Beranda blog Halaman 468

Meriahkan Pasar Imlek Semawis, Wapres Ajak Rawat Tradisi dan Keberagaman

Usai meninjau persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Sam Poo Kong serta mengunjungi wilayah terdampak tanah bergerak di Kecamatan Tembalang, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming turut memeriahkan suasana Pasar Imlek Semawis di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/02/2026).

Mengusung semangat persatuan dalam keberagaman yang sejalan dengan prioritas pembangunan pemerintah Presiden Prabowo Subianto, Wapres menyapa para pengunjung dan pedagang di pasar malam yang setiap tahun menjadi salah satu ikon perayaan Imlek di Kota Semarang. Kehadiran Wapres disambut antusias masyarakat yang memadati area Pasar Imlek Semawis.

Pada kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan pesan tentang pentingnya merawat tradisi sebagai identitas kebudayaan bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Beliau sangat [berpesan], ini tolong dijaga, jangan sampai hilang, karena tradisi ini kan susah untuk memulai. Jadi kalau yang sudah berjalan ya dijaga dan dirawat, apalagi melihat keberagaman yang sudah terjadi di sini,” imbuh Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim, dalam keterangannya usai mendampingi Wapres.

Wapres pun mengungkapkan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini secara rutin. Ia menilai, selain memberikan dampak positif bagi penguatan ekonomi warga, acara ini juga menjadi wujud nyata hidupnya toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat dari keberagaman latar belakang pengunjung dan pedagang yang berpartisipasi dalam Pasar Semawis.

“Pak Wapres senang karena ini bisa menghidupkan usaha ekonomi rakyat, senang sekali, dan keberagamannya sangat terasakan sekali oleh Pak Wapres,” pungkas Harjanto.

Dengan keberlanjutan tradisi seperti Pasar Imlek Semawis, diharapkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, serta semangat persatuan dalam keberagaman dapat terus terpelihara dan diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi penerus bangsa. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026, Siapkan Strategi Kebijakan Ekonomi Nasional

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2). Acara ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan visi dan langkah dalam arah kebijakan ekonomi nasional tahun 2026. 

Dalam pengantar pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajarannya pada tahun pertama pemerintahannya. Menurutnya, dalam satu tahun ini, telah banyak pencapaian yang menjadi suatu prestasi yang patut untuk dibanggakan.

“Semua pencapaian kita yang kita harus bangga adalah hasil kerja keras seluruh tim yang saya pimpin. Jadi, Saudara-saudara, di hadapan seluruh Indonesia, saya katakan memang tim saya adalah menurut pendapat saya, menurut keyakinan saya, karena saya pengguna, saya melihat langsung dari dekat, mereka sungguh-sungguh adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” ucap Presiden Prabowo.

Sementara itu, dalam laporannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto menyampaikan capaian pemerintah di bidang perekonomian. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara year-on-year, menurut Menko Airlangga tumbuh sebesar 5,11 persen dengan didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh kuat sebesar 4,98 persen.

“Ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta peningkatan mobilitas akibat daripada hari besar Nataru dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ucap Menko Ekon.

Tahun 2026, Menko Ekon menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen dengan potensi hingga 5,6 persen.

“Seperti pesawat kita pernah mau take off di tahun ’98 tetapi ada gangguan internasional. Nah sekarang kita akan take off dalam dua tahun ke depan. Tentu mesin produksi baik itu belanja pemerintah maupun investasi pelaku usaha dan Danantara ini menjadi engine yang harus bergerak secara harmonis,” katanya.

Turut hadir dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yakni para duta besar negara sahabat, para menteri Kabinet Merah Putih, para ekonom, dan akademisi.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga optimisme ekonomi nasional melalui kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang. Pemerintah menilai momentum saat ini sebagai titik penting untuk memperkuat daya saing nasional, meningkatkan investasi, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Targetkan 1.000 Desa Nelayan Beroperasi pada 2026, 5.000 Desa Hingga 2029

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor kelautan melalui pembangunan desa-desa nelayan secara terintegrasi di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan, sebagai bagian dari target besar 5.000 desa nelayan hingga 2029.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/02/2026).

“Selama Republik Indonesia berdiri, belum pernah disentuh oleh pemerintah Republik Indonesia, nelayan-nelayan kita belum pernah dapat perhatian. Mereka kadang-kadang tidak bisa punya es, tidak ada pabrik es di desa mereka, mereka sulit dapat solar, mereka sulit untuk dapat akses ke pasar. Ini kita ubah,” ujar Presiden.

Untuk itu, lanjut Presiden, setiap desa nelayan akan dilengkapi dengan pabrik es, cold storage, dermaga, kapal, serta kendaraan operasional, guna memastikan rantai distribusi hasil tangkapan berjalan efisien. Presiden menegaskan bahwa program ini bukan bersifat bantuan cuma-cuma, melainkan dikelola dalam skema koperasi.

“Ini semua bukan hand out, bukan kita bagi-bagi ini, kita organisasi dalam koperasi, semua pengeluaran mereka akan bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah,” jelas Presiden.

Presiden menyatakan bahwa para nelayan akan diberikan kelonggaran dalam pengembalian investasi agar tidak memberatkan. Skema pembiayaan ini dinilai adil, mengingat dunia usaha besar pun kerap mendapatkan restrukturisasi kredit.

“Kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11 sampai 12 tahun, yang tidak ada masalah karena para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun. Itu pun sering minta restrukturisasi,” ungkapnya.

Selain pembangunan desa nelayan, Presiden juga menyoroti percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih yang akan menjadi penggerak ekonomi desa. Dalam waktu dekat, ratusan koperasi ditargetkan mulai beroperasi, dengan total hampir 30.000 koperasi dan gudang yang telah dalam tahap pembentukan. Setiap koperasi akan dilengkapi gudang, cold storage, gerai kebutuhan pokok, klinik desa, farmasi desa murah, serta layanan pembiayaan mikro berbunga ringan guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.

“Semua barang subsidi akan punya akses. Rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran,” tegas Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa pendanaan program tersebut bersumber dari optimalisasi dana desa yang telah digulirkan selama satu dekade terakhir. Ke depan, dana tersebut akan diarahkan lebih terstruktur dan produktif agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Langkah ini menegaskan visi Presiden Prabowo untuk menjadikan laut sebagai masa depan ekonomi Indonesia di mana desa nelayan tidak lagi berada di pinggiran pembangunan, melainkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang modern, mandiri, dan berdaya saing global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Perkuat Fondasi Domestik, Presiden Prabowo Dorong Ekonomi Berdikari

Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan ekonomi nasional yang berpijak pada penguatan fondasi domestik. Dalam pidatonya pada Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden menyampaikan bahwa cita-cita menjadi negara maju harus dibangun dengan strategi yang terukur, terutama melalui pengelolaan optimal seluruh sumber daya nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Kita punya cita-cita tinggi, tapi kita punya sikap yang realistis. Yang penting bagi kita adalah kita harus menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara, seluruh sumber daya alam kita dan kita kelola, kita jaga dan kita pergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita,” ucapnya di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/02/2016).

Presiden menegaskan bahwa penguatan ekonomi nasional harus dimulai dari internal dengan membangun kemandirian dan daya saing. Indonesia, menurut Presiden, harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak lagi bergantung oleh kekuatan eksternal. 

“Kita akan buktikan ke seluruh dunia bahwa bangsa Indonesia sekarang, bangsa Indonesia hari ini adalah bangsa Indonesia yang percaya diri, bangsa Indonesia yang paham, bangsa Indonesia yang bertekad untuk berdiri di atas kaki kita sendiri, dan kita tidak mau dan tidak akan lagi selalu didikte oleh bangsa lain atau dipermainkan oleh siapapun lagi,” kata Presiden.

Dari sisi indikator ekonomi, Presiden mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan yang dijalankan selama satu tahun terakhir menunjukkan dampak nyata. Kepala Negara menyampaikan bahwa sejumlah kepala daerah memberikan laporan yang menunjukkan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga di daerah. 

“Mulai berapa hari ini, berapa minggu ini, saya dapat laporan dari kepala-kepala daerah, beberapa gubernur, beberapa bupati, sekarang mereka baru melihat hasil real, dampak real dari berbagai kebijakan kita,” ucapnya.

Selain peningkatan konsumsi, Presiden menyampaikan bahwa laporan dari daerah menunjukkan tren penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka, peningkatan jumlah masyarakat bekerja, serta membaiknya rasio gini. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh kebijakan ekonomi pemerintah diarahkan semata-mata untuk kepentingan rakyat.

“Kita selalu menghadapi mereka-mereka yang selalu memandang rendah bangsa kita, itu tidak menjadi apa-apa. Itu bagi kita adalah cambuk untuk kita bekerja lebih baik lagi. Kita bekerja untuk rakyat kita, kita bukan bekerja untuk menyenangkan orang lain, kita bekerja untuk rakyat kita,” tandasnya. 

Strategi ekonomi berdikari bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan konkret yang bertumpu pada kekuatan nasional, pemerataan kesejahteraan, serta keberanian mengambil keputusan strategis demi kepentingan rakyat Indonesia. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Tegaskan MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi dari Lapisan Paling Bawah

Presiden Prabowo Subianto secara tegas memaparkan dampak nyata dari sejumlah kebijakan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Presiden menyoroti salah satunya adalah dampak positif dari program makan bergizi gratis (MBG) bagi pertumbuhan ekonomi pada lapisan paling bawah.

“Makan bergizi gratis telah mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga ini dan mendorong pertumbuhan di desa-desa, di kecamatan-kecamatan, di lapisan yang paling bawah dari ekonomi kita,” jelas Presiden dalam sambutannya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026, yang digelar di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/02/2026).

Selain peningkatan konsumsi rumah tangga, Presiden Prabowo juga menyoroti menurunnya tingkat kemiskinan hingga tren pengangguran terbuka yang turut menurun. Melihat tren positif tersebut, Presiden optimistis bahwa ekonomi Indonesia pada tahun ini akan tumbuh sangat baik.

“Dan di sinilah, dari lapisan paling bawah Indonesia akan bangkit menjadi ekonomi yang dinamis. Kalau saya percaya bahwa ekonomi kita akan sangat baik tahun ini,” ucap Presiden.

Selain dampak nyata terhadap kondisi ekonomi bangsa saat ini, program MBG ini juga merupakan investasi ekonomi jangka panjang Indonesia sekaligus wujud nyata dari langkah berani dalam akselerasi pembangunan bangsa.

“Saya kira di dunia ini, ini adalah suatu prestasi yang membanggakan dari segi manjamen, dari segi logistik, dari segi pengendalian, saya kira ini sesuatu yang mungkin harus dicatat sebagai prestasi yang membanggakan kita,” tandasnya.

Hal Ini menegaskan bahwa strategi pembangunan ekonomi Indonesia bergerak menuju model yang lebih inklusif di mana pertumbuhan tidak lagi bertumpu pada pusat ekonomi semata, melainkan tumbuh kuat dari desa, komunitas, dan lapisan masyarakat paling bawah sebagai fondasi kebangkitan nasional

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Efisiensi Anggaran dan Pemberantasan Korupsi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran, memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, serta mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pidatonya saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/02/2026).

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pada tahun pertama pemerintahannya, negara berhasil melakukan penghematan anggaran lebih dari Rp300 triliun. Dana hasil efisiensi tersebut dialihkan untuk mendukung program-program produktif, termasuk program makan bergizi gratis (MBG).

“Dalam kebijakan fiskal saya sudah buktikan bahwa kita bisa melaksanakan efisiensi, penghematan yang sangat besar. Di tahun pertama pemerintahan kita, kita telah menghemat uang dari anggaran kita sendiri sangat besar, Rp300 triliun lebih penghematan kita,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menjelaskan, penghematan dilakukan dengan memangkas belanja yang dinilai tidak produktif, seperti perjalanan dinas luar negeri, kegiatan seremonial, seminar, hingga kajian yang berlebihan. Menurut Presiden, langkah tersebut memungkinkan pemerintah untuk lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat dan percepatan pembangunan infrastruktur.

“Kajian-kajian, analisa-analisa, sudah tidak perlu terlalu banyak kajian dan analisa. Kita sudah tahu masalahnya. Kekurangan infrastruktur, lakukan. Desa perlu jembatan, buat. Rakyat lapar, cari pangan. Tidak usah terlalu banyak analisa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyoroti pentingnya menutup kebocoran anggaran dan meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara. Presiden mengapresiasi kinerja Danantara yang dalam waktu kurang dari satu tahun telah mencatatkan hasil efisiensi dan reformasi hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saya dapat laporan sementara, hasil daripada efisiensi Saudara, reformasi Saudara sudah melahirkan hasil empat kali lipat daripada tahun 2024. Ini luar biasa, tapi harus terus dikejar,” ucapnya.

Presiden Prabowo pun menargetkan tingkat pengembalian aset (return on asset) di atas 8 persen.

“Kau patok 7 persen, saya patok 8 persen. Sekarang saya tingkatkan. Harus bisa lebih dari 8 persen. Menteri-menteri, bisa? Siap gitu dong. Percaya sama saya. Kalian sendiri akan kaget,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden kembali menegaskan tekadnya untuk memberantas korupsi di seluruh lini pemerintahan dan dunia usaha. Presiden menekankan bahwa tidak boleh ada kompromi dalam penegakan hukum, namun tetap menjunjung tinggi keadilan.

“Korupsi masih terlalu banyak. Kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia. Segala kebocoran, segala penyelewengan, segala manipulasi, semua. Semua tingkatan,” tegas Presiden.

“Tidak ada kompromi. Kita harus tegakkan hukum dengan baik. Tapi tidak boleh ada miscarriage of justice,” lanjutnya.

Strategi pembangunan ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan saja, tetapi juga pada reformasi tata kelola yang bersih, efisien, dan berintegritas sebagai fondasi Indonesia menuju negara maju. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bangun Indonesia Bersih dan Tertata, Presiden Prabowo Perkuat Fondasi Lingkungan dan Stabilitas Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor termasuk kebersihan lingkungan. Menurut Presiden, Indonesia harus berani melakukan perbaikan mulai dari tingkat desa hingga ibu kota.

“Termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan buktikan,” ucap Presiden pada Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/02/2026).

Dalam pidatonya, Kepala Negara menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang harus ditangani secara sistematis dan berbasis teknologi ramah lingkungan. Presiden pun mengapresiasi sejumlah lembaga pendidikan yang telah mengembangkan alat daur ulang dan pemusnah sampah berskala kecil yang ramah lingkungan. 

“Tidak merusak, tidak menimbulkan bau, yang cukup dalam skala-skala kecil. Kita berharap ada alat-alat itu di setiap kelurahan kita. Di setiap kecamatan kita. Sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat yang terendah. Ini kita akan laksanakan tahun ini juga. Yang besar-besar ya kita terpaksa cari teknologi yang terbaik dan kita sudah mulai,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden turut memperkenalkan gerakan “ASRI” yang merupakan akronim dari aman, sehat, resik, dan indah.

“Ini sudah mulai bekerja. Saya juga berharap kita akan lakukan gentengisasi seluruh desa, kecamatan, dan seluruh kota-kota besar Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu di bidang stabilitas nasional, Presiden menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan kepastian hukum sebagai fondasi pembangunan. Kepala Negara memastikan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang kuat dalam menghormati seluruh perjanjian internasional dan kewajiban keuangan negara. 

“Kita punya track record yang sangat besar. Indonesia belum pernah default dalam sejarah kita. Kita selalu hormati perjanjian pemerintah-pemerintah terdahulu. Kita terbuka untuk investasi dari manapun dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan,” kata Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden memperkenalkan strategi besar bertajuk “Indonesia Incorporated” yang menekankan kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Pemerintah yang bersih dan adil bantu yang paling lemah dan paling miskin. Kita bangkit bersama, Indonesia insyaallah bukan lagi raksasa yang tertidur, tapi kita bangkit menjadi raksasa yang mampu berdiri dan membangun kehidupan lebih baik bagi rakyatnya,” tandasnya. 

Arah pembangunan nasional tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada transformasi lingkungan, tata kelola kota yang modern, serta stabilitas nasional sebagai fondasi Indonesia menuju masa depan yang berkelanjutan. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menaker Terbitkan Ketentuan WFA bagi Pekerja di Sektor Swasta pada Libur Nyepi dan Idulfitri

Pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) menerbitkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/2/HK.04/II/2026 tentang Pelaksanaan Kerja dari Lokasi Lain (Work From Anywhere) bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan pada Masa Libur Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri Tahun 2026.

Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Menaker Yassierli pada 13 Februari 2026 ini diterbitkan dalam rangka mengoptimalkan mobilitas masyarakat pada masa libur Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, serta untuk menjaga produktivitas kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2026.

Melalui SE yang ditujukan pada para pemimpin perusahaan/pelaku usaha di seluruh Indonesia ini, Menaker mengimbau para pemimpin perusahaan/pelaku usaha untuk memberikan kesempatan kepada pekerja/buruh melaksanakan kerja dari lokasi lain atau work from anywhere (WFA), dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan WFA dilakukan pada tanggal 16-17 Maret 2026 dan diharapkan dapat dilakukan juga pada tanggal 25-27 Maret 2026 dengan memperhatikan kebutuhan perusahaan serta mempertimbangkan potensi lonjakan mobilitas arus balik para pemudik setelah merayakan Hari Raya Idulfitri.

2. Pelaksanaan WFA dapat dikecualikan untuk sektor tertentu seperti bidang kesehatan, logistik, transportasi, keamanan, perhotelan, hospitality, pusat perbelanjaan, manufaktur, industri makanan dan minuman, sektor esensial lainnya, atau yang berkaitan dengan kelangsungan produksi.

3. WFA tidak diperhitungkan sebagai cuti tahunan.

4. Pekerja/buruh yang melaksanakan WFA tetap menjalankan pekerjaan sesuai tugas dan kewajibannya.

5. Upah selama WFA diberikan sesuai dengan upah yang diterima saat melaksanakan pekerjaan di tempat biasa bekerja atau sesuai dengan upah yang diperjanjikan.

6. Jam kerja dan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja/buruh yang bekerja secara WFA, diatur sedemikian rupa oleh perusahaan agar pekerja tetap produktif.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mensesneg Apresiasi Peran Media Arus Utama Sebagai Rujukan Bagi Masyarakat

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengapresiasi peran media arus utama atau mainstream media dalam memberikan informasi yang faktual kepada masyarakat, di tengah derasnya arus informasi saat ini.

“Peran media mainstream menjadi semakin krusial untuk menjadi rujukan. Jadi ketika misalnya, saya membayangkan begini, misalnya masyarakat melihat konten media sosial yang kemudian masyarakat ragu, saya membayangkan salah satu rujukannya adalah ‘kita coba lihat nih channel-nya [mainstream media]’,” ujar Mensesneg dalam dialog di Apa Kabar Indonesia Pagi, Sabtu (14/2).

Selain itu, Mensesneg juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh awak media di tanah air yang telah menyajikan berbagai informasi mengenai kegiatan, program, maupun capaian pemerintah kepada masyarakat. Mensesneg pun mengajak semua pihak untuk memastikan setiap program dan kebijakan yang dijalankan pemerintah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Kami paham betul bahwa tidak mudah menjalankan tugas di lapangan. Kita melihat kerja teman-teman media luar biasa dan itu betul-betul tidak mudah. Oleh karena itu, mewakili pemerintah, mewakili Bapak Presiden, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh media di tanah air,” ujarnya.

Mensesneg juga menyoroti bahwa dunia saat ini dihadapkan pada tantangan perubahan pola penyebarluasan informasi, yang berlangsung sangat cepat namun terkadang mengabaikan aspek keakuratan dari informasi yang disampaikan.

“Kalau media mainstream mungkin karena durasi di dalam pemberitaan itu bisa cukup panjang maka program-program atau apapun itu, tidak sekadar dari pemerintah, bisa tersampaikan dengan cukup lengkap. Tapi kalau pola di media sosial karena seringnya ini juga bermain dengan masalah kecepatan, bermain dengan masalah pemilihan-pemilihan judul clickbait supaya viral, yang seringnya antara judul dengan isinya tidak sinkron, nah ini kan juga sebuah tantangan tersendiri,” ujarnya.

Oleh karena itu, Mensesneg kembali menekankan tanggung jawab semua pihak untuk memastikan agar dunia digital tidak dipenuhi oleh hoaks, disinformasi, fitnah, maupun ujaran kebencian. Mensesneg juga mengajak insan pers untuk menghindari pemberitaan yang tidak bertanggung jawab, memperkuat demokrasi, konsisten dalam mencerdaskan dan membangun karakter publik, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air demi bangsa yang berdaulat dan bermartabat

“Kita melihat media-media kita juga sekarang sedang berusaha keras untuk ke arah sana, dengan memberikan sajian-sajian pemberitaan-pemberitaan yang betul-betul faktual di lapangan, betul-betul berbasis data,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Polri Hadirkan Ekosistem Pangan hingga Pelosok, Presiden Prabowo: Kita Berada di Jalan yang Benar

Dialog hangat melalui konferensi video antara Presiden Prabowo Subianto dengan perwakilan dari beberapa Polisi Daerah (Polda) di Indonesia mewarnai peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta groundbreaking 107 SPPG Polri di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2).

Dari Bekasi, jajaran Polda Metro Jaya melaporkan pengembangan ekosistem rantai pasok bahan baku SPPG di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong. Di atas lahan seluas 49 hektare, budidaya ikan nila dan bandeng, udang, ayam petelur, hingga ternak kambing dikembangkan secara terpadu.

“Area ekosistem yang dirintis oleh Bapak Kapoda Metro Jaya sejak 15 September 2025 melalui kerja sama pinjam pakai lahan terdiri dari budidaya ikan, udang, ayam petelur, dan ternak kambing. Di lokasi seluas 49 hektare, hari ini dilaksanakan panen raya ikan nila dan bandeng 108 ribu ekor, 600 ribu ekor udang windu dan vaname, 1000 ayam telur, dan 100 ekor kambing yang akan kami distribusikan ke 57 SPPG Polda Metro Jaya,” ujar perwakilan dari Polda Metro Jaya.

Kepala Negara menyampaikan rasa bangga dan bahagianya melihat langsung ekosistem pangan yang terbangun. Menurut Presiden, langkah ini bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membantu pemenuhan gizi anak-anak Indonesia serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Saya sangat bahagia hari ini, saya sangat bangga. Tadi saya sudah sampaikan mungkin di sambutan saya, tapi sekarang saya lihat langsung ini luar biasa. Ini juga akan mengamankan kita semua, mengamankan ketahanan pangan kita, juga membantu rakyat kita, membantu gizi anak-anak kita. Ini sesuatu yang luar biasa, ini sesuatu yang sangat penting,” ujar Presiden Prabowo.

Semangat yang sama datang dari Indonesia timur. Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Papua Barat melaporkan delapan SPPG yang tengah dibangun, termasuk enam di wilayah terpencil dan 3T. Di Kampung Wamesa, Kabupaten Kaimana, pembangunan dilakukan dengan perjuangan ekstra karena faktor geografis dan cuaca ekstrem. Distribusi material harus ditempuh melalui jalur darat dan laut dengan waktu 40 hingga 60 menit.

“Kami semua mempersiapkan operasionalisasi SPPG 3T ini dengan mengurai rantai pasok dari sumber lokal seperti sayur mayur, ikan, daging rusa, dan buah, dan sebagian dari luar wilayah seperti Surabaya Bapak Presiden, antara lain beras, ayam, telur, dan susu. Mudah-mudahan SPPG di sini dapat berjalan dengan baik melayani seluruh masyarakat,” ucap Wakapolda Papua Barat.

Calon penerima manfaat di Kampung Wamesa yang terdiri atas siswa TK dan SD, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menanti operasionalisasi dapur MBG. Anak-anak setempat menyampaikan terima kasih dan harapan agar MBG segera hadir di sekolah mereka.

“Terima kasih Bapak Presiden sudah bangun dapur MBG di kampung kami. Kami tunggu ya MBG-nya di sekolah kami SD YPK Betlehem, Wamesa, Kabupaten Kaimana Terima kasih Bapak Presiden,” ujar para pelajar antusias.

Dari Kalimantan, Polda Kalimantan Selatan melaporkan pembangunan 35 SPPG, termasuk 10 di daerah terpencil dan pondok pesantren. Selain itu, pengelolaan keamanan pangan dilakukan secara komprehensif, mulai dari deteksi alergen, pengawasan kesehatan oleh dokter kepolisian, hingga pemanfaatan limbah menjadi eco-enzyme dan pakan ternak.

Sementara itu, Polda Jawa Tengah mencatatkan diri sebagai polda dengan SPPG terbanyak. SPPG juga hadir di pondok pesantren dan di lokasi terdampak bencana banjir, menunjukkan fleksibilitas dan keberpihakan pada masyarakat yang membutuhkan. Dari Jawa Timur, Kapolda melaporkan peresmian Gedung Ketahanan Pangan Polri di Mojokerto dan menjadi gudang khusus jagung pertama di provinsi tersebut. Fasilitas ini memperkuat stabilitas harga dan ketersediaan pangan dengan tata kelola profesional bersama Bulog.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa stabilitas negara sangat bergantung pada ketahanan pangan. Menutup dialog, Kepala Negara kembali menyampaikan kebanggaannya kepada seluruh jajaran Polri yang telah bekerja hingga ke pelosok dan wilayah sulit.

“Ini suatu prestasi luar biasa juga. Ini sangat-sangat penting bagi stabilitas, bagi ketahanan pangan. Negara aman, kalau pangannya aman. Jadi, terima kasih atas prestasi saudara-saudara. Teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya. Jadikan Polri selalu di tengah-tengah rakyat. Penggerak pengaman, penjaga keselamatan bangsa. Terima kasih. Terima kasih,” pungkas Presiden.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News