Beranda blog Halaman 4575

Vaksinasi Dimulai Hari Ini, Berikut Tahapan Pemberian Vaksin

SuaraPemerintah.id – Hari ini, Rabu 13 Januari 2021, Indonesia memulai vaksinasi Covid-19. Presiden Joko Widodo akan menjadi orang pertama yang menerima vaksin virus corona baru.

Setelah itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi perdana akan menyasar tenaga kesehatan. Tahap awal menargetkan 1,48 juta tenaga kesehatan yang berlangsung dari Januari hingga Februari 2021.

Tahap pertama vaksinasi bagi tenaga kesehatan bergulir mulai hari ini membidik 566.000 orang, dengan target selesai pada akhir Januari. Kemudian, tahap kedua vaksinasi 914.000 tenaga kesehatan mulai awal Februari.

“Kami sudah mulai menyebar 1,2 juta dosis untuk nakes (tenaga kesehatan) mulai 3 Januari lalu (ke provinsi-provinsi),” kata Budi saat Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR,  Selasa (12/1).

Setelah tenaga kesehatan, vaksinasi membidik petugas pelayanan publik dan kelompok lanjut usia (lansia). Khusus tahap kedua, Budi menjelaskan, terbagi dua: 2A dan 2B. Tahap 2A menyasar 17,4 juta petugas pelayanan publik dan 2B mengincar 21,5 juta lansia.

“Kami harapkan vaksin Pfizer dan Astrazeneca datang di bulan April, vaksin yang memang sudah uji klinisnya melibatkan peserta di atas usia 59 tahun. Jadi, kami akan mulai petugas publik dan lansia sekitar Maret-April,” ujar Budi.

Lebih detail, tahapan pelaksanaan vaksinasi virus corona tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Berikut tahapan pelaksanaan vaksinasi virus corona:

Tahap 1 dengan waktu pelaksanaan Januari-Februari 2021

Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Tahap 2 dengan waktu pelaksanaan Maret-April 2021

Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 2:

  • Petugas pelayanan publik yaitu TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  • Kelompok usia lanjut (≥ 60 tahun).

Tahap 3 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022

Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 ialah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

Tahap 4 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022

Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

“Pentahapan dan penetapan kelompok prioritas penerima vaksin dengan memperhatikan Roadmap WHO Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) serta kajian dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional,” sebut Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. HK.02.02/4/1/2021.

Kementerian Kesehatan telah mengirimkan pesan singkat (SMS) blast secara serentak kepada seluruh penerima vaksin Covid-19 yang telah terdaftar pada tahap pertama, terhitung mulai 31 Desember 2020.

Ketentuannya tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Sasaran penerima SMS blast adalah mereka yang namanya telah terdaftar dalam Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19. “Masyarakat kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19,” kata Menteri Kesehatan Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulis.

Kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19 mulai menerima SMS pada 2 Januari. Yuliastini, tenaga kesehatan di Jakarta, misalnya, mendapat SMS pemberitahuan pada 2 Januari lalu di sore hari.

“Saya dan semua teman sudah mendapat SMS, dan sudah cek di situs PeduliLindungi.id, NIK (nomor induk kependudukan) kami terdaftar,” katanya.

Pengirim SMS itu adalah PEDULICOVID. Isinya: Nama lengkap (NIK) Anda calon penerima Vaksin Covid-19. Vaksin yang aman dan efektif melindungi Anda dan keluarga. Ayo cek di: PeduliLindungi.id.

Pemerintah menargetkan program vaksinasi dapat selesai dalam periode 15 bulan atau dari Januari 2021 hingga Maret 2022. Butuh sekitar 426 juta dosis vaksin.

Tekan Harga Kedelai, Pemkot Mojokerto Helat Operasi Pasar

Tekan Harga Kedelai, Pemkot Mojokerto Helat Operasi Pasar

SuaraPemerintah.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar operasi pasar kedelai untuk para perajin tempe dan Tahu di Kota Mojokerto. Tahap pertama, Pemkot mendatangkan 9 ton kedelai langsung dari importer di Surabaya.

Kedelai 9 ton tahap awal ini, untuk memenuhi pasokan kebutuhan puluhan pengrajin tahu dan tempe dalam operasi pasar kedelai import tahun 2021.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari langsung menemui pengrajin tahu dan tempe yang datang untuk membeli kedelai impor di halaman Rumah Rakyat Jalan Hayam Wuruk Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

“Sepekan kita tahu harga kedelai sudah melonjak drastis. Sehingga para UKM tahu dan tempe yang total ada 34 ini merasa berat dalam produksi,” ungkap Ning Ita sapaan akrabnya, Selasa (12/1/2021).

Naiknya harga bahan baku yang melambung ini tak membuat harga jual tahu dan tempe dipasar tradisional Kota Mojokerto juga ikut naik. Dampaknya para pengrajin sulit untuk mengembalikan modal produksi dan keuntungannya menipis.

“Maka kami berupaya dalam rangka menjaga agar pasokan tahu dan tempe yang merupakan protein wajib atau menu wajib ini bisa terus tersedia,” ujar Ning Ita.

Selain itu, lanjut Ning Ita, para pengrajin atau UKM berhak mendapatkan keuntungan layak atas produk yang mereka jual. Untuk itu Disperindag Kota Mojokerto berupaya mendapatkan suplai kedelai import langsung dari importer sehingga harga yang diperoleh sama dengan harga jual sebelum mengalami kenaikkan sebesar Rp 8.500 per kilogram.

“Importer kami datangkan langsung ke Mojokerto, tanpa media, langsung kami fasilitasi ke UKM. Harga Rp 8.500 lebih murah dari harga pasaran saat ini RP 9.100 hingga RP 9.200. Kualitas juga sama. Akan kita sediakan sampai harga kembali normal, dan sesuai permintaan pengrajin,” jelasnya.

BPOM Keluarkan EuA, Vaksin Sinovac Penuhi Standar WHO

SuaraPemerintah.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 atau emergency use authorization (EuA) untuk vaksin Sinovac. Hasil uji Sinovac telah memenuhi persyaratan WHO. BPOM juga menyatakan mutu vaksin Sinovac telah memenuhi standar internasional mulai dari bahan baku, proses pembuatan hingga produk jadi.

Dengan keluarnya izin darurat ini, maka vaksin Covid-19 Sinovac resmi diperbolehkan untuk vaksinasi di Indonesia. Keputusan dikeluarkannya izin penggunaan darurat vaksin Sinovac itu disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny K Lukito dalam jumpa pers, Senin (11/1/2021).

Dalam keterangannya, izin penggunaan darurat vaksin Sinovac dikeluarkan BPOM didasarkan pada hasil uji keamanan, khasiat dan mutu vaksin Sinovac.

“Berdasarkan data -data tersebut dan mengacu kepada persyaratan dan panduan WHO dalam pemberian persetujuan EuA untuk vaksin Covid-19 maka vaksin Sinovac ini memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan persetujuan dalam penggunaan dalam kondisi emergency,” kata Penny.

Penny melanjutkan bahwa pada Senin 11 Januari, BPOM memberikan persetujuan dalam penggunaan dalam kondisi emergency untuk vaksin covid-19 yang pertama kali kepada vaksin corona produksi Sinovac yang bekerjasama dengan PT Biofarma

Dalam penjelasannya, Penny mengatakan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac dikeluarkan berdasarkan hasil pembahasan oleh BPOM bersama dengan Komite Nasional Penilai Obat dan para ahli bidang kesehatan terkait yang dilakukan pada 29 Desember 2020, 8 Januari 2021 dan 10 Januari 2021. Pembahasan menyangkut tiga hal yakni aspek keamanan, khasiat dan mutu vaksin Sinovac setelah dilakukan uji klinis fase 3 di Bandung terhadap 1.600 subyek.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap data dukung keamanan, Penny menyatakan secara keseluruhan vaksin Sinovac aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang.Efek samping lokal berupa nyeri, iritasi, pembengkakakan dan efek samping sistemik berupa, nyeri otot dan demam.

Frekuseni efek samping dengan derajat berat yakni sakit kepala , gangguan di kulit atau diare yang dilaporkan hanya sekitar 0,1 hingga 1 persen. Efek samping tersebut merupakan efek samping yang tidak berbahaya dan dapat pulih kembali.

Untuk evaluasi khasiat atau efikasi, Penny mengungkapkan BPOM menggunakan data analisis yang dilakukan uji klinis di Indonesia dan mempertimbangkan hasil uji klinis yang dilakukan di Brasil dan Turki.

Menurut Penny, vaksin Sinovac telah menunjukkan kemampuan dalam membentuk antibodi dan kemampuan antibodi dalam membunuh atau menetralkan virus yang dimulai dari uji klinis fase 1 dan 2 di Tiongkok dalam periode pemantauan 6 bulan.

Pada uji klinis fase 3 di Bandung, data imunigisitas menunjukkan hasil yang baik pada 14 hari setelah penyuntikan dengan hasil zero positif atau kemampuan vaksin membentuk antibodi sebesar 99, 74 persen dan tiga bulan setelah penyuntikan, hasil zero positif sebesar 99,23 persen.

Hasil tersebut menunjukkan bawa sampai tiga bulan jumlah subjek yang memiliki antibodi masih tinggi yakni sebesat 99,23 persen.

Hasil analisis khasiat terhadap Sinovac berdasarkan uji klinis di Bandung menunjuk efikasi sebesar 65,3 persen dan berdasarkan laporan di Turki sebesar 91,25 persen dan di Brasil sebesar 78 persen. Hasil tersebut, lanjut Penny, sudah sesuai dengan persyaratan WHO dimana hasil efikasi vaksin adalah 50 persen.

“Efikasi vaksin sebesar 65,3 persen dari uji klinis di Bandung menunjukkan harapan vaksin ini mampu menurunkan kejadian penyakit Covid-19 hingga 65,3 persen. Tentunya itu sangat berarti untuk kita keluar dari pandemi, di samping penegakan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker),” ujar Penny.

 

Dikenakan Safeguard, Menperin Optimistis Daya Saing Industri Otomotif Indonesia Tetap Tinggi

SuaraPemerintah.id – Industri kendaraan bermotor merupakan salah satu yang didorong pengembangannya di Tanah Air. Hal ini karena industri tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan yang juga mendukung perekonomian nasional. Kontribusi tersebut dapat dilihat dari kinerja ekspor produk otomotif yang masih menunjukkan capaian signifikan, meskipun dalam kondisi pandemi.

Menanggapi perkembangan pemberlakuan safeguard dari Republik Filipina atas kendaraan penumpang serta kendaraan komersial ringan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa perkembangan tersebut membuktikan daya saing industri otomotif Indonesia yang tinggi. “Penerapan safeguard tersebut menunjukkan bahwa Industri otomotif Indonesia di atas Filipina,” ujarnya di Jakarta, Selasa (12/1).

Produksi kendaraan roda empat Indonesia pada tahun 2019 mencapai 1,286,848 unit. Angka tersebut sangat jauh dibandingkan dengan produksi Filipina yang hanya mencapai 95,094 unit.

Lebih lanjut, Menteri Perindustrian mengatakan, perkembangan otomotif Indonesia menunjukkan tren yang menggembirakan. “Dalam catatan saya, setidaknya akan masuk investasi senilai lebih dari Rp30 Triliun ke Indonesia untuk sektor otomotif,” kata Menperin.

Selain itu, industri otomotif global memiliki Global Value Chain yang tinggi, sehingga perbedaan harga antarnegara relatif rendah. Dalam hal ini, Indonesia diuntungkan karena saat ini telah mampu mengekspor produk otomotif ke lebih dari 80 negara dengan rata-rata 200.000 unit per tahun. “Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia makin terintegrasi dengan pasar dunia,” imbuhnya.

Pada Januari hingga November 2020, Indonesia telah mengapalkan sebanyak 206.685 unit kendaraan Completely Build Up (CBU), 46.446 unit Completely Knock Down (CKD), serta 53,6 juta buah komponen kendaraan.

Terakhir, Menperin menekankan bahwa Filipina harus membuktikan bahwa memang terjadi tekanan pada industri otomotif di Filipina akibat impor produk sejenis dari Indonesia, sehingga perlu mengambil kebijakan penerapan safeguard bagi produk impor dari Indonesia. “Ini disebabkan karena penerapan safeguard memiliki konsekuensi di WTO,” pungkasnya.

Tingkatkan Kualitas Lingkungan Hidup dengan Aplikasi Greeny, Tukar Sampah dapat Uang

Tingkatkan Kualitas Lingkungan Hidup dengan Aplikasi Greeny, Tukar Sampah dapat Uang

SuaraPemerintah.idPemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan PT Advis Media Digital untuk menggunakan penggunaan aplikasi “Greeny” dalam  hal pengelolaan sampah non organik dengan tujuan peningkatan kualitas lingkungan hidup di Jawa Barat melalui teknologi informasi dan komunikasi serta pemanfaatan jasa layanan perbankan.

Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dudi Sudrajat mengatakan, aplikasi tersebut hampir mirip dengan layanan jemput masyarakat. Namun bedanya sampah anorganik yang dihasilkan masyarakat yang diambil oleh petugas dari rumah, kantor atau komunitas setiap periodenya. Nantinya sampah yang diambil dari masyarakat tersebut akan ditukar dalam bentuk uang digital.

“Jadi nuker sampah dapat uang,” ujar Dudi usai membuka kegiatan kerja sama secara virtual di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (12/1/2021).
Menurut Dudi, pihaknya akan melakukan ujicoba layanan aplikasi tersebut mulai dari kantor pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate dan di Kawaluyaan atau seputar Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

“Ini program bagus ya, kami dukung karena selama ini masih ada sampah yang berserakan di ruang umum atau pemukiman warga. Kalau disadarkan bahwa dengan sampah bisa menghasilkan mudah-mudahan bisa mengurangi sampah yang dibuang sembarangan,” ucap dia.

Diakui Dudi, dalam pengelolaan sampah pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk menuntaskan persoalan sampah. Dengan demikian perlu kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait.

“Ke depan, kalau bisa kerja sama ini bisa juga mengelola sampah organik. Lalu nanti kita lakukan lagi sosialisasi yang lebih masif,” ujar dia.

Dikutip dari Play Store, Greeny adalah platform yang mengubah sampah menjadi berharga. Greeny memberikan solusi untuk lingkungan hidup, memberikan penghasilan kepada warga & RW, memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat sebagai mitra pengumpul.

Greeny membantu pasokan bahan baku bagi Industri serta merawat lingkungan Indonesia menjadi negara yang bersih.

Setiap pengguna hanya menempatkan sampah plastik, kertas & logam, kedalam wadah yang telah disediakan Greeny disetiap rumah pengguna aplikasi Greeny.

Sampah non organik yang dimasukkan kedalam wadah telah dikelompokkan, plastik, kertas dan logam. Pastikan tidak tercampur dengan sampah organik, air atau sisa kotoran, agar penimbangan dilakukan secara akurat.

Setelah wadah sampah pengguna penuh, tekan tombol untuk memanggil mitra melalui fitur kontak, chat atau WhatsApp. Mitra akan menjemput sampah non organik setiap saat yang diinginkan pengguna aplikasi Greeny.

Mitra penjemput sampah pengguna tidak pernah berganti, tetap bertanggung jawab diwilayah lingkungan pengguna untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pengguna.

Mitra akan memeriksa dan menimbang secara akurat bersama pengguna. Mitra akan menutup rapat polybag yang dilanjutkan dengan scan QR.  Seluruh data informasi disampaikan melalui kode QR pada aplikasi yang seketika informasi diterima pada aplikasi Greeny, warga, mitra, RW & pelapak Greeny.

Penghasilan sementara pengguna akan tercantum didalam aplikasi pengguna. Segera setelah sampah tiba ditempat pelapak untuk diperiksa ulang agar tidak tercampur dengan residu, kemudian ditimbang ulang oleh pelapak.

Hasil yang akurat akan langsung disetujui pelapak, dan penghasilan tetap pengguna seketika tampil ke dalam fitur Hasilku. Perbedaan hasil penimbangan pelapak, akan diinformasikan kepada pengguna melalui fitur chat.

Pengguna dapat menarik tunai setiap saat, untuk menabung atau untuk membelanjakan kebutuhan pengguna di dalam aplikasi Greeny.

Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah Final FEI Jumping World Challenge 2021

ndonesia Resmi Jadi Tuan Rumah Final FEI Jumping World Challenge 2021

SuaraPemerintah.id – Indonesia secara resmi terpilih menjadi tuan rumah Final FEI Jumping World Challenge (JWC) 2021. Menpora RI Zainudin Amali pun mendukung penuh ajang yang akan bergulir pada September mendatang dan berharap Indonesia bisa sukses mengukir prestasi.

Demikian disampaikan Menpora RI saat menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Triwatty Marciano di Kemenpora, Jakarta, Selasa (12/1) siang. Tak hanya sisi prestasi, Menpora RI juga ingin Indonesia sukses dalam hal penyelenggaran.

“Terima kasih atas kedatangannya Bu Ketum (Triwatty). Saya menyambut baik atas apa yang telah dilakukan Pordasi. Indonesia menjadi tuan rumah Final FEI Jumping World Challenge,” kata Menpora ketika memulai perbincangannya.

Diakui, proses Indonesia untuk menjadi tuan rumah tidak mudah. Pordasi telah bekerja keras untuk bisa memenangkan bidding. Untuk itu, Menpora mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan Pordasi.  Berlokasi di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), kejuaraan ini nantinya akan diikuti 25 negara.

“Saya apresiasi langkah dari Pordasi ini. Proses untuk menjadi tuan rumah tidak gampang. Tentunya sangat baik ya. Sekaligus kejuaraan ini bisa mempromosikan bahwa Indonesia siap menggelar kejuaraan kepada negara-negara lain,” ujar Menpora RI.

“Saya harap olahraga ini bisa populer ditengah masyarakat, seperti halnya olahraga sepak bola, basket, dan voli. Sekali lagi, kita harus dorong dan mempromosikan olahraga ini bahwa Indonesia punya tim yang baik. Saya apresiasi semangat ketua umum ini sangat luar biasa. Sepanjang apa yang memungkinkan sesuai aturan akan kita dukung. Tentu ada aturan-aturan yang harus kita patuhi. Saya harap prestasi ini sama-sama kita perhatikan, apalagi kita menjadi tuan rumah,” jelas Menpora RI.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Triwatty Marciano menyambut baik dukungan dari Menpora RI Zainudin Amali. Kata dia, ini merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia yang secara resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Final FEI Jumping World Challenge (JWC) 2021.

“Terima kasih Pak Menpora RI, ini merupakan suatu kehormatan menjadi tuan rumah. Terima kasih atas dukungannya, semoga ini menjadi kebanggaan yang nantinya akan menjadi barometer untuk kita membantu Indonesia bidding Olimpiade 2032,” kata Triwatty.

Dia optimis, Indonesia akan meraih prestasi serta sukses sebagai penyelenggara. Saat ini, lanjut Triwatty, pihaknya tengah mempersiapkan atlet untuk mengikuti bisa mengikuti kejuaraan single event internasional tersebut.

“Jadi nanti itu lokasi penyelenggaraannya sangat memungkinkan memenuhi syarat dan tentunya menerapkan protokol kesehatan. Setiap negara nantinya akan mengirimkan atletnya saja dan nanti untuk kudanya akan kita persiapkan. Nanti juga harus wajib menerapkan protokol kesehatan. Kesiapan venuenya, tentunya memenuhi syarat,” terangnya.

Dukungan penuh juga datang dari KONI Pusat. Sekjennya, Ade Lukman menyampaikan hal itu dalam pertemuan ini. “Jadi, KONI Pusat mendukung penuh kejuaraan ini. Kita juga mendukung terwujudnya prestasi serta penyelenggaraan nantinya. Kami melihat, ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Kemenparekraf Kolaborasi Dengan Grab Indonesia, Fokuskan Lima Destinasi Super Prioritas

Kemenparekraf Kolaborasi Dengan Grab Indonesia, Fokuskan 5 Destinasi Super Prioritas

SuaraPemerintah.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) membahas berbagai potensi kolaborasi dengan berbagai pihak seperti dengan Grab Indonesia yang akan difokuskan pada lima destinasi super prioritas.

Kemenparekraf akan kerja sama dengan Grab, dalam menyiapkan platform pariwisata digital agar wisatawan bisa memperoleh experience baru dalam berwisata. Hal tersebut sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo bahwa satu tahun ini akan cukup berat. Jadi, kita fokus pada penyiapan lima destinasi super prioritas.

Penyiapan ini bukan hanya infrastrukturnya atau transportasinya saja, tetapi juga pengalaman yang akan kita siapkan untuk para wisatawan, demikian yang dikatakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat berdialog siang dengan Grab Indonesia secara daring, di Jakarta, Minggu (10/1).

Sementara itu, President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan inovasi yang akan dilakukan oleh Grab yakni pariwisata digital dengan layanan Grab Travel Pass yang dapat diimplementasikan di tiap destinasi super prioritas, yaitu Labuan Bajo, Mandalika, Likupang, Borobudur, dan Danau toba.

“Jadi dengan aplikasi tersebut wisatawan tidak hanya bisa order untuk mobilitasnya saja, tapi juga makanan, dan bahkan bisa untuk booking hotel, pesen tiket atraksi wisata, serta ada juga telemedicine. Kita sediakan layanan digital satu paket yang mencakup hal-hal tersebut,” kata Ridzki Kramadibrata dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Minggu (10/1).

Lebih lanjut, Ridzki sampaikan pihak Grab juga telah menyiapkan 5,000 unit EV Tourism, yaitu kendaraan listrik yang disiapkan untuk mendukung aktivitas pariwisata yang ramah lingkungan. Ada EV roda empat, roda dua, dan juga scooter.

Sementara, terkait dengan adaptasi, pihak Grab Indonesia mendukung sepenuhnya protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Susntainability). Dengan standar terbaru yang dirumuskan oleh pemerintah, Grab meluncurkan GrabCar Protect dan GrabBike Protect yang dilengkapi dengan partisi dan perlengkapan kebersihan, serta sertifikasi protokol CHSE untuk merchants GrabFoods.

Hal ini dilakukan untuk mendorong kepercayaan, kenyamanan, dan keamanan wisatawan di destinasi super prioritas.

Terakhir, kolaborasi melalui akselerasi digitalisasi UMKM ekonomi kreatif dan membuka kesempatan kerja. Grab Indonesia juga mendukung gerakan #BeliKreatifLokal yang merupakan program kampanye #BanggaBuatanIndonesia yang diinisiasi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan UMKM ekraf di tengah pandemi COVID-19.

 

Uji Coba Satu Data Vaksinasi, Menkominfo: Integrasikan Data dan Aman

Uji Coba Satu Data Vaksinasi, Menkominfo: Integrasikan Data dan Aman

SuaraPemerintah.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Kesehatan, Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dan PT Telkom Indonesia melakukan uji coba Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19.

Selain mengintegrasikan aplikasi dan database, Satu Data Vaksinasi Covid-19 juga dilengkapi mekanisme verifikasi dan keamanan data pribadi.

“Sistem Informasi ini dibuat karena pemerintah percaya bahwa keamanan dan keefektifan vaksin juga vaksinasi perlu didukung oleh sistem manajemen vaksinasi yang aman dan komprehensif, serta prosedur yang efisien,” ujar Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam keterangan untuk pekerja media mengenai Uji Coba Satu Data Vaksinasi di Puskesmas Jurangmangu, Kec. Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (12/01/2021).

Menurut Menteri Johnny, uji coba ini ditujukan untuk memantau kesiapan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19.  “Saya berkunjung ke Puskesmas Jurang Mangu Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Provinsi Banten dalam rangka persiapan akhir sebelum dilakukannya proses Vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Melalui uji coba yang baru saja dilakukan, saya ingin menyampaikan ke rekan-rekan pers bahwa sistem informasi ini telah siap digunakan untuk program vaksinasi Covid-19,” ungkapnya. 

Dalam kunjungan itu, Menteri Kominfo menyaksikan tahapan proses vaksinasi yang dalam tahap pertama ini ditujukan untuk petugas kesehatan dan pendukungnya.  “Hari ini yang disaksikan di sini yang dilihat bahwa prosedur vaksinasi dalam 7 tahap dan melewati 4 desk. Di Puskesmas semuanya tersedia dan dilakukan dengan baik juga,” tuturnya.

Menurut Menteri Johnny, selama program Vaksinasi Covid-19, Puskesmas dilengkapi dengan fasilitas akses internet dengan bandwith yang cukup  agar proses vaksinasi dapat dilakukan dengan baik. “Pendataan dalam rangka satu data Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan dengan baik dan benar. Proses ini harus dilakukan mengingat vaksinasi dilakukan dalam dua dosis. Kali ini dosis pertama dan dalam jangka waktu dua minggu atau 14 hari akan dilakukan vaksinasi yang kedua,” jelasnya.

Menteri Kominfo juga menjelaskan proses vaksinasi sudah siap dan akan dilaksanakan  bertahap dimulai dari tenaga medis dan tenaga pendukung. “Setelah siap untuk melakukan vaksinasi, sistem teknologi informasi dan digital juga telah siap dalam rangka mendukung vaksinasi,” ungkapnya.

Integrasikan Data

Menteri Johnny menyatakan kesiapan sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19 mencakup integrasi data, sistem keamanan, dan mekansime verifikasi.

Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19 mengintegrasikan data lintas kementerian dan lembaga untuk menghasilkan sistem yang komprehensif, baik untuk tahap pendaftaran, distribusi, pelaksanaan, hingga monitoring pelaksanaan vaksinasi pertama dan kedua,” jelasnya.

Ada tiga aplikasi yang diintegrasikan untuk meningkatkan efisiensi kinerja sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19, yaitu:

  • Aplikasi PeduliLindungi dari Kementerian Kominfo dan Kementerian BUMN yang digunakan dalam tracking-tracing-fencing akan digunakan untuk melakukan registrasi ulang bagi masyarakat penerima vaksin;
  • Aplikasi PrimaryCare dari BPJS Kesehatan yang telah digunakan di berbagai fasilitas kesehatan sejak 2014 juga akan digunakan untuk melakukan pencatatan hasil vaksinasi; dan
  • Aplikasi SMILE dari Kementerian Kesehatan dan United Nations Development Program (UNDP) digunakan untuk melakukan monitoring distribusi vaksinasi dari tingkat Provinsi hingga ke setiap fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).

“Perlu kami tekankan bahwa sistem keamanan dan kebijakan privasi ketiga aplikasi ini sudah terbukti aman dan masyarakat tidak perlu khawatir, terutama dalam melakukan registrasi ulang melalui aplikasi PeduliLindungi,” tegas Menteri Kominfo.

Dukungan Akses Internet

Selain aplikasi terintegrasi, Menteri Johnny menyatakan Kementerian Kominfo melalui Badan Layanan Umum (BLU) BAKTI juga telah menyelesaikan penyediaan akses Internet 3.126 titik fasyankes yang sebelumnya tidak terfasilitasi dengan baik.

“Penyelesaian ini menggenapi tersedianya akses Internet di seluruh 13.011 fasyankes di Indonesia. Adanya akses Internet ini menjadi tulang punggung yang penting untuk pelayanan kesehatan dan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, menurut Menteri Kominfo Pemerintah juga telah melengkapi sistem digital dengan mengerahkan Satuan BABINSA dari TNI dan Satuan BABINKAMTIBMAS dari POLRI untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi di lapangan.

“Secara khusus, satuan pasukan ini akan membantu melakukan verifikasi dan registrasi ulang secara offline (luar jaringan/luring) bagi masyarakat yang kesulitan mengakses kanal registrasi online (daring) PeduliLindungi,” paparnya.

Jamin Keamanan Data

Dalam acara itu, Menteri Johnny menyatakan sore ini akan dilakukan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Kominfo dan Menteri Kesehatan berkaitan dengan pelindungan data pribadi dan keamanan sistem database Satu Data Vaksinasi Covid-19.

“Kementerian Kesehatan akan bertindak sebagai wali data dan Kementerian Kominfo berwenang dalam pelindungan data pribadi,” ujarnya.

Menteri Kominfo mengharapkan dengan adanya SKB itu akan dapat semakin meningkatkan kepercayaan juga keyakinan masyarakat akan vaksin dan tata kelola vaksinasi oleh Kementerian Kesehatan serta kementerian dan lembaga lainnya.

“Saya juga berharap, rekan-rekan media sekalian juga terus melakukan pemberitaan yang aktual, faktual, dan kredibel, terutama dalam menyukseskan upaya vaksinasi yang aman, lancar, juga efektif,” harapnya.

Mengutip slogan Kementerian Kesehatan, Menteri Johnny mengajak pekerja media untuk menggaungkan semangat vaksinasi yang aman, imun dan taat protokol kesehatan.

“Mari kita gaungkan spirit vaksinasi yang aman, imun, dan taat protokol kesehatan: vaksin terjamin keamanannya, vaksin menciptakan imunitas, dan efektivitas vaksin harus dibarengi dengan ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” ungkapnya.

Dalam acara kunjungan Uji Coba Satu Data Vaksinasi di Puskesmas Jurangmangu, Menteri Kominfo didampingi oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail; Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dan pejabat di lingkungan Kota Tangerang Selatan.

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menyampaikan terima kasih atas bantuan Kementerian Kominfo untuk memperlancar proses vaksinasi.  Terima kasih banyak tentunya pak menteri, mudah-mudahan ini bisa membantu dan memperlancar proses untuk ada tahapannya,” tuturnya saat memberikan keterangan pers.

Menurut Walikota Airin, saat ini Tangerang Selatan memiliki 1.0461 orang tenaga medis dengan 67 fasilitas kesehatan. “Ini baru tahap yang pertama yang tentu 14 hari kemudian untuk penyuntikan di tahap berikutnya. Setelah petugas medis baru vaksinasi untuk yang lain dan ke masyarakat. Teman-teman wartawan bantu kami untuk bisa menyosialisasikan bahwa fokus utama untuk vaksin sekarang ini di wilayah Tangerang Selatan,” ungkapnya.

Pertamedika IHC Gandeng RS UKRIDA Perkuat Komitmen Melawan Covid-19

SuaraPemerintah.id – Kasus Covid-19 yang diperkirakan meningkat secara pesat jumlahnya pada awal 2021, mendorong kebutuhan untuk menambah ketersediaan fasilitas kesehatan yang mumpuni. Rumah Sakit yang telah melayani penanganan Covid-19 satu demi satu telah terisi kapasitas perawatannya hingga maksimal. Kendala ini menimbulkan keprihatinan bagi banyak pihak dan lapisan masyarakat, termasuk PT Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika IHC) yang dengan sigap menggandeng RS UKRIDA guna menambah fasilitas penanganan Covid-19 di wilayah Jakarta.

Tepat pada hari Senin, 11 Januari 2021 dilaksanakan peresmian RS UKRIDA sebagai RS khusus rujukan Covid-19 yang diselenggarakan secara daring. Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta Jajaran, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Jajaran Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta, Jajaran Direksi Pertamedika IHC, Jajaran Direksi PT Upadana dan RS UKRIDA.

Kerja sama Pertamedika IHC dan RS UKRIDA melalui proses penjajakan cukup singkat, dimana pada tanggal 1 Januari 2021 telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak yang menandakan secara resmi saat ini operasional RS UKRIDA berada dibawah pengelolaan Pertamedika IHC. Upaya mobilisasi sumber daya manusia, peralatan dan sistem secara terencana, cepat dan masif menjadi keunikan proses kerja sama ini.

Dari segi fasilitas, Rumah Sakit yang berlokasi di Jl. Arjuna Utara No 145 Jakata Barat tersebut telah siap beroperasi sebagai RS rujukan Covid-19 dengan kapasitas 240 bed yang terdiri dari 37 bed ICU dan 203 bed kamar isolasi yang dilengkapi dengan ventilator, high flow nasal canule, dan ruangan bertekanan negatif. Tak hanya itu, kelengkapan fasilitas penanganan Covid-19 tersebut juga ditunjang dengan alat kedokteran yang canggih seperti mesin HD, Cathlab, Radiologi, dan CT-Scan.

Dari segi tenaga medis telah disiapkan melalui 2 tahap, dimana tahap 1 sudah terpenuhi sebanyak 274 orang yang terdiri baik dari internal RS UKRIDA maupun penugasan dari Pertamedika IHC kemudian ditambah lagi dengan tenaga kerja rekrutan baru bekerja sama dengan PPSDM sebanyak 168 orang. Untuk Proses pemenuhan tenaga tahap 2 sedang dipersiapkan sebanyak total 459 yang sedang berjalan dengan Dinas kesehatan melalui PPSDM.

Selama proses persiapan kelengkapan fasilitas penanganan Covid-19 di RS UKRIDA, pemerintah DKI Jakarta turut berperan sangat aktif dalam memberikan dukungan salah satunya adalah dengan menerbitkan KepGub DKI Jakarta No 14 tahun 2021 tentang Perubahan ketiga atas keputusan gubernur no. 378 tahun 2020 tentang rumah sakit rujukan penanggulangan Covid-19, yang menunjuk RS UKRIDA menjadi RS rujukan Covid-19 di wilayah DKI Jakarta, sehingga memberikan dasar legitimasi yang kuat untuk menjalankan pelayanan Covid-19 bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan provinsi DKI Jakarta telah memiliki 101 rumah sakit rujukan Covid-19. Kondisi ketersediaan tempat tidur rumah sakit rujukan di Ibukota Jakarta pun kian menipis. Untuk itu, Pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah strategis dalam mengatasi kekurangan tempat tidur di DKI Jakarta. Dukungan dari berbagai pihak kepada RS UKRIDA untuk memberikan pelayanan bagi pasien Covid-19 dan menjadi RS Rujukan ini sangat membantu Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Secara pengelolaan RS, kerja sama operasional antara Holding RS BUMN dan RS swasta memiliki banyak manfaat, antara lain adanya kemudahan dalam Pengadaan Alat Kesehatan, BMHP dan Fasilitas Penunjang Medis, adanya peningkatan mutu dan standar pelayanan, transfer of knowledge dan upskilling tenaga medis” ujar Budi. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamedika IHC sebagai Holding RS BUMN yang telah merealisasikan skema kerja sama ini, kedepannya saya berharap akan lebih banyak kerja sama serupa demi percepatan penanganan pandemi Covid-19” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi yang terjalin antara RS BUMN dengan RS Swasta, “Kementerian BUMN sangat mengapresiasi kerja sama antara pemerintah, swasta, dan daerah dalam menekan angka penyebaran Covid-19 yang dilakukan secara bertahap. Saat ini kita harus bergerak cepat dan transparan dalam melakukan penanganan Covid-19 dengan fokus pada empat hal yaitu: keterjangkauan, ketersediaan, kualitas, dan kesadaran. Kerja sama operasional antara Pertamedika IHC dan RS UKRIDA ini juga merupakan bagian dari tujuan pembentukan holding RS BUMN yaitu mewujudkan ketahanan kesehatan nasional terlebih di masa pandemi ini. Semoga kerja sama ini bisa terus ditingkatkan, dan Kementerian BUMN pastinya akan memberikan dukungan penuh dalam rangka perluasan jaringan layanan penanganan Covid-19 yang terstandarisasi dengan baik dan merata untuk seluruh wilayah di Indonesia.” ungkap Menteri Erick.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sambutannya juga turut menyampaikan rasa bangga atas kolaborasi yang dilakukan selama menyiapkan fasilitas penanganan Covid-19 RS UKRIDA, “Yang menjadi penting dalam kerja sama antara Pertamedika IHC dengan RS UKRIDA bukan hanya soal penanganan Covid-19, namun juga tentang kolaborasi dimana unsur-unsur yang terlibat saling memudahkan satu sama lain. Semoga kerja sama ini bisa menjadi rujukan kolaborasi yang bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta.” ujarnya.

Pertamedika IHC selaku Holding RS BUMN memiliki jaringan layanan kesehatan yang tersebar di hingga pelosok negeri yang terdiri dari 73 Rumah Sakit dan 159 jaringan Klinik. Hingga 9 Januari 2021, tercatat RS BUMN memiliki fasilitas penanganan khusus Covid-19 sebanyak 3.210 bed Covid-19 dan 369 bed ICU Covid-19 dengan total jumlah pasien yang telah ditangani sebanyak 71.025 pasien dan tes PCR sebanyak 850.006 test.

Direktur Utama Pertamedika IHC dr. Fathema Djan Rachmat mengungkapkan bahwa Pertamedika IHC dengan seluruh jaringannya akan selalu menghadirkan pelayanan yang optimal guna memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi Indonesia, “Dengan masih meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia tentu dibutuhkan sinergi dari seluruh stakeholders di bidang kesehatan dalam menanggulangi pandemi ini. Peresmian RS UKRIDA sebagai RS rujukan Covid-19 ini diharapkan dapat menjadi model kerja sama antara RS BUMN dan RS Swasta, sehingga secara singkat dan cepat dapat meningkatkan kapasitas layanan Covid-19 di DKI Jakarta” dengan semangat beliau menyampaikan.

Pemerintah Dapat Suplai Vaksin Gratis dari GAVI

Pemerintah Dapat Suplai Vaksin Gratis dari GAVI

SuaraPemerintah.id – Pemerintah akan mendapatkan suplai vaksin COVID-19 secara gratis melalui kerja sama multilateral dengan GAVI (The Global Alliance for Vaccines and Immunisation). Menurut Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, vaksin tersebut kemungkinan akan sampai di Indonesia lebih cepat, sekitar akhir Februari atau awal Maret.

“Kerja sama multilateral kita dengan GAVI juga kelihatannya akan menghasilkan keputusan yang baik. Diharapkan minimal 54 juta dosis, maksimal bisa menjadi 108 juta dosis vaksin gratis kita bisa dapatkan dari GAVI,” kata Menkes usai menghadiri Rapat Terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Senin (11/01).

Adapun pilihan vaksinnya adalah produksi Pfizer, AstraZeneca, Novavax, dan Moderna yang sudah dapat izin persetujuan dari negara asalnya.

Vaksinasi merupakan langkah yang sangat penting untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Hal tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah untuk menjaga kesehatan rakyat sekaligus menjaga kesehatan keuangan negara.

Sebagai informasi, penandatangan formulir B vaksin GAVI COVAX Facilities telah dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dengan Menkes pada Kamis, 7 Januari 2021.