Beranda blog Halaman 574

Bambang Soesatyo: Apresiasi Terobosan Mentan Amran Tahun 2025

Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo (Bamsoet), memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai terobosan yang dilakukan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sepanjang tahun 2025. Di tengah situasi bangsa yang sedang menghadapi tantangan multidimensional, mulai dari bencana ekologis di Sumatera hingga pelemahan daya beli masyarakat, inisiatif Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai menjadi oase sekaligus solusi nyata bagi penguatan ekonomi nasional.

Bamsoet menyoroti langkah berani Mentan Amran dalam menyusun strategi transformasi dan investasi sektor pertanian yang berdampak langsung pada akar rumput. Salah satu yang paling menonjol adalah konsistensi dalam hilirisasi produk pertanian.

“Inisiatif Kementerian Pertanian dalam mengkreasi kebijakan yang solutif sangat layak dicermati dan dijadikan contoh. Hilirisasi produk pertanian yang diusung Menteri Amran bukan sekadar wacana, melainkan langkah strategis yang terbukti mampu menciptakan hingga delapan juta lapangan kerja baru. Ini adalah jawaban konkret di tengah ancaman pengangguran,” ujar Bamsoet saat merefleksikan catatan akhir tahun 2025.

Menyongsong pergantian tahun dari 2025 memasuki tahun 2026, Bamsoet mencatat bahwa Indonesia masih berselimutkan dukacita mendalam akibat bencana di Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar) yang berdampak pada 3,3 juta jiwa. Di sisi lain, kinerja perekonomian nasional sedang dalam tekanan, ditandai dengan angka pengangguran yang mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025 menurut data BPS.

Sektor UMKM dan manufaktur pun mengalami tekanan hebat akibat gempuran produk impor ilegal. Karena itulah, menurut Bamsoet, diperlukan sinergi kuat antara kementerian teknis untuk menciptakan lapangan kerja dan melindungi pasar domestik.

“Inisiatif Menteri Pertanian dalam mendorong produktivitas dalam memerangi penyelundupan adalah kombinasi solutif untuk mereduksi kompleksitas persoalan sekarang. Kita berharap di tahun 2026, para pembantu Presiden semakin kreatif menggagas inisiatif baru,” lanjutnya.

Sebagai informasi, strategi hilirisasi dan investasi pertanian yang tengah digarap Mentan Amran senilai Rp 371 triliun yang difokuskan pada 14 komoditas strategis.

Komoditas tersebut mencakup sektor perkebunan dan pangan unggulan seperti kelapa sawit, kelapa (untuk VCO dan santan), tebu, kakao, kopi, lada, pala, jambu mete, hingga gambir. Inisiatif ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan nilai tambah hingga ratusan kali lipat, tetapi juga mampu menyerap sekitar 8,6 juta tenaga kerja.

Mentan Amran dalam berbagai kesempatan di Desember 2025 mengatakan hilirisasi pertanian sebagai upaya meningkatkan kesejateraan petani lokal.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan kekayaan alam kita keluar dalam bentuk mentah. Hilirisasi pertanian adalah kunci kemandirian. Dengan membangun pabrik-pabrik pengolahan di dekat sentra produksi petani, kita menciptakan nilai tambah berkali-kali lipat dan memastikan ekonomi kita tumbuh dari bawah,” tegas Mentan Amran.

Mentan Amran menyebut langkah hilirisasi ini berakar kuat pada visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmennya terhadap Pasal 33 UUD 1945 sebagai fondasi ekonomi nasional.

“Falsafah ekonomi kita harus kembali ke Pasal 33 UUD 1945. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Kita harus berani mengelola kekayaan kita sendiri, melakukan hilirisasi, agar nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia, bukan dibawa lari ke luar negeri,” tegas Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Ahmad Luthfi Tetapkan UMP Jawa Tengah 2026 Rp2.327.386,07

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP), Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2026. Penetapan tersebut diumumkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di kantornya, Semarang, Rabu (24/12/2025).

UMP dan UMSP Jawa Tengah 2026, ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/504. Sedangkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505. UMP Jawa Tengah 2026 ditetapkan sebesar Rp2.327.386,07, atau naik Rp158.037,07 (7,28 persen) dari UMP 2025 yang sebesar Rp2.169.349,00.

Menurut gubernur, Penetapan UMP dihitung sesuai formula pengupahan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, dengan mempertimbangkan inflasi provinsi sebesar 2,65 persen, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,15 persen, serta nilai alfa 0,90.

“Nilai alfa 0,90 ini tidak ditentukan secara sembarangan, tetapi melalui perhitungan dan parameter yang jelas,” tegas Luthfi

Selain UMP, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menetapkan UMSP Tahun 2026 pada 11 sektor industri. Beberapa di antaranya industri tepung terigu, industri gula pasir, industri alas kaki, industri kosmetik, hingga industri produk farmasi untuk manusia. Besaran UMSP ditetapkan lebih tinggi dari UMP, sesuai karakteristik dan kemampuan sektor terkait.

Untuk UMK 2026, imbuhnya, dihitung berdasarkan inflasi provinsi, pertumbuhan ekonomi masing-masing kabupaten/ kota, serta nilai alfa. Nilai alfa untuk penentuan UMK ini bervariasi, sesuai dengan kabupaten/ kota masing-masing. UMK tertinggi adalah Kota Semarang sebesar Rp3.701.709, atau naik 7,15 persen dari tahun sebelumnya.

Di samping UMK, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menetapkan UMSK 2026 pada 33 sektor di lima kabupaten/ kota, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Cilacap, dan Tegal.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, kebijakan pengupahan, khususnya penetapan upah minimum, merupakan bagian dari program strategis nasional. Maka, dalam penetapannya, pemerintah daerah wajib berpedoman pada kebijakan pengupahan dari pemerintah pusat. Tujuannya, memberikan perlindungan bagi pekerja, dan memberi kepastian hukum bagi dunia usaha.

Pihaknya menegaskan, upah minimum hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun, agar pekerja baru memperoleh penghasilan yang layak, sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Bagi pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih, pengusaha wajib menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah. Kebijakan tersebut disusun dengan mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain masa kerja, kompetensi, jabatan, serta kinerja.

“Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2026. Kami berharap seluruh perusahaan dapat mematuhi dan melaksanakan ketentuan ini, sehingga perusahaan dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” kata Luthfi.

Dia menambahkan, penetapan upah minimum diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan buruh, sekaligus menjaga kondusivitas wilayah dan iklim investasi di Jawa Tengah.

“Harapan kita, kesejahteraan dan pendapatan buruh meningkat, wilayah tetap kondusif, dan investasi di Jawa Tengah semakin berkembang,” ujarnya.

Selain kebijakan pengupahan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan sejumlah kebijakan pendukung, antara lain penyusunan Peraturan Gubernur tentang Koperasi Buruh, penguatan akses transportasi pekerja, penyediaan daycare di lingkungan perusahaan, serta dukungan program perumahan buruh yang terjangkau.

“Kami juga menyiapkan kebijakan pendukung, mulai dari koperasi buruh, transportasi, daycare, sampai perumahan buruh, supaya kebutuhan hidup buruh bisa lebih terjangkau dan efisien,” tandas Luthfi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Diskominfo Tabalong Gelar Workshop Aplikasi Smartdesa untuk Perkuat Transformasi Digital Desa

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabalong menyelenggarakan Workshop Aplikasi Smartdesa pada Kamis (18/12/2025) bertempat di Gedung Informasi Pembangunan Kabupaten Tabalong. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pemanfaatan layanan digital, pengelolaan data desa, serta penguatan literasi teknologi informasi.

Workshop Smartdesa ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap implementasi Program Prioritas Smartdesa Kabupaten Tabalong, yang merupakan turunan dari program Satu Desa Satu Wi-Fi. Program tersebut bertujuan mendorong percepatan transformasi digital hingga ke tingkat desa secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Diskominfo Tabalong memfasilitasi pemerintah desa agar mampu mengelola layanan digital secara mandiri, efektif, dan berkelanjutan, termasuk dalam pengelolaan informasi desa berbasis aplikasi Smartdesa sebagai sistem informasi desa terpadu.

Workshop Smartdesa diikuti oleh perwakilan dari 41 desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabalong. Materi yang disampaikan meliputi konsep transformasi digital desa, pemanfaatan Portal Smartdesa, pengisian konten berita desa, pendataan produk UMKM desa, serta pengelolaan data aparatur desa.

Kepala Bidang Pengembangan Kota Cerdas Diskominfo Tabalong, Ruzadia Fitriani, menyampaikan bahwa tujuan utama pelaksanaan workshop ini adalah menyediakan platform Sistem Informasi Desa Smartdesa yang dapat digunakan secara langsung oleh pemerintah desa, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan layanan digital dan implementasi Smartdesa.

“Melalui Smartdesa, diharapkan dapat terwujud ekosistem data tunggal desa yang terintegrasi, menuju Smart Kecamatan dan pada akhirnya menjadi Smart Kabupaten. Aparatur desa diharapkan memahami konsep Smartdesa, mampu mengakses dan memanfaatkan Portal Smartdesa, serta mengelola dan mengisi konten aplikasi secara mandiri,” ujarnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 65 desa di Kabupaten Tabalong telah mendapatkan pelatihan Aplikasi Smartdesa. Pada pelaksanaan workshop kali ini, sebanyak 41 desa mengikuti kegiatan, sementara 15 desa lainnya dijadwalkan akan mengikuti pelatihan serupa pada akhir Desember 2025.

Diskominfo Tabalong berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola pemerintahan desa, guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan berbasis data.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kinerja BNNK Tanah Laut Meningkat Sepanjang 2025

Sepanjang tahun 2025, capaian kinerja BNNK Kabupaten Tanah Laut menunjukkan peningkatan sebesar 0,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mendukung optimalisasi program P4GN, BNNK Tanah Laut juga menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan 10 instansi sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor.

Dari sisi pelayanan publik, BNNK Kabupaten Tanah Laut berhasil meraih nilai Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 3,84 dengan predikat “Sangat Baik”. Capaian tersebut menunjukkan komitmen BNNK Tanah Laut dalam memberikan pelayanan yang maksimal dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Dalam bidang pencegahan, BNNK Tanah Laut telah melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada 10.230 orang yang melibatkan unsur masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta. Selain itu, sebagai langkah antisipasi dini, BNNK Tanah Laut juga melakukan deteksi dini penyalahgunaan narkoba terhadap 2.441 orang.

Sementara itu, pada bidang rehabilitasi, BNNK Tanah Laut mencatat sebanyak 36 orang menjalani rehabilitasi rawat jalan yang dilaksanakan melalui 288 kegiatan. Selain itu, layanan pascarehabilitasi juga diberikan kepada 20 orang melalui 40 kegiatan sebagai upaya pemulihan dan reintegrasi sosial.

Menurut Ferey Hidayat, BNNK Tanah Laut juga memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, antara lain melalui pelaksanaan deteksi dini tes urine bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkab Tanah Laut, serta razia gabungan di sejumlah tempat hiburan malam.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Tanah Laut ke depan akan memiliki fasilitas rehabilitasi rawat inap bagi pasien penyalahgunaan narkoba yang menjadi yang pertama di Kalimantan Selatan. Fasilitas tersebut sementara berkapasitas 10 orang, dengan progres pembangunan telah mencapai sekitar 97 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026.
Sebagai penutup, Ferey Hidayat menegaskan bahwa BNNK Tanah Laut berkomitmen untuk terus memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, khususnya di Kabupaten Tanah Laut, baik melalui langkah preventif maupun penegakan hukum.
“Hasil yang telah dicapai merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, masyarakat, dan aparat penegak hukum sehingga mampu memberikan dampak nyata dalam upaya pemberantasan narkoba,” ujar Ferey.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

UMP DIY 2026 Naik Jadi Rp2.417.495, Ini Rincian UMK Jogja, Sleman, Bantul, hingga Gunungkidul

Pemda DIY secara resmi menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY tahun 2026 sebesar Rp2.417.495. Besaran UMP ini mengalami kenaikan sebesar 6,78% dibandingkan dengan UMP DIY tahun 2025.

Pengumuman UMP dilakukan oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Rabu (24/12). Made mengatakan, besaran kenaikan UMP DIY tahun 2026 sebesar Rp153.414,05.

“UMP Tahun 2026 ini ditetapkan oleh Gubernur DIY berdasarkan rekomendasi Dewan Pengupahan DIY, yang terdiri atas unsur serikat pekerja, pengusaha, pemerintah, dan unsur akademisi. Sementara, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2026 ditetapkan oleh Gubernur DIY, berdasarkan rekomendasi bupati/wali kota atas usulan Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Made memaparkan, UMK Kota Yogyakarta tahun 2026 sebesar Rp2.827.593. Angka ini mengalami kenaikan Rp172.551,17 atau 6,5%. Untuk UMK Kabupaten Sleman naik Rp157.872,14 atau 6,4% menjadi Rp2.624.387. Sedangkan UMK Kabupaten Bantul sebesar Rp2.509.001, atau naik 6,29% yakni Rp148.468.

“UMK Kabupaten Kulon Progo untuk 2026 sebesar Rp2.504.520, dengan kenaikan Rp153.280,15 atau 6,52%. Terakhir, UMK Kabupaten Gunungkidul menjadi Rp2.468.378 atau naik Rp138.115, yakni sebesar 5,93%,” paparnya.

Made pun menegaskan, UMK yang ditetapkan ini berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun pada perusahaan yang bersangkutan. Dan pengusaha dilarang membayar upah di bawah UMK, serta tidak melakukan penangguhan pembayaran UMK tahun 2026.

“Pengusaha wajib menyusun serta menerapkan struktur dan skala upah di perusahaan. Sementara upah bagi pekerja/buruh dengan masa kerja satu tahun atau lebih, berpedoman pada struktur dan skala upah. Hal ini sebagai salah satu upaya peningkatan kesejahteraan bagi pekerja dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan produktivitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pengupahan DIY dari unsur akademisi, Priyonggo Suseno mengatakan, Dewan Pengupahan DIY telah menyepakati angka alfa dalam rumus perhitungan UMP dan UMK berada pada 0,8. Angka ini sudah memenuhi ketentuan dari pemerintah pusat yang membebaskan daerah untuk menentuka angka alfa antara 0,5-0,9.

“Angka ini adalah hasil komunikasi dari perserikatan pekerja dan pengusaha atas rekomendasi dari akademisi. Yang menjadi pertimbangan dari akademisi, bahwa pertumbuhan ekonomi di DIY tahun ini sedikit lebih membaik dibandingkan dengan tahun lalu,” imbuh Pakar Ekonomi UII Yogyakarta ini.

Priyonggo pun mengungkapkan, penetapan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) untuk sektor konstruksi dan sektor transportasi (hanya pada angkutan penumpang dan barang) 2026 tidak dilakukan. UMSP 2026 di DIY masih akan menggunakan UMSP tahun 2025 lalu.

“Pertumbuhan beberapa sektor seperti konstruksi dan pertambangan, lebih banyak ditopang oleh strategi nasional, sehingga bersifat fluktuatif dan bisa dimungkinkan belum tentu berkelanjutan untuk tahun-tahun yang akan datang. Ini membuat salah satu keputusan dari pemerintah daerah adalah untuk tidak menetapkan UMSP 2026,” paparnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Taklimat Media Kemdiktisaintek : Capaian Kinerja Tahun 2025

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan kegiatan taklimat media dalam rangka penyampaian capaian kinerja tahun 2025 serta arah program dan kebijakan strategis tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu (24/12).

Taklimat media yang mengusung tema “Ngopi Bareng bersama Rekan Media” ini merupakan bagian dari upaya Kemdiktisaintek untuk memperkuat komunikasi publik, meningkatkan keterbukaan informasi, serta membangun kolaborasi yang konstruktif antara kementerian dan insan media sebagai mitra strategis pemerintah.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Brian Yuliarto) menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami arah kebijakan dan program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Menurutnya, peran media menjadi semakin strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan serta ekspektasi publik.

Kegiatan taklimat media ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kemdiktisaintek yang memaparkan gambaran umum kinerja kementerian sepanjang tahun 2025, termasuk progres program yang tengah berjalan. Pembahasan difokuskan pada penguatan akses pendidikan tinggi, peningkatan mutu dan relevansi, penguatan tata kelola yang akuntabel, serta pengembangan riset dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Secara umum, capaian kinerja Kemdiktisaintek tahun 2025 diarahkan pada implementasi kebijakan “Diktisaintek Berdampak” sebagai landasan penguatan ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang inklusif, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional. Implementasi kebijakan tersebut dilakukan melalui sinergi lintas unit utama, kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Selain menyampaikan capaian kinerja tahun 2025, Kemdiktisaintek juga memaparkan arah kebijakan dan program prioritas yang akan dijalankan pada tahun 2026. Fokus kebijakan ke depan diarahkan pada penguatan dampak pendidikan tinggi, sains, dan teknologi bagi masyarakat, daerah, serta dunia industri, guna mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Brian Yuliarto kembali menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam penyampaian informasi kepada publik, tetapi juga sebagai ruang dialog, pertukaran gagasan, serta penyampaian masukan bagi perbaikan kebijakan di masa mendatang.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, rekan-rekan media diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, masukan, serta pertanyaan terkait isu-isu strategis pendidikan tinggi, riset, inovasi, sains, dan teknologi. Diskusi berlangsung secara terbuka dan konstruktif, mencerminkan komitmen Kemdiktisaintek dalam membangun komunikasi dua arah yang sehat dan berkelanjutan.

Ke depan, Kemdiktisaintek akan terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia industri, dan komunitas riset guna mempercepat hilirisasi hasil riset, memperkuat pengembangan talenta sains dan teknologi, mendorong pembelajaran transformatif, serta meningkatkan kemandirian riset berbasis kebutuhan bangsa. Komitmen terhadap akuntabilitas, inklusivitas, dan keberlanjutan program prioritas akan terus dijaga sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui penyelenggaraan taklimat media ini, Kemdiktisaintek berharap dapat terus membangun dialog yang konstruktif dengan media, sehingga informasi kebijakan dan program pemerintah dapat tersampaikan secara utuh, berimbang, dan akurat kepada masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Natal di Tengah Keberagaman, Wawali Wawan Ajak Jemaat Rawat Damai dan Toleransi

Suasana khidmat dan hangat menyelimuti Perayaan Natal yang diselenggarakan GKJ Brayat Kinasih dan GPIB Marga Mulya Yogyakarta, Kamis (25/12). Di tengah lantunan pujian dan doa, kehadiran Wakil Wali Kota Yogyakarta  menjadi penanda kuatnya komitmen pemerintah dalam merawat kebersamaan dan toleransi antar umat beragama.

Saat memasuki Gereja, Wawan Harmawan menyapa jemaat. Ucapan Selamat Natal yang disampaikannya disambut dengan senyum dan tepuk tangan hangat. Momen tersebut mencerminkan relasi yang dekat antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa perayaan keagamaan merupakan ruang penting untuk memperkuat ketahanan sosial.

“Yogyakarta adalah miniatur Indonesia, dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang agama, suku, dan budaya yang berbeda-beda. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan setiap umat beragama dapat menjalankan ibadahnya dengan nyaman, aman, dan damai,” ujarnya.

Ia menyampaikan, perayaan Natal bukan hanya momentum spiritual bagi umat Kristiani, tapi juga pengingat pentingnya menjaga harmoni sosial.

“Semoga dengan dirayakannya Natal tahun ini, kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan senantiasa menyertai kita semua. Memberi semangat baru dalam pelayanan di tengah umat, sekaligus menguatkan tekad kita bersama membangun Kota Yogya dalam harmoni dan toleransi,” terangnya.

Wawan juga menyinggung tema Natal “Tuhan Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” yang dinilainya sangat relevan dengan tantangan kehidupan saat ini. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter manusia.

“Keluarga adalah ruang pertama tempat nilai iman, akhlak, dan kepedulian sosial ditanamkan. Dari keluarga yang kuat akan lahir pribadi-pribadi yang berguna bagi masyarakat dan bangsa. Inilah kenapa budi pekerti sangat penting untuk ditanamkan dalam keluarga,,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Wawan turut mengajak jemaat untuk berbela rasa terhadap saudara-saudara di Aceh, Sumatera Barat dan Utara yang terdampak bencana.

“Kita menyerukan doa, juga empati kepada saudara-saudara kita di yang sedang berduka dan terdampak bencana alam,” katanya.

Menutup sambutannya, Wawan menyampaikan selamat datang kepada para wisatawan yang datang ke Yogyakarta selama libur Natal dan Tahun Baru. Ia mengimbau agar seluruh pihak bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan kota.

“Kami menyambut hangat para tamu yang berlibur. Mari kita jaga bersama kenyamanan kota ini, sekaligus memberi ruang bagi saudara-saudara kita dari luar daerah untuk menikmati keindahan dan keramahan Yogyakarta,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pantau Posko Pengamanan Nataru, Tri Adhianto: Kondisi Berjalan Aman dan Lancar

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Harris Bobihoe bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melakukan pemantauan langsung Posko Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta prosesi ibadah malam Natal di wilayah Kecamatan Pondok Melati.

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan pengamanan, kelancaran lalu lintas, serta kenyamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Natal dengan aman dan khidmat.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bekasi bersama Wakil Wali Kota, Kapolres Metro Bekasi Kota, Dandim 0507/Bekasi, Ketua DPRD Kota Bekasi, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi meninjau langsung kesiapan personel gabungan TNI–Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, serta relawan yang bertugas di Posko Pengamanan Nataru.

“Pemerintah Kota Bekasi bersama seluruh unsur Forkopimda hadir untuk memastikan pengamanan Natal dan Tahun Baru berjalan optimal, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujar Tri Adhianto.

Wali Kota Bekasi menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Bekasi, khususnya Kecamatan Pondok Melati, terpantau aman dan kondusif.

“Alhamdulillah, secara umum kondisi lalu lintas terpantau lancar dan situasi keamanan terkendali. Hingga saat ini tidak ditemukan kejadian menonjol yang mengganggu aktivitas masyarakat,” ungkapnya.

Selain memantau posko pengamanan, Wali Kota Bekasi bersama Forkopimda dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi juga meninjau langsung pelaksanaan prosesi ibadah malam Natal di sejumlah gereja di wilayah Pondok Melati.

“Kami ingin memastikan umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah malam Natal dengan tenang, aman, dan khidmat. Kehadiran pemerintah adalah bentuk komitmen dalam menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Kota Bekasi,” tegas Tri Adhianto.

Wali Kota Bekasi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bekasi terus mempersempit ruang gerak potensi gangguan keamanan dan intoleransi melalui sinergi yang kuat bersama TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait.

“Kota Bekasi adalah kota yang harmonis dan menjunjung tinggi nilai keguyuban. Momentum Natal ini menjadi pengingat pentingnya menghadirkan kedamaian serta saling menghormati antar sesama,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Komitmen Wali Kota Eri Cahyadi Tingkatkan Integritas dan Transformasi Pelayanan Publik

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkomitmen terus meningkatkan tata kelola pelayanan publik. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga layanan di kecamatan, kelurahan, hingga mal pelayanan publik untuk masyarakat. Hal itu dilakukan untuk menjaga integritas dan membangun transformasi pelayanan publik yang bersih ke depannya.

Sepanjang tahun 2025, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan untuk masyarakat. Salah satunya, Wali Kota Eri menggelar webinar yang mengusung tema “Menegakkan Disiplin, Membangun Integritas: Peran ASN dalam Pembinaan dan Pelayanan Prima di Kota Surabaya. 

Webinar yang diselenggarakan pada April 2025 ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya. Tujuannya, yakni untuk meningkatkan kedisiplinan dan membangun integritas ASN di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Sejatinya, ASN itu harus bisa mengetahui mana yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan, salah satunya adalah korupsi, pungli (pungutan liar), dan lain-lain. Karena bangsa ini, kota ini, khususnya Surabaya itu (masyarakat) akan percaya kalau pemerintahnya itu bersih, dan pemerintah yang bisa mengayomi, bukan pemerintah yang membuat gaduh,” kata Wali Kota Eri, Selasa (23/12).

Tidak hanya itu, Wali Kota Eri juga menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan edukasi serta sosialisasi tentang penguatan integritas, budaya antikorupsi, dan gratifikasi. Sosialisasi ini diikuti oleh seluruh jajaran Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemkot Surabaya, mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas, Kepala Bidang, hingga Camat dan Lurah.

Wali Kota Eri menegaskan kepada seluruh lurah, camat, hingga kepala PD agar menjaga integritas serta memberikan pelayanan yang bersih dan transparan. Dalam hal ini, ia juga mengajak masyarakat untuk berani melapor jika menemukan praktik pungli, disertai bukti yang jelas agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat.

“Warga Surabaya tidak boleh takut (melapor). Jangan pernah takut dikucilkan (jika lapor). Insyaallah RT/RW Surabaya itu luar biasa, tapi kalau ada (RT/RW) yang seperti itu (pungli), tolong sampaikan. Tapi warga juga jangan menghakimi, tanpa ada bukti,” tegasnya.

Imbauan tersebut tidak hanya berlaku bagi jajaran di lingkungan pemkot, akan tetapi juga berlaku bagi RT/RW di Kota Surabaya. Terkait sanksi bagi RT/RW yang terlibat pungli, Wali Kota Eri menyampaikan, aturannya sudah jelas tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya No 112 Tahun 2022. “Ada saksinya juga. Di Perwali kan sudah ada sanksi-sanksinya itu,” tambahnya.

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu juga menyampaikan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Pemkot Surabaya juga melakukan kampanye pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kampanye ini dilakukan seiring diterbitkannya Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 29 Tahun 2025 tentang Pencegahan, Pelaporan, dan Pengendalian Gratifikasi pada 2 September 2025.

Cak Eri menyebutkan, bahwa peraturan ini menjadi pedoman bagi seluruh pegawai dan tidak hanya untuk melaporkan, tetapi juga sebagai bentuk menolak segala jenis praktik gratifikasi. “Kami ingin membangun birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel,” sebut Cak Eri.

Untuk memperkuat kampanye ini, Pemkot Surabaya melakukan sosialisasi melalui berbagai platform, mulai dari media sosial (medsos), banner, poster, dan flyer. Tidak hanya itu, pemkot juga mensosialisasikan hal tersebut ke berbagai titik tempat pelayanan publik, seperti kantor kelurahan, kecamatan, rumah sakit, sekolah, hingga Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Sentra Pelayanan Publik (SPP).

Sosialisasi ini, bertujuan untuk menegaskan kepada masyarakat, bahwa segala bentuk pemberian terkait jabatan, baik uang, barang, atau fasilitas, ini dinilai termasuk bagian dari tindak gratifikasi yang wajib ditolak atau dilaporkan. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa tidak ada biaya tambahan untuk layanan publik di Surabaya, kecuali yang sudah ditetapkan resmi. Masyarakat juga tidak diwajibkan memberikan hadiah atau imbalan kepada pegawai. Melalui pemasangan banner, flyer, dan poster, pesan ini diharapkan dapat diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat,” jelas Cak Eri. 

Cak Eri menekankan, bahwa dirinya tidak segan akan menindak tegas jika ada jajarannya yang terlibat pungli atau terbukti melakukan tindakan gratifikasi lainnya dalam melakukan pelayanan. Bahkan, ia juga mewajibkan kepada seluruh karyawan di Pemkot Surabaya mulai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga pegawai lapangan untuk membuat surat pernyataan di atas materai, bahwa mereka tidak akan menerima atau meminta uang dalam pelayanan publik.

Cak Eri menjelaskan, bahwa setiap langkah ASN harus didasari data yang valid. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya berinisiatif mengimplementasikan sistem “one data, one map, one policy” sebagai fondasi utamanya. “ASN harus bekerja dengan data akurat dan kebijakan berbasis bukti. Dengan ini, kita bisa memastikan alokasi anggaran lebih efisien dan kebijakan yang kita ambil responsif terhadap kebutuhan warga,” jelasnya.

Sistem ini didukung penuh oleh ASN di tingkat kelurahan, kecamatan, PD di lingkungan Pemkot Surabaya secara aktif melakukan validasi data (tagging) pada Peta Basis Data Kewilayahan. Data yang valid ini, menurutnya sangat krusial untuk menunjang tujuh program Prioritas Pembangunan Kota Surabaya, termasuk menekan angka kemiskinan, pengangguran, dan stunting.

Adanya sistem ini, Cak Eri mengungkapkan, transformasi pelayanan publik di Surabaya dapat menunjukkan hasil yang luar biasa. Dalam hal ini, ia mencontohkan, MPP Siola menjadi tolok ukur kecepatan, berdasarkan persentase 100 persen dari 115.205 berkas di MPP Siola diproses secara tepat waktu. “Pelayanan juga diperluas ke SPP di berbagai lokasi untuk mendekatkan layanan ke masyarakat,” kata Cak Eri. 

Disamping itu, layanan perizinan juga terus ditingkatkan melalui SSW ALFA (Sistem Pelayanan Terpadu) yang menawarkan layanan perizinan dan non-perizinan berbasis elektronik serta bisa diakses dari mana saja. Peningkatan mutu pelayanan ini, tercermin dari tingginya nilai kepuasan masyarakat terhadap layanan publik di Kota Surabaya.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu menambahkan, peran ASN tidak hanya terhenti pada pelayanan administrasi. Akan tetapi, jajaran birokrasi pemkot juga terlibat secara langsung dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Surabaya.

“Mempercepat transformasi penciptaan SDM unggul dan berkarakter adalah misi kami. Keberhasilan Surabaya menuju kota dunia ditentukan oleh seberapa cepat dan akurat ASN bergerak. Ini adalah semangat kepahlawanan kita hari ini,” pungkasnya. 

Bupati Sragen dan Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Natal

Bupati Sragen, didampingi Wakil Bupati serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), meninjau tujuh titik pos pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang tersebar di wilayah strategis Kabupaten Sragen, Senin (22/12).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan, pelayanan, serta koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Adapun tujuh pos pengamanan yang ditinjau meliputi, Pos Pelayanan Terpadu di kawasan Pemda Lama, Pos Pengamanan Gereja Santa Maria, Pos Pengamanan Gereja Kristen Jawa, dan empat pos di Rest Area Tol Solo–Ngawi, yakni KM 519A, KM 519B, KM 538A, dan KM 538B.

Kapolres Sragen, Dewiana Syamsu Indyasari, menegaskan jajarannya telah menyiapkan langkah antisipasi secara maksimal, termasuk pengamanan ibadah Natal dan pencegahan potensi ancaman terorisme. Seluruh personel disiagakan, dengan sterilisasi lokasi ibadah dilakukan dua jam sebelum kegiatan dimulai.

“Tim intelijen kami terus bekerja memitigasi dan mendeteksi sedini mungkin apabila terdapat hal-hal yang berpotensi mengancam kamtibmas selama perayaan Natal,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas menyampaikan, hasil peninjauan menunjukkan kesiapan pengamanan dan pelayanan perayaan Nataru telah berjalan dengan baik, berkat sinergi solid antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Insyaallah pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Sragen berjalan tertib, lancar, dan aman. Saya yakin masyarakat Sragen guyub rukun dalam berbagai kegiatan serta memiliki tingkat toleransi yang tinggi,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati mengingatkan perayaan Nataru tahun ini berlangsung di tengah musim hidrometeorologi yang berpotensi menimbulkan bencana alam. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem.

“Masyarakat kami harapkan sungguh-sungguh memperhatikan faktor cuaca dan dampaknya dalam beraktivitas, baik potensi angin kencang, curah hujan tinggi, longsor, maupun kondisi jalan yang licin,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News