Beranda blog Halaman 4623

MAN IC Siak, SBSN, dan Panen Prestasi di Tengah Pandemi

MAN IC Siak, SBSN, dan Panen Prestasi di Tengah Pandemi

SuaraPemerintah.id – Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Siak berdiri sejak 2015. Madrasah unggulan Provinsi Riau ini berlokasi di Kabupaten Siak Sri Indrapura.

MAN IC Siak hadir karena terinspirasi MAN IC lainnya yang berdiri lebih awal dan melahirkan prestasi-prestasi di kancah nasional dan internasional.

Kepala MAN IC Siak Hayatirruh mengatakan, madrasahnya dikelola dalam format pendidikan Boarding School atau sekolah berasrama. Hal hal yang ditekankan adalah pentingnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang diselaraskan dengan pengembangan Iman dan Takwa (IMTAK).

“MAN Insan Cendekia Siak ingin meneruskan tradisi mencetak kader-kader calon pemimpin bangsa berkualitas di masa mendatang seperti yang telah diamanahkan undang-undang,” ujarnya di Siak, Minggu (13/13).

Untuk tujuan tersebut, lanjut Hayatirruh, MAN Insan Cendekia Siak  dikelola berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dengan peserta didik wajib tinggal di asrama. Mereka diwajibkan berkomunikasi sehari-hari di lingkungan madrasah dengan  menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.

Mekanisme ini tentu membutuhkan sarana prasarana memadai. Tahun 2019, MAN Insan Cendekia Siak mendapat bantuan dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk membangun dua gedung: Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) dan gedung C auditorium.

“Bantuan SBSN ini sangat tepat sasaran serta menjadi motivasi dan peningkatan keunggulan kemampuan imtak dan iptek siswa-siswi dan guru di MAN Insan Cendekia Siak,” terang Hayatirruh.

Sejumlah prestasi tingkat provinsi dan nasional memang diraih siswa MAN IC Siak. Bahkan, prestasi itu tetap diraih, meski dalam kondisi pandemi.

  1. Medali Perunggu KSN bidang studi Ekonomi Tingkat Nasional (Kemendikbud, 2020)
  2. Medali Perak KSM bidang studi Geografi Tingkat Nasional (Kemenag, 2020)
  3. Medali Perak KSM bidang studi Biologi Tingkat Nasional (Kemenag, 2020)
  4. Finalis MYRES bidang  Sains Tingkat Nasional (Kemenag, 2020)
  5. Juara 2 Olimpiade Akutansi Tingkat Nasional (Universitas Negeri Padang, 2020)
  6. Juara dua Olimpiade Akutansi Tingkat Nasional (Universitas Gajah Mada, 2020)
  7. Juara satu KSN bidang studi Ekonomi Tingkat Provinsi (Kemendikbud, 2020)
  8. Juara 1 KSN bidang studi Kebumian Tingkat Provinsi (Kemendikbud, 2020)
  9. Juara 1 KSN bidang studi Geografi Tingkat Provinsi (Kemendikbud, 2020)
  10. Juara 1 KSM bidang studi Geografi Tingkat Provinsi (Kemenag, 2020)
  11. Juara 1 KSM bidang studi Biologi Tingkat Provinsi (Kemenag, 2020)
  12. Juara 2  KSM bidang studi Ekonomi Tingkat Provinsi (Kemenag, 2020)

Tak Hanya Kesetaraan Akses, Digitalisasi Penyiaran Perlu Perhatikan Kualitas

Tak Hanya Kesetaraan Akses, Digitalisasi Penyiaran Perlu Perhatikan Kualitas

SuaraPemerintah.id – Pemerintah memperhatikan penuh kesetaraan akses informasi bagi warga di seluruh penjuru nusantara. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan selama pandemi Covid-19, usaha bersama untuk menghadirkan kesetaraan akses terhadap informasi harus semakin ditingkatkan.

”Di saat pergerakan kita sebagai manusia sosial dibatasi, physical distancing, ketergantungan kita terhadap akses telekomunikasi dan penyiaran menjadi semakin penting dan peran yang lebih luas,” jelasnya dalam Sosialisasi dan Publikasi Menjaga Indonesia dan Perbatasan Melalui Penyiaran TV Digital melalui konferensi video dari Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

Menteri Kominfo menjelaskan selama pandemi Covid-19 anggota keluarga lebih banyak menghabiskan waktu bersama, bahkan pelajar dan mahasiswa harus melanjutkan proses belajar dari rumah. “Hal tersebut membuat rata-rata waktu untuk menonton televisi atau waktu memanfaatkan siaran televisi setiap harinya pun meningkat lebih dari setengah jam,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Menteri Johnny, hampir di semua level ekonomi masyarakat tidak pandang tingkat penghasilannya. Sebab, tantangan Pemerintah dalam konteks pemerataan yang dihadapi saat ini tidak sekadar kesetaraan akses, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas penyiaran itu sendiri.

“Itu adalah agenda yang dikedepankan oleh Presiden Bapak Joko Widodo. Dalam berbagai kesempatan beliau menekankan bahwa Indonesia adalah seluruh pelosok Tanah Air. Dan pembangunan yang dilakukan haruslah Indonesia Sentris, yaitu pembangunan yang dapat dinikmati oleh seluruh warga masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Presiden, lanjut Menteri Kominfo telah mengunjungi batas negara termasuk Laut Natuna Utara, Perbatasan Indonesia-Malaysia di Nunukan Kalimantan Utara, bahkan belasan kali mengunjungi Papua, Nusa Tenggara Timur dan berbagai daerah lainnya. “Ini semua sebagai gambaran keseriusan beliau terhadap wilayah pedalaman dan wilayah perbatasan negara,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Johnny menegaskan bahwa penugasan khusus kepada Kementerian Kominfo dan BLU BAKTI bersama-sama baik dengan operator seluler, LPP dan LPS untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan mendukung pemancar penyiaran, 

“Kementerian Kominfo akan menjalankan amanah dengan dana kewajiban pelayanan universal telekomunikasi yang dikenal dengan USO (Universal Service Obligation) untuk membangun BTS-BTS 4G dan menyediakan layanan akses internet di berbagai fasilitas publik,” ujarnya

Menurut Menteri Kominfo penyelenggaraan penyiaran di daerah perbatasan merupakan hal yang sangat strategis. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo sangat mendukung inisiatif yang terlebih dahulu dilakukan oleh KPI Pusat dan TVRI pada tahun 2017 untuk melaksanakan proyek uji coba di wilayah perbatasan.

“Melalui kolaborasi siaran-siaran stasiun TV swasta dari Ibukota untuk disiarkan melalui infrastruktur multiplexer TVRI. Kita bersama memahami, kita bersama mengetahui bahwa saat ini berlangsung persaingan di industri pertelevisian kita, LPS kita yang sangat ketat di tengah demografi dan pasar yang bergeser,” jelasnya. 

Tantangan tersebut juga dinilai dengan munculnya berbagai layanan subtitusi dalam bentuk digital. Namun menurut Menteri Kominfo, penyiaran televisi secara free to air harus tetap sukses dan berhasil di masa mendatang, “Meski demikian kita harus terus memberikan dukungan agar terselnggaranya penyiaran digital di daerah-daerah perbatasan negara harus tetap dapat berhasil,”

Tiga Nilai Strategis Penyiaran Digital

Berkaitan dengan upaya digitalisasi, Menteri Johnny mengatakan setidaknya ada tiga hal strategis yang diemban dari hadirnya penyiaran digital di wilayah perbatasan negara.

“Mulai dari perspektif keamanan dan kedauatan negara, pengukuhan nilai-nilai dan wawasan kebangsaan, serta peningkatan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia kita. Nilai strategis penyiaran televisi digital kita di perbatasan negara penting dari posisi geografisya sebagai gerbang terdepan, beranda terdepan, beranda di muka Indonesia baik ke Timur, ke Barat, ke Selatan maupun ke Utara,” tegasnya.

Oleh karena itu, menurut Menteri Kominfo sebagai negara dengan populasi penduduk dan wilayah terbesar di Asia Tenggara, posisi Indonesia sangat penting bagi stabilitas keamanan regional.

Nilai srategis kedua menurut Menteri Johnny yang juga sangat relevan adalah pentingnya pemerataan akses informasi kepada masyarakat di wilayah perbatasan negara dalam hal pengukuhan nilai dan wawasan kebangsaan.

“Bahwa perlu dimanfaatkan rasa memiliki Indonesia, sense of belonging, kecintaan akan bangsa dan negara dan semua isi kehebatannya. Dengan kehadiran televisi digital tentunya diharapkan arus informasi dari sumber-sumber kredibel dapat diverifikasi maupun informasi layanan pemerintah untuk masyarakat dapat  tersampaikan dengan baik, dengan menyeimbangkan arus informasi dari berbagai media,” jelasnya.

Adapun nilai strategis ketiga dapat dilihat dari prioritas kepemimpinan Presiden Joko Widodo, di mana pada periode kedua ini fokus pada peningkatan kualitas SDM, salah satunya di sektor penyiaran televisi digital yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan bangsa.

“Ketika kesetaraan akses informasi antara perbatasan dengan sentra-sentra ekonomi di Indonesia telah terjadi, dengan sentra-sentra, pusat-pusat informasi telah terjadi maka berikutnya era 4.0, digital networking tidak hanya terjadi dari segi teknologi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia kita,” jelasnya.

Kegiatan Sosialisasi dan Publikasi Menjaga Indonesia dan Perbatasan Melalui Penyiaran TV Digital di Bali dihadiri secara langsung oleh Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid.

Menurut Ketua Komisi I DPR RI, sumberdaya di wilayah beranda harus dikuatkan dan juga dilindungi. “Pasalnya, daerah-daerah ini masih dibaluti banyak masalah diantaranya keamanan dan juga kesejahteraan. Hal ini makin diperparah dengan banyaknya informasi dan siaran asing yang masuk di wilayah tersebut.” ujarnya.

Meutya Hafid menilai hal itu sebagai  potensi ancaman bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Apalagi siaran negara tetangga berpotensi akan akan memudarkan identitas nasional dan juga rasa nasionalisme sebagai bagian dari bangsa Indonesia. 

“Karena itu, dalam konteks penumbuhan nasionalisme maka penyiaran di perbatasan mempunyai peran yang amat strategis dan untuk itu penyiaran di kawasan perbatasan perlu ditangani secara sunggu-sunguh, secara holistik mengingat ini dengan situasi menciptakan keamanan di wilayah perbatasan negara. Ini tidak hanya soal kenyamanan menonton tapi juga keamanan di wilayah perbatasan negara,” tandasnya saat membuka acara tersebut.

Hadir pula dalam acara sosialisasi itu,  Direktur Utama Badan Aksesibilitas Teekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo Anang Latif, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Agung Suprio, Asisten III Pemda Bali mewakili Gubernur Bali I Wayan Koster, serta perwakilan masing-masing Lembaga Penyiaran Publik (LPP) dan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS).

Menag Dukung Bireuen Miliki MAN IC

Menag Dukung Bireuen Miliki MAN IC

SuaraPemerintah.idMenteri Agama Fachrul Razi menyambut baik keinginan masyarakat Bireuen memiliki Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC).

Keinginan dan harapan besar adanya MAN IC di kabupaten berjuluk Kota Juang dan Kota Santri di Negeri Serambi Makkah itu disampaikan Bupati Bireuen Muzakkar A Gani kepada Menag Fachrul Razi dalam gelaran silaturahmi di Pendopo Bupati Bireuen, Provinsi Aceh, Sabtu (12/12).

“Bila ada keinginan untuk mengembangkan MAN IC di Bireuen kita akan dukung, tentunya dengan melengkapi syarat dan memenuhi standar kualitas yang sudah ditetapkan. Pada prinsipnya, kita ingin mengembangkan MAN IC lebih banyak di daerah,” kata Menag.

“Saya bangga pernah menjadi Pembina di SMA Nusantara. Namun ketika diamanahi menjadi Menteri Agama oleh Presiden Jokowi saya pun sering berkunjung ke MAN IC. Dan saya sangat kagum dengan intelektualitas siswanya, kedisiplinan, sopan santun, dan berakhlak,” sambung Menag.

Bupati Bireuen Muzakkar A Gani dalam kesempatan itu mengatakan Kabupaten Bireuen merupakan salah satu daerah yang disematkan sebagai pusat pendidikan Islam di Provinsi Aceh.

“Pada 22 Oktober 2020 bersamaan dengan peringatan Hari Santri, Pemprov Aceh menetapkan Kabupaten Bireuen sebagai Kota Santri. Selain memiliki ribuan santri yang tersebar di pondok pesantren, kami juga memiliki sejumlah perguruan tinggi Islam,” ujar Bupati Bireuen.

Menurutnya, keberadaan MAN IC di Kabupaten Bireuen dapat mendongkrak mutu dan kualitas pendidikan, serta daya saing di Kota Santri Bireuen. “Dalam wakru dekat, kami bersama DPRD Bireuen akan berkunjung ke Jakarta bertemu Bapak Menteri Agama untuk mengajukan permohonan berdirinya MAN IC di Bireuen,” tandas Muzakkar.

Dalam silaturahmi penuh keakraban itu, Menag didampingi Penasihat DWP Kemenag Anni Fachrul Razi, Kakanwil Kemenag Aceh Iqbal, Rektor UIN Ar Raniry Banda Aceh, Rektor IAIN Lhokseumawe, Stafsus Menag dan Sekretaris Menteri Agama.

Pendopo tempat berlangsungnya silaturahmi Menag dengan Forkopimda Bireuen merupakan bangunan bersejarah yang pernah menjadi tempat persingahan Presiden RI pertama Soekarno pada 1948.

Bupati Bireuen Muzakkar A Gani juga sempat mengajak Menag Fachrul Razi melihat dari dekat kamar tidur Soekarno yang berada di sisi kiri bangunan pendopo.

Menjelang dimulai silaturahmi, Menag dan Penasihat DWP Kemenag Anni Fachrul Razi menjalani prosesi adat Peusijuek Lestari atau tepuk tepung tawar sebagai tanda Menag adalah bagian dari masyatakat Bireuen.

Menag dan rombongan sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Kota Lhokseumawe selama dua hari 10-11 Desember 2020.

Usai silaturahmi dengan Bupati Bireuen, Menag bersilaturahimi dengan pimpinan pondok pesantren Mudi Mesra Simalanga. Menag menyapa ratusan santri dan bertemu dengan pimpinan pondok pesantren Mudi Mesra Simalanga Abu Syaikh H Hasanoel Bashry serta para pengasuh pondok pesantren.

Selain mendoakan Abu Syaikh Hasanoel yang tengah kurang sehat, Menag turut mendoakan kesembuhan pimpinan pondok pesantren Mudi Mesra Simalanga, serta menyerahkan bantuan senilai Rp50 juta.

Menag kemudian melanjutkan perjalanan menuju Banda Aceh dengan menempuh perjalanan darat sekitar 3 jam.

UHN IGB Sugriwa akan Miliki Pusat Kajian Manuskrip Nusantara

SuaraPemerintah.id – Rektor Universitas Hindu Negeri (UHN) IGB Sugriwa, I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan bahwa kampus yang dipimpinnya akan segera memiliki pusat kajian manuskrip nusantara.

Pusat kajian manuskrip itu rencananya akan diresmikan Menteri Agama Fachrul Razi bersamaan dengan peresmian alih status Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) menjadi Universitas Hindu Negeri.

“Diperkirakan Menteri Agama Fachrul Razi pada akhir minggu ini akan meresmikan transformasi Institut menjadi Universitas dan kesiapannya sudah dipersiapkan secara maksimal,” kata I Gusti Ngurah Sudiana, di Bali, Minggu (23/12).

“Para mahasiswa UHN IGB Sugriwa nanti akan menampilkan beberapa kreativitas seperti pertunjukan tarian di depan Menteri Agama Fachrul Razi. Selain itu juga, ada penampilan Yoga, dan pencak silat khas Bali. Yang tak kalah penting adalah peluncuran pusat kajian manuskrip Nusantara UHN IGB Sugriwa,” sambungnya.

Dijelaskan I Gusti Ngurah Sudiana, pusat kajian manuskrip nusantara di UHN IGB Sugriwa ini didirikan dengan beberapa alasan. Pertama, di nusantara ini, terdapat ribuan manuskrip dengan ragam bentuk, isi, bahasa, aksara dan bahannya.

“Kedua, manuskrip ini merupakan kekayaan khasanah bangsa dan kebudayaan Indonesia yang umumnya mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang tak dimiliki oleh bangsa lainnya di dunia,” kata I Gusti Ngurah Sudiana.

Alasan ketiga, kata I Gusti Ngurah Sudiana, sebagian masyarakat belum banyak mengenal, memahami, dan bahkan cara memelihara manuskrip. Keempat, belum banyak peneliti di Indonesia yang tertarik terhadap kajian manuskrip.

“Melalui peluncuran pusat kajian manuskrip ini nantinya diharapkan UHN IGB Sugriwa bisa menyumbang berupa naskah, keilmuan dan manfaat kepada masyarakat berkaitan dengan pelestarian, penelitian dan pengkajian naskah manuskrip yang ada di nusantara untuk diteliti, dikaji, bukan saja oleh akademisi di nusantara tapi juga para pengkaji dari seluruh dunia,” ujarnya.

“Sehingga, UHN IGB Sugriwa tidak hanya dikenal di nusantara tapi juga dikenal di dunia, khususnya berkaitan dengan naskah manuskrip,” tutupnya.

Sekjen: Jabatan Fungsional Entitas Utama Penataan Organisasi

Sekjen: Jabatan Fungsional Entitas Utama Penataan Organisasi

SuaraPemerintah.id Kementerian Agama tengah melakukan penyederhanaan birokrasi. Sejumlah jabatan struktural setingkat eselon III dan IV dihapus, lalu dilakukan penyetaraan jabatan fungsional.

“Jabatan Fungsional bukan tentang individu, tapi tentang sebuah nomenklatur jabatan yang dilengkapi dengan identitas jabatannya. Sehingga, jabatan tersebut merupakan entitas utama dalam penataan organisasi,” terang Sekjen Kemenag Nizar saat memberikan arahan pada Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2020 dan Persiapan Pelaksanaan Anggaran Tahun 2021 di IAIN Ponorogo, Sabtu (12/12).

Menurut Nizar, usulan Kemenag terkait penyetaraan bagi 1.534 jabatan tersebut sudah disetujui Kemenpan dan RB. Usulan Kemenag tersebut disampaikan pada 29 Juni 2020 dan  direspon oleh Kemenpan dan RB pada 6 November 2020. Sebanyak 987 jabatan disetujui sesuai usulan, sisanya disetujui dengan rekomendasi jabatan fungsional yang relevan.

“Dalam waktu dekat ini, Kemenag pusat akan segera melakukan pelantikan para pemangku jabatan fungsional,” ujarnya.

“IAIN Ponorogo juga harus segera melantik para pejabat fungsionalnya agar bisa segera bekerja sesuai tugas dan fungsinya,” lanjutnya.

Kegiatan ini diikuti jajaran pimpinan di lingkungan IAIN Ponorogo. Rapat dipimpin Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan IAIN Ponorogo, M. Choirul Anam.

Mendes PDTT : Kawasan Transmigrasi Jadi Penyangga Pangan Nasional

Mendes PDTT : Kawasan Transmigrasi Jadi Penyangga Pangan Nasional

Suarapemerintah.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menyebut kawasan transmigrasi yang telah berkembang menjadi lumbung pangan sehingga menjadi penyangga pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Abdul Halim Iskandar dalam peringatan Hari Bakti Transmigrasi (HBT) Ke-70.

“Untuk itulah, penyelenggaraan transmigrasi harus mampu membangun kolaborasi dan integrasi yang kuat antara stakeholder lintas sektor, sebagai mana telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 50 Tahun 2018,” kata Abdul , Sabtu (12/12/2020).

Proses transmigrasi membuka keterisolasian daerah tertinggal. Hasilnya, sebanyak 3.606 satuan permukiman dari 619 kawasan transmigrasi berhasil dibangun. Salah satunya Desa Mamuju, Sulawesi Barat.

Dari jumlah itu, di antaranya telah menjadi pusat pertumbuhan baru berupa 1.336 desa definitif, 399 eks SP transmigrasi berkembang menjadi ibu kota kecamatan, 104 eks SP mendukung ibu kota kabupaten, serta dua ibu kota provinsi.

Mendes PDTT mengaku bangga atas perkembangan kawasan transmigrasi di Mamuju saat ini. Ia pun mengapresiasi semua pihak yang mendukung pemerintah provinsi (Pemprov), pemerintah kabupaten (Pemkab), kementerian, dan pihak lain yang telah berkontribusi melalui penggerakan kawasan transmigrasi.

Dalam acara peringatan bertajuk Revitalisasi dan Modernisasi Transmigrasi mendukung Ketahanan Pangan Nasional itu, Kementerian Desa, Pembangun Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Kemendes PDTT juga menyerahkan bantuan pangan dan kesehatan berupa multivitamin dan alat kesehatan penanganan Covid-19, seperti handsanitizer, sabun cuci tangan, dan disinfektan.

Bantuan itu diserahkan kepada masyarakat dan instansi terkait secara langsung. Selain itu, Kemendes PDTT juga membagikan sertifikat lahan transmigrasi sebanyak 1.000 bidang. Sebagai penyemarak acara, pameran dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan himpunan wirausaha transmigrasi pun digelar.

Tak hanya sebagai rutinitas tahunan dan sekadar seremonial, upacara ini menjadi bagian dari aktivitas penghormatan, penghargaan, dan apresiasi kita terhadap para pelaku tokoh transmigrasi,” kata Abdul.

Erick Thohir : Ekonomi Kita Akan Tumbuh 5 Persen di 2021

Erick Thohir : Ekonomi Kita Akan Tumbuh 5 Persen di 2021

Suarapemerintah.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyiratkan rasa optimisnya untuk perekonomian Indonesia tahun depan. Ia yakin ekonomi Ibu Pertiwi akan bergairah lagi dan bisa naik hingga 5 persen pada 2021.

Kita ingin kembali ekonomi kita bergairah di 2021 dan kita yakini dengan data IDB (Islamic Development Bank) dan ADB (Asian Development Bank), kita akan tumbuh 5 persen-an,” katanya, dikutip dari Youtube SHOPEE Indonesia, Sabtu (12/12).

Hal tersebut ia ungkap ketika tengah menjelaskan soal pelaksanaan vaksinasi yang rencananya dilakukan tahun depan. Untuk itu, ia menekankan agar vaksinasi dijalankan dengan baik.

Keyakinan akan pertumbuhan ekonomi juga diungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Ia meyakini ekonomi akan bangkit setelah vaksinasi rampung.Momentum ini yang harus kita tunggangi,” tambahnya.

“Kalau itu (vaksinasi) terjadi maka kegiatan ekonomi akan terus meningkat. Kalau ramalan dari institusi-institusi terkenal di dunia, semua melihat Indonesia tempat yang sangat bagus untuk mereka investasi,” ujar Luhut dalam kesempatan yang sama.

Luhut juga mengklaim banyak negara asing yang menilai kinerja Indonesia dalam menangani Covid-19 baik. Baik dari mulai pandemi, pemberian stimulus ekonomi, hingga pelaksanaan vaksinasi.

Tak ayal, ia memiliki harapan yang baik bahwa ekonomi akan kembali tumbuh. Hanya saja, ia menekankan agar upaya ini dikejar bersama-sama, baik dari kalangan masyarakat hingga pemerintah.

Erick Thohir juga terus mendorong penguatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai salah satu upaya menggenjot kembali ekonomi. Pendekatan yang sedang digodok pihaknya adalah mendorong UMKM mampu bersaing di kancah internasional, salah satunya ke Timur Tengah.

Alhamdulillah kemarin disambut baik ketika kita ingin bangun rumah Indonesia di Indonesia. Kita tahu banyak (peserta) umrah, haji kita hampir 2 juta ke Mekkah,” tuturnya.

Melalui proyek pembangunan rumah tersebut, ia akan turut membawa produksi UMKM Indonesia ke Mekkah.

Menhub Ground-Breaking Dua Proyek Pelabuhan di Bali

Menhub Ground-Breaking Dua Proyek Pelabuhan di Bali

Suarapemerintah.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pembangunan Pelabuhan Sanur, Kota Denpasar dan Pelabuhan Bias Munjul, Kabupaten Klungkung, Bali.

Kami berharap dengan nantinya di bangun pelabuhan tersebut akan dapat memajukan pembangunan di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Termasuk juga memperlancar transportasi laut antara Bali daratan dengan kepulauan Nusa Penida,” ujar Budi, Sabtu (12/12).

Pembangunan kedua pelabuhan memakan anggaran Rp560 miliar dan sepenuhnya dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Anggaran itu mencakup pembangunan tiga pelabuhan, yakni dua di Kecamatan Nusa Penida dan satu pelabuhan di Sanur, Kota Denpasar. Dana digunakan untuk dua tahun anggaran, 2021 dan 2022.

Pembangunan pelabuhan di tiga lokasi ini akan memberi kenyamanan kepada masyarakat maupun wisatawan yang akan berkunjung ke Nusa Penida. Sebab kawasan pelabuhan ini didesain atau rancang bangun sesuai dengan kondisi pelabuhan yang mengacu pada budaya setempat,” katanya.

Ia juga berharap dengan pembangunan pelabuhan tersebut masyarakat yang akan bepergian tidak lagi turun ke pantai. Saat ini, warga harus turun ke pantai dan menerobos gelombang untuk menuju kapal cepat (boat) turun ke pantai dan menerobos gelombang. Padahal, Nusa Penida adalah salah satu objek wisata yang terkenal di Bali.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pelabuhan ini sangat penting bagi kemajuan di Nusa Penida dan Bali pada umumnya.

Jika ombak gede, naik speed boat harus digendong. Saya lihat ibu-ibu yang membawa sesaji akan sembahyang di Pura Ratu Gede Dalem Peed. Kondisi ini menjadi pemandangan sejak dahulu,” kata Koster.

Menurut Koster, setidaknya ada tiga alasan pembangunan pelabuhan ini. Pertama, pelabuhan merupakan penyeberangan yang diperlukan untuk upacara adat di Pura Dalem Peed. Kedua, pelabuhan menjadi pusat lalu lintas warga Denpasar dan Bali pada umumnya dan warga Nusa Penida yang sering bolak-balik. Ketiga, kunjungan wisatawan makin tinggi ke Nusa Penida.

Kalau yang lewat tempat ini (Sanur) lima ribu sampai enam ribu orang lebih dalam sehari. Bayangkan kalau semua harus menaikkan celana atau buka sepatu,” ucap Koster.

Adapun total anggaran untuk pembangunan Pelabuhan Sanur yakni Rp380 miliar, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida sebesar Rp82 miliar dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan sekitar Rp97 miliar lebih.

Nusa Penida dan Nusa Ceningan selesai akhir 2021, sedangkan Sanur selesai tahun 2022. Karena lebih luas, dan desain khusus,” ujarnya.

Ikhtiar Kemenag Meminimalisir Penyebaran Covid di Pesantren

Ikhtiar Kemenag Meminimalisir Penyebaran Covid di Pesantren

Suarapemerintah.id – Peristiwa santri atau kyai terkonfirmasi positif Covid-19 kembali terjadi di pesantren. Kemenag terus berupaya mengambil langkah-langkah meminimalisir penyebaran Covid.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur mengungkapkan pihaknya telah melakukan berbagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di pesantren, di antaranya mendorong  pembelajaran secara daring. Namun, Waryono mengakui bahwa ada sejumlah kendala yang dihadapi pesantren dalam pembelajaran daring.

“Tidak semua pesantren berlokasi di  perkotaan, keterbatasan jaringan dan kuota internet ditambah santri berasal dari berbagai daerah yang tentu tidak sama dengan lingkungan sekolah biasa. Jadi tidak mungkin kegiatan pembelajaran daring dapat diterapkan secara merata,” ungkapnya di Jakarta, Sabtu (12/12).

Menurut Waryono, tantangan terbesar di pesantren adalah physical distancing. Sebab, kamar santri selama ini dihuni beberapa orang. Mereka terus didorong untuk disiplin memakai masker.

“Ini merupakan tugas berat. Walaupun kyai sudah sering kali mengingatkan untuk menerapkan 3M. Bahkan, tradisi makan bersama sudah ditiadakan walaupun sebelum pandemi tradisi tersebut menjadi kebiasaan sehari hari,” ujar Waryono.

Waryono mengapresiasi pondok pesantren yang terus melakukan berbagai pembenahan dalam rangka upaya mitigasi persebaran covid 19. Penerapan  protokol kesehatan diperketat. Kementerian Agama juga telah memberikan bantuan melalui Bantuan Operasional Pesantren (BOP) untuk menyediakan fasilitas dan alat alat pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kemenag telah memberikan bantuan melalui BOP untuk penanganan Covid. Dana bantuan ini dipergunakan untuk menyediakan wastafel dan hand sanitizer. Pesantren juga terus berbenah untuk meminimalisir penyebaran,” tukasnya.

Waryono mengakui bahwa positif Covid-19 masih terjadi di pesantren. Namun, tingkat kesembuhan di sana juga terus meningkat.

“Ini tentu tidak terlepas dari sikap pimpinan pesantren yang cepat, tanggap, dan terkoordinasi dengan gugus tugas setempat sehingga penyebaran Covid-19 bisa tertangani dengan baik,” tuturnya.

“Kami mendapat informasi dari Kemenkes, 90% lebih pesantren memiliki gugus tugas. Pesantren taat mengikuti protokol kesehatan yang berlaku dan mengutamakan keselamatan kyai, ustadz, dan santri,” sambungnya.

Waryono menambahkan, gugus tugas Kemenag juga telah memberikan bantuan penanggulangan di sebagian pesantren yang terdapat peristiwa terkonfirmasi positif Covid-19. “Saya mengimbau seluruh pengasuh pesantren dan pimpinan lembaga pendidikan keagamaan Islam agar lebih ketat lagi dalam melaksanakan protokol kesehatan,” tutupnya.

Gedung SBSN MAN 1 Surakarta, Prestasi, dan Ikon Baru Solo Utara

Gedung SBSN MAN 1 Surakarta, Prestasi, dan Ikon Baru Solo Utara

Suarapemerintah.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta memiliki gedung kembar yang menjadi ikon baru di kawasan Solo Utara. Keduanya adalah Gedung Laboratorium Keagamaan Terpadu dan Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu. Dua gedung tersebut dibangun dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Kepala MAN 1 Surakarta Slamet Budiyono menjelaskan, madrasahnya kali pertama mendapat SBSN pada tahun 2019. Saat itu, MAN 1 Surakarta membangun Gedung Laboratorium Keagamaan Terpadu. Proses pembangunan berjalan lancar sehingga MAN 1 Surakarta mendapat  penghargaan sebagai Satuan Kerja Pengelola SBSN Terbaik Nasional dari DJPPR Kementerian Keuangan.

“Penghargaan diraih karena dinilai sukses mengelola dana SBSN, yaitu tepat waktu, tepat anggaran dan tepat guna,” jelas Slamet di Surakarta, Sabtu (12/12).

Menurutnya, penghargaan ini juga diikuti berbagai prestasi siswa dan guru. Sehingga, pada tahun 2020, MAN 1 Surakarta kembali mendapat bantuan SBSN untuk membangun Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu.

“Atas arahan Bapak Umar selaku Direktur KSKK Madrasah, gedung tersebut dilbangun bersebelahan dengan gedung bantuan SBSN yang pertama, sehingga menjadi gedung kembar yang menjadi pusat pembelajaran siswa di MAN 1 Surakarta,” tuturnya.

Slamet menjelaskan, keberadaan gedung SBSN tersebut, memberi tiga keunggulan bagi MAN 1 Surakarta. Pertama, madrasah ini memiliko Laboratorium Pusat Pengamatan Hilal (Ru’yatul Hilal ) yang merupakan bagian dari 76  titik pengamatan hilal dari 34 Provinsi di Indonesia.

Kedua, MAN 1 Surakarta mempunyai Laboratorium Uji Halal Produk, yang dapat memberi penguatan kepada siswa dalam menguji suatu produk makanan dari sisi fiqih dan saintifik.

“Ketiga, gedung kembar empat lantai ini menjadi ikon Kota Surakarta dan tidak dimiliki oleh madrasah lain atau bahkan sekolah umum lainnya,” tukasnya.

Gedung yang dibangun dari bantuan SBSN ini, kata Slamet, juga semakin meneguhkan MAN 1 Surakarta menjadi madrasah yang hebat bermartabat berkelas dunia. Hal ini  dibuktikan dengan berbagai prestasi yang diraih MAN 1 Surakarta, baik di bidang akadamik maupun non akademik.

Sepanjang 2020 misalnya, ada 66 kejuaraan yang diraih siswa MAN 1 Surakarta baik tingkat Nasional maupun Internasional. Keberadaan asrama juga meningkatkan mutu pembelajaran bahasa bagi siswa jurusan keagamaan. Karena wajib tinggal di asrama (Ma’had), sehingga dalam pembelajaran menggunakan pengantar bahasa asing yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris.

“Di asrama juga memperdalam ilmu-ilmu seperti ilmu Ushul Fikih, Musthalah Hadis, Ilmu Tafsir, Tahfidz, Nahwu Sharraf dan lain sebagainya dengan berbasis Kitab Kuning,” jelasnya.

Lulusan MAN 1 Surajarta juga banyak diterima di berbagai perguruan tinggi. Tahun 2020, ada 411 siswa yang lulus. Dari jumlah tersebut, 334 siswa diterima di berbagai PTN, PTKIN, Kedinasan, Poltekes Negeri, Politeknik Negeri. Tidak sedikit yang masuk UGM, IPB, UI, UNPAD, ITB, ITS, UB, UNDIP, UNS, UNY, UNSUD, UNNES, Univ. Tidar, UPN, dan sebagainya.

Untuk PTKIN, lulusan MAN 1 Surakarta benyak diterima di UIN Yogyakarta, UIN Malang, UIN Jakarta, UIN Semarang, UIN Bandung, IAIN Surakarta, IAIN Salatiga, dan lainnya. Untul kedinasan, banyak alumni masum di STMMC Yogyakarta, STTT Bandung, STTD Bekasi. Ada juga yang diterima di PT Luar Negeri, Turki, Emirat Arab, dan Bangladesh. Untuk perguruan tinggi swasta, lulusan MAN 1 Surakarta masuk ke Universitas Telkom  Bandung, Universitas Pertamina, Jakarta, Universitas Tri Sakti Jakarta, dan UMS Surakarta.

“Hal ini berimbas pada meningkatnya animo masyarakat menyekolahkan putra-putrinya di MAN 1 Surakarta,” jelas Slamet.

Jumlah pendaftar siswa baru tahun 2020 menembus angka 1.076 pendaftar, sementara kuota yang ada 420 siswa. Pendaftar tidak hanya dari wilayah Solo Raya namun juga luar Jawa. “Program MAPK dan MAN 1 Surakarta Program Boarding School Sains dan Riset merupakan salah satu daya tarik para pendaftar,” tandasnya.