Beranda blog Halaman 4622

Pembangunan Asrama Haji Indramayu Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

Pembangunan Asrama Haji Indramayu Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

Suarapemerintah.idKementerian Agama tengah membangun asrama haji di Indramayu. Dimulai sejak Agustus 2020, tahap 1 pembangunan asrama haji bagi jemaah yang akan berangkat melalui Bandara Kertajati ini ditargetkan selesai akhir tahun.

Hal ini disampaikan Plt Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah Oman Fathurahman saat meninjau pembangunan asrama haji di Indramayu, Minggu (13/12).

Pembangunan asrama haji Indramayu ini menggunakan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). “Saya melihat progres pembangunan asrama haji Indramayu sangat cepat dan baik, sehingga bisa menjadi teladan bagi proyek SBSN lainnya” terang Oman.

“Diharapkan pembangunan tahap 1 ini selesai akhir tahun, sebelum 31 Desember 2020,” lanjutnya.

Meski progresnya positif, Oman minta pelaksana pembangunan untuk memitigasi setiap potensi yang bisa menjadi kendala dan persoalan, sehingga, bisa dilakukan antisipasi sejak dini. “Jika muncul masalah, semua siap mengatasi,” pesannya.

Oman Fathurahman berharap, pembangunan Asrama Haji Indramayu juga bisa bermanfaat atau berdampak positif terhadap masyarakat setempat. Manfaat ini bisa secara spiritual, ekonomi, sosial, atau lainnya.

“Kami berharap masyarakat merasa nyaman dengan adanya asrama haji, ekonomi tumbuh, dan masyarakat bisa merasakan manfaat lainnya,” harap Oman.

Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menambahkan bahwa asrama haji Indramayu diproyeksikan memiliki semacam museum haji yang berciri khas Indonesia. “Asrama haji ini bisa sekaligus menjadi pusat edukasi yang menampilkan sejarah Muslim Nusantara naik haji. Jadi, visual dan nuansanya memadukan antara haji sebagai ritual ajaran Islam dengan haji sebagai peradaban dan pengalaman spiritual,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Oman, ketika  memasuki asrama haji ini, jemaah akan merasa seperti di rumah sendiri.

Terkait pengelolaan, Oman minta asrama haji tidak dikelola secara konvensional. Untuk itu diperlukan inovasi. Oman mengingatkan bahwa zaman sudah berubah, pelayanan asrama haji perlu branding yang baik sejak awal.

“Zaman sekarang itu the man is no longer the main, cara yang dulu dianggap biasa, sudah tidak memadai. Perlu pendekatan yang  out of the box dalam mensosialisasikan keberadaan dan layanan asrama haji,” ujarnya.

Terakhir, sesuai arahan Menteri Agama Fachrul Razi, Oman minta agar kelak asrama haji bisa dimanfaatkan secara luas, termasuk dalam upaya mendorong pencapaian misi Kementerian Agama, menjaga kerukunan di wilayah setempat.

Ikut mendampingi Plt Dirjen PHU dalam kunjungan ini, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri  Muhajirin Yanis menambahkan, rencana pembangunan asrama haji Indramayu akan berlangsung hingga 2024. Untuk tahap 1, pembangunan ditargetkan selesai akhir 2020.

Pembangunan tahap 1 ini kamar tidur, ruang kerja, dan aula. Tahap selanjutnya akan dibangun fasilitas penunjang lainnya, antara lain masjid, miniatur Ka’bah, studio manasik, dan mock up pesawat.

“Kami ikut merancang, membahas dan memutuskan sebelumnya. Setelah melihat hasil jadinya, saya tidak membayangkan bahwa aula bisa jadi sebesar itu. Ini bisa menjadi benchmark bagi asrama haji lainnya,” ujar Muhajirin.

Turut hadir dalam kunjungan ini, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Adib dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu Sofandi.

Kemenperin Akselerasi Penggunaan Serat Alam Jadi Bahan Baku Industri

Kemenperin Akselerasi Penggunaan Serat Alam Jadi Bahan Baku Industri

Suarapemerintah.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan semakin gencar mendorong percepatan implementasi penggunaan material lokal sebagai bahan baku industri, yang sejalan dengan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dan target substitusi impor 35% tahun 2022.

Guna mencapai sasaran tersebut, salah satu upaya yang dipacu adalah memajukan industri serat alam.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita selalu menegaskan kepada para pelaku industri di Indonesia agar terus meningkatkan penggunaan bahan baku lokal dalam proses produksinya.

Optimalisasi terhadap potensi sumber daya lokal industri berbasis serat alam, nantinya diyakini dapat menunjang aktivitas industri yang berkelanjutan dan berkualitas di dalam negeri,” tuturnya di Jakarta, Minggu (13/12).

Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) melalui salah satu unit kerja binaannya, yakni Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta bekerja sama dengan Dewan Serat Indonesia (DSI) dalam mendorong penggunaan serat alam sebagai bahan baku bagi industri terkait.

Upaya tersebut ditempuh dengan melakukan kegiatan untuk memperkenalkan serat alam, salah satunya melalui webinar dengan mengusung topik “Pengetahuan Serat Alam”. Kegiatan yang berlangsung secara online melalui Zoom meeting tersebut diikuti oleh para pemangku kepentingan, di antaranya instansi pemerintah dan swasta, pelaku industri, asosiasi, serta akademisi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala BBKB Kemenperin, Titik Purwati Widowati menyampaikan, serat alam memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan yang berkualitas tinggi dan bisa dikembangkan terus-menerus.

Serat alam memiliki kelebihan dibandingkan serat sintetis karena dapat didaur ulang dan terbarukan. Sehingga peluang pengembangan serat alam di masa depan cukup menjanjikan,” jelas Titik.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DSI Euis Saedah mengatakan, pihaknya mengusulkan peta jalan bagi pengembangan industri serat Indonesia pada 2020-2024. Menurutnya, serat alam seperti kapas, rami, sisal, abaka, kenaf, dan serat nanas berpotensi dikembangkan di Indonesia. “Apalagi bahan bakunya memang banyak terdapat di Indonesia,” ujarnya.

DSI juga menjelaskan karakteristik dan contoh serat alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri. “Indonesia merupakan lumbung serat dunia, sehingga kekayaan serat ini perlu dimanfaatkan secara optimal,” ujar Euis.

Penyelenggaraan webinar pengetahuan serat alam tersebut menargetkan peningkatan kesadaran di kalangan pelaku industri, khususnya di industri kerajinan dan batik untuk menggunakan serat alam sebagai bahan baku produk, sehingga nantinya akan tercipta diversifikasi produk kerajinan dan batik berbahan baku lokal dan ramah lingkungan.

Secara terpisah, Kepala BPPI Kemenperin Doddy Rahadi mengemukakan, potensi serat alam di Indonesia yang sangat melimpah seharusnya menjadi motivasi tersendiri bagi para pemangku kepentingan, termasuk lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) untuk menghasilkan material baru melalui diversifikasi produk industri dari serat alam.

“Sekarang tinggal bagaimana kita dapat memanfaatkan potensi serat alam lokal ini menjadi bagian penting bernilai ekonomis untuk mendukung setiap tahap rantai industri berbasis serat alam,” tegasnya.

Kemendikbud Kampanyekan Gernas BBI Untuk Gairahkan Produk Lokal

Suarapemerintah.id – Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) turut menyelenggarakan kegiatan kampanye Gernas BBI pada 1-15 Desember 2020.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan Kemendikbud untuk menggairahkan pasar produk lokal.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menegaskan, melalui Gernas BBI ini diharapkan dapat membangkitkan produktivitas produk-produk buatan satuan pendidikan di bawah binaan Kemendikbud.

“Dengan turut mengampanyekan Gernas BBI, kami juga mengajak masyarakat untuk menggunakan produk-produk dalam negeri. Terlebih, kami juga terus melakukan pembinaan terhadap usaha-usaha yang dilakukan oleh satuan pendidikan di bawah binaan Kemendikbud,” tutur Mendikbud, di Jakarta, Jumat (11/12).

Senada dengan itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid menyampaikan bahwa hadirnya kampanye Gernas BBI akan turut memperbaiki daya beli masyarakat, dan mendorong kebangkitan ekonomi pasca pandemi.

Semangat BBI akan mendorong konsumen Indonesia untuk bangga menggunakan produk negeri sendiri,” ujarnya.

Adapun bentuk kegiatan tersebut mencakup perkenalan produk hasil satuan pendidikan di bawah binaan Kemendikbud dan produk lokal daerah dengan hastag #HANYAADADISINI.

Produk tersebut turut dipublikasikan pada kanal media sosial Kemendikbud. Sementara itu, puncak acara expo produk dan pagelaran seni budaya untuk konten digital akan digelar di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, pada 12 Desember 2020 mendatang.

Tak hanya mendorong masyarakat menggunakan produk lokal, Kemendikbud juga terus mendorong produk-produk tersebut dapat dipasarkan melalui platform digital e-commerce (marketplace).

“Keberpihakan masyarakat dalam memilih produk lokal, tentunya harus didukung dengan tren pemasaran saat ini yang banyak dilakukan melalui platform digital.

Dengan demikian, daya beli masyarakat juga akan bertumbuh seiring penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” jelas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kemendikbud, Nizam.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kemendikbud, Wikan Sakarinto juga berkeinginan agar produk lokal yang dihasilkan satuan pendidikan vokasi yakni sekolah menengah kejuruan (SMK), politeknik/akademi komunitas nasional (AKN), serta lembaga kursus dan pelatihan (LKP) dapat lebih dikenal masyarakat.

“Edukasi dan literasi kecintaan dan kebanggaan menggunakan produk-produk dalam negeri harus terus ditanamkan sejak dini, terlebih pada generasi milenial,” ujar Wikan Sakarinto.

Selain melibatkan satuan pendidikan di bawah binaan Kemendikbud dan para pelaku UMKM untuk memperkenalkan ragam hasil produk lokal, rencananya pada puncak acara tanggal 12 Desember 2020 akan menampilkan ragam pertunjukan menarik.

Mulai dari tari kontemporer dengan koreografer Deni Malik, bincang-bincang santai dengan direktorat jenderal terkait bersama influencer, fashion show karya SMK NU Banat Kudus, Tik Tok Challenge, hingga pertunjukan musik Ian Antono dan Naida. Seluruh kegiatan diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Menag Serahkan 22 Miliar Bantuan Subsidi Upah Guru non PNS di Aceh

Menag Serahkan 22 Miliar Bantuan Subsidi Upah Guru non PNS di Aceh

Suarapemerintah.id  – Menteri Agama Fachrul Razi secara simbolis menyerahkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) guru non PNS di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh.

Bantuan senilai Rp. 22.995.000.000,- diserahkan Menag Fachrul Razi kepada Kakanwil Kemenag Aceh Iqbal. Bantuan ini nantinya akan dicairkan ke rekening masing-masing guru non PNS binaan Kemenag yang berhak menerima BSU.

Setiap guru akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1,8juta. Ada kewajiban pajak yang harus dibayarkan atas penerimaan bantuan ini.

Penyerahan bantuan ini dilakukan dalam rangkaian program Kita Cinta Aceh dan Kita Cinta Papua di Banda Aceh, sekaligus dialog tokoh agama dan tokoh masyarakat/adat di Aceh.

Dialog mengusung tema “Melalui Dialog Lintas Agama Kita Optimalkan Tugas dan Fungsi para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat Dalam Rangka Pemeliharaan dan Penguatan Kerukunan di Aceh”.

Dialog kerukunan tersebut merupakan tindak lanjut dari program Kementerian Agama membangun Jembatan Kesetiakawanan dan Kerukunan dari Aceh, Maluku, Papua dan Papua Barat dalam bingkai Umat Rukun Indonesia Maju.

Rangkaian kegiatan Kita Cinta Aceh dan Dialog Kerukunan diawali dengan penampilan tarian tradisonal Aceh dalam menyambut tamu agung yaitu Seulaweut Rapai Geleng dilanjutkan dengan Salawat Badar.

“Bantuan Kemenag ini untuk guru non PNS di lingkungan Kemenag Aceh. Mudah-mudahan berkah. AamiIn,” kata Menag, Sabtu (13/12).

Menag juga menyerahkan bantuan Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI untuk renovasi rumah ibadah Kristen di Aceh sebesar 750 juta serta anugerah guru inspiratif.

Anugerah tersebut diberikan kepada guru MIS Blang Pandak Pidie Nurul Hafni dan Kepala MIN14 Aceh Barat Edwar.

Selain itu, Menag turut menandatangani prasasti peresmian Balai Nikah dan Manasik Haji Pusat Layanan Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Utara serta Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Kabupaten Aceh Singkil yang dibangun melalui skema SBSN 2020.

Tampak hadir, Sekjen Kemenag RI dan para pejabat Kementerian Agama Pusat, Stafsus Menag, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah M Zain, Staf Ahli Gubernur Aceh beserta segenap Forkopimda Pemprov Aceh, Kakanwil Papua, Papua Barat, Maluku dan tokoh agama yang tergabung dalam FKUB serta Wali Nanggroe Aceh dan para Rektor PTKIN se Aceh.

Dialog Kerukunan di Aceh dibuka yang ditandai dengan pemukulan tamboe oleh Menag.

HUT Ke-83 LKBN Gelar Pameran Foto & Grafis Indonesia Bergerak 1900-1942

Suarapemerintah.id – Dalam rangka menyambut HUT ke-83 Kantor Berita ANTARA, Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Redaksi Foto Kantor Berita ANTARA bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dan KITLV-Jakarta menggelar Pameran Foto & Grafis Sejarah Indonesia Bergerak 1900-1942 pada 11 – 16 Desember 2020, di Gedung Arsip Nasional, Jalan Gajah Mada No.111, Jakarta.

Pameran yang dikuratori Ismar Patrizki ini merupakan kelanjutan dari Pameran Foto & Grafis Indonesia Bergerak 1900-1942 yang telah diselenggarakan pada 7 September – 7 Oktober 2020 di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta. Pameran yang digelar dalam rangka merayakan 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dibuka oleh Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal (Purn) TNI Moeldoko.

“Adanya permintaan dari sejumlah pihak untuk menyelenggarakan kembali Pameran Foto & Grafis Indonesia Bergerak 1900-1942, membuat kami menggagas pameran versi penambahan atau revamped dari versi sebelumnya. Pameran revamped ini juga menjadi momentum untuk meluncurkan buku Indonesia Bergerak 1900-1942,” kata Ismar Patrizki, selaku kurator pameran.

Menurut Ismar, pada pameran Indonesia Bergerak 1900-1942 kali ini ditampilkan sejumlah karya foto/grafis tambahan (revamped). Kesemuanya disajikan secara baru dan berbeda dari pameran sebelumnya. Penyajian dengan penataan letak, penggunaan medium cetak, dan pencahayaan yang dirancang sebagai bentuk respons terhadap ruang yang tersedia di Gedung Arsip Nasional.

Direktur KITLV (Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies) Jakarta Marrik Bellen menyebut sebuah foto bisa bercerita lebih dari seribu kata. Oleh karena itu, ia menyebut pameran ini signifikan untuk pembelajaran sejarah. “Saya senang penyelenggara pameran ini menemukan yang dicari di koleksi Perpustakaan Universitas Leiden yang saat ini memegang koleksi terbsesar di dunia tentang Indonesia,” ujar Bellen.

Ia menyebut saat ini koleksi KITLV mencakup 1 juta buku yang terkait dengan Indonesia, Suriname, dan kepulauan yang dulunya masuk kekuasaan Belanda. Sebagian besar merupakan koleksi di masa pascakolonial. Dari semua itu, koleksi spesial terkait dengan Indonesia meliputi 18 ribu manuskrip Nusantara termasuk arsip, 11 ribu peta, 250 lembar atlas, dan lebih dari 220 ribu foto, kartu pos, dan negatif foto. Dari semua itu, sebanyak 150 ribu merupakan foto sejarah yang telag didigitalkan. Koleksi ini juga mencakup berbagai cetakan dan gambar.

Dalam momentum ini diluncurkan juga buku Indonesia Bergerak 1900-1942 yang menampilkan 139 karya berupa foto, lukisan, sketsa, komik, karikatur, poster, sampul atau isi majalah, arsip surat, buku, dan surat kabar. Arsip visual yang ditampilkan dalam buku ini merupakan koleksi dari Kantor Berita ANTARA, Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, KITLV-Perpustakaan Universitas Leiden, dan Perpustakaan Nasional Belanda (Koninklijke Bibliotheek).

Adapun dokumen visual di dalam buku Indonesia Bergerak 1900-1942 juga dipadukan dengan beberapa tulisan singkat sejarawan Universitas Indonesia Bondan Kanumoyoso yang menyorot sejumlah peristiwa maupun momentum penting dalam kurun waktu Pergerakan Nasional di Indonesia (1900-1942).

“Saat mengikuti diorama sejarah yang terkandung dalam buku ini, kita diingatkan: kesatuan dan kesatuan merupakan modal mutlak Indonesia. Perjuangan yang tak mengenal beda agama, pengorbanan yang tak mengenal suku, dengan corak merah darah dan putih tulang dari Sabang sampai Merauke,” ujar Direktur Utama LKBN ANTARA Meidyatama Suryodiningrat

Ia mengatakan koleksi yang terhimpun dalam dokumen foto, grafis, dan arsip dalam buku ini merupakan harta karun sejarah yang banyak terlupakan, bahkan dilupakan.

“Kemauan bergerak dan semangat kolaborasi menjadikan buku ini sebuah kapsul sejarah bagi sebuah bangsa yang mayoritas penduduknya kini lahir setelah tahun 1980,” imbuhnya.

Senada, Bellen berharap pameran ini akan membangkitkan kesadaran generasi muda Indonesia akan sosok penting dan bersejarah dalam terbentuknya Republik Indonesia. “Koleksi kami terbuka untuk setiap kalangan. Oleh karena itu, saya amat berharap kerja sama seperti ini bisa berlanjut di masa depan agar sejarah ini bisa diketahui lebih banyak orang,” kata Bellen.

Peluncuran buku Indonesia Bergerak 1900-1942 akan berlangsung dalam sebuah acara diskusi webinar berjudul ‘Fotografi dan Grafis Sebagai Medium Penyajian Sejarah’. Diskusi ini diselenggarakan bertepatan dengan perayaan HUT ke-83 Kantor Berita ANTARA pada Minggu, 13 Desember 2020.

Dalam diskusi webinar akan hadir sebagai keynote speaker Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Hilmar Farid. Adapun pembicara yang akan membawakan materi dalam diskusi melalui aplikasi Zoom ini yaitu, sejarawan Universitas Indonesia Dr. Bondan Kanumoyoso M.Hum; pemerhati seni yang dahulu merupakan pewarta foto dan redaktur untuk Biro Foto ANTARA, Dodo Karundeng; Plt Deputi Konservasi ANRI Dra. Multi Siswanti MM; dan pengajar fotografi ISI Yogyakarta Dr. Edial Rusli SE, M.Sn. Jalannya diskusi sendiri akan dipandu redaktur senior Kantor Berita ANTARA, Ade Marboen.

Pameran Foto dan Grafis Sejarah Indonesia Bergerak 1900-1942 (REVAMPED) selain dapat disaksikan secara langsung di Gedung Arsip Nasional, juga dapat dikunjungi secara daring atau virtual melalui situs www.antarafoto.com.
Jadi bagi yang tidak berkesempatan datang untuk melihat langsung pameran, tidak usah khawatir, pameran dapat diakses melalui gawai baik telepon pintar, tablet, laptop, maupun komputer. Untuk yang memiliki perangkat realitas virtual (VR), silahkan digunakan perangkatnya supaya makin seru ketika mengakses pameran ini.
Sementara bagi yang bermaksud untuk mengunjungi pameran secara langsung, harap tetap menjaga protokol kesehatan dengan menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Dan tentunya hindari kerumunan. Ingat, pandemi COVID-19 belum berakhir!

Ponpes Ulul Albab Berikan Bantuan Sembako Lansia di Balirejo

Ponpes Ulul Albab Berikan Bantuan Sembako Lansia di Balirejo

Suarapemerintah.id – Pondok Pesantren Ulul Albab Yogyakarta memberikan santunan 50 paket sembako kepada lansia di wilayah Balirejo, Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta. Secara simbolis bantuan sosial (bansos) sembako bagi lansia diterima  oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi di Mushola Pondok Pesantren Ulul Albab Yogya, Minggu (13/12).

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berharap kegiatan ini dapat menjangkau masyarakat melalui kebijakan yang sudah di tetapkan.

” Salah satu upaya di masa pandemi seperti saat ini, dengan berbagi kebahagiaan kepada lansia. Semoga ini bagian dari upaya kita semua untuk saling menguatkan. Saya berharap faktor keimanan pun tetap di jaga di masa pandemi saat ini,” ujar Heroe.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia miskin terdampak wabah Covid-19 di wilayah Balirejo Yogyakarta. Jenis bantuan berupa beras, minyak, gula, teh, dan lain-lain.

Untuk mekanisme penyalurannya melibatkan lansia dan masyarakat Balirejo disekitaran Pondok Pesantren Ulul Albab.

” Bagaimanapun covid-19 belum tau sampai kapan, maka saya berharap semua tetap menerapkan protokol dan saling bergotong-royong satu dan lainnya,” kata Wawali.

Mengingat banyaknya lansia di Kota Yogyakarta menjadikan perhatian Pemerintah Kota Yogyakarta tentang adanya penerapan sosial distance. Maka penyaluran bantuan sembako tetap menerapkan jaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan.

Penyerahan sembako kepada lansia diberikan  berdasarkan kriteria lansia penerima bantuan yakni lansia yang tinggal di keluarga miskin dan terdampak wabah Covid-19.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren  Ulul Albab Balirejo Yogyakarta mengatakan, penyaluran bantuan sembako ini merupakan salah satu upaya Pondok Pesantren Ulul Albab membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan seperti saat pandemi Covid saat ini.

Dimana situasi darurat saat ini, mengharuskan pemerintah mendorong gotong-royong agar dalam hal Inklusif dan responsif terhadap penanganan Covid-19.

“ Terimakasih kepada seluruh lansia yang telah ikut serta dalam pembagian sembako kali ini. Adanya masa dimana manusia sedang diuji oleh wabah virus Covid-19, semoga kita semua selalu dilindungi dan diberikan kesehatan. Semoga rejeki sembako yang diberikan menjadi berkah dan bermanfaat, Aamiin,” ungkapnya.

Walikota Tekannya Siswa Agar Mengikuti Ekstrakulikuler

Walikota Tekannya Siswa Agar Mengikuti Ekstrakulikuler

Suarapemerintah.idWalikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menekankan kepada seluruh siswa di Kota Yogyakarta agar mengikuti minimal satu kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya, hal tersebut di ungkapkannya saat melakukan peletakan baru pertama pembagunan lapangan indoor SMAN 9 Yogyakarta, Minggu, (13/12/2020).

Menurutnya dengan mengikuti ekstrakulikuler di sekolah para siswa akan mendapatkan pendidikan karakter.

“Adapun metode atau cara agar kita dapat mengaplikasikan pendidikan karakter di sekolah salah satunya dapat diajarkan melalui kegiatan ekstrakulikuler di sekolah,” jelasnya di lokasi.

Walikota mengatakan peningkatan kualitas pendidikan ditentukan oleh banyak aspek yang meliputi manajemen sekolah, manajemen pendidikan, manajemen keuangan sekolah, sarana dan prasarana pendidikan.

“Pendidikan karakter adalah bentuk kegiatan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk kepribadian para peserta didik agar menjadi lebih baik,” katanya.

Dengan pendidikan karakter, lanjutnya anak-anak akan dituntun untuk mengembangkan kepribadiannya supaya anak-anak kita menjadi lebih baik.

“Dengan mempunyai karakter-karakter tersebut, diharapkan anak-anak kita bertumbuh menjadi generasi emas yang tangguh, cerdas, dan berkarakter,” jelasnya.

Walikota berharap dengan terbangunanya fasilitas lapangan Indoor dan taman di SMAN 9 Yogyakarta dapat menjadi media atau sarana untuk menanamkan pendidikan karakter kepada para siswa.

“Melalui program kegiatan yang telah dirancang, dan dari sekolah ini dapat lahir manusia-manusia handal untuk membangun bangsa,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut pihaknya menghimbau agar dalam pembangunan fasilitas tersebut juga harus menerapkan protokol kesehatan.

“Semoga pandemi ini dapat segera berakhir dan kegiatan pembelajaran tatap muka bisa di selenggarakan kembali,” katanya.

Kemenag Sinergikan PTKI dan Pesantren, Jawab Masalah Kebangsaan

Kemenag Sinergikan PTKI dan Pesantren, Jawab Masalah Kebangsaan

Suarapemerintah.id – Undang-Undang No 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren meniscayakan penguatan eksistensi pesantren untuk menjawab masalah kebangsaan dan kemasyarakatan. Karenanya, dibutuhkan sinergi antara pesantren dengan kalangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), dan lembaga pendidikan lain yang relevan.

Hal ini dikatakan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Waryono Abdul Ghafur dalam Rapat Koordinasi Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN se-Indonesia, Sabtu (12/12), di Manado.

Dikatakan Waryono, tantangan dunia global membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang unggul dari lulusan pendidkan Islam, baik di PTKI maupun pesantren. “Kalangan Diktis harus mempunyai kepedulian ikut mendidik dan melatih komunitas pesantren, utamanya santri, pada penguasaan IPTEK, keterampilan berwirausaha, wawasan keagamaan yang moderat dan kesiapan mentalitas bersaing,” kata Mantan Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga ini.

“Jumlah pesantren di Indonesia mencapai 31 ribuan dengan santri muqim hampir mencapai 5 juta orang merupakan sumber daya yang perlu perhatian dan penguatan sistematis,” lanjutnya.

Waryono melihat, pesantren sebagai penyelenggara pendidikan dari tingkat dasar sampai tinggi, berupa Diniyah Formal, Mu’adalah, dan Ma’had Aly, dapat diorientasikan sebagai pensuplay calon mahasiswa PTKI untuk sarjana, magister, maupun doktor.

Hal senada disampaikan Ketua Forum WR/WK III PTKIN se-Indonesia Isroqunnajah. Menurutnya, PTKIN berkepentingan bersinergi dengan Direktorat PD Pontren dalam penguatan Ma’had Al-Jamiah, baik secara kelembagaan, kurikulum, tata kelola dan kualitas mahasantri. Hal ini sejalan dengan pengembangan program di Direktorat PD Pontren, yaitu pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah al-Jami’ah.

“Rata-rata 58 PTKIN telah mempunyai Ma’had Al Jami’ah. Namun, masih perlu pembenahan, terutama pada aspek orientasi untuk memperkuat tafaqquh fiddin mahasiswa PTKIN,” ujar Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini.

Sehingga, lanjutnya, keberadaan Ma’had Al-Jami’ah, bukan lagi sekadar suplemen, tapi mengarah kepada komplemen.

Kepala Sub Direktorat Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Ruchman Basori menambahkan, 1,17 juta mahasiswa PTKI harus dididik dengan paradigma keagamaan moderat. “Sinergi antara PTKI dengan pesantren menjadi keharusan untuk memperkuat pemahaman keagamaan Islam yang rahmatan lil ‘alamin”.

“Mahasiswa adalah masa depan Indonesia dan Indonesia masa depan. Karenanya, harus dicetak menjadi warga bangsa yang komitmen pada ke-Indonesiaan di satu sisi dan ke-Islaman pada sisi lainnya,” tegas Ruchman.

Rapat Koordinasi Wakil Rektor/Wakil Ketua III PTKIN se-Indonesia dilaksanakan pada 10-13 Desember 2020 membahas rencana Perkemahan Wirakarya Pendidikan Tinggi Keagamaan (PWN PTK) 2021, Kartu Indonesia Pintar Kuliah dan agenda-agenda strategis bidang kemahasiswaan. Hadir juga, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Nyayu Khodijah yang menyampaikan persiapanbya sebagai tuan rumah PWN.

Kisah Menag Fachrul Razi, Lulus AKABRI, Diantar Masyarakat ke Stasiun

Kisah Menag Fachrul Razi, Lulus AKABRI, Diantar Masyarakat ke Stasiun

SuaraPemerintah.idMenteri Agama Fachrul Razi menceritakan kisah tentang masa kecilnya di Banda Aceh yang hidup dalam kerukunan dan toleransi umat beragama.

Kisah ini disampaikan Menag Fachrul Razi saat membuka gelaran dialog tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat/adat di Aceh. Dialog yang diinisiasi Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag RI ini mengusung tema ‘Melalui Dialog Lintas Agama Kita Optimalkan Tugas dan Fungsi para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat Dalam Rangka Pemeliharaan dan Penguatan Kerukunan di Aceh’.

“Saya lahir dan besar di Banda Aceh. Lingkungan saya banyak yang etnis Tionghoa dan tetangga non muslim. Ketika saya lulus masuk AKABRI, mereka yang berprofesi niaga menutup tokonya dan mengantar saya beramai-ramai ke stasiun,” kenang Menag di Aceh, Minggu (13/12).

“Begitulah indahnya kerukunan di Aceh. Soal kerukunan di Aceh sudah selesai bahwa maayarakat Aceh sejak dulu sudah rukun dan sangat toleransi,” sambungnya.

Menag mengatakan, salah satu program prioritas Kemenag yaitu Kita Cinta Papua dan Kita Cinta Aceh. Program ini terhubung oleh sebuah jembatan emas kesetiakawanan dari Aceh, Maluku, Papua dan Papua Barat. Program jembatan kesetiakawanan itu, lanjut Menag, adalah ikhtiar bersama untuk memajukan bidang keagamaan dan pendidikan keagamaan dari Aceh, Maluku, Papua dan Papua Barat yang dibalut semangat kerukununan dan toleransi.

“Sebagai Menteri Agama, saya senang dan bangga dengan tokoh agama, tokoh masyarakat Aceh dan FKUB yang terpangil untuk ikut serta dalam program Kita Cinta Papua,” kata Menag.

Menurut Menag, gerakan dialog tokoh lintas agama di Aceh merupakan momentum penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia berpotensi menghadapi perpecahan bila kesepakatan nasional, yaitu Pancasila, tidak dijaga dan dirawat bersama.

“Keragaman itu adalah rahmat, bukan petaka. Bagi bangsa Indonesia, keragaman adalah takdir bukan untuk ditawar melainkan diterima. Kerukunan umat beragama adalah unsur utama dalam kerukunan nasional,” tegas Menag.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Wali Nanggroe, PYM Malik Mahmud Al-Haythar atas kepeduliannya terhadap sejarah Aceh dan membangun kerukunan umat beragama di Aceh,” tandasnya.

Dialog lintas tokoh agama dan tokoh masyarakat di Aceh dihadiri Kakanwil Kemenag Papua, Papua Barat, dan Maluku, beserta tokoh agama yang tergabung dalam FKUB. Tampak hadir Sekjen Kemenag RI dan para pejabat Kementerian Agama Pusat, Stafsus Menag, Staf Ahli Gubernur Aceh beserta segenap Forkopimda Pemprov Aceh dan keluarga besar ASN Kemenag Aceh.

Kakanwil: Kerukunan dan Toleransi di Aceh Berjalan Baik

Kakanwil: Kerukunan dan Toleransi di Aceh Berjalan Baik

SuaraPemerintah.id – Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh Iqbal menyatakan potret dan dinamika keumatan dan kerukunan di Bumi Serambi Mekkah Aceh hingga kini terus berjalan dengan baik dan kondusif.

Hal ini disampaikan Kakanwil Kemenag Aceh Iqbal dalam laporannya di hadapan Menteri Agama Fachrul Razi dan tokoh lintas agama di Papua.

“Jalinan kerukunan antar umat beragama di Aceh, sama sekali tidak terganggu. Kerukunan selalu berjalan sangat baik. Juga toleransi sesama umat beragama,” ujar Iqbal di Banda Aceh, Sabtu (13/12).

Ia menuturkan, saat penerapan syariat Islam di Aceh, toleransi tetap berjalan dengan baik. Hal ini juga dibenarkan oleh tokoh agama selain Islam, dalam setiap testimoninya.

“Di masa pemberlakuan syariat Islam di Aceh pun, kerukunan tetap terbangun dalam berbagai situasi,” ujarnya.

Dijelaskan Iqbal, jumlah rumah ibadah di Aceh saat ini terdiri dari 4.137 masjid, 7.396 meunasah, 20 gereja Katolik, dan 187 gereja Kristen. “Aceh juga memiliki rumah ibadah umat Buddha dan Hindu. Pernah ada gesekan kecil antar umat beragama, namun dapat segera diselesaikan dengan jalan dialog dan musyawarah,” ujarnya.

Menurut Iqbal, Aceh yang memiliki aneka suku dan karakter masyarakat, terus menampakkan kerukunan dalam lintas sejarah. “Penduduk Aceh yang multikultural, baik mayoritas maupun minoritas, dapat hidup harmonis dan penuh toleransi di Aceh,” tandasnya.

Dialog lintas agama di Aceh mengusung tema ‘Melalui Dialog Lintas Agama Kita Optimalkan Tugas dan Fungsi para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat Dalam Rangka Pemeliharaan dan Penguatan Kerukunan di Aceh’.

Dialog kerukunan tersebut merupakan tindak lanjut dari program Kementerian Agama membangun Jembatan Kesetiakawanan dan Kerukunan dari Aceh, Maluku, Papua dan Papua Barat dalam bingkai Umat Rukun Indonesia Maju.

Dalam dialog hadir tokoh agama yang berasal dari FKUB Papua, Maluku, dan Papua Barat termasuk tokoh agama dari Provinsi Aceh beserta para Kakanwil Kemenag.