Beranda blog Halaman 4611

LG dan Perusahaan Korea Teken Kontrak Bangun Pabrik Baterai Listrik di Indonesia

SuaraPemerintah.id – Dilansir dari media Korea Times, perusahaan LG Energy Solution telah menandatangani MoU dengan pemerintah Indonesia untuk mengembangkan baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Presiden LG Energy Solution Kim Jong-hyun dan Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Sung Korea Selatan Yun-mo.

Sumber media tersebut menyebutkan, pemerintah Indonesia mengharapkan untuk bisa menandatangani kesepakatan dengan perusahaan selama kunjungan mereka ke Seoul untuk menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) antara kedua negara.

Mengenai rencana investasinya, mulai dari penambangan bahan baku hingga pembuatan sel baterai listrik.

“LG Energy Solution telah menjajaki peluang investasi di Indonesia untuk sementara waktu, dengan rencana untuk terlibat dalam berbagai proses pembuatan baterai melalui usaha patungan di negara ini,” kata sumber, dilansir dari Korea Times, Senin (21/12/2020).

Pihak LG Energy Solution menyebutkan MoU yang dilakukan merupakan perjanjian investasi yang bersifat tidak mengikat. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai detail MoU ini.

Tak hanya LG, perusahaan Korea lainnya yakni Posco juga akan terlibat dari proyek investasi bernilai puluhan triliun ini dengan LG Energy Solution sebagai pimpinan konsorsium.

Sumber ini juga mengatakan bahwa usaha patungan antara LG Energy Solution dan Hyundai Motor sedang berlangsung, dengan hasil yang diharapkan bulan depan.

Saat ini, Hyundai Motor sedang membangun pabrik kendaraan yang mampu memproduksi hingga 250.000 kendaraan, termasuk EV di Indonesia dengan rencana komersial pada akhir tahun depan.

Untuk pasokan baterai yang stabil ke pabrik, kedua belah pihak dilaporkan setuju untuk mendirikan usaha patungan dan sekarang menyempurnakan detail proyek.

LG Bentuk Konsorsium Bersama 4 BUMN

Sebelumnya, LG Energy Solution, juga dikabarkan akan membentuk konsorsium dengan empat perusahaan BUMN yakni MIND ID atau PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Keempat perusahaan pelat merah ini tergabung dalam Indonesia Battery Holding (IBH).

Proyek pabrik baterai dengan periode proyek 5 tahun tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar 10 triliun won atau setara dengan Rp 130 triliun (kurs Rp 12,97/won Korea).

Selain itu, LG International juga akan mengambil bagian dalam proyek ini. Investasi kedua anak perusahaan LG Group dalam proyek tersebut diperkirakan mencapai 2 triliun won atau lebih, setara dengan Rp 26 triliun. Media Business Korea mengatakan bahwan nota kesepahaman untuk inisiasi proyek dijadwalkan akan ditandatangani pada 18 Desember.

Dalam proyek ini, serangkaian fasilitas bersama akan dibangun untuk menangani proses penambangan nikel, peleburan, pemurnian, dan prekursor (senyawa yang berpartisipasi dalam reaksi kimia yang menghasilkan senyawa lain), bahan elektroda positif, dan produksi sel.

Fasilitas penambangan, peleburan dan pemurnian kemungkinan besar akan dibangun di Maluku Utara dan fasilitas produksi diharapkan akan didirikan di Jawa Barat. LG Energy Solutions akan bertanggung jawab penuh atas produksi sel baterai.

Proyek ini terpisah dari proyek bersama LG Energy Solutions dengan Hyundai Motor Indonesia. Proyek yang pertama itu adalah untuk membangun pabrik pembuatan baterai luar negeri LG Energy Solution terbesar dan yang kedua adalah untuk memproduksi sel baterai dan kemasan untuk digunakan dalam kendaraan listrik yang akan diproduksi di Indonesia.

Lumpia Duleg, Lumpia Mini Khas Klaten yang Lezat

Lumpia Duleg, Lumpia Mini Khas Klaten yang Lezat

SuaraPemerintah.idLumpia duleg atau sosis duleg merupakan makanan khas Klaten yang kini mulai langka. Lumpia mini ini mempunyai keunikan sendiri dibanding lumpia pada umumnya. Kelezatannya membuat sejumlah orang yang mencicipinya ketagihan.

Bahan utama pembuatan lumpia khas Klaten ini adalah pati onggok yang dihasilkan oleh saripati  pohon aren. Pati yang sudah direndam selama sehari semalam kemudian disaring dan dicampur dengan tepung terigu. Bumbu yang dibutuhkan adalah bawang, garam dan merica. Untuk isiannya, dahulu pernah menggunakan pepaya muda, tapi sekarang diganti dengan taoge.

Cara menikmati lumpia ini dengan menggunakan juruh atau saus yang terbuat dari larutan gula jawa dan bawang untuk menambah kelezatan. Juruh itulah yang menjadikan lumpia ini disebut dengan lumpia duleg karena cara makannya dengan dicocol ke saus tersebut.

Sentra pembuatan lumpia duleg berada di Dukuh Lemburejo, Desa Gatak, Delanggu, Klaten. Terdapat 15 warga yang sampai kini masih memproduksi lumpia duleg. Salah satunya, Mbah Daliyem yang sudah membuat lumpia ini lebih dari setengah abad.

Beda dari penjual lainnya, Mbah Daliyem menjajakan dagangannya dengan cara dipikul. Ia berjualan dari pukul 10.00 WIB sampai dagangannya laku semua.

“Saya jualannya jalan kaki, dagangannya digendong. Biasanya mulai keliling jam 10.00 pagi sampai habis baru pulang,” ungkapnya

Selain Mbah Daliyem, ada Nur Hidayah yang merupakan penjual lumpia yang sudah berjualan selama 18 tahun. Dalam sehari ia membuat 1.600 lumpia menggunakan empat kg Pati Onggok. Nur Hidayah mengatakan, saat pandemi seperti ini, penjualan lumpia sedikit menurun. Biasanya dalam sehari ia bisa membuat adonan dua kali. Tetapi untuk saat ini hanya membuat adonan satu kali.

Srianto (52th) seorang pembeli lumpia duleg ini mengatakan baru pertama kali membeli lumpia ini.

“Baru sekali beli lumpia. Harganya satu pack tadi lima ribu. Dengan harga segitu gak kemahalan. Beli ini ya karena ini makanan khas Klaten, sekalian membantu UMKM yang terdampak pandemi ini,” jelasnya.

Lagi Ngehits Ketjeh Resto, Wisata Air dan Kuliner Unik Buatan BUMDes Wangen

SuaraPemerintah.id – Sejak dibuka pada 6 Desember lalu, Ketjeh Resto semakin ngehits dan viral. Wisata kuliner di Desa Wangen, Polanharjo, Klaten, Jawa tengah, ini menjadi wisata yang unik karena memadukan kuliner dengan wisata air.

Ketjeh Resto dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Wangen yang bekerja sama dengan pihak ketiga. Gagasan membangun restoran berkonsep wisata air ini bermula untuk memanfaatkan lahan kas desa yang dinilai tak produktif. Jadilah Ketjeh Resto sebagai salah satu wisata unik yang semakin banyak dikunjungi.

Saking banyaknya air, lahan tersebut hanya bisa ditanami kangkung dan cenil. Guna memberikan nilai plus, lokasi tersebut dirombak menjadi Ketjeh Resto. Meski demikian, pengelola masih menyisakan sedikit lahan agar masih ada tempat untuk menanam kangkung atau pun cenil.

“Ketjeh Resto ini bagian dari upaya memanfaatkan aliran mata air juga. Di Jateng, konsep seperti ini baru di Ketjeh Resto. Antusias pengunjung lumayan banyak, baik dari Jateng atau pun di luar Jateng. Lantaran masih pandemi, kami masih membatasi dengan sistem open-close. Jika tempat duduk penuh, kami tutup sementara. Dalam sehari, kami bisa melayani 4 x 360 orang,” kata Pengelola Ketjeh Resto Wangen, Arif Widiyono.

Sesuai namanya, Ketjeh Resto yang baru soft opening, Minggu (6/12/2020) mencoba memadukan konsep wisata air dan kuliner dalam satu lokasi. Ketjeh sendiri diambil dari bahwa Jawa ‘keceh’ atau bermain air. Jadi selain menyantap makanan dengan meja makanan seperti di restoran pada umumnya, pengunjung juga bisa sekaligus keceh alias bermain air.

Pengunjung tidak perlu khawatir aliran air yang berasal dari mata air bagian hulu Desa Wangen itu bakal meluap. Debit air selalu dikontrol agar tingginya di kisaran 5 cm. Saat hujan turun pun, debit air tetap dikontrol dengan ketinggian 10-15 cm. Kondisi air di sana diyakini berkualitas baik karena berasal dari mata air, sehingga tak akan membikin gatal-gatal di kulit.

Dilengkapi Fasilitas Wisata Sunah

Restoran ini luasnya mencapai 500 meter persegi. Adapun total lahan kas desa yang disiapkan mendukung kompleks wisata tersebut mencapai 10 hektare.

Selain restoran, di sekitar lokasi Ketjeh Resto juga dilengkapi fasilitas wisata lainnya. Ada fasilitas berkuda dan memanah yang biasa disebut wisata sunah.

Afdol Ajib mengatakan di kompleks Ketjeh Resto disediakan 17 ekor kuda. Di samping itu disediakan area memanah jarak pendek, jarak panjang, endurance, dan archery battle. Ke depan pengelola juga tengah menyiapkan fasilitas mini water boom, ATV, perahu kuni, dan wisata air lainnya.

Ketjeh Resto buka dari pukul 8.30 WIB hingga  16.30 WIB. Setiap pengunjung yang datang diharuskan membayar uang parkir kendaraan. Begitu masuk, tinggal pilih mau berkuda, memanah, atau makan. Tarif berkuda Rp15.000 untuk dua kali putaran. Di luar itu, jika sudah mahir ada paket Rp50.000-Rp200.000. Sedangkan tarif memanah senilai Rp15.000 untuk enam anak panah atau Rp50.000 selama satu jam.

Kebanyakan pengunjung yang datang mengetahaui Ketjeh Resto dari berita viral yang tersebar di media sosial. Selain itu wisata ini memang menawarkan konsep baru dalam menikmati kuliner dan berwisata. Pemandangan di sana juga sangat bagus untuk dijadikan tempat berswafoto

5 Aktivitas Seru Dalam Satu Hari Yang Harus Kalian Kunjungi di Magelang

5 Aktivitas Seru Dalam Satu Hari Yang Harus Kalian Kunjungi di Magelang

SuaraPemerintah.idMengulik wisata di Magelang tidak akan pernah ada habisnya. Daerah yang ‘dikepung’ lima gunung ini memiliki banyak tempat wisata. Mulai dari wisata sejarah, wisata alam, wisata buatan, hingga wisata kuliner semua ada di Magelang.

Magelang juga bisa destinasi saat wisatawan butuh tempat pelarian dari rutinitas. Terlebih bagi mereka yang mendamba liburan singkat di akhir pekan alias weekend getaway. Banyak hal seru yang bisa dilakukan di Magelang selama seharian, tanpa perlu mengambil cuti panjang.

Beruntung, Magelang memiliki akses transportasi yang sangat memadai. Ditambah kini ada Bus Trans Jateng trayek Purworejo-Magelang yang semakin memudahkan wisatawan mengunjungi Magelang. Nah, berikut lima aktivitas seru yang bisa dilakukan di Magelang dalam waktu satu hari.

1. Berburu sunrise di Gunung Andong

Ingin menikmati suasana pagi yang berbeda? Wisatawan bisa melangkahkan kaki ke Gunung Andong. Gunung dengan ketinggian 1.726 mdpl ini menyajikan pesona matahari terbit atau sunrise yang luar biasa. Selain panorama matahari terbitnya, Gunung Andong juga memiliki lanskap luar biasa. Hanya dengan memutar badan, wisatawan dapat melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, Gunung Ungaran, dan Gunung Telomoyo. Wisatawan hanya perlu berdiri di salah satu puncak Gunung Andong.

Istimewanya lagi, Gunung Andong ramah untuk pendaki pemula. Perjalanan dari basecamp menuju puncak hanya butuh waktu 1,5 hingga 2 jam. Sehingga wisatawan mendaki Gunung Andong dalam sekali jalan alias tektok. Namun, jika ingin menikmati suasana Magelang pada malam hari dan dari ketinggian, berkemah menjadi pilihan yang sangat tepat.

Tak seperti gunung lain yang susah sinyal atau malah tak ada sinyal sama sekali, di Gunung Andong, wisatawan tetap masih bisa internetan. Bahkan sejak di jalur pendakian, wisatawan tetap bisa mengunggah foto di Instagram, update status di Facebook, atau chat via WhatsApp. Apalagi saat berada di puncak, semakin kencang bahkan 4G!

2. Menikmati lezatnya tahu kupat

Setelah turun dari Gunung Andong, segera isi perut dengan menyantap seporsi tahu kupat. Ya, satu kuliner yang wajib disantap saat di Magelang adalah tahu kupat.

Sesuai dengan namanya, kuliner ini didominasi irisan ketupat serta tahu dalam setiap penyajiannya. Sebagai tambahan, ada irisan bakwan, kol, tauge, seledri, serta taburan bawang goreng dan kacang goreng. Seolah masih belum cukup, tahu dan teman-temannya ini lantas disiram oleh kuah kacang yang dibuat langsung saat pembeli baru memesan.

Soal rasa, sudah pasti hanya ada dua pilihan: enak dan enak banget. Rasa gurih dan manis dari kuah kacang berpadu sempurna dengan aneka isian tahu kupat. Meninggalkan jejak yang begitu kuat di lidah dan sama sekali tidak membuat eneg.

Ada permainan tekstur saat menyuapkan sesendok tahu kupat. Renyahnya kol dan tauge menjadi satu dengan irisan ketupat dan tahu yang lembut. Suapkan bersama irisan bakwan, nikmat betul. Ini membuat siapapun ingin terus menyuap tanpa henti dan meninggalkan piring kosong.

Mudah menemukan warung atau tempat makan yang menyajikan menu tahu kupat di Magelang. Satu di antaranya Tahu Kupat Pak Pangat yang berada di Jalan Panembahan Senopati nomor 41, Kecamatan Magelang Selatan atau dekat SMAN 4 Magelang.

Tahu Kupat Pak Pangat buka setiap hari pukul 08.00-15.00 WIB. Namun tak jarang, Tahu Kupat Pak Pangat tutup gasik karena sudah habis, diborong pembeli.

3. Menjelajah Alun-alun Kota Magelang

Liburan ke suatu daerah baru, rasanya tidak lengkap bila tidak mampir ke alun-alunnya. Termasuk saat wisata ke Magelang. Jangan lupa untuk luangkan waktu sejenak untuk mampir ke Alun-alun Magelang.

Alun-alun Magelang memiliki sejumlah keunikan yang tidak ada ditemukan di alun-alun daerah lain. Misalnya patung Pangeran Diponegoro menaiki kuda. Patung ini dibangun untuk menghargai jasa sang Pangeran mengusir penjajah di Magelang.

Bangunan yang tak kalah ikonik di alun-alun sekaligus menjadi landmark Magelang yaitu menara air. Bangunan peninggalan Belanda ini dulu dimanfaatkan untuk menyediakan kebutuhan air bersih di Kota Magelang. Namun kini, dimanfaatkan PDAM untuk menyediakan air bersih di sekitar alun-alun.

Selain menjelajah setiap sudut alun-alun, wisatawan juga dapat berfoto di dekat tulisan raksasa ‘Magelang’ atau berburu kuliner di sekitar Alun-alun Magelang. Cocok juga untuk bersantai atau sekadar melepas lelah di area alun-alun yang cukup luas.

4. Berwisata sejarah di Candi Mendut dan Candi Pawon

Puas berkelana di Alun-alun Magelang, langkahkan kaki menuju kompleks candi di Magelang. Wisata di Magelang memang tidak bisa dipisahkan dari candi, terutama Candi Borobudur. Namun, bila Candi Borobudur terlalu mainstream, alihkan tujuan Anda ke ‘tetangganya.’

Adalah Candi Mendut dan Candi Pawon. Lokasi kedua candi ini tidak begitu jauh dari Candi Borobudur. Dan, jarak antara Candi Mendut dan Candi Pawon sangat dekat, hanya 5 menit berkendara. Ada juga tiket terusan bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Candi Mendut dan Candi Pawon sekaligus.

Baik Candi Mendut maupun Candi Pawon sama-sama bercorak Buddha. Tak heran bila kedua candi memiliki keterkaitan dengan Candi Borobudur, baik dari sisi historis maupun simbolis. Bila ditarik garis, ketiga candi ini berada dalam satu garis lurus dengan susunan dari timur ke barat adalah Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Borodudur.

Ada yang istimewa sekaligus unik dari kedua candi ini. Di Candi Mendut, terdapat pohon Dewata (Ficus sp) yang sangat rimbun serta batu-batu reruntuhan. Sementara keunikan Candi Pawon ada pada lokasinya. Ya, Candi Pawon berada di tengah-tengah kompleks perkampungan warga. Artinya, wisatawan harus jeli bila ingin menyambangi Candi Pawon.

5. Mendaki Bukit Dagi

Terakhir, jika tetap ingin ke Candi Borobudur, tapi mencari spot lain, wisatawan bisa ‘mlipir’ ke Bukit Dagi. Spot ini termasuk yang jarang disambangi pengunjung candi. Padahal masih berada di satu kompleks dengan Candi Borobudur. Lokasinya sebelum pintu keluar.

Sesuai nama depannya, Bukit Dagi berada di ketinggian 275 mdpl. Butuh waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk bisa sampai ke puncak Bukit Dagi. Namun tak perlu khawatir, akses Bukit Dagi sangat mudah. Pengunjung hanya perlu menaiki tangga.

Di Bukit Dagi, wisatawan dapat menikmati kemegahan Candi Borobudur dari sudut yang lain. Keindahan Candi Borobudur terlihat dari kejauhan. Di puncak Bukit Dagi, wisatawan bisa menikmati Candi Borobudur yang dikelilingi pegunungan di sekitarnya.

Suasana alam yang disajikan Bukit Dagi sangat berbeda. Adanya pohon pinus di sekeliling bukit membuat suasana lebih nyaman, tenang, sejuk dan mempesona. Tak salah, bila Bukit Dagi menjadi destinasi wisata yang cocok untuk menepi.

Nah, sudah siap untuk kabur sejenak atau weekend getaway di Magelang? Lekas realisasikan agar tak hanya jadi wacana, ya. Namun, ingat selalu untuk mematuhi protokol kesehatan selama berwisata.

Budidaya Kerang Abalon Jadi Tumpuan Ekonomi Masyarakat Pesisir

KKP Optimis Budidaya Abalon Jadi Tumpuan Ekonomi Masyarakat Pesisir

SuaraPemerintah.id – Seperti diketahui bahwa kerang abalon merupakan komoditas yang relatif masih baru dan belum banyak dibudidayakan di Indonesia. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan pengembangan inovasi teknologi budidaya untuk meningkatkan produksi abalon.

Saat ini, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPUI2K) Karangasem Bali telah berhasil dalam teknik pembenihan dan pengembangan teknologi budidaya kerang abalon.

Gastropoda laut bernama latin Haliotis sp ini akan mampu memberikan peranan yang penting bagi perekonomian masyarakat pesisir, tidak hanya untuk dimakan atau dijual di pasar lokal, namun juga diekspor ke beberapa negara seperti Asia, Eropa dan Amerika Serikat. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangannya di Jakarta.

“Pengembangan budidaya abalon masih sangat potensial dilakukan di Indonesia mengingat perairan laut kita masih sangat luas dan cocok. Budidaya abalon dapat memberikan alternatif atau tambahan penghasilan bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak positif secara ekologi. Dengan budidaya, tidak terjadi lagi eksploitasi sumberdaya abalon di alam”, terang Slamet.

Menurut Slamet, dalam pengembangan budidaya abalon perlu diperhatikan kelayakan lokasi untuk budidayanya berdasarkan kondisi fisik perairan, kondisi kimia dan akses ke lokasi budidaya. “Perairan terlindung dan aman untuk membangun kontruksi budidaya, kemudian aksesibilitas juga perlu diperhatikan seperti lokasi budidaya mudah dijangkau dan keamanan terjamin. Dan perlu dicatat perairan harus bebas dari pencemaran, buangan industri, limbah pertanian ataupun limbah rumah tangga”, lanjutnya.

Slamet yakin budidaya kerang abalon dapat meningkatan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya pembudidaya dan nelayan. “Budidaya abalon dapat dilakukan dengan sistem karamba jaring apung, jaring tancap, atau menggunakan keranjang-keranjang plastik yang telah diberi shelter atau bahan pelindung”, tambahnya.

Lanjut Slamet, “UPT kami akan terus berinovasi dalam pengembangan budidaya abalon termasuk didalam tahap pembenihan, pendederan dan pembesarannya. Kami ingin teknologinya benar-benar dapat diaplikasikan ke masyarakat”.

Budidaya abalon akan semakin diminati masyarakat mengingat teknologi budidaya abalon tergolong ramah lingkungan dan tidak mencemari karena tidak menggunakan bahan kimia, hanya menggunakan mikroalga maupun makroalga sebagai pakan pada proses budidayanya.

Secara terpisah, Kepala BPUI2K Karangasem, Winarno menjelaskan bahwa pemijahan abalon di BPUI2K dilakukan setiap bulan dengan metode penjenuhan oksigen. “Dalam satu periode pemijahan dapat dihasilkan 2 – 3 juta trochophore”, sebutnya.

Pemeliharaan induk abalon di BPUI2K Karangasem dilakukan dalam dalam bak fiber volume 1.500 liter yang diberi shelter (pelindung) dengan memakai sistim air mengalir. Setiap bak diisi 150 ekor induk abalon dan diberi pakan berupa rumput laut secara adlibitum (selalu tersedia). Pemeliharaan induk abalon dilakukan sampai matang gonad dan siap dipijahkan.

Untuk pemeliharaan larva dilakukan pada bak beton yang diberi sirkulasi air dan aerasi dengan pengaturan kecil. Pemberian pakan berupa bentik diatom. Larva abalon dipelihara selama 2 bulan hingga larva berubah menjadi benih berukuran 1 cm.

Grading dilakukan untuk menyeragamkan ukuran serta menghindari dari persaingan makanan. Grading abalon dilakukan setiap bulan selama 4 kali yaitu ukuran 2 cm (3 bulan), 3 cm (4 bulan), 4 cm (5 bulan) dan 5 cm (> 6 bulan).

Manajemen pakan dilakukan sesuai umur abalone yang dipelihara. Untuk umur 1 bulan diberikan pakan berupa plankton jenis diatom dosis 1 juta sel per ml. Kemudian pakan berupa rumput laut jenis ulva dan gracilaria diberikan pada umur 2 bulan hingga diatas 7 bulan dengan metode ad libitum (pemberian pakan secara berlebih).

“Hasil produksi benih abalon yang berasal dari BPIU2K Karangasem didistribusikan ke beberapa daerah seperti Bali, Pulau Seribu, Bogor, Yogyakarta serta daerah lainnya di Indonesia. Penggunaan benih abalon yang dulunya hanya terbatas untuk kegiatan penelitian dan menunjang kegiatan restocking tetapi sekarang sudah dapat dibudidayakan oleh kelompok nelayan atau pembudidaya dengan menggunakan sistem jaring tancap maupun karamba jaring apung”, tutur Winarno.

Libur Nataru, Pelaku Wisata Temanggung Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Pelaku Wisata Temanggung

SuaraPemerintah.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Temanggung, mewanti-wanti para pengusaha hotel dan restoran agar menerapkan dan menaati Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19.

Terutama saat musim liburan Natal dan Tahun Baru yang dimungkinkan akan terjadi lonjakan kunjungan wisata.

Terkait penerapan Prokes pencegahan Covid-19 itu, Dinbudpar akan segera melaksanakan sosialisasi pada para pengusaha hotel dan restoran. Sedikitnya ada 40 pelaku usaha yang akan diundang pada sosialisasi tersebut.

“Besok Senin (21/12/2020) akan ada kegiatan sosialisasi terkait protokol kesehatan untuk pengusaha hotel dan restoran di Temanggung di Pendopo Pengayoman,” kata Kepala Dinbudpar Kabupaten Temanggung, Eddy Cahyadi, Kamis (17/12/2020).

Sebelumnya, lanjut Eddy, pihaknya juga telah melakukan upaya penerapan Prokes pada destinasi wisata. Beberapa kali pihak Dinbudpar telah mengirimkan surat himbauan tentang pengetatan Prokes pencegahan Covid-19. Sejauh ini Prokes tersebut telah ditaati di beberapa lokasi wisata.

“Terkait destinasi wisata, sudah beberapa kali kita kirimkan surat terkait himbauan tentang pengetatan protokol kesehatan di destinasi,” pungkas Eddy.

KemenPUPR Dukung Konservasi Ex Situ Taman Anggrek Kebun Raya Bogor

Taman Anggrek Kebun Raya Bogor

SuaraPemerintah.id – Sebagai upaya mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah melakukan penataan kawasan kebun raya di beberapa provinsi di Indonesia.

Salah satunya Penataan Bangunan Kawasan Taman Anggrek Kebun Raya Bogor. Kehadiran kebun raya sebagai salah satu upaya konservasi tumbuhan secara ex situ (pelestarian spesies di luar habitat alaminya).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa penataan Kebun Raya tidak hanya memberikan dampak positif dari sisi peningkatan kelengkapan prasarana fisik, keindahan landscape dan ruang terbuka hijau publik, namun juga dari sisi kontribusi terhadap konservasi air, tanah, dan perbaikan kualitas udara pada kawasan perkotaan.

“Taman Anggrek di Kebun Raya Bogor tentunya akan menambah fasilitas yang sudah tersedia dengan baik. Harapannya juga akan menambah koleksi tanaman sebagai keanekaragaman hayati kita yang kaya,” kata Menteri Basuki.

Ruang lingkup Penataan Bangunan Kawasan Taman Anggrek Kebun Raya Bogor meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, dan Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing (MEP) pada pembangunan Rumah Kaca Induk seluas 6.813 m2 dan Laboratorium Kultur Jaringan seluas 1.560 m2. Hingga 20 November 2020 progres fisik penataan kawasan ini mencapai 97%.

Pekerjaan Penataan Bangunan Kawasan Taman Anggrek Kebun Raya Bogor dimulai sejak 18 Desember 2019 oleh kontraktor PT Kemang Bangun Persada dengan nilai kontrak Rp 35,9 miliar. Manajemen konstruksi dilakukan oleh PT Elsadai Servo Cons – PT Bintang Perkasa Sejati (KSO) dan perencana PT Saranabudi Prakarsaripta – PT Wahana Reka Tekindo.

Pengembangan Taman Anggrek pada Kebun Raya menekankan pada pelaksanaan lima fungsi kebun raya, yaitu konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan.

Pemerintah Pusat dan Daerah saat ini tengah melakukan penataan pada 12 kebun raya yakni Kebun Raya Bogor, Cibinong, Cibodas, Purwodadi, Eka Karya Bali , Liwa Lampung Barat, Balikpapan, Kuningan, Baturraden, Banua, Jompie Parepare dan Kendari. Dari total tersebut, Kementerian PUPR menata empat kebun raya yakni Kebun Raya Bogor, Cibinong, Eka Karya Bali, Baturraden.

Dekranasda Jabar Fokus Angkat Daya Saing & Daya Jual Produk Lokal

Dekranasda Jabar Fokus Angkat Daya Saing & Daya Jual Produk Lokal

SuaraPemerintah.id – Pandemi global Covid-19 berdampak terhadap segala sendi kehidupan, mulai dari pariwisata hingga ekonomi, pelajar hingga ibu-ibu, juga dari perusahaan hingga Usaha Kecil Menengah (UKM), termasuk para pengrajin di Jawa Barat.

Untuk itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat berupaya mendorong pertumbuhan serta meningkatkan daya saing dan jual produk lokal agar bertahan di tengah pandemi dan berkembang di masa pemulihan ekonomi.

Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya fokus meningkatkan daya saing dan daya jual produk para pengrajin di Jawa Barat dengan mendorong inovasi, digitalisasi, dan kreativitas produk.

“Yang paling penting di masa pandemi Covid-19 adalah melakukan kreativitas dan inovasi terkait dengan produk-produk yang saat ini dibutuhkan dan bisa diterima oleh masyarakat. Kreativitas ini bisa mengantarkan pengrajin bertahan dan menjadi solusi di tengah masyarakat, termasuk saat pandemi,,” ucap Atalia, di Kota Bandung, Kamis (17/12/2020).

Menurut Atalia, di masa pandemi, kegiatan rutin Dekranasda Jawa Barat mulai dari seminar, workshop, fashion show, pameran, hingga talk show pun disesuaikan menjadi web seminar (webinar) maupun workshop pembuatan face shield hingga agenda lain yang digelar dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Dipilih pelatihan face shield karena merupakan salah satu produk yang dibutuhkan oleh masyarakat di tengah pandemi untuk mencegah penyebaran atau penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19,” ujarnya.

Atalia menambahkan, selain di Kota Bandung, Workshop Pembuatan Face Shield juga dilakukan di Kota Cimahi, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung. Meski hanya berlangsung di empat daerah, tetapi pelatihan itu juga menjaring peserta asal Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung Barat.

“Saya berharap pelatihan tersebut bisa memberikan motivasi kepada para pengrajin di Jabar untuk terus berkarya dan produktif di tengah pandemi Covid-19. Inovasi itu bisa muncul atau kita lakukan dari apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan,” tuturnya.

Atalia menghimbau kepada para pengrajin Jawa Barat di mana pun berada, untuk tetap semangat menghasilkan karya-karya terbaik disesuaikan dengan kebutuhan di masa itu, termasuk kali ini di tengah pandemi Covid-19.

Selain menggelar pelatihan, Dekranasda Jabar juga mendorong daya saing kreasi lokal lewat pameran virtual “Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ)” kerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar pada 11-15 Agustus 2020 yang diikuti 60 pengrajin pilihan se-Jabar.

“Pameran produk terpilih ini sekaligus mendukung peningkatan ekspor ekonomi kreatif Jabar. Apalagi Jabar memiliki banyak potensi kreatif, mulai dari alam hingga kriya, yang bisa menyokong pemulihan ekonomi pascapandemi,” katanya.

Atalia menegaskan, sejak awal pandemi Dekranasda Jabar terus mendorong pengrajin untuk berkreasi, berinovasi, agar bertahan dan bisa merasakan optimisme perekonomian pascapandemi Covid-19. Dan Dekranasda Jabar juga selalu mengingatkan pengrajin binaan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pelatihan e-commerce.

“Pengrajin akan semakin tangguh jika bisa melakukan pemasaran secara online. Apalagi karena pandemi, banyak masyarakat yang semakin melek teknologi karena semua dilakukan dari rumah, dulu offline sekarang serba online, termasuk belanja,” ujarnya.

Sementara medio November hingga awal Desember 2020, Dekranasda Jabar menggelar “Workshop Fotografi Produk” di 14 daerah yakni Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, Sukabumi, Garut, Bogor, Ciamis, Cirebon, Tasikmalaya, Subang, serta Kota Cimahi, Bogor, Tasikmalaya, Banjar, dan Cirebon dengan materi antara lain teori dasar fotografi, praktik teknik fotografi produk, hingga media digital promotion.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menyajikan foto produk yang menarik sehingga bisa meningkatkan daya saing dan daya jual di marketplace maupun media sosial.

Di Kabupaten Subang, Workshop Fotografi Produk diberikan kepada warga Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, di Balai Desa Patimban pada 7 November 2020. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya pengembangan warga sekitar terkait pembangunan Pelabuhan Patimban yang diproyeksikan menjadi pelabuhan terbesar dan tercanggih di Indonesia.

Dalam agenda terbaru, Dekranasda Jabar juga mendorong daya saing dan daya jual produk lokal dengan menggelar Lomba Produksi Face Shield dengan total hadiah Rp10 juta, dimana penjurian dilakukan pada 10 Desember 2020 dengan menghadirkan akademisi di bidang terkait.

Atalia berharap, melalui kegiatan-kegiatan Dekranasda Jabar di masa pandemi maupun sebelum pandemi Covid-19, para pengrajin se-Jabar mampu berkreasi secara inovatif sehingga bisa bersaing dan optimistis menatap perekonomian pascapandemi.

“Kunci sukses usaha adalah rasa percaya diri, memperluas jaringan pasar, kreatif, inovatif, terbuka untuk informasi, berpikir positif, telaten, dan sabar. Mari bersama-sama memajukan usaha anak bangsa,” ajak sosok “Pejuang Perempuan di Masa Pandemi Covid-19” versi KNPI Jabar ini.

Bangkitkan Pariwisata Kuta Mandalika, MHA Buka Surfing Competition

Salah seorang peserta MHA OPEN 2020 Surfing Competition, sedang beraksi di Pantai Seger.

SuaraPemerintah.id – Seperti diketahui, industri pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terdampak secara signifikan oleh adanya pandemi COVID – 19.

Berawal dari keprihatinan tersebut, sejumlah general manager dari 30 hotel di area Kuta Mandalika yang tergabung dalam Mandalika Hotel Association (MHA), bekerjasama dengan Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), berinisiatif untuk mengadakan kompetisi selancar ombak tingkat nasional bertajuk MHA OPEN 2020 Surfing Competition.

Dengan harapan dapat menghidupkan kembali geliat pariwisata di Lombok, khususnya di area Kuta Mandalika dan sekitarnya.

Head of project event, Jourena Juliet menjelaskan bahwa persiapan acara MHA Open 2020 Surfing Competition ini dilakukan selama tiga bulan dengan pembentukan team penyelenggara di bulan September 2020.

“Dalam menyelenggarakan event nasional ini kami menggandeng operator surfing competition yaitu PSOI (Persatuan Selancar Ombak Indonesia) sebagai lembaga resmi yang menaungi olahraga perselancaran, dan berlanjut dengan persiapan proposal ke beberapa pihak termasuk ITDC dalam pengajuan venue, di pantai Seger. Kami sangat berterima kasih akan tanggapan yang positif dari semua pihak khususnya dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kab. Lombok Tengah,” jelas General Manager dari Sikara Hotel ini.

Lebih lanjut dijelaskan kalau event ini juga disambut baik oleh semua kalangan khususnya masayarakat desa Kuta.

“Acara yang berlangsung selama 4 hari berturut-turut ini dilangsungkan dengan meriah dan mendapat dukungan dari masyarakat sekitar, seperti tujuan acara kami untuk membangkitkan pariwisata dan meningkatkan perekonomian daerah, masyarakat dan pebisnis lokal merasakan dampak dari acara MHA Open 2020. Semoga tahun depan, kami bisa membawa pengunjung lebih dari pada tahun ini dengan harapan pariwisata mandalika menjadi tujuan destinasi favorite,” ungkap Jourena.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MHA — Samsul Bahri, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, karena acara kompetisi ini dapat berlangsung dengan lancar sampai dengan hari terakhir tanpa kendala yang berarti dan tanpa adanya kecelakaan yang terjadi saat kompetisi berlangsung.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar Zero accident, zero problem dan ucapan terima kasih terdalam saya kepada semua stakeholders diantaranya Kemenparekraf, Pemprov NTB, Pemkab Loteng, ITDC dan jajaran kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat dan semua pihak yang tak bisa saya sebutkan satu per satu yang telah ikut mendukung kesuksesan acara ini hingga selesai dengan paripurna,” ujar General Manager dari JM Hotel Kuta ini.

Lebih lanjut Samsul juga menyampaikan bahwa lewat acara ini, MHA ingin menunjukkan bahwa Mandalika memiliki berbagai nilai jual berskala internasional, salah satunya adalah surfing spots yang menurutnya menjadi alasan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang dan berlama-lama tinggal di Lombok.

Length of stay para surfer ini rata-rata di atas 3 hari sampai 1 bulan untuk menjajal surfing spots kita. Jadi jelas surfing adalah jawaban tepat untuk mendongkrak angka hunian dan lama tamu menginap,” jelas Samsul dengan optimis.

Selain itu, Manajer Humas event MHA OPEN 2020, Lalu Sandika Irwan menyampaikan selama event berlangsung dari awal sampai akhir tetap melakukan sosialiasi dan penerapan protocol kesehatan untuk semua pengunjung dan kontestan.

“Alhamdulillah, semua pihak kooperatif dalam event ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujar Ketua Masata DPC Lombok Tengah ini.

Sandika menceritakan mengenai dampak ekonomi yang timbul khususnya bagi pelaku UMKM di pantai Seger Kuta Mandalika.

“Kami senang sekali karena dengan adanya event ini, masyarakat bisa tersenyum kembali sejak 8 bulan libur berjualan akibat tidak adanya turis, Alhamdulillah sekarang tembus 600ribu – 2 juta lebih per hari,” pungkas Sandika.

Seperti diketahui bahwa acara MHA Open 2020 ini diselenggarakan dari 16-19 Desember 2020, bertempat di Pantai Seger, pantai yang selama ini telah menjadi salah satu spot favorit bagi para peselancar dari berbagai penjuru Indonesia bahkan dunia dan terbagi menjadi 4 bagian divisi yaitu Men’s, Women’s, Under 16, dan Mandalika Division.

Di samping kontes selancar, diadakan juga Surfing Photography Contest yang diselenggarakan melalui Instagram dan terbuka untuk umum dengan hadiah jutaan rupiah.

Dalam event MHA OPEN 2020 Surfing Competition ini panitia dan PSOI NTB telah berhasil menjaring lebih dari 200 orang peserta untuk keseluruhan divisi yang berasal dari pulau Bali, Sumbawa, Jawa, Sumatera dan tentunya dari pulau Lombok sendiri.

Beberapa di antaranya juga merupakan turis asing yang berada di Indonesia. Peserta terdiri dari berbagai tingkat keahlian mulai dari pemula sampai profesional. Terdapat nama-nama yang sudah tidak asing lagi di kalangan para peselancar, seperti atlit selancar nasional asal Cimaja, Jawa Barat — Dede Suryana dan juga atlit kebanggaan Lakey Peak, Sumbawa — Oney Anwar.

Hari terakhir kompetisi pada 19 Desember 2020, ditutup dengan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang dengan total senilai 150 juta rupiah. Total ada 16 orang pemenang dari Men’s, Mandalika dan U-16 Divisions serta 4 orang pemenang dari Women’s Division, yaitu:

Men’s Division :

  1. Darma Putra – Bali
  2. Darma Yasa (Bleronk) – Bali
  3. Oney Anwar (Sumbawa) dan Varun Tandjung (Bali)

4 orang semifinalis dan 8 orang quarter finalist juga mendapatkan apresiasi berupa uang tunai.

Women’s Division :

  1. Taina Angel – Bali
  2. Izabel Nalu – Brazil
  3. Dhea Natasha (Jember) dan Cinta Hansel (Bali)

Mandalika Division :

  1. Jeren Kiring – Kuta Mandalika
  2. Samsul – Senggigi
  3. Izam (Kuta) dan Govinda (Lakey)

4 orang semifinalis dan 8 orang quarter finalist juga mendapatkan apresiasi berupa uang tunai.

Under 16 Division :

  1. Hoza Saputra – Gerupuk
  2. Westen Hirst – Lakey Sumbawa
  3. Luki (Lakey) dan Juna (Gerupuk)

4 orang semifinalis dan 8 orang quarterfinalis juga mendapatkan apresiasi berupa uang tunai.

Selain hadiah dalam bentuk uang tunai, MHA OPEN 2020 juga memberikan hadiah apresiasi berupa special made surfboard hasil karya seorang pengrajin surfboard ternama, Mike Woo, yang dipersembahkan oleh SIWA Cliffs.

Sementara itu, Ketua KONI NTB, H. Andy Hadianto yang turut hadir di lokasi berharap even ini bisa jadi annual event MHA guna mencari dan melahirkan bibit baru pada olahraga air dan minat khusus yang kedepannya bisa mengharumkan nama NTB di kancah nasional bahkan internasional.

“Semoga dengan adanya event ini bisa melahirkan atlit-atlit selancar yang bisa membawa dan mengharumkan nama NTB di masa mendatang pada kancah dunia,” harap Andy dengan optimis.

 

 

 

Jokowi Berikan Apresiasi 2 Ilmuwan Indonesia Berprestasi di Dunia

SuaraPemerintah.id – Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi kepada dua orang ilmuwan berprestasi yang telah membawa harum Indonesia di mata dunia. Dua orang ilmuwan tersebut dinilai memberikan sumbangsih yang besar terhadap kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Dua ilmuwan berprestasi tersebut adalah Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD dan Tri Mumpuni, Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA).

Adi Utarini masuk daftar “Nature’s 10: Ten People Who Helped Shape Science in 2020” dari jurnal ilmu pengetahuan Nature. Sementara Tri Mumpuni termasuk 22 Most Influential Muslim Scientists dalam daftar The 500 Most Influential Muslims yang diterbitkan Royal Islamic Strategic Studies Centre.

“Selamat pagi. Saya ingin meneruskan kabar gembira ini, tentang pengakuan dunia terhadap prestasi dua ilmuwan Indonesia, yakni Ibu Adi Utarini dan Ibu Tri Mumpuni,” tulis Jokowi di akun Instagramnya pada Minggu (20/12)

Prof. Adi Utarini memimpin uji coba perintis dari sebuah teknologi yang dapat membantu memberantas demam berdarah, penyakit yang menyerang hingga 400 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Hasil penelitian Prof. Adi Utarini dan tim berhasil mengurangi kasus demam berdarah hingga 77 persen di beberapa kota besar di Indonesia.

Tri Mumpuni ikut mengembangkan kemandirian masyarakat di kawasan-kawasan terpencil melalui pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Sampai saat ini, IBEKA telah membangun setidaknya 65 PLTMH di desa-desa terpencil di berbagai pelosok Nusantara.

IBEKA adalah fasilitator yang menggunakan pendekatan pembangunan PLTMH untuk membangun modal sosial rakyat.

Jokowi mengatakan dirinya sangat bangga terhadap prestasi yang diraih. Jokowi berharap prestasi tersebut bisa menjadi inspirasi generasi muda untuk bisa berkarya dan memberikan kontribusi terhadap kehidupan manusia.

“Saya ikut bangga dan sangat mengapresiasi prestasi serta sumbangsih Ibu Prof. Adi Utarini dan Ibu Tri Mumpuni. Semoga menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk semakin giat menekuni ilmu pengetahuan dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan kehidupan umat manusia,” harap Jokowi.