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dengan pembahasan mengenai Arah Kebijakan TKDD Tahun Anggaran 2021 yang dilakukan secara video conference pada Selasa (19/01).

“Arah Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2021 adalah untuk mendukung pemulihan ekonomi dan fokusnya tentu dalam hal ini berbagai konektivitas serta membantu masyarakat dan dunia usaha terutama UMKM juga mendukung perbaikan iklim investasi karena pada akhirnya investasi itu akan berada di masing-masing daerah,” jelas Menkeu.

Menkeu menambahkan sinergi TKDD dengan belanja Kementerian Lembaga akan ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama bidang pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong belanja infrastruktur di daerah melalui berbagai creative financing termasuk Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mendukung pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Kita meredesign pengelolaan TKDD, terutama untuk dana transfer umum dan dana transfer khusus untuk menjadi penganggaran yang makin berbasis kinerja sehingga jangan sampai ada anggaran di satu sisi ada yang kekurangan disatu sisi ada dana yang menganggur tidak digunakan,” tambahnya.

Terakhir, Menkeu menjelaskan arah kebijakan TKDD untuk meningkatkan kinerja dari Transfer ke Daerah dan Dana Desa akan dilakukan dengan mereformasi APBD melalui implementasi Standar Harga Satuan Regional dan Bagan Akun Standar, sehingga masing-masing daerah bisa dibandingkan secara apple to apple atau sama sehingga tidak terjadi ketimpangan antar daerah yang sangat berbeda sekali dari sisi standar harganya dan laporan keuangan.

Tinjau Penanganan Gempa, Presiden Jokowi Bertolak ke Sulawesi Barat

Presiden Jokowi Bertolak ke Sulawesi Barat

SuaraPemerintah.idPresiden Joko Widodo pada Selasa, 19 Januari 2021, kembali menggelar kunjungan kerja. Kali ini, Kepala Negara bertolak menuju Provinsi Sulawesi Barat dalam rangka meninjau penanganan bencana gempa yang terjadi di daerah tersebut.

Bersama dengan rombongan terbatas dan tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat, Presiden lepas landas menuju Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 07.35 WIB.

Setibanya di Bandar Udara Tampa Padang, Sulawesi Barat, Kepala Negara dan rombongan terbatas diagendakan untuk langsung bergerak menuju posko pengungsian bagi warga terdampak gempa dan meninjau kerusakan rumah warga beserta sarana umum yang berlokasi di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene.

Dari Kabupaten Majene, Presiden dijadwalkan untuk kembali ke Kabupaten Mamuju guna meninjau salah satu lokasi terdampak gempa dan lokasi pengungsian lainnya.

Kunjungan tersebut dilakukan sehari selepas kunjungan serupa ke Provinsi Kalimantan Selatan. Kemarin, Presiden juga meninjau sejumlah sarana di daerah tersebut yang rusak akibat banjir. Presiden juga menginstruksikan agar bantuan logistik bagi para pengungsi dapat disiapkan secepatnya.

Kepala Negara diagendakan untuk langsung bertolak menuju Jakarta pada sore harinya selepas peninjauan tersebut.

Turut serta dalam penerbangan menuju Provinsi Sulawesi Barat di antaranya ialah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Kementan Hadirkan Gedor Horti, Program Percepat Pembangunan Hortikultura

Kementan Hadirkan Gedor Horti, Program Percepat Pembangunan Hortikultura

SuaraPemerintah.id -Kementerian Pertanian (Kementan) menjalankan program Gerakan Mendorong Produksi (Gedor Horti). Program tersebut diinisiasikan untuk mendorong percepatan pembangunan hortikultura sehingga mampu meningkatkan daya saing serta ramah lingkungan hortikultura.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menjelaskan, pelaksanaan Gedor Horti akan dilakukan melalui paradigma baru yaitu membangun hortikultura pro petani secara terintegrasi.

“Kemudian pengembangan kawasan buah mengacu pada pengembangan kampung-kampung, bantuan sarana prasarana pascapanen dan pengolahan diberikan satu paket, seluruh benih bermutu untuk pengembangan kawasan disiapkan oleh Direktorat Perbenihan Hortikultura,” ujar Prihasto dalam keterangan tertulis, Senin (18/1).

Tak hanya itu, dia juga mengatakan nantinya akan ada pengembangan kelembagaan ekonomi petani atau pertanian korporasi.

Lebih lanjut Prihasto menyebut langkah tersebut sesuai dengan arahan arahan Presiden Jokowi yang meminta segera melakukan penguatan sektor pertanian, mulai dari aktivitas on farm hingga off farm guna memberikan nilai tambah usaha tani, serta mendukung program Kementan.

Karenanya dia juga meminta seluruh jajaran dan pemangku kepentingan bekerja sama dan memastikan pelaksanaan Program Gedor Horti juga memastikan tujuan akhir program ini tercapai.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menilai, pengembangan hortikultura harus dilakukan melalui terobosan khusus atau dengan cara extraordinary dan inovatif.

Menurutnya, langkah-langkah yang sebelumnya tidak berhasil harus ditinggalkan dan mencari cara-cara yang baru.

“Optimasi potensi keberadaan petani milenial sebagai salah satu agen perubahan perlu dilakukan untuk manajemen agribisnis yang lebih baik, dan tanggap terhadap kemajuan teknologi selaras dengan dinamika perubahan lingkungan strategis nasional dan global,” kata Syahrul.

Lakukan Program TJSL, NINDYA Berikan Bantuan Sarana & Prasarana Ibadah di Kabupaten Sukabumi

Program TJSL Nindya, Berikan Bantuan sarana & prasarana ibadah di kabupaten sukabumi

SuaraPemerintah.idNINDYA melalui program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) kembali memberikan bantuan kepada masyarakat. Kali ini bantuan yang diberikan berupa Sarana dan Prasarana ibadah untuk 2 tempat di Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Jawa Barat. (17/1)

Bantuan sarana dan prasarana pertama yang diberikan berupa karpet untuk kebutuhan ibadah di mesjid Sirojul Huda, yang terletak di RT/RW 04/01. Sedangkan Mushola Al Istiqomah yang terletak di RT/RW 10/02 mendapatkan bantuan berupa dana untuk rekonstruksi mushola sebagai penunjang dalam menjalankan aktivitas keagamaan.

Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) mushola Al-Istiqomah Baban Sobandi menjelaskan, Mushola Al Istiqomah merupakan satu dari dua sarana ibadah yang terdapat di kampungnya. Saat ini kondisi mushola tersebut sudah sangat memperihatinkan dengan tembok yang mulai miring serta atap yang mulai di topang bambu.

Sehingga beberapa aktivitas keagamaan di tempat tersebut sempat dialihkan ke tempat lain karena dinilai dapat mengancam keselamatan warga. Adapun beberapa aktivitas lain seperti mengaji anak-anak dialihkan ke salah satu rumah warga. Lanjut Baban

Sementara itu Yasin Zarkasyi yang hadir mewakili manajemen NINDYA menjelaskan, melalui program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) seluruh BUMN memiliki kewajiban dalam turut serta mensejahterakan masyarakat melalui 2 (dua) sub program yaitu, program Kemitraan sebagai wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan bisnis dan program Bina Lingkungan yang merupakan pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN.

Yasin juga menambahkan, bantuan sosial tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam membantu menggembangkan masyarakat dan lingkungan.

Kembangkan Kota Tua Kalianget, PT Garam Lakukan Penanaman 1000 Pohon

SuaraPemerintah.id – Direksi dan karyawan PT Garam (Persero) melakukan penanaman 1000 pohon. Kegiatan ini dilaksanakan oleh internal perusahaan bertempat di belakang kantor pusat PT Garam (Persero).

Langkah ini sebagai kepedulian perusahaan terhadap lingkungan khususnya ruang terbuka hijau dan sebagai langkah awal untuk pengembangan Kawasan Kota Tua Kalianget serta mendukung program Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep yang dimuat dalam Keputusan Bupati Nomor : 188/347/KEP/435.012/2020 tentang Penetapan Kawasan Kota Tua Kalianget sebagai Situs Cagar Budaya.

Keberadaan kantor pusat PT Garam (Persero) yang berlokasi di Kalianget, Sumenep memang memiliki sejarah, utamanya terkait dengan sejarah keberadaan industry Garam yang ada di Kalianget, meninggalkan bukti sejarah yang sangat bernilai, Hal ini membuat kesadaran moral perusahaan untuk melestarikan aset-aset bersejarah dimulai dengan penanaman 1000 pohon.

Lahan ini direncanakan untuk ruang penghijauan hutan kota yang berbasis edukasi (arboretum) sebagai nilai tambah terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Beberapa pohon yang di tanam antara lain mahoni, jati, akasia, sengon, trembesi, nangka, sirsat, durian, kelengkeng, dan jambu biji.

Hadir dalam acara tersebut jajaran direksi PT GARAM (PERSERO). Dalam sambutannya Bapak Direktur Utama ingin mengenalkan kembali kota tua kepada masyarakat sehingga bisa menarik wisatawan untuk datang dan berkunjung ke kalianget serta diharapkan dapat berkontribusi menunjang perekonomian Kabupaten Sumenep.

Penanaman seribu pohon adalah Langkah awal untuk mewujudkan tujuan besar Kawasan kota tua Kalianget, Bangunan eks pabrik garam briket akan diubah menjadi Gedung teater dan café, pertujukan seni bisa menggunakan background depan bangunan eks pabrik,  pembenahan rumah dinas seperti semula sehingga dapat ditempati oleh karyawan. Selain itu tentunya juga menyiapkan wisata museum garam.

Bapak Direktur Pengembangan menambahkan juga akan berencana menjalin hubungan dengan museum yang ada di Belanda untuk nantinya dapat memberikan foto – foto Garam yang layak untuk di pamerkan dan sebagai sumber informasi kepada masyarakat.

Pohon-pohon akan diberi identitas lengkap beserta nama latinnya serta nama penanam sehingga kelak dapat menjadi bukti kepada generasi penerus. Harapan ke depan perusahaan terus bisa memberikan manfaat kepada lingkungan dan masyarakat.

Acara penanaman 1000 pohon untuk pemamfaatan hutan kota dilaksanakan secara internal, di hadiri oleh jajaran direksi, seluruh GM, Manager area Madura dan perwakilan karyawan, dan acara tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat; Pemakaian masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Penanaman 1000 pohon, diawali oleh jajaran direksi beserta ibu di ikuti oleh para GM dan seluruh karyawan PT Garam (Persero).