Beranda blog Halaman 4755

Deklarasi Damai Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan TA 2020

Suarapemerintah.id –  Wiriya Alrahman,MM menghadiri acara deklarasi damai pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan tahun 2020 di hotel Emerald Garden, Rabu (30/9). Deklarasi damai ini diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, para pengunjung yang diizinkan masuk keruangan pun dibatasi. Acara diawali dengan pembacaan deklarasi damai oleh kedua pasangan calon kepala daerah Akhyar-Salman dan Bobby-Aulia, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan.

Adapun deklarasi damai itu berisikan sikap untuk siap membina kerjasama, menjaga persatuan dan kesatuan antara sesama partai politik, tim kampanye, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Kemudian, tidak mudah terprovokasi oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggung-jawab. Lalu, menghindari fitnah, adu domba dan pencemaran nama baik sesama partai politik, tim kampanye dan massa pendukung. Di samping itu siap untuk mengedepankan musyawarah mencapai mufakat, hindari kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara partai politik, tim kampanye dan massa pendukung.

Serta mendukung pemerintah untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya dalam pelaksanaan Pilkada Kota Medan Tahun 2020. Mendukung TNI/Polri dalam mengamankan Pilkada serentak Tahun 2020 dan konsisten menerapkan adaptasi kebiasaan baru yakni protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Usai penyampaian deklarasi damai, Sekda Kota Medan dalam sambutanya mengatakan deklarasi damai pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020 diselenggarakan dalam kondisi bencana non-alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Menurut Sekda hingga kini Indonesia belum mampu terbebas dari belenggu pandemi Covid-19. Hal inilah yang membuat banyak pihak enggan untuk turut berpartisipasi pada Pilkada mendatang karena kekhawatiran akan bisa tertular virus mematikan ini. Bahkan Beberapa pihak malah meminta agar Pilkada serentak ditunda, menunggu hingga pandemi Covid-19 ini reda demi menghindari potensi terjadinya cluster corona akibat Pilkada.

“Cara-cara pengumpulan massa dalam jumlah besar sebagaimana yang lazim dilakukan sebelum pandemi Covid-19 harus bisa diganti dengan cara lain yang lebih kreatif. Namun jika tetap membandel dan terus saja mengumpulkan massa dalam jumlah besar, kita harus siap-siap berhadapan dengan pihak kepolisian dan Bawaslu, untuk itu saya meminta dengan sangat agar setiap calon harus mampu mengendalikan massanya sehingga tidak sampai melanggar protokol kesehatan yang telah dibuat oleh pemerintah.”kata Sekda.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Medan juga mengingatkan kepada kedua pasangan calon agar dalam tahapan kampanye memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat sehingga masyarakat bergairah untuk menggunakan hak pilihnya secara tepat dan merdeka.

“Ini menjadi tugas kita bersama untuk memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat. Mereka harus mengerti bahwa 1 suara mereka bisa menentukan jalannya Kota Medan di masa depan. Sekali salah memilih atau malah tidak memilih, maka selama 5 tahun masyarakat akan terpaksa berada di bawah pimpinan seseorang yang belum tentu bisa membawa aspirasinya ke arah yang diinginkan. Namun jika pemimpin yang dipilih sesuai dengan hati nurani dan amanah dalam menjalankan tugasnya, maka itu berarti masyarakat telah berperanserta secara aktif dalam pembangunan.”ujar Sekda.

Dalam deklarasi damai ini turut pula hadir Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik, Ketua Bawaslu Kota Medan, Payung Harahap dan unsur Forkopimda Kota Medan lainya.

Pjs Wali Kota Medan Hadiri Rapat Kajian Akhir Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19

Suarapemerintah.id –  Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan, Ir. Arief Sudarto Trinugroho, M.T. mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda dunia juga berdampak ke berbagai sektor kehidupan, termasuk perekonomian.

“Di Medan, trend positif Covid-19 tidak juga menunjukkan penurunan. Grafiknya naik terus. Selain itu pertumbuhan ekonomi nasional minus. Kita resesi,” ujar Arief saat memberi arahan dalam Rapat Bidang Tim Ahli Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan yang membahas Draf Akhir Kajian Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19, Rabu (30/9) di Ruang Rapat III kantor wali kota.

Arief berharap, rapat ini dapat menghasilkan kajian untuk menangani permasalahan kesehatan maupun pemulihan ekonomi itu sendiri. Rapat yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Medan ini menghadirkan para tenaga ahli yaitu Prof. Dr. Isfenti Sadalia, S.E., M.E., Dr. Yeni Absah, S.E.,M.Si., Dr. Tetty Yuliaty, SE., M.Si., dan Dr. dr. Beni Satria, S.Ked., M.Kes., dan segenap perwakilan OPD terkait.

Plt Kepala Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Medan Purnama Dewi mengatakan, Pemko Medan telah memberikan pedoman tatanan kehidupan masyarakat Kota Medan pada masa pandemi Covid-19. Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Medan.

”Perwal tersebut mengatur pelaksanaan berbagai kegiatan, mulai dari ekonomi, transportasi, hingga kegiatan budaya di tengah pandemi Covid-19,” sebut Purnama. Purnama berharap kepada para tim ahli ini agar dapat menganalisis kondisi ekonomi di Kota Medan sehingga nantinya dapat melahirkan rekomendasi langkah-langkah yang harus dilakukan Pemko Medan dalam rangka recovery ekonomi untuk memperbaiki kondisi ekonomi di Kota Medan.

“Selanjutnya rekomendasi dari mereka ini nanti yang akan dilaksanakan oleh Pemko Medan yang tentunya melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka menggerakkan kembali dan memulihkan perekonomian di Kota Medan,” harapnya.

Bersama Masyarakat, PLN Babel Berhasil Operasikan PLTSa

Suarapemerintah.id – Peluh Misdi bersama dengan kelompok swadaya masyarakat (KSM) Sekar Rukun, Bangka Selatan seolah terbayar setelah PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (PLN Babel) berhasil mengoperasikan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Pulau Tinggi, Bangka Selatan.

Atas keberhasilan operasi itu, bersama dengan masyarakat, PLN Babel berhasil mengubah sampah menjadi listrik.

“Puji Syukur saat ini kita bisa membawa pelet sampah untuk kita uji coba di pulau tinggi yang sejuk, green dan hijau ini. Bijih sampah yang sumbernya dari masyarakat diolah menjadi energi listrik. Ini adalah sumber yang terbarukan” jelas Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi

Selama ini, sampah seolah menjadi persoalan yang tak ada habisnya. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat, besaran jumlah timbunan sampah mencapai 67,8 ton per tahun. Sementara itu, estimasi massa sampah di Provinsi Kepualaun Bangka Belitung sebesar 200 ribu ton per tahun. Camat Toboali, Sumindar mengatakan bahwa sampah tidak pernah tertata dengan baik.

“Semenjak pintu masuk pasar, sampai pintu akhir pasar, sampah itu tidak pernah tertata dengan baik. Ternyata semuanya dibuang ke laut. Kalau sampah ini setiap hari dibuang ke laut, maka saya yakin laut kita, masyarakat kita akan kotor sekali” terang Sumindar.

Bersama dengan KSM Sekar Rukun, Sumindar menggerakan masyarakat untuk mengumpulkan sampah, kemudian mengolahnya menjadi pelet.

Sampah dikumpulkan dari pasar dan rumah tangga. Ada proses pemilahan disana sampai selanjutnya diolah menjadi pelet sampah.

“Sampah kita pilah, ada sampah organik dan non-organik. Sampah yang organik kita masukan ke dalam keranjang untuk dilakukan peyeumisasi dengan menyiramkan bioaktivator. Setelah lima hari, sampah akan mulai kelihatan padat dan berubah warna serta berubah bentuk,” terang ketua KSM Sekar Rukun, Misdi.

Proses selanjutnya adalah mengolah peyeum-peyeum sampah tersebut menjadi pelet sampah.

“Setelah itu sampah digiling bersama-sama di dalam mesin penggilingan pertama kemudian masuk ke dalam mesin penggilingan kedua. Nah yang kedua itulah yang akan menjadi pelet. Pelet itu kita jemur sampai pada kekeringan paling tidak 80%-90%. Setelah kering, pelet kemudian dikemas ke dalam karung dan siap untuk ditimbang untuk dijadikan bahan bakar pembangkit” Imbuh Misdi.

Sementara itu, Agung menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan mesin berkapasitas 16 kW yang dapat mengolah bijih sampah menjadi gas sintetik. Selanjutnya masuk ke dalam mesin PLTG gas sehingga bisa mengeluarkan energi listrik.

“Dengan ini  PLN berhasil melakukan penghematan biaya pokok penyediaan tenaga listrik, kalau sebelumnya pelanggan dilistriki menggunakan solar rata-rata sekitar Rp. 4.900,- per 1 kWh kalau sekarang bisa jadi Rp. 1.400,-an, jauh lebih murah” ungkapnya.

Dengan pola operasi 24 jam, dibutuhkan 400 kg pelet sampah per hari, atau 12.000 kg pelet sampah per bulan, atau 144.000 kg pelet sampah per tahun. Hal ini berpotensi mengurangi timbunan sampah yang ada di masyarakat.

Saat ini KSM sekar rumpun mengolah rata-rata sekitar 100 kg sampah per hari. Dengan evaluasi secara periodik, kapasitas ini akan terus ditingkatkan seiring dengan terbentuknya skema tata niaga pengolahan sampah yang semakin baik.

Lebih dari itu, pihaknya berharap pulau tinggi dapat benar-benar “green”, yaitu disuplai dari sumber energy baru terbarukan.

“Kita akan kembangkan terus ke beberapa pulau lagi di Bangka dan Belitung. Karena kita punya mimpi Babel Green. Energi tetap ada, tapi sumbernya dari Babel itu sendiri” ucapnya.

“Puji Syukur dengan adanya listrik ini kami sekarang dapat bekerja, nyuci, dan masak” jelas Edi salah seorang warga pulau tinggi.

Pemkot Yogya Terus Sosialisasikan Peraturan daerah KTR

Suarapemerintah.id –  Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bekerjasama dengan The Union dan Muhammadiyah Steps Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan workshop sosialisasi peraturan daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) bagi Pemilik Kafe dan Restoran di Wilayah Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan jika Perda KTR sudah mulai diterapkan di Kota Yogyakarta sejak tahun 2018. Perda ini juga menyasar untuk Restoran dan kafe, karena dua tempat tersebut termasuk tempat umum yang dapat diakses masyarakat dan tempat yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat.

“Perda ini memberikan kewajiban kepada pengelola atau pemilik usaha untuk memasang papan pengumuman KTR dengan memuat tanda larangan merokok, larangan mengiklankan produk rokok dan larangan menjual produk rokok,” jelasnya di Hotel Tjokro Style, Selasa (29/9/2020).

Selain itu, lanjutnya, pengelola atau pemilik usaha juga tidak menyediakan asbak, melakukan pemantauan serta evaluasi terhadap pelaksanaan KTR, memasang tanda tulisan tentang bahaya rokok, dan melakukan pengawasan pada tempat atau lokasi yang menjadi tanggung jawabnya.

“Serta melaporkan hasil pengawasan kepada perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan setiap 6 bulan sekali,” bebernya.

Menurutnya penerapan Perda KTR yang juga dapat mendatangkan manfaat bagi pengunjung terutama yang tidak merokok, terutama saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Perokok memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena Covid-19 karena merokok menekan fungsi sistem imun yang memicu peradangan saluran nafas, perokok berisiko tinggi terkena penyakit jantung dan pernafasan, kapasitas paru-paru perokok berkurang sehingga meningkatkan risiko penyakit serius,”tandasnya.

Merokok, lanjutnya, juga dapat menularkan virus dari tangan kemulut karena jari menyentuh bibir dan sebaliknya, merokok meningkatkan reseptor sel virus yang juga menjadi reseptor Covid-19.

Sementara itu perwakilan dari Dinas Pariwisata Kota Yogya, Krismono Adjie menyebutkan bahwa saat ini sudah ada mekanisme verifikasi kafe dan restoran terkait penerapan protokol kesehatan di tempat usaha.

“Pengusaha kafe dan restoran dapat mengakses website resmi Dinas Pariwisata untuk mendapatkan form dengan cara mendownload kemudian dikirimkan kembali kepada kami untuk mendapatkan verifikasi kelayakan usaha sesuai protokol kesehatan. Pengusaha yang sudah mengajukan, nantinya akan dibantu dalam mempromosikan usaha kepada wisatawan,” bebernya.

Salah satu pemilik warung usaha Waroeng Steak, Agung Priyono menyampaikan pengalaman yang sudah dilakukan di temoat kerjanya dalam penerapan Perda KTR.

“Penerapan tidak hanya pada pengunjung tetapi juga pada karyawan yang bekerja. Penerapan Perda KTR dilakukan juga dengan memisahkan pengunjung yang merokok dan pengunjung yang tidak merokok serta usaha mempromosikan stop merokok pada masyarakat di daerahnya,” jelasnya.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan penandatangan komitmen bersama dalam mendukung program KTR di Kota Yogyakarta.

Penyerahan ZIS Baznas Kota Yogya Bantu Warga Terdampak Covid

Suarapemerintah.id –  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogya melaksanakan pentasyarufan Zakat, Infak dan Shodaqoh (ZIS) triwulan tiga tahun 2020, pada Selasa (30/9) di Ruang Abimanyu Balaikota Yogya. Dana ZIS sejumlah Rp 480.750.000 diberikan kepada penerima manfaat yang terdiri dari tiga kategori, yaitu beasiswa anak asuh SD dan SMP, santunan untuk guru ngaji dan bantuan modal usaha untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19.

Secara simbolis penyerahan bantuan ini dilakukan Wakil Walikota Yogya yang diwakili oleh Kepala Bagaian Tapem dan Kesra Pemkot Yogya, Octo Noor Arafat. Rincian pentasyarufan ZIS kali ini adalah bantuan beasiswa anak asuh Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah penerima 110 senilai total Rp 99 juta. Beasiswa Anak Asuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan jumlah penerima sebanyak 110 senilai total Rp 132 juta.

Untuk bantuan Guru Ngaji Rumah Tahfidz Tien Hidayatul Quran senilai Rp 6 juta, bantuan beasiswa guru ngaji MDTT SDN/MI/MIN dengan jumlah penerima 291 senilai Rp 190.750 juta serta bantuan modal usaha warga terdampak Covid-19 dengan jumlah penerima 53 orang senilai Rp 53 juta.

Kepala Bagian Tapem dan Kesra Pemkot Yogya, Octo Noor Arafat menyampaikan bahwa penyaluran zakat ini memiliki nilai yang sangat penting bagi orang-orang yang membutuhkan terutama di tengah pandemi Covid-19. “Zakat, infak dan shodaqoh ini penting untuk menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama bagi mereka yang terdampak Covid-19,” katanya.

Ketua Baznas Kota Yogya, Samsul Azhari mengatakan, bersadarkan kebijakan Pemkot Yogya, bahwa pendistribusian ZIS harus diprioritaskan kepara warga kurang mampu terutama bagi mereka yang terdampak Covid-19.

Baznas selama ini telah menyalurkan beberapa bantuan, di antaranya bantuan masker kepada warga kurang mampu, memberikan bantuan bagi bayi dari keluarga yang terkena masalah sosial dan bantuan sosial bagi warga yang terkena musibah kebakaran di wilayah Mergangsan dan Kotagede.

Selain itu, Azhari menyampaikan bahwa saat ini Baznas bersama dengan Pemerintah Kota Yogya sedang melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berbasis wilayah. “Saat ini kami sedang melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berbasis wilayah, yang untuk sementara difokuskan di wilayah Sudagaran Tegalrejo,” katanya.

Ratu Dewa Fasilitasi Generasi Milenial Dengan Program RUBASA

Suarapemerintah.id – Dalam mencerdaskan serta memfasilitasi generasi melinial dimasa pandemi, komunitas Mata Kita Sumatera Selatan bersama Pemerintah kota Palembang Ratu Dewa secara langsung melaunching ruang belajar bersama (RUBASA) guna mempermudah proses belajar dirumah.

Dengan konsep memberikan kemudahan  memperoleh wifi gratis, sekelompok anak mudah yang berkontribusi mencerdaskan generasi penerus bangsa ini secara langsung mengajak komunitas serta donatur untuk membantu pejalar menimbah ilmu disituasi belajar dirumah.

Sekertaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa saat meresmikan ruang belajar di kecamatan Sematang Borang mengatakan jika Pemkot Palembang menyambut baik sekali atas gerakan dari komunitas yang berisikan anak muda ini memberikan kontribusinya dalam mempermuda pelajar menimbah ilmu saat belajar dirumah.

“Ya dari hal ini juga, Pemkot melalui Dinas Pendidikan juga secepatnya akan meresmikan pemberian internet gratis disetiap kecamatan, di program yang sudah kita lauching ini telah memberikan ruang belajar juga seperti yang kita lihat di Kecamatan Sematang Borang,” jelasnya selasa (29/9) saat membuka ruang belajar bersama komunitas Mata kita di kantor camat Semabor.

Lanjutnya melalui program ini, kita harapkan masyarakat dan camat setempat bisa mempertahankan semua yang telah diberikan melalui kerjasama tadi.

“Tentunya dalam mendukung program belajar online, saya memberikan apresiasi tinggi kepada komunitas tersebut yang sepenuhnya telah bekerja dalam membantu proses belajar dirumah yang saat ini ditempuh siswa-siswi. Dalam hal ini juga saya menganjurkan kepada masyarakat setempat untuk terus mentaati protokol kesehatan yang telah dianjurkan Pemerintah,” tambahnya.

Ditempat yang sama ketua komunitas Mata Kita Sumatera Selatan Dwiki Adiputra menambahkan jika tujuan kami mengadakan ruang belajar serta wifi gratis ini bertujuan memperlancar semua akses belajar mengajar khususnya bagi siswa yang kesulitan memperoleh wifi gratis.

“Kami mengharapkan dengan adanya kerjasama ini semua pelajar yang berdomisili di Semabor bisa memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan. Tentunya dengan kapasitas internet yang bisa dijangkau sejauh 1KM radiusnya bisa menjawab semua ke khawatiran pelajar dalam menempuh belajar dirumah,” tutupnya.

Presiden: Fasilitas Kesehatan Harus Mengacu Standar Penanganan Covid-19 Kementerian Kesehatan

Suarapemerintah.idPresiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk terus berupaya menekan laju penyebaran Covid-19. Standar pengobatan dan perawatan bagi pasien Covid-19 baik itu di ICU maupun ruang isolasi juga harus mengacu pada standar yang sama yang diberikan Kementerian Kesehatan.

“Ini penting sekali sehingga kita harapkan nanti angka kematian akan semakin menurun, angka kesembuhan akan semakin lebih baik lagi,” ujar Presiden saat memimpin rapat terbatas membahas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 28 September 2020.

Berdasarkan laporan terbaru yang diperoleh Presiden, kemarin, rata-rata kasus aktif di Indonesia berada pada angka 22,46 persen. Angka tersebut mendekati rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 23,13 persen. Kepala Negara meminta agar perkembangan ini dapat terus diperbaiki lagi.

Apabila dibandingkan dengan data bulan lalu, rata-rata kematian akibat Covid-19 di Indonesia juga menurun dari 4,33 persen menjadi 3,77 persen. Meski perlu diakui bahwa angka tersebut masih di atas rata-rata kematian dunia yang berada pada angka 3,01 persen.

“Ini menjadi tugas kita bersama untuk menekan lagi agar rata-rata kematian di negara kita bisa terus menurun,” kata Presiden.

Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden juga menyampaikan kembali kepada Komite Penanganan Covid-19 bahwa pola atau metode intervensi lokal harus dapat diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, intervensi lokal atau pembatasan berskala mikro di tingkat desa, kampung, RT, RW, dan lingkup lokal lainnya tersebut jauh lebih efektif apabila dilakukan secara berulang dan sesuai dengan data penyebaran wilayah di satuan kecil.

“Artinya pembatasan berskala mikro baik itu di tingkat desa, kampung, RW, RT, kantor, maupun pondok pesantren saya kita itu lebih efektif. Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisir satu kota, kabupaten, apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang,” ucapnya.

Adapun yang berkaitan dengan rencana vaksinasi massal bagi masyarakat apabila vaksin Covid-19 telah tersedia, Kepala Negara meminta jajarannya untuk merencanakan betul seawal mungkin mengenai pelaksanaannya.

“Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, hingga siapa yang divaksin pertama. Semuanya harus terencana dengan baik sehingga saat vaksin ada itu tinggal langsung implementasi pelaksanaan di lapangan,” tandasnya.

Resmikan Jalan Tol Manado-Bitung, Sulut Dapat Berkembang Lebih Baik

Suarapemerintah.idPresiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu pada Selasa, 29 September 2020. Peresmian berlangsung secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dengan nuansa menyerupai gerbang tol tempat acara berlangsung.

Melalui peresmian tersebut, ruas tol sepanjang kurang lebih 26 kilometer yang diresmikan Presiden hari ini siap untuk dioperasikan. Sementara untuk ruas Danowudu-Bitung yang menjadikan panjang keseluruhan tol tersebut mencapai 40 kilometer diharapkan akan segera diselesaikan dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah, jalan tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu sepanjang 26 kilometer sudah selesai. Sekarang sudah bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan usaha dan memudahkan transportasi masyarakat,” ujar Presiden dengan latar belakang gerbang tol Manado dan sejumlah pejabat yang hadir langsung di lokasi.

Saat ini, jalan tol Manado-Bitung merupakan tol terpanjang di Pulau Sulawesi. Proyek yang menghubungkan dua kota besar di Sulawesi Utara, yakni Manado dan Bitung, diharapkan mendukung peningkatan mobilitas dari dua kota tersebut, mendukung sektor wisata, serta pertumbuhan ekonomi di kota-kota sekitarnya.

“Saya melihat provinsi Sulawesi Utara memiliki banyak potensi ekonomi yang harus terus kita kembangkan. Ada industri perikanan, terutama di Bitung, ada sektor pertanian, sektor perkebunan, juga banyak destinasi pariwisata,” ucapnya.

Potensi-potensi daerah tersebut tentunya memerlukan dukungan infrastruktur salah satunya jalan tol yang telah diresmikan Presiden tersebut.

“Dengan adanya jalan tol ini maka biaya logistik dari pelabuhan internasional Bitung dapat ditekan lebih rendah sehingga lebih efisien. Daya saing juga otomatis akan meningkat,” imbuhnya.

Selain memangkas biaya logistik, jalan tol ini juga akan memangkas waktu tempuh dari Manado menuju Bitung dan sebaliknya, dari yang semula ditempuh dalam waktu 1,5 jam menjadi hanya setengah jam saja.

Jalan tol ini juga akan menjadi jalan akses utama ke salah satu kawasan strategis pariwisata nasional di Manado, Bitung, dan Likupang yang sedang dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata baru Sulawesi Utara.

“Kawasan strategis pariwisata Manado, Bitung, Likupang, termasuk akses ke Pulau Lembeh, akan semakin mudah dijangkau. Oleh sebab itu, kita harapkan pariwisata di Sulawesi Utara bisa berkembang lebih baik lagi nanti setelah berakhirnya pandemi yang kita hadapi sekarang ini,” tuturnya.

Kepala Negara juga berharap agar nantinya keberadaan jalan tol beserta infrastruktur pendukungnya akan menyambungkan kawasan-kawasan perekonomian yang ada di daerah tersebut sehingga meningkatkan investasi dan lapangan pekerjaan.

“Saya yakin investasi akan lebih banyak datang. Usaha-usaha baru akan tumbuh lebih banyak dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat juga pasti akan meningkat. Sulawesi Utara akan semakin berkembang,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam peresmian kali ini, hadir di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri BUMN Erick Thohir yang mendampingi Presiden untuk hadir secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Adapun sejumlah pejabat terbatas yang hadir langsung di gerbang tol Manado dengan juga menerapkan protokol kesehatan di antaranya ialah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Pjs. Gubernur Sulawesi Utara Agus Fatoni, dan para tamu undangan.

Kemenag Gelar Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Angkatan Pertama

Suarapemerintah.idKementerian Agama menggelar Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Angkatan Pertama. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta selama tiga hari mulai 29 September hingga 1 Oktober 2020 ini dibuka oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Selasa (29/09).

Hal ini menurut Wamenag tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Kemenag 2020-2024. Kualitas kehidupan umat beragama diharapkan dapat menjadi modal dalam pembangunan nasional. “Dalam bahasa kekinian, diharapkan  bahasa agama akan benar-benar semakin nyata dalam pembangunan nasional,” imbuhnya.

Menurut Wamenag, untuk menghasilkan umat beragama yang berkualitas maka diperlukan penceramah agama yang mumpuni. “Yaitu mereka yang mampu berbicara dengan umat dengan bahasa mereka,” tutur Wamenag.

“Materi dakwah, akan dapat diterima dengan baik bila disampaikan dengan cara atau metode yang tepat oleh mereka yang memiliki wawasan keagamaan luas,” sambung Wamenag.

Wamenag pun berharap, dengan penguatan kompetensi yang dilaksanakan Kemenag akan menghasilkan penceramah berwawasan keislaman moderat  dan berkebangsaan.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Juraidi melaporkan, Penguatan Kompetensi  Penceramah Agama Angkatan Pertama ini diikuti oleh 100 penceramah yang berasal dari berbagai ormas islam tingkat pusat. Beberapa di antaranya Alwashliyah, Wanita Islam, LDNU, Ittihadul Muballighin, Mathlaul Anwar, Muslimat NU, Al Isryad Al Islamiyyah, PUI, IKADI, dan PSQ.

“Selanjutnya akan disusul angkatan kedua dengan jumlah 100 peserta lagi. Dan kemudian akan dilakukan di daerah-daerah juga,” jelas Juraidi.

“Total nanti akan ada 8.000 penceramah di tingkat daerah, dan 200 di tingkat pusat,”imbuh Juraidi.

Juraidi mengungkapkan, dalam Penguatan Kompetensi Penceramah Agama ini Kemenag juga menggandeng sejumlah narasumber. Di antaranya, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin yang akan menyampaikan  materi tentang Arah Kebijakan  Pembangunan Umat Beragama, Menteri Agama Periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin  yang akan menyampaikan materi tentang Relasi Agama dan Budaya, serta Staf Ahli Menteri Agama Oman Fathurahman yang akan menyampaikan materi tentang Metode Dakwah Bagi Kelompok Milenial.

Kemenag juga melibatkan narasumber dari Lemhanas, BPIP, dan BNPT untuk memberikan wawasan terkini tentang kondisi bangsa Indonesia saat ini.

Gelar Matrikulasi, Rektor IAIN Takengon Bicara Buku dan Diskusi Ilmiah

Suarapemerintah.idInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menggelar Matrikulasi Mahasiswa Baru Program Pascasarjana. Giat yang berlangsung di Aula ini dibuka Rektor IAIN Takengon Zulkarnain.

“Perbanyak membaca buku dan geliatkan kembali diskusi ilmiah. Sebab pondasi pendidikan adalah buku dan diskusi,” terang Zulkarnain di Takengon, Senin (28/09). Hadir juga direktur pascasarjana IAIN Takengon Dr. Saumiwaty M.Hum.

Rektor berharap, para mahasiswa dapat menjalani proses perkuliahan secara serius. Mahasiswa magister harus terus dekat dengan buku. Menurutnya, buku merupakan guru yang paling setia.

“Perkuat basis keilmuan dengan menguasai sejarah. Biasakan berdiskusi untuk memperkuat nalar ilmiah,” ujarnya.

“Jadi, perluas wawasan, perkaya basis data, dan perkuat metodologi,” pesannya.

Matrikulasi program pascasarjana ini diikuti 58 mahasiswa baru. Sebanyak 25 mahasiswa hadir di aula IAIN Takengon, 15 orang mengikuti secara daring dari ruang sistem teknologi informasi kampus. Sisanya, mengikuti secara daring dari tempat masing masing. Mereka ada yang berasal dari Kabupaten Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.

Selain dosen dan civitas kampus, Matrikulasi IAIN Takengon  juga menghadirkan pembicara dari Dandim 0106, Letkol Inf Teddy Sofyan. Dia memberikan materi tentang menangkal ekstrimisme. Teddy mengajak mahasiswa untuk bersama-sama menguatkan pemahaman keagamaan moderat, dan mengantisipasi berkembangnya paham ekstrim.

“Ke depan, kita bisa bersama-sama untuk menghalau dan mengantisipasinya,” jelas Dandim Teddy.

Selain dari Dandim, hadir juga Kapolres Aceh Tengah, AKBP Sandy Sinurat. Dia menyampaikan materi tentang Kantibmas Era New Normal. Dia menggarisbawahi pentingnya menaati aturan dan regulasi. “Hari ini, semua kita harus menaati aturan yang dibuat pemerintah,” tandasnya.

Matrikulasi juga menjadi ajang peningkatan penguasaan bahasa asing. Materi ini diampu Steven dari International Literacy and Development (ILAD). Dia adalah dosen tamu luar biasa dari Amerika yang telah hampir satu tahun berada di Takengon. Dia mengajar juga pada program strata satu, utamanya membina mahasiswa penerima bidik misi, dan juga mengajar sejumlah dosen yang ingin memperdalam bahasa Inggris sebagai bekal melanjutkan S3.