Beranda blog Halaman 664

Mendes Yandri Tegaskan Komitmen Kemendes PDT dalam Penyelenggaraan Keterbukaan Informasi Publik

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan komitmen Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dalam penyelenggaraan Keterbukaan Informasi Publik.

Hal tersebut disampaikan Mendes Yandri saat Presentasi Uji Publik Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat (KIP) di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/11/2025).

“Saya berkomitmen bahwa siapa pun pejabat publik, apalagi memimpin sebuah kementerian, sejatinya harus tampil paling depan dalam hal untuk kita memastikan informasi publik itu dinikmati oleh siapa pun, bukan hanya di lingkungan kementerian,” ungkap Mendes Yandri.

Lebih lanjut Mendes Yandri mengatakan, keterbukaan informasi publik penting dilakukan agar masyarakat desa mengetahui program-program dan kebijakan yang di lakukan oleh Kemendes PDT.

Selain itu, komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam keterbukaan informasi publik ini juga menjadi modal berharga untuk berkolaborasi dan bekerja sama dengan lintas kementerian/lembaga dalam membangun desa.

Menurutnya, apabila Kemendes PDT tertutup, maka kolaborasi lintas kementerian/lembaga tidak akan terjadi. Sebaliknya, jika Kemendes PDT terbuka dan jujur dalam hal keterbukaan informasi publik, maka partisipasi lintas kementerian/lembaga akan datang dengan sendirinya.

“Tapi kalau ada kong-kalikong, ada yang kita sembunyikan, itu bagi saya juga beban, tapi kalau kita buka semua dan pengaduan juga secara transparan kemudian penyelesaian juga secara transparan, saya yakin partisipasi itu akan datang dengan sendirinya,” ungkap Mendes Yandri.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Pusat Donny Yoesgiantoro mengapresiasi komitmen pimpinan kementerian/lembaga yang terus mendukung keterbukaan informasi publik.

Menurutnya, setiap aksi yang mendukung keterbukaan informasi publik mempunyai nilai tersendiri, sehingga ke depan keterbukaan informasi di kementerian/lembaga menjadi arus utama dalam setiap kegiatan dan menjadi badan publik lebih baik dari waktu ke waktu.

“Mudah-mudahan dengan komitmen pimpinan badan publik yang hadir di sini, ke depan keterbukaan informasi bisa menjadi arus utama dalam setiap kegiatan badan publik dan tentunya menjadikan badan publik menjadi lebih baik dari waktu ke waktu,” ujar Donny.

Sebagai informasi, Komisi Informasi Pusat menyelenggarakan monitoring dan Evaluasi (Monev) pada 18-20 November 2025 terkait keterbukaan informasi publik 2025 yang sudah memasuki tahapan uji publik untuk memastikan penerapannya berjalan sesuai standar.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Peringatan Hari Desa 2026 Targetkan Peningkatan Ekonomi Warga

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 akan digelar di Boyolali pada Kamis, 15 Januari 2026. Tidak hanya sekadar perayaan, momen yang diperingati setiap tahun tersebut juga menjadi salah satu kesempatan yang dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi warga.

“Ini pasti meriah dan akan menggerakkan UMKM dan produk-produk kecil. Insyaallah dari liga desa akan lahir pesepakbola tanpa naturalisasi. Kita harap liga desa ini bisa menghasilkan sesuatu,” tegasnya dalam Rapat Pimpinan Gabungan Persiapan Hari Desa Nasional Tahun 2026 di Kantor Kemendes PDT Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 digelar sebagai pesta rakyat yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Setiap warga diharap dapat berperan aktif yang dapat membawa banyak manfaat.

Di antaranya dalam menggerakkan ekonomi desa serta munculnya bibit-bibit baru dalam dunia sepakbola melalui kegiatan Liga Desa yang akan dibuka di Lapangan Bola Desa Banyu Biru Kabupaten Semarang pada 20 November 2025. Tentu saja hal ini tidak lepas dari kolaborasi antara Kemendes PDT dengan berbagai sektor termasuk masyarakat yang merupakan aktor penting dalam setiap fase pertumbuhan desa.

“Kita lakukan yang terbaik. Kalau Liga Desa ini berhasil insyaallah akan kita buat se-Indonesia. Perlu kerja sama, kolaborasi dengan K/L lain, dengan pihak swasta, asosiasi, perangkat desa, BPD, mantan para kepala desa juga akan ikut,” tutur Mendes Yandri.

Sementara itu, rangkaian acara Puncak Hari Desa Nasional Tahun 2026 di antaranya Donor Darah, Bakti Desa, Coaching Clinic BUMDesa dan KDMP, Jalan Sehat, Karnaval Budaya Nusantara, Pameran Potensi Unggulan Desa, dan lain sebagainya. Rangkaian tersebut dilaksanakan pada 11-16 Januari 2026 dengan melibatkan warga desa sebagai subjek utama.

Hal ini sebagai tindak lanjut atas tujuan Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026. Pertama adalah untuk penyebarluasan kebijakan pembangunan kemandirian desa. Kedua pertukaran ide, gagasan, dan praktik pembangunan desa. Ketiga membangun kebersamaan di tengah keanekaragaman. Keempat membangun sinergi peran membangun desa. Kelima menguatkan nilai budaya lokal dalam kerangka transformasi menuju kemandirian.

Adapun persiapannya direncanakan secara rinci oleh Mendes Yandri, Wamendes Ahmad Riza Patria, Pejabat Tinggi Madya dan Pratama, serta seluruh pegawai Kemendes PDT. Selanjutnya setiap Menteri/Kepala Lembaga terkait akan dipastikan hadir dalam puncak Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Membangun Kepemimpinan Berbasis Sains, Empati, dan Inovasi: FLC 2025 Hadirkan Generasi Pemimpin Muda Indonesia

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat ekosistem pengembangan kepemimpinan mahasiswa melalui kegiatan Future Leaders Camp (FLC) 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya membentuk calon pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, adaptif, dan inovatif.

Dalam FLC 2025 Regional IV yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Rabu (19/11), sebanyak 60 mahasiswa pemimpin muda dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti rangkaian pembekalan, dialog kepemimpinan, serta refleksi kebangsaan.

Program ini dirancang untuk memperkuat karakter, integritas, dan kemampuan kepemimpinan yang berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat.

Salah satu peserta FLC Regional IV, Anthony Tjandra Santoso, menunjukkan bagaimana kepemimpinan generasi baru tidak lagi hanya berpijak pada kemampuan mengarahkan, tetapi pada keberanian memadukan sains, teknologi, dan empati.

Anthony, mahasiswa Sains Data dari Universitas Brawijaya, percaya bahwa data bukan sekadar angka, melainkan energi perubahan sosial.

“Kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa keras seseorang berbicara, tetapi dari seberapa dalam ia memahami dan menumbuhkan orang lain,” ujarnya.

Perjalanan Anthony membangun SmartAcademy (@smartacademy.learn) pada 2024 menjadi titik awal kiprahnya di bidang inovasi pendidikan. Platform ini menggabungkan neurosains, gamifikasi, dan pendekatan humanis untuk membantu siswa mempelajari olimpiade matematika dengan metode yang lebih mudah dan menyenangkan.

Sebagai Founder dan CEO, ia memimpin 15 anggota dari berbagai divisi serta berkolaborasi dengan influencer pendidikan nasional. SmartAcademy menghasilkan prestasi nyata: siswa program ini lolos UTBK hingga meraih medali internasional seperti TIMO dan AMO.

Pada 2025, SmartAcademy meraih Pendanaan Hibah Wirausaha Mahasiswa FMIPA UB, menegaskan potensinya sebagai gerakan pendidikan inklusif.

Anthony juga mengasah kepemimpinan melalui olahraga dan organisasi kampus. Ia memimpin UABT Cup 2025, turnamen bulutangkis terbesar di Universitas Brawijaya dengan 72 panitia. Melalui tantangan teknis dan negosiasi, ia belajar menjaga stabilitas emosi dan keberlanjutan kerja tim.

Sebagai Asisten Dosen, Anthony menyusun enam materi pemrograman dan membimbing 29 mahasiswa. Ia juga aktif mengajar 150 siswa dari berbagai daerah melalui komunitas Revolusi Edukasi dengan pendekatan empati dan gamifikasi.

Pada tahun yang sama, ia terpilih sebagai Fully Funded Delegate International Youth Goals Forum (Singapura–Malaysia–Thailand), memperluas wawasan dan jejaring kepemimpinannya di tingkat ASEAN.

Dalam esainya, Anthony menegaskan bahwa pemimpin modern harus memiliki tiga fondasi. Data untuk menentukan arah, Empati untuk memberi makna, Kolaborasi untuk menjaga keberlanjutan.

Baginya, FLC 2025 menjadi titik balik penting dalam memperkuat perspektif kepemimpinan yang adaptif dan berorientasi pada perubahan.

“Hal yang paling penting adalah bagaimana kita 2P tadi, yaitu pendekatan dan positioning,” ungkapnya sembari menunjuk buku catatan yang memuat bekal perjalanan kepemimpinannya di masa depan.

FLC 2025, memantapkan mimpi Antony. Ia ingin meningkatkan pendidikan Indonesia, termasuk gagasan Smart Academy untuk menjangkau lebih dari 100 atau bahkan 100 ribu calon generasi penerus bangsa.

FLC 2025 bukan sekadar kegiatan, tetapi ruang bagi generasi muda untuk melangkah sebagai pemimpin yang visioner dan humanis. Kisah Anthony menjadi refleksi wajah Diktisaintek Berdampak—ketika ilmu pengetahuan diterjemahkan menjadi inovasi, teknologi diarahkan untuk kemanusiaan, dan kepemimpinan berakar pada kolaborasi. Anthony merangkum seluruh perjalanannya dalam satu kata: bersyukur.

Melalui Indonesia FLC 2025, ia memilih berjalan di jalur kepemimpinan yang menyalakan cahaya bagi lebih banyak generasi muda Indonesia untuk melangkah bersama menuju masa depan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Realisasi Percepatan Sertipikasi Tanah Ulayat di Papua, Menteri Nusron Saksikan Pemasangan Patok Skouw Yambe

Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) di Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, jadi langkah percepatan pendaftaran tanah ulayat di Papua. Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, hadir menyaksikan pemasangan patok tanda batas tersebut pada Rabu (19/11/2025), sebagai bagian dari penetapan batas-batas tanah adat sebelum proses administrasi pendaftaran tanah dilakukan.

“Kalau tidak dicatat, suatu hari bisa saja tanah itu diduduki orang lain. Maka batasnya harus jelas dulu supaya negara tahu dan bisa melindungi,” ujar Menteri Nusron sebelum terjun langsung menyaksikan pemasangan patok, yang jadi rangkaian Sosialisasi Pengadmistrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat.

Pemasangan patok di Skouw Yambe ini menandai langkah awal pendaftaran tanah, sebelum proses identifikasi subjek hak ulayat dilakukan. Setelah batas fisik ditetapkan, ATR/BPN bersama tokoh adat, dan pemerintah daerah, akan memastikan pihak adat mana yang sah mewakili wilayah tersebut. Pendataan ini menjadi dasar untuk memastikan tidak ada tumpang tindih klaim atau konflik batas di kemudian hari.

“Pendaftaran ini memberikan kepastian hukum. Ini tanah Anda, siapa pun tidak boleh masuk kecuali harus izin sama yang punya adat,” ujar Menteri Nusron di hadapan masyarakat adat di Papua.

Untuk di Kota Jayapura sendiri, Kementerian ATR/BPN akan melakukan pendaftaran tanah ulayat pada tiga lokasi, yakni Skouw Yambe, Skouw Mabo, dan Skouw Sai. Sertipikasi tanah ulayat di tiga Skouw ini nantinya diperkirakan akan mencakup 150 hektare bidang tanah yang saat ini masih berstatus tanah bebas.

Dengan pendaftaran tanah ulayat yang saat ini sedang dilakukan, Kementerian ATR/BPN berharap bisa menggerakkan masyarakat hukum adat di wilayah lainnya untuk segera mendaftarkan tanah ulayat mereka.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Nusron menyerahkan 6 sertipikat BMN dan 4 Sertipikat Hak Milik untuk warga Papua. Selain itu, diserahkan juga salinan daftar tanah ulayat di Papua. Menteri Nusron, menyerahkan sertipikat dengan didampingi oleh Anggota Komite I DPD RI, Carel Simon Petrus Suebu dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Papua, Roy Eduard Fabian Wayoi.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Keterbukaan dan Penyediaan Layanan Informasi, PPID Kementerian ATR/BPN Proaktif Sajikan Konten Informatif secara Digital

Guna menyampaikan informasi kepada masyarakat luas, Kementerian ATR/BPN secara proaktif memproduksi konten informatif seputar pertanahan dan tata ruang. Tak hanya sebagai edukasi kepada publik, namun juga sebagai cara mengisi ruang digital dengan konten dengan sumber tepercaya dari akun ofisial Kementerian ATR/BPN.

“Dengan penyebaran konten informasi secara digital, kita lebih mudah untuk menyampaikan kepada publik dan bahkan bisa secara real time menyampaikannya. Dengan begitu, semua yang dilakukan PPID, Biro Humas, layanan dan program masing-masing dirjen termasuk inovasi aplikasi dan layanan digital ATR/BPN dapat diketahui masyarakat,” ujar Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan, usai presentasi Uji Publik dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP), di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Berdasarkan data PPID atau Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian ATR/BPN, per 14 November 2025 terdapat 692 permohonan informasi yang diterima, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dari data tersebut, 53% pertanyaan yang diajukan seputar informasi Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan pertanahan.

Melihat data tersebut, PPID Kementerian ATR/BPN berupaya menyajikan informasi layanan pertanahan dengan bahasa yang ringan, mudah dimengerti, serta disajikan secara informatif melalui beberapa konten. Di antaranya ialah “PRODUKTIF” atau Produksi Konten Informatif; “SAMSON” atau Saatnya Menjawab Suara Online, yaitu konten yang berisi penjelasan interaktif dari pejabat Kementerian ATR/BPN berdasarkan pertanyaan dari netizen di kolom sosial media Kementerian ATR/BPN. Lalu, ada juga konten “Tangkal Hoaks” untuk memberikan penjelasan atas narasi tidak berdasar yang sering berseliweran di sosial media.

“Kita juga memiliki layanan Hotline WhatsApp Pengaduan yang menjadi primadona. Layanan ini terintegrasi dari pusat hingga seluruh satuan kerja di daerah dengan menggunakan single number sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pengaduan,” jelas Wamen Ossy.

Dalam kesempatan ini, Wamen Ossy juga menyampaikan pesan kepada seluruh pelaksana PPID Kementerian ATR/BPN, baik di pusat maupun daerah untuk memedomani peraturan terkait layanan informasi publik dalam pekerjaan sehari-hari sebagai PPID. Seperti halnya, Undang-Undang Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 32/2021 tentang Layanan Informasi Publik.

“Harus selalu diingat oleh seluruh petugas PPID bahwa dalam melayani masyarakat di bidang informasi publik sehingga tidak ada kegamangan dalam melayani masyarakat. Informasi mana yang harus dikecualikan, informasi mana yang harus diberikan. Tentunya akses informasi adalah hak dasar yang dimiliki oleh masyarakat, dimiliki oleh warga negara,” tegas Wamen Ossy.

Dalam presentasi Uji Publik ini, Wamen Ossy juga didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin; Kepala Bagian Informasi Publik dan Pengaduan Masyarakat, Adhi Maskawan; serta Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga, Bagas Agung Wibowo beserta sejumlah jajaran Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menteri Nusron: Harmonisasi Hukum Adat dan Pertanahan Melalui Sertipikasi Tanah Ulayat di Papua

Bagi Kementerian ATR/BPN, sertipikasi tanah ulayat bukan sebatas melaksanakan tugas dan tanggung jawab semata. Sertipikasi ini jadi cara untuk memberikan kepastian hukum atas hak adat yang sudah tumbuh dan berkembang di masyarakat.

“Jadi (sertipikasi) ini namanya sinergi hukum adat dan hukum pertanahan nasional. Hukum pertanahan nasional bisa jalan, hukum adatnya terlindungi, jadi sinergi dan harmoni,” tegas Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, saat membuka Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat, di Kantor Gubernur Papua, Rabu (19/11/25).

Di hadapan masyarakat adat yang hadir, Menteri Nusron menekankan, pendaftaran tanah ulayat bukan untuk mengambil alih kewenangan adat, melainkan untuk memastikan hak masyarakat adat tercatat jelas dan terlindungi dari potensi sengketa. “Justru negara mengakui hak komunal masyarakat adat, tapi dicatatkan supaya negara paham dan negara mengerti bahwa ini milik adat,” ujar Menteri Nusron.

Hasil identifikasi Kementerian ATR/BPN dan Universitas Cenderawasih, terdapat 427 bidang tanah ulayat yang berpotensi untuk disertipikatkan. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih bagi masyarakat hukum adat sehingga mau untuk menyertipikatkan tanah ulayatnya.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, dalam kesempatan ini, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi dan menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen penuh mendukung perlindungan tanah ulayat di Papua. ‘Tanah bagi masyarakat itu bukan sekadar aset ekonomi, tapi itu adalah identitas, harga diri, jati diri. Harus mendapat penghargaan dan keadilan untuk semua tanah di Papua,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, menilai bahwa pengadministrasian serta pendaftaran tanah ulayat merupakan langkah penting dalam memperkuat implementasi otonomi khusus Papua. “Acara ini memperkuat implementasi otonomi khusus di Tanah Papua, terutama afirmasi bagi orang asli Papua agar hak-hak dasar mereka dijaga dan dihormati,” ujarnya.

Pada kegiatan ini, Menteri Nusron didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Reforma Agraria, Rezka Oktoberia; Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol), Shamy Ardian; Direktur Pengaturan Tanah Pemerintah, Tanah Ulayat, dan Tanah Komunal, Suwito; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Papua, Roy Eduard Fabian Wayoi. Turut hadir sejumlah pimpinan daerah tingkat II se-Provinsi Papua beserta Forkopimda Provinsi Papua.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Presentasi Uji Publik, Wamen Ossy: Pastikan Layanan Berjalan Transparan dan Mudah Diakses Publik

Kementerian ATR/BPN memasuki tahap Uji Publik dan dinyatakan lolos untuk menyampaikan presentasi sebagai tahapan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP), Rabu (19/11/25). Presentasi Uji Publik Kementerian ATR/BPN disampaikan oleh Wakil Menteri (Wamen) ATR/BPN, Ossy Dermawan.

“Bapak Menteri Nusron Wahid selalu mengingatkan, pelayanan harus cepat, akuntabel, bersih, dan tidak membeda-bedakan masyarakat. Untuk itu, Kementerian ATR/BPN terus berusaha memperbaiki diri, memperbaiki proses, beradaptasi, dan memastikan setiap langkah pelayanan berjalan transparan, serta mudah diakses oleh publik,” ujar Wamen Ossy dalam sesi pemaparan di Grand Mercure Hotel Kemayoran, Jakarta.

Di hadapan tiga penguji yang berasal dari Komisioner KIP, praktisi keterbukaan informasi publik, dan akademisi, Wamen Ossy diberikan waktu 10 menit untuk memaparkan Kebijakan dan Strategi Kementerian ATR/BPN dalam pemenuhan hak akses masyarakat atas informasi publik. Salah satu yang menjadi bahasan utama ialah bagaimana peran dan upaya Kementerian ATR/BPN untuk terus bertransformasi menyediakan layanan pertanahan dan tata ruang digital.

Inovasi di bidang pertanahan dan tata ruang, tak hanya sebagai adaptasi dengan kemajuan zaman, namun juga sebagai keterbukaan informasi akan layanan pertanahan dan tata ruang. Layanan digital yang dilahirkan salah satunya adalah aplikasi Sentuh Tanahku. Aplikasi yang dapat diakses dari smartphone ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi. Dalam Sentuh Tanahku, masyarakat dapat kemudahan akses data dan informasi sertipikat, serta pengecekan layanan pertanahan secara akurat, cepat, dan efisien.

Kementerian ATR/BPN juga memiliki aplikasi yang berisi data geospasial, yaitu aplikasi BHUMI di bhumi.atrbpn.go.id. Aplikasi ini menyediakan katalog data pertanahan, tata ruang, dan data tematik lainnya yang dapat diakses oleh semua masyarakat. Layanan interaktif BHUMI yang dapat diakses, mulai dari Peta Zona Nilai Tanah (ZNT), peta bidang tanah, peta kawasan hutan, peta lahan sawah yang dilindungi (LSD), peta Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), dan peta batas administrasi daerah bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri.

Dalam sektor tata ruang, Kementerian ATR/BPN juga memiliki Aplikasi GISTARU di gistaru.atrbpn.go.id. GISTARU menyediakan informasi seputar Rencana Tata Ruang Nasional dan Daerah untuk mendukung perencanaan ruang secara modern dan digital. Aplikasi ini biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat dan investor yang ingin mengetahui peruntukan zonasi kawasan apakah cocok untuk kawasan perumahan, kawasan industri, atau kawasan lainnya.

“Seluruh upaya inovasi layanan dan informasi pertanahan dan tata ruang, semuanya adalah upaya kolektif dari Kementerian ATR/BPN terus membenahi, menyempurnakan layanan pertanahan dan tata ruang juga diseminasi informasi. Memang belum sempurna, tapi kita akan terus upayakan,” ujar Wamen Ossy.

Turut hadir mendampingi Wamen Ossy, Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin; Kepala Bagian Informasi Publik dan Pengaduan Masyarakat, Adhi Maskawan; serta Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga, Bagas Agung Wibowo beserta sejumlah jajaran Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pemkab Bekasi Sampaikan Nota Penjelasan Rancangan Perda APBD 2026 pada Rapat Paripurna DPRD

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD, Kabupaten Bekasi, Selasa (18/11).

Nota Penjelasan Bupati Bekasi terhadap Rancangan Perda tentang APBD tahun 2026 disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Asep Surya Atmaja.

Dalam pemaparannya Asep menegaskan, penyusunan Rancangan APBD 2026 dilakukan dengan mempertimbangkan evaluasi kinerja pembangunan tahun sebelumnya, kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat, serta isu-isu strategis daerah.

Dimana dalam proses penyusunan merujuk pada dokumen perencanaan resmi seperti Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

“Penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 dilakukan dengan memperhatikan kinerja pembangunan tahun sebelumnya, kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat, serta prioritas daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pendapatan daerah pada tahun 2026 ditargetkan sebesar Rp7,28 triliun, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp4,34 triliun dan pendapatan transfer sebesar Rp2,93 triliun.

Sementara itu total belanja daerah direncanakan sebesar Rp7,57 triliun, mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.

“Apabila kita bandingkan antara pendapatan daerah dan belanja daerah dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026, terdapat defisit anggaran sebesar Rp298,17 miliar. Namun demikian, defisit dimaksud ditutup melalui pembiayaan netto sehingga kebutuhan seluruh belanja dapat terpenuhi,” jelasnya.

Selain menyampaikan struktur anggaran, Wakil Bupati juga menekankan arah kebijakan pembangunan daerah pada tahun 2026.

“Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bekasi di tahun 2026 dilakukan secara efektif dan efisien, dengan peningkatan kualitas pelayanan publik serta upaya mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.

Enam prioritas pembangunan daerah turut disampaikan, mulai dari peningkatan pertumbuhan ekonomi berkualitas, pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan pengelolaan lingkungan hidup termasuk persampahan.

Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap proses pembahasan dapat berjalan lancar dan tepat waktu sesuai amanat regulasi.

“Kami sangat berharap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2026 ini dapat berlangsung efektif sehingga segera dapat diajukan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dievaluasi,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Herman Deru Apresiasi Pengembangan Desa Wisata, Dorong Inovasi dan Pelestarian Kearifan Lokal

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi digelarnya acara Anugerah Pesona Desa Wisata Sumatera Selatan 2025 dan Launching Calender of Event bertempat di Ballrom Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (18/11).

“Kenapa saya hadir di sini? Karena acara ini memiliki makna besar dan membuat saya tertarik. Saya ingin memberikan apresiasi kepada dinas terkait, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Herman Deru.

Ia juga memberikan penghormatan kepada para pegiat pariwisata desa yang berhasil mengembangkan destinasi wisata meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, seperti infrastruktur dan teknologi informasi. Menurutnya, desa-desa tetap mampu menunjukkan potensi besar sebagai destinasi unggulan.

Herman Deru berharap produk dan inovasi desa wisata yang dilombakan dapat menjadi pemicu bagi peningkatan daya tarik wisata di Sumsel.

“Strofoam itu hanya simbol, piala ini mungkin sederhana, tapi menunjukkan kalian memiliki karya yang luar biasa,” katanya.

Herman Deru mengatakan agenda rutin di Kabupaten OKU Selatan Sriwijaya Ranau Grand Fondo (SRGF) yang memanfaatkan kekayaan alam seperti danau dan suasana sejuk, kearifan lokal ditambah keramah tamahaan masyarakatnya.

Menurutnya, kekayaan alam tidak akan berarti tanpa upaya aktif dalam pengembangannya. Hal yang sama berlaku bagi desa-desa pemenang anugerah.

“Event ini sangat mendorong artinya ada kolaborasi antara pariwisata, seni, dan budaya. Kita bersyukur memiliki kearifan lokal yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Dia menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan penghargaan ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap desa-desa wisata. Selain sebagai penilaian, award ini diharapkan menjadi sarana promosi bagi desa penerima penghargaan.

“Setelah terkenal, bagaimana kita mempertahankan ketenarannya dengan terus berinovasi. Selamat atas penerima award dan kerja kerasnya selama ini,”tutupnya.

Selanjutnya Herman Deru didampingi pejabat pendamping lainnya menyerahkan piagam penghargaan kepada Desa – Desa penerima anugerah.

Adapun Daftar Desa Penerima Anugerah yaitu Kategori Homestay Pemenangnya adalah Juara 1 (Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir), Juara 2 (Desa Wisata Gunung Dempo, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam), Juara 3 (Homestay Eriska, Kecamatan Lubuklinggau, Kota Lubuklinggau);

Kategori Kelembagaan Pemenangnya adalah Juara 1 (Desa Wisata Gunung Dempo, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam), Juara 2 (Kampung Gerabah Maju Bersama, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang), Juara 3 (Kampung Lele, Kelurahan Silir, Kecamatan Semandang, Kota Palembang);

Kategori Utility untuk Pendukung Desa Wisata Pemenangnya adalah Juara 1 (Plumeria Ecopark, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim), Juara 2 (Desa Serambi, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat), Juara 3 (Desa Wisata Gunung Dempo, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam);

Kategori Daya Tarik Pengunjung Pemenangnya adalah Juara 1 (Desa Wisata Gunung Dempo, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam), Juara 2 (Desa Bukit Ulu, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara), Juara 3 (Desa Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim), Juara Harapan 1 (Desa Napa Licin, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara), Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan), Juara Harapan 2 (Desa Mekar Jadi, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin), Juara Harapan 3 (Desa Padang Ratu, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah);

Kategori Suvenir Pemenangnya adalah Juara 1 (Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Jakabaring Kota Palembang), Juara 2 (Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir), Juara 3 (Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim); Juara Harapan 1 (Kampung Gerabah Maju Bersama, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang), Juara Harapan 2 (Desa Bukit Ulu, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara), Juara Harapan 3 (Desa Mekar Jadi, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin);

Kegiatan tersebut dirangkaikan juga dengan peluncuran Kalender of Event (CoE) Tahun 2026 yang diluncurkan langsung oleh Gubernur Herman Deru.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Plt. Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si., mengatakan bahwa Kalender tersebut memuat sekitar 200 event daerah berskala nasional dan internasional yang berasal dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

“Dengan penguatan desa wisata dan penyusunan CoE merupakan strategi pemerintah provinsi untuk meningkatkan daya tarik wisatawan, membuka peluang ekonomi baru, serta memperluas pasar pariwisata Sumsel di tingkat nasional dan global”, ujarnya.

Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel dan Para Perwakilan Desa Penerima Anugerah Pesona Desa Wisata.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Salatiga Hadiri Rakornas Kepegawaian 2025: Tegaskan Komitmen Wujudkan Asta Cita

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Pullman Grand Ballroom, Podomoro City, Jakarta Barat, Rabu (19/11). Kegiatan ini mengangkat tema “ASN Bergerak Bersama Wujudkan Asta Cita” dan dihadiri oleh para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota dari seluruh Indonesia.

Rakornas Kepegawaian 2025 menjadi momentum strategis bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan kebijakan pengelolaan aparatur sipil negara dalam rangka mewujudkan delapan agenda pembangunan berlandaskan Asta Cita.

Acara ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Pertanian, Menteri Sosial, Kepala BKN RI, Pimpinan Komisi II DPR RI, serta Ignasius Jonan yang memberikan pemaparan terkait kepemimpinan dan transformasi birokrasi. Selain itu, turut diserahkan BKN Award kepada kementerian, pemerintah provinsi, serta kabupaten/kota yang berprestasi dalam pengelolaan kepegawaian.

Dalam arahannya, Kepala BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., M.H., menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang melindungi, mempermudah, serta membahagiakan ASN dan masyarakat. Dengan jumlah ASN secara nasional mencapai 5,6 juta orang, penguatan skill, knowledge, dan attitude menjadi fondasi utama dalam mendukung terwujudnya Asta Cita.

Dari Komisi II DPR RI juga menegaskan pentingnya penerapan sistem merit dan netralitas ASN sebagai pilar utama tata kelola pemerintahan. Sementara itu, jajaran menteri dan tokoh nasional lainnya memberikan perspektif mengenai perubahan mindset, kepemimpinan adaptif, hingga kontribusi ASN dalam pembangunan nasional.

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, menyampaikan bahwa Rakornas Kepegawaian tahun ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kualitas aparatur di daerah.

“Melalui Rakornas ini, kami mendapatkan banyak arahan strategis tentang bagaimana ASN harus bergerak lebih substantif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pemerintah Kota Salatiga berkomitmen penuh mendukung Asta Cita serta memastikan seluruh ASN mampu menjadi pelayan masyarakat yang profesional, adaptif, dan berintegritas,” ujar Wali Kota.

Beliau menambahkan mengenai semangat kolaborasi nasional yang perlu diterapkan di Salatiga, “Transformasi pengelolaan ASN bukan hanya tentang administrasi, tetapi tentang membangun budaya kerja yang lebih inovatif dan membahagiakan masyarakat. Semangat kolaborasi nasional ini akan kami terapkan dalam tata kelola kepegawaian di Salatiga,” tambahnya.

Melalui kehadiran Wali Kota dalam Rakornas ini, Pemerintah Kota Salatiga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalitas ASN dan kualitas pelayanan publik sesuai tuntutan pembangunan ke depan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News