Beranda blog Halaman 508

Memaksimalkan PAD, Pemprov Jabar Evaluasi Menyeluruh Pemanfaatan Aset

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat segera membentuk tim untuk mengevaluasi pemanfaatan aset milik Pemda Provinsi Jawa Barat. Tujuannya, agar dapat memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah pada 2026.

Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Jabar Norman Nugraha mengungkapkan, seluruh aset Pemda Provinsi Jawa Barat, baik yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga maupun yang disewakan, akan dievaluasi.

Evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek, termasuk nilai sewa dan peruntukan aset.

Menurut Norman, evaluasi pemanfaatan aset dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Jawa Barat, namun angka pastinya masih menunggu hasil evaluasi.

“Intinya untuk optimalisasi pendapatan kami juga,” kata Norman, Selasa (20/1).

Ia menyebutkan, sedikitnya ada empat aset milik Pemda Provinsi Jawa Barat dengan lahan tergolong luas yang saat ini disewakan. Contohnya, lahan di Gasibu Jalan Diponegoro yang telah berdiri Hotel Pullman dan Ibis, lapangan golf dan Hotel Bandung Giri Gahana di Sumedang, lapangan golf Arcamanik, serta Pondok Seni Pangandaran.

Kemudian, tidak menutup kemungkinan aset-aset lahan yang belum dimanfaatkan dapat disewakan untuk pembangunan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan Pemda Provinsi Jabar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Perkuat Konektivitas Kawasan, Gubernur Pramono Resmikan Pembangunan JPO JIS–Ancol

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Wakil Gubernur, Rano Karno, menghadiri acara Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama dan Pembangunan Ekstensi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (25/1).

Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin, serta Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon Napitupulu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan, pembangunan JPO merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menghadirkan konektivitas antarkawasan yang aman, nyaman, dan terintegrasi.

“Sejak awal saya mengetahui rencana ini, saya langsung ingin menyambungkan kawasan JIS dengan Ancol. Tantangan terbesarnya justru ego sektoral. Padahal kalau dilihat di lapangan, persoalannya tidak terlalu sulit. Alhamdulillah, setelah berbicara dengan Ancol, BTN, dan Jakpro, akhirnya kita bisa bertemu dan merealisasikannya,” ujarnya.

Gubernur Pramono menambahkan, JPO ini secara resmi diberi nama ‘JPO Bersama BTN’, sebagai simbol kolaborasi dan kebersamaan. JPO sepanjang 466 meter tersebut diharapkan menjadi ikon baru Jakarta Utara, sekaligus memperkuat citra kawasan JIS–Ancol sebagai pusat kegiatan olahraga, hiburan, dan pariwisata bertaraf internasional.

“Saya sungguh meyakini kawasan ini akan menjadi salah satu ikon Jakarta. Ke depan, kawasan ini tidak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga ruang publik yang hidup dengan berbagai aktivitas, mulai dari olahraga, budaya, hingga konser-konser besar,” jelasnya.

Selain mendukung konektivitas kawasan, kehadiran JPO semakin fungsional seiring pengembangan sistem transportasi publik di sekitarnya, termasuk pembangunan Kereta Rel Listrik (KRL) yang ditargetkan rampung pada April mendatang.

“Dengan tersambungnya transportasi KRL, Transjakarta, serta dukungan area parkir di Ancol, masyarakat akan semakin mudah mengakses JIS maupun Ancol. Ini akan sangat mendukung berbagai agenda besar Jakarta, termasuk perayaan 500 tahun Jakarta pada tahun depan,” tambah Gubernur Pramono.

Ia berharap pembangunan JPO Bersama BTN dapat selesai pada Mei, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat mulai Juni. Ia mendorong agar aktivitas di kawasan JIS dan Ancol semakin diperbanyak, baik untuk kegiatan olahraga, rekreasi, maupun penyelenggaraan konser berskala internasional.

“Dari sisi transportasi dan aksesibilitas, kawasan ini sudah sangat menjanjikan. Ke depan, JIS dan Ancol harus benar-benar menjadi kawasan yang hidup dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Pembangunan ekstensi JPO Bersama BTN juga diharapkan menjadi contoh kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, BUMD, dan BUMN dalam menghadirkan infrastruktur perkotaan yang berorientasi pada keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan masyarakat luas.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menhan RI Gelar Pengarahan dengan Tenaga Ahli Profesional DPN

Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN) memberikan pengarahan kepada Tenaga Ahli Profesional Dewan Pertahanan Nasional pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Jenderal Urip Sumoharjo, Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan Taufanto selaku Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional (DPN), bersama sebelas Tenaga Ahli Profesional DPN. Para Tenaga Ahli Profesional DPN merupakan unsur pendukung Dewan Pertahanan Nasional yang berasal dari kalangan profesional dengan keahlian tertentu, antara lain di bidang pertahanan, keamanan, geopolitik, hukum, ekonomi, teknologi, dan bidang strategis lainnya, yang ditugaskan untuk memberikan dukungan keahlian sesuai dengan ruang lingkup tugas DPN.

Pengarahan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan internal yang melibatkan unsur pimpinan dan Tenaga Ahli Profesional DPN. Seluruh peserta mengikuti kegiatan sesuai susunan acara yang telah ditetapkan, sebagai bagian dari pelaksanaan tugas kelembagaan Dewan Pertahanan Nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Layanan Transjakarta Kembali Normal Setelah Cuaca Ekstrem dan Genangan Surut

PT Transjakarta memastikan seluruh layanan kembali beroperasi normal setelah sempat mengalami penyesuaian akibat genangan yang melanda sejumlah wilayah Jakarta dalam beberapa hari terakhir. Pemulihan layanan dilakukan seiring membaiknya kondisi cuaca dan surutnya genangan di titik-titik yang sebelumnya terdampak.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan bahwa seluruh armada kini telah kembali beroperasi penuh, mencakup koridor utama, rute pengumpan, hingga layanan Mikrotrans.

“Sebanyak 225 rute siap melayani pelanggan dengan lancar di seluruh wilayah operasional Transjakarta,” ujarnya, Minggu (25/1).

Ayu juga mengajak masyarakat untuk memaksimalkan penggunaan transportasi publik, terutama pada akhir pekan, guna mendukung mobilitas dan mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta.

“Penggunaan transportasi umum juga menjadi bagian dari upaya bersama mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta,” katanya.

Sebelumnya, Transjakarta melakukan sejumlah penyesuaian rute dan layanan untuk meminimalkan risiko operasional serta menjaga kenyamanan pelanggan selama periode cuaca ekstrem dan banjir. Dengan situasi yang kini kembali kondusif, seluruh layanan telah beroperasi seperti semula.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Lima Armada Pesawat Laksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta dan Jabar

Pelaksanaan OMC di base operasi Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Foto : BNPB / bnpb.go.id)

Merespon peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Daerah Khusus Jakarta dan Jawa Barat yang dikeluarkan oleh BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah ini dilaksanakan terpadu dengan kerja sama lintas lembaga yaitu dengan BMKG, BPBD DKI Jakarta, BPBD Jawa Barat, dan TNI Angkatan Udara.

Operasi modifikasi cuaca merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna mereduksi curah hujan tinggi yang diperkirakan mengguyur wilayah Jawa Barat dan Jakarta pada periode dasarian kedua dan ketiga bulan Januari 2026.

Operasi modifikasi cuaca area Jakarta dan Jawa Barat telah dilaksanakan sejak  12 Januari 2026 dengan mengerahkan dua unit pesawat. BNPB mengerahkan Cessna Carravan PK-JVH dan BPBD DKI Jakarta mengerahkan CASA 212 A-2105. Keduanya beroperasi dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan, sejak 23 Januari 2026 BNPB melakukan penebalan dukungan armada udara dengan penambahan tiga unit pesawat Carravan yaitu PK-YNA, PK-SNG, dan PK-SNK. Khusus PK-SNK, operasi dilaksanakan dari Lanud Hussein Sastranegara di Bandung untuk meng-cover wilayah hulu.

Dengan demikian, saat ini total sebanyak lima armada yang dikerahkan untuk mengamankan langit Jakarta dan Jawa Barat. Operasi ini juga dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem.

Per Jumat (23/1), total sorti penerbangan lima armada pesawat sebanyak 70 sorti dengan bahan semai yang telah ditaburkan sebanyak 43,8 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 20,6 ton Kalsium Oksida (CaO).

OMC Sumatra dan Jawa Tengah

Hingga Sabtu (24/1) BNPB juga masih melaksanakan operasi modifikasi cuaca di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jawa Tengah.

Di provinsi terdampak banjir dan longsor Sumatra, BNPB menyiagakan masing-masing provinsi satu unit pesawat. Base operasi OMC Sumatra antara lain Lanud Sultan Iskandar Muda (Aceh), Bandara Kualanamu (Medan), dan Bandara Internasional Minangkabau (Padang).

Sementara itu untuk operasi penanganan darurat Jawa Tengah, dua unit pesawat Carravan dengan base operasi di Lanud Ahmad Yani Semarang.

Operasi modifikasi cuaca di wilayah tersebut merupakan operasi pengeringan wilayah terdampak banjir dan longsor dengan tujuan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana seperti perbaikan tanggul, pembersihan lingkungan, dan pembangunan huntara.

Peringatan Dini Cuaca Dasarian Dua dan Tiga Januari 2026

Berdasarkan rilis BMKG, pada dasarian tiga Bulan Januari, hujan akan terjadi cukup merata di beberapa daerah di Indonesia.

Wilayah yang diprediksi akan dominan mengalami hujan pada kategori Menengah (50-150 mm per dasarian) antara lain:

Sumatra Barat, jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Sementara itu, wilayah yang akan mengalami hujan kategori tinggi (150-300 mm per dasarian) antara lain Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Peringatan curah hujan dengan kategori sangat tinggi (lebih dari 300 mm per dasarian) antara lain di Maros, Sulawesi Selatan.

BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan prakiraan cuaca harian sebelum beraktivitas dan juga peringatan dini cuaca ekstrem melalui sumber yang terpercaya.

Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, hendaknya meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyimpan barang berharga di tempat yang lebih aman, menyiapkan tas siaga bencana, dan menentukan titik evakuasi keluarga.

Kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lereng atau tebing yang berisiko longsor hendaknya meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Puluhan Rumah Tertimbun Longsor di Cisarua, Bupati Bandung Barat Tetapkan Status Darurat Bencana

Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilanda bencana longsor yang menimpa Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga tertimbun material longsor dan menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 30 rumah terdampak dengan jumlah korban mencapai 113 jiwa dari sekitar 34 kepala keluarga (KK). Dari total tersebut, delapan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

“Kejadiannya diawali dengan suara gemuruh. Warga mendengar gemuruh, lalu tiba-tiba terjadi banjir besar yang membawa material longsor dan menimbun rumah-rumah warga,” ujar Jeje saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (24/1/2026).

Saat ini, aparat gabungan terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan korban. Tim terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, perangkat kecamatan, serta dibantu para relawan.

“Fokus utama kita adalah pencarian korban yang masih hilang dan penyelamatan warga terdampak. Semua unsur terlibat untuk mempercepat proses evakuasi,” tegasnya.

Namun demikian, Jeje menekankan bahwa keselamatan petugas, relawan, dan masyarakat sekitar tetap menjadi prioritas utama. Proses pencarian sempat dihentikan sementara ketika hujan kembali turun demi menghindari risiko bencana susulan.

“Tadi sempat hujan, jadi kita berhenti dulu. Menurut informasi dari BMKG, potensi hujan masih cukup tinggi hingga sekitar Februari, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” katanya.

Atas besarnya dampak bencana dan jumlah korban yang cukup signifikan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat secara resmi menetapkan status darurat bencana. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan, koordinasi lintas sektor, serta pemenuhan kebutuhan dasar para korban.

“Sementara kita sudah siapkan posko darurat di lokasi. Warga yang selamat kita kumpulkan di sana. Ada yang menumpang di rumah saudara, dan ada juga yang kita siapkan tempat pengungsian,” tandas Jeje.

Pemkab Bandung Barat mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi berbahaya lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tanah Longsor di Kabupaten Bandung Barat, Delapan Orang Meninggal Dunia

Tanah longsor terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari dan mengakibatkan delapan orang meninggal dunia. Hingga Sabtu (24/1) pukul 15.00 WIB, puluhan warga dilaporkan selamat dan 82 orang masih dalam proses pencarian. Angka jumlah korban ini bersifat sementara dan masih akan terus dilaksanakan verifikasi lapangan oleh tim  pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) gabungan.

Peristiwa longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah. Material longsoran menimbun permukiman warga dan menyebabkan korban jiwa serta warga terdampak.

Selain korban meninggal dunia, 23 jiwa dilaporkan selamat. Bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa, sementara jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan petugas di lapangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah melakukan kaji cepat dan asesmen awal di lokasi kejadian serta melaksanakan upaya penanganan darurat dan pencarian korban.

Kabupaten Bandung Barat saat ini berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor berdasarkan Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk proses pencarian korban serta penilaian kebutuhan darurat.

BNPB Lakukan OMC

Seiring dengan meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi untuk menurunkan intensitas curah hujan. OMC telah berlangsung sejak 12 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan mengerahkan dua unit pesawat, yakni PK-JVH dan CASA 212 A-2105, yang beroperasi dari Lanud Halim Perdanakusuma.

Dalam pelaksanaannya, pesawat PK-JVH melaksanakan 32 sortie di wilayah Jawa Barat dengan total bahan semai 32.000 kilogram selama periode 13–22 Januari 2026. Sementara itu, pesawat CASA 212 A-2105 melaksanakan 19 sortie di wilayah DKI Jakarta dengan total bahan semai 12.400 kilogram pada periode 16–22 Januari 2026.

Untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan, sejak 23 Januari 2026 BNPB menambah dua unit pesawat Caravan dalam pelaksanaan OMC. Operasi ini juga dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BNPB Perkuat Koordinasi Penyaluran Bantuan Presiden di Aceh Tamiang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat koordinasi penyaluran bantuan dari Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan lumpur di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M hadir langsung di lokasi untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif dan seluruh bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Penyaluran bantuan Presiden RI dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Jumat (23/1/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya terpadu pemerintah pusat dan daerah untuk memulihkan fungsi pemerintahan, layanan publik, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.

Bantuan Presiden yang disalurkan mencakup sembilan unit alat berat skid steer loader, yang dirancang khusus agar dapat menjangkau gang sempit tanpa merusak permukiman warga. Kementerian Dalam Negeri juga menyalurkan dukungan logistik berupa 5.000 pasang sepatu bot, 3.000 unit gerobak dorong, 1.000 sekop, dan 1.000 cangkul untuk mendukung pembersihan lumpur dan pemulihan lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri Tito Karnavian yang didampingi Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan bahwa ibu kota Aceh Tamiang terdampak cukup berat, dengan banjir dan lumpur melanda kantor pemerintahan, fasilitas publik, rumah sakit, sekolah, pasar, dan rumah penduduk. Sejak hari pertama pascabencana, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, didukung berbagai kementerian dan lembaga, bekerja secara gotong royong. Saat ini, listrik, jaringan internet, distribusi BBM, serta aktivitas ekonomi masyarakat mulai pulih, sementara persoalan air bersih masih menjadi perhatian.

BNPB bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi terus mengoordinasikan penguatan sumber daya di lapangan, termasuk penambahan alat berat dan dukungan personel TNI dan Polri. Semua kegiatan dilakukan untuk memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan tambahan berupa biaya hidup harian Rp15.000, bantuan perabotan Rp3 juta, dan stimulan ekonomi Rp5 juta. Anggaran Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 dikembalikan setara tahun 2025, dengan total lebih dari Rp10 triliun untuk tiga provinsi terdampak, termasuk Aceh.

BNPB akan terus memperkuat koordinasi, pemantauan, dan sinkronisasi dukungan lintas sektor dalam seluruh tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, memastikan pemulihan di Kabupaten Aceh Tamiang berjalan lancar dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemensos Kirim Bantuan Korban Longsor Bandung Barat

Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim bantuan logistik bagi korban bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Bantuan dikirim dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat ke lokasi pengungsian di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (24/1).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
“Kemensos berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait agar penanganan darurat bagi warga terdampak dapat berjalan optimal,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/1).
Bencana tanah longsor terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Cisarua sejak sehari sebelumnya. Kondisi tanah yang labil di kawasan lereng curam menyebabkan pergeseran tanah yang menimbun permukiman warga.
Longsor menerjang Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, dan mengakibatkan kerusakan rumah warga serta menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan data sementara, tercatat 34 kepala keluarga atau 113 jiwa terdampak, dengan 34 KK di antaranya mengungsi di aula Kantor Desa Pasirlangu serta rumah kerabat terdekat.
Bencana ini menyebabkan 6 warga meninggal dunia, masing-masing atas nama Sunarya (L), Aah (P), Nining (P), Jajang Taryana (L), Rahmat (L), dan Enur (P). Selain itu, 33 orang mengalami luka berat, 35 orang luka ringan, serta 83 warga masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Sedikitnya 30 unit rumah dilaporkan terdampak akibat longsoran tanah. Seluruh korban luka dan korban meninggal telah dievakuasi ke Rumah Sakit Cisarua.
Untuk mendukung kebutuhan pengungsi, Dinas Sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung Barat telah mendirikan dapur umum lapangan yang berlokasi di SDN 1 Pasirlangu, tidak jauh dari Kantor Desa Pasirlangu.
Sebagai bentuk dukungan, Kemensos menyalurkan bantuan berupa 1 unit tenda serbaguna, 5 unit tenda keluarga, 50 lembar tenda gulung, 200 lembar kasur, 200 lembar selimut, 500 paket makanan siap saji, 400 paket lauk pauk siap saji, 100 paket makanan anak, 100 paket family kit, 100 paket kidsware, serta bantuan sandang anak dan dewasa masing-masing sebanyak 50 paket.
Hingga saat ini, proses pencarian, pertolongan, serta pendataan korban masih terus dilakukan. Penanganan bencana melibatkan berbagai unsur, antara lain Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, BPBD, TNI-Polri, Basarnas, aparat kecamatan dan desa, Tagana, serta instansi terkait lainnya. Warga diimbau tetap berada di lokasi pengungsian mengingat kondisi tanah masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

WEF Davos 2026 Jadi Momentum Penguatan Industri Nasional dalam Rantai Pasok Global

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam memastikan investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya bersifat finansial semata, tetapi mampu memperkuat kapabilitas industri nasional melalui alih pengetahuan dan teknologi, penguatan linkage rantai pasok domestik, serta integrasi industri Indonesia ke dalam rantai pasok global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, arah kebijakan investasi industri Indonesia yang dibangun oleh pemerintah memperkuat kedalaman industri, keterlibatan pelaku industri dalam negeri termasuk sektor industri kecil dan menengah (IKM), serta memperluas jejaring global industri nasional.

“Investasi yang kami pacu adalah investasi yang membawa know-how, teknologi, dan keterlibatan pelaku industri lokal secara nyata. Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri serta memberi peluang produk Indonesia terlibat dalam rantai pasok dunia,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/1).

Menperin juga mengemukakan, arah kebijakan tersebut sejalan dengan pesan strategis yang disampaikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pidatonya saat menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss pada Kamis (22/1). Indonesia menegaskan posisi sebagai negara yang stabil, kredibel, dan berpeluang besar bagi kemitraan investasi global, dan tengah bersiap memajukan industri dalam negeri secara signifikan.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menjelaskan pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan industrialisasi nasional, membuka ruang kolaborasi investasi jangka panjang, serta memperkuat kemitraan strategis dengan investor global.

“Danantara merupakan fondasi kemitraan Indonesia dengan pelaku investasi global. Oleh karena itu, Indonesia menawarkan peluang investasi yang tidak hanya berorientasi pada modal tetapi juga pada pengembangan nilai tambah industri nasional,” ungkap Menperin.

Menperin juga menambahkan, investasi berkualitas akan diarahkan pada sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas penguatan kapasitas industri nasional. “Selain untuk mendorong alih teknologi dan pengetahuan, Kemenperin juga memperkuat dukungan untuk meningkatkan keterlibatan IKM sebagai bagian dari rantai pasok industri besar melalui program-program fasilitasi dan insentif berbasis komponen dalam negeri,” imbuhnya.

Bahkan, Kemenperin memastikan bahwa setiap investasi baru membawa dampak positif bagi jangkauan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan SDM industri, serta integrasi industri nasional ke dalam jaringan produksi dan nilai global. “Jadi, sesuai dengan Asta Cita pemerintah, kolaborasi global ini akan membuka peluang investasi berskala besar untuk industrialisasi dan pembangunan manusia Indonesia,” pungkas Menperin.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News