Beranda blog Halaman 4731

Hari Santri, Pemkab Bogor Gelar Musabaqah Qiraatil Kutub Virtual

Suarapemerintah.id – Sambut Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Bogor tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub secara virtual. Kegiatan diikuti peserta perwakilan dari kecamatan se-Kabupaten Bogor di studio multimedia Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tanggal 14-17 Oktober.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, hari santri tahun ini dilaksanakan dalam suasana pandemi. Ini memberi motivasi bagi santri untuk menjaga kesehatan dan melaksanakan protokol kesehatan. Sehingga pesantren menjadi tempat yang aman bagi para santri.
“Semua kegiatan hari santri di Kabupaten Bogor disesuaikan dengan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah, dilakukan secara virtual, untuk menjaga kesehatan santri dan pengasuh Ponpes”, terang Ade.
Ade menambahkan, dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya ucapkan   selamat mengikuti lomba Musabaqah Qiraatil Kutub 2020 secara virtual tingkat Kabupaten Bogor.
Sementara itu, ketua panitia hari santri tingkat Kabupaten Bogor Azis Syamsuddin menjelaskan, kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan-kegiatan dalam memperingati hari santri nasional tingkat Kabupaten Bogor tahun 2020.
“Ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan, pertama hari ini dimulai dari musabaqah tingkat Kabupaten Bogor, dilanjutkan tanggal 22 Oktober akan dilaksanakan upacara hari santri nasional di lapangan Tegar Beriman dan dilanjutkan dengan dzikir, sholawat dan doa bersama di hari yang sama”, jelas Aziz.
Aziz menambahkan, kegiatan hari santri nasional ini merupakan awal dari tongkat sejarah dalam rangka ikut sama sama menggerakan semangat atau pun girah para santri dalam rangka meningkatkan kemampuan melalui kegiatan di pesantren maupun yang diselenggarakan oleh pemerintah.
“Dalam suasana pandemi Covid-19, tentunya semua kegiatan tidak selalu bisa berjalan secara normal namun kita semua berupaya bagaimana seluruh rangkaian kegiatan program hari santri ini tetap bisa berjalan dengan baik dengan tetap menjaga protokol Kesehatan”, tambah Aziz.
Aziz melanjutkan, dalam suasana pandemi ini mari kita sama-sama menjaga kesehatan, tetap menjalankan 3M dengan mencuci tangan sesering mungkin, memakai masker, dan menjaga jarak.
Dalam Musabaqah Qiraatil Kutub Virtual cabang lomba yang diperlombakan adalah Marhalah Ula (setingkat Madrasah Tsanawiyah) putra dan putri. Marhalah Wustho (setingkat madrasah Aliyyah) putra dan putri.
Materi soa’l atau kitab yang dibaca Marhalah Ula (setingkat Madrasah Tsanawiyyah) yakni kitab fiqh matan safinah An -Naja, karya Salim Amir Al-Hadjari. Marhalah Wustho (setingkat Madrasah Aliyyah) yakni kitab fiqh Fath Al-qurib Al Mujib Fi Syarth A-Fazh Al-Taqrib, karya Abu Abdillah Muhammad Shanhaji.

Lansia di Denpasar Dibina Jadi Tangguh dan Mandiri

Suarapemerintah.id – Jumlah penduduk di Provinsi Bali pada tahun 2019 berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencapai 4,36 juta, di mana 12,37% diantaranya merupakan Lanjut Usia (Lansia), di mana Usia Harapan Hidup di Bali mencapai 71,68 tahun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa provinsi Bali sedang bertransisi menuju ke arah penuaan penduduk karena persentase penduduk usia 60 tahun ke atas mencapai di atas 7%. Berbagai macam tantangan akibat penuaan usia telah menyentuh berbagai aspek kehidupan, baik kesehatan, sosial, ekonomi maupun lingkungan.

Demikian beberapa hal yang disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Agus P. Proklamasi dalam arahannya pada pelaksanaan kegiatan Orientasi Pendampingan Perawatan Jangka Panjang bagi Lanjut Usia di Denpasar pada Rabu (14/10). Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola program Bina Keluarga Lansia (BKL) tentang pendampingan perawatan jangka panjang bagi Lanjut Usia ini menghadirkan 30 orang peserta, yang terdiri dari OPD-KB, Kader BKL dan Penyuluh KB dari 9 kabupaten/kota se-Bali.

Lebih lanjut Agus P. Proklamasi menyampaikan bahwa dengan tingginya usia penduduk lansia di Provinsi Bali ini, maka perlu dilakukan pendampingan terhadap Keluarga yang mempunyai Lansia melalui kelompok Kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL), dimana kelompok ini merupakan wadah kegiatan bagi keluarga yang mempunyai lansia yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta keluarga dalam mewujudkan lanjut usia yang sehat, mandiri, poduktif dan bertaqwa sehingga tetap dapat diberdayakan dalam pembangunan dengan memperhatikan kearifan, pengetahuan, keahlian, keterampilan dan pengalamannya sesuai usia dan kondisi fisiknya.

“BKKBN tidak hanya melakukan penggarapan terhadap pasangan usia subur (PUS) dalam hal kesertaan dalam ber-KB, namun juga mempunyai tugas dalam rangka untuk peningkatan kualitas SDM, salah satunya melalui pemberdayaan Lansia,” Ujarnya.

Tugas pokok BKKBN adalah memberikan pemahaman terkait perencanaan keluarga yang berkualitas, dalam hal ini perencanaan mulai dari sebelum melaksanakan kehidupan berkeluarga sampai perencanaan mamasuki usia lansia.

“Jadi BKKBN ini kerjanya ngurusi dari bayi sampai ke lansia. Mulai dari remaja persiapan berkeluarga, setelah itu persiapan punya anak, perencanaan mau anak berapa dan kapan berhenti melahirkan, perawatan balita dan tumbuh kembang anak sampai ke perawatan lansia,” tambah Agus Proklamasi.

Dalam hal keluarga yang mempunyai Lansia, BKKBN membina melalui kader-kader kelompok BKL yang ada di banjar-banjar. Harapannya melalui kegiatan ini para kader mempunyai pedoman dan petunjuk dalam rangka pendampingan perawatan bagi keluarga yang mempunyai lansia di wilayahnya masing-masing, sehingga Lansia tersebut bisa menjadi Lansia tangguh, mandiri dan berdaya.

Sementara Dr. dr. I Gusti Putu Suka Aryana, Sp. PD-Kger, yang merupakan menjadi narasumber dalam kegiatan dimaksud menyampaikan bahwa memasuki usia lanjut, umumnya setiap manusia akan mengalami perubahan secara signifikan dari sisi Biologis, Psikologi dan juga Sosial, di mana akan mulai muncul masalah kesehatan.

Perubahan ini selain dipengaruhi oleh faktor endogen (dari dalam diri, seperti organ tubuh), juga dipengaruhi oleh faktor exogen, seperti lingkungan dan gaya hidup. Untuk itu dirinya berpesan untuk menjaga pola hidup mulai dari muda, agar supaya kelak memasuki usia lanjut dapat mengurangi masalah kesehatan yang mungkin terjadi.

“Jadi diharapkan kita semua dapat menjaga pola hidup kita dari sekarang, jangan menunggu tua. Olahraga teratur, makan yang bergizi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersbeut juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dengan Perkumpulan Juang Kencana daerah Bali.

AREBI Ajak Broker Properti Ikuti The Biggest Real Estate Summit 2020 Secara Online

Beritamedia.id – Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) mengajak  broker properti di Indonesia, baik yang sudah maupun belum menjadi anggota,  juga masyarakat umum, untuk mengikuti perhelatan akbar The Biggest Real Estate Summit 2020 bertema  “Grabbing And Winning The Future Of Property Industry”.

Event dilakukan secara langsung secara virtual di kanal Youtube DPP AREBI pada hari Selasa, 17 November 2020 mendatang.

Summit 2020 ini juga sekaligus menjadi perayaan hari jadi AREBI yang ke 28. AREBI atau Asosiasi Real Estate Broker Indonesia adalah satu–satunya organisasi profesi dimana para anggotanya terdiri dari perusahaan maupun perorangan yang bergerak dalam usaha Jasa Perantara Properti.

Lukas Bong, Ketua Umum DPP AREBI menjelaskan pandemi COVID-19 membuat AREBI menggelar conference real estat terbesar di Indonesia secara online.

Pandemi Covid-19 tidak boleh membuat broker properti berhenti bergerak. Banyak yang bisa dilakukan agar bisa bertahan dan terus sukses menjalani profesi sebagai broker properti ditengah pandemi Covid-19 dan resesi. Untuk itu AREBI mengajak para broker properti di Indonesia, baik yang sudah maupun belum menjadi anggota, juga masyarakat umum, untuk mengikuti The Biggest Real Estate Summit 2020 secara online karena banyak pengetahuan yang bisa didapat dan berguna bagi broker properti dalam menjalani profesinya,” ujar Lukas Bong.

Lebih lanjut Lukas Bong mengatakan, pengetahuan broker properti harus terus ditambah agar bisa bekerja secara profesional.

Apalagi akibat pandemi COVID-19 persaingan antar broker properti akan semakin ketat. Hanya broker professional dan dipercaya yang akan dipilih masyarakat untuk digunakan jasanya dalam bertransaksi properti.

AREBI sebagai wadah para broker properti di Indonesia akan terus meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan anggotanya agar mampu bersaing dan sukses dalam kondisi apapun,” kata Lukas Bong.

Berbagai tantangan seputar industri properti dan profesi broker properti di  Indonesia akan dibahas pada perhelatan akbar The Biggest Real Estate Summit 2020 dengan menampilkan narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Antara lain, apa dampak UU Cipta Kerja terhadap dunia usaha, khususnya terhadap industri properti di tanah air? Bagaimana prediksi masa depan industri properti di tanah air di tengah badai ketidakpastian dunia? Apa kiat-kiat para developer dan broker properti bertahan di tengah pandemi COVID-19?

Lalu bagaimana para pelaku industri properti menjaga nama baik dan komitmen kepada konsumen di tengah ancaman kepailitan? Apa saja yang perlu dicermati oleh masyarakat dalam memilih developer dan broker properti untuk bertransaksi agar aman dan nyaman?

Semua akan dikupas secara lugas dan tuntas oleh para maestro dibidangnya.  Jadi jangan sampai tidak mengikuti,” kata Lukas Bong.

Ketua Panitia The Biggest Real Estate Summit 2020 Daniel Handojo menambahkan, kegiatan The Biggest Real Estate Summit 2020 bertujuan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan profesionalisme anggota AREBI.

Untuk mengikuti acara The Biggest Real Estate Summit 2020 tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun Panitia menghimbau para peserta untuk memberikan donasi bagi yang bekekurangan melalui wadah sosisal : AREBI-CARE, untuk membantu kaum dhuafa & mereka yang kekurangan/dalam bencana seperti misalnya untuk membantu anak-anak di Anyer yang terkena Tsunami.

Untuk mengikuti acara ini, bisa langsung mendaftar di http://arebisummit.com atau menghubungi panitia di 021 – 2555 8645 dan 0813 8614 6199. Peserta The Biggest Real Estate Summit 2020 bisa mendapatkan berbagai Lucky draw yang menarik seperti sepeda motor, logam mulia emas, handphone, dll.

Daniel Handojo mengungkapkan, perhelatan akbar The Biggest Real Estate Summit 2020 bertema “Grabbing and Winning The Future Of Property Industry” menghadirkan pembicara-pembicara ternama di bidang properti, hukum, financial planning, creative thinking, digital marketing, dan team management.

Antara lain Hendro S. Gondokusumo (Wakil Ketua Umum Bidang Properti KADIN dan Presiden Direktur PT Intiland Development Tbk.), Budiarsa Sastrawinata (President FIABCI Indonesia dan Managing Director Ciputra Group), Totok Lusida (Ketua Umum Real Estate Indonesia/ REI), Lukas Bong (Ketua Umum Asosiasi Real Broker Indonesia / AREBI dan Praktisi Broker Properti). Tampil sebagai Moderator adalah Handoko Wignjowargo (Maestro Consulting dan Anggota Dewan Kehormatan AREBI).

Tidak hanya itu. The Biggest Real Estate Summit 2020 juga menghadirkan  kelas-kelas online dengan materi yang akan dibawakan secara eksklusif, antara lain oleh Darmadi Darmawangsa (Motivator, Presiden Direktur ERA Indonesia), Hotman Paris Hutapea (Pengacara Kepailitan), Erwin Kallo (Property Lawyer), Ligwina Hananto (Lead Financial Trainer QM Financial), Ernest Prakasa (Comedian, Movie Actor), Aldo Rambie (Vertical Lead, Facebook Indonesia).

Acara kali ini juga menampilkan informasi dari asosiasi rekanan internasional seperti ASEAN Real Estate Network Alliance (ARENA), National Association of Realtors (NAR), Institute of Estate Agents (IEA) Singapura dan Malaysian Institute of Estate Agents (MIEA) Malaysia serta.

Peraturan mengenai kepemilikan apartemen bagi warga negara asing, tentunya menjadikan Indonesia salah satu raksasa dalam properti di Asia.

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk mendapatkan inspirasi, kiat-kiat, dan strategi demi meraih kegemilangan masa depan di industri properti. Sangat menyesal jika tidak mengikuti perhelatan akbar The Biggest Real Estate Summit 2020 bertema  ‘Grabbing and Winning The Future Of Property Industry’. Jadi catat dan jangan lupa mendaftar. Broker properti harus semakin professional di tengah pandemi COVID-19 dan resesi. Perbanyak pengetahuan dan ketrampilan yang berguna saat menjalankan profesi broker properti,” kata Daniel Handojo.

Walikota Yogyakarta: Jangan Kucilkan Pasien Covid-19

Suarapemerintah.idWalikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti meminta kepada seluruh warga masyarakat Kota Yogyakarta agar tidak mengucilkan para pasien positif Covid-19.

“Masyarakat yang terpapar covid-19 justru harus di berikan semangat bukan malah di kucilkan, sama halnya para pasien orang tanpa gejala (OTG) yang mengisolasi dirinya dirumah, jangan juga dikucilkan tapi dikondisikan agar mereka tidak berinteraksi dengan orang lain,” tegasnya, Rabu (14/10/2020).

Ia menekankan bahwa Covid-19 bukan penyakit kutukan, jadi orang yang kena Covid-19 itu bukan karena dia dosanya besar atau segala macam, “Stigma seperti itu harus kita hilangkan. Jangan mengucilkan pasien positif,” katanya.

Walikota mengajak kepada masyarakat agar berempati terhadap kondisi pasien yang positif terpapar Covid-19. “Bayangkan kalau kita sakit, lalu kita kesulitan mendapatkan makanan, lalu keluarga kita tidak boleh keluar. Maka apa yang terjadi pada kita?” ungkapnya.

Ia pun mengungkapkan jika Pemerintah kota Yogyakarta terus mensosialisasikan kepada warga masyarakat Kota Yogya untuk terus mentaati protokol kesehatan, seperti menghidari kerumunan, menjaga jarak fisik, mencucui tangan dengan air mengalir dan sabun, memakai masker dalam keadaan apapun.

“Bukan social distancingnya, tapi physical distancing yang mesti dijaga, karena pada dasarnya menjaga jarak sosial itu dalam konteks kami sebagai warga dan pertemanan maupun persaudaraan di Kota Yogya secara sosial tidak ada jarak tapi, yang harus di jaga itu adalah jarak fisiknya. Social distancing terjaga tapi jarak fisiknya tidak terjaga bahaya, selain itu menjaga menghindari kerumanan,” jelasnya.

Pemprov Bengkulu Siap Sukseskan Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Kampanye Pakai Masker

Suarapemerintah.idSekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri mengatakan, terkait Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Kampanye Pakai Masker yang akan dihadiri langsung Deputi Bidang Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kemenko PMK RI Dody Usodo HGS, Pemprov Bengkulu bersama TNI-Polri siap mensukseskan kegiatan tersebut.

Lanjut Hamka, Apel Kesiapsiagaan Bencana yang dipimpin Deputi Kemenko PMK RI ini akan dipusatkan di Makorem 041/ Gamas Bengkulu. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian masker sebanyak 20 ribu di 2 lokasi, yaitu direncanakan di kawasan Pantai Panjang Bengkulu dan Pasar Minggu Kota Bengkulu.

“jadi itu beberapa agenda yang akan dilaksanakan dari kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana PMK RI. Intinya kita bersama TNI-Polri siap mensukseskan kegiatan ini,” jelas Sekda Hamka sabri usai pimpin Rapat Persiapan Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Kampanye Pakai Masker dan Persiapan Menyambutan Kedatangan Deputi Bidang Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kemenko PMK RI, di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (13/10).

Terkait dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan penyebaran Covid-19, yang hingga saat ini kasus konfirmasi positif terus bertambah di Bengkulu, direncanakan sosialisasi akan menggunakan media yang lebih menyentuh kepada masyarakat, yaitu dengan melibatkan khotib Shalat Jum’at bagi umat islam serta penceramah umat beragama lainnya melalui pemimpin ibadahnya masing-masing.

“Ini nanti bisa disampaikan khotib Shalat Jum’at tentang bagaimana kita mensosialisasikan penanganan Covid-19 ini, jadi jangan semata-mata secara struktural saja tetapi juga disampaikan melalui tempat – tempat beribadah,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk teknis pelaksanaannya, nantinya Tim Satgas Covid-19 Provinsi Bengkulu menyampaikan surat kepada Kanwil Kementerian Agama Bengkulu, untuk merumuskan sebuah tema tentang bagaimana tentang penanganan Covid-19 ini.

“Nanti setiap khotbah Shalat Jum’at, Khatib akan menyampaikan itu, sehingga masyarakat lebih peka akan keselamatan bersama ditengah pandemi ini,” pungkas Hamka.

Solusi Menguatkan Perekonomian Di Bulan Inklusi Keuangan

Suarapemerintah.id Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah mengatakan, pandemi Covid-19 saat ini berdampak ke seluruh sendi kehidupan, salah satunya dalam hal perekonomian Untuk itu, jelas Dedy, perlu adanya solusi untuk menguatkan perekonomian, salah satunya dengan pemberian akses masyarakat kepada industri keuangan.

“Saya memberi apresiasi kepada industri keuangan. Kondisi Covid-19 ini memaksakan kita untuk memikirkan cara memulihkan perekonomian, dengan adanya industri keuangan ini sangat membantu masyarakat,” kata Dedy Ermansyah, usai membuka acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) secara virtual, di Gedung Daerah Bengkulu, Selasa (13/10).

Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diselenggarakan OJK ini menurut Dedy, merupakan salah satu upaya guna menguatkan perekonomian yang ada di Bengkulu.

Kepala OJK Perwakikan Bengkulu Yusri menjelaskan Gelar Bulan Inklusi Keuangan tahun 2020 ini dimaksudkan untuk mengembangkan perekonomian khususnya bagi masyarakat Bengkulu.

“OJK menggelar Bulan Inklusi Keuangan ini untuk memperkuat perekonomian masyarakat dalam kondisi pandemi,” sebut Yusri.

Lebih lanjut disampaikannya, BIK ini juga dimaksudkan untuk lebih mengenalkan sektor keuangan kepada masyarakat, dimana, sebutnya, tingkat literasi keuangan masyarakat secara nasional maupun kota terhadap sektor bursa keuangan masih kurang. Untuk di Nasional berkisar sebesar 3,8%, sedangkan di Bengkulu sebesar 3,4%.

“Literasi keuangan masyarakat berarti seberapa besar tingkat kepahaman masyarakat Indonesia terhadap sektor bursa keuangan. Jadi untuk Bengkulu, presentasenya sedikit dibawah nasional,” ungkap Yusri.

Kegiatan BIK ini juga diisi dengan Kick Off Bulan Inklusi Keuangan dengan melaksanakan kegiatan penandatanganan dan penyerahan komitmen bulan Inklusi Keuangan, Penandatangan akad kredit, penyerahan rekening tabungan simpel, penyerahan rekening saham serta penyerahan tabungan emas.

Kegiatan ini juga melibatkan institusi keuangan sepeti Bank Bengkulu, Pegadaian serta Bursa Efek Indonesia Cabang Bengkulu.

Publikasi Penyelenggara Pos Universal Tahun Buku 2019

Suarapemerintah.id – Berdasarkan data penerimaan PNBP Kontribusi Penyelenggaraan Layanan Pos Universal, dari 668 Penyelenggara Pos, masih terdapat 109 penyelenggara yang belum melaksanakan pembayaran kewajiban Kontribusi Penyelenggaraan Layanan Pos Universal tahun buku 2019.

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menerbitkan:

  1. Surat Kasubdit Pencegahan dan Penertiban tertanggal 17 Maret 2020 perihal Surat Pemberitahuan Pembayaran Kewajiban Kontribusi Penyelenggaraan Layanan Pos Universal Tahun Buku 2019
  2. Surat Kasubdit Pencegahan dan Penertiban tertanggal 3 Agustus 2020 perihal Surat Teguran Pertama Pembayaran Kewajiban Kontribusi Penyelenggaraan Layanan Pos Universal Tahun Buku 2019
  3. Surat Plt. Direktur Pengendalian Pos dan Informatika tertanggal 3 September 2020 perihal Surat Teguran kedua Pembayaran Kewajiban Kontribusi Penyelenggaraan Layanan Pos Universal Tahun Buku 2019, serta
  4. Surat Plt. Direktur Pengendalian Pos dan Informatika tertanggal 6 Oktober 2020 perihal Surat Teguran Ketiga Pembayaran Kewajiban Kontribusi Penyelenggaraan Layanan Pos Universal Tahun Buku 2019

Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Kominfo mempublikasikan para Penyelenggara Pos yang belum melaksanakan kewajiban Kontribusi Penyelenggaraan Layanan Pos Universal tersebut pada Website Kementerian Kominfo (daftar perusahaan terlampir).

Sesuai dengan ketentuan Pasal 17 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 tahun 2017 tentang Mekanisme Kontribusi Penyelenggaraan Layanan Pos Universal, apabila sampai dengan batas waktu yang diberikan Penyelenggara tersebut tidak memenuhi kewajiban dimaksud, maka akan dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan izin penyelenggaraan pos.

Apabila penyelenggara sudah melakukan pembayaran Kontribusi Penyelenggaraan Layanan Pos Universal Tahun Buku 2019, mohon dapat melakukan klarifikasi ke TIM KPLPU Dito Ari Wicaksono (0857-2818-1567), Ari Ismanto (0898-0577-913) Hedi (0877-8116-5414).

Klarifikasi perlu menyertakan bukti pembayaran melalui laman https://ditdal.kominfo.go.id/pos. Jika klarifikasi sudah diterima dan diverifikasi kebenarannya maka surat teguran ketiga pembayaran tersebut dapat diabaikan.

Di Palangka Raya, Wamenag Serahkan Bantuan Pesantren Lebih dari 4 Miliar

Suarapemerintah.idWakil Menteri Agama Zainut Tauhid menyerahkan bantuan senilai lebih dari empat miliar rupiah kepada pondok pesantren dan lembaga keagamaan di Palangka Raya, Kalimantan  Tengah.

Bantuan yang disalurkan terdiri dari Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan daring senilai Rp.2.935.000.000,-  dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pendidikan Kesetaraan pada pondok pesantren sebanyak Rp.1.169.150.000,-.  Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wamenag kepada perwakilan Ponpes Darul Amin dan Ponpes Al-Wafa, di sela-sela acara pembinaan ASN Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (13/10).

Wamenag berharap bantuan itu bisa mendorong lembaga pendidikan keagamaan di Kalimantan Tengah semakin maju dan berkembang. Dan dapat membantu berlangsungnya pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

“Bantuan ini adalah bentuk perhatian pemerintah melalui Kementerian Agama dalam menghadapi dampak Covid-19,” kata Wamenag.

“Jangan sampai gara-gara korona, pembelajaran anak-anak kita terlantar. Mereka harus tetap mendapatkan pelayanan pendidikan dengan baik,” imbuhnya.

Dikatakan Wamenag, mencerdaskan kehidupan bangsa adalah amanat konstitusi dan cita-cita para pendiri bangsa. Karena itu, upaya mewujudkan generasi unggul, berprestasi, memiliki kompetensi dan siap berkompetisi di era global harus terus dilakukan dalam situasi dan kondisi apapun.

“Proses belajar mengajar harus terus jalan. Kita di tengah kondisi seperti ini harus kreatif. Kalau belum memungkinkan tatap muka ya kita harus bisa migrasi dari konvensional ke digital melalui pembelajaran daring,” pesan Wamenag.

Kepala Kanwil Kemenag Kalteng Abd Rasyid berharap seluruh lembaga penerima bantuan bisa memanfaatkan bantuan itu dengan sebaik-baiknya sesuai dengan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama pusat.

Sementara Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Palangka Raya, Rahmat Fauzi menyampaikan bantuan operasional pendidikan dan pembelajaran daring sangat membantu pesantren untuk  terus melaksanakan proses pembelajaran di tengah situasi pandemi covid. “Bantuan itu juga sangat membantu pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya mencegah penularan virus korona karena bisa menyediakan alat-alat pendukung penerapan protokol kesehatan di lembaganya,” kata Rahmat.

28 Tim Madrasah Tembus Final Lomba Karya Tulis Ilmiah Kemdikbud 2020

Suarapemerintah.id– Sebanyak 28 ulasan penelitian siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) berhasil menembus babak final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun 2020. Ajang LKTI ini biasa disebut dengan Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI).

Ajang tingkat nasional yang diikuti siswa SMA/MA/Sederajat dari seluruh Indonesia ini sebelumnya bernama Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Ada 150 finalis terpilih yang terbagi dalam tiga bidang, yaitu: 59 finalis bidang Matematika, Sains dan Teknologi (MST), 21 finalis bidang Fisika, Terapan, dan Rekayasa (FTR), 70 finalis bidang Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH).

Adapun 28 tim madrasah, terdistribusi pada 12 finalis bidang MST, 2 finalis bidang FTR, dan 14 finalis bidang ISH. Kepastian masuknya 28 tim madrasah sebagai finalis ini tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Pusat Prestasi Nasional, Setjen Kemendikbud, Nomor : 2141/J3/Kp/2020 tertanggal 12 Oktober 2020.

Salah satu peserta madrasah yang masuk ke babak final adalah penelitian Siswa MAN 4 Bantul yang mengangkat tema, “Kajian Profil Pemahaman Pedagang dan Profil Penjualan Empon-empon di Pasar Tradisional Kabupaten Bantul”. Empon-empon adalah tanaman rimpang yang sering digunakan untuk ramuan jamu. Penelitian ini masuk dalam bidang ISH sehingga siswa MAN 4 Bantul akan bersaing menjadi yang terbaik dengan 69 peserta lainnya. Ini merupakan kali kedua Tim MAN 4 Bantul berhasil masuk sebagai finalis.

“Alhamdulillah tim yang terdiri dari Munarsih dan Putri Rahayu tembus babak final Lomba Karya Tulis Ilmiah,” terang Kepala MAN 4 Bantul Singgih Sampurno di Bantul, Rabu (14/10).

Menurut Singgih, di babak final Lomba Karya Tulis Ilmiah, peserta harus membuat video yang menggambarkan proses, hasil, dan manfaat penelitian dengan durasi maksimal tiga menit. Video tersebut lalu diunggah youtube dan ditautkan kea kun pendaftaran lomba saat registrasi online. Video juga harus mencantumkan logo Kemendikbud, KoPSI, dan nama sekolah di awal tayangan. Vidieo harus juga mencantumkan sumber yang terkait data, referensi, lagu, music dan lainnya yang dilindungi hak cipta.

“Setiap finalis juga harus memviralkan video penelitiannya agar ditonton masyarakat dengan hashtag #KOPSI2020 dan #Menelitiituseru,” jelasnya.

“Video dengan jumlah like terbanyak sejak pengumuman finalis sampai 18 Oktober 2020 akan memperoleh hadiah dan sertifikat,” lanjutnya.

Menurutnya, ide penelitian ini diawali banyaknya peminat minuman empon-empon di era pandemic. Hal tersebut lalu dinilai berdampak pada tingkat penjualan, dan itu  juga dipengaruhi oleh pemahaman pedagang.

“Penelitian ini meneliti profil pedagang, profil pemahaman pedagang, dan profil penjualan empon-empon. Awal bulan Juni, tim membuat proposal dan survei di Pasar Tradisional di daerah Bantul. Setelah itu dilanjutkan pengumpulan proposal serta tanggal 24 September pengumpulan laporan penelitiannya,” terang Singgih.

“Selamat masuk babak final. Semoga bisa meraih yang terbaik dan  bermanfaat untuk madrasah serta umat,” harapnya.

12 Finalis Madrasah pada KoPSI Bidang MST1. Khairullah Hafid dan Fadli (MAN 1 Soppeng Sulawesi Selatan) Math Card Pecahan Senilai Berbasis Kearifan Lokal Siri Na Pacce 2. Ryan Fauzy dan Muhammad Nur Rohman Suwarso (MAN 1 Jembrana Bali): Oke Biopestisida Dari Tanaman Kenyeri (Nerium Oleander) Untuk Mengedalikan Hama Telur Keong Mas (Pomacea Canaliculata)

3. Dewi Fathimatuzzahro dan Tut Wuri Akhlaqulfatimah (MAN INSAN CENDEKIA KOTA PEKALONGAN Jawa Tengah): MAP (MASKER ANTI POLUSI)  4. Tesa Adilla Giani Buffon dan Amelia Tri Oktavianingtias (MAN 2 Ponorogo Jawa Timur): Fitoremediasi Tanaman Lokal Sebagai Absorbansi Logam Berat Dalam Upaya Pencegahan Down Sydrome Dan Konservasi Di Kampung Idiot Ponorogo

5. Nurul Fatonah dan Nabiihah Jihan Pratiwi (MAN BLORA Jawa Tengah): Residu Ulat Tepung Pengurai Styrofoam Sebagai Pakan Unggas 6. Gesi Oktanabila dan Septi Wulandari (MAN Insan Cendekia Bangka Tengah Bangka Belitung): Potensi Biji Karet (Hevea Brasiliensis) Sebagai Pangan Kaya Asam Amino Esensial

7. Hestiva dan Ayesha Lativa Mafaza (MAN Insan Cendekia Sambas Kalimantan Barat): Efektivitas Salep Ekstrak Metanol Daun Bandotan (Ageratum Conyzoides L.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Mencit Putih (Mus Musculus) 8. Fina Kharisma Musallamah dan Putri Rohmatul Laili (MAN 2 Kota Kediri Jawa Timur): Uji Mikrofilter Masker Biodegradable Dari Serat Selulosa Daun Nanas (Ananas Comosus) Dalam Meningkatkan Kemampuan Penjerapan Polutan Berbahaya

9. Devi Widuri Wijayanti dan Endah Dwi Anggraeni (MAN 1 Jepara Jawa Tengah): Inovasi Pembuatan Mie Instan Berbahan Dasar Caulerpa Racemosa Hasil Budidaya Air Payau Di Jepara Kaya Antioksidan Sebagai Alternatif Makanan Diet Dan Bagi Penderita Hipertensi10. Jamal Dwi Atmajaya dan M. Ivan Nuruddin Ishaqi (MAN Sidoarjo Jawa Timur): Undmict

11. Muhammad Oktaryano Ramadhan dan Moch. Isabil Liwaq (MAN Sidoarjo Jawa Timur): Vastric (Vanname Shrimp For Electric) Control And Monitoring Shrimp Waste’S Bioremediation Based On Mfcs12. Hafidza Fatma Yona dan Siti Andriyani (MAN 2 Kota Malang Jawa Timur): Woplastic: Inovasi Plastik Pembungkus Popok Bayi Yang Bersifat Self Degradable.

2 Finalis Madrasah pada KoPSI Bidang FTR1. Laila Ning Utari dan Istifaiya Velayali (MAN 1 Kudus Jawa Tengah): Rekayasa Teknologi Tong Sampah Monitoring Dan Penyerap Polusi Udara Dengan Adsorben Dari Ampas Teh Dan Serabut Kelapa Berbasis IOT (Internet Of Things) 2. Andy Julian Pangestu dan Muhammad Arifin Ilham (MAN 1 Jembrana Bali): Kildy Fight The Covid-19 Game Sebagai Media Edukasi Di Masa Pandemi Covid-19

14 Finalis Madrasah pada KoPSI Bidang ISH1. Maiza Wira Mukti dan Muhammad Khairul As’ad (MAN 1 Bungo Jambi): Pengembangan Media Pop-Up Book Materi Asal Usul Orang Rimba Di Taman Nasional Bukit Duabelas Jambi2. Rahmadita Anggraini dan Febila Ade Prahmono (MAN 1 Bungo Jambi): Peran Kota Tua Tembesi Dalam Sirkulasi Perdagangan Rempah-Rempah Abad Xviii Di Barat Sumatera

3. Muhammad Rois Fauzi Ilga dan Arista Selviani (MAN 2 Tulungagung Jawa Timur): MEREKA RENTAN TERPAPAR : INISIATIF LANSIA DALAM MEMPROTEKSI DIRI MENGHADAPI PANDEMI COVID-194. Waode Munazar Kalo Kalo dan Nita Aprilia (MAN 1 Kendari Sulawesi Tenggara): Implementasi Pemenuhan Hak dan Jaminan Perlindungan Keselamatan Kerja Buruh Anak di Pelabuhan Nusantara Kota Kendari

5. Ratna Eka Wulandari dan Amaliya Putri (MAN 1 Lamongan Jawa Timur): Rejuvenasi Sistem Distribusi Koperasi Pertanian sebagai Upaya Stabilisasi Perekonomian Petani di Era Revolusi Industri 4.06. Nadia Fika Hana dan Ailsa Ahnaf Salsabila (MAN 2 KUDUS Jawa Tengah): REMOGE (Remember and Memorize Game) : STUDI PENGENALAN ALAT MUSIK TRADISIONAL JAWA PADA SISWA MELALUI FLASHCARD DALAM PENERAPAN JIWA NASIONALISME

7. Muhammad Dzakiyuddin Ar Ridha dan Fadil Umar Islamy (MAN Insan Cendekia Tanah Laut Kalimantan Selatan): Banjarese Art Sebagai Upaya Nanang Galuh Dan Generasi Z Mengoptimalkan Kearifan Lokal Kalimantan Selatan8. Camilla Qivtia Anggun Sukma Ningrum dan Dini Mulat Sayekti (MAN 2 Ponorogo Jawa Timur): Batik Ciprat : Upaya Pemberdayaan Ekonomi Untuk Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Tunagrahita Di Desa Karangpatihan Ponorogo

9. Gina Armida dan Zahra (MAN 2 KUTAI KARTANEGARA Kalimantan Timur): Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi “Nutuk Beham” Sebagai Wujud Integrasi Sosial Pada Masyarakat Kutai Adat Lawas Di Desa Kedang Ipil Kabupaten Kutai Kartanegara 10. Ramel Akil Pratama dan Afkaar Muhammad (MAN Insan Cendekia Padang Pariaman Sumatera Barat): Simuntuk: Dari Hiburan Masyarakat Menjadi Maskot Sebagai Media Promosi Nagari Andaleh Baruh Bukik

11. Fatikhah Cahyani dan Chinta Bella (MAN Kota Mojokerto Jawa Timur): Kesantunan Berbahasa Siswa Dalam Berinteraksi Dengan Guru Melalui Whatsapp (Wa) Di Masa Pandemi Covid-1912. Dwi Winarti dan Galuh Cahya Ningrum (MAN 1 Ponorogo Jawa Timur): Danding (Dancer And Singing) Sebagai Media Terapi Peningkatan Kepercayaan Diri Dan Vokal Downsyndrom Dengan Memanfaatkan Teknologi Digital

13. Sofiyeh dan Ainunnuril Amelia (MAN Bangkalan Jawa Timur): Monpora (Monopoli Poloh Madhura): Permainan Edukatif Sebagai Media Pengenalan Budaya Lokal Madura14. Munarsih dan Putri Rahayu (MAN 4 Bantul D.I. Yogyakarta): Kajian Profil Pemahaman Pedagang Dan Profil Penjualan Empon-Empon Di Pasar Tradisional Kabupaten Bantul.

Tiga Usulan Langkah Pengarusutamaan Moderasi Beragama di PTKI

Suarapemerintah.id – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tengah giat dalam program pengarusutamaan moderasi beragama. Hal ini salah satunya nampak dari banyak berdirinya rumah moderasi beragama di kampus binaan Kementerian Agama ini.

Menteri Agama periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik geliat pengarusutamaan moderasi beragama di kampus PTKI. Menurutnya, moderasi beragama harus terus digaungkan untuk mencegah potensi-potensi gerakan ekstrimisme yang mengancam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Terkait hal ini, ia menegaskan bahwa bukan agama yang sesungguhnya dimoderasikan, melainkan pemahaman dan pengamalan manusia dalam beragama.

Sejalan dengan itu, Lukman mengusulkan tiga hal kontributif yang bisa dilakukan PTKI dalam mempromosikan moderasi beragama. “Pertama, merumuskan tolok ukur yang bisa dijadikan parameter terkait bentuk-bentuk pemahaman dan pengamalan kehidupan keagamaan dan kenegaraan yang dikategorikan ekstrem (berlebihan),” terang Lukman saat berbicara pada Tadarus Litapdimas yang digelar secara online, Selasa (13/10). Webinar seri ke-24 ini mengangkat tema ‘Paradigma Moderasi Beragama dan Speak Up Kontribusi Penelitian di PTKI’.

“Kedua, mengidentifikasi dan memetakan apa dan bagaimana bentuk dan ragam pemahaman dan pengamalan kehidupan keagamaan dan kenegaraan yang ekstrem itu,” ujarnya.

“Usul ketiga, merumuskan grand design dan melakukan program aksi (dalam bentuk pilot project) penanganan pemahaman dan pengamalan kehidupan keagamaan dan kenegaraan yang ekstrem,” sambungnya.

Lukman juga mengingatkan bahwa moderasi beragama bukan semata tanggung jawab Kementerian Agama. Karenanya, diperlukan langkah sinegis dengan seluruh kementerian dan lembaga negara. “Moderasi beragama itu memang bukan barang baru, cara kita selama ini sudah sangat moderat. Nah dalam memori kolekif, kita selalu diingatkan bahwa program ini harus terus digaungkan. Agama itu pada akhirnya adalah akhlak dan menuntut orang supaya selalu berperilaku baik. Maka hal terkait moderasi beragama itu harus dibiasakan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan. Hadir sebagai narasumber, Noorhaidi menggarisbawahi pentingnya kalangan akademisi dan peneliti PTKI untuk memperkuat riset mereka terlebih dahulu untuk mengatasi problematika ekstrimisme di Indonesia. “Kalau kita ingin memaksimalkan kontribusi PTKIN terhadap masalah moderasi beragama sebagai antitesis dari ektrimisme, seyogyanya kita perkuat dulu risetnya,” terangnya.

Menurut Guru Besar UIN Sunan Kalijaga DI Yogyakarta ini,  penelitian selama ini justru membuktikan ketidakmungkinan  bangkitnya kelompok intoleran di Indonesia. Hal ini tentu tidak terlepas dari  keberadan civil society yang selama ini ikut membantu pemerintah dalam melakukan aksi melawan ekstrimisme seperti yang dilakukan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Kedua ormas ini dinilai memiliki konsen yang sangat besar dalam mendelegitimasi dan mendorong anggota serta simpatisannya untuk lebih aware terhadap ancaman ekstrimisme, terorisme, dan intoleransi.

Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani dalam pengantarnya mengatakan, pengarusutamaan moderasi beragama sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Program ini  diharapkan mampu menghadirkan wajah agama yang damai dan merekatkan antar pemeluk agama satu dengan lainnya.

Sejauh ini, kata Dhani, PTKI sudah mendirikan rumah-rumah moderasi di kampusnya. Namun,  kanal-kanal di dalamnya belum sepenuhnya terisi.

Guru Besar UIN Sunan Gunung Jati ini berharap akademisi dan peneliti di PTKI mulai memikirkan problematika bangsa ke depan dengan menggunakan paradigma moderasi beragama.