Beranda blog Halaman 597

Presiden Prabowo Kunjungi Posko Pengungsian di Aceh Tengah

Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian peninjauan wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh dengan mengunjungi posko pengungsian di Masjid Besar Al Abrar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Jumat (12/12). Masjid yang menjadi salah satu titik penampungan di daerah tersebut menampung warga dari sejumlah desa terdampak dengan total pengungsi mencapai sekitar 1.500 orang.

“Saya datang ke sini hari ini untuk melihat keadaan, dan juga untuk mengecek tadi dari Pak Bupati, Wakil Bupati, dari tokoh-tokoh masyarakat untuk melihat bagaimana kita bisa mempercepat pemulihan keadaan,” ucap Presiden.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara hadir sepenuhnya untuk mendampingi dan membantu masyarakat yang terdampak bencana. Kepala Negara turut menekankan bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait bergerak bersama untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.

“Memang keadaannya cukup sulit, memprihatinkan, tapi percayalah bahwa saudara-saudara tidak sendiri, kami semua bertekad, bekerja keras untuk membantu semuanya di sini, membantu meringankan kesulitan bapak-bapak, ibu-ibu semuanya,” katanya.

“Saya minta yang sabar semuanya. Insyaallah bisa cepat kita kembalikan keadaan, supaya hidup semuanya lebih baik,” lanjut Presiden.

Terakhir, Presiden Prabowo menyampaikan doa dan harapannya bagi keselamatan seluruh warga. Presiden Prabowo kemudian menegaskan kembali bahwa pemerintah akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memastikan percepatan penanganan bencana di wilayah tersebut.

“Insyaallah kita akan kerahkan segala kemampuan kita, membantu kalian di sini semua. Terima kasih semuanya,” tandasnya. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Lima Lokasi SIM Keliling di Jakarta Sabtu Ini, Cek Syarat dan Biayanya

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya kembali membuka layanan SIM Keliling di lima lokasi berbeda di wilayah Jakarta pada Sabtu (13/12). Layanan ini disediakan bagi masyarakat yang ingin memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai syarat legal berkendara.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi X (Twitter) @tmcpoldametro. Gerai SIM Keliling beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan lokasi tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta.

Di Jakarta Timur, layanan SIM Keliling tersedia di lobby depan Mall Grand Cakung. Untuk wilayah Jakarta Pusat, gerai dibuka di area parkir Kantor Pos Lapangan Banteng. Sementara itu, warga Jakarta Utara dapat mendatangi Lobby Utama LTC Glodok.

Adapun di Jakarta Selatan, layanan SIM Keliling berlokasi di area parkir samping Universitas Trilogi, sedangkan masyarakat Jakarta Barat dapat memperpanjang SIM di Lobby Selatan Mall Ciputra.

Ditlantas Polda Metro Jaya mengingatkan bahwa layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku. Bagi pemilik SIM yang masa berlakunya telah habis, diwajibkan untuk mengajukan pembuatan SIM baru di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat.

Untuk keperluan perpanjangan, pemohon diminta membawa sejumlah dokumen, antara lain fotokopi KTP yang masih berlaku, SIM lama beserta fotokopinya, bukti cek kesehatan, serta bukti tes psikologi.

Saat ini, masa berlaku SIM ditetapkan lima tahun sejak tanggal penerbitan, dan tidak lagi mengikuti tanggal lahir pemilik SIM.

Terkait biaya, perpanjangan SIM mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di lingkungan Polri. Biaya perpanjangan ditetapkan sebesar Rp80.000 untuk SIM A dan Rp75.000 untuk SIM C. Selain itu, pemohon juga dikenakan biaya tes psikologi sebesar Rp60.000 dan tes kesehatan sebesar Rp35.000.

Ditlantas Polda Metro Jaya juga mengimbau pengendara untuk selalu membawa SIM yang masih berlaku saat berkendara. Pengendara yang tidak dapat menunjukkan SIM sah dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 288 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman pidana kurungan maksimal satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Samsat Keliling Hadir di 8 Titik Detabek Hari Ini, Cek Lokasi dan Jam Layanannya

Subdirektorat Registrasi dan Identifikasi (Regident) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menghadirkan layanan Samsat Keliling di delapan titik wilayah Depok, Tangerang, dan Bekasi (Detabek) pada Sabtu. Layanan ini disediakan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pengesahan STNK tahunan serta pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Santunan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas (SWDKLLJ).

Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun resmi X Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, layanan Samsat Keliling tersebar di sejumlah lokasi strategis dengan jam operasional yang berbeda-beda.

Di Kota Tangerang, Samsat Keliling beroperasi di Alun-alun Cibodas dan Apartemen Ayodya mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Sementara di wilayah Serpong, layanan tersedia di halaman parkir Samsat pada pukul 08.00–11.30 WIB serta di ITC BSD pada pukul 13.00–15.00 WIB.

Untuk wilayah Ciledug, masyarakat dapat mendatangi halaman Kantor Samsat dan Komplek Fresh Market Greenlake City Cipondoh pada pukul 09.00–12.00 WIB. Di Ciputat, layanan dibuka di halaman parkir Samsat dan Kantor Kelurahan Pondok Betung pada jam yang sama.

Adapun di kawasan Kelapa Dua, Samsat Keliling hadir di halaman Gtown House Square Gading Serpong mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Di Kota Bekasi, layanan berlokasi di halaman parkir Kantor Kecamatan Bekasi Barat pada pukul 09.00–11.00 WIB.

Sementara itu, warga Depok dapat memanfaatkan layanan ini di halaman parkir Samsat dan Kantor Kelurahan Cipayung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Terakhir, di wilayah Cinere, Samsat Keliling beroperasi di Kantor Kelurahan Pasir Putih mulai pukul 08.00 sampai 11.30 WIB.

Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat untuk membawa dokumen persyaratan berupa KTP asli pemilik kendaraan, STNK, dan BPKB, masing-masing disertai fotokopi. Selain itu, layanan ini hanya dapat digunakan oleh pemilik kendaraan yang tidak memiliki tunggakan PKB lebih dari satu tahun.

Perlu diketahui, gerai Samsat Keliling hanya melayani pembayaran pajak kendaraan tahunan. Untuk pembayaran pajak lima tahunan serta penggantian plat nomor kendaraan, masyarakat tetap harus mendatangi kantor Samsat terdekat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cuaca Jakarta Sepanjang Hari Ini Menurut BMKG, Warga Diimbau Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah DKI Jakarta didominasi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sepanjang hari ini, Sabtu (13/12).

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi BMKG, pada pagi hari cuaca berawan menyelimuti Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara. Sementara itu, kondisi berawan tebal diprediksi terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, serta wilayah Kepulauan Seribu.

Memasuki siang hari, awan tebal masih menaungi sebagian besar wilayah Jakarta. Jakarta Barat dan Jakarta Selatan diperkirakan mengalami cuaca berawan tebal, sementara Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu juga berada dalam kondisi serupa.

Pada sore hari, cuaca berawan tebal masih bertahan di wilayah Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara. Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan turun di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

BMKG juga memprediksi kondisi cuaca pada malam hari masih didominasi awan tebal di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Adapun Jakarta Pusat dan Jakarta Utara diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan.

Untuk suhu udara, BMKG mencatat kisaran temperatur di Jakarta berada antara 25 hingga 32 derajat Celsius. Sementara tingkat kelembapan udara diperkirakan berada pada rentang 61 hingga 87 persen.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ringan yang dapat terjadi di sejumlah wilayah, khususnya pada sore hingga malam hari.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Lanjutkan Peninjauan, Presiden Prabowo Tinjau Wilayah Bencana di Bener Meriah

Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian peninjauan wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh dengan mengunjungi posko pengungsian di SMPN 2 Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Jumat (12/12). Sejak awal tiba, kedatangan Presiden disambut meriah oleh warga terdampak di posko pengungsian.

Para warga menyambut Presiden dengan penuh haru, seraya mengucapkan, “terima kasih Bapak,” hal ini merupakan ungkapan rasa syukur atas kehadiran Kepala Negara di posko yang menampung 1.161 pengungsi.

Di SMPN 2 Wih Pesam, Presiden Prabowo menyapa satu per satu para warga terdampak banjir bandang yang tengah berlindung di posko pengungsian. Anak-anak tampak bersemangat dan langsung mengerubungi Presiden, tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bertemu dan berjabat tangan dengan Presiden.

“Kami ingin hanya datang untuk melihat keadaan sebenarnya, melihat keadaan ibu-ibu, bapak-bapak sekalian dan melihat apa yang kami bisa lebih cepat lagi mengirim bantuan,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Presiden kembali menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra. Presiden pun menyampaikan bahwa seluruh rencana penanganan telah disiapkan secara menyeluruh.

“Kami sudah siapkan rencana, semua jembatan akan kita perbaiki, jalan-jalan longsor akan kita tembus, listrik akan kita hidupkan semuanya. Dan kalau masih ada kekurangan kita akan segera atasi bersama. Kita sudah kerahkan puluhan helikopter, puluhan pesawat, ya kita akan atasi ini bersama,” kata Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan permohonan maaf terkait keterbatasan pemerintah dalam menyelesaikan seluruh penanganan secara instan. Namun demikian, Kepala Negara menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah dan aparat di lapangan terus bekerja keras untuk penanganan bencana di Sumatra.

“Kita akan bersama dengan bapak-bapak ibu-ibu. Jangan khawatir bapak-bapak ibu-ibu tidak sendiri, kita akan bersama,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan bahwa pemerintah pusat telah bergerak cepat untuk mendukung percepatan pemulihan di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang. Kepada warga terdampak, Presiden Prabowo memastikan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar masyarakat terus diupayakan oleh pemerintah. 

“Insyaallah bersama-sama kita akan memperbaiki keadaan ini. Pemerintah akan turun, akan membantu semuanya,” ujar Presiden di Posko Pengungsian di Jembatan Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (12/12). 

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat layanan atau bantuan yang belum terselesaikan sepenuhnya. Salah satu tantangannya menurut Presiden yakni kondisi lapangan yang cukup berat.

“Kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yang belum ya. Sudah mulai? Kita berusaha, kita tahu di lapangan sangat sulit. Keadaannya sulit, jadi kita atasi bersama,” katanya.

Presiden Prabowo pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tabah dan menjaga semangat selama proses pemulihan. Kepala Negara berharap agar aktivitas warga termasuk kegiatan belajar-mengajar bagi anak-anak dapat segera berjalan normal kembali.

“Mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal,” ujarnya.

“Anak-anak yang tabah, yang semangat. Kita cepat kembali supaya anak-anak semua cepat sekolah semuanya,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo turut menegaskan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi bencana serta perlunya pengelolaan lingkungan dan tata ruang yang lebih baik. Presiden memerintahkah seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak alam.

“Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan. Saya minta pemerintah daerah semua lebih waspada, lebih awas. Kita jaga alam kita dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tabalong Raih Kabupaten Terinovatif 2025, Pertahankan Prestasi Nasional Lima Tahun Berturut-Turut

Kabupaten Tabalong kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025, Tabalong resmi ditetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif 2025, sekaligus mempertahankan gelar yang sama selama lima tahun berturut-turut.

Penghargaan tingkat nasional yang digelar di Jakarta pada 10 Desember 2025 tersebut menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam menghadirkan pelayanan publik yang kreatif, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan Tabalong tidak lepas dari dua inovasi unggulan yang mendapat perhatian nasional. Pertama, Api Pandawa yaitu Inovasi Layanan Pajak Daerah (Bappenda Tabalong). Program ini menjadi terobosan dalam optimalisasi pelayanan pajak daerah dengan pendekatan modern, cepat, dan mudah diakses masyarakat.

Kedua, Pustaka Bisa yaitu Perpustakaan Inklusi Berbasis Sosial. Inovasi yang membuka akses literasi lebih luas dengan mengintegrasikan layanan perpustakaan dan pelatihan keterampilan, sehingga berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat.

Kedua inovasi tersebut menjadi motor penggerak Tabalong dalam pengembangan pelayanan publik berbasis teknologi dan inklusi.

Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keberhasilan mempertahankan predikat Kabupaten Terinovatif.

“di penghujung Desember ini kita berhasil kembali mempertahankan dan insya Allah ini menjadi momentum bagi kita semua untuk bekerja lebih baik lagi kepala seluruh masyarakat Tabalong. Dan mohon doanya kepada masyarakat tabalong mudah-mudahan dengan penghargaan yang kita raih ini nanti kami seluruh jajaran akan lebih maksimal lagi memberi eplayanan, lebih maksimal lagi mewujudkan Tabalong smart yang sama-sama kita harapkan dan kita ciptakan” Ujar Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani.

Bupati Noor Rifani turut mendorong seluruh SKPD untuk terus Berinovasi dalam meningkatkan Kemudahan Pelayanan Publik. Ia juga menyampaikan rencananya untuk memberikan Reward bagi SKPD yang paling Aktif Berinovasi, serta Punishment bagi Perangkat Daerah yang belum menunjukkan upaya Inovasi. Penghargaan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Pemerintah Daerah dalam Membangun Tabalong yang semakin Maju, Kreatif, dan Berdaya Saing.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemkomdigi : Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Sumatra Capai 96–99 Persen

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), upaya pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data per Rabu (10/12/2025), jumlah menara Base Transceiver Station (BTS) yang sebelumnya terdampak turun signifikan menjadi 2.637 unit dari puncaknya 3.380 unit pada 2 Desember.

Sebanyak 743 menara BTS telah kembali beroperasi, membantu warga di berbagai titik untuk kembali terhubung dengan keluarga serta mengakses informasi darurat dengan lebih cepat.

Sumatra Utara menjadi wilayah dengan tingkat pemulihan tertinggi. Dari total 9.612 BTS, sebanyak 9.292 telah berfungsi normal, atau mencapai 96,67 persen.

Sementara itu, di Sumatra Barat, dari 3.739 BTS yang terdampak, sebanyak 3.709 unit telah aktif kembali. Tingkat pemulihannya mencapai 99,20 persen, menjadikannya provinsi dengan pemulihan jaringan tercepat di Sumatra.

Berbeda dengan dua provinsi lainnya, proses pemulihan jaringan di Aceh masih berjalan lambat karena banyak titik yang mengalami pemadaman listrik. Dari 3.414 BTS, baru 1.127 unit (33,01 persen) yang kembali beroperasi, sementara 2.287 BTS lainnya masih menunggu pasokan listrik.

“Kami berupaya maksimal agar masyarakat kembali terhubung. Akses komunikasi mempengaruhi proses penyelamatan dan penyaluran bantuan. Setiap BTS yang pulih berarti lebih banyak warga bisa memberi kabar dan menerima informasi yang mereka perlukan,” ujar Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2025).

Sementara perbaikan infrastruktur menara BTS di Provinsi Aceh terus dilakukan secara bertahap seiring dengan upaya pemulihan pasokan listrik oleh operator bekerja sama dengan PLN.

“Pemulihan jaringan di Aceh memang masih terkendala padamnya aliran listrik. Operator seluler, PLN, dan semua pihak terkait tengah bekerja keras saat ini untuk memastikan pasokan listrik kembali normal,” jelasnya.

Meutya menyampaikan bahwa pemerintah terus menambah dukungan teknis di wilayah terdampak berupa genset dan perangkat akses internet darurat.

“Fokus kami memastikan warga dapat berkomunikasi tanpa hambatan,” tegasnya.

Total sebanyak 18 titik akses Satria 1 telah beroperasi dan 88 perangkat Starlink telah didistribusikan ke berbagai titik di ketiga provinsi terdampak bencana banjir.

Titik akses Satria 1 yang disediakan oleh Kemkomdigi berada di lokasi sebagai berikut:

  1. Bandara Pinangsori/Dr Fredric Lumban Tobing Sibolga
  2. SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Jl. K.H. Dewantara 1, Sibuluan Indah, Kec. Pandan, Tapanuli Tengah
  3. RSUD Pandan, Jl. Padang Sidempuan, Kalangan, Tapanuli Tengah
  4. Kantor BPBD Pandan, Tapanuli Tengah
  5. Kantor Kecamatan Tapian Nauli, Sibolga, Tapanuli Tengah
  6. Gedung Nasional, Jl. Dr. Fl. Tobing Kota Sibolga
  7. Masjid Raya Pase Panton Labu, Kec. Tanah Jambo Aye, Aceh Utara
  8. Masjid At Taqwa Padang Meriah, Langkahan, Aceh Utara
  9. Posko Masjid Al Ikhsan, Desa Sungai Liput, Kec. Kejuruan Muda, Aceh Tamiang
  10. Kantor Camat Indra Makmur, Jl. Alue Ie Mirah KM 18, Aceh Timur
  11. GOR Aceh Tamiang
  12. Posko Lokop Duli, Desa Lokop, Kec. Serbajadi, Aceh Timur
  13. Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kec. Malalak, Kab. Agam
  14. UPT BNPB Regional, Jl. Raya Padang-Indarung KM 8, Bandar Buat, Padang
  15. Posko Tim Basarnas Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur, Kec. Palembayan, Kab. Agam
  16. Posko Subarang Aia, Kec. Palembayan, Desa Salareh Aie, Kab. Agam
  17. SDN 04 Koto Ranah, Kec. IV Nagari Bayang Utara, Kab. Pesisir Selatan
  18. Posko Utama Rumah Dinas Bupati Agam

Selain itu, Kemkomdigi juga mendistribusikan perangkat Starlink ke Provinsi Aceh sebanyak 27 unit, Sumatra Utara 27 unit, dan Sumatra Barat 34 unit.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemendikdasmen Terapkan Pembelajaran Fleksibel di Wilayah Terdampak Bencana, Utamakan Keselamatan dan Pemulihan Psikososial

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) memastikan proses pembelajaran di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor tetap berjalan secara aman dan adaptif. Kebijakan pendidikan di daerah bencana diatur secara fleksibel mengikuti kondisi lokal serta tingkat kerusakan sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan penuh untuk menyesuaikan pola pembelajaran sesuai situasi di lapangan.

“Kondisi sekolah di setiap daerah terdampak tidak sama. Karena itu, pembelajaran kami serahkan pada kebijakan Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Yang terpenting adalah hak belajar murid tetap terpenuhi dan keselamatan mereka terjamin,” ujarnya di Jakarta (10/12).

Menteri Mu’ti menuturkan jika di daerah terdampak, berbagai pola pembelajaran telah diterapkan, mulai dari pembelajaran dengan sistem bergilir (shift) pagi atau siang, pembelajaran daring, penggabungan atau peminjaman sekolah lain, hingga pembelajaran di tenda darurat yang telah disediakan. Selain itu, penentuan mekanisme tes semester juga dapat dilakukan secara fleksibel.

“Pemerintah daerah dan satuan pendidikan juga diberikan kebebasan memilih moda pembelajaran dan bentuk asesmen yang paling memungkinkan, baik dengan tetap melaksanakan tes seperti biasa, menggantinya dengan penilaian harian tanpa tes semester, maupun menggunakan aktivitas bakti sosial sebagai dasar penilaian,” ucap Menteri Mu’ti.

Lebih lanjut, Kepala BSKAP, Toni Toharudin juga menyampaikan bahwa untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan pascabencana, BSKAP juga menyiapkan kerangka kebijakan berjenjang yang berlaku mulai dari masa tanggap darurat hingga beberapa tahun setelah bencana.

“Pada tiga bulan pertama, fokus diarahkan pada penyederhanaan kurikulum menjadi kompetensi minimum esensial, ketersediaan bahan belajar darurat, pembelajaran adaptif di ruang terbatas, dukungan psikososial, serta asesmen sederhana yang menekankan keamanan dan keterlibatan murid. Setelah itu, pada periode tiga hingga dua belas bulan, kebijakan diarahkan pada pemulihan kemampuan dasar murid melalui kurikulum adaptif berbasis krisis, program remedial intensif, pembelajaran fleksibel, serta asesmen transisi berbasis portofolio dan perkembangan sosial-emosional,” tutur Toni.

“Dalam rentang satu hingga tiga tahun, fokus kebijakan bergeser pada penguatan kembali kualitas pembelajaran, integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan pembelajaran inklusif, serta monitoring dan evaluasi jangka panjang terhadap literasi, numerasi, kehadiran, dan kesejahteraan psikososial murid”, tambahnya.

Tak hanya itu, Toni juga mengatakan bahwa Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, BSKAP telah menyusun Panduan Implementasi Pendidikan Kebencanaan sebagai rujukan bagi satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan mulai dari pra-bencana, saat terjadi bencana dan setelah bencana terjadi.

“Panduan implementasi pendidikan kebencanaan ini juga dilengkapi dengan peta kompetensi terkait kebencanaan untuk peserta didik sesuai jenjangnya. Kompetensi tersebut dapat diintegrasikan ke mata pelajaran yang relevan,” kata Toni.

Toni menegaskan bahwa seluruh fase pemulihan akan berjalan paralel dengan proses pembangunan kembali fasilitas pendidikan oleh pemerintah daerah dan kementerian terkait. “Kami sudah memiliki peta jalan kebijakan pascabencana. Ini memastikan bahwa pemulihan pendidikan berlangsung berkelanjutan, tidak hanya jangka pendek tetapi juga memperkuat ketahanan sekolah di masa depan,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Nevi Zuairina Sampaikan, Srikandi PKS di Garis Depan Penanganan Bencana, Ketangguhan Sunyi yang Menguatkan Indonesia

Anggota DPR Komisi VI, Hj. Nevi Zuairina menyampaikan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya berdiri di atas kebijakan pemerintah, tetapi juga pada ketulusan mereka yang bekerja dalam senyap.

Dalam refleksinya atas rangkaian bencana di Sumatera Barat, Nevi menyebut para istri pejabat publik PKS sebagai “penjaga nurani negara” perempuan-perempuan yang hadir bukan untuk disorot kamera, tetapi untuk memastikan bahwa negara benar-benar hadir di tengah luka rakyatnya.

Baginya, gerak para perempuan ini adalah ketangguhan sunyi: kekuatan yang lahir dari empati, yang tampak di dapur umum yang beruap hangat, di tenda pengungsian yang lembab dan dingin, di lereng-lereng yang baru saja runtuh, dan di rumah-rumah yang kehilangan harapan.

“Mereka adalah sosok yang bergerak lebih cepat dari sirene pemerintah, karena mata seorang ibu selalu lebih peka membaca derita,” ungkap Nevi.

Legislator Sumatera Barat II inii menekankan bahwa istri pejabat publik tidak berdiri di belakang suami, tetapi berdiri bersama rakyat.

Saat Nelly Mahyeldi memilih membatalkan pesta pernikahan putrinya demi mendampingi warga yang kehilangan tempat tinggal, atau ketika Yasmiati menembus jalur-jalur sulit sebelum bantuan besar tiba, di situlah wajah kemanusiaan negara benar-benar terlihat.

Begitu pula Meri Beni Warlis yang menggerakkan solidaritas dari Agam, Lian Octavia yang mempercepat suplai kebutuhan keluarga di Solok, Gusmalini yang menguatkan para ibu di Pasaman Barat, serta Melinda yang menenun harapan di Lima Puluh Kota, semuanya bergerak tanpa menunggu komando formal.

Istri Gubernur Sumbar 2010-2020 ini menekankan tiga karakter yang menyatukan para srikandi ini.

Empati sebagai identitas keluarga PKS, solidaritas sebagai kebiasaan, dan kehadiran fisik sebagai bentuk kepemimpinan moral.

Ketika mereka hadir, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga keteguhan untuk bangkit kembali.

Dalam pesannya, Nevi menyampaikan bahwa bangsa ini akan selalu kuat selama perempuan-perempuan berhati besar berdiri di garis depan kemanusiaan.

“Mereka adalah pendamping pejabat publik, dan mereka adalah pilar yang menjaga kehangatan hati bangsa. Dengan keteladanan mereka, Indonesia belajar bahwa kekuatan sebuah negara sering kali tumbuh dari kelembutan yang bekerja dalam diam,” tutup Nevi Zuairina.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News