Beranda blog Halaman 531

Presiden Prabowo Dorong Riset Kampus Jadi Mesin Hilirisasi dan Industri Nasional

Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional dan peningkatan pendapatan negara. Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/01/2026).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya peran riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan industri berbasis sains dan teknologi. Presiden menegaskan bahwa di era saat ini salah satu pahlawan bangsa adalah mereka yang mampu melahirkan inovasi dan terobosan nyata.

“Bapak Presiden meminta riset-riset dan inovasi untuk membangun industri dan mengangkat pendapatan negara. Jadi tadi Bapak Presiden menyampaikan bahwa di era dulu perjuangan bangsa kita para pahlawan negara itu adalah orang-orang yang bisa melawan penjajah, membela rakyat dari penjajahan. Nah saat ini pahlawan-pahlawan ini adalah orang-orang yang bisa melakukan inovasi-inovasi, melakukan terobosan-terobosan sehingga bisa meningkatkan pendapatan negara,” ucap Mendiktisaintek.

“Dan karenanya marilah kita menjaga kekompakan, persatuan, sehingga riset dan teknologi ini bisa terus didorong, penguasaan sains dan teknologi itu terus berlangsung,” lanjutnya.

Selain itu, dalam arahannya, Presiden turut menekankan pentingnya sinergi antara riset, teknologi, dan industri nasional agar penguasaan saintek dapat memberikan dampak langsung bagi perekonomian bangsa.

“Riset dan teknologi berjalan beriringan dengan industri-industri yang memang dibutuhkan oleh bangsa kita,” ujarnya

Dalam hal ini, Presiden berharap para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi dapat menjadi pahlawan bangsa melalui penciptaan terobosan industri berbasis sains dan teknologi.

“Pada akhirnya bisa menciptakan industri-industri besar di Indonesia, bisa mengangkat pendapatan yang akan masuk ke dalam negara kita,” kata Brian.

Pada taklimat tersebut, Presiden juga menyinggung rencana pembukaan 18 proyek hilirisasi industri oleh Danantara yang membutuhkan dukungan SDM unggul, riset, dan inovasi dari perguruan tinggi. Menurut Presiden, momentum tersebut merupakan kesempatan besar bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional.

“Ini sekali lagi perguruan tinggi harus memegang peran yang penting, harus mengambil peran yang signifikan. Ini saatnya perguruan tinggi bisa berkontribusi bagi negara dalam bentuk menghasilkan SDM unggul dan juga riset, serta inovasi,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, menurut Brian, pemerintah akan menambah alokasi dana riset dan inovasi bagi seluruh perguruan tinggi hingga Rp4 triliun.

“Jadi itu adalah satu bukti, satu gambaran betapa memang Bapak Presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi, kepada seluruh peneliti, seluruh guru besar untuk memiliki kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa kita ke depan,” tandasnya. 

Dengan dorongan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan visinya bahwa Indonesia tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga unggul dalam mengolahnya melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi anak bangsa. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Taklimat Presiden 2026: Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Lokomotif Kemandirian Nasional

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kemandirian bangsa di tengah dinamika dan pergeseran geopolitik global. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Presiden menyoroti perubahan geopolitik dunia yang semakin signifikan sehingga setiap negara dituntut mampu berdiri mandiri dan memiliki daya bertahan yang kuat.

“Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan beberapa hal lainnya. Yang pertama adalah tentang kondisi dunia, kondisi geopolitik bahwa saat ini terjadi pergeseran geopolitik yang cukup signifikan, sehingga setiap negara haruslah menjadi negara yang mampu mandiri, mampu survival,” ujar Brian menyampaikan pesan Presiden Prabowo dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (15/01/2026), di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo berharap perguruan tinggi dapat menjadi lokomotif penguasaan sains dan teknologi nasional. Menurut Presiden, Indonesia yang berada di tengah pusaran dunia yang sangat dinamis dan memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah harus mempersiapkan diri secara serius melalui penguatan sumber daya manusia.

“Dan ini tentunya sektor penguasaan sains dan teknologi, para perguruan tinggi itu diharapkan menjadi lokomotif,” lanjut Brian.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa perguruan tinggi dan para guru besar diharapkan memberikan peran yang signifikan dengan mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan global.

“Bapak Presiden berharap perguruan tinggi benar-benar memainkan peran yang signifikan, mencetak SDM-SDM kita yang unggul,” kata Brian.

Selain tantangan global, Presiden Prabowo juga menyoroti berbagai persoalan internal yang masih dihadapi bangsa, seperti korupsi, under invoicing, dan kebocoran negara. Menurut Presiden, kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk mencetak SDM yang tidak hanya unggul secara kapasitas dan kapabilitas, tetapi juga berintegritas dan berjiwa nasionalis.

“Kebocoran-kebocoran negara yang besar yang tentunya ini adalah tantangan bahwa perguruan tinggi harus mampu mencetak SDM yang tidak hanya mumpuni secara kapasitas, kapabilitas tetapi juga memiliki integritas yang tinggi, memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan juga memiliki keberpihakan yang besar pada masyarakat dan bangsa Indonesia,” ujar Brian.

Pesan Presiden tersebut, lanjut Brian, menjadi refleksi bersama bagi seluruh perguruan tinggi untuk menyadari besarnya tantangan bangsa sekaligus potensi besar yang dimiliki Indonesia.

“Ini sekali lagi membutuhkan penguasaan sains, penguasaan teknologi, lahirnya SDM-SDM unggul yang berintegritas ini menjadi sangat dibutuhkan saat ini,” pungkas Brian.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Ajak Akademisi Refleksikan Kontribusi Nyata bagi Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menggelar Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026, Kamis (15/01/2026). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa taklimat tersebut dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia serta para guru besar.

“Pada pagi hari ini, tadi sejak jam 9 sampai jam setengah 1 tadi, Bapak Presiden telah mengundang beberapa pimpinan perguruan tinggi, negeri maupun swasta seluruh Indonesia, dan juga beberapa guru besar,” ujar Brian kepada awak media usai acara.

Dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan pandangan mendasar mengenai posisi strategis kalangan akademisi sebagai kekuatan intelektual bangsa. Kepala Negara menilai para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar merupakan brains of our country, yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Bapak Presiden menyampaikan para pimpinan perguruan tinggi maupun para guru besar terutama, ini adalah brains of our country. Jadi berkumpulnya orang-orang pintar yang seharusnya menjadi insan yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkap Brian.

Presiden Prabowo juga mengajak para pimpinan akademik untuk melakukan refleksi bersama atas amanah yang telah diberikan oleh masyarakat. Menurut Presiden, para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar merupakan sosok terpilih yang dipercaya untuk memimpin pengembangan ilmu pengetahuan dan menjaga nilai-nilai akademik.

Lebih lanjut, Brian menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan undangan ketiga dari Presiden kepada pimpinan perguruan tinggi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan besarnya perhatian Presiden terhadap dunia pendidikan tinggi, sekaligus mencerminkan harapan besar agar perguruan tinggi dapat berperan lebih nyata dalam pembangunan nasional.

“Ini adalah undangan yang ketiga kalinya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun yang menunjukkan perhatian yang cukup besar Bapak Presiden. Dan juga di lain sisi, ini juga adalah suatu amanat yang besar, harapan yang besar dari bangsa, harapan besar dari Bapak Presiden,” jelasnya.

Presiden Prabowo berharap perguruan tinggi dapat mengambil peran penting dan aktif dalam menjawab tantangan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Presiden juga kembali menekankan posisi strategis para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi sebagai kelompok elit bangsa yang menguasai sains dan teknologi.

Presiden Prabowo pun meminta agar amanah tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa dan negara, serta menegaskan bahwa peran para akademisi sangat dinantikan oleh masyarakat luas.

“Manfaatkanlah kesempatan ini, amanah ini bahwa kita semua para pimpinan guru besar, serta para pimpinan perguruan tinggi, serta guru besar adalah orang-orang yang ditunggu perannya oleh rakyat, ditunggu perannya oleh seluruh masyarakat dan bangsa kita,” pungkas Brian.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Gelar Taklimat dengan Rektor dan Guru Besar, Bahas Arah Pendidikan Tinggi Nasional

Presiden Prabowo Subianto menggelar Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026, Kamis (15/01/2026) di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda resmi Presiden Prabowo dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk berdiskusi serta menyampaikan pandangan strategis kepada para pemangku kepentingan pendidikan. 

“Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, untuk berdiskusi menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” ujar Mensesneg dalam keterangannya kepada awak media.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo berdiskusi dengan sekitar 1.200 undangan yang terdiri atas rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian komunikasi intensif Presiden dengan berbagai elemen bangsa, khususnya sektor pendidikan.

“Oleh karena itulah Bapak Presiden melakukan banyak komunikasi dan dengan berbagai pihak, dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta,” lanjut Mensesneg.

Mensesneg menegaskan bahwa fokus Presiden Prabowo dalam sepekan terakhir diarahkan pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional, seiring dengan agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi. Sedangkan terkait substansi pembahasan, Mensesneg menyampaikan bahwa diskusi mencakup berbagai isu strategis pendidikan tinggi.

“Diskusinya ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Diktisaintek, misalnya berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita yang berdasarkan data kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribuan,” ungkap Prasetyo.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas perguruan tinggi, baik dari sisi sumber daya dosen, sarana dan prasarana, maupun keberlanjutan pembiayaan operasional. Pemerintah, lanjut Mensesneg, berupaya agar perguruan tinggi di Indonesia dapat terus maju dan berkualitas tanpa memberikan beban pembiayaan yang berat bagi masyarakat dan mahasiswa.

“Sehingga kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas, dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa,” imbuhnya.

Taklimat ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menempatkan pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia sebagai pilar utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Diumumkan di HDN 2026, Ini Dia Pemenang Festival Bangun Desa Bangun Indonesia

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggelar Festival Bangun Desa dan rangka Hari Desa Nasional (HDN) 2026 yang dipusatkan di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Kamis (15/1/2026).

Lomba yang diselenggarakan Kemendes PDT yakni BUMDes Inspiratif, BUMDes, hingga Festival Film Desa. Ada pula lomba Festival YouTuber Desa hingga Desa Digital. Bahkan, ada juga lomba Desa Ekspor dan lomba Desa Migran.

Menteri Desa PDT Yandri Susanto bersama Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Selain itu, sejumlah tamu juga turut menyerahkan hadiah kepada pemenang seperti Wamen LH Diaz Hendropriyono, Wamen PPPA Veronica Tan hingga UKP Kepemudaan dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Sebagai informasi; hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Desa dan PDT Ariza Patria, Wakil Mendagri Ahmad Wiyagus, Wamen PPPA Veronica Tan, Wamen LH Diaz Hendropriyono dan UKP Kepemudaan dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Pimpinan Lembaga Negara lainnya seperti Ketua DPD Sultan Bakhtiar Najamuddin, Kepala BNPT Eddy Hartono, Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto, JAM Intelejen Reda Manthovani dan Kepala BNN Suyudi Ario Seto.

Hadir juga para Gubernur, diantaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi dam Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Dari jajaran Kemendes, hadir Sekjen Taufik Madjid, Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemendes PDT.

Berikut daftar pemenang Festival Bangun Desa Bangun Indonesia:

Kategori BUM Desa Inspiratif
Penerima:
1. BUM Desa Aji Bodronoyo Sumowono, Semarang, Jawa Tengah
2. Juara 2: BUM Desa Cipta Sejahtera Yosowilangun, Gresik, Jawa Timur
3. Juara 3: BUM Desa Puspa Harum Sejahtera Tegal Harum, Kota Denpasar, Bali

Lomba BUM Desa
Kategori BUM Desa Bersama Inspiratif
Penerima:
1. Juara 1: BUM Desa Bersama Satu Hati Playen LL-K-D, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta
2. Juara 2: BUM Desa Bersama Nagrak Bina Berdaya L-KD, Sukabumi, Jawa Barat
3. Juara 3: BUM Desa Bersama Singosari L-K-D, Malang, Jawa Timur

Kategori Duta BUM Desa
Penerima:
1. Isa Ansori, Klaten, Jawa Tengah

Kategori Duta BUM Desa Bersama
Penerima:
1. Suyanto, Malang, Jawa Timur

Liga Desa
1. Piala Bergilir Juara 1: Desa Karanggondang, Kab. Jepara
2. Juara 2: Desa Kalibening Banjarnegara
3. Juara 3: Desa Serenan Kendal

Lomba E-Sports
1. Juara 1: Desa Mangliawan, Kec. Pakis, Kab. Malang, Prov. Jawa Timur
2. Juara 2: Desa Banua Rantau, Kec. Batang Alai selatan, Kab. Hulu Sungai Tengah, Prov. Kalimantan Selatan
3. Juara 3: Desa Rebo, Kec. Sungailiat, Kab. Bangka, Prov. Kep. Bangka Belitung

Festival Film Desa
1. Juara 1: “Mijil” – Desa Candirejo, Gunungkidul, DIY
2. Juara 2: “Negeri Gerabah Kampung Abar” – Abar, Jayapura, Papua
3. Juara 3: “Panca Waluya” – Kiarapedes, Purwakarta, Jawa Barat
4. Juara Harapan 1: “Update Status” – Kampunganyar, Banyuwangi, Jawa Timur
5. Juara Harapan 2: “People” – Kuajang Lemo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Festival YouTuber Desa
1. Top Master of Theme: Ade Suntama – Desa Labuan, Kecamatan Mancah, Kab. Serang, Banten
2. Juara 1: Ardi Darmawan – Desa Karangduren, Kec. Tengaran, Kab. Semarang, Jawa Tengah
3. Juara 2: Sifa Maulida – Desa Iboih Ujong Ba’u, Kec. Sukakarya, Kota Sabang, Aceh
4. Juara 3: Aji Prasetyo – Desa Cepogo, Kec. Cepogo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah
5. Juara Favorit: Suyantok – Desa Simoketawang, Kec. Wonoayu, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur
6. Top Master of the Theme: Ade Suntama – Desa Batukuda, Kec Mancak, Serang, Banten

Lomba Pemuda Pelopor Desa
Kategori 1: Kewirausahaan
Penerima:
1. Juara 1: Ni Made Bintang Handayani – Bali
2. Juara 2: Sandy Surya – Sumatera Selatan
3. Juara 3: Ade Pratama – Sulawesi Selatan

Kategori 2: Lingkungan
Penerima:
1. Juara 1: Irfan Budiono – Banten
2. Juara 2: Isal Nur Hidayatulloh – Jawa Barat
3. Juara 3: Dedi Irawan – Riau

Kategori 3
Penerima:
1. Juara 1: Satriyo Pandunusawan – Jawa Timur
2. Juara 2: Sam’ani – Kalimantan Selatan
3. Juara 3: Muhammad Ihsan Asabri – Sumatera Barat

Kategori 4:
Penerima:
1. Juara 1: Muhamad Burhanudin – Jawa Tengah
2. Juara 2: Sandi Pamungkas – Kepulauan Riau
3. Juara 3: Nadia Ulfa’ngin – Jawa Timur

Kategori 5:
Penerima:
1. Juara 1: Dianturi – Banten
2. Juara 2: Nurul Kurniasari – Kalimantan Barat
3. Juara 3: Tadzkhirotul A’la – Jawa Timur

Lomba Desa Digital
1. Juara 1: Desa Duda Timur, Kabupaten Karangasem, Bali
2. Juara 2: Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
3. Juara 3: Desa Krandegan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
4. Juara Harapan 1: Desa Muaro Singoan, Kabupaten Batanghari, Jambi
5. Juara Harapan 2: Desa Kauman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur
6. Juara Harapan 3: Desa Piasan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau

Lomba Desa Ekspor
1. Juara 1: CV Gapoktan Ngudi Luhur – Desa Kaliurang, Kec. Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
2. Juara 2: CV Tanteri – Desa Pejaten, Kec. Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali
3. Juara 3: Koperasi Produsen Nelayan Padalleang Sama – Desa Mola Utara, Kec. Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi
Tenggara
4. Juara Favorit: BUM Desa Karya Mandiri Ngoran – Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur

Lomba Desa Migran
1. Peringkat 1: Desa Tembok, Kab. Buleleng – Bali
2. Peringkat 2: Desa Sumber Gede, Kab. Lampung Timur – Lampung
3. Peringkat 3: Desa Bontomanai, Kab. Gowa – Sulawesi Selatan
4. Peringkat 4: Desa Bringinan, Kab. Ponorogo – Jawa Timur
5. Peringkat 5: Desa Borok Toyang, Kab. Lombok Timur – NTB

Lomba Inovasi Pengelolaan Sampah Desa
1. Juara 1: Desa Gemawang, Semarang – Jawa Tengah
2. Juara 2: Desa Kertayasa, Kuningan – Jawa Barat
3. Juara 3: Desa Gulingan, Badung – Bali

Lomba Desa Wisata Nusantara
Kategori 1: Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal
Penerima:
1. Juara 1: Desa Melung, Banyumas – Jawa Tengah
2. Juara 2: Desa Muara Cuban, Sarolangun – Jambi
3. Juara 3: Desa Golo Loni, Manggarai Timur – NTT
4. Juara 1 Tematik Ekonomi Kreatif: Desa Hutabulu, Tapanuli Utara – Sumatera Utara
5. Juara 1 Tematik Ramah Lingkungan: Desa Talaga, Halmahera Barat – Maluku Utara
6. Juara 1 Tematik Revitalisasi Budaya: Desa Ma-as, Fakfak – Papua Barat

Kategori 2: Desa Maju dan Mandiri
Penerima:
1. Juara 1: Desa Jagara, Kuningan – Jawa Barat
2. Juara 2: Desa Mangunan, Bantul – D.I. Yogyakarta
3. Juara 3: Desa Meunasah Balee, Aceh Besar – Aceh
4. Juara 1 Tematik Ekonomi Kreatif: Desa Bandengan, Jepara – Jawa Tengah
5. Juara 1 Tematik Ramah Lingkungan: Desa Suak, Lampung Selatan – Lampung
6. Juara 1 Tematik Revitalisasi Budaya: Desa Tamansari, Banyuwangi – Jawa Timur
7. Juara 1 Apresiasi Desa Wisata Integratif: Desa Punjulharjo, Rembang – Jawa Tengah

Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Desa
1. Juara 1: Desa Kaliwedi, Sragen – Jawa Tengah
2. Juara 2: Desa Kemiri, Malang – Jawa Timur
3. Juara 3: Desa Loa Duri Ilir, Kutai Kertanegara – Kalimantan Timur

Lomba Inovasi Desa Ramah Perempuan, Peduli Anak, dan Pendidikan
1. Juara 1: Desa Bantan Timur, Bengkalis – Riau
2. Juara 2: Desa Geneng, Blora – Jawa Tengah
3. Juara 3: Desa Putat, Gunung Kidul – DIY

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Diikuti Sejumlah Menteri dan Elemen Masyarakat, Mendes Yandri Pimpin Deklarasi Boyolali pada HDN 2026

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memimpin “Deklarasi Boyolali” pada puncak Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2026, di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026)

Mendes Yandri berharap deklarasi tersebut jadi fondasi kuat dalam menyukseskan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto dalam menyukseskan dan memajukan desa di seluruh Indonesia.

Ada pun poin Deklarasi Boyolali itu adalah:

1. Melaksanakan program prioritas presiden, dalam mewujudkan Asta Cita ke-6, membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan.

2. Berkolaborasi dalam mewujudkan swasembada pangan, swasembada energi, makan bergizi gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa, pemberdayaan masyarakat, dan program prioritas Presiden lainnya, dalam rangka bangun desa, banhun Indonesia.

3. Menempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama pembangunan desa dalam mewujudkan desa terdepan, menuju Indonesia Emas 2045.

Mendes Yandri menegaskan, desa miliki peran sentral dan strategis dalam menyangga ketahanan ekonomi nasional.

Terbukti, sejauh ini desa telah berhasil menjadi sumber penyedia bahan pangan, tenaga kerja, dan bahan baku industri lokal, demi menopang kebutuhan warga kota dan pembangunan berskala nasional.

“Pesan Bapak Presiden Prabowo, kita ini bukan Superman, tapi kita adalah Super Team. Maka saya mengajak di Hari Desa Nasional ini, ayo kita tumbuhkan dan bangkitkan energi positif kita, Bapak-Ibu,” jelas Mendes Yandri.

Lebih lanjut, Mendes Yandri berharap, seluruh elemen masyarakat desa dapat bergotong-royong dalam menyukseskan program dan potensi-potensi desa yang positif, demi terbentuknya iklim ekonomi berkelanjutan.

Sebab dengan gotong-royong, pekerjaan berat menjadi ringan, memperkuat persatuan tanpa membedakan suku/agama, dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif, serta memastikan pembangunan desa menjadi milik bersama.

“Hilangkan praduga-praduga yang tidak bermutu dan tidak perlu. Mari kita gaungkan rasa kekompakan, persatuan, dan kemauan kita untuk maju. Ini negeri kita yang sangat subur dan makmur. Namun, jika kita tidak bersatu, tidak kompak, dan tidak guyub, kita harus hati-hati,” papar Menteri asal Bengkulu Selatan ini.

Mendes Yandri juga menyatakan, program yang dirancang bersama oleh berbagai pemangku kepentingan dan lintas sektor cenderung lebih relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan memiliki dukungan yang lebih luas.

Pembangunan desa lintas sektor ini akan mengubah pendekatan yang terfragmentasi menjadi strategi yang terkoordinasi dan kuat. Dan ini merupakan kunci untuk menciptakan desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.

“Baru Bapak Presiden Prabowo yang menempatkan desa menjadi subjek atau pelaku utama. Membangun negeri ini yang begitu luas dengan penduduk yang banyak tidak mungkin dikerjakan oleh satu kementerian, satu lembaga, atau satu sektor saja,” pungkasnya.

Sebagai informasi; hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Desa dan PDT Ariza Patria, Wakil Mendagri Ahmad Wiyagus, Wamen PPPA Veronica Tan, Wamen LH Diaz Hendropriyono dan UKP Kepemudaan dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Pimpinan Lembaga Negara lainnya seperti Ketua DPD Sultan Bakhtiar Najamuddin, Kepala BNPT Eddy Hartono, Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto, JAM Intelejen Reda Manthovani dan Kepala BNN Suyudi Ario Seto.

Hadir juga para Gubernur, diantaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi dam Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Dari jajaran Kemendes, hadir Sekjen Taufik Madjid, Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemendes PDT.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hari Desa, Mendes Yandri Gaungkan Kolaborasi Membangun Indonesia

Perayaan puncak Hari Desa Nasional di Kabupaten Boyolali pada Kamis 15 Januari 2026, terlihat sangat meriah dengan kehadiran Kepala Desa se-Indonesia dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selain para Kepala Desa, acara ini juga dihadiri langsung Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas hingga Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Memberikan sambutan di hadapan ribuan Kepala Desa, Mendes PDT, Yandri Susanto menggaungkan kolaborasi bersama untuk membangun Indonesia dari Desa, dengan mensukseskan program-program Presiden Prabowo.

“Pesan Presiden Prabowo kita ini bukan Superman, tapi kita adalah supertim. Maka saya mengajak di Hari Desa Nasional, ayo kita tumbuhkan kita bangkitkan energi positif kita. Hilangkan praduga-praduga yang tidak bermutu dan tidak perlu kita kembangkan di tengah-tengah rakyat kita,” kata Mendes PDT Yandri Susanto.

Yandri Susanto juga menjelaskan bagaimana Presiden Prabowo Subianto menjadikan desa sebagai subjek untuk membangun negeri. Dengan asta citanya, Presiden ingin membangun dari desa untuk pertumbuhan ekonomi hingga pemberantasan kemiskinan.

Dengan gelora kebersamaan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menjelaskan bahwa perwujudkan pertumbuhan ekonomi tidak akan terlaksana tanpa adanya kolaborasi bersama. Yandri Susanto berharap bahwa Kepala Desa bisa menyebarkan energi positif kepada masyarakat.

“Jumlah desa ada 75.266. Ini tidak mungkin dikerjakan dengan satu Kementerian, oleh satu lembaga atau satu sektor saja. Mari kita gaungkan rasa kekompakan kita, rasa persatuan kita, rasa kemauan kita untuk maju. Ini negeri kita, negeri yang sangat subur, yang sangat makmur, luar biasa. Mari jadikan momentum Hari Desa Nasional di Boyolali ini, untuk sama-sama menyatukan energi,” katanya menambahkan.

Ditekankan kepada Kepala Desa juga bahwa Presiden Prabowo Subianto selalu berfokus pada kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh rakyat Indonesia.

Dengan tema Hari Desa Nasional 2026 yakni bangun desa, bangun Indonesia, desa terdepan untuk Indonesia, memiliki arti bilamana membangun desa, sejatinya adalah membangun Indonesia. Bilamana tidak membangun desa, Sejatinya tidak membangun Indonesia.

Mendes Yandri Buka Puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026

Puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 sudah siap digelar di Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) hari ini, Kamis, 15 Januari 2026. Hari Desa Nasional akan dibuka oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama dengan timnya.

Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dari Kementerian Desa dan Pembangunan Tinggal Dr. H. Tabrani memaparkan Hari Desa Nasional melibatkan unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari 38 provinsi.

“Kami melibatkan begitu banyak UMKM bukan hanya dari 38 provinsi tapi juga dari Jateng dan khususnya Boyolali karena memang ini bertempat di Boyolali,” kata dia dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis, 15 Januari 2026.

Hari Desa Nasional melibatkan 7.500 desa dalam Liga Desa yang diharapkan memperat persatuan antar desa.

“Tahun ini dimulai Liga Desa lokal dulu yang ada di Jawa Tengah melibatkan 7.500 desa lebih dan kemarin sudah dilaksanakan final. Dengan Liga Desa ini menjadi perekat persatuan antar desa dalam rangka membangun desa yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan Hari Desa Nasional mengundang lebih dari 32 ribu pejabat desa.

“Puncak Perayaan Hari Desa Nasional yang kami mengundang lebih dari 32 ribu pejabat desa terdiri dari kepala desa, perangkat desa, badan perwakilan desa, para mantan kepala desa, dan unsur-unsur lain yang ada di desa, sampai kepada pejabatnya yang menangani desa. Alhamdulillah sudah cukup banyak yang kumpul,” ucapnya.

Perwujudan Hari Desa Nasional 2026 diharapkan dapat mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo.

“Kita akan bersama-sama mewujudkan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi dan pemeratan ekonomi dalam memberantas kemiskinan. Mudah-mudahan dengan semangat Hari Desa tahun 2026 bersama desa kita wujudkan Asta Cita,” katanya.

Hari Desa Nasional 2026, Mendes Tegaskan Desa Fondasi Indonesia Maju

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, desa ditempatkan sebagai aktor utama dalam pembangunan nasional.

“Baru Bapak Presiden Prabowo yang menempatkan desa menjadi subjek, atau menjadi pelaku utama pembangunan negeri ini,” kata Mendes Yandri saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang diikuti secara daring dari Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia menjelaskan, perubahan paradigma tersebut menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan, mengingat sebagian besar potensi sumber daya nasional berada di wilayah perdesaan.

Mendes Yandri menyebutkan, saat ini Indonesia memiliki 75.266 desa. Jumlah yang besar itu menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak mungkin dilakukan secara optimal apabila hanya mengandalkan satu kementerian, lembaga, atau sektor tertentu.

Oleh sebab itu, pembangunan desa harus dijalankan secara kolaboratif lintas sektor sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden, kata Mendes, menekankan pentingnya kerja bersama agar desa mampu tampil sebagai penggerak utama perekonomian nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Mendes Yandri juga mengungkapkan pemerintah terus memperkuat peran desa melalui berbagai program strategis, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan desa tematik berbasis komoditas unggulan, desa ekspor, dan desa wisata.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada kekompakan dan persatuan seluruh elemen bangsa dalam mengelola potensi desa secara berkelanjutan.

“Hari Desa Nasional ini kita jadikan momentum untuk memperkuat persatuan dan memastikan desa benar-benar menjadi fondasi Indonesia maju,” kata Mendes PDT Yandri Susanto.

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 sendiri digelar secara langsung di Boyolali, Jawa Tengah, dengan mengusung tema “Bangun Desa Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”.

Hari Desa Nasional 2026, Mendes: Bangun Desa Jadi Kekuatan Bangsa

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang dipusatkan di Desa Butuh Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/26), menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam membangun desa sebagai fondasi utama pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional.

Kegiatan yang mengangkat tema Bangun Desa Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia, ini dihadiri kementerian/lembaga hingga perwakilan pemerintah daerah dan pemerintah desa se Indonesia.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menyampaikan bahwa kehadiran banyak pihak dalam momen Hari Desa Nasional itu merupakan bentuk komitmen untuk memastikan jika kolaborasi, kebersamaan dan kekompakan adalah modal untuk memajukan RI.

Sehingga katanya, dengan peringatan Hari Desa Nasional akan menjadi semangat baru, energi baru dan kekuatan baru untuk membangun desa.

“Selamat Hari Desa kepada warga desa di manapun berada. Selamat kepada perangkat desa, BPD, mantan kepala desa dan seluruh yang berhimpun di desa, ibu posyandu, ibu PKK, inilah hari kita semua,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yandri Susanto mengajak para perangkat desa untuk menyukseskan Asta Cita ke enam Presiden Prabowo yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi dan sekaligus pemberantasan kemiskinan.

Kata Mendes Yandri, Presiden Prabowo menempatkan desa menjadi subjek atau menjadi pelaku utama membangun negeri ini, sehingga diperlukan super tim untuk membangun desa.

“Maka saya mengajak di Hari Desa Nasional ayo kita tumbuhkan, ayo kita bangkitkan energi positif kita, hilangkan praduga yang tidak bermutu, mari kita gaungkan rasa kekompakan kita, rasa persatuan, dan rasa kemauan kita untuk maju,” ujarnya.

Dalam momen peringatan Hari Desa Nasional tersebut Yandri Susanto juga mengajak semua kementeria/lembaga, Pemda, dan semua pihak untuk kompak membangun desa.

Ia berharap program yang menyasar sampai ke desa, seperti program MBG, Kopdes, Sekolah Rakyat, desa tematik dan lainnya dapat berjalan dengan sukses dengan kekompakan banyak pihak.

“Lautan kita sudah luas, dada kita yang belum luas, tanah kita yang sudah subur, persatuan kita yang belum subur, mari kita lakukan itu semua untuk negeri yang kita cintai,” tutupnya.