Beranda blog Halaman 4752

Raperda APBD-P Provinsi Bengkulu TA 2020 Disetujui Jadi Perda

Suarapemerintah.idDPRD Provinsi Bengkulu menyetujui Raperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2020 dijadikan Peraturan Daerah (Perda).

Persetujuan tersebut dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani unsur pimpinan dewan provinsi serta Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah yang disaksikan seluruh ketua fraksi serta Forkompinda Provinsi Bengkulu, di Ruang Rapat Paripurna, Rabu (30/9).

Di mana sebelumnya, Raperda tersebut telah melalui beberapa tahapan pembahasan hingga pada Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi, yang disampaikan dalam Rapat Paripurna ke 6 Masa Persidangan ke 3 Tahun Sidang 2020.

Delapan fraksi yang ada di DPRD Provinsi Bengkulu menyetujui Raperda tentang perubahan APDP-P Provinsi Bengkulu TA 2020 dijadikan Perda.

Meskipun tetap “dihadiahi” kritikan dan saran dari seluruh fraksi, pada akhirnya Raperda tersebut disetujui jadi Perda.

“Setelah fraksi Gerindra mencermati, mengikuti dan membahas RAPBD-P Provinsi Bengkulu TA 2020 maka, dengan mengucapkan bismillahirahmanirrahim, kami atas nama fraksi Gerindra dapat menyetujui Raperda tentang perubahan APBD Provinsi Bengkulu TA 2020 ini untuk disahkan menjadi perda Provinsi Bengkulu,” sebut Herwin Saberhani, menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi Gerindra.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah menyampaikan ucapan terimakasih serta apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota dewan provinsi yang telah mencurahkan tenaga dan fikirannya untuk membahas Raperda APBD-P Provinsi Bengkulu sehingga disetujui menjadi Perda.

Raperda yang telah disetujui ini, lanjut Dedy, akan disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri untuk dilakukan evaluasi.

“Besar harapan kita bersama agar hasil evaluasi dari Kemendagri dapat diterbitkan dalam waktu dekat ini agar jika ada catatan korektif dapat segera kita sempurnakan sesuai dengan arahan dan petunjuk dari Kemendagri,” sebut Dedy Ermansyah.

Dengan telah selesainya dokumen perubahan APBD Provinsi Bengkulu 2020 ini, Plt Gubernur berharap dapat segera diimplementasikan guna melaksanakan program dan kegiatan yang telah ditetapkan, serta terlaksananya pembangunan daerah Provinsi Bengkulu untuk kesejahteraan seluruh masyarakat.

Pemprov Bengkulu Siap Dukung UMKM Eksport ke Australia

Suarapemerintah.id Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani bersama kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Rabu pagi (30/9) mengikuti webinar Indonesia – Australia Business Forum.

Webinar yang dimotori Ditjen Otda Kemendagri ini membahas peluang eksport import khususnya produk hasil UMKM dan Bumdes ke negara Kangguru.

Sebelumnya antara Indonesia dan Australia telah menandatangani perjanjian kemitraan ekonomi konprehensif (IA-CEPA). Perjanjian tersebut mencakup kesepakatan perdagangan bebas Indonesia dan Australia dengan menghapuskan bea masuk hampir semua produk yang diperdagangkan antara kedua negara.

Melalui kesempatan ini, para pemateri diantaranya Minister Counsellor Ekonomi KJRI di Melbourne dan Indonesian Trade Promotion Centre Sydney memberikan informasi, strategi dan persyaratan yang harus dipenuhi pelaku usaha dalam melakukan ekport ke Australia dan import dari Australia.

Selain itu, pertemuan daring ini juga untuk mendengar aspirasi para pelaku usaha di daerah sehingga sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Banyak produk dari indonesia yang dibutuhkan di Australia. Namun untuk masuk harus sesuai standar yang memang cukup tinggi. Dalam forum ini semua dibahas agar produk dari UMKM dapat terserap pasar khususnya Australia,” tutur Yulis usai mengikuti webinar.

Peluang dan informasi ini lanjutnya akan disampaikan kepada para pelaku UMKM dan Bumdes di provinsi Bengkulu melalui dinas terkait. Pemerintah Provinsi Bengkulu siap mendampingi dan menjadi penghubung jika ada produk UMKM yang berpeluang untuk di eksport ke Australia.

Mendagri Serukan Dana Pilkada segera Direalisasikan

Suarapemerintah.id – Evaluasi penggunaan anggaran transfer daerah diharapkan segera disalurkan kepada pelaksana Pilkada serentak 2020.

Hal ini disampaikan saat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Analisa Pelaksanaan Pilkada Tahun 2020 kepada Pemda Provinsi Bengkulu, di VIP Pola Pemda, Rabu (30/9).

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bagi daerah yang dipimpin oleh penjabat sementara, dapat segera mendorong percepatan belanja anggaran yang sudah disusun sebelumya. Terutama dana hasil refocusing untuk penanganan dampak Covid-19.

“Segera realisasikan anggaran belanja daerah ke masyarakat, hal ini agar peredaran uang tersebut dapat membangkitkan ekonomi di tengah masyarakat. Belanjakan dengan cepat namun harus akuntabel, jika perlu koordinasi dengan BPKP atau BPK,” terang Tito.

Selain itu, Tito juga meminta dana transfer daerah untuk penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 yaitu KPU, Bawaslu, dan PAM segera diselesaikan. 9 Provinsi dan 260+1 kab/kota yang akan melaksanakan Pilkada, juga diharapkan melakukan sosialisasi akan pentingnya penerapan Protokol Kesehatan.

“Saat ini Dana Tranfer Daerah untuk pelaksanaan Pilkada sudah hampir 100 persen tersalurkan, Terimakasih untuk daerah-daerah yang sudah sigap termasuk Provinsi Bengkulu. Penerapan Protokol kesehatan perlu terus ditingkatkan, jika perlu pada setiap acara selalu mengimbau pentingnya Protokol Kesehatan,” jelas Tito

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri mengatakan pada Rakor ini Mendagri mengevaluasi dan ingin memastikan dana transfer APBD untuk Bawaslu, KPU dan PAM telah disampaikan.

“Alhamdulillah, untuk Bengkulu sudah 100 persen selesai, baik Bawaslu, KPU, maupun PAM (Pengamanan),” kata Hamka.

Lanjut Hamka, Mendagri juga mengimbau daerah-daerah pelaksana Pilkada serentak untuk terus mensosialisasikan protokol kesehatan, untuk paslon juga diminta setiap alat peraga kampanye dibuat sebagai media informasi penerapan protokol kesehatan.

“Daerah pelaksana Pilkada, dihimbau untuk mengiklankan pesan kesehatan akan bahaya COVID-19. Begitupun untuk paslon, diminta untuk kreatif membuat imbauan pada setiap alat peraga kampanye,” pungkas Hamka.

Serahkan Bantuan Modal Kerja, Presiden: Jangan Patah Semangat

Suarapemerintah.idPresiden Joko Widodo menyerahkan secara langsung bantuan modal kerja bagi para pelaku usaha mikro dan kecil pada Selasa, 29 September 2020. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Saat berbincang dengan para pelaku usaha kecil tersebut, Presiden menjelaskan bahwa situasi yang tengah dihadapi mereka saat ini juga dihadapi oleh para pelaku usaha kecil lain maupun besar. Baik di Indonesia maupun di setidaknya 215 negara di dunia yang ikut terdampak Covid-19.

“Kita tahu bahwa sekarang ini memang baru pada kondisi pandemi Covid, semuanya merasakan termasuk Bapak/Ibu semuanya, ini terjadi tidak hanya di Indonesia. Terjadi di 215 negara. Kondisinya sama persis, kesulitan-kesulitannya, semuanya sama,” ujarnya.

Menurutnya, dalam situasi saat ini, seluruh pihak harus dapat bertahan dan bekerja lebih keras dari sebelumnya.

Kepala Negara memahami bahwa keuntungan dan omzet para pelaku usaha mengalami penurunan di tengah pandemi saat ini. Namun, Presiden mengajak agar seluruh pihak tidak patah semangat.

“Saya harapkan semangatnya jangan kendur,” tuturnya.

Aman Nurmansyah, seorang pedagang kaki lima yang sehari-harinya berjualan kaki lima di sekitar jalan Pajajaran, Kota Bogor, berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Presiden itu.

“Saya berterima kasih kepada Bapak dapat bantuan ini. Setidaknya kita bisa bertambah lagi (kemampuan) untuk berjalan ke depannya,” kata Aman yang biasa berjualan cakwe dan odading ini.

Ia juga bercerita bahwa meski sempat mengalami penurunan hasil penjualan di tengah pandemi ini, dirinya terus berjuang dan tidak patah semangat. Aman Nurmansyah juga bersyukur masih tetap dapat melanjutkan usahanya.

“Saya jualan cakwe dan odading di Jalan Pajajaran. Sebelumnya saya sudah banyak usaha, tapi ya itu jatuh-bangun. Saya tidak menyerah, terus berjalan. Alhamdulillah sekarang tetap lanjut walaupun omzetnya menurun. Yang penting kita bertahan buat sehari-hari,” ungkapnya.

Oleh karenanya, bantuan modal kerja sebesar Rp2,4 juta yang diserahkan langsung tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pelaku usaha kecil yang terdampak pandemi. Kepada mereka Presiden mengingatkan agar dapat menggunakan bantuan tersebut dengan optimal.

“Kalau ada sisa, jangan sampai kemudian dibelikan ke hal-hal yang konsumtif,” kata Presiden.

Selain itu, Kepala Negara juga mengajak dan mengingatkan para pelaku usaha kecil dan mikro tersebut untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas menjajakan barang dagangannya.

“Hati-hati betul, kalau berjualan pakai masker. Apalagi yang berjualan makanan, sering cuci tangan. Memberikan dagangannya juga jaga jarak, kalau bisa jangan sampai bersentuhan,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebanyak 63 pelaku usaha mikro dan kecil yang berasal dari sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bogor hadir dalam dua sesi penyerahan untuk menghindari kerumunan dan memudahkan penerapan ketat protokol kesehatan.

Hadir dalam acara penyerahan bantuan modal kerja tersebut ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki.

Presiden: Usahakan Tetap Bertahan Hingga Keadaan Kembali Normal

Suarapemerintah.id – Pemberian bantuan modal kerja bagi para pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak pandemi terus berlanjut. Setelah Selasa kemarin bantuan sebesar Rp2,4 juta diberikan kepada 63 pelaku usaha yang berasal dari Kota dan Kabupaten Bogor, Presiden Joko Widodo kembali memberikan bantuan yang sama kepada pelaku usaha kecil dari berbagai wilayah di Jakarta dan Kepulauan Seribu pada Rabu, 30 September 2020.

Dalam perbincangan dengan para penerima bantuan yang hadir di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Presiden mengatakan amat memahami bahwa menjalankan usaha, utamanya bagi para pelaku usaha mikro dan kecil, di tengah pandemi ini tidaklah mudah. Namun, kondisi seperti saat ini tidak hanya dialami oleh para pelaku usaha mikro maupun kecil saja, tapi juga berimbas kepada pelaku usaha besar. Terlebih, kondisi perekonomian seperti saat ini juga terjadi di setidaknya 215 negara di dunia.

“Kita tahu semua sekarang kondisinya tidak mudah. Kondisinya semua berada pada posisi yang sulit. Baik itu pengusaha besar, menengah, kecil, atau mikro. Semua kondisinya sulit. Tidak ada yang tidak,” ujarnya.

Sebab itulah pemerintah bergerak cepat untuk membantu mereka yang terdampak seperti pedagang keliling, pedagang kaki lima, dan lainnya, yang mungkin menjadi pihak yang paling terpukul dari adanya pandemi ini. Bantuan modal kerja yang diserahkan langsung oleh Presiden tersebut diharapkan dapat segera digunakan oleh mereka agar perekonomian tetap berjalan. Pemerintah ingin dan juga berupaya agar para pelaku usaha tersebut tetap dapat bertahan di tengah pandemi saat ini.

“Yang paling penting jangan sampai Bapak dan Ibu usahanya tutup. Harus bertahan sampai nanti keadaan normal. Oleh sebab itu kita berikan yang namanya bantuan modal kerja ini,” kata Presiden.

Presiden Joko Widodo juga mengajak para penerima bantuan untuk tetap semangat dan mau bekerja keras sehingga apabila nanti kembali pada keadaan yang normal, keadaan ekonomi para pelaku usaha dapat segera berangsur pulih. Menurutnya, penurunan omzet maupun keuntungan usaha dalam situasi saat ini memang sulit dihindari. Namun, apapun hasil jerih payah yang didapat saat ini harus tetap disyukuri.

“Usahakan agar tetap bertahan meskipun dengan omzet atau keuntungan yang jauh lebih kecil,” tuturnya.

Tak ketinggalan, Kepala Negara juga mengajak para penerima bantuan yang hadir untuk ikut menyosialisasikan protokol kesehatan di lingkungannya masing-masing.

“Saya minta kepada lingkungan dan tetangga untuk diajak terus memakai masker, menjaga jarak seperti ini, karena ini adalah virus yang penularannya kadang-kadang tidak kita sangka dari mana,” ucapnya.

Sebanyak 63 penerima bantuan modal kerja hadir dalam dua sesi terpisah sebagai upaya mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan mencegah kerumunan yang terlalu banyak. Para penerima bantuan tersebut juga telah melalui proses pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki kompleks Istana Kepresidenan.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut ialah Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Presiden Jokowi Memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020

Suarapemerintah.idPresiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 yang digelar di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Kamis, 1 Oktober 2020.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang digelar dalam kondisi pandemi saat ini dihadiri oleh sejumlah perangkat upacara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Sementara hadir secara virtual ialah para pimpinan dan anggota lembaga negara, para menteri Kabinet Indonesia Maju, para gubernur, bupati, dan wali kota, para keluarga pahlawan revolusi, dan lainnya.

Bertindak sebagai Komandan Upacara ialah Kolonel Kal Eri Ahmad Harahap. Sementara yang bertindak sebagai Perwira Upacara ialah Brigjen TNI Lismer Lumban Siantar.

Rangkaian upacara dimulai dengan laporan Komandan Upacara kepada Presiden Joko Widodo yang bertindak sebagai Inspektur Upacara untuk kemudian berlanjut dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Inspektur Upacara.

Dalam upacara peringatan pagi ini, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Bambang Soesatyo, membacakan naskah Pancasila. Setelahnya turut dibacakan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Nyalla Mattalitti.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani kemudian membacakan naskah Ikrar dan menandatangani naskah tersebut. Adapun Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy membacakan doa yang menjadi penutup rangkaian acara.

Selepas upacara, Presiden bersama dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan para pimpinan lembaga tinggi negara yang hadir di lokasi sejenak mengunjungi Monumen Pancasila Sakti sebelum meninggalkan lokasi.

Melalui unggahannya di akun Twitter pribadi, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa bangsa Indonesia sepanjang sejarah berdirinya telah menghadapi berbagai tantangan di mana pandemi Covid-19 kini merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi bangsa.

Tantangan-tantangan tersebut dapat kita lewati berkat kekuatan persatuan dan persaudaraan bangsa yang dipandu oleh ideologi Pancasila.

“Tantangan dan ujian dalam berbagai bentuk pernah dihadapi bangsa ini, dari zaman kemerdekaan, masa pembangunan, era globalisasi, sampai pandemi Covid-19 saat ini. Semua tantangan itu kita lewati berkat kekuatan persatuan dan persaudaraan bangsa yang dipandu ideologi Pancasila,” tulisnya.

Kominfo Apresiasi Solusi Lokal IoT Makers Creation di Tengah Pandemi

Suarapemerintah.id Kementerian Komunikasi dan Informatika mengapresiasi inovasi dan solusi lokal yang dikembangkan oleh peserta (Internet of Things) IoT Makers Creation 2020 untuk menyelesaikan masalah masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail, menyatakan IoT Makers Creation 2020 diharapkan dapat memunculkan solusi untuk mengantisipasi perubahan struktur aktivitas dalam adaptasi kebiasaan baru dalam kehidupan ekonomi maupun sosial masyarakat Indonesia.

“Kementerian Kominfo menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah berusaha untuk membuat solusi di tengah segala keterbatasan yang ada, seperti diskusi tim yang harus dilakukan secara daring,” ungkapnya dalam Webinar IoT for Resilience in The Face of Pandemics dari Jakarta, Rabu (30/09/2020).

Menurut Dirjen Ismail, pandemi Covid-19 telah mengubah struktur aktivitas dan kebiasaan sehari-hari. Bahkan, seluruh aktivitas dibatasi dan sebagian berpindah ke ruang digital guna menghindari penyebaran virus.

“Berbagai aktivitas saat ini dilakukan di ruang digital seperti work from home, belanja dan pembayaran online, telemedicine, dan pendidikan jarak jauh, akselerasi menuju industri 4.0,” tuturnya.

Dirjen SDPPI menegaskan teknologi dapat menjadi solusi di masa pandemi ini dengan dua cara, pertama, menggantikan aktivitas manusia sehingga dapat dilakukan online seluruhnya.

“Untuk aktivitas yang membutuhkan monitoring dan tindakan (aktuasi), diharapkan dapat menggunakan IoT yang dapat dikontrol dari rumah sehingga Covid-19 tidak menyebar semakin luas tetapi aktivitas juga masih bisa berjalan,” jelasnya.

Adapun kedua, menurut Dirjen Ismail teknologi IoT dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas protokol kesehatan dalam aktivitas yang tidak dapat digantikan secara online agar kesehatan terjaga.

“Bisa membantu penerapan protokol kesehatan yang ketat 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Misalnya screening suhu menggunakan kamera tenaga security akan lebih terjaga karena tidak harus bertatapan langsung dalam jarak dekat dengan orang lain. Atau monitoring kualitas udara  dalam ruangan,” paparnya.

Di akhir sambutan, Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo menegaskan prasyarat utama agar inovasi dapat berkembang dan diterapkan untuk menjadi solusi bangsa dan negara. “Kerja keras dan cerdas juga menjadi faktor yang menentukan,“ tandas Ismail.

Solusi Digital Lokal

IoT Makers Creation merupakan kegiatan tahunan hasil kerja sama Kementerian Kominfo dengan Asosiasi IoT Indonesia dan ekosistem telekomunikasi di Indonesia. Tahun ini, IoT Makers Creation kembali digelar dengan kelas pelatihan dan kompetisi. Guna penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, kelas pelatihan yang semula akan berlangsung di beberapa kota digantikan dengan kelas pelatihan dan konsultasi virtual.

Chief Enterprise and SME PT XL Axiata Tbk, Feby Sallyanto menyatakan digitalisasi dengan IoT akan membantu efisiensi waktu dan pekerjaan karena pekerjaan akan dilakukan secara otomatis.

“Biaya yang dikeluarkan akan lebih efisien dan produksi meningkat. Dari sisi penyedia layanan, kami, XL Business Solution mendengarkan kebutuhan pengguna dan memberikan solusi dengan model bisnis yang fleksibel dan sesuai,” ujarnya.

Feby Sallyanto menyontohkan solusi Smart Poultry yang sudah berjalan dapat meningkatkan produktifitas peternak di Banten dan Jawa Barat. “Tidak hanya mendigitalisasi kandang, namun juga dapat membantu peternak kemudahan akses ke institusi keuangan seperti perbankan,“ jelasnya.

Menurut Feby Sallyanto, teknologi IoT di dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu berbagai macam permasalahan masyarakat. “Salah satunya dalam hal kesehatan di masa pandemik ini, misalnya seperti penggunaan monitoring suhu tubuh dan untuk membantu menjaga jarak antar perorangan sesuai dengan protokol kesehatan supaya tidak terjadi penularan virus, “ tuturnya.

Tiga Pemenang

Tim USMAN-AMIKOM asal Yogyakarta merebut juara pertama kompetisi IoT Makers Creation 2020. Denagn karya UVC Sterilizer Lantai Masjid yang Aman. Adapun juara kedua direbut TTG Team dari Mataram dengan karya Smart Gate CN20. Dan juara ketiga Tasik Inovasi dengan karya Smart Ventilator.

Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia, Teguh Prasetya menilai ketiga pemenang ini membuat solusi IoT yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini dan telah mengimplementasikannya di lingkungan terdekat mereka.

“Ada dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat karena pemanfaatan IoT perlu memperhatikan kondisi lokal agar mudah diadopsi dan diadaptasi dalam keseharian,” ujarnya.

Teguh mengharapkan dukungan komunitas, ASIOTI, dan Kementerian Kominfo agar karya pemenang bisa dirasakan masyarakat luas. Kemenangan itu, menurutnya menjadi langkah awal masuk ke tahapan komersialisasi.

“Tim lain yang belum menang juga memiliki karya bagus yang bisa terus dikembangkan dan diimplementasikan sehingga membawa dampak positif langsung dan membantu menjawab kebutuhan masyarakat, minimal dari lingkungan sekitar,” ujarnya.

Wakil Tim USMAN-AMIKOM, Elik Hari Muktafin menyatakan inovasi yang dikembagkan timnya sesuai kebutuhan ingkungan terdekatnya. “Alat ini menjadi solusi bagaimana menjadi kondisi lantai masjid tetap bersih tanpa harus mengosongkan masjid untuk penyemprotan desinfektan. Alat ini dapat bekerja aman sepanjang hari dan diperlukan untuk menjaga kondisi lantai karena orang Sholat ada gerakan sujud,” ujarnya.

Menurut Elik, saat ini timnya terus melakukan perbaikan dengan masukan dari pengguna. Elik menambahkan solusi itu sedang dalam proses paten. ”Kami sudah memiliki rencana untuk mengembangkan produk ini hingga level komersialisasi skala industri, ” tuturnya.

Tingkatkan Pertahanan, RUU Kerja Sama RI – Swedia disetujui ke Paripurna

Beritamedia.idKomisi I DPR RI kembali mengundang Pemerintah untuk Rapat Kerja membahas RUU tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Swedia tentang Kerja Sama dalam Bidang Pertahanan, di ruang rapat Komisi I DPR RI (30/09/2020).

Pemerintah yang diwakili Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan Keterangan Pemerintah dan Pendapat Akhir Pemerintah, sementara Kementerian Hukum dan HAM diwakili Kepala BPHN Benny Riyanto yang hadir secara fisik.

Prabowo yang hadir secara virtual memaparkan bahwa kerja sama pertahanan antara Indonesia – Kerajaan Swedia itu meliputi tujuh poin, pertama, pertukaran informasi dan pengalaman tentang isu-isu yang menjadi kepentingan bersama terkait aspek politik, militer dan isu keamanan maritim internasional.

Yang kedua, lanjutnya, pertukaran informasi dan praktek terbaik, serta memajukan kerja sama antar instansi kedua negara dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan serta lembaga terkait lainnya.

“Poin ketiga adalah pengembangan kerjasama dan pertukaran pengalaman terkait dukungan logistik dan pemeliharaan atas dasar saling menguntungkan dan persetujuan dari para pihak,” ujar Prabowo.

Keempat, dukungan pengembangan kerja sama dalam industri pertahanan yang mencakup transfer teknologi, penelitian bersama, produksi bersama, pemasaran bersama dan jaminan kualitas.

Selanjutnya kelima ialah pengembangan dan peningkatan pelatihan militer pada semua tingkatan termasuk personil sipil di Kementerian Pertahanan.

Keenam pengembangan kegiatan yang mengarah pada kegiatan kedokteran dan kesehatan militer; dan terakhir, kerjasama lain yang disepakati bersama.

Dengan disahkan kerja sama ini Prabowo berharap akan berimplikasi positif pada aspek politik dua negara yaitu meningkatkan dan memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Rapat kerja yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyari setelah melalui pendapat akhir fraksi-fraksi sepakat menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Swedia tentang Kerja Sama dalam Bidang Pertahanan, untuk selanjutnya, akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI guna disahkan menjadi UU.

Atasi Klaster Covid Pesantren, Kemenag Rekomendasi Bentuk Task Force

Suarapemerintah.idKementerian Agama merekomendasikan untuk membentuk task force dan tim bersama dalam penanganan klaster Covid-19  di lingkungan pesantren. Dalam task force ini, akan dilibatkan juga para Kyai.

Rekomendasi ini disampaikan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi saat mengikuti rapat koordinasi via video conference yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dengan agenda membahas penanganan klaster Covid-19 di lingkungan pondok pesantren.

Wamenag mengungkapkan, pembentukan task force dengan pelibatan kyai diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk menjaga 29 ribu pondok pesantren di Indonesia dari ancaman Covid-19.

“Task force ini nantinya bisa terkoordinasi dalam melakukan langkah-langkah yang terukur dan lebih dari itu adalah melibatkan kyai. Ini sangat penting agar kultur pondok pesantren yang tidak bisa dilakukan lewat pendekatan lain namun dapat dilakukan dengan pendekatan kyai,” ujar Wamen, Rabu (30/09).

“Saya kira pendekatan dengan melibatkan kyai dan tokoh agama sangat penting. Penanganan yang dilakukan juga harus hati-hati agar tidak menimbulkan kehebohan,” imbuhnya.

Turut hadir mengikuti rapat koordinasi Gubernur Jawa Timur, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, RMI NU, Satgas Covid-19, para kapolda dan instansi terkait lainnya.

Dalam paparannya Wamenag juga mengungkapkan, berdasarkan data terbaru Kementerian Agama, tercatat sebanyak 27 pesantren terkonfirmasi positif Covid-19. Pesantren ini tersebar di 10 provinsi dengan jumlah santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.489 orang.

“969 santri sembuh, 519 dalam perawatan dan satu kasus meninggal dunia,” kata Wamenag didampinggi Plt Sekjen Kemenag Nizar dan Direktur PD Pontren Waryono.

Menanggapi rekomendasi yang disampaikan Kemenag, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan akan melanjutkan rapat koordinasi penanganan klaster covid-19 di lingkungan pondok pesantren dalam waktu dekat, dengan melibatkan para tokoh agama dan kyai sepuh yang berpengaruh.

“Hasil dari rapat nantinya akan kita sampaikan ke Wapres KH. Ma’ruf Amin dan pada rapat berikutnya akan langsung dipimpin oleh Wapres untuk menentukan kebijakan,” kata Menko Luhut.

Kemenag Lakukan Reformasi Pembinaan Haji

Suarapemerintah.idKementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah siap melakukan reformasi pembinaan haji. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan istitoah ibadah bagi jemaah haji Indonesia.

“Tugas kita bersama adalah bagaimana menyiapkan jemaah haji dan umrah yang memiliki istitoah ibadah, istitoah perjalanan, dan istitoah kesehatan. Saat ini, istitoah ibadah menjadi perhatian Kemenag,” kata Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi, di Tangerang, Selasa (29/09).

“Jemaah bukan hanya sekedar berangkat ke tanah suci. Tapi bagaimana mereka dapat memahami dan memaknai secara spiritual setiap ritual berhaji,” imbuh Khoirizi.

Di tengah pandemi Covid-19, di mana manasik haji tidak bisa dilaksanakan secara klasikal seperti biasa, maka melakukan reformasi pembinaan haji menjadi peluang yang harus dilakukan oleh Kemenag. Perbaikan pun dilakukan mulai dari penyiapan materi manasik hingga metode pelaksanaan manasik.

Ke depan, menurut Khoirizi, manasik haji yang dilakukan harus memiliki ketajaman guna memberikan pengetahuan serta pemahaman jemaah terkait kaidah syar’i pelaksanaan ibadah haji.

“Paling tidak, saat ini jemaah haji tahun 2020 sudah mendapatkan buku manasik. Maka pelajari buku manasik secara seksama. Dalam buku manasik tersebut dijelaskan semua persoalan yang  Insya Allah dapat dipahami,” tutur Khoirizi.

Selanjutnya, Kemenag juga mengoptimalkan seluruh program manasik haji. “Peningkatan program manasik, baik manasik sepanjang tahun, manasik online, maupun dakwah haji harus kita masifkan di tengah masyarakat,” kata Khoirizi.

Peningkatan kualitas manasik haji pun dilakukan Kemenag dengan terus menggandeng berbagai pihak.
“Tokoh masyarakat, alim ulama, kyai, ustadz maupun praktisi haji dan umrah harus siap melakukan dakwah haji,” imbaunya.

Khoirizi pun berharap dapat terus menjalin sinergi antara pemerintah, alim ulama, KBIH, PPIU maupun PIHK dalam melakukan pembinaan haji.

“Kita harus bisa memasifkan dakwah haji dan umrah ini. Agar masyarakat kita yang berangkat nanti mempunyai bekal yang cukup tentang ibadah haji dan umrah ini. Baik pengetahuan hal-hal yang wajib maupun sunah,”tandas Khoirizi.