Beranda blog Halaman 4831

Marilah Kita Bertanggungjawab kepada Tuhan

Suarapemerintah.id – Para pemirsa, umat Kristiani yang tersebar di alam semesta. Mimbar kali ini, membahas Firman Tuhan (Kejadian 2:16-17), berikut:

“Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Para pemirsa yang dikasihi Tuhan. Firman Allah tersebut menjadi dasar perenungan dalam ibadah raya minggu ini, dengan judul khotbah “Marilah Kita Bertanggungjawab Kepada Tuhan.”

Ayat Kejadian 2:16-17 menceritakan peristiwa di mana Allah berbicara kepada Adam, manusia berkelamin pria yang diciptakan oleh Tuhan. Manusia adalah masterpiece nya Tuhan, maha karya Tuhan. Adam diciptakan, diukir, dilukis dengan tangan Tuhan sendiri, betapa agung dan mulia manusia yang pertama itu, betapa mulia dan agung manusia sebagai ciptaan Tuhan.

Tuhan memberi perintah kepada Adam, ketika menempatkannya di Taman Eden, untuk memelihara dan mengusahakan Taman Eden itu. Allah berbicara kepada Adam “Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas.” Kehendak bebas diberikan Tuhan kepada manusia yang pertama, namanya Adam.

Tetapi dalam ayat yang lain, Alkitab berkata: “Tidak baik kalau seorang manusia itu seorang diri saja.” Maka Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam, ketika Adam tertidur maka Allah ‘mengoperasi’ rusuknya Adam, tanpa obat bius dijadikanlah manusia berkelamin perempuan dan diberi nama oleh Tuhan: Hawa.

Hawa diciptakan untuk mendampingi Adam dalam tugas tanggungjawab di Taman Eden pada saat itu. Sekali lagi, tujuan Allah menciptakan Hawa adalah mendampingi Adam. Karena Allah tahu, pria sekalipun ciptaan Tuhan, masih juga perlu pertolongan mendampingi Adam.

Tetapi, kita tahu cerita Alkitab, bahwa ketika Hawa diciptakan bersama-sama terus dengan Adam, satu peristiwa, Hawa melihat dua pohon yang ada di taman itu. Lalu, timbullah keinginan Hawa mengambilnya dan mau menikmati pohon atau buah itu. Ketika Hawa mengambil buah itu, terjadi satu pelanggaran. Ketika Hawa mengambil buah itu terjadi kesalahan.

Ketika kesalahan terjadi, Allah Ellohim pencipta alam semesta, meminta pertanggungjawaban kepada Adam. Makannya Tuhan berkata: “Adam, Adam di manakah engkau?” Adam menjawab: “Ketika kudengar suaraMu dalam taman, takutlah aku. Itu sebabnya aku bersembunyi.” Kenapa Adam bersembunyi? Adam tahu Adam telah bersalah, Adam telah lalai.

Sebelum Hawa diciptakan, Allah berbicara kepada Adam tentang Firman yang saya bacakan tadi “Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia…” Hawa belum ada pada saat itu, hanya Adam seorang diri saat Allah berfirman.

Makannya, ketika Hawa berbuat kesalahan, yang harus dihukum sebenarnya adalah Hawa, bukan Adam. Karena definisi dosa adalah melanggar hukum Allah adalah pelanggaran.

Adam tidak berbuat apa-apa, mengapa Adam harus dihukum? Karena Adamlah yang bertanggungjawab. Kenapa harus Adam yang bertanggungjawab? Karena Adam yang mendengarkan perintah Tuhan.

Gereja juga harus bertanggungjawab,. Lakukanlah edukasi, pembinaan bagi warga gereja. Ketika edukasi, pembinaan warga gereja berjalan dengan baik, saya percaya dan saudara pasti setuju nilai rohani akan kembali. Alkitab berkata di dalam 1 Yohanes 5:4, iman mengalahkan dunia. Jika saudara memiliki iman, kita mampu mengalahkan segala reaksi-reaksi yang terjadi di bumi ini, termasuk Covid-19.

Umat Kristen mesti percaya, Firman Allah mengatakan, Injil kekuatan Allah yang menyelamatkan. Spiritual! Apalah artinya kita membangun gedung yang mewah, tetapi moralitas, mentalitas jemaat tidak ada perubahan.

Pemerintah punya program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tuhan juga bicara sama Musa di dalam Ulangan 6:7: “Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Ketika edukasi dibangun dalam jemaat, ketika edukasi pendidikan formal dan non formal dilakukan dalam jemaat, tentu mereka akan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.

Sebab dalam 2 Timotius 3:16 Paulus berkata demikian: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Peran dan fungsi Alkitab adalah mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran. Sebab itu, mimbar-mimbar gereja dengan berbagai latar belakang denominasi, harus bertanggungjawab. Sudah saatnya gereja menjadi corong bermitra dengan pemerintah, melihat keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Bukan hanya Presiden Joko Widodo yang bertanggungjawab, bukan hanya Menteri Agama yang bertanggungjawab, bukan Gubernur, Walikota, Camat, Lurah yang bertanggungjawab. Pemimpin-pemimpin gereja, sinode-sinode gereja, lembaga-lembaga gereja aras nasional, juga bertanggungjawab menyampaikan kabar baik.

Maka, setelah membaca dan mengetahui Firman Allah, mari aplikasikan Firman Allah kepada setiap manusia ciptaan Tuhan, dengan berbuat baik. Kalau gereja berfungsi, mimbar gereja berfungsi menjadi corong berbicara tentang nilai-nilai moral, maka manusia akan berubah, Negara akan aman, lingkungan akan aman, perbaikan ekonomi, infrastruktur akan terjadi. Ini adalah bentuk tanggungjawab.

Ketahuilah, bahwa siapapun yang sudah mendengar Firman Allah, maka Tuhan akan tuntut pertanggungjawabannya.  Aplikasikan apa yang telah didengar dari Firman Allah, apa yang diajarkan di mimbar-mimbar gereja oleh para rohaniawan, para gembala, para pastor. Dengan itu, umat akan diberkati karena ada perbaikan nilai.

Ketika pria, wanita berbuat satu kebaikan, maka gereja aman, pemerintah aman, lingkungan di mana kita tinggal akan masuk dalam zona kenyamanan, sekalipun pergumulan akan terus menghampiri kita. Sebab, Firman, iman dapat mengalahkan dunia. Terpujilah nama Tuhan Yesus Kristus.

Maka dari itu, untuk semua yang telah mendengar Firman Allah, mari realisasikan tugasnya untuk menyampaikan kabar baik bagi banyak orang sehingga mereka akan berbuat baik bagi keluarganya. Suami akan mengasihi isteri, isteri akan menghormati suami dan akan menyayangi keluarga anak-anaknya. Amin

 

Market Place BlanjaQue, Nuansa Baru Blanja Gaya Kamu

Suarapemerintah.id – Market Teknologi Terpadu yang berlokasi di Plaza Karinda Jalan Karang Tengah Raya B1 No. 19 Lebak Bulus – Jakarta Selatan, pada hari ini, Sabtu 22 Agustus 2020 meluncurkan salah satu produk Market Place di Indonesia dengan nama ‘BlanjaQue’.

Dengan Slogan ‘Jual Beli Gaya Kamu’, BlanjaQue menghadirkan produk-produk yang dijual dengan harga yang terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh para pembeli disaat mereka mencari yang dibutuhkan dan kemudian melakukan transaksi belanja online di BlanjaQue.

BlanjaQue hadir sebagai e-commerce yang mampu mencetak pasar di tengah pandemi saat ini, terutama ritel dan grosir. Pembatasan aktivitas masyarakat menyebabkan kebiasaan berbelanja pun berubah menjadi pemesanan barang lewat aplikasi.

Diharapkan pula BlanjaQue dapat tumbuh Bersama marketplace yang sudah ada dan menjangkau semua lapisan masyarakat Indonesia, sehingga pengguna BlanjaQue dapat menjual atau membeli untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan.

BlanjaQue sendiri berupaya menciptakan kondisi agar apa yang dijual dan dibeli melalui marketplace ini menjadi pilihan gaya para penjual dan pembeli di Indonesia.

BlanjaQue berusaha untuk menciptakan target market place pada 6 bulan kedepan untuk menjadi salah satu market place dengan tingkat pertumbuhan yang pesat di Indonesia, baik dalam jumlah penjual, toko online aktif, jumlah produk, jumlah fitur transaksi hingga jumlah transaksi dan perputaran uang per harinya.

BlanjaQue yakin dan percaya dapat melaju ketahap lebih tinggi dan akan menjadi salah satu start up dengan pertumbuhan yang pesat. Potensi pasar Online Indonesia masih sangat besar.

Salah satu strategi kedepan yang akan diusung oleh BlanjaQue adalah menggandeng tim milenial yang memiliki visi dan kemampuan untuk melakukan eksekusi agar menjadi salah satu pemain terdepan di bisnis Online Market Place Indonesia.

Penggabungan dari layanan Jasa, service dan produk di BlanjaQue dapat mensinergikan suatu Market Place terbesar dan terlengkap.

Ditambah lagi dengan hadirnya kerjasama dengan perusahaan pengiriman barang yang mengusung transaksi dengan mekanisme Cash On Delivey, juga ditambah saat ini dalam phase pengembangan aplikasi Payment Point Online Banking, penjualan barang- barang bekas, reservasi tiket pesawat, kapal laut, Kereta Api dan transaksi lainnya, di mana setiap minggu akan muncul update pada aplikasi BlanjaQue untuk melengkapi dan memperkaya fitur transaksi yang dapat terjadi.

BlanjaQue juga telah menjalin kerjasama dengan bank-bank ternama yang ada saat ini, juga penyelengara dompet digital serta payment gateway terbaik di Indonesia. Ini menunjukkan keseriusan dari BlanjaQue untuk melayani dan menjangkau semua lapisan masyarakat Indonesia untuk transaksi di BlanjaQue.

“Kita akan jadikan BlanjaQue menjadi salah satu pilihan dalam bertransaksi di Market Place yang ada di Indonesia saat ini” ujar Muhammad Raihan selaku Deputy CEO didampingi oleh Novi Widyastuti selaku CEO, Tommi P. Mario selaku Chief Technology Officer dan Sahreza P selaku General Manager Marketing di acara Soft Launching Blanjaque.

“BlanjaQue saat ini sudah tersedia di Google Store Play. Menyusul untuk IOS, atau dapat juga di akses di www.blanjaque.com. Ini adalah Asli Produk Buatan Negeri sendiri. Aplikasi Buatan Anak Bangsa. Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk bertransaksi jual beli, disertai rasa nyaman dan tentunya semua itu adalah Gaya Kamu. Gaya Indonesia” tambahnya

Selamat Blanja BosQue…BlanjaQue, Jual Beli, Gaya Kamu

Peta Persebaran Covid-19 di Kota Malang per 22 Agustus 2020

Suarapemerintah.id – Berikut disampaikan infografis Peta Persebaran Covid-19 di Kota Malang update per tanggal 22 Agustus 2020;

20200822-

Sumber: Malang

Semangat Berkurban Sebagai Momentum Berbagi dan Peduli Sesama

Suarapemerintah.id – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) memperingati Hari Idul Adha 1441 H dengan melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian Perusahaan kepada karyawan dan masyarakat sekitar. BFI Finance menyembelih dua ekor sapi dan dua ekor kambing. Penyembelihan hewan kurban yang pada tahun-tahun sebelumnya dilakukan di area parker basement Kantor Pusat BFI Finance di Tangerang Selatan, tahun ini dilaksanakan di rumah potong hewan di Sawangan, Depok, dengan protokol kesehatan ketat sesuai peraturan Pemerintah.

Hari Idul Adha yang dirayakan setiap tahunnya bukanlah sekadar “berkurban” harta. Berkurban adalah sejatinya “menyembelih” ego  dan hawa nafsu yang ada dalam diri setiap manusia. Maka, #SelaluAdaJalan untuk berbagi dan menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga kita semua selalu dilimpahkan kesehatan dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Sumber: BFI

5833 Warga Kota Yogya Terima BST dari Kemensos

Suarapemerintah.id – Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial RI tahap 2 untuk bulan Juli dan Agustus didistribusikan hari ini, Sabtu (22/8/2020) dan besok, Minggu (23/8/2020). Pendistribusian BST melalui kantor Pos besar Kota Yogyakarta.

Dalam pendistribusian BST ini didampingi langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta, yang juga merupakan ketua gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Yogya, Heroe Poerwadi.

Pada kesempatan tersebut Wawali mengatakan untuk BST akan dibagikan langsung selama dua hari, pada hari ini BST dibagikan untuk masyarakat yang bertempat tinggal di Kecamatan Kraton, Mantrijeron, Ngampilan, Tegalrejo, dan Pakualaman.

“Sementara untuk Kecamatan lainnya akan di bagikan pada besok Minggu, BST tahap 2 ini semua di salurkan melalui Kantor Pos besar yang ada di tiitk nol Kota Yogya ,” jelasnya di lokasi, Sabtu (22/8/2020).

Lanjut Wawali, dalam pemberian BST ini masyarakat mendapatkan bantuan sebesar Rp 300 ribu.

Ia menjelaskan jika penerima bantuan tahap pertama dan tahap kedua ada perbedaan.

“Dibandingkan dengan tahap pertama turun sekitar 500an orang, itu karena ada yang kita verifikasi ulang, kita cleansing/bersihkan lagi dengan harapan yang tahap kedua ini bisa lebih baik lagi datanya,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut pihaknya menghimbau agar masyarakat menggunakan dana bantuan dari pusat tersebut untuk membeli bahan pokok selama pandemi covid 19.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan bantuan yang didapatkan untuk memebeli bahan pokok, jangan malah digunakan untuk membeli sepeda,” ucap wawali.

Ia pun menyarankan para penerima bantuan agar membelanjakan bantuan tersebut di warung-warung kecil yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.

“Ini penting agar tetangga sekitar roda perekonomiannya juga beruputar, warung warung yang selama pandemi ini tutup bisa buka kembali,” katanya. (Han)

Sumber: DI Yogyakarta

Warga RT 43 Keparakan Lor Ciptakan Berbagai Inovasi di Saat Pandemi

Suarapemerintah.id – Pandemi Covid-19 sudah menunjukan dampak signifikan di berbagai aspek kehidupan, seperti yang di rasakan warga RT 43 Keparakan Lor yang mayoritas adalah pelaku UMKM.

Namun karena semangat dan kegotong royongan warga yang begitu besar, justru di masa pandemi ini berbagai inovasi mereka ciptakan.

Ketua RT 43 Keparakan lor, Bambang Satrio mengatakan jika pandemi covid-19 sangat berpengaruh terhadap warganya yang sebagian besar adalah para pelaku UMKM, namun pihaknya mengajarkan warganya agar jangan mengharapkan bantuan dari manapun.

“Kami mengajarkan kepada mereka untuk terus aktif, bangkit dan berkreasi, dan kami juga menghidupkan industri rumahan yang ada diwilayah RT 43 Keparakan lor,” jelasnya di lokasi, Sabtu, (22/8/2020).

Menurutnya produk produk yang ada di Keparakan sudah go internasional, hanya saja perlu di kembangkang lagi, di kemas, serta di percantik lagi.

Untuk kegiatan yang sudah dilakukan saat pandemi covid-19, Ia menjelaskan jika pengurus RT telah menyediakan lahan dan alat untuk budidaya ikan lele cendol dan sayur.

“Budidaya ikan lele tersebut kita serahkan kepada warga, dan ketika sudah panen nanti warga dapat menjualnya untuk menambah pendapatan mereka” jelasnya.

Selain itu, warga RT 43 juga melukis rumah mereka dengan tema pemandangan alam, dengan harapan nantinya kampung mereka menjadi salah satu kampung wisata yang menarik untuk para wisatawan.

Swadaya dari masyarakat ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menurutnya semua yang berawal dari swadaya sifatnya akan tahan lama.

“Ini sangat luar biasa karena ini merupakan swadaya masyarakat dan biasanya kalau swadaya dari masyarakat nanti akan abadi. Semoga kampung ini menjadi kampung yang berdaya saing menuju internasional” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersbeut, Wawali juga berkesempatan meresmikan kelompok dan logo nglarisi warga RT 43 Keparakan Lor, yang mereka namakan kelompok nglarisi Mak”43.

Ia pun menjelaskan jika di Kecamatan Mergangsan tepatnya di pasar Prawirotaman telah di bangun sebuah rumah ekonomi kreatif yang berada di lantai empat pasar Prawirotaman yang kedepan akan menjadi pasar tradisional yang moderen.

“Untuk itu maka masyarakat di sekitar kampung Prawirotaman seperti kampung Keparakan memang lingkungannya harus mendukung dengan keberadaan rumah ekonomi kreatif tersebut agar efek tetesan dari rumah ekonomi kreatif bisa sampai ke masyarakat yang berada di sekitar kecamatan mergangsan,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Camat Mergangsan, Rini Rahmawati, menurutnya ia sangat mendukung adanya program pasar ekonomi kreatif yang diharapkan bisa menghidupkan wilayah Mergangsan.

“Harapannya dengan adanya pasar ekonomi kreatif yang berada di Prawirotaman bisa menghidupkan wilayah di sekeliling Prawirotaman termasuk 3 Kelurahan di wilayah Mergangsan sehingga nantinya bisa menambah pendapatan masyarakat,” harapnya. (Han)

Sumber: DI Yogyakarta

Upacara Penurunan Bendera Merah Putih Berlangsung Khidmat

Suarapemerintah.idUpacara penurunan bendera Merah Putih pada Senin sore, 17 Agustus 2020, berlangsung khidmat dan berjalan lancar.

Petang ini, Presiden Joko Widodo kembali bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih yang sekaligus mengakhiri rangkaian Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Komandan Upacara dipercayakan kepada Kombes Pol. Christ Reinhard Pusung, S.I.K. yang saat ini menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Wilayah Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Pria kelahiran Manado, 21 Desember 1975, tersebut merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1997.

Sementara itu, penurunan bendera dilakukan oleh Tim Merauke Paskibraka Nasional 2020 yang beranggotakan Sylvia Kartika Putri dari Provinsi Sumatera Utara, Sudrajat Prawijaya dari Provinsi Bengkulu, dan Muhammad Asri Maulana dari Provinsi Kalimantan Selatan.

Hadir secara langsung di Istana Merdeka ialah Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD ‎La Nyalla Mattalitti‎, Ketua BPK Agung Firman Sampurna, Ketua MA Muhammad Syarifuddin, Ketua MK Anwar Usman, Ketua KY Jaja Ahmad Jayus, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis.

Adapun para menteri Kabinet Indonesia Maju, sejumlah pejabat tinggi negara, dan tamu undangan tampak menyaksikan jalannya upacara secara virtual.

Sumber: presidenri.go.id

Peta Persebaran Covid-19 di Kota Malang per 21 Agustus 2020

Berikut disampaikan infografis Peta Persebaran Covid-19 di Kota Malang update per tanggal 21 Agustus 2020;

Sumber: Malang

Di tengah Pandemi, Maybank Indonesia dan Maybank Foundation Lanjutkan Program RISE 2.0 secara Daring

Suarapemerintah.id – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama Maybank Foundation, yayasan yang menangani corporate responsibility (CR) Maybank Group, untuk melanjutkan program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas dan komunitas marjinal bernama RISE (Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship2.0 di Palembang, 3-6 Agustus 2020.

Pelatihan RISE 2.0 level Basic ini berlangsung secara daring dengan total peserta 25 penyandang disabilitas dengan berbagai latar belakang usaha seperti penjahit, penjual makanan, toko kelontong, servis elektronik, barbershop, dekorasi, kerajinan tangan serta peserta yang mempunyai rencana membuka usaha.

Program RISE 2.0 secara daring di Palembang ini merupakan pilot project pelatihan daring level Basic dengan menggunakan aplikasi Zoom. Pelatihan daring level Basic ini akan dilaksanakan di 25 kota di Indonesia dan menargetkan 4.780 peserta. Pelatihan ini bermanfaat untuk menjangkau lebih banyak para peserta dari daerah pedalaman, memberi pembekalan perubahan pola pikir (mindset), meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk siap memulai dan mengembangkan usaha termasuk keterampilan menjual dan memasarkan produk. Selain itu juga meningkatkan pemahaman mereka terkait pengelolaan keuangan serta mengenalkan para peserta kepada mereka produk dan layanan perbankan.

Setelah level Basic, pelatihan dilanjutkan ke level Standard dan terakhir level  Premium dengan perbedaan pada kedalaman materi pelatihan, pendampingan (mentoring) dan durasi. Untuk level Standard dan Premium, peserta akan mendapatkan pelatihan pemanfaatan teknologi dan pengetahuan digital guna mendukung pengembangan usaha para peserta di era disrupsi dan industri 4.0 masa kini. Dan program pendampingan yang terstruktur, untuk level Standard peserta akan mendapatkan program mentoring dan coaching selama enam bulan, sedangkan untuk Premium 12 bulan. Selama program mentoring para peserta akan didampingi mentor secara personal dengan metode face-to-face mentoring jika kondisi sudah memungkinkan, dan telephone mentoring guna memantau dan memacu peserta dalam meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha.

Pelaksanaan program RISE 2.0 yang dimulai sejak awal 2020 ini akan berlangsung hingga 2023 dan menargetkan lebih banyak komunitas penyandang disabilitas dan komunitas marjinal di berbagai wilayah di Indonesia dengan total peserta (level Basic, Standard & Premium) sekitar 7.350 peserta. Program ini secara regional telah diluncurkan pada 26 September 2019 di Manila, Filipina dan akan diperluas cakupan pelatihannya hingga ke enam negara di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Laos dan Myanmar.

Program RISE 2.0 dirancang untuk menyempurnakan program RISE tahap pertama, yang terintegrasi dari awal hingga akhir dengan menggunakan pendekatan 3E (Embrace, Embed & Engage). Melalui ketiga pendekatan tersebut, Maybank Indonesia dan Maybank Foundation akan mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai sarana pelatihan dan mentoring, melakukan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan, tracking sistematis perkembangan usaha dan peningkatan pendapatan peserta, menciptakan basis data online dan marketplace sebagai sarana peserta menjual produk, serta menghubungkan peserta dengan produk, layanan dan teknologi perbankan digital yang dibutuhkan peserta.

Pada awalnya, program pelatihan RISE diinisiasi di Malaysia dan telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di negara asalnya. Kemudian pada 2016 program ini mulai dikembangkan ke regional, termasuk ke Indonesia dan Filipina. Pada program RISE tahap pertama, sebanyak 2.267 peserta penyandang disabilitas dan komunitas marjinal telah mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan kemandirian yang berasal dari 17 kota di Indonesia pada 2016 hingga 2019. Keberhasilan dari program RISE tahap pertama ini dapat dilihat dari peningkatan yang signifikan terhadap penghasilan rata-rata per bulan peserta. Pada September 2019 sebanyak 40% dari peserta semula berpenghasilan Rp1.264.782 telah meningkat menjadi Rp5.543.735, atau naik sebesar 338,3% dan kian meningkat kembali sebesar 403.7% pada Oktober 2019 dan 60% dari 2.267 peserta secara keseluruhan juga telah memulai usaha atau meningkatkan usaha mereka selama tiga bulan pasca pelatihan.

CEO Maybank Foundation, Shahril Azuar Jimin, mengatakan “Pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus corporate responsibility (CR) Maybank Indonesia. Melalui program RISE, Maybank Group turut mendukung upaya membangun komunitas yang mandiri, dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat, selaras dengan misi humanising financial services. Program ini juga selaras dengan misi ASEAN dan lima sasaran United Nations Sustainable Development Goals yaitu tanpa kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak dan mengurangi kesenjangan.”

Head, Corporate & Brand Communication, Esti Nugraheni mengatakan, “Di tengah pandemi, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19, Maybank Indonesia melanjutkan komitmen untuk memberikan perhatian kepada individu maupun komunitas wirausaha penyandang disabilitas dengan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan semangat pantang menyerah, meningkatkan percaya diri, keterampilan hingga kapasitas usaha untuk mencapai masa depan yang mandiri dan sejahtera melalui program RISE 2.0.  Dengan melakukan program secara daring, kami berharap program ini tetap dapat membangun sekaligus meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM dan menciptakan komunitas yang mandiri sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya.”

Dengan peningkatan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat mendorong kemandirian dan kemampuan berwirausaha namun juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas yang juga akan mendorong dan menciptakan motivasi usaha bagi masyarakat marjinal di sekitarnya sehingga dapat memberikan multiplier effect. Dalam pelaksanaan program ini, Maybank Indonesia dan Maybank Foundation menjalin kemitraan dengan People Systems Consultancy.

Catatan untuk editor

Tentang Maybank Indonesia

Maybank Indonesia merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan regional maupun internasional Grup Maybank. Maybank Indonesia menyediakan serangkaian produk dan jasa komprehensif bagi nasabah individu maupun korporasi melalui layanan Community Financial Services (Perbankan Ritel dan Perbankan Non-Ritel) dan Perbankan Global, serta pembiayaan otomotif melalui entitas anak yaitu WOM Finance untuk kendaraan roda dua dan Maybank Finance untuk kendaraan roda empat. Maybank Indonesia juga terus mengembangkan layanan dan kapasitas Digital Banking melalui Mobile Banking, Internet Banking, Maybank M2U (mobile banking berbasis internet banking) dan berbagai saluran lainnya.

Per 30 Juni 2020, Maybank Indonesia memiliki 368 cabang termasuk cabang Syariah yang tersebar di Indonesia serta satu cabang luar negeri (Mumbai, India), 21 Mobil Kas Keliling dan 1.493 ATM termasuk CDM (Cash Deposit Machine) yang terkoneksi dengan lebih dari 20.000 ATM tergabung dalam jaringan ATM PRIMA, ATM BERSAMA, ALTO, CIRRUS, dan terhubung dengan 3.500 ATM Maybank di Singapura, Malaysia dan Brunei. Hingga akhir Juni 2020, Maybank Indonesia mengelola simpanan nasabah sebesar Rp105,8 triliun dan memiliki total aset senilai Rp164,1 triliun.

Tentang Maybank Foundation

Maybank Foundation adalah yayasan yang menangani Corporate Responsibility Maybank Group.  Kehadirannya membawa dampak yang positif bagi masyarakat di pasar di mana Maybank beroperasi.  Yayasan mengemban amanat untuk mengidentifikasi program yang memiliki hasil nyata dan berkelanjutan-serangkaian upaya yang akan membawa perubahan dalam jangka panjang.  Maybank Foundation memberikan dampak pada enam bidang fokus: Pendidikan, Pemberdayaan Ekonomi, Hidup Sehat, Keanekaragaman Lingkungan, Seni dan Budaya serta Penanggulangan Bencana.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:
Esti Nugraheni, Head, Corporate & Brand Communications, telp. +6221 2922-8888

Sumber: PT Bank Internasional Indonesia Tbk

Rohidin Pesan Untuk Jaga Kebersamaan saat Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Desa Tanjung Karet

Suarapemerintah.id – Tiba di Kabupaten Bengkulu Utara, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah disambut hangat dan antusias masyarakat Desa Tanjung Karet, Kecamatan Air Besi, Jum’at (21/09).

Kunjungan kerja Gubernur Rohidin dalam rangka Penyerahan Bantuan CSR Alokasi Gubernur Bengkulu (Bank Bengkulu) dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Muttaqin Desa Tanjung Karet, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara.

Gubernur Rohidin mengaku bangga dan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berkomitmen kuat terkait pembangunan masjid tersebut.

“Hal seperti inilah yang harus terus ditingkatkan di tengah masyarakat walaupun masih dalam suasana Pandemi Covid-19,” kata Rohidin.

Dengan semangat kebersamaan, tambah Rohidin, jelas akan memberikan kemajuan bersama. Selain itu Gubernur Rohidin juga berpesan kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, terutama saat di keramaian.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kecamatan Air Besi sekaligus Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Muttaqin Desa Tanjung Karet, Sarkawi menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Gubernur Rohidin terhadap kesehatan masyarakat serta dukungan pembangunan Masjid Muttaqin yang sejak 50 tahun belum terbangun dengan baik.

“Alhamdulillah pak Gubernur Rohidin kembali hadir di tengah masyarakat kami, memberikan dukungan untuk pembangunan masjid kami. Kepedulian beliau akan kesehatan masyarakat di tengah Pandemi Covid-19 juga sangat tinggi,” ungkapnya. (MC Pemprov Bengkulu)

Sumber: Bengkulu