Beranda blog Halaman 648

Wali Kota Wattimena Apresiasi Dukungan PUPR untuk Perbaikan Infrastruktur Ambon 2025

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena terima kunjungan kerja yang dilakasanakan oleh Direktur Jendral (Dirjen) Bina Marga Kementeria Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) RI, Roy Rizali Anwar, pada halaman kantor Pemeliharaan dan Pengawasan Struktural, Minggu (23/11).

Ada dua hal penting yang didiskusikan, yakni; Upaya pelebaran Jl. Jendral Sudirman guna mengatasi kemacetan di Jl. Tulukabessy, dan pembangunan jalan alternatif di ongkoliong melewati pesisir sampai di Pelabuhan Nusantara Tantui sekaligus mengurangi kemacetan dan menjadi rute mobil pengangkut container.

“Terhadap kedua hal ini, beliau (Dirjen) meminta agar segera dibuatkan perencanaan dan diusulkan di Tahun 2026,” ungkapnya.

Selain dua hal penting tersebut, pada kesempatan itu, Wattimena sampaikan terimakasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR, sehingga beberapa perbaikan infrastruktur boleh berjalan di Tahun 2025 ini.

“Kami juga berterimakasih atas upaya Balai Jalan Nasional dalam melaksanakan beberapa perbaikan infrastruktur di kota ini,” tambahnya.

Berikut beberapa perbaikan infrastruktur antara lain: pertama; program inpres Jalan Daerah, pembanguanan Jl. Hutumuri senilai Rp. 40 Milyar dengan skema multi years. Kedua; Program preservasi untuk penanganan jalan tahun 2025, danrencana penanganan titik banjir di Kota Ambon Tahun 2026.

Ketiga; Beautifikasi Jembatan Merah Putih dan Underpass Sudirman sebagai Icon Kota Ambon.

“Terimaksih banyak Pak Dirjen, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan nasional (BPJN), Yana Astuti dan Pak Kasatker I, Pak Mitho, atas kepedulian Bagi Kota Ambon ,” tandasnya.

Sehingga dirinya berharap dua hal ini dapat berjalan sesuai dengan proses perbaikan infrastruktur yang sementara dijalankan ini.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Program Mantap Mendengar: Pemprov Riau Dorong Layanan Kesehatan Inklusif

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau secara resmi membuka kegiatan Bakti Sosial Mantap Mendengar yang dirangkaikan dengan pemberian alat bantu dengar secara simbolis kepada masyarakat penyandang gangguan pendengaran. Kegiatan ini berlangsung di RSUD Arifin Achmad, Sabtu (22/11), sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan pendengaran di daerah.

Pelaksanaan bakti sosial ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya deteksi dini dan penanganan gangguan pendengaran. Pemerintah berharap kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan alat bantu dengar, tetapi juga mendorong pemerataan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam sambutannya, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih baik, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

“Program Mantap Mendengar ini bukan hanya tentang memberikan alat bantu dengar, tetapi tentang membuka kesempatan baru bagi masyarakat untuk dapat berkomunikasi dengan lebih baik, meningkatkan kualitas hidup, serta kembali produktif dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Riau akan terus memperkuat sinergi dengan tenaga medis, lembaga kesehatan, dan berbagai pihak terkait untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan pendengaran di seluruh kabupaten/kota di Riau.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam mendapatkan layanan kesehatan. Pemerintah Provinsi Riau akan terus meningkatkan perhatian terhadap kelompok rentan agar mereka mendapatkan hak yang sama dalam pelayanan publik, termasuk dalam pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Mandiri Taspen, Maswar Purnama, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Riau dan RSUD Arifin Achmad atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Mandiri Taspen dalam memberikan nilai tambah bagi nasabah, khususnya para pensiunan dan masyarakat yang membutuhkan dukungan kesehatan.

“Bakti sosial Mantap Mendengar ini adalah persembahan kami bagi para nasabah Mandiri Taspen. Melalui pemberian alat bantu dengar ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat, sehingga mereka dapat kembali berkomunikasi dengan lebih baik dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman,” ujar Maswar.

Ia menambahkan bahwa Mandiri Taspen akan terus menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung kesejahteraan dan pelayanan kesehatan yang inklusif.

“Ini bukan hanya pemberian alat bantu, tetapi juga komitmen kami untuk selalu hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para nasabah kami di Provinsi Riau,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Pekanbaru Takziah ke Rumah Duka Korban Diduga Bullying, MA (13)

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho hadir langsung ke rumah duka, MA (13) korban yang meninggal dunia diduga akibat bullying, Minggu (23/11) malam.

Agung ingin memastikan dan mengecek langsung kondisi di sana. Agung juga ingin mengetahui peristiwa apa yang dialami murid SD 108 Pekanbaru itu.

“Abis maghrib saya datang, warga kalau ada yang meninggal atau sakit saya membiasakan untuk datang. Tadi saya di laporkan ada anak yang meninggal, dan berbincang dengan keluarga,” ujarnya.

Wako bersama istri, Hj Sulastri Agung melakukan takziah di rumah duka. Agung juga menyatakan pemerintah kota siap membantu apa yang dibutuhkan keluarga.

Sementara penyebab apakah korban meninggal dunia akibat bullying belum bisa dipastikan. Saat ini Deswita, orangtua korban sudah mengikhlaskan kepergian korban.

Orangtua korban menyatakan bahwa MA sebelumnya memiliki penyakit bawaan. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan rematik.

Deswita juga mengucapkan terimakasih atas kedatangan Wako Pekanbaru, Agung Nugroho dan jajaran pemerintah kota yang langsung hadir bertakziah dan memastikan kondisi sebenarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenperin Siapkan Strategi Perluas Pasar Furnitur ke Eropa, Timur Tengah, dan Asia

Pemerintah terus menyiapkan berbagai kebijakan guna memperkuat daya saing industri furnitur dalam negeri agar mampu menembus pasar ekspor, baik melalui diplomasi maupun langkah strategis yang berorientasi pada perluasan pasar global. Salah satu fokusnya adalah mendorong pelaku industri agar siap menghadapi dinamika perdagangan internasional dan mampu menggarap pasar-pasar baru di luar tujuan tradisional.
“Industri furnitur merupakan salah satu sektor hilir padat karya yang memberikan nilai tambah tinggi bagi perekonomian nasional. Pada triwulan III tahun 2025, sektor ini berkontribusi 0,92 persen terhadap PDB nonmigas,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/11).
Menperin juga menyampaikan, nilai ekspor furnitur mencapai USD0,92 miliar hingga triwulan II tahun 2025, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD0,91 miliar. “Adapun Amerika Serikat masih menjadi pasar terbesar dengan capaian 54,6 persen,” sebutnya.
Sementara itu, industri kerajinan turut mencatatkan kinerja positif dengan nilai ekspor sebesar USD173,49 juta pada triwulan II-2025, tumbuh 9,11 persen secara tahunan. “Sektor furnitur dan kerajinan Indonesia bukan hanya menunjukkan kreativitas dan keterampilan, tetapi juga mengangkat keunggulan sumber daya lokal. Keberagaman dan kualitas bahan baku menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar ekspor,” jelas Agus.
Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara konsisten meningkatkan kapasitas bisnis pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor furnitur agar produk mereka dapat merambah pasar nontradisional. Langkah ini menjadi penting mengingat perubahan kondisi ekonomi global dapat memengaruhi performa ekspor furnitur nasional.
“Diperlukan strategi khusus untuk memperluas pasar baru nontradisional, di luar Amerika Serikat, seperti Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga negara-negara Asia seperti India dan Jepang. Namun perlu diingat, dalam memasuki pasar Eropa misalnya, pelaku industri harus memperhatikan tidak hanya kualitas desain tetapi juga kepatuhan terhadap standar keamanan dan lingkungan,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita dalam keterangannya.
Meskipun kinerjanya cukup kuat, lanjut Reni, industri furnitur nasional tak lepas dari pengaruh dinamika global. Salah satu tantangan terbesar adalah kebijakan tarif resiprokal Pemerintah Amerika Serikat yang diterapkan kepada banyak negara dengan surplus perdagangan, termasuk Indonesia.
Per 26 September 2025, tarif sebesar 50 persen dikenakan untuk produk lemari dapur dan meja rias kamar mandi, sedangkan furnitur berlapis kain dikenakan tarif 30 persen. “Kebijakan ini memberikan dampak berantai terhadap sektor industri. Beberapa IKM telah melaporkan penundaan pesanan dari pembeli Amerika serta kenaikan biaya logistik,” tutur Reni.
Sebagai respons, Ditjen IKMA membuka peluang pasar alternatif melalui diplomasi, negosiasi, serta penguatan kapasitas pelaku IKM. Edukasi diberikan agar IKM mampu memahami standar mutu dan keamanan di negara tujuan, termasuk pemilihan bahan baku ramah lingkungan.
“Pemilihan bahan finishing menjadi sangat penting. Negara seperti Jerman, Belanda, dan Kanada memberlakukan regulasi ketat terkait emisi senyawa kimia berbahaya seperti VOC (Volatile Organic Compound). Ada pula standar formaldehida EPA, Sertifikasi ECO Mark dari Jepang, hingga sertifikasi Dubai Central Laboratory (DCL),” papar Reni.
Ia menegaskan pentingnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan IKM dalam menggunakan bahan finishing yang aman, termasuk teknik finishing berbasis air (water-based coating).
Plt. Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan, Yedi Sabaryadi menambahkan bahwa Ditjen IKMA berkolaborasi dengan PT Propan Raya untuk memberikan edukasi mengenai kualitas cat guna meningkatkan daya saing produk. Edukasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Pameran Mebel dan Kerajinan UMKM se-Jawa Timur pada 13 November 2025 di Surabaya.
Menurut Yedi, kehadiran PT Propan menjadi keuntungan bagi IKM furnitur karena dapat membantu peningkatan kualitas produk dan mendorong kemandirian industri nasional. Selain edukasi, Ditjen IKMA memiliki sejumlah program yang dapat dimanfaatkan oleh IKM, mulai dari pelatihan peningkatan kompetensi SDM, pendampingan, hingga fasilitasi sertifikasi produk dan keahlian.
Untuk peningkatan kapasitas produksi, pemerintah juga menyediakan fasilitasi dan restrukturisasi mesin/peralatan. “Program restrukturisasi mesin sangat diminati karena memberikan cashback 25–40% bagi IKM yang membeli mesin baru,” ungkap Yedi.
Ditjen IKMA juga menyediakan layanan teknis permesinan melalui Program Dana Alokasi Khusus (DAK) di kabupaten/kota, serta fasilitasi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara gratis bagi industri skala kecil.

Pemerintah turut memberikan dukungan pembiayaan melalui program Kredit Industri Padat Karya (KIPK) bekerja sama dengan Bank Himbara dan BPD. Program ini diperuntukkan bagi industri furnitur, makanan dan minuman, tekstil, pakaian jadi, kulit, alas kaki, dan mainan anak. “Melalui KIPK, pemerintah memberikan subsidi bunga 5 persen untuk investasi mesin/peralatan maupun modal kerja, dengan plafon pembiayaan mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar,” tambah Yedi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

KKP Perkuat Program Corporate University untuk Pengembangan Kompetensi ASN

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tingkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui implementasi program Corporate University KKP. Pekan ini KKP menggelar forum konsolidasi seluruh unit Eselon I untuk menyelaraskan arah pembangunan kompetensi ASN agar lebih terpadu, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan organisasi.

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan kunci untuk mewujudkan organisasi yang agile, responsif, dan berorientasi hasil. Transformasi tata kelola SDM tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, sehingga membutuhkan platform pembelajaran yang terintegrasi, kolaboratif, dan mampu menjawab kebutuhan kompetensi lintas unit kerja.

“Corporate University KKP hadir untuk memastikan setiap proses pembelajaran memberikan dampak nyata bagi individu maupun organisasi,” jelasnya dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (22/11).

Sejalan dengan itu, Nyoman menekankan perlunya pemanfaatan kebijakan pembelajaran ASN yang semakin progresif, sebagaimana diatur dalam Permen KP Nomor 44 Tahun 2022. Kebijakan tersebut membuka ruang pembelajaran non-klasikal seperti coaching, mentoring, pembelajaran mandiri, hingga komunitas belajar yang kini dapat dikonversi menjadi jam pelatihan resmi melalui Corporate University KKP.

“Ini langkah maju yang membuat ASN dapat belajar secara fleksibel, relevan, dan sesuai kebutuhan nyata di lapangan,” tegasnya.

Forum rapat kerja juga menandai peluncuran Buku Saku Corporate University KKP sebagai panduan resmi tata kelola pembelajaran terstandar di lingkungan KKP. Di samping itu, BPPSDM KP juga tengah mengembangkan Website Corporate University KKP sebagai fondasi digital pengelolaan pembelajaran yang terintegrasi. Platform ini akan terus ditingkatkan agar mampu mempermudah proses bisnis Corpu, menyajikan materi pembelajaran, serta menyediakan data monitoring kompetensi ASN secara real time.

Dalam laporannya, Kepala Pusat Pelatihan KP, Lilly Aprilya Pregiwati, menjelaskan bahwa rapat kerja ini memadukan kebutuhan teknis, manajerial, dan sosial kultural seluruh unit kerja Eselon I. Menurutnya, Corporate University KKP bukan hanya wadah pelatihan, tetapi ekosistem pembelajaran kolaboratif yang menguatkan budaya belajar berkelanjutan di internal kementerian.

“Corporate University KKP kita bangun untuk memastikan setiap ASN mendapatkan akses pembelajaran yang berkualitas, terstandar, dan relevan. Dengan sinergi lintas unit dan pemanfaatan teknologi, kita ingin pengembangan kompetensi ini benar-benar berdampak pada kinerja organisasi dan pelayanan publik,” ujar Lilly.

Rapat kerja turut menghadirkan narasumber dari Lembaga Administrasi Negara, Mandiri Corporate University, dan Biro SDM Aparatur dan Organisasi KKP yang memberikan perspektif kelembagaan serta praktik terbaik pengembangan SDM di sektor pemerintahan maupun industri. Diskusi lintas perspektif ini memperkuat arah transformasi pembelajaran yang lebih terstruktur, terukur, dan responsif.

Analis Kebijakan Ahli Madya LAN, Agustinus Sulistyo Putranto, menekankan bahwa Corpu KKP harus membangun ekosistem pembelajaran yang berdampak. “Corpu KKP bukan hanya pelatihan, tapi penguatan ekosistem pembelajaran. ASN Corpu KKP kini berada pada tingkat intermediate high, menunjukkan praktik Corpu sudah berjalan. Ke depan, forum pembelajaran dan komunikasi strategis perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Head Mandiri Corporate University, Branding Communication & Partnership Bank Mandiri, Nyoman Bagus Nugraha, menambahkan bahwa tiga pilar utama Corpu—capability enabler, learning to business alignment, dan learning experience design—harus menjadi fondasi untuk memastikan pembelajaran mendorong peningkatan kinerja. Ia juga mendorong kolaborasi, pemahaman kebutuhan kompetensi, serta inovasi metode belajar agar transformasi menuju performance consultant berjalan optimal.

Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya menegaskan bahwa transformasi SDM menjadi fondasi utama keberhasilan reformasi birokrasi sektor kelautan dan perikanan. SDM unggul adalah kunci untuk memastikan arah kebijakan dan agenda pembangunan KKP berjalan efektif.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

7 Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Sumedang Terima Rumah Baru dari Pemkab Sumedang

Sebanyak tujuh warga Dusun Babakan Cikamuning, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan resmi menempati rumah baru setelah terdampak pergerakan tanah yang terjadi pada Maret 2024. Penyerahan kunci rumah relokasi dilakukan langsung oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, Senin (24/11/2025) di kawasan Sapphire City Park.

Salah satu penerima, Mak Enih (99), tampak haru saat menerima kunci hunian baru yang menjadi titik awal pemulihan warga setelah setahun lebih tinggal sementara di rumah kerabat.

Bupati Dony menegaskan bahwa relokasi ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan warga yang tinggal di wilayah rawan pergerakan tanah.

“Pemerintah daerah menyiapkan solusi jangka panjang bagi warga yang rumahnya telah dinyatakan tidak aman. Ketujuh warga ini sudah tidak menempati rumahnya dan sementara tinggal di rumah sanak saudara. Keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama. Sekarang mereka menempati rumah baru,” ujarnya.

Pemda Sumedang telah membebaskan lahan relokasi di Dusun Margamulya, Desa Mekarrahayu. Pada lahan tersebut kini tengah dibangun rumah yang diperuntukkan bagi tujuh warga terdampak sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi.

Bupati Dony mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman demi mengantisipasi potensi bencana. “Ini demi keselamatan kita semua, sambil pemerintah menyiapkan solusi relokasi bagi rumah-rumah yang berisiko,” katanya.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Marlina mengatakan pergerakan tanah di Dusun Babakan Cikamuning, Desa Mekarrahayu terjadi pada 2024.

“Rencana pembangunan rumah relokasi sebenarnya dijadwalkan mulai awal 2025 melalui anggaran murni, namun harus tertunda akibat proses pengadaan tanah yang baru dapat direalisasikan pada anggaran perubahan 2025,” tuturnya.

Selain menyerahkan kunci rumah, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan tambahan berupa peralatan rumah tangga dan paket sembako untuk membantu warga beradaptasi di lingkungan baru.

Dengan rampungnya tahap relokasi ini, Pemkab Sumedang akan melanjutkan evaluasi serta pemetaan potensi pergerakan tanah di wilayah lain sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana ke depan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkab Tabalong Siapkan 20 Ribu Porsi Paliat untuk Pecahkan Rekor MURI pada HUT ke-60

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong menyiapkan 20 ribu porsi Paliat, kuliner khas Tabalong, untuk memecahkan Rekor MURI pada puncak peringatan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tabalong. Agenda makan bersama skala besar ini akan digelar pada 8 Desember 2025 di sepanjang Jalan Dandung Suchrowardi, Komplek Pendopo Bersinar Pembataan.

Kegiatan yang menjadi salah satu atraksi utama peringatan hari jadi ini akan mencatatkan rekor sajian Paliat terbanyak yang pertama kali digelar di Tabalong. Masyarakat setempat maupun wisatawan dari luar daerah diundang untuk ikut serta menikmati hidangan khas tersebut secara gratis.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana, menjelaskan bahwa persiapan terus dimatangkan agar pemecahan rekor MURI berjalan sukses. Sebanyak 50 stand yang terdiri dari instansi pemerintah, swasta, hingga perbankan akan terlibat dalam penyajian hidangan Paliat.

“ini pertama kalinya di tabalong melakukan kegiatan pencatatan dalam rekor muri terhadap sajian paliat terbanyak, karena kita ketahui bahwa paliat ini merupakan kuliner khas tabalong yang perlu kita angkat, nanti untuk pelaksanaan nya kegiatan makan paliat gratis ini dilaksanakan di jalan stadion, mulai dari depan kediaman bupati hingga gor badminton, nanti kurang lebih ada 50 stand dari instansi pemerintah, swasta dan perbankan yang akan menyediakan makan paliat tersebut, itu nanti dilaksanakan di tanggal 8 desember sekitar pukul 10 siang”Ujar Gusti Judid Ihsan Permana Kabag Tapem Setda Tabalong.

Secara teknis, Gusti Judid menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah akan kembali melakukan pertemuan dengan Stakeholder terkait untuk membahas lebih detail pelaksanaan kegiatan tersebut. Judid menambahkan, kegiatan ini digelar terbuka untuk masyarakat umum Kabupaten Tabalong, bahkan juga dapat diikuti Wisatawan luar Tabalong.

Masih dalam rangkaian Hari Jadi, digelar pula Kajian Muslimah bersama Syarifah Halimah Alaydrus pada 3 Januari 2026, khusus untuk Jamaah Perempuan, dan dipusatkan di Masjid Islamic Center.sedangkan Tabligh Akbar bersama Ustadz Prof. Dr. Abdul Somad dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2026 sebagai penutup rangkaian kegiatan Keagamaan.

“Ada beberapa kegiatan besar, yang Pertama Tablig Akbar Ustadz Das’ad Latif, yang Kedua terkait Ustadz Ali Bustomi, yang ketiga dengan Syarifah Halimah Alaydrus Dam yang terakhir dengan Ustad Abdul Somad, tentu ini betul betul akan menjadi perhatian khusus kami dari kami Panitia agar kegiatan yang cukup besar ini bisa kita sukseskan dengan baik dan meriah, bisa berjalan lancar dan sikses” Ujar Abu Bakar Sidiq, Asisten Pemerintahan & Kesra Tabalong.

Seluruh agenda tersebut terbuka untuk Masyarakat Tabalong maupun luar Daerah, kecuali kegiatan bersama Syarifah Halimah Alaydrus yang dikhususkan bagi Jamaah Perempuan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Peringati Hari Jadi ke-60, Pemkab Tabalong Gelar Rangkaian Kegiatan Keagamaan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong tengah mempersiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tabalong. Sejumlah agenda keagamaan dipastikan menjadi salah satu fokus utama tahun ini, mulai dari syukuran, salat hajat, hingga tabligh akbar dengan menghadirkan para ulama dan dai ternama.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tabalong, Abu Bakar Siddiq, menjelaskan bahwa beberapa kegiatan sudah terlaksana, sementara lainnya sedang memasuki tahapan akhir persiapan.

Kegiatan pertama yang digelar adalah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), yang telah berlangsung dengan lancar hingga penutupan.

Selanjutnya, Pemkab Tabalong menyiapkan Nikah Massal yang dijadwalkan pada 3 Desember 2025. Dari target 120 pasangan, hingga saat ini 85 pasangan telah dipastikan memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan Kementerian Agama.

Salah satu agenda penting lainnya adalah Peresmian Masjid Cheng Ho yang direncanakan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Jadi Tabalong pada 8 Desember 2025.

Selain itu, Haflah Al-Qur’an tahun ini akan dilaksanakan di Masjid Ash Shiratal Mustaqim Tanjung. Panitia juga berencana menghadirkan qari internasional untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

Di bidang dakwah, sejumlah tabligh akbar dan kegiatan keagamaan lain juga telah dijadwalkan, di antaranya. Ustadz Das’ad Latif dijadwalkan mengisi Tabligh Akbar pada 10 Desember di Tanjung Expo Center. Kemudian, kegiatan Tabalong Bershalawat bersama Ustadz Ali Bustomi rencananya digelar pada 27 Desember, namun karena bertepatan dengan agenda besar di Sekumpul Martapura, kegiatan ini kemungkinan akan diundur menjadi 31 Desember.

Masih dalam rangkaian Hari Jadi, digelar pula Kajian Muslimah bersama Syarifah Halimah Alaydrus pada 3 Januari 2026, khusus untuk Jamaah Perempuan, dan dipusatkan di Masjid Islamic Center. Sedangkan Tabligh Akbar bersama Ustadz Prof. Dr. Abdul Somad dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2026 sebagai penutup rangkaian kegiatan Keagamaan.

“Ada beberapa kegiatan besar, yang Pertama Tablig Akbar Ustadz Das’ad Latif, yang Kedua terkait Ustadz Ali Bustomi, yang ketiga dengan Syarifah Halimah Alaydrus Dam yang terakhir dengan Ustad Abdul Somad, tentu ini betul betul akan menjadi perhatian khusus kami dari kami Panitia agar kegiatan yang cukup besar ini bisa kita sukseskan dengan baik dan meriah, bisa berjalan lancar dan sikses” Ujar Abu Bakar Sidiq, Asisten Pemerintahan & Kesra Tabalong.

Seluruh agenda tersebut terbuka untuk Masyarakat Tabalong maupun luar Daerah, kecuali kegiatan bersama Syarifah Halimah Alaydrus yang dikhususkan bagi Jamaah Perempuan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Nasir Djamil Soroti Implementasi UU Pemerintahan Aceh yang Belum Maksimal

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Nasir Djamil menilai implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Ia menyebut sejumlah faktor historis dan struktural yang membuat pelaksanaan otonomi khusus Aceh tidak sepenuhnya mencerminkan amanat konstitusi. Menurutnya, evaluasi menyeluruh menjadi penting agar penghormatan negara terhadap kekhususan Aceh benar-benar terwujud.

Nasir menyoroti pasal 18B UUD 1945 yang menegaskan bahwa negara mengakui pemerintahan di daerah yang bersifat khusus dan istimewa. Menurutnya, mengakui berarti membenarkan dan menerima.

“Secara leksikal begitu. Nah, pertanyaannya adalah apakah selama ini kita membenarkannya setengah hati atau menerimanya setengah hati (adanya pemerintahan daerah yang bersifat khusus dan istimewa)? Itu yang harus menjadi pemikiran kita,” ujar Nasir dalam Rapat Kerja (Raker) penyusunan RUU tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Keuangan di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/11).

Nasir mengingatkan bahwa UU Pemerintahan Aceh lahir dari proses panjang yang bahkan menelan korban jiwa. Ia menceritakan pengalamannya saat masih menjadi anggota DPRD Aceh pada masa penyusunan UU Nomor 18 Tahun 2001, ketika ketua panitia khusus (pansus) kala itu, Zaini Sulaiman, ditembak orang tak dikenal di rumahnya setelah turut mengawal pembentukan regulasi tersebut. Menurut Nasir, dinamika itu menunjukkan bahwa dasar hukum otonomi Aceh dibangun melalui perjuangan berat yang tidak boleh disia-siakan.

“(Penyusunan UU) waktu itu memang harus dibayar mahal karena ketua pansusnya dtembak oleh orang tak dikenal pada maghrib menjelang malam,” tuturnya.

Nasir juga menyoroti bahwa banyak pejabat pemerintah yang dahulu terlibat langsung dalam penyusunan UU Nomor 11 Tahun 2006 kini telah pensiun. Hilangnya kesinambungan pengetahuan itu, menurutnya, membuat beberapa ketentuan dalam UU Aceh tidak lagi dipahami secara utuh oleh pejabat pusat yang menjabat saat ini.

Lebih jauh, Nasir turut mengaitkan perjalanan otonomi Aceh dengan hasil perundingan damai Helsinki yang menjadi titik balik perdamaian Aceh. Menurut Nasir, saat itu terjadi kekacauan yang kompleks, rasa mencekam, kekhawatiran, dan pengungsian di mana-mana, bahkan rumah-rumah ibadah tidak berani didatangi.

“Situasinya (seperti itu), tapi kemudian setelah (perundingan) Helsinki, semuanya mengalami perubahan. Terjadi demobilisasi dan demokratisasi,” ungkapnya.

Dalam forum itu, Nasir turut mendorong pemerintah mempertimbangkan pembentukan badan khusus yang menangani daerah berstatus otonomi khusus. Menurutnya, selama ini urusan Aceh hanya berada pada level direktorat di Kemendagri, yang dinilai memiliki daya dukung kelembagaan terbatas. Ia mengingatkan bahwa pada masa lalu, Menkopolhukam pernah memiliki Desk Aceh, tetapi kini peran itu tidak lagi terdengar.

Ia menegaskan bahwa UU Aceh bukan sekadar regulasi pada level daerah, melainkan Undang-Undang Republik Indonesia yang wajib dijalankan bersama. Nasir juga optimis bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap Aceh dan berharap momentum revisi UU Pemerintahan Aceh dapat menghasilkan tata kelola otonomi khusus yang lebih kuat dan efektif bagi masyarakat Aceh.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

I Wayan Sudirta kepada Jajaran Polda Metro: Jangan Tunggu Laporan, Harus Proaktif!

Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta, menyampaikan dua isu besar dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/11). Dua isu besar tersebut adalah persoalan sengketa dan penguasaan tanah di wilayah Tangerang, serta perlunya reformasi menyeluruh dalam penanganan kasus narkoba. Menurutnya, kedua isu ini menunjukkan lemahnya penegakan hukum yang dapat menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat.

Pertama, ia menyoroti persoalan tanah di Tangerang Selatan, khususnya proyek pengembang yang seharusnya diserahkan kepada pemerintah daerah, sesuai Perda dan Permendagri setelah mencapai batas waktu tertentu. Namun kenyataannya, proyek tersebut tidak kunjung diserahkan.

“Ketika masyarakat membongkar tembok untuk kepentingan tertentu, malah masyarakatnya jadi tersangka. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya dala pertemuan tersebut.

Tak hanya di Tangerang Selatan, di Kota Tangerang, Sudirta juga menemukan persoalan serupa, yakni penguasaan tanah oleh kelompok-kelompok kuat di lapangan meski warga memiliki sertifikat resmi. Ia menyebut bahwa kondisi ini membuat investor enggan masuk karena merasa hukum tidak cukup kuat melindungi hak-hak mereka.

“Kalau di Polda Metro Jaya saja bisa begini, bagaimana di daerah lain?!” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini mempertanyakan.

Karena itu, Sudirta meminta Kapolres Tangerang Selatan dan Kapolres Kota Tangerang untuk lebih proaktif dan tidak hanya menunggu laporan. Ia menegaskan bahwa aparat harus mampu memprediksi potensi masalah dan bertindak cepat sebelum konflik berkembang. “Sudah ada laporan saja tidak ditindaklanjuti, apalagi kalau tidak ada laporan. Ini harus diubah,” tegasnya.

Isu kedua yang disoroti Sudirta adalah penanganan kasus narkoba yang dinilainya masih konvensional dan tidak memberikan hasil signifikan. Ia menjelaskan bahwa Indonesia menghadapi masalah yang sama seperti Portugal sebelum negara itu melakukan reformasi besar-besaran.

Menurutnya, Portugal mengadopsi dua kebijakan dalam penanganan narkoba, yaitu menghukum mati bandar dan pengedar, serta mempermudah rehabilitasi bagi pemakai. Model tersebut terbukti menurunkan penggunaan narkoba dan kejahatan secara drastis.

“Kenapa kita tidak belajar dari Portugal? Lapas penuh, APBN tersedot triliunan, tapi kasus narkoba tidak turun-turun,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengkritisi adanya ketimpangan rehabilitasi, di mana orang-orang berduit lebih mudah direhabilitasi, sementara masyarakat miskin justru dituntut berat. Selentingan serupa, menurutnya, pernah terdengar hingga ke Mahkamah Agung.

Ia menegaskan perlunya ketegasan terhadap aparat yang melindungi bandar dan meminta semua hambatan rehabilitasi dihapus. “Kalau ada yang menghalangi rehabilitasi atau mempermainkan prosesnya, harus dicopot,” kata Sudirta. Ia berharap kunjungan ke Polda Metro Jaya dapat mendorong adanya kemajuan signifikan dalam enam bulan ke depan.

Menurutnya, narkoba adalah ancaman serius bagi generasi muda. Karena itu, negara harus hadir dengan kebijakan yang berani dan aparat yang bersih. “Jangan sampai kita berkali-kali turun ke daerah tapi tidak ada perubahan. Kita ingin hasil nyata,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News