Beranda blog Halaman 4724

MAN 2 Pekanbaru Borong Sembilan Medali Kejuaraan Nasional

Suarapemerintah.idMadrasah Aliyah Negeri 2 Pekanbaru berhasil memborong sembilan medali dari dua kejuaraan tingkat nasional ke Provinsi Riau.

Pertama, lima medali berhasil diraih pada ajang Madrasah Olympiad Contest (MOC) edisi 2.0, terdiri dari dua emas, dua perak, dan satu perunggu. Kedua, empat medali diboyong dari Kompetisi Sains Nasional (KSN), terdiri dari satu emas, dua perak, dan satu perunggu.

Kepala MAN 2 Pekanbaru Norerlinda menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi yang berhasil diraih anak didiknya.  “Alhamdulillah kemarin siswa kami dapat meraih prestasi-prestasi tersebut. Mohon doanya, agar delegasi MAN 2 Pekanbaru selanjutnya dapat melaju ke olimpiade internasional,” tutur Norerlinda, Sabtu (17/10).

Ia menuturkan dua kejuaraan nasional yang diikuti memiliki tantangan masing-masing.

Dalam ajang MOC edisi 2.0, Norerlinda mengisahkan bahwa anak didiknya harus bersaing dengan sekitar 2.000 peserta yang berasal dari madrasah dari seluruh Indonesia. Sedangkan untuk ajang KSN, delegasi MAN 2 Pekanbaru harus bersaing dengan 898 peserta yang berasal dari SMA/MA se-Indonesia.

Apresiasi juga disampaikan Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Mahyudin.“Terimakasih kepada jajaran MAN 2 Pekanbaru dan madrasah lain yang ada di Riau, yang selama ini sudah berusaha keras dalam memberikan pembelajaran bagi anak-anak didik walau Pandemi Covid-19 belum juga mereda. Semoga prestasi yang telah diraih dapat ditingkatkan di masa mendatang,” kata Mahyudin.

Sementara Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Riau menyampaikan untuk ajang KSN, Provinsi Riau memperoleh posisi ke-6 tingkat nasional setelah Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sedangkan untuk ajang MOC edisi 2.0, Provinsi Riau berhasil memboyong 16 Medali, terdiri dari dua emas, empat perak, dan 10 perunggu.

Berikut nama siswa MAN 2 Pekanbaru peraih medali kejuaraan tingkat nasional:

A. Peraih Medali pada MOC edisi 2.0

1. Raisya Tri Cahyani  mewakili pada cabang ekonomi (emas)

2. M. Fahri Alfaarizi Razwen mewakili pada cabang geografi (emas)

3. M. Dhafi Sany Putra mewakili pada cabang fisika (perak)

4. Athifah Helga Amaranta Daulay mewakili cabang kimia (perak)

5. Faluth Syifa Sadri mewakili pada cabang geografi (perunggu)

B. Peraih medali pada KSN

1. Raihan Perdana Setyawan mewakili pada cabang ekonomi (emas)

2. Muhammad Naufal Athaullah mewakili pada cabang astronomi (perak)

3. Muhammad Dhafi Saniy mewakili pada cabang fisika (perak)

4. Virginia Putri Annisa mewakili pada cabang kebumian (perunggu)

IAIN Salatiga dan Pesantren Sinergi Perkuat Karakter Mahasiswa

Suarapemerintah.id – Institut Agama Islam Negeri Salatiga (IAIN Salatiga)  menggandeng pondok pesantren se-Salatiga untuk perkuat karakter mahasiswa. Program ini terutama diperuntukkan bagi 300 mahasiswa penerima  beasiwa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahun 2020. Angka ini meningkat dari penerima beasiswa KIP tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 179 mahasiswa.

Untuk mewujudkan hal tersebut, IAIN Salatiga pun mengundang 50 pimpinan pondok pesantren se- Salatiga untuk bersama merancang pola sinergi perkuat karakter mahasiswa dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Gedung KH Hasyim As’Ari Kampus III IAIN Salatiga.

“IAIN Salatiga konsisten untuk menjalankan pedoman dan juknis yang dikeluarkan Kementerian Agama tentang pemberian beasiswa KIP Kuliah,” tutur Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Sidqon Maesur, Kamis (15/10).

“Kami selalu memastikan mahasiswa yang mendapat beasiswa KIP Kuliah bisa masuk pesantren yang baik, memiliki semangat wasathiyah Islam dan jauh dari radikalisme,” lanjut Sidqon.

Sementara Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Diktis Kemenag Ruchman Basori yang hadir sebagai narasumber menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi PTKI dan pondok pesantren. Menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah harus tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan berakhlakul karimah. Hal ini dapat diwujudkan salah satunya dengan pembinaan yang dilakukan oleh pondok pesantren.

“Sinergi dan kolaborasi antara PTKI dan Pontren sangat penting dalam rangka integrasi institusi pendidikan islam dan menjaga sustainability,” tukas kandidat Doktor Universitas Negeri Semarang ini.

Ruchman pun berharap PTKI dan Pondok Pesantren dapat duduk bersama untuk merancang kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. “Misalnya, bagi mahasiswa yang mengambil program studi Islamic Studies, maka target di pesantren adalah ahar mereka menguasai agama dengan baik (tafaqquh fiddin),” kata Ruchman.

Sementara bagi mahasiswa yang mengambil program studi umum maka target kurikulumnya adalah mengenalkan agamanya dengan baik atau ta’aruf fiddin. Ruchman juga menggarisbawahi  untuk kemampuan baca tulis Al-Qur’an menjadi hal wajib yang harus dikuasai oleh para mahasiswa.

Ia pun berpesan agar terjadi sinergi dan kolaborasi perlu adanya kesadaran kolektif pimpinan PTKI dan Ponpes dalam menyediakan suasana kondusif bagai lahirnya generasi hebat dari penerima KIP kuliah. “Komitmen mencetak para bintang menjadi penting dan harus disusun rencana yang sistematis,” tegas Alumni IAIN Walisongo ini.

Jalin Sinergi Pengembangan Pertanian Pesantren, Tanam Padi 1000Ha

Suarapemerintah.id – Ditjen Pendidikan Islam Kemenag bersama Badan Ketahanan Pangan Kementan, dan Intani (Insan Tani dan Nelayan Indonesia) menjalin sinergi dalam pengembangan pertanian di pesantren. Sinergi ini ditandai dengan rilis program koorposari petani.

Program yang langsung disupervisi oleh Wapres KH Ma’ruf Amin ini mengangkat tema “Akselarasi Ketahanan Pangan Berbasis Pesantren”. Dalam kesempatan itu, dilakukan penanaman padi seluas 1000 Ha di Pesantren Pemberdayaan Al Muhtadin Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (17/10).

Hadir, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Waryono Abdul Ghafur, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP Kementan Yazid Taufik,  dan Ketua INTANI Guntur Subagja. Hadir juga perwakilan dari Pupuk Kujang.

Intani adalah organisasi masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan kemandirian pertanian Indonesia. Anggotanya terdiri dari petani, pengusaha, akademisi, dan masyarakat yang peduli terhadap petani dan pertanian Indonesia.

Ketua INTANI yang juga asisten staff ahli Wapres Guntur mengatakan, acara ini merupakan program kolaborasi membangun kesejahteraan petani dan ketahanan pangan. Program ini melibatkan banyak stakeholders di bidang pertanian. “Ini adalah program kolaborasi kami dalam meningkatkan perekonomian petani,” ujar Guntur.

Guntur menilai,  inisiasi kolaborasi ini sangat tepat dilakukan di pesantren. Sebab, pesantren  memiliki potensi sumber daya manusia (ustaz dan santri) dan sumberdaya alam berupa lahan yang sangat besar untuk diberdayakan. “Potensi sumber daya pesantren ini patut diberdayakan, maka kami ada untuk berkolaborasi,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Direktur PD Pontren Waryono. Menurutnya,  pesantren secara umum memang tidak terpisahkan dengan pertanian. Sebab, dahulu kyai-kyai memiliki lahan persawahan yang luas dan yang menggarap santrinya. “Dulu itu kyai-kyai punya sawah yang luas dan santrinya yang menggarapnya,” tutur Waryono.

“Kami masih mendiskusikan untuk lokasi pengembangan pertanian pesantren lainnya. Ada sejumlah lokasi yang direncanakan, antara lain Indramayu, Cirebon, dan Banten. Program ini masih dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2020,” sambungnya.

Kepala Pusat Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Yazid Taufik menambahkan bahwa pesantren adalah bagian dari sentra ketahanan pangan nasional sehingga  perlu dimaksimalkan potensinya. “Pesantren kan bagian dari pusat ketahanan pangan juga. Ini penting untuk diperhatikan,”  tandasnya.

Deputi Bidkor Kominfotur: SOP Diperlukan Dalam Menangani Radikalisme di Ruang Digital

Suarapemerintah.id – Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Rus Nurhadi Sutedjo mengatakan bahwa dalam menangani peredaranan informasi radikalisme di ruang digital perlu disusun rencana aksi dan SOP yang terukur agar mampu mengimbangi informasi yang cenderung mendiskreditkan kinerja Pemerintah.

“Penanganan radikalisme di ruang digital selama ini telah dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga yang berwenang menangani hal tersebut, namun selama ini dirasa masih belum optimal dikarenakan masih berjalan secara parsial, belum tersinergi dengan baik,” ungkap Rus dalam Forum Group Discussion tentang Pembahasan Penyusunan SOP dan Regulasi, Serta Optimalisasi Penanganan Radikalisme di Ruang Digital, Yogyakarta, Sabtu (17/10/2020).

Sedangkan dalam proses takedown, Rus menyampaikan perlu dibuat semacam kesepakatan atau regulasi seperti Surat Edaran Bersama atau MoU antar Kementerian dan Lembaga yang memiliki kapasitas menangani konten radikal sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sehingga, lanjutnya, apabila dipermasalahkan dalam tuntutan hukum dikemudian hari menjadi tanggung jawab secara kolektif, bukan hanya kepala Negara atau salah satu Kementerian/Lembaga saja.

“Selanjutnya penguatan dalam penanganan konten tersebut dapat dikoordinasikan oleh Kemenko Polhukam bersama Kemenkominfo agar dapat dikelola dengan baik,” kata Rus.

Dalam kesimpulannya, Rus mengatakan, “Walaupun diperlukan adanya penindakan dan mekanisme pengaturan yang tegas mengenai peredaran konten radikalisme di ruang digital, dunia nyata tetap memegang peran krusial dalam peredaran narasi di tengah masyarakat.”

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Kebijakan Digital, Dedy Permadi, mengatakan bahwa penyusunan SOP dan regulasi penanganan radikal di ruang digital dibagi menjadi tiga termin, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

“Jangka pendek, sekitar satu sampai tiga bulan, terdiri dari inventarisasi sumber daya, pemetaan, pembagian tupoksi, dan melakukan asesmen awal terkait ruang lingkup pengawasan konten, skema koordinasi, dan menyusun definisi radikalisme atau ekstremisme,” kata Dedy.

Selanjutnya, Dedy mengatakan bahwa setelah inventarisasi serta pemetaan selesai, akan ditindaklanjuti melalui Rapat Koordinasi dengan stakeholder terkait untuk pendalaman pada kesempatan pertama.

“Untuk jangka menengah sekitar 3-9 bulan, sedangkan jangka panjang sekitat 9-18 bulan,” ungkap Dedy.

Ternyata Kilang Plaju Produksi Gas Pendorong Semprotan

Beritamedia.id – Pelengkap perawatan kesehatan dan kecantikan seperti hair spray, dry shampoo, penyegar wajah, parfum dan lainnya yang digunakan dengan cara disemprotkan mengandung Hydrocarbon Aerosol Propellant (HAP) agar cairan menyebar rata. HAP merupakan salah satu produk turunan dari gas yang dihasilkan Kilang Pertamina, salah satunya Refinery Unit III Plaju.

Selain dua produk tersebut, HAP juga digunakan dalam produk pembunuh Pertamina Raih Penghargaan K3 dari Gubernur Kalimantan Timurkuman, serangga, cat semprot dan lain-lain. Pada masa pandemi saat ini, banyak produk pembunuh kuman dan mikroorganisme sebagai antisipasi penularan virus COVID-19.

HAP sebagai varian produk gas domestik, merupakan gas pendorong atau aerosol ramah lingkungan yang mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi pemanasan global. HAP murni dibuat dari bahan alam dan tidak berpotensi dalam penipisan lapisan ozon.

Sebelum ada HAP, produk gas pendorong yang digunakan adalah CFC atau kloroflourkarbon, yang dapat merusak lapisan ozon.  Namun pada tahun 2015 CFC tidak diperbolehkan lagi, setelah dikeluarkannya protokol Montreal.

HAP yang diproduksi Kilang RU III Plaju, tersedia dalam berbagai jenis dengan spesifikasi disesuaikan dengan kelompok industri penggunanya.  Seperti HAP-32 untuk industri parfum dan korek api gas, HAP-39 untuk industri hair spray, HAP-42 untuk industri air freshner, HAP-52 untuk indsutri insektisida, dan HAP-85 untuk industri cat semprot, yang menggunakan propellant sebagai pendorong produk aerosol.

“HAP merupakan produk gas berasal dari crude yang diolah di Crude Distiller Units (CDUs) kemudian masuk ke Gas Plant Unit. Setelah melewati sejumlah proses, produk gas dari pengolahan kilang menghasilkan LPG, Musicool dan HAP,” kata Region Manager Communication, Relations & CSR Sumbagsel Dewi Sri Utami.

Dewi menambahkan  rata-rata produksi HAP di Kilang Plaju sebesar 10–15 ton per bulan, dimana disalurkan ke Depot LPG Pulau Layang, yang berada di bawah Marketing Operation Region II Sumbagsel.

Pada masa pandemi ini, produk HAP termasuk yang mengalami peningkatan permintaan, seiring dengan peningkatan produk sanitasi baik itu hand sanitizer, disinfektan, dan produk cair lain yang memerlukan propellant aerosol sebagai pendorong.

“Produksi HAP menyesuakan permintaan, apabila permintaan berkurang, maka akan diolah menjadi LPG atau Musicool bahan pendingin AC,” terangnya.

Warga Menjadi Kunci Pemerintahan Digital

Suarapemerintah.id – Konsep pemerintahan digital sebagai bagian dari smart city membutuhkan peran dan kesiapan masyarakat. Hal itu disampaikan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dalam FGD ‘Pemerintahan Digital: Menuju Tata Kelola Pengambilan Kebijakan Yang Terbuka Dan Partisipatoris’, Sabtu (17/10/2020).

“Sebenarnya, selain menyiapkan layanan digital hal yang juga penting adalah membiasakan masyarakat bisa dilayani secara digital,” ucapnya.

Dia menyebut, meski Pemerintah Kota Yogyakarta sudah meluncurkan Jogja Smart Service, ada sebagian masyarakat yang masih mengakses pelayanan secara manual dengan datang langsung ke dinas terkait.

Dikatakan, JSS sebenarnya diarahkan menjadi balai kota di dunia maya seluruh layanan bisa diakses secara online, namun sekarang belum bisa karena masyarakat belum semua siap.

“Seperti layanan ambulance sekarang tidak perlu telefon, dengan JSS semua yang dibutuhkan masyarakat sudah terpenuhi, namun sekarang memang dijalankan dua bentuk layanan yakni manual dan digital karena memang masih banyak masyarakat yang harus dilayani secara manual,” jelasnya.

Pihaknya berharap masyarakat berperan mendorong pembangunan dengan memberikan masukan kepada pemerintah, sehingga rencana pembangunan memang dirancang sesuai dengan harapan masyarakat.

Menurutnya, dalam JSS memang sudah tersedia layanan laporan warga untuk menginformasikan komplain mereka, yang dulu dirintis dari UPIK. Namun sejauh ini menurutnya masyarakat belum menggunakan secara maksimal. Masih sekadar informasi terkait jalan berlubang, atau lampu jalan padam.

“Untuk menampung partisipasi masyarkat, sudah difasilitasi dengan musrenbang, bahkan di Kota Yogyakarta ada musrenbang tematik, seperti musrenbang anak, difabel hingga pengusaha, ini harapannya bisa menjaring ide dan gagasan warga,” jelasnya.

Heroe berharap masyarakat semakin siap dalam menghadapi era smart city, terutama dalam mengaplikasikan layanan digital dengan membiasakan diri mengakses semua layanan secara online.

Pjs Wali Kota Medan Hadiri Pelantikan DPD IPQAH Kota Medan

Suarapemerintah.idPjs Wali Kota Medan, Ir. Arief Sudarto Trinugroho, M.T menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafiza (IPQAH) Kota Medan masa khidmat 2020-2025 di Aula Baznas Sumut, Jalan Rumah Sakit Haji, Deli Serdang, Sabtu (17/10). Diharapkan kepengurusan baru ini DPD IPQAH dapat lebih maju guna menghasilkan Qari -Qariah dan Hafiz- Hafiza terbaik dari Kota Medan.

Selain Pelantikan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan acara Talk Show Al-Quran dan Akhlak serta launching Website resmi DPD IPQAH Kota Medan. Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua IPQAH Sumut, Dr. Hj. Halimatu Saadiyah, Kadis Pendidikan, Adlan, S.Pd, Plt Kabag Agama, Agus Maryano, Ketua PD IPQAH Kota Medan, Syaifuddin Hazmi Lubis dan Perwakilan MUI Kota Medan serta Pengurus DPD IPQAH Kota Medan.

Dikatakan Pjs Wali Kota Medan, Ir. Arief Sudarto Trinugroho, M.T, Iqra atau bacalah menjadi ayat pertama didalam Al Quran. Artinya ini secara nyata menjadi perintah agar setiap umat muslim membaca Al Quran sebagai kebiasaan yang harus dilaksanakan di setiap waktu. Selain itu Umat Islam juga harus mengkaji berbagai fenomena dan fakta ilmu pengetahuan dengan tetap berpedoman kepada Al Quran dan hadits.

“Al Quran menjadi pedoman utama Umat Islam di seluruh dunia, sebab didalamnya terdapat beragam panduan bagaimana seorang muslim harus berperilaku dalam kehidupannya. Artinya Al Quran mengandung banyak sekali tuntutan mengenai Unsur Aqidah, muamalah dan Akhlak”, kata Pjs Wali Kota Medan.

Selanjutnya kepada Pengurus DPD IPQAH Kota Medan yang baru, Pjs Wali Kota Medan mengucapkan selamat dan berharap semoga dapat menjalankan tugas dan amanah yang telah diberikan. Selain itu diharapkan kepengurusan yang baru ini dapat semakin menunjukkan kualitas fungsi dalam memberikan pengajaran dan pembelajaran esensi dan nilai ayat suci Al-Quran bagi umat muslim khususnya di Kota Medan.

“Selamat kepada Pengurus DPD IPQAH yang telah dilantik. Semoga Kepengurusan yang baru ini dapat menjadi energi dan semangat baru dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Quran ke masyarakat secara luas sebagai pedoman hidup yang lebih baik. Selain itu juga, dapat menunjukkan fungsi dan tugas lembaga IPQAH dalam mengajarkan dan membina sehingga melahirkan para qari-qariah dan hafiz-hafizah yang semakin berkualitas,” kata Pjs Wali Kota.

Dalam kesempatan tersebut Pjs Wali Kota menyampaikan apresiasinya atas Talkshow dan launching, website IPQAH. Tentunya Website ini akan semakin memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mencari informasi sekaligus menggali ilmu. “Saya mengapresiasi dengan hadirnya Website ini sebab di era revolusi industri 4.0, tekhnologi infomatika menjadi sesuatu hal yang penting dan tidak terpisahkan dalam mendukung setiap aktifitas kita”, jelas Arief Sudarto Trinugroho.

Sebelumnya, Ketua DPD IPQAH Kota Medan Syaifuddin Hazmi Lubis mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan atas dukungan yang diberikan kepada IPQAH Kota Medan. Hal ini menurut Syaifuddin menjadi semangat menjalankan tugas sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Semoga IPQAH Kota Medan dapat melebarkan dan mengembangkan ilmunya tentang Al-Quran kepada umat Muslim khususnya di Kota Medan, selain itu di juga kami dapat membina generasi muda untuk menjadi Qori-Qoriah dan Hafiz-Hafiza yang terbaik “, katanya.

Pelantikan kepengurusan DPD IPQAH KotaMedan ini Selanjutnya diakhiri dengan penyerahan buku kepada Pjs Wali Kota Medan oleh Ketua DPD IPQAH Kota Medan sebagai ungkapan terima kasih atas kehadiran dan dukungan yang telah diberikan.

Zulkifli Pimpin KORPRI Kabupaten Bogor

Suarapemerintah.id – Korpri  Kabupaten bogor menggelar Rapat Kerja Dewan Pengurus, dengan agenda pokok Musyawarah pergantian Ketua Dewan Pengurus Korpri Antar Waktu Masa Bhakti 2019-2024. Terpilih secara aklamasi Drs. Zulkifli, AP, MM., M.Si., sebagai Ketua, menggantikan Dr. Syarifah Sofiah, M.Si., yang menjadi Sekretaris Daerah Kota Bogor, pada Jumat (16/19/2020).
Dalam Rapat Kerja tersebut Zulkifli mengatakan bahwa Korpri Kabupaten Bogor sebagai organisasi tempat berhimpun Aparatur Sipil Negara (ASN) harus benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.
“Saya mengajak seluruh keluarga besar Korpri Kabupaten Bogor untuk bersama-sama menjadikan Korpri sebagai organisasi tempat berhimpun Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bogor yang benar-benar dapat dirasakan manfaat dan keberadaanya untuk seluruh anggota dan masyarakat Kabupaten Bogor.  Serta mampu memberikan kontribusi kinerja yang optimal dalam upaya mendukung Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban,” kata Zulkifli.
Zul juga menambahkan, dalam waktu dekat kita mempunyai agenda HUT Korpri ke-49. “Dalam waktu sebulan kedepan kita bersama-sama memperingati HUT Korpri ke-49 dengan tema Korpri Berkontribusi, Melayani dan Mempersatukan. Mari kita peringati HUT Korpri tahun ini dengan agenda yang menyentuh seluruh lapisan anggota dan keluarga besar serta peduli terhadap kondisi Covid-19,” tambahnya.
Selain itu, Zulkifli yang pernah menjadi Komandan Upacara dalam Peringatan HUT Korpri ke-45, juga sekarang menjabat Kepala BKPP Kab Bogor merencanakan membangun rumah singgah. “Agenda yang juga menjadi salah satu prioritas dalam kegiatan Korpri khususnya terkait pengabdian kepada masyarakat, kami merencanakan dalam periode ini akan membangun Rumah Singgah Korpri Peduli, rumah penginapan bagi pasien daerah yang kesulitan dalam hal biaya penginapan bagi warga yang keluarganya sedang dirawat di rumah sakit.
Kami juga mengusulkan untuk melakukan pendekatan kepada anggota tidak hanya melalui unit tapi juga dengan pendekatan komunitas yang sangat beragam dikalangan ASN, seperti komunitas olahraga fun, music, usaha, kajian agama, profesi, dan lain-lainl,” pungkasnya.

Bupati Bogor Buka Kegiatan JOTA-JOTI Tingkat Kabupaten Bogor

Suarapemerintah.idBupati Bogor Ade Yasin membuka secara resmi kegiatan JOTA-JOTI (Jamboree- On-The-Air dan Jamboree-On-The-Internet) tahun 2020 untuk tingkat Kabupaten Bogor di Gedung Serbaguna 1, Jumat (16/10/20). JOTA-JOTI merupakan kegiatan yang memberikan kesempatan bagi Pramuka di seluruh dunia untuk berkumpul walaupun berada di lokasi geografis yang berbeda-beda. Untuk kegiatan JOTA, peserta menggunakan Radio Amatir dan untuk kegiatan JOTI mereka dapat menggunakan Internet.
Bupati Bogor Ade Yasin mengapresiasi kegiatan ini, hal itu dibuktikan dengan dirinya langsung melakukan komunikasi dengan berbagai peserta JOTA-JOTI di wilayag Kabupaten Bogor yang tersebar di 4 titik, yaitu Ciluensgi, Cisarua, Cibinong dan Ciomas.
Bahkan, dirinya langsung menjadi breeker dalam kegiatan ini dengan menggunakan sandi khusus yang sudah disediakan oleh ORARI Kabupaten Bogor. “Kita berharap ini menjadi arena kreatifitas anak-anak Kabupaten Bogor ditengah pandemic seperti ini, mereka bisa ikut serta terhubung dengan pramuka di Indonesia bahkan di dunia, karena memang ini melalui system online,” kata Ade.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Kabupaten Bogor Agus Ridallah mengungkapkan, Berdaskan Surat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, bahwa salah satu agenda rutin Word Organitation Scout Movement setiap tahunnya adalah dilaksanakannya sebuah pertemuan yang dapat menyatukan seluruh anggota Gerakan Kepanduan untuk dapat berinteraksi dan saling mengenal sesuai semangat Kepanduan yaitu persaudaraan dan persahabatan.
“Pertemuan tersebut dilaksanakan melalui jaringan Radio dan jaringan internet, sehingga seluruh anggota Kepramukaan dapan beninteraksi melalui dua media tersebut guna mengejewantahkan semangat dan tujuan Scout Movement,” kata Agus.
Lebih jauh dia mengatakan, Pada pelaksanaan Jambore in The Air di Kabupaten Bogor dilaksanakan secara tersebar di empat zona untuk menghindari kerumunan dan interaksi dalam jumlah yang banyak, sehingga pelaksanaan Tahun ini kami bersepakat dengan ORARI Kabupaten Bogor untuk memecah kegiatan di empat zona yaitu Zona Timur berlokasi di Gandoang Cileungsi, Zona Selatan  CiKopo Cisarua, Zona Utara di Cibinong dan Zona Barat di Tamansari.
“Alhamdulillah, tadi untuk JOTA ibu Bupati langsung membuka secara resmi, dan untuk JOTI nya dilaksanakan di rumah masing-masing anggota Pramuka melalui link WOSM,” beber pria yang juga menjabat sebagai kasatpol PP Kab Bogor ini.

Pjs Wali Kota Medan: Terapkan Disiplin Protokol Kesehatan Di Setiap TPS

Suarapemerintah.idPenjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan, Ir. Arief Sudarto Trinugroho, M.T menyatakan protokol kesehatan harus diterapkan dengan disiplin di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Penggunaan Sirekap Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan, Sabtu (17/10) di Pelataran Parkir Taman Tjong Yong Hian, Jalan Kejaksaan, Medan Petisah.

Dia juga mengharapkan partisipasi politik warga Medan tetap tinggi walaupun Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2020 ini digelar pada kondisi pandemi Covid-19.

Dalam kegiatan yang dihadiri Plh Ketua KPU RI, Ilham Syahputra dan Komisioner Evi Novida Ginting dan Viryan Azis, Anggota Bawaslu RI Afifuddin, Ketua KPU Sumut, Herdensi Adnin, dan segenap penyelenggara pillkada dan warga sekitar itu, Arief mengatakan, simulasi ini merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh KPU Medan dalam menyiasati momen pilkada di masa pandemi.

Salah satu tantangan yang harus dihadapi, lanjutnya, adalah menghadirkan pemilih ke TPS-TPS yang tersebar di seluruh wilayah Medan. Arief mengatakan, jumlah pemilih pada pilkada periode lalu tidak sampai 30 persen dan diharapkan KPU dapat melalui tantangan kemungkinan menurunnya partisipasi pemilih di masa pandemi ini.

Pada kegiatan ini, Arief melakukan peninjauan ke seluruh bagian TPS, termasuk ketersediaan peralatan protokol kesehatan, di antaranya pengukur suhu tubuh, peralatan cuci tangan, sarung tangan. Di samping itu, Arief juga meninjau bilik khusus bagi calon pemilih yang suhu badannya di atas 37 derajat celius.

“Saya secara pribadi berharap pilkada tahun ini berlangsung dengan damai dan lancar serta dapat melalui tantangan kesehatan dengan baik,” harap Arief seraya mengajak semua pihak terkait menjadikan Kota Medan sebagai panutan yang baik dalam pelaksanaan pilkada yang jurdil di masa pandemi ini.