Beranda blog Halaman 587

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Senin 22 Desember: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Jakarta akan bervariasi, mulai dari cerah berawan hingga hujan ringan, sepanjang hari ini, Senin (22/12).

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi BMKG, pada pagi hari cuaca berawan diperkirakan menyelimuti seluruh wilayah Jakarta. Kondisi ini meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Timur.

Memasuki siang hari, cuaca cerah diprediksi terjadi di Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara. Sementara itu, hujan ringan berpotensi turun di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca.

Pada sore hari, cuaca cerah masih akan menaungi Kepulauan Seribu. Adapun wilayah lainnya, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan.

Sementara pada malam hari, BMKG memprediksi kondisi cerah berawan tetap terjadi di Kepulauan Seribu, sedangkan cuaca berawan diperkirakan menyelimuti wilayah Jakarta lainnya.

Untuk suhu udara, BMKG mencatat kisaran suhu di Jakarta hari ini berada di angka 24 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara antara 66 hingga 94 persen.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenkes Bantu Revitalisasi 800 Puskesmas di 3 Provinsi Terdampak Bencana

Pemerintah memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas melalui revitalisasi ratusan puskesmas di wilayah terdampak bencana. Revitalisasi ini guna memastikan masyarakat, termasuk pengungsi dan kelompok rentan, tetap memperoleh pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan akses pascabencana.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan puskesmas memegang peran strategis sebagai garda terdepan layanan kesehatan, terutama untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di pengungsian maupun daerah yang masih terisolasi.

“Puskesmas sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat di rumah-rumah dan pengungsian, sehingga tidak perlu ke rumah sakit,” ujar Budi saat meninjau wilayah terdampak di Bener Meriah, Jumat (19/12).

Menurut Budi, setelah proses revitalisasi rumah sakit di wilayah terdampak berjalan, pemerintah kini memfokuskan perhatian pada penguatan layanan primer. Sekitar 800 puskesmas di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, akan direvitalisasi untuk memastikan pelayanan promotif dan preventif tetap berjalan optimal.

“Sekarang kami mulai merevitalisasi sekitar 800 puskesmas di tiga provinsi agar pelayanan kesehatan tetap dekat dengan masyarakat,” katanya.

Penguatan puskesmas tersebut diarahkan untuk melayani kebutuhan kesehatan dasar di lokasi pengungsian, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.

“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang paling rentan,” tegas Menkes.

Ia menambahkan, wilayah yang masih terisolasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap terhambatnya layanan kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah pusat turun langsung untuk melihat kondisi lapangan dan mengidentifikasi dukungan yang dibutuhkan.

“Jadi saya ingin lihat langsung operasionalnya dan apa yang bisa pemerintah pusat bantu,” ujar Budi.

Selain layanan medis, pemerintah juga memberikan dukungan pendukung berupa penyediaan listrik cadangan, air bersih, serta penguatan akses komunikasi untuk menunjang operasional puskesmas dan keselamatan masyarakat di pengungsian.

Revitalisasi puskesmas ini menjadi bagian dari strategi pemulihan kesehatan jangka menengah yang bertujuan menekan risiko keterlambatan penanganan penyakit, sekaligus mengurangi beban rumah sakit rujukan yang terdampak bencana.

Pendekatan kesehatan berbasis komunitas tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan layanan kesehatan masyarakat hingga kondisi infrastruktur dan akses wilayah sepenuhnya pulih.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenkes Lepas Ratusan Relawan Dokter dan Nakes ke Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melepas ratusan relawan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah di Aceh. Pelepasan relawan dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dr. Yuli Farianti di Terminal 3 Gate 5 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (20/12).

Para relawan yang diberangkatkan merupakan tenaga medis dan tenaga kesehatan lintas profesi yang dengan sukarela dan penuh keikhlasan mengabdikan diri untuk melayani masyarakat di wilayah terdampak bencana. Fokus utama penugasan saat ini berada di Provinsi Aceh yang menjadi wilayah dengan dampak paling besar, sebelum dilanjutkan ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Tim relawan terdiri dari berbagai disiplin, mulai dari dokter spesialis mata, bedah, neurologi, anak, dokter umum, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga laboratorium, radiografer, kesehatan lingkungan, epidemiolog, hingga psikolog klinis dan psikiater yang difokuskan pada layanan trauma healing, khususnya di posko pengungsian.

Relawan akan ditempatkan di rumah sakit, puskesmas, dan posko pengungsian sesuai kebutuhan di lapangan, sebagai wujud semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Saya mengucapkan terima kasih untuk pengabdiannya pada kemanusiaan. Saat ini fokus kita di Aceh karena dampaknya paling besar, dan ke depan akan dilanjutkan ke Sumatera Barat, khususnya Agam, serta Sumatera Utara,” ujar dr. Yuli Farianti.

Sejak hari ketiga pascabencana, Kemenkes telah mengirimkan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak. Namun pada tahap awal, pengiriman dilakukan secara mandiri oleh masing-masing rumah sakit. Melalui koordinasi terpusat, distribusi relawan kini dilakukan lebih merata agar seluruh wilayah terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

“Sekarang kita koordinasikan agar tidak ada daerah yang kelebihan tenaga dan tidak ada daerah yang kekurangan. Semua harus merasakan distribusi layanan kesehatan yang adil dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Pada hari ini, sebanyak 126 relawan diberangkatkan ke wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi, antara lain Bener Meriah, Takengon, Aceh Utara, dan Gayo Lues, termasuk daerah yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Sebelumnya, 70 relawan telah bertugas di Aceh dan Medan. Ke depan, Kemenkes juga akan memberangkatkan 207 relawan pada tahap berikutnya dan 87 relawan pada tahap selanjutnya, sehingga total relawan yang dikerahkan hingga 22 Desember 2025 mencapai sekitar 600 orang.

“Kami membawa tim yang lengkap, termasuk psikolog klinis dan psikiater untuk penanganan trauma healing, karena pemulihan tidak hanya fisik tetapi juga mental masyarakat terdampak,” tambah dr. Yuli.

Salah satu relawan, dr. Chani Sinaro Putra, dokter spesialis mata dari RS Cicendo Bandung, menyampaikan kesiapan tim dalam menghadapi kondisi lapangan.

“Persiapan kami tidak hanya fisik, tetapi juga mental. Kami sudah mempelajari kondisi medan dan masyarakat di lokasi, termasuk kemungkinan penyakit atau kondisi medis yang akan ditemui. Insya Allah semua yang kami persiapkan dapat bermanfaat dan menolong, baik warga terdampak maupun tenaga medis yang sudah bertugas di sana,” ujar dr. Chani.

Sementara itu, dr. Desin Pambudi, dokter spesialis saraf dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, menekankan pentingnya layanan neurologi di situasi bencana.

“Saat bencana, akses kesehatan sering terputus sehingga pasien dengan pengobatan rutin berisiko putus obat. Pasien stroke, hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung sangat rentan jika pengobatan terhenti. Untuk itu kami bersyukur Kemenkes bergerak cepat mengajak kami bergabung agar bisa membantu saudara-saudara kita di Sumatera,” kata dr. Desin.

Para relawan berasal dari gabungan berbagai rumah sakit, baik rumah sakit pusat, rumah sakit daerah, maupun swasta, di antaranya RSUP Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Sardjito, RSUP Persahabatan, RSJ Marzoeki Mahdi, RS Cicendo, serta rumah sakit swasta seperti Siloam dan Hermina.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Akselerasi Transformasi Digital, Kemenperin Perkuat SDM Cybersecurity Industri 4.0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong percepatan transformasi digital sebagai fondasi penguatan daya saing dan ketahanan industri nasional. Transformasi ini dilakukan melalui peningkatan produktivitas, penguatan teknologi proses, serta digitalisasi sistem industri yang terintegrasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa digitalisasi dan penerapan industri 4.0 merupakan kunci dalam mewujudkan sektor manufaktur yang cerdas, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi dinamika global.

“Kesiapan digital akan menjadi stimulus penting bagi dunia usaha untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” kata Menperin dalam keterangannya, Minggu (21/12).

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, pemanfaatan sistem informasi berbasis internet telah menjangkau sekitar 229 juta pengguna atau 80,66 persen dari total penduduk Indonesia. Capaian ini menunjukkan tingginya tingkat penetrasi digital masyarakat, sekaligus menjadi indikator kesiapan nasional dalam menghadapi era transformasi digital, termasuk di sektor industri.

Sebagai wujud nyata penguatan transformasi industri 4.0, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) secara konsisten menyelenggarakan berbagai program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri, khususnya di bidang teknologi digital dan keamanan siber.

Pada akhir November lalu, BPSDMI berkolaborasi dengan PT Elmecon Multikencana, PT Riasarana Electrindo, dan Data Garda menyelenggarakan Seminar Kolaborasi PIDI 4.0 bertajuk “Essential Backbone for Industrial Efficiency, Connectivity, and Cybersecurity” yang digelar di Gedung Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0), Jakarta.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan, transformasi industri saat ini bergerak menuju lingkungan produksi yang semakin terotomatisasi, terkoneksi, dan berbasis data. Oleh karena itu, keseimbangan antara efisiensi operasional, konektivitas yang andal, serta keamanan siber menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya saing industri nasional.

“Efisiensi energi, konektivitas sistem, dan keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi industri yang ingin bertahan dan berkembang di era digital,” jelas Doddy.

Melalui seminar tersebut, pemerintah dan pelaku industri bersinergi untuk mempercepat transformasi industri 4.0 dengan berfokus pada tiga aspek utama, yakni peningkatan efisiensi energi, optimalisasi produktivitas mesin, serta penguatan keamanan siber operasional. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan praktis guna menekan risiko downtime, mengendalikan biaya energi, serta mengurangi kerentanan terhadap ancaman siber di lingkungan industri.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri, Sidik Herman menambahkan, tantangan global seperti tekanan efisiensi, kenaikan biaya energi, keterbatasan tenaga teknis terampil, hingga meningkatnya frekuensi gangguan siber di sektor manufaktur menjadikan tema seminar ini sangat relevan dan strategis.

“Efisiensi energi, keandalan mesin berbasis predictive maintenance, integrasi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan real time, hingga perlindungan sistem industri dari ancaman siber kini menjadi prasyarat utama bagi industri yang ingin tetap kompetitif,” ungkap Sidik.

Selain pemaparan materi, seminar ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif yang memungkinkan peserta mendalami berbagai tantangan nyata di lapangan. Peserta juga mendapatkan kesempatan menyaksikan demo perangkat industri yang menampilkan penerapan langsung solusi berbasis Industri 4.0.

Direktur PT Elmecon Multikencana, Ridwan Djuhari, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah, integrator, dan pelaku industri dalam menghadirkan solusi nyata untuk peningkatan efisiensi energi, produktivitas mesin, serta keamanan sistem operasional industri.

“Kami mendukung agar kolaborasi seperti ini terus digalakkan, sehingga industri nasional mampu menghadapi persaingan global dan tidak tertinggal dari negara-negara kawasan seperti Vietnam dan Thailand,” ujarnya. Melalui sinergi ini, diharapkan perusahaan industri nasional dapat memperoleh referensi dan solusi konkret untuk mempercepat transformasi menuju Industri 4.0 secara berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menhub Dudy Pastikan Pelaksanaan Pembatasan Kendaraan Angkutan Barang Berjalan Lancar

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memantau dan memastikan langsung pelaksanaan pembatasan kendaraan angkutan barang pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dari Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) di Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu malam, (20/12).

“Pengaturan sekarang kita ada window time. Jadi ada 2 hari, kemudian 4 hari, kita beri kesempatan angkutan barang menggunakan ruas jalan tol, demikian juga yg non-tol. Tapi dalam pelaksaannya kita akan mengevaluasi kondisi jalan. Harapannya kita dapat menyelenggarakan Nataru ini dengan zero accident dan zero fatality,” ujar Menhub Dudy.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pada SKB tersebut tercantum pengaturan pembatasan angkutan barang dengan sumbu 3 atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, serta mobil barang yang mengangkut hasil galian, hasil tambang, dan bahan bangunan.

Pembatasan kendaraan angkutan barang dilakukan di ruas jalan tol dan non-tol. Di ruas jalan tol, pembatasan diberlakukan mulai 19 Desember 2025 pada 00.00 – 20 Desember 2025 pukul 24.00 waktu setempat, 23 Desember 2024 hingga 28 Desember 2025 pukul 00.00 sampai pukul 24.00 waktu setempat, serta 2 Januari 2026 hingga 4 Januari 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 waktu setempat.

Sementara itu, pembatasan operasional angkutan barang di ruas jalan non-tol berlaku mulai 19 Desember 2025 hingga 20 Desember 2025 pukul 00.00 sampai 22.00 waktu setempat, 23 Desember 2025 hingga 28 Desember 2025 mulai pukul 05.00 – 22.00 waktu setempat, serta 2 Januari 2026 hingga 4 Januari 2026 mulai pukul 05.00 hingga 22.00 waktu setempat.

“Adapun angkutan barang yang membawa BBM/BBG, hantaran uang, hewan dan pakan ternak, pupuk, penanganan bencana alam, sepeda motor gratis, serta barang pokok tetap bisa beroperasi dengan dilengkapi surat muatan yang diterbitkan pemilik barang. Surat muatan tersebut berisi keterangan jenis barang, tujuan, serta alamat pemilik barang,” kata Menhub Dudy.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Guci Tegal, Jawa Tengah

Banjir bandang menerjang lokasi kawasan wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (20/12). Kejadian ini dilaporkan pukul 16.30 WIB saat hujan dengan intensitas tinggi berlangsung lama hingga aliran sungai meluap dan menerjang kawasan wisata Guci.

Kawasan objek wisata air panas pancuran 13 terdampak kejadian ini. Banjir bandang ini membuat kolam air panas di lokasi tersebut tersapu derasnya arus air. Pantauan visual dilapangan, material lumpur, pasir dan batu menutup sebagian area wisata. Untuk keamanan, kawasan wisata tersebut ditutup sementara untuk umum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dari pengunjung wisata tersebut. Namun demikian, tim BPBD Kabupaten Tegal segera tiba di lokasi untuk melakukan kaji cepat dan upaya penanganan darurat dilapangan.

Dihimbau kepada masyarakat di sepanjang aliran Sungai Gung, khususnya wilayah Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna hingga kawasan Pantura untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan serta mengikuti arahan petugas dilapangan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Penuhi Kebutuhan Perumahan Rakyat, Presiden Prabowo Tegaskan Kerja Keras dan Kolaborasi Nasional

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa tantangan pemenuhan kebutuhan perumahan nasional masih besar. Kepala Negara menyampaikan bahwa hingga saat ini, masih terdapat sekitar 29 juta rakyat Indonesia yang belum memiliki rumah, sehingga pemerintah terus mendorong kerja keras dan kolaborasi lintas kementerian serta seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi konkret.

“Cita-cita kita masih jauh, 29 juta rakyat kita masih belum punya rumah. Jadi, Pak Ara kerja keras, semua menteri kita kontak, kita cari jalannya. Kalau ada kehendak pasti ada jalan. Negara kita kaya, tapi kita kadang-kadang harus koreksi diri. Kadang-kadang kita kurang pandai mengelola kekayaan kita. Sekarang, harus kita kelola dengan baik,” ucap Presiden Prabowo pada acara Akad Massal 50.030 Unit Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci Tahun 2025, di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (20/12/2025).

Selain itu, Presiden menekankan bahwa persatuan dan kekompakan seluruh elemen bangsa merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera. Dengan keberagaman suku, bahasa, agama, dan latar belakang, Presiden menilai persatuan sebagai kekuatan strategis bangsa dalam menghadapi tantangan pembangunan.

“Dalam satu tahun saya kira kita sudah buktikan kepada rakyat. Banyak yang kita hasilkan untuk rakyat sebagai satu tim yang kompak. Jadi kuncinya adalah kekompakan, kerja sama, unity, persatuan. Dan persatuan artinya harus setia. Setia kepada siapa? Jangan setia kepada orang, kita harus setia kepada nilai-nilai, setia kepada tanah air, setia kepada bangsa, setia kepada rakyat, baru kita dapat hasil yang baik,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Republik Indonesia merupakan hasil perjuangan seluruh lapisan rakyat. Petani, nelayan, guru, kiai, hingga rakyat kecil lainnya memiliki peran penting dalam menopang perjuangan bangsa sejak awal.

“Mereka semua adalah darah pejuang. Walaupun anak petani, petani itu pejuang. Petani memberi makan kepada tentara, tentara tidak dapat makan, tentara tidak bisa perang. Jadi kemerdekaan Republik Indonesia dihasilkan oleh wong cilik, oleh petani-petani, oleh nelayan-nelayan, oleh kiai-kiai di pesantren, oleh guru-guru. Itu cara kita mendapat kemampuan,” imbuh Kepala Negara.

Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya, namun pengelolaannya harus dilakukan secara lebih baik, transparan, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, Presiden menekankan pentingnya penegakan hukum serta kehadiran negara yang bersih dan berintegritas.

“Kita harus tegakkan hukum, tegakkan peraturan. Negara harus hadir, tapi negara juga harus bersih. Pemerintah harus bersih. Pemerintah tidak bisa mengizinkan institusi-institusinya korup. Saya bertekad berusaha untuk membersihkan aparat, karena aparat adalah yang akan meneruskan, yang akan memberi pelayanan kepada rakyat. Kalau yang memberi pelayanan tidak baik, tidak jujur, saya kira kekayaan terus akan tidak sampai ke rakyat,” tegas Presiden.

Melalui percepatan program perumahan rakyat dan penguatan tata kelola pemerintahan, Presiden menegaskan tekad pemerintah untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Akad Massal 50.030 Unit KPR FLPP, Presiden Prabowo Percepat Kepemilikan Rumah Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Akad Massal 50.030 Unit Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci Tahun 2025. Acara digelar secara hybrid di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (20/12).

KPR Sejahtera FLPP merupakan program dari pemerintah berupa bantuan pembiayaan rumah bersubsidi yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang dikelola oleh BP Tapera (Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat) ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki rumah layak huni dengan cicilan ringan, serta suku bunga tetap 5 persen hingga 20 tahun. Adapun tujuan dari program ini adalah membantu MBR memiliki rumah pertama yang layak dan terjangkau.

Akad massal ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat realisasi program perumahan nasional. Sebanyak 300 akad dilaksanakan secara langsung di lokasi kegiatan dengan melibatkan 11 bank penyalur, sedangkan 49.730 akad lainnya digelar secara daring di 110 lokasi bersama 39 bank penyalur yang menjangkau 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo disambut dengan tarian rampak bedug, kesenian khas Banten yang menggambarkan semangat kebersamaan dan rasa syukur. Usai penyambutan, Kepala Negara meninjau langsung beberapa rumah contoh di kawasan perumahan tersebut. Presiden melihat kondisi hunian, tata ruang, serta fasilitas yang tersedia, sambil berdialog singkat dengan penerima manfaat mengenai proses kepemilikan rumah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa program KPR FLPP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan hak dasar rakyat atas tempat tinggal dapat terpenuhi secara berkeadilan. Presiden menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mewujudkan program ini.

“Hari ini merupakan upaya kita, usaha kita, untuk membantu rakyat kita yang paling lemah, yang masih belum kuat, yang ingin hidup terhormat, ingin hidup layak, dengan kualitas hidup yang pantas, dan ini tekad kita, ini perjuangan kita bersama. Karena itu saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, hari ini bersatu sehingga kita bisa memberi suatu kualitas hidup kepada rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada perwakilan penerima manfaat, mulai dari nelayan, tukang cukur, hingga penjual seblak. Presiden berharap program KPR FLPP dapat terus diperluas jangkauannya, sehingga semakin banyak masyarakat di seluruh Indonesia yang dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan perumahan pemerintah.

Dalam laporannya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait menyampaikan ucapan terima kasih atas kebijakan pemerintah yang pro rakyat kepada Presiden Prabowo. Program KPR FLPP ini dinilai memberikan kepastian serta keringanan angsuran, sehingga semakin membuka akses masyarakat untuk memiliki hunian yang layak dan terjangkau.

“Kami betul-betul berterima kasih pak, Bapak sudah membuat BPHTB gratis, PBG gratis buat MBR, artinya kebijakan pro rakyat kepada pro rakyat kecil. PBG artinya persetujuan bangunan gedung pak, dulu IMB, dulu bayar sekarang gratis. BPHTB, Bea Perolehan (Hak atas) Tanah Bangunan dulu bayar, sekarang gratis. PPN DTB (Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah) gratis pak, di bawah 2 miliar, ini kebijakan yang benar-benar pro rakyat,” ujar Maruarar.

Dengan capaian akad massal ini, pemerintah menegaskan komitmen menghadirkan rumah layak sebagai fondasi ketahanan keluarga dan bangsa, sekaligus mempercepat terwujudnya keadilan sosial melalui akses hunian yang terjangkau.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Simak Pengucapan Sumpah Anggota Komisi Yudisial Masa Jabatan 2025–2030

Presiden Prabowo Subianto menyimak secara langsung pengucapan sumpah/janji sejumlah Anggota Komisi Yudisial (KY) untuk masa jabatan tahun 2025–2030. Pengucapan sumpah/janji tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Pengangkatan para anggota Komisi Yudisial tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 132/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Komisi Yudisial. Keputusan Presiden tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti.

Adapun anggota Komisi Yudisial yang mengucapkan sumpah/janji jabatan di hadapan Presiden Prabowo, yakni:

1. Abdul Chair Ramadhan;

2. Abhan;

3. Andi Muhammad Asrun;

4. Anita Kadir;

5. Desmihardi;

6. F. Willem Saija; dan

7. Setyawan Hartono.

Selanjutnya, para anggota Komisi Yudisial secara bersama-sama mengucapkan sumpah/janji jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto, sebagai berikut:

“Saya bersumpah bahwa saya senantiasa akan menjalankan tugas dan wewenang saya ini dengan sungguh-sungguh, seksama, obyektif, jujur, berani, adil, tidak membeda-bedakan jabatan, suku, agama, ras, gender, dan golongan tertentu, dan akan melaksanakan kewajiban saya dengan sebaik-baiknya serta bertanggung jawab sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar para anggota KY mengucapkan penggalan sumpah/janji jabatannya.

Usai pengucapan sumpah/janji jabatan, para anggota Komisi Yudisial menandatangani berita acara pengucapan sumpah sebagai tanda resmi dimulainya masa jabatan mereka. Rangkaian acara pengucapan sumpah/janji jabatan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang kemudian diikuti oleh para tamu undangan yang hadir.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain sejumlah pimpinan lembaga negara, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sebanyak 794 Tenaga Kesehatan Dikerahkan Bagi Masyarakat di Aceh

Upaya percepatan pelayanan kesehatan juga terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh. Data sementara, hingga kemarin (19/12) sebanyak 794 tenaga kesehatan kini sudah dikerahkan dalam upaya pelayanan kesehatan bagi para warga terdampak di Provinsi Aceh.

Dinkes Aceh menyampaikan tenaga kesehatan ini terdiri dari 55 tim relawan dengan 529 personel dan 33 tim Emergency Medical Team (EMT) dengan 255 personel. Pengerahan ini merupakan bagian percepatan pelayanan kesehatan dan telah tersebar ke seluruh lokasi terdampak bencana di Aceh.

Para petugas tenaga kesehatan ini akan berada di posko utama yang dibentuk Dinkes Provinsi Aceh yang berada di Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Utara dan Langsa. Dari posko utama ini, petugas kesehatan akan tersebar dan berkeliling setiap hari ke pos pengungsian yang dapat dijangkau dari lokasi terdekat.

Kemarin (19/12) pagi juga sudah dikirimkan bantuan 20 tabung oksigen, 10 untuk RSUD Mayang Kute di Kabupaten Bener Meriah dan 10 untuk RSUD Datu Beru di Takengon Aceh Tengah dengan menggunakan pesawat melalui Lanud Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.

Untuk pelayanan kesehatan, Dinkes Aceh mencatat dari seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berada di Provinsi Aceh sudah dapat berfungsi secara normal kecuali RSUD Aceh Tamiang. Namun demikian, RSUD Aceh Tamiang kini sudah dapat operasional untuk memenuhi layanan dasar. Dukungan peralatan kesehatan di RSUD Aceh Tamiang juga terus dioptimalkan dari RS Adam Malik Medan.

BNPB terus menjaga sinergitas dan koordinasi yang kuat dalam upaya percepatan penanganan darurat bencana di Provinsi Aceh. Diharapkan kolaborasi seluruh lintas instansi dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh masyarakat terdampak.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News