Beranda blog Halaman 564

Libur Tahun Baru, Presiden Prabowo Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada libur tahun baru Kamis (01/01/2025). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dalam keterangannya kepada awak media, mengatakan bahwa kunjungan ke Aceh Tamiang merupakan lanjutan dari agenda kerja Presiden kemarin (31/12/2025) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara untuk meninjau, sekaligus menghabiskan malam pergantian tahun bersama masyarakat.

“Hari ini di hari pertama tahun 2026 beliau berkunjung ke Tamiang dan tadi menggelar rapat koordinasi dengan beberapa menteri terkait. Sekali lagi untuk memastikan proses rehabilitasi, proses rekonstruksi berjalan dengan secepat-cepatnya,” ucapnya.

Dalam kunjungan ke Aceh Tamiang, Presiden turut meninjau pembangunan rumah hunian Danantara. Menurut Mensesneg, saat ini ratusan unit hunian telah dibangun sebagai bagian dari rencana pembangunan 15 ribu unit hunian di tiga provinsi terdampak bencana.

“Termasuk hari ini beliau melihat salah satu bantuan atau sumbangan dari Danantara kurang lebih 600 unit hunian sudah berhasil dibangun dari yang direncanakan 15 ribu unit untuk di tiga provinsi. Tapi itu hanya yang berasal dari Danantara,” kata Menteri Pras.

Sementara itu, usai peninjauan rumah hunian, Presiden mengadakan rapat koordinasi guna mendengarkan laporan dan masukan dari gubernur dan bupati terkait kebutuhan mendesak lainnya.

“Misalnya kebutuhan air bersih, kemudian juga beberapa fasilitas umum. Ada sekolah, tadi dilaporkan beberapa puskesmas yang belum bisa beroperasi secara ideal dan Bapak Presiden minta itu untuk segera dilakukan upaya percepatan,” ujar Mensesneg.

“Termasuk normalisasi-normalisasi sungai karena kejadian kemarin menyebabkan sungai kita ada yang melebar, kemudian tumpukan kayu, juga di situ terdapat endapan lumpur,” lanjutnya.

Menutup keterangannya, Mensesneg menyampaikan apresiasi Presiden kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. Tidak hanya itu, Mensesneg turut mengajak masyarakat untuk menyambut tahun baru 2026 dengan penuh optimisme.

“Sekali lagi beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, relawan, masyarakat semuanya. Semoga di tahun baru ini kita bisa hadapi semua masalah ini, semua cobaan ini supaya kita kembali dapat menjalankan kehidupan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Hadir di Tengah Warga Terdampak Bencana, Pastikan Pemulihan Berjalan Cepat

Presiden Prabowo Subianto melakukan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah daerah terdampak bencana dalam dua hari terakhir sebagai bagian dari upaya memastikan pemulihan pascabencana berjalan cepat dan terkoordinasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Pangkalan TNI AU Soewondo, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara, pada Kamis, 1 Januari 2026.

Menteri Pras menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara langsung hadir di tengah masyarakat terdampak untuk menjenguk sekaligus membersamai para korban bencana. Pada Rabu (31/12/2025), Presiden Prabowo mengunjungi Kabupaten Tapanuli Selatan dan menghabiskan malam pergantian tahun bersama para pengungsi.

“Kemarin beliau hadir di Tapanuli Selatan sekaligus malamnya menghabiskan waktu pergantian tahun bersama dengan para pengungsi,” ujar Menteri Pras.

Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan pada Kamis (1/1/2026) ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang termasuk wilayah dengan dampak bencana cukup besar. Di lokasi tersebut, Presiden Prabowo meninjau langsung pembangunan hunian yang dibangun oleh Danantara sebagai bagian dari percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak.

“Hari ini beliau berkesempatan kembali hadir di Aceh Tamiang, salah satu daerah atau kabupaten yang paling terdampak dari bencana yang kemarin untuk melihat, menyaksikan bangunan huntara yang sudah dibangun oleh Danantara sebanyak 600 (unit) dari kurang lebih 15 ribu (unit) yang rencananya akan dibangun oleh Danantara,” jelas Menteri Pras.

Selain melakukan peninjauan lapangan, Presiden Prabowo juga memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah menteri dan pejabat terkait. Menurut Menteri Pras, dalam rapat tersebut Presiden Prabowo menegaskan pentingnya percepatan pemulihan serta penanganan berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan.

“Intinya adalah beliau ingin sekali lagi memastikan proses pemulihan dapat dijalankan dengan secepat-cepatnya. Dan bilamana ada masalah, tentu kita mencari jalan keluar,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Menteri Pras tidak lupa menyampaikan ucapan selamat tahun baru kepada seluruh rakyat Indonesia. Ucapan tersebut mewakili Presiden Prabowo dan juga pemerintah Indonesia.

“Selamat tahun baru mewakili pemerintah dan mewakili Bapak Presiden kepada seluruh rakyat Indonesia. Semoga di tahun baru yang akan datang kita semua mendapatkan kesuksesan, mendapatkan keberkahan, dan segala sesuatunya lebih baik terutama daerah terdampak supaya segera pulih kembali kehidupan masyarakat kita,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Apresiasi Pemulihan Pascabencana dan Tegaskan Komitmen Lindungi Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas kemajuan penanganan bencana di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam sambutannya di hadapan para warga terdampak, Presiden menyampaikan bahwa tidak ada desa yang terisolasi di wilayah Tapanuli Selatan.

“Juga di seluruh Sumatera Utara sebagian besar sudah mengalami perbaikan. Tadi gubernur melaporkan mungkin dari awalnya sekian puluh desa sekarang mungkin tinggal lima desa yang masih terputus,” ujarnya, Rabu (31/12/2025) di lokasi pengungsian Desa Batu Hula, Tapanuli Selatan.

Sementara siang hari tadi, Presiden telah meninjau pembangunan infrastruktur darurat termasuk jembatan yang berhasil diselesaikan dalam waktu singkat. Presiden pun menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak baik dari TNI, Polri, kementerian/lembaga, dan masyarakat.

“Saya tadi periksa jembatan yang baru dibangun, juga dibangun dalam waktu yang cukup singkat. Biasanya jembatan seperti itu butuh waktu tiga minggu sampai satu bulan, ini berhasil dilaksanakan berapa hari? Sepuluh hari bisa dilaksanakan. Terima kasih, ini adalah hasil kerja keras semua lembaga, TNI, Polri, Masyarakat, PU, BNPB, hampir semua lembaga K/L hadir di sini yang saya lihat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban bencana. Kepala Negara kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk segera membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak atau hilang.

“Kita sudah bertekad untuk segera membangun rumah-rumah, untuk mengganti rumah-rumah saudara yang hilang, yang rusak kita bantu. Ya saya melihat, saya cukup optimis kecepatan kita memulihkan keadaan cukup baik,” ujar Presiden.

“Kita hadapi masa depan, kita hadapi tahun yang akan datang dengan penuh semangat dan optimisme. Kita makin kuat, negara kita akan makin kuat,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Presiden turut menegaskan pemerintah tidak akan ragu bertindak tegas terhadap pihak yang melanggar hukum.

“Yang tidak patuh kepada hukum dan undang-undang akan kita cabut izinnya semuanya. Kita di tahun depan ini tidak akan ragu-ragu bertindak melindungi kepentingan bangsa, kepentingan negara dan terutama kepentingan rakyat kita,” tegasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo: Kehadiran Pemerintah Bentuk Upaya Percepat Penanganan Bencana

Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Koordinasi yang digelar usai peninjauan Rumah Hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (01/01/2026). Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat di daerah terdampak bencana merupakan bagian dari upaya negara untuk mempercepat penanganan dan pengambilan keputusan di lapangan.

“Saya juga terima kasih, sebagian besar, kalau tidak hampir semua pejabat-pejabat dari semua K/L berinisiatif, semuanya turun. Dan kita berbagi daerah, berbagi titik untuk saling mengecek, memeriksa, mencari masalah. Kita datang sekali lagi bukan untuk kita ingin katakanlah sekadar untuk melihat, tapi kita datang, melihat untuk mengetahui masalah,” ucapnya.

Seperti Aceh Tamiang, Presiden menyebut daerah ini menjadi salah satu wilayah dengan dampak bencana yang cukup besar. Sebelumnya, Presiden juga telah mengunjungi Kabupaten Tapanuli Selatan di Sumatera Utara untuk meninjau langsung penanganan bencana di wilayah terdampak bencana.

“Saya minta maaf saya belum bisa ke semua titik. Tapi saya pilih, atau disarankan hadir di tempat-tempat yang sedang ada kegiatan penting, walaupun semua daerah pasti mengalami kesulitan yang sangat besar,” katanya.

“Tetapi saya sudah sampaikan ke gubernur dan Mendagri, nanti insyaallah saya coba tetap daerah-daerah yang dampaknya besar akan saya datangi,” lanjutnya.

Presiden pun kembali menegaskan bahwa kunjungan lapangan dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan di daerah. Menurutnya, seluruh unsur saling bersinergi untuk mengecek dan memeriksa kondisi di lapangan sehingga keputusan yang diambil pemerintah dapat tepat sasaran.

“Kita datang sekali lagi bukan untuk kita ingin katakanlah sekadar untuk melihat, tapi kita datang, melihat untuk mengetahui masalah,” tegasnya. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintah Tangani Bencana Secara Serius dan Terbuka terhadap Bantuan Publik

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah menangani dampak bencana di tiga provinsi secara serius, menyeluruh, dan terukur, meskipun tidak menetapkannya sebagai bencana nasional. Kepala Negara menjelaskan bahwa keputusan tidak menetapkan status bencana nasional didasarkan pada pertimbangan kemampuan negara dalam menangani dampak bencana, tanpa mengurangi keseriusan pemerintah dalam memberikan bantuan.

“Kita sebagai bangsa, sebagai negara mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional. Tetapi tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius,” ujar Presiden saat memimpin rapat bersama sejumlah menteri dan pejabat terkait usai meninjau rumah hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (01/01/2026).

Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran yang cukup besar serta mengerahkan seluruh unsur kabinet untuk bekerja langsung di lapangan. Ia menyebutkan bahwa penanganan dilakukan secara paralel di berbagai wilayah terdampak.

“Nyatanya dari seluruh kabinet hari ini ada berapa menteri di sini ya kan, dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang, ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain coba, dan juga kita masih hadapi beberapa lagi kabupaten di beberapa provinsi lain yang juga ada masalah,” ungkap Presiden.

Selain upaya pemerintah, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pemerintah terbuka terhadap bantuan dari masyarakat, komunitas, maupun diaspora. Sepanjang disalurkan melalui mekanisme yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Presiden menjelaskan bahwa pihak-pihak yang ingin memberikan bantuan dipersilakan menyampaikannya secara resmi agar dapat disalurkan secara tepat sasaran oleh pemerintah.

“Saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silakan, monggo. Bikin surat, saya ingin menyumbang ini nanti kita laporkan ke pemerintah pusat,” ucap Presiden.

Presiden juga membuka ruang bagi diaspora dan komunitas daerah untuk berpartisipasi dalam membantu pemulihan pascabencana. Namun demikian, Presiden mengingatkan bahwa seluruh bantuan harus diberikan secara ikhlas dan mengikuti prosedur yang berlaku.

“Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas dan harus ikhlas,” ujarnya.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya percepatan pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak. Presiden menegaskan bahwa seluruh langkah pemerintah diarahkan untuk meringankan penderitaan rakyat dan memastikan kehidupan masyarakat dapat kembali pulih.

“Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan sama Puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” pungkas Presiden.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Target 15.000 Hunian dalam Tiga Bulan, Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Rumah di Aceh Tamiang

Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi pembangunan rumah hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Kamis, 1 Januari 2026. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan hunian yang layak bagi masyarakat terdampak bencana sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Setibanya di lokasi peninjauan, Presiden Prabowo langsung meninjau unit rumah dengan luasan 4,5×4,5 meter yang dilengkapi dengan fasilitas dasar penunjang kenyamanan penghuni. Fasilitas tersebut meliputi tempat tidur, kipas angin, lemari, akses jaringan internet, serta sambungan listrik untuk mendukung kebutuhan sehari-hari warga.

Rumah hunian Danantara dirancang sebagai tempat tinggal sementara yang aman bagi para warga terdampak selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung. Penyediaan hunian yang layak menjadi salah satu prioritas pemerintah agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Pembangunan rumah hunian Danantara di Aceh Tamiang telah dimulai sejak 24 Desember 2025 lalu. Pada tahap awal, pembangunan hunian mencapai 600 unit rumah yang berlokasi di Kampung Simpang 4, Kecamatan Karang Baru.

Sementara secara keseluruhan, pemerintah melalui Danantara menargetkan pembangunan hingga 15.000 unit rumah hunian dalam tiga bulan di wilayah terdampak bencana yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Program rumah hunian ini pun diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan terdampak.

Tidak hanya fasiltas dasar tersebut, kawasan rumah hunian Danantara juga dilengkapi dengan ruang komunal yang dapat digunakan bersama oleh para penghuni. Fasilitas komunal tersebut mencakup dapur bersama, toilet, taman bermain anak, serta musala sebagai sarana ibadah dan interaksi sosial masyarakat.

Pembangunan rumah hunian Danantara tahap pertama ini merupakan hasil kolaborasi tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sinergi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dan BUMN dalam menghadirkan solusi cepat dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tinjau Rumah Hunian Danantara, Presiden Prabowo Apresiasi Kolaborasi K/L dan Daerah

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur kementerian dan lembaga (K/L), pemerintah daerah, serta para petugas di lapangan atas kerja cepat dan kolaboratif dalam penanganan pascabencana di Sumatra. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam arahannya pada rapat terbatas di lokasi pembangunan rumah hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (01/01/2026).

Kepala Negara menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para petugas lapangan, prajurit, dan seluruh pihak yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi.

“Petugas-petugas kita di lapangan, prajurit-prajurit kita di mana-mana saya sampaikan apresiasi. Semua K/L harus tolong dinilai anak buahnya yang berbuat baik, kalau segera dicatat untuk kita nanti memberi penghormatan,” imbuh Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah meringankan penderitaan rakyat. Untuk itu, pemerintah memandang dengan sangat serius pemulihan pascabencana dan telah menyiapkan anggaran yang cukup besar guna mendukung upaya penanganan secara menyeluruh.

“Jadi saudara-saudara, kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu, ya kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini,” ungkap Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menilai pembangunan hunian yang dilaksanakan dalam waktu sangat singkat oleh Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) sebagai sebuah prestasi yang patut dihargai. Meski demikian, Presiden juga memberikan sejumlah masukan perbaikan, khususnya terkait kenyamanan hunian, seperti pengelolaan panas atap seng dengan solusi sederhana dan terjangkau melalui pemanfaatan bahan-bahan lokal.

“Solusinya mungkin dari bahan-bahan lokal, anyaman, dari ijuk, dari apa dilapisi di bawahnya seng, tidak perlu bahan mahal atau hal-hal yang sangat sederhana. Mungkin ya cukup dengan bahan tekstil ditutup di bawahnya seng itu. Jadi hal-hal semacam itu nanti kreativitas daripada orang-orang lapangan,” imbuh Presiden.

Kepala Negara juga meminta Danantara untuk memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah, baik gubernur maupun bupati, agar pelaksanaan pembangunan tidak tumpang tindih dan seluruh sumber daya dapat dimanfaatkan secara efektif.

“Yang penting nanti koordinasi yang ketat ya. Tanya Pemda, tanya gubernur, gubernur menilai di mana yang lebih penting, tanya Bupati bagaimana BNPB supaya resource kita benar-benar bermanfaat, tidak tumpang tindih, tidak mubazir semuanya harus diarahkan, segera untuk membantu rakyat kita,” tegas Presiden Prabowo.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Malam Tahun Baru di Lokasi Bencana, Presiden Prabowo Ajak Warga Berdoa Bersama

Presiden Prabowo Subianto menghabiskan malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan berdoa bersama warga di lokasi terdampak bencana. Di tengah suasana sederhana dan penuh kehangatan, Presiden Prabowo hadir langsung bersama masyarakat, memanjatkan doa, serta menguatkan harapan akan pemulihan dan masa depan yang lebih baik.

Tanpa perayaan meriah, malam tahun baru diisi dengan refleksi dan kebersamaan. Presiden Prabowo berbaur bersama warga, menyapa anak-anak, dan berdialog dengan keluarga terdampak, menciptakan suasana hangat yang menegaskan kehadiran negara di tengah rakyatnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengajak masyarakat berdoa.

“Kita tentunya berdoa terus bahwa yang Maha Kuasa akan memberi yang terbaik untuk kita. Kita menghadapi kesulitan, kita menghadapi musibah, kita menghadapi tantangan. Tapi kita harus terus semangat, ikhlas, kita harus terus kuat, tegar jiwa kita,” ujar Presiden.

Kepala Negara juga menyampaikan ucapan Tahun Baru yang sarat makna dan doa.

“Selamat Tahun Baru, Tahun 2026, semoga Yang Mahakuasa selalu memberi yang terbaik kepada kita semua,” ucap Presiden.

Doa bersama pada malam pergantian tahun itu menjadi simbol solidaritas dan gotong royong. Di tengah keterbatasan akibat bencana, kehadiran Presiden Prabowo memberi ketenangan dan keyakinan bahwa pemerintah terus mendampingi rakyat, tidak hanya dalam pemulihan fisik, tetapi juga dalam penguatan batin dan semangat kebersamaan menyongsong tahun 2026.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo: Pemerintah Tidak Akan Tinggalkan Rakyat di Tengah Musibah

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan rakyat yang sedang menghadapi musibah. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada malam pergantian Tahun Baru bersama masyarakat Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025).

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas kesehatan dan kekuatan yang masih diberikan di tengah berbagai tantangan. Kepala Negara pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tegar, ikhlas, dan menjaga semangat kebersamaan.

“Kita menghadapi kesulitan, kita menghadapi musibah, kita menghadapi tantangan. Tapi kita harus terus semangat, ikhlas, kita harus terus kuat, tegar jiwa kita, dan yang paling penting tadi kita harus gotong royong, kita harus bersama-sama menghadapi kesulitan, dan percayalah bahwa pemerintahmu, bahwa pemimpin-pemimpinmu, bahwa presidenmu tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara sekalian. Kita akan bersama,” ucap Presiden.

Kepada para warga, Presiden menyampaikan kehadirannya di Tapanuli Selatan pada pergantian tahun ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk selalu bersama rakyat khususnya mereka yang terdampak bencana.

“Kita, saya tugaskan untuk menteri-menteri semua berpencar, mengecek, melihat, memeriksa semua perkembangan di semua daerah yang terdampak,” katanya.

Menurut Presiden, Indonesia merupakan negara besar dan makmur. Namun demikian, Kepala Negara meminta seluruh warga untuk tetap waspada terhadap tantangan alam.

“Alam harus kita hormati, alam harus kita jaga, alam harus kita rawat, tidak boleh kita rusak alam, tapi kita waspada karena memang alam itu sering memberi tantangan dan cobaan bagi kita semua,” lanjut Presiden.

Sambutan Presiden Prabowo pada malam Tahun Baru tersebut menjadi penguat semangat bagi warga Desa Batu Hula. Di tengah suasana pemulihan pascabencana, pesan kehadiran negara dan semangat gotong royong menjadi harapan baru menyongsong tahun 2026.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tahun Baru Tanpa Sekat, Presiden Prabowo Bersama Warga Terdampak di Tapanuli Selatan

Malam pergantian tahun di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Di tengah keterbatasan pascabencana, Presiden Prabowo memilih menghabiskan malam Tahun Baru 2026 bersama warga terdampak, Rabu (31/12/2025) malam.

Di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan, kehadiran Presiden mengubah suasana menjadi lebih ceria. Tepuk tangan, senyum lebar, dan tawa anak-anak menyambut Kepala Negara yang datang tanpa jarak, tanpa protokoler yang kaku, dan langsung berbaur dengan masyarakat.

Tanpa sekat dan tanpa formalitas, Presiden Prabowo tampak bersalaman, menyapa satu per satu warga, serta duduk bersama mereka menantikan detik-detik pergantian tahun. Momen sederhana tersebut menjadi penguat batin bagi warga yang masih menjalani masa pemulihan.

Di tengah suasana darurat, kebersamaan itu menghadirkan kebahagiaan yang tulus. Tidak ada pesta kembang api atau perayaan meriah, namun kehadiran Presiden memberi rasa aman dan keyakinan bahwa negara hadir dan berdiri bersama rakyatnya.

Menjelang pergantian tahun, Presiden Prabowo bersama warga menyanyikan lagu-lagu nasional di antaranya “Tanah Air” dan “Rayuan Pulau Kelapa”. Lagu-lagu tersebut menggema pelan, menyatukan harapan di tengah suasana malam yang khidmat.

Kepada warga, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru dengan penuh optimisme menyongsong tahun 2026.

“Selamat Tahun Baru, Tahun 2026, semoga Yang Mahakuasa selalu memberi yang terbaik kepada kita semua,” ucap Presiden.

Malam Tahun Baru di Tapanuli Selatan pun terasa berbeda. Di antara tawa anak-anak dan senyum para warga terdampak, kehadiran Presiden Prabowo menjadi pengingat kuat bahwa negara tidak berjarak, tidak meninggalkan rakyatnya, dan selalu hadir mendampingi dalam setiap cobaan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News