Beranda blog Halaman 4841

Pemprov Bengkulu Genjot Realisasi Belanja APBD

Suarapemerintah.id – Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu akan terus menggenjot realisasi belanja APBD. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri usai mengikuti Rapat Koordinasi Pencapaian Target Realisasi APBD Tahun 2020 bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui vicon di balai Raya Semarak Bengkulu, Senin (10/8).

“Rapat ini terkait daya serap realisasi belanja kita sampai bulan Juli, kita tadi agak rendah, tetapi posisi kita sekarang yang sudah SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) itu posisi sudah 47 persen lebih,” jelas Hamka.Rendahnya realisasi belanja menurut data Ditjen Bina Keuangan Daerah ditambahkan Hamka disebabkan masih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum menyerahkan laporan pertanggung jawabkan SP2D.

“Semestinya pada posisi 47 persen lebih, nanti keuangan menelusuri yang mana SP2D keluar yang belum dipertanggung jawabkan,” tambah Hamka Sabri.Untuk itu Hamka telah memerintahkan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu untuk menindaklanjuti rapat hari ini, diantaranya dengan mendata semua perangkat daerah yang belum menyerahkan laporan pertanggung jawaban SP2D.

“Saya sudah perintahkan kepada keuangan agar kiranya melihat kembali OPD mana saja yang belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban, sementara uangnya sudah cair,” tegas Hamka.

Selain rapat Realisasi APBD bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, juga di dilakukan rapat bersama Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian yang diikuti oleh Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu Derta Wahyulin Rohidin dengan tema Sosialisasi Penggunaan Masker, Cuci Tangan seta Jaga Jarak Untuk Perubahan Perilaku Baru Masa Pandemi Covid-19.

Sumber: Bengkulu

BNI Bangun Ekosistem Digital Nelayan di Kotabaru, Pulau Laut

Suarapemerintah.id – Sebagai bentuk upaya pemulihan ekonomi nasional, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) semakin giat membantu usahawan mikro kecil dan menengah untuk segera bangkit. Kali ini, BNI mewujudkannya dengan membangun ekosistem digital bagi nelayan tangkap di Kotabaru, Pulau Laut, Kalimantan Selatan.

Dalam pelaksanaannya, BNI  menggandeng mitra startup yang bergerak di bidang perikanan. Kerjasama BNI dengan mitra startup yang bergerak di bidang perikanan ini berfokus kepada pengembangan UMKM di sektor perikanan menggunakan ekosistem digital.

Ekosistem yang terbentuk dapat melayani seluruh kebutuhan Nelayan atau Petambak mulai dari kebutuhan melaut, menjamin penyerapan hasil tangkapan Nelayan, hingga menghubungkan produk-produk hasil laut ke pasar ekspor.

Dengan sinergi ini, semangat memajukan UMKM di Sektor Kelautan dan Perikanan yang tidak hanya terbatas pada akses modal melalui pinjaman kredit usaha rakyat (KUR), namun juga memberikan akses layanan perbankan lain dan juga pendampingan melalui Program Kemitraan.

Nelayan dapat mengakses pembiayaan dengan mudah dan murah, disertai pendampingan yang akan diberikan untuk meningkatkan produktivitas nelayan.

Selain itu, BNI juga memberikan tambahan pelatihan keterampilan bagi Ibu-Ibu Nelayan dalam mengolah hasil laut, pelatihan pemasaran dan packaging, literasi keuangan, serta penjualan hasil tangkapan nelayan pasar ekspor melalui jaringan pasar mitra BNI.

Pembangunan ekosistem di Kotabaru, Pulau Laut disertai penyaluran kredit kepada nelayan binaan. Untung Rahmat Basuki selaku Pgs Head of Region BNI Wilayah Banjarmasin menyampaikan peran BNI pada gerakan ini dimaksudkan untuk memastikan agar para nelayan mendapatkan akses pembiayaan yang murah dan mudah, serta dengan menghadirkan pembinaan.

Dengan demikian nelayan didorong makin fokus meningkatkan hasil tangkapannya karena hasil tangkapan sudah pasti mendapatkan pembeli.

“Fungsi pendampingan kepada nelayan juga akan dilakukan dengan melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten setempat,” ujarnya.

Sementara itu, secara terpisah Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo menyatakan, “Kerjasama dengan mitra startup di Pulau laut tersebut merupakan perluasan atas pembangunan ekosistem nelayan kerjasama dengan mitra-mitra start-up dibidang perikanan”.

BNI dan startup berkomitmen untuk membantu nelayan meningkatkan produktifitas tangkapan ikan, juga mendorong penyediaan mini processing unit dan market place penjualan hasil dan kebutuhan melaut, serta memberikan pendampingan pada nelayan, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

“Untuk menjawab kebutuhan dan permintaan pasar UMKM (nelayan) yang selaras dengan program DigiKU dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang digaungkan pemerintah, maka implementasi Pengembangan ekosistem digital ini juga didukung dengan penggunaan teknologi digital berbasis aplikasi dan data base yakni berupa BNI MOVE,” demikian imbuh Bambang.

Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BNI Tambok P Setyawati menambahkan bahwa “BNI akan tetap terus mensukseskan pembangunan perekonomian Indonesia dan menyalurkan pembiayaan bagi segenap nelayan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, Hal ini sejalan dengan program pemerintah dibidang perikanan khususnya dalam hal perluasan pasar laut Indonesia maupun leveling produk-produk UMKM sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada nelayan, KUR tersebut menambah portofolio penyaluran KUR BNI tahun 2020, dimana hingga 31 Juli 2020 KUR yang disalurkan BNI mencapai Rp 9,76 triliun yang menyentuh 257.616 penerima KUR di seluruh Indonesia.

 

Sumber: PT Bank Negara Indonesia Tbk

DJP dan Telkom Perkuat Kerja Sama Melalui Integrasi Data Perpajakan

Suarapemerintah.id – Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo (kiri) dan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kanan) usai penandatanganan Nota Kesepahaman Integrasi Data Perpajakan antara Telkom Indonesia dan Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Senin (10/8).

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan kelanjutan dari program integrasi data perpajakan yang telah diimplementasikan melalui e-Faktur host-to-host sejak 1 Desember 2018.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo (kiri) dan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kanan) berbincang usai penandatanganan Nota Kesepahaman Integrasi Data Perpajakan antara Telkom Indonesia dan Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Senin (10/8).

Jakarta, 10 Agustus 2020 – Suryo Utomo, Direktur Jenderal Pajak, dan Ririek Adriansyah, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) hari ini telah menandatangani nota kesepahaman tentang integrasi data perpajakan.

Penandatanganan nota kesepahaman yang dilaksanakan di Kantor Pusat DJP, Jakarta ini merupakan kelanjutan dari program integrasi data perpajakan yang telah diimplementasikan melalui e-Faktur host-to-host sejak 1 Desember 2018.

Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo menyambut baik kerjasama yang terus terjalin antara Telkom dan DJP dalam mengembangkan integrasi data perpajakan ke arah yang lebih baik lagi.

“Kami berharap kolaborasi antara DJP dan Telkom dalam pengembangan integrasi data perpajakan ini dapat memberikan manfaat dan kemudahan dalam proses kerja yang lebih efisien dan efektif seperti melakukan profiling wajib pajak melalui big data yang lebih komprehensif, data analytics dan business intelligent yang semakin up to date. Semoga sinergi ini dapat terus terjalin ke depannya,” ujar Suryo Utomo.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan DJP kepada Telkom dalam menyukseskan kerja sama ini, yang sejalan dengan implementasi salah satu aspek dalam core values BUMN, di mana integrasi data perpajakan ini sebagai upaya untuk menjaga compliance dan akuntabilitas dari data perpajakan.

“Sebagai BUMN telekomunikasi, Telkom berupaya melalui optimalisasi pemanfaatan konektivitas dan platform ICT yang kami miliki dapat mendukung rencana perluasan dan pengembangan data perpajakan, sehingga ke depan bisnis proses dapat dikelola dengan lean dan digital serta diperoleh benefit berupa penurunan cost of compliance baik dari sisi wajib pajak maupun cost of collection dari sisi Direktorat Jenderal Pajak,” ujar Ririek.

Integrasi data perpajakan meliputi pertukaran, pengolahan, penelitian, dan pengujian data perpajakan melalui sarana berbasis teknologi informasi yang dapat mengurangi beban-beban administratif yang harus ditanggung wajib pajak untuk mematuhi ketentuan perpajakan.

Selain itu keterbukaan yang dihasilkan dari integrasi data perpajakan juga mengurangi potensi pemeriksaan dan sengketa perpajakan di kemudian hari. Oleh karena itu DJP berharap semakin banyak perusahaan BUMN dan swasta yang melaksanakan kerja sama integrasi data perpajakan bersama DJP dan menikmati berbagai manfaat ini.

Bagi DJP sendiri integrasi data memberikan akses terhadap data keuangan wajib pajak serta data transaksi yang dilakukan wajib pajak dengan pihak ketiga. Dengan adanya data ini maka DJP dapat melakukan penelitian dan pengujian kepatuhan secara elektronik tanpa harus melalui proses pemeriksaan yang panjang dan mahal. Dengan demikian kerja sama ini meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengumpulan penerimaan pajak.

Program integrasi data perpajakan ini adalah contoh terobosan yang dimungkinkan oleh kemajuan teknologi informasi. DJP berkomitmen untuk terus memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, termasuk melalui digitalisasi dan otomasi yang menjadi semakin urgen di tengah situasi pandemi Covid-19, untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengawasan bagi wajib pajak.

Sumber: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

Polytron Raih Penghargaan Top Innovation Choice Award 2020

Suarapemerintah.id – Bagi Polytron, inovasi harus menyeluruh dan implementatif, bukan hanya pada teknologinya, namun pada semua aspeknya. Inovasi atau pembaruan juga harus diimplementasikan seiring dan sejalan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar.

Polytron yang selalu berinovasi, dimulai dari teknologi produknya dan penyesuaian pada marketnya serta penyesuaian pada kebutuhan pasarnya, agar tetap eksis dan diterima oleh end user.

Belum lama ini, Polytron dinobatkan sebagai merk inovatif dan meraih penghargaan Top Innovation Choice Award 2020 untuk ketiga produk terbarunya. Yaitu TV LED Cinemax Soundbar, mesin cuci Wonder Wash, dan smart multi cooker Tiarapot.

Apresiasi tersebut diberikan oleh INFOBRAND.ID berkerjasama dengan TRAS N CO, yang penilaiannya di dasari atas tiga aspek yaitu Innovation Idea, Innovation Advantage dan Innvovation Differentiation Aspect.

Albert Fleming selaku perwakilan dari Polytron mengatakan bahwa, “Penghargaan ini diperoleh tidak  instan, yaitu dirintis dari tahun 1982, saat itu Polytron pertama kali mendirikan badan riset dan pengembangan produk secara mandiri di Kudus, Jawa Tengah. Dengan memiliki badan R&D mandiri, tentunya semua produk telah dianalisis agar dapat diterima dan sesuai untuk memenuhi kebutuhan elektronik di Indonesia.”

Yang pertama penghargaan dinobatkan kepada Polytron LED TV Cinemax Soundbar. TV ini merupakan inovasi Polytron pada pengembangan teknologi soundbar dan subwoofer terpisah. LED TV Cinemax Soundbar adalah satu-satunya LED TV yang dilengkapi soundbar dan subwoofer dengan harga terjangkau dan dapat memberikan pengalaman menonton seperti di bioskop dengan gelegar suaranya.

Dilengkapi dengan loudness control dan double stereo speaker sehingga keselarasan nada suara pada soundbar dan subwoofer dapat diatur dan suara yang dihasilkan sangat powerful.

Penghargaan kedua diterima oleh mesin cuci front loading Polytron terbaru dengan nama Wonder Wash. Fitur yang paling utama pada Wonder Wash adalah fitur smart add wash yang sangat membantu proses mencuci.

Smart add wash adalah fitur yang memungkinkan untuk menambahkan jumlah pakaian di tengah proses mencuci jikalau ada yang terlupakan, dan tentunya tanpa harus mengulang pengaturan mesin cuci dari awal lagi.

Serta fitur yang dapat membantu menghemat biaya mencuci yaitu teknologi direct drive inverter yang dapat meminimalisir konsumsi daya listrik. Dengan mesin cuci Polytron Wonder Wash, mencuci akan jauh lebih mudah, dan dapat menghemat waktu dan tagihan listrik.

Penghargaan juga diterima oleh smart multi cooker TiarapotTiarapot tidak sama dengan penanak nasi pada umumnya, karena Tiarapot ini memiliki delapan fungsi cooking yang tidak dimiliki penanak nasi listrik konvensional.

Tiarapot dapat melakukan fungsi menggoreng, menumis, membuat kue, mengukus, memasak nasi, memasak aneka bubur, memasak sup, membuat puding dan lainnya. Panci Tiarapot dilapisi dengan bahan ceramic coating dengan lima lapisan coating yang kuat, awet dan pastinya aman bagi kesehatan.

Kenali mobil yang tepat untuk bawa sepedamu yuk, Sahabat!

Suarapemerintah.id – Untuk menunjang kegiatan bersepeda yang makin digemari di masa New Normal ini, Sahabat perlu tahu juga nih, tipe mobil apa yang cocok untuk bawa sepeda kamu.

Yuk intip dulu tipsnya, biar Sahabat makin giat bersepeda! Jangan lupa juga cek ke @momobil.id yah, biar Sahabat gak bingung saat mau beli mobil baru atau bekas sesuai dengan ekspetasi.

Abis itu tinggal #AdirainAja!, dengan uang muka ringan serta proses mudah dan cepat, mobil impian Sahabat siap untuk dibawa. Untuk segala kebutuhan Sahabat, #AdirainAja
#AdiraFinanceID #AdirainAja #Momobil.id #NewNormal #TetapAman #TetapSehat #Sepeda #Gowes

Sumber: PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk

Ikuti Lomba Tebak Busana Adat yang Dikenakan Presiden dan Ibu Negara dalam Peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia

Suarapemerintah.id – Busana apa yang nantinya akan dikenakan keduanya menjadi sebuah pertanyaan tersendiri sebelum pelaksanaan peringatan HUT Republik Indonesia tiap tahunnya. Foto: BPMI Setpres/Lukas Dipublikasikan pada Kamis, 6 Agustus 2020 16:06 WIBSejak beberapa tahun terakhir, pelaksanaan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka diwarnai dengan busana-busana Nusantara yang dikenakan para tamu undangan.

Tak terkecuali Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana yang selalu mengenakan busana adat yang berbeda di tiap tahunnya.Bahkan, busana apa yang nantinya akan dikenakan keduanya menjadi sebuah pertanyaan tersendiri sebelum pelaksanaan peringatan HUT Republik Indonesia tiap tahunnya.

Tak jarang, masyarakat menerka-nerka apa yang akan dikenakan Presiden dan Ibu Negara.“Salah satu yang paling menarik kalau kita menanti peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI di Istana itu adalah kehadiran Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, mereka akan pakai busana nasional apa? Saya pribadi seringnya salah kalau menebak-nebak,” ujar Imam Priyono, moderator dalam acara Konferensi Pers Terkait Peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, tak memungkiri bahwa hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Untuk itu, panitia penyelenggara menggelar lomba untuk menebak busana adat apa yang nantinya akan dikenakan Presiden dan Ibu Negara pada 17 Agustus 2020 mendatang.

“Ini mungkin daya tarik tersendiri bagi pemirsa. Masyarakat bisa menebak saat itu Pak Presiden dan Ibu Negara mengenakan pakaian apa. Nanti bisa mendaftar dan menebak itu kemudian disampaikan ke website panitia yang resmi,” ujarnya.

Nantinya lima pendaftar yang lebih dulu dapat menyebutkan dengan tepat akan memperoleh hadiah yang telah disiapkan. Masyarakat dapat mengikuti lomba ini dengan mengirimkan jawabannya ke laman resmi yang akan disiapkan dalam satu bagian di alamat https://hutri75.kemenparekraf.go.id.

“Dikirimkan ke website hutri75.kemenparekraf.go.id. Lima pemenang pertama yang menyebutkan dengan tepat itu yang akan diberikan hadiah. Hadiahnya masih rahasia dulu ya,” ujar Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani dalam kesempatan yang sama. (BPMI Setpres).

Sumber: presidenri.go.id

Atasi Persoalan Pandemi dan Ekonomi, Presiden: Tinggalkan Cara Lama dan Lahirkan Lompatan Kemajuan

Suarapemerintah.id  Hingga saat ini, lebih dari 18 juta penduduk dunia telah terinfeksi Covid-19 di mana perekonomian global juga mengalami penurunan yang dalam. Foto: BPMI Setpres/Lukas Dipublikasikan pada Sabtu, 8 Agustus 2020 19:50 WIBNegara-negara di dunia tengah menghadapi ketidakpastian oleh karena pandemi sekaligus dampak ekonomi yang ditimbulkannya.

Hingga saat ini, lebih dari 18 juta penduduk dunia telah terinfeksi Covid-19 di mana perekonomian global juga mengalami penurunan yang dalam.Di tengah situasi tersebut, bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa pejuang harus mampu mengatasi persoalan tersebut dengan kemampuan sendiri.

Persoalan yang juga dihadapi oleh setidaknya 215 negara di dunia harus dapat dijadikan momentum bagi transformasi kemajuan bangsa.“Kita tidak cukup keluar dari krisis, tapi inilah momentum, inilah saatnya kita untuk melakukan transformasi. Meninggalkan cara-cara lama, membangkitkan kekuatan sendiri, serta melakukan lompatan-lompatan kemajuan,” ujar Presiden Joko Widodo melalui tayangan virtual yang ditampilkan dalam Kongres Partai Gerindra pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

Persoalan kesehatan dan ekonomi yang tengah dihadapi ini memberi banyak pelajaran berharga bagi kita. Terhadap segala kekurangan yang ada, maka kita perbaiki. Terhadap segala sesuatu yang masih berjalan lamban, maka harus kita percepat.

Presiden meyakini bahwa bangsa Indonesia memiliki kemampuan dan modal dasar yang sangat kuat untuk berdiri di atas kaki sendiri dan mengatasi persoalan tersebut secara bersama-sama. Jumlah penduduk yang sangat besar serta penduduk dengan usia produktif yang juga besar menjadi sebuah kekuatan produktif negara yang harus dimanfaatkan.

“Saatnya kita melihat apa saja yang menjadi kekuatan negara kita untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan itu,” ucapnya.Namun, di saat yang sama, Kepala Negara mengatakan bahwa kita juga harus memahami bahwa kemampuan kita untuk bertahan dan keluar dari persoalan kesehatan serta ekonomi itu amat bergantung pada perjuangan yang kita lakukan sendiri.

“Kita harus mampu mengatasi persoalan kita sendiri, dengan cara dan kemampuan kita sendiri untuk mencapai kepentingan nasional dan mewujudkan tujuan besar bangsa kita. Semangat inilah yang harus kita terus gelorakan saat kita menghadapi situasi yang sangat sulit ini,” tuturnya. (BPMI Setpres)

Sumber: presidenri.go.id

Diterima Walikota, Mariya Mubarika Inisiasi Gerakan Memutus Mata Rantai Covid-19 di Kota Manado

Suarapemerintah.id – Staf Khusus Menteri Kesehatan RI bidang peningkatan SDM Kesehatan, dr. Mariya Mubarika menginisiasi Gerakan Perempuan Memutus Mata Rantai Covid 19 di beberapa kota di antaranya Surabaya, Kota Malang, dan Kabupaten Malang dan kini hadir di Kota Manado.

Gerakan yang sudah di launching di Kebumen pada 1 Juni 2020 dihari lahir Pancasila. Dr. Mariya mengatakan dalam launching gerakan ini di kota Malang pada 22 Juli 2020 bahwa saat ini kunci pemulihan ekonomi rakyat terletak di kepatuhan dan kesiapan masyarakat menjalani protokol kesehatan dalam normal baru.

Demikian disampaikan DR. Mariya ketika diterimah oleh Walikota Manado, GS Vicky Lumentut, bertempat di Taman Berkat (God Bless Park), Selasa (04/08) tadi Siang.

Dimana gerakan yang di inisiasi oleh Kementerian Kesehatan ini,  akan bekerja sama  dengan  TP PKK Kota Manado, sampai dengan Kecamatan, Kelurahan dan Lingkungan,  untuk berjuang mengedukasi bersama dimulai dari dalam keluarga, sehingga melalui sosok ibu bisa menasehati keluarganya dan menjelaskan yang benar agar patuh terhadap protokol kesehatan, jika ada penularan itu artinya ada protokol yang dilanggar, karena protokol kesehatan itu dasar nya adalah science dan sudah di uji coba.

Ibu juga harus mampu menyiapkan masker buat suami dan anak-anak nya ketika keluar rumah. Ini juga akan meningkatkan kepatuhan, jika semua anggota keluarga sebelum keluar rumah sudah disiapkan masker oleh ibunya, pasti patuh Karena ibu punya kekuatan untuk diikuti.

Walikota Manado, menyambut baik gerakan tersebut, khususnya terkait dengan sektor ekonomi masyarakat, bayangkan jika dalam era adaptasi kebiasan baru ini masyarakat tidak patuh dan tidak siap dengan protokol kesehatan, maka tempat-tempat usaha yang baru dibuka tiba-tiba akan ditutup kembali karena tersebarnya kembali infeksi virus Covid-19 ini, bagaimana bisa pulih. Bisa jadi kondisi nya lebih buruk dari serangan pandemi pertama di Indonesia.

“ Gerakan ini sangat penting karena bukan perkara yang mudah merubah prilaku dan selalu menjaga imunitas, apalagi siap menyediakan masker setiap hari ketika keluar rumah, sehingga setiap keluarga harus diberikan edukasi yang membuat setiap keluarga paham dan bisa mewujudkan ini semua,” ujar Walikot.

Dampak ekonomi ini juga sudah mempengaruhi kesehatan, menurunkan imunitas dan ujungnya mengancam nyawa.  WHO mengarahkan untuk berlakunya era adaptasi kebiasan baru yang di Indonesia di inisiasi oleh Presiden Jokowi sebagai peradaban baru.

“ Maksudnya adalah agar tidak ada lagi korban baik dari terpapar virus maupun terdampak ekonomi yang ujung nya bisa mengancam nyawa juga. “ ucap Walikota.

Jadi normal Baru maksudnya kita beraktifitas namun harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, yakni mampu menjaga jarak dengan virus, di protokol kesehatan semua sudah diatur dengan jelas, tinggal diikuti saja, agar aktifitas bisa di jalankan tetapi tidak berisiko untuk terinfeksi covid 19.

Hadir dalam kesempatan itu, Tasripin,  Kepala Subdit Lingkungan Kerja, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga,  Joy Gabriel, – Tenaga Ahli BigData Kemkes, Wahyu Sekar – Staf TU Menkes, Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Manado, Sanil Marentek, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Manado,  Marini Kapojos.

Sumber: Kota Manado

Walikota Pimpin Apel Tim Edukasi dan Promosi Kesehatan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Manado

Suarapemerintah.id – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Manado, Pemerintah Kota Manado bersama TNI/Polri dan stakeholder yang ada dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 di kota Manado, menggelar apel Tim Edukasi dan Promosi Kesehatan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan covid-19 di kota Manado, yang langsung dipimpin oleh Walikota, GS Vicky Lumentut, bertempat di Tugu Lilin kompleks Marina Pelabuhan Manado, Selasa (04/08).

Kesempatan tersebut, Walikota mengajak panjatkan doa  kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Torang samua bersama – sama bergandengan tangan dengan seluruh lapisan masyarakat Kata Manado dapat segera memutuskan mata rantai Pandemi Covid 19 (yang telah berlangsung kurang lebih 4 bulan ini)

“ Sehingga kita dapat melewati masa Adaptasi Kebiasaan Baru dengan cerdas, yaitu 3M : dengan cerdas Menjaga Jarak, dengan cerdas Memakai Masker, dan dengan cerdas Mencuci tangan dengan sabun sambil tetap berdoa semoga akal budi, hikmat, dan kebijaksanaan selalu menjadi bagian dalam upaya memutus mata rantai Covid 19 khususnya di Kata Manado dan Daerah Sulawesi Utara pada umumnya.” Ujar Walikota.

Ditambahkan Walikota, dimana Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid – 19 Kota Manado pada hari ini 4 Agustus 2020 Kota Manado akan memberikan infomasi perkembangan Covid 19 di Kota Manado.

Adapun sampai hari ini jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid 19 di Kota Manado 1424 kasus, dirawat 704 , sembuh 643 orang, meninggal 77 orang. Dan sampai pada saat ini Kota Manado masih berada dalam Zona merah (skor 1,78).

“ Berdasarkan skor tersebut maka Kota Manado berada dalam Zona Resiko Tinggi,” kata Walikota kembali.

Selain itu, Walikota pun mengingatkan kepada masyarakat ketika terpaksa harus berartivitas di luar rumah, hindarilah keramaian kerumunan, tetap menjaga jarak 1 sampai 2 meter dengan orang Iain, dan jika urusan sudah selesai, segera kembali ke rumah, Iangsung mandi dan mencuci pakaian yang kita pakai, baru kita bisa bercengkerama dengan anggota keluarga kita.

Marilah kita jaga diri kita dan keluarga kita juga dengan mematuhi ajakan pemerintah fasilitas umum yang mana sudah  atur dalam – KEPMENKES RI NO. 328/2020 Tentang Panduan Pencegahan dan Pengendallan Covid-19 ditempat kerjaPerkantoran dan Industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemic serta peraturan Gubernur Sulawesi Utara. Nomor :  44 Tahun 2020 tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman di provinsi Sulawesi Utara.Termasuk didalamnya bentuk implementasi sektor yang harus kita Iakukan yakni : Melakukan Testing yang Intensif, Menelusuri Kontak Kasus Positif, Suspek dan KERT (Kontak Erat Resiko Tinggi), Masyarakat harus selalu berada dl rumah, Pertemuan publik tidak diperbolehkan dan tempat- tempat umum (publik/keramaian) ditutup alias nembole Jaba kumpul,  Aktivitas bisnis ditutup kecuali untuk keperluan esensial seperti farmasi, supermarket bahan pokok, klinik dan stasiun bahan bakar, Fasilitas Kesehatan di prioritaskan, Fasilitas Pendidikan ditutup dan dilakukan dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

“ Jangan lupa kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa segala upaya preventif atau pencegahan yang telah torang kerjakan bersama dengan kesungguhan hati agar pandemi ini cepat berakhir.

Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Salam sehat pa torang semua , “ tutup Walikota.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Forkopimda Kota Manado, bersama jajaran pejabat dilingkungan pemerintahan kota Manado dan undangan.

Sumber: Kota Manado

Angka Kesembuhan Pasien di Denpasar Capai 90 Persen Lebih, Kasus Positif Masih Terjadi, GTPP Ajak Perbekel/Lurah Rancang Pemetaan Kasus Covid 19 Berbasis Dusun dan Lingkungan

Suarapemerintah.id – Sebagai upaya untuk memastikan pelaksanaan program percepatan penanganan Covid-19 di lapangan berjalan sesuai dengan rencana, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar menggelar Rapat Evaluasi di Dharma Negara Alaya Denpasar, Kamis (6/8).

Rapat Evaluasi dipimpin langsung Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra selaku Ketua GTPP Covid-19 Kota Denpasar didampingi Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara. Selaku pemandu rapat yakni Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara. Hadir pula OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar serta Perbekel/Lurah dan Bendesa Adat se-Kota Denpasar.wali

Pelaksanaan rapat diawali dengan pemaparan dari Ketua Harian GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Made Toya, dilanjutkan dengan Kadiskes Kota Denpasar, dr. Ni Luh Putu Sri Armini, Kepala Balitbang Kota Denpasar, Naning Djayaningsih, Kepala DPMD Kota Denpasar, IB Alit Wiradana dan diakhiri dengan arahan Ketua GTPP yang juga Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menjelaskan bahwa jika dilihat dari pemaparan yang sudah disampaikan, perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Denpasar mulai menunjukan tren yang baik. Dimana, angka kesembuhan pasien terus bertambah, sementara itu kasus positif baru Covid-19 dapat ditekan, baik penambahan maupun penularanya.

“Saat ini prosentase kesembuhan pasien di Kota Denpasar mencapai 90 persen lebih, namun data ini belum stagnan, dan bisa berubah kapan saja, hal ini tergantung bagaimana kita bersama-sama mencegah penularanya,” ujar Rai Mantra

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan bahwa dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar, sebanyak 22 desa/kelurahan tercatat berada pada zona  hijau, 18 desa/kelurahan tercatat berada pada zona resiko ringan atau zona kuning, sedangkan 3 desa/kelurahan lainya tercatat pada zona resiko sedang atau zona oranye. Namun demikian, seluruh wilayah masih berpotensi adanya penularan, hal ini dilihat dari penyebaran OTG dan masih adanya penemuan kasus baru.

“Hingga saat ini tercatat sebanyak 22 desa/kelurahan dengan zona hijau, ini merupakan sebuah capaian yang luar biasa, namun demikian kita wajib waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena kasus positif masih ditemukan,” paparnya.

Rai Mantra turut memberikan apresiasi kepada para camat, Lurah/Perbekel, Bendesa Adat dan Kadus/Kaling yang hingga saat ini menjadi ujung tombak dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 di masyarakat. Dimana, selama kurang lebih 5 bulan kebelakang dengan penuh semangat memastikan kesehatan dan menjaga stabilitas perekonomian di masyarakat, disamping juga partisipasi dan kesadaran masyarakat yang sangat penting.

Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra juga mengingatkan agar seluruh jajaran Pemerintahan hingga lapisan terbawah untuk membuat pemetaan. Dimana, pemetaan wajib dilaksanakan hingga tingkat Dusun atau Lingkungan. Sehingga penanganan dan pencegahan dapat lebih cepat dilaksanakan.

Selain itu, pihaknya menekankan bahwa masa adaptasi kebiasaan baru atau kehidupan normal era baru bukanlah masa dimana semuanya sudah kembali normal, melainkan ada tatanan baru yang harus diperhatikan dengan memerapkan Protokol Kesehatan.

“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas semangat dan kerjabkeras para Camat, Perbekel/Lurah hingga Bendesa Adat dan Satgas Banjar dalam penanganan Covid-19 ini, dan kembali kami ingatkan bagi masyarakat yang hendak melaksanakan upacara keagamaan agar berkordinasi dengan Satgas Covid-19 Desa Adat dan Desa/Kelurahan, dan semoga kita semua sehat selalu dan Covid-19 ini segera dapat diatasi,” pungkas Rai Mantra. (HumasDps)

Sumber: Kota Denpasar