Beranda blog Halaman 4829

Arief Harapkan Peserta KKK UNIS, Berkontribusi Pulihkan Ekonomi Warga Lewat Wirausaha Mandiri

Suarapemerintah.id – Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah, hadir dalam acara Pelepasan Peserta KKK-DR 2020 UNIS Tangerang Masa PSBB Covid-19 yang dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting, pada Senin (24/8/2020).

KKK (Kuliah Kerja Kemasyarakatan) yang bertemakan “Melalui KKK UNIS Kita Tingkatkan Peran Keilmuan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Era Pandemi Covid-19”, Wali Kota berharap adanya inovasi dan kreativitas yang tercetus dari peserta KKK dalam membantu memulihkan ekonomi warga.

“Akibat dari pandemi ini banyak masyarakat yang ekonominya terdampak, bahkan akhirnya ada yang di PHK dan dirumahkan,” jelas Wali Kota.

“Kalau dimungkinkan adik-adik bisa untuk wirausaha mandiri, berjualan secara online karena saat ini kita dipaksa masuk ke era 4.0 dimana memanfaatkan inovasi dan kreativitas dari anak-anak muda milenial. Syukur-syukur sambil KKK sambil usaha,” sambungnya.

Ditambah saat ini, Pemerintah Kota Tangerang sedang meluncurkan Program Tangerang BISA. Tangerang BISA (Bantuan Insentif Untuk Startup Anda) merupakan program bantuan modal usaha bagi wirausaha pemula yang akan memulai usaha atau mengembangkan usaha di masa pandemi Covid-19 dengan nominal bantuan sebesar 500 ribu rupiah.

“Bisa mendaftar di Program Tangerang BISA melalui Sistem Aplikasi Bantuan Kota Tangerang (SABAKOTA) pada Aplikasi Tangerang LIVE,” katanya.

“Atau bantu kami untuk sosialisasikan program ini, agar semakin banyak warga Kota Tangerang yang terbantu,” ujar Arief.

Wali Kota juga mengingatkan selama masa KKK, diharapkan peserta tetap mematuhi protokol kesehatan dengan 3M.

“Saya minta ke mahasiswa untuk mengajarkan masyarakat melakukan cuci tangan dan memakai masker yang benar. Jadilah contoh yang baik di masyarakat dan saling mengingatkan,” tukasnya.

Sumber: Kota Tangerang

Upaya Membangkitkan dan Melestarikan Seni Budaya

Suarapemerintah.id – Tak hanya memberi dukungan secara aturan dan sejumlah fasilitas kepada para pelaku seni budaya daerah, namun para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang terlibat langsung dalam sebuah pertunjukan seni. Seperti yang terlihat pada Sabtu (22/08/2020) malam, mereka berkolaborasi dengan jejaring seniman Dewan Kesenian Malang (DKM) serta perwakilan dari Pemkot Malang dalam gelaran A(rt)gustusan Ludruk Kabaret atau ludruk yang dikolaborasi dengan operet.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Nurul Setyowati saat terlibat langsung dalam pertunjukan ludruk Kabaret

Dalam pertunjukan yang dihelat di lobi Kantor DPRD Kota Malang ini ada empat orang wakil rakyat yang menjadi pemeran utama dalam kisah bertajuk ‘Dari Cinta Kita Belajar Memberi Tanpa Mengharap Balasan’. Meski beberapa orang anggota dewan terlihat agak canggung saat berada di panggung, namun suguhan pertunjukan yang juga digelar secara virtual di media sosial ini sangat menghibur para warga yang menyaksikan.

Salah satu tokoh utama yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Nurul Setyowati mengatakan, meski baru pertama kali terlibat langsung dalam kesenian ludruk namun dia mengaku sangat senang dan menikmati. Menurutnya, para wakil rakyat yang lain nantinya juga siap jika memang akan dilibatkan lagi seperti acara kali ini. “Ini merupakan wujud kepedulian dan dukungan para wakil rakyat terhadap seni budaya daerah dan bagi para pelaku seni,” imbuhnya.

Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, dimana sudah sekitar lima bulan terakhir para seniman ini tidak bisa menggelar pertunjukan dan berimbas juga terhadap perekonomian mereka. “Komisi D merupakan komisi yang membidangi seni budaya, ke depan dukungan tak hanya berupa fasilitas dan keterlibatan personel secara langsung, namun juga dari sisi aturan akan lebih dikuatkan lagi,” sambung Nurul.

Politisi PDI Perjuangan itu mencontohkan, seperti keberadaan DKM yang harus memiliki badan hukum, sehingga nantinya jika ada bantuan dari alokasi dana hibah dapat disalurkan dengan baik. “Dengan adanya dukungan penuh dari para wakil rakyat terhadap para pelaku seni dan seni budaya daerah, diharapkan seni budaya tradisional ini akan terjaga serta terawat dengan baik,” jelas Nurul.

Jika sudah seperti itu, kesenian dapat diwarisi oleh para generasi muda dan seni budaya daerah bisa bangkit lagi meski di tengah pandemi. “Dari semua itu, secara otomatis tentu juga akan berimbas terhadap bergeliatnya roda ekonomi, khususnya di kalangan para seniman,” pungkas Nurul. (say/yon)

Sumber: Malang

Bantu Angkat Ekspor, BNI Berikan Kredit untuk Importir Produk Indonesia

Suarapemerintah.id – Melalui keberadaan kantor cabang luar negeri, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI tetap berupaya mendorong pertumbuhan volume ekspor Indonesia melalui penyaluran kredit. Untuk merealisasi hal tersebut, BNI Hong Kong dan Surya Trading Ltd menandatangani perjanjian kredit di Hong Kong pada Kamis, 20 Agustus 2020.

Penandatanganan tersebut turut disaksikan Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong dan Makau, Ricky Suhendar.

Pemimpin Kantor Cabang BNI Hong Kong, Wan Andi Aryadi, mengatakan pembiayaan kepada Surya Trading Ltd merupakan bentuk nyata BNI untuk mendampingi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia agar bisa go global, khususnya memasuki pasar Hong Kong.

“Barang-barang yang diimpor Surya Trading Ltd adalah barang kebutuhan sehari-hari seperti food and beverage produksi UMKM Indonesia. Melalui delapan toko yang dimilikinya dan 80 toko afiliasi, Surya Trading Ltd tentu bisa menyasar lebih dari 170 ribu pekerja migran Indonesia yang ada di Hong Kong. Ke depannya, BNI akan mendorong lebih banyak UMKM, khususnya mitra BNI, mengirimkan barang-barangnya ke Hong Kong,” ujar Andi.

Andi menambahkan, melalui Surya Trading Ltd, barang-barang tersebut akan didistribusikan ke seputar Hong Kong. Kualitas barang yang didistribusikan akan terus ditingkatkan sehingga tidak hanya menyasar pekerja migran Indonesia, tapi juga penduduk Hong Kong dan Tiongkok.

Ricky Suhendar menambahkan, “Konsulat Jenderal RI Hong Kong bersama BNI Hong Kong terus berupaya meningkatkan volume ekspor barang dari Indonesia. Pemberian kredit kepada Surya Trading Ltd ini adalah salah satu realisasinya. Proses pendekatannya dilakukan bersama-sama oleh Konsul Perdagangan dengan BNI Hong Kong.”

Pemilik Surya Trading Ltd, Alex Chu, mengungkapkan komitmennya untuk terus mengimpor produk dari Indonesia dan menjualnya di Hong Kong. BNI Hong Kong memberikan kredit sebesar HK$ 2 juta berupa modal kerja dan fasilitas trading.

Fasilitas kredit tersebut akan mempermudahnya melakukan pembelian barang. Supplier cenderung meminta pembayaran di muka sebelum pengiriman barang, sehingga ia membutuhkan modal yang cukup besar.

“Saya juga siap membantu jika ada UMKM nasabah BNI yang ingin mencoba memasuki pasar Hong Kong,” ujarnya.

Jasa Pengiriman Uang

Grup usaha perusahaan ini yang bernama Fast Access Corp Ltd juga memiliki usaha agen pengiriman uang ke Indonesia yang telah bekerja sama dengan BNI.

Fast Access memanfaatkan 88 toko outlet-nya untuk menarik pekerja migran Indonesia (PMI) melakukan pengiriman uang. Saat ini, telah ada 30 ribu PMI yang terdaftar sebagai nasabahnya, yang volume kiriman uangnya rata-rata per bulan mencapai HK$ 70 juta atau sekitar Rp 130 miliar. Melalui kerja sama ini, diharapkan kenyamanan dan keamanan nasabahnya makin bertambah, sehingga makin banyak PMI yang bisa dilayani.

Adaptasi Kebiasaan Baru, IKA Universitas Brawijaya Ajak Masyarakat Tak Takut Donor Darah di Masa Pandemi

Suarapemerintah.id – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) menurun karena ketidakseimbangan antara kebutuhan darah dan jumlah pendonor. Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, masyarakat merasa takut untuk melakukan donor darah. Untuk itu, Ikatan  Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB), mengajak masyarakat untuk mendonorkan darahnya, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ajakan tersebut disampaikan, karena masih banyak pasien yang membutuhkan tambahan darah rutin seperti para penderita Talasemia. Oleh karena itu, dalam rangka Bulan Bakti Kemerdekaan Republik Indonesia Ikatan  Alumni Universitas Brawijaya tergerak untuk mengadakan kegiatan donor darah bertajuk “PMI Menjerit” di saat pandemi ini.

Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku agar para pendonor tetap terjaga dari risiko penularan COVID-19.

Kegiatan donor darah ini dihadiri oleh Ketua Harian IKA UB yaitu Sis Apik Wijayanto, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, dan Koordinator Relawan COVID-19 Andre Rahadian, serta tentunya para alumni Universitas Brawijaya dan berbagai komunitas.

“Mari mulai kembali mendonorkan darah di era adaptasi kebiasaan baru ini. Segala kegiatan akan dibarengi dengan protokol kesahatan yang ketat. Seluruh pendonor akan dapat gratis rapid test ” kata Ketua Harian IKA UB, Sis Apik Wijayanto, melalui pernyataan resmi.

Sis Apik Wijayanto menambahkan, adaptasi kebiasaan baru yang juga merupakan bagian dari protokol kesehatan dalam kegiatan ini, adalah penggantian alas bed dan penyemprotan disinfektan untuk setiap pergantian pendonor. Dia menyatakan, sekarang merupakaan saatnya berani saling berbagi tanpa rasa takut.

“Dengan tekat yang tinggi dan tetap taat pada protokoler kesehatan, kami mengajak kepada semua pejuang kemanusiaan untuk berani berdonor dimasa pandemi, kita tidak boleh terdiam melihat suadara kita kesulitan mendapatkan darah” sambung Dida Sarkan selaku Ketua Pelaksana Donor Darah IKA UB.

Kegiatan donor darah ini  dilaksanakan pada Minggu 23 Agustus 2020, pukul 08.00 hingga 13.00 WIB di Gelora Bung Karno. “persiapan ini kami lakukan dalam waktu 3 minggu, kami tidak menyangka ternyata animo pendonor masih sangat tinggi. Hal ini terlihat dari pendaftar mendekati angka 600 calon pendonor yang terdiri dari masyarakat umum, komunitas otomotif, komunitas pelari, komunitas jasa pelayanan, dan lain sebagainya. Setelah pendaftaran kami tutup pun, masih banyak pendonor yang menghubungi kami untuk bergabung. Apresiasi tertinggi kami berikan kepada para pejuang kemanusiaan. Atas nama panitia, saya mohon maaf apabila masih banyak pendonor yang kami belum bisa akomododir dikarenakan suasana pandemi, dimana kami harus menerapkan physical distancing. Insha Allah kami akan mengadakan acara ini secara berkelanjutan. Dalam acara ini Ikatan Alumni Universitas Brawijaya menyumbangkan uang tunai sebesar Rp 100.000.000,- kepada Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta” kata Dida Sarkan.

“Diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat tidak takut lagi untuk mendonorkan darahnya. Karena setetes darah dari pendonor dapat menyelamatkan nyawa orang lain,” ujar Sis Apik Wijayanto.

Selain kegiatan donor darah, IKA UB juga melaksanakan Virtual Talk: Sehat Fisik dan Ekonomi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru. Diskusi online ini membahas tinjauan keselamatan yang menunjang proses pergerakan ekonomi Indonesia. Bagi masyarakat yang ingin ikut serta, bisa mengunjungi  link berikut bit.ly/bulanbaktiIKAUB.

Dida mengakhiri dengan slogan “INI DARAHKU MANA DARAHMU”.

Sumber: PT Bank Negara Indonesia Tbk

Kluster KUR BNI Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Suarapemerintah.id PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional. Melalui BNI kluster One Village One Product (OVOP), ekspansi kredit UMKM diharapkan dapat berjalan secara masif sehingga menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Potensi bisnis dan jumlah pelaku UMKM di Indonesia yang begitu besar membuat segmen UMKM menjadi fokus BNI dalam melakukan penyaluran kredit dan pemberdayaan. UMKM menyumbang 99,9% dari seluruh usaha, 97% total tenaga kerja nasional, dan 60,34% produk domestik bruto. Selain itu, fokus usaha pelaku UMKM sebagian besar di sektor riil, sehingga diharapkan pemberdayaan UMKM dapat langsung menggerakkan perekonomian dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang terkena dampak hebat pandemi Covid-19.

Sebagai salah satu strategi pemberdayaan UMKM, yang sejalan dengan program pemerintah dalam mempercepat pembangunan desa, BNI mendorong gerakan OVOP. Dalam kegiatan ini, BNI menyajikan kluster Kelompok Petani Bunga Gumitir dan Petani Porang. Pola OVOP diharapkan dapat mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat desa. Setiap desa didorong agar menemukan dan mengembangkan produk unggulan yang mempunyai ciri khas, yang berbeda dengan karakteristik produk dari desa lain.

Sementara itu, secara terpisah, Direktur Bisnis dan UMKM BNI Tambok P. Setyawati menyatakan, “BNI berkomitmen mendukung program ini dengan mendorong produk unggulan dari desa-desa agar mampu bersaing di tingkat global. Komitmen ini diwujudkan BNI dari pendampingan bagi masyarakat desa dalam penentuan produk unggulan, fasilitasi produksi menggunakan bantuan permodalan, hingga perluasan akses pasar, baik melalui online marketing maupun pasar ekspor dengan bantuan kantor cabang luar negeri BNI.”

Menanggapi isu nasional tentang perekonomian dan UMKM di masa pandemi Covid-19, di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali, pemerintah bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berfokus pada strategi meningkatkan poin tersebut melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) secara kluster OVOP, sehingga ekosistem desa dapat bahu-membahu untuk menghasilkan produk yang memiliki keunikan.

Pemilihan Bali sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan didasari kompleksnya ekosistem perekonomian di provinsi tersebut. Bali, atau dikenal sebagai “Pulau Dewata”, merupakan cerminan heterogenitasnya sektor UMKM di Nusantara. Selain perniagaan, pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan industri, ekonomi kreatif dan pariwisata menjadi tulang punggung di daerah tersebut.

Sebagai rangkaian acara dalam pembiayaan KUR kepada UMKM OVOP, dilaksanakan rapat koordinasi tingkat menteri yang antara lain dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A. Djalil, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dengan fokus pembahasan penguatan ekonomi dan UMKM. Sudah menjadi concern pemerintah untuk menyelamatkan perekonomian melalui stimulus kebijakan ekonomi agar terhindar dari jurang resesi dan dapat kembali speed up dalam fase adaptasi kebiasaan baru.

Pemusatan pembahasan pada UMKM bukan tanpa dasar, tetapi dengan menilik fakta bahwa UMKM merupakan sektor ekonomi terbesar di Indonesia dan sektor yang paling besar terkena dampak pandemi. UMKM sebagai sektor ekonomi terbesar menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja. Di Indonesia sendiri, jumlah UMKM mencapai 64 juta lebih, sehingga wajar pemulihan ekonomi dapat dilakukan dengan pemberdayaan UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga Hartarto menyampaikan, “Pemerintah telah merilis sejumlah kebijakan. Hal ini harus mendapat dukungan dan diimplementasikan di sektor riil untuk memperkuat perekonomian nasional, yang sempat terpuruk setelah terimbas pandemi Covid-19. Di antaranya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satu wujud program PEN adalah stimulus bagi UMKM dan perbankan sehingga perbankan terdorong untuk terus menyalurkan kredit, khususnya KUR, untuk membangkitkan UMKM dan menggerakkan perekonomian.”

Indonesia, yang memasuki fase adaptasi kebiasaan baru, menghadapi banyak tantangan dan peluang. Berbagai sektor ekonomi menjadi perhatian, khususnya sektor produktif, antara lain mengenai peningkatan hasil (output) agar produk UMKM bernilai lebih sehingga berdaya saing tinggi. Dukungan kepada sektor produktif hanya dapat diwujudkan dengan adanya kontribusi dari segenap pihak, tidak hanya dari pemerintah selaku regulator, tetapi juga dari para pegiat atau pelaku usaha dan sektor perbankan.

Sebagai mitra pemerintah, BNI yang bergerak sebagai agent of development diamanahkan untuk menyukseskan program-program pemerintah. Terkait dengan program pemulihan ekonomi, perbankan sesuai dengan kapasitasnya memberikan dorongan agar UMKM dapat bergeliat lagi dan perekonomian kembali sehat dan tumbuh. Dengan penyaluran pinjaman berbunga rendah seperti KUR serta pemberian stimulus kepada UMKM yang terkena dampak Covid-19, pembinaan, dan pelatihan, BNI sejalan bersama pemerintah mendukung program-program yang ada.

UMKM sebagai sektor yang mendapat perhatian khusus merupakan kelas ekonomi yang menyentuh langsung perekonomian riil. Sejak pertengahan Maret 2020, BNI memberikan stimulus kepada debitur yang memenuhi ketentuan berupa keringanan bunga, penundaan angsuran pokok, hingga perpanjangan jangka waktu. Total, per 31 Juli 2020, BNI telah memberikan stimulus kepada 175.215 debitur segmen kecil dan mikro dengan portepel pinjaman sebesar Rp 21,172 triliun.

Direktur Bisnis dan UMKM BNI Tambok P. Setyawati menambahkan, “Telah dilaksanakan penyaluran KUR BNI serta Program Kemitraan kepada perwakilan debitur yang merupakan Kelompok Petani Bunga Gumitir dan Petani Porang. Penyaluran KUR tersebut menambah portofolio penyaluran KUR BNI tahun 2020, yang hingga 31 Juli 2020 telah mencapai Rp 9,76 triliun dan menyentuh 257.616 penerima di seluruh Indonesia.”

Hal tersebut sejalan dengan slogan BNItuDigital. BNI juga berinovasi di bidang pembiayaan, yang saat ini bisa dilakukan secara digital menggunakan BNI MOVE, sehingga proses kredit di BNI makin mudah, simpel, dan makin cepat. Aplikasi ini menjadi harapan baru bagi para pelaku UMKM, termasuk yang berada di pelosok, agar tetap survive dan berhasil di tengah pandemi. Tidak hanya itu, BNI berharap aplikasi BNI MOVE turut berkontribusi dalam percepatan program PEN. Dengan begitu, harapannya, ekonomi nasional dapat cepat membaik.

Sumber: PT Bank Negara Indonesia Tbk

Di tengah Pandemi, Maybank Indonesia dan Maybank Foundation Lanjutkan Program RISE 2.0 secara Daring

Suarapemerintah.id – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama Maybank Foundation, yayasan yang menangani corporate responsibility (CR) Maybank Group, untuk melanjutkan program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas dan komunitas marjinal bernama RISE (Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship2.0 di Palembang, 3-6 Agustus 2020.

Pelatihan RISE 2.0 level Basic ini berlangsung secara daring dengan total peserta 25 penyandang disabilitas dengan berbagai latar belakang usaha seperti penjahit, penjual makanan, toko kelontong, servis elektronik, barbershop, dekorasi, kerajinan tangan serta peserta yang mempunyai rencana membuka usaha.

Program RISE 2.0 secara daring di Palembang ini merupakan pilot project pelatihan daring level Basic dengan menggunakan aplikasi Zoom. Pelatihan daring level Basic ini akan dilaksanakan di 25 kota di Indonesia dan menargetkan 4.780 peserta. Pelatihan ini bermanfaat untuk menjangkau lebih banyak para peserta dari daerah pedalaman, memberi pembekalan perubahan pola pikir (mindset), meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk siap memulai dan mengembangkan usaha termasuk keterampilan menjual dan memasarkan produk. Selain itu juga meningkatkan pemahaman mereka terkait pengelolaan keuangan serta mengenalkan para peserta kepada mereka produk dan layanan perbankan.

Setelah level Basic, pelatihan dilanjutkan ke level Standard dan terakhir level  Premium dengan perbedaan pada kedalaman materi pelatihan, pendampingan (mentoring) dan durasi. Untuk level Standard dan Premium, peserta akan mendapatkan pelatihan pemanfaatan teknologi dan pengetahuan digital guna mendukung pengembangan usaha para peserta di era disrupsi dan industri 4.0 masa kini. Dan program pendampingan yang terstruktur, untuk level Standard peserta akan mendapatkan program mentoring dan coaching selama enam bulan, sedangkan untuk Premium 12 bulan. Selama program mentoring para peserta akan didampingi mentor secara personal dengan metode face-to-face mentoring jika kondisi sudah memungkinkan, dan telephone mentoring guna memantau dan memacu peserta dalam meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha.

Pelaksanaan program RISE 2.0 yang dimulai sejak awal 2020 ini akan berlangsung hingga 2023 dan menargetkan lebih banyak komunitas penyandang disabilitas dan komunitas marjinal di berbagai wilayah di Indonesia dengan total peserta (level Basic, Standard & Premium) sekitar 7.350 peserta. Program ini secara regional telah diluncurkan pada 26 September 2019 di Manila, Filipina dan akan diperluas cakupan pelatihannya hingga ke enam negara di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Laos dan Myanmar.

Program RISE 2.0 dirancang untuk menyempurnakan program RISE tahap pertama, yang terintegrasi dari awal hingga akhir dengan menggunakan pendekatan 3E (Embrace, Embed & Engage). Melalui ketiga pendekatan tersebut, Maybank Indonesia dan Maybank Foundation akan mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai sarana pelatihan dan mentoring, melakukan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan, tracking sistematis perkembangan usaha dan peningkatan pendapatan peserta, menciptakan basis data online dan marketplace sebagai sarana peserta menjual produk, serta menghubungkan peserta dengan produk, layanan dan teknologi perbankan digital yang dibutuhkan peserta.

Pada awalnya, program pelatihan RISE diinisiasi di Malaysia dan telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di negara asalnya. Kemudian pada 2016 program ini mulai dikembangkan ke regional, termasuk ke Indonesia dan Filipina. Pada program RISE tahap pertama, sebanyak 2.267 peserta penyandang disabilitas dan komunitas marjinal telah mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan kemandirian yang berasal dari 17 kota di Indonesia pada 2016 hingga 2019. Keberhasilan dari program RISE tahap pertama ini dapat dilihat dari peningkatan yang signifikan terhadap penghasilan rata-rata per bulan peserta. Pada September 2019 sebanyak 40% dari peserta semula berpenghasilan Rp1.264.782 telah meningkat menjadi Rp5.543.735, atau naik sebesar 338,3% dan kian meningkat kembali sebesar 403.7% pada Oktober 2019 dan 60% dari 2.267 peserta secara keseluruhan juga telah memulai usaha atau meningkatkan usaha mereka selama tiga bulan pasca pelatihan.

CEO Maybank Foundation, Shahril Azuar Jimin, mengatakan “Pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus corporate responsibility (CR) Maybank Indonesia. Melalui program RISE, Maybank Group turut mendukung upaya membangun komunitas yang mandiri, dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat, selaras dengan misi humanising financial services. Program ini juga selaras dengan misi ASEAN dan lima sasaran United Nations Sustainable Development Goals yaitu tanpa kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak dan mengurangi kesenjangan.”

Head, Corporate & Brand Communication, Esti Nugraheni mengatakan, “Di tengah pandemi, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19, Maybank Indonesia melanjutkan komitmen untuk memberikan perhatian kepada individu maupun komunitas wirausaha penyandang disabilitas dengan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan semangat pantang menyerah, meningkatkan percaya diri, keterampilan hingga kapasitas usaha untuk mencapai masa depan yang mandiri dan sejahtera melalui program RISE 2.0.  Dengan melakukan program secara daring, kami berharap program ini tetap dapat membangun sekaligus meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM dan menciptakan komunitas yang mandiri sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya.”

Dengan peningkatan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat mendorong kemandirian dan kemampuan berwirausaha namun juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas yang juga akan mendorong dan menciptakan motivasi usaha bagi masyarakat marjinal di sekitarnya sehingga dapat memberikan multiplier effect. Dalam pelaksanaan program ini, Maybank Indonesia dan Maybank Foundation menjalin kemitraan dengan People Systems Consultancy.Catatan untuk editor

Tentang Maybank Indonesia

Maybank Indonesia merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan regional maupun internasional Grup Maybank. Maybank Indonesia menyediakan serangkaian produk dan jasa komprehensif bagi nasabah individu maupun korporasi melalui layanan Community Financial Services (Perbankan Ritel dan Perbankan Non-Ritel) dan Perbankan Global, serta pembiayaan otomotif melalui entitas anak yaitu WOM Finance untuk kendaraan roda dua dan Maybank Finance untuk kendaraan roda empat. Maybank Indonesia juga terus mengembangkan layanan dan kapasitas Digital Banking melalui Mobile Banking, Internet Banking, Maybank M2U (mobile banking berbasis internet banking) dan berbagai saluran lainnya.

Per 30 Juni 2020, Maybank Indonesia memiliki 368 cabang termasuk cabang Syariah yang tersebar di Indonesia serta satu cabang luar negeri (Mumbai, India), 21 Mobil Kas Keliling dan 1.493 ATM termasuk CDM (Cash Deposit Machine) yang terkoneksi dengan lebih dari 20.000 ATM tergabung dalam jaringan ATM PRIMA, ATM BERSAMA, ALTO, CIRRUS, dan terhubung dengan 3.500 ATM Maybank di Singapura, Malaysia dan Brunei. Hingga akhir Juni 2020, Maybank Indonesia mengelola simpanan nasabah sebesar Rp105,8 triliun dan memiliki total aset senilai Rp164,1 triliun.

Tentang Maybank Foundation

Maybank Foundation adalah yayasan yang menangani Corporate Responsibility Maybank Group.  Kehadirannya membawa dampak yang positif bagi masyarakat di pasar di mana Maybank beroperasi.  Yayasan mengemban amanat untuk mengidentifikasi program yang memiliki hasil nyata dan berkelanjutan-serangkaian upaya yang akan membawa perubahan dalam jangka panjang.  Maybank Foundation memberikan dampak pada enam bidang fokus: Pendidikan, Pemberdayaan Ekonomi, Hidup Sehat, Keanekaragaman Lingkungan, Seni dan Budaya serta Penanggulangan Bencana.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:
Esti Nugraheni, Head, Corporate & Brand Communications, telp. +6221 2922-8888

Sumber: PT Bank Internasional Indonesia Tbk

Maybank Indonesia dan Malaysia Menangkan Penghargaan “The World’s Best Consumer Digital Bank”dan “Best Website Design” 2020

Suarapemerintah.idGlobal Finance, media publikasi bisnis dan finansial terkemuka di dunia yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat menobatkan Maybank di Indonesia dan Malaysia sebagai pemenang penghargaan Perbankan Digital Terbaik untuk Konsumen di tingkat global “The World’s Best Consumer Digital Banks” pada putaran pertama periode 2020 untuk kawasan Asia-Pasifik dan di kesempatan yang sama, Maybank juga memenangkan penghargaan untuk sub-kategori Desain Situs Web Terbaik “Best Website Design” untuk tingkat regional.

Dikutip dari siaran pers Global Finance sebagai pihak penyelenggara, terdapat 3 (tiga) kategori penghargaan yang disediakan bagi pemenang yaitu kategori Perbankan Digital Terbaik untuk Konsumen (Best Consumer Digital Banks), Perbankan Digital Terbaik untuk Korporasi/institusi (Best Corporate/Institutional Digital Banks) dan Perbankan Digital Syariah Terbaik (Best Islamic Digital Banks) dimana ketiga kategori tersebut diberikan kepada pemenang di tingkat negara.
Pemenang dipilih dari berbagai kawasan di dunia yaitu Afrika, Asia-Pasifik, Eropa Tengah dan Timur, Amerika Selatan, Timur Tengah, Amerika Utara dan Eropa Barat.

Disamping penghargaan untuk ketiga kategori untuk tingkat negara, penyelenggara juga menyediakan penghargaan yang diberikan sesuai sub-kategori yang dimenangkan di tingkat regional. Ada pun sub-kategori tersebut meliputi sub-kategori Perbankan Dengan Sistem Keamanan Informasi Terbaik Dan Penanganan Fraud (Best Information Security & Fraud Management), sub-kategori Aplikasi Mobile Banking Terbaik (Best Mobile Banking App), sub-kategori Perbankan Digital Paling Inovatif (Most Innovative Digital Bank) dan sub-kategori Desain Situs Web Terbaik (Best Website Design).

Proses seleksi pemenang dilakukan melalui pengumpulan entry dari para peserta yang diseleksi oleh panel juri kelas dunia dari Infosys yaitu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan pemimpin pasar secara global yang menyediakan jasa konsultan, teknologi, dan outsourcing. Sedangkan editor Global Finance bertanggung jawab atas pemilihan akhir dari semua pemenang.

Penghargaan diberikan kepada institusi perbankan yang mengikuti kompetisi dan penghargaan diberikan kepada para pemenang yang berhak di tingkat regional, negara dan dalam kategori di mana terdapat entry.

Bank yang menjadi pemenang diseleksi berdasarkan beberapa kriteria yand ditetapkan diantaranya, strategi efektif untuk menarik dan menyediakan pelayanan digital kepada nasabah, tingkat akseptasi dalam mengadopsi perbankan digital, pertumbuhan pengguna, tersedianya beragam produk/solusi, bukti pemanfaatan inisiatif digital, desain dan fungsi situs web/aplikasi mobile yang ditawarkan.

Steffano Ridwan, Director Community Financial Services (CFS), Maybank Indonesia menegaskan “Penghargaan Perbankan Digital untuk Konsumen Terbaik ‘The World’s Best Consumer Digital Banks’ dari Global Finance yang diraih Maybank ini semakin mendorong semangat kami untuk senantiasa memberikan akses perbankan digital yang memberikan solusi keuangan bagi baik nasabah kami dimanapun dan kapanpun, terutama  di tengah pandemi yang sedang kita hadapi bersama.

Steffano menambahkan “Situasi pandemi ini telah mendorong kami untuk mempercepat transformasi digital kami dan menjadikan kami lebih kreatif dalam memberikan layanan perbankan serta melakukan komunikasi dengan para nasabah.”

Catatan untuk editor

Maybank Indonesia merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan regional maupun internasional Grup Maybank. Maybank Indonesia menyediakan serangkaian produk dan jasa komprehensif bagi nasabah individu maupun korporasi melalui layanan Community Financial Services (Perbankan Ritel dan Perbankan Non-Ritel) dan Perbankan Global, serta pembiayaan otomotif melalui entitas anak yaitu WOM Finance untuk kendaraan roda dua dan Maybank Finance untuk kendaraan roda empat. Maybank Indonesia juga terus mengembangkan layanan dan kapasitas Digital Banking melalui Mobile Banking, Internet Banking, Maybank M2U (mobile banking berbasis internet banking) dan berbagai saluran lainnya.

Per 30 Juni 2020, Maybank Indonesia memiliki 368 cabang termasuk cabang Syariah yang tersebar di Indonesia serta satu cabang luar negeri (Mumbai, India), 21 Mobil Kas Keliling dan 1.493 ATM termasuk CDM (Cash Deposit Machine) yang terkoneksi dengan lebih dari 20.000 ATM tergabung dalam jaringan ATM PRIMA, ATM BERSAMA, ALTO, CIRRUS, dan terhubung dengan 3.500 ATM Maybank di Singapura, Malaysia dan Brunei. Hingga akhir Juni 2020, Maybank Indonesia mengelola simpanan nasabah sebesar Rp105,8 triliun dan memiliki total aset senilai Rp164,1 triliun.
Sumber: PT Bank Internasional Indonesia Tbk

Kwarcab Kota Palembang Gelar Bakti Sosial Donor Darah

Suarapemerintah.id – Sebagai bentuk rasa kepedulian serta menumbuhkan semangat tolong-menolong dalam membantu saudara kita yang membutuhkan darah, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda sekaligus Kwartir Cabang (Kwarcab) kota Palembang mengawali acara tersebut dengan donor darah di acara Bakti Sosial dan Donor Darah dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka dan Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020 bersama Wakil Walikota Palembang, Selasa, 18 Agustus 2020.
.
Kegiatan ini dibenarkan Fitri saat menyumbangkan donor darah kedua kalinya, menurutnya kegiatan ini merupakan hal yang mulia dimana setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti dalam membantu antar sesama umat manusia.
.
Hari ini masih dalam rangkaian kemeriahan kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun dimana secara langsung saya mengajak masyarakat kota Palembang untuk mendonorkan darahnya.
.
“Jangan takut untuk melakukan donor darah karena kegiatan ini sangat bermanfaat sekali dalam untuk kesehatan kita selain membantu orang yang membutuhkannya. Selain itu juga kita memberikan paket sembako kepada pendonor darah yang telah memberikan darahnya, pendonor darah tersebut alhamdulilah berasal dari beberapa dinas diantaranya Pol PP, Dinas Perhubungan, anggota Pramuka dan Dinas Pemadam kebakaran kota Palembang,”jalasnya.
.
Ia juga menambahkan kebutuhan darah saat ini terus meningkat, perharinya 5 ribu kantong darah per harinya, maka dari kami sangat mengharapkan sekali partisipasi dari masyarakat. Sekarang donor darah bisa dilakukan 2 bulan sekali
.
“Ya hari ini kita targetkan 100 kantong darah dari beberapa dinas beberapa dinas tersebut,” tutupnya. selasa usai mengikuti acara donor darah dirumah dinas Wakil Walikota Palembang

Sumber: Palembang

PNS dapat Uang Pulsa 200 Ribu Tahun Depan

Suarapemerintah.id Untuk mendorong kinerja PNS di tengah pandemi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal menambah besaran dana untuk pulsa. kemenkeu akan memberikan PNS uang pulsa sebesar 200 ribu dan kebijkan ini akan berlaku mulai tahun 2021 mendatang.

Penambahan insentif untuk pulsa tersebut dibenarkan oleh Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Askolani.

Benar, dan ini akan berlaku untuk semua Kementerian/Lembaga,” ujar Askolani, Minggu (23/8).

Sebelumnya, ungkap Askolani, Kemenkeu sudah menganggarkan  uang pulsa sebesar 150 Ribu untuk tahun 2021.

Namun karena kondisi pandemi saat ini yang menuntut dilakukannya secara digital, maka Kemenkeu melakukan penyesuaian.

Sekarang uang pulsa sudah berlaku Rp 150 ribu, dan akan diupdate jadi Rp 200 ribu,” ujarnya.

Awal mula adanya insentif tambahan terkait uang pulsa dilontarkan oleh Yusman, Pegawai Direktorat Surat Utang Negara Kemenkeu.

Ia mengeluhkan seringnya rapat via platforn meeting virtual berakibat pemakaian pulsa yang ikut melonjak.

Pekerjaan apapun terus kami respon walaupun itu hari libur, Sabtu atau Minggu, karena persiapan penerbitan selalu memakan waktu dan persiapan yang cukup kompleks, maka mau tidak mau work life balance kami terganggu,” ujar Yusman.

“Belum lagi koordinasi yang kami lakukan melalui zoom itu sehari bisa 3 sampai 4 kali rapat minimal waktu -2 jam, sehingga biaya pulsa pun menjadi melonjak,” lanjut dia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani pun memberikan lampu hijau kepada permintaan Yusman.

Menurut Sri Mulyani, banyak anggaran yang tidak terpakai karena COVID-19 bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan aspirasi tersebut.

Sri Mulyani menilai pemenuhan uang pulsa untuk pegawai Kemenkeu perlu diberikan. Apalagi bagi yang bekerjanya terbukti melebihi jam kantor.

Menurut saya apa yang kamu minta fair, Rp 300 ribu tolong lihat saja dari sisi anggaran DJPPR, terutama untuk tim yang harus kerja extra hours ya mestinya bisa diberikan tambahan uang pulsanya,” jelas Sri Mulyani.

Menyambung permintaan pegawai Kemenkeu ini, Dirjen Anggaran Askolani mengatakan anggaran untuk kebutuhan pulsa sudah diperbaharui yakni sebesar Rp 200 ribu. “Update-nya Rp 200 ribu, cukup itu sudah kita hitung,” tandasnya.

Menteri Teten Rilis Aturan Koperasi Bisa Dapat Dana RP100 M

Suarapemerintah.id – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memaparkan kementerian telah mengeluarkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM (Permenkop) yang memungkinkan satu koperasi bisa mendapatkan dana bergulir dari LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) KUMKM hingga Rp100 miliar.

“Pembiayaan dana bergulir akan terus kita tingkatkan untuk koperasi. Bahkan, satu BMT (Baitul Maal wa Tamwil/Balai Usaha Mandiri Terpadu) bisa mendapat hingga Rp100 miliar,” kata Teten dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (6/9).

Teten mengakui, sebelumnya untuk memperoleh dana bergulir terbilang rumit dan sulit. Namun, menurutnya saat ini LPDB KUMKM sedang reformasi lembaga agar lebih mudah diakses oleh koperasi di Indonesia.

Teten pun meyakini, dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk LPDB sebesar Rp1 triliun akan habis terserap pada September 2020 mendatang. “Saya sudah meminta tambahan dana itu ke Menteri Keuangan,” kata MenkopUKM.

Teten mengungkap pihaknya membawahi lebih dari 60 juta UMKM di seluruh Indonesia. Sehingga, dia akan menyalurkan data PEN melalui model channeling, termasuk BMT yang anggotanya dominan pelaku UMKM.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Perhimpunan BMT Indonesia Mursida Rambe mengatakan sudah ada 12 proposal dana bergulir yang sudah masuk ke LPDB KUMKM. Oleh karena itu, Mursida berharap agar LPDB secepatnya menyalurkan dana bergulir yang amat dibutuhkan koperasi. “Bila koperasi BMT mendapatkan dana bergulir, maka akan bisa menggerakkan kembali pelaku UMKM”, ucap Mursida.

Saat ini, Perhimpunan BMT Indonesia memiliki anggota sebanyak 322 BMT di sembilan provinsi. Perhimpunan BMT juga memiliki total jumlah anggota sebanyak 4 juta orang dan 1.610 pasar tradisional.

“Selama Covid-19, kehadiran Baitul Maal wa Tamwil amat terasa bagi pelaku UMKM. Ketika Tamwil menurun, Baitul Maal yang tampil ke depan,” pungkas Mursida.

Sebelumnya, Kemenkop UKM mengatakan realisasi belanja program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) baru mencapai Rp11,84 triliun per Selasa (21/7).

Artinya, penyaluran tersebut baru 9,59 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp123,46 triliun yang disediakan pemerintah.