Beranda blog Halaman 677

Wabup Yudha Adji Kusuma Tekankan Pentingnya Produk Unggulan Desa di Lumajang

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha), menekankan pentingnya inovasi desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Sosialisasi Membangun Desa Mandiri dan Berdaya Saing di Hotel Aston Inn Lumajang, Minggu (16/11).

Mas Yudha mendorong setiap desa untuk menciptakan satu atau dua produk atau layanan unggulan sebagai identitas desa. Inovasi ini, menurutnya, bukan sekadar simbol, tetapi menjadi pintu masuk bagi pendapatan asli desa, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya tarik desa baik secara ekonomi maupun sosial.

“Desa harus memiliki keunikan yang dapat menjadi sumber ekonomi sekaligus identitas sosial. Produk unggulan desa akan menarik investor, wisatawan, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal,” tegas Mas Yudha.

Lebih jauh, Mas Yudha menekankan bahwa desa harus menjadi ruang pertumbuhan baru, tidak lagi hanya sebagai objek pembangunan. Desa perlu menjadi pusat ekonomi baru, ruang kreatif bagi generasi muda, serta tempat di mana kesejahteraan masyarakat tumbuh secara nyata.

Menurutnya, visi jangka panjang pembangunan Lumajang adalah menyeimbangkan pertumbuhan antara kota dan desa. Desa yang produktif dan inovatif akan memastikan pembangunan merata, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat daya saing daerah secara keseluruhan.

Mas Yudha menambahkan, pendekatan ini juga mendorong generasi muda untuk tetap berkarya di desa, menciptakan inovasi, dan memanfaatkan potensi lokal secara maksimal. Desa bukan lagi hanya tempat tinggal, tetapi menjadi laboratorium ekonomi kreatif yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh kepala desa dan pemangku kepentingan untuk merancang strategi inovasi desa, mengidentifikasi produk unggulan, serta membangun ekosistem ekonomi yang mendukung kesejahteraan dan pertumbuhan berkelanjutan.

“Dengan inovasi sebagai motor utama, desa bisa menjadi pusat pertumbuhan baru, memperkuat ekonomi lokal, dan membangun Lumajang yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Simbol Kebersamaan Bangun Jakarta, Gubernur Pramono Sandang Marga Sebayang

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerima kehormatan menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Karo melalui pemberian marga Sebayang. Penganugerahan tersebut berlangsung dalam acara silaturahmi dan temu kangen masyarakat Karo di Cibubur, Kota Depok, pada Minggu (16/11).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan. “Ini sebuah kehormatan luar biasa bagi saya dan keluarga, karena hari ini saya resmi menjadi bagian dari keluarga besar Karo dengan marga Sebayang. Suasana kebersamaan ini membuat saya merasa seperti berada di rumah sendiri,” ujarnya.

Menurut Gubernur Pramono, nilai-nilai budaya Karo memiliki banyak kesamaan dengan budaya Betawi, terutama dalam hal keterbukaan dan sikap inklusif. Ia menyebut masyarakat Karo punya tradisi kuat dalam menerima siapa pun dengan tulus. “Sejarah mencatat bahwa persoalan intoleransi tidak pernah tumbuh dalam masyarakat Karo selama adat dan nilai kehidupan dijunjung bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menilai karakter masyarakat Karo, yang dikenal pekerja keras, disiplin, menjunjung tinggi kehormatan, serta berorientasi pada hasil, sebagai teladan yang menginspirasi dirinya dalam menjalankan amanah memimpin Jakarta.

“Kehormatan yang saya terima melalui marga Sebayang ini sangat berarti, karena saya memahami betapa tingginya nilai disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab dalam masyarakat Karo. Mereka telah berperan besar dalam mendukung pembangunan Jakarta,” tuturnya.

Ia juga menyoroti nilai-nilai Rakut Sitelu, yang menjunjung kesetiaan, solidaritas, dan persaudaraan sebagai fondasi penting dalam kehidupan masyarakat Karo. “Saya kini menjadi bagian dari keluarga Sebayang. Dalam Rakut Sitelu, saya turut terikat dalam nilai-nilai tersebut. Saya berjanji tidak akan mengecewakan Bapak dan Ibu sekalian,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono turut mengenang sejumlah figur masyarakat Karo yang pernah ia kenal, salah satunya almarhum Sembiring Meliala, tokoh nasional yang bersamanya di DPR RI pada 1999. “Beliau adalah contoh sederhana namun kuat tentang bagaimana karakter masyarakat Karo terbentuk, tegas, berpendirian, berani, namun tetap hangat dan penuh humor,” ucapnya.

Peneguhan marga ini juga menjadi momentum bagi Gubernur Pramono untuk menyampaikan penghargaan terhadap kontribusi masyarakat Karo di Jakarta. Menurutnya, sifat santun, lugas, mandiri, dan tidak berlebihan telah menjadikan masyarakat Karo sebagai bagian penting dalam ekosistem sosial, ekonomi, dan kebudayaan Jakarta.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Pekanbaru Belajar Strategi Pembangunan dari Mantan PM Singapura Goh Chok Tong

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho, bertemu langsung dengan mantan Perdana Menteri Singapura, Goh Chok Tong. Pertemuan dengan pemimpin yang dikenal membawa Singapura memasuki fase stabilitas ekonomi ini, berlangsung pada Kamis (13/11) malam kemarin.

Dimana, selain Wako Agung, turut hadir beberapa kepala daerah yang saat ini mengikuti penguatan bersama Lemhanas, dan Kemendagri.

Dalam diskusi, Wako Agung mengatakan, Chok Tong sempat membagikan pengalamannya dalam membangun Singapura pada awal 1990-an. Kata dia ada beberapa aspek yang harus dikuatkan bila ingin memajukan sebuah kota.

“Yang pertama beliau menekankan bagaimana pentingnya investasi sumber daya manusia menjadi sesuatu yang penting untuk kemajuan suatu daerah,” kata Wako Agung.

Menurut dia, apa yang disampaikan Chok Tong juga tengah ia tingkatkan di Pekanbaru. Salah satunya melalui program Zero Putus Sekolah. Dimana Pemko Pekanbaru, menjamin seluruh anak dapat bersekolah dengan gratis.

“Memang yang pertama dibahas beliau adalah persoalan pendidikan. Saya sepakat, bahwa penguatan sistem belajar, terutama agar sekolah, merupakan fondasi, bukan beban anggaran,” terang Agung.

“Kalau kita ingin memajukan sektor sumber daya manusia, maka pendidikan dan kesehatan menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. Begitu kata beliau,” tambah Agung.

Selain persoalan pendidikan, Chok Tong juga banyak membahas kesehatan. Dimana Singapura saat ini menjadi salah satu rujukan pengobatan dunia.

“Selain itu kami juga membahas pemberdayaan anak muda, terutama soal ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar. Nah ini pula yang sedang kami fokuskan di Pekanbaru,” paparnya.

Agung melanjutkan, pertemuan di Singapura malam itu menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran bagi para kepala daerah, yang menggambarkan fokus pada penguatan pendidikan, kesehatan, dan kompetensi generasi muda.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran di Kawasan 3T: Pemerintah Percepat Pemerataan Akses Pendidikan

Pemerintah terus mempercepat pemerataan pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Upaya ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan berkualitas, termasuk yang tinggal di daerah dengan tantangan geografis.

Salah satu contoh keberhasilan program ini tampak di Samarinda, Kalimantan Timur, di mana Sekolah Terpadu—yang terdiri dari SDN 028 Sungai Kunjang, SMPN 16 Samarinda, dan SMA Prestasi Samarinda—menjadi pionir dalam penerapan Papan Interaktif Digital/Interactive Flat Panel. Teknologi pembelajaran tersebut membuat proses belajar lebih hidup, interaktif, dan modern.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Armin, menjelaskan bahwa semangat transformasi pendidikan kini terasa hingga ke tingkat sekolah.

“Menteri Mu’ti menyaksikan secara langsung proses pembelajaran menggunakan dengan Papan Interaktif Digital/Interactive Flat Panel, yang membuat suasana kelas jadi lebih hidup,” tutur Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Daerah: Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Tangerang, (13/11).

Armin menilai program ini sangat penting, terutama untuk daerah-daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur pendidikan. “Meskipun Angka Partisipasi Kasar (APK) kami mencapai 98,75%, tantangan murid yang dropout masih ada karena jarak tempuh yang jauh. Kami berharap bantuan dari pusat dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan menyediakan fasilitas yang memadai,” ungkapnya.

Cerita serupa datang dari Provinsi Maluku, wilayah kepulauan dengan tantangan jarak dan akses transportasi. Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin, menegaskan bahwa revitalisasi dan digitalisasi telah membawa perubahan signifikan.

“Digitalisasi menjadi penopang utama pendidikan kami. Dengan program revitalisasi dari pemerintah pusat, kami telah melayani sekitar 100 unit Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ini membuat sekolah-sekolah di daerah perbatasan kami kini setara dengan sekolah-sekolah di kota besar. Guru-guru dapat mengajar dengan sukacita karena memiliki sarana yang memadai, dan informasi pembelajaran tersebar merata ke seluruh kepulauan. Harapan kami, program ini terus berlanjut sehingga lebih dari 400 sekolah di Maluku dapat terlayani secara optimal untuk kepentingan Indonesia, Maluku, dan generasi mendatang,” tegas Sarlota.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa proses revitalisasi dan digitalisasi ditargetkan selesai pada 15 Desember 2025, termasuk pelaksanaan dan pelaporan.

Ia juga menekankan fleksibilitas dalam pelaksanaan bagi daerah dengan kondisi khusus.

“Namun, kami memahami bahwa beberapa sekolah atau daerah memiliki kondisi khusus—mungkin akses geografis yang sulit atau kendala cuaca ekstrem. Untuk kasus seperti ini, dispensasi akan diberikan setelah melalui proses monitoring dan evaluasi yang ketat. Yang penting, bantuan ini tepat sasaran dan sekolah-sekolah yang paling membutuhkan mendapat prioritas,” sambung Menteri Mu’ti.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa parlemen siap mendukung penuh pelaksanaan program revitalisasi dan digitalisasi melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

“Komisi X siap memberikan dukungan penuh untuk memastikan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan berjalan lancar. Kami akan memastikan alokasi anggaran tepat sasaran, melakukan pengawasan agar dana APBN digunakan secara transparan, dan mengawal revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional agar lebih responsif terhadap kebutuhan daerah. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama untuk membangun pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan,” pungkas Hetifah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sindikat Penjualan Anak Diselidiki Usai Kasus Bilqis Terbongkar

Pengusutan kasus sindikat jual-beli anak bermodus adopsi ilegal yang terungkap lewat penculikan balita Bilqis (4) di Makassar kini memasuki tahap penyelidikan gabungan. Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim memastikan memberikan asistensi penuh karena jaringan pelaku beroperasi lintas provinsi.

Direktur PPA-PPO Bareskrim, Brigjen Nurul Azizah, mengatakan tim gabungan sedang dipersiapkan untuk menindaklanjuti temuan awal di lapangan.

“Benar, kami melakukan asistensi dan back up. Saat ini sedang dipersiapkan joint investigation,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).

Nurul Azizah menegaskan seluruh temuan masih dalam pendalaman dan akan dipublikasikan jika ada perkembangan.

Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkap bahwa jaringan penculik Bilqis terhubung dengan kasus jual-beli anak di berbagai wilayah. Aksi mereka diduga terjadi di Bali, Jawa Tengah, Jambi, hingga Kepulauan Riau.

“Tersangka telah memberikan keterangan terkait beberapa TKP lain, termasuk di wilayah Bali, Jateng, Jambi, dan Kepri,” jelas Kapolda (13/11/2025).

Djuhandhani menegaskan bahwa penyidikan dilakukan bersama Bareskrim mengingat keterlibatan lintas wilayah.

“Pengungkapan ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat melalui penegakan hukum,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemdiktisaintek Dorong Program Kosabangsa sebagai Solusi Nyata bagi Masyarakat Sulawesi Utara

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat peran kampus dalam memberikan solusi nyata terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui optimalisasi penelitian dan pengabdian masyarakat, sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi.

Kota Manado dan wilayah sekitar masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Data Februari 2025 mencatat pengangguran terbuka mencapai 8,51% di Manado dan 7,80% di Kota Tomohon, dengan total 83,13 ribu penduduk menganggur. Sementara itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi Sulawesi Utara baru menyentuh 35%, menandakan perlunya perluasan akses pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM daerah.

Sebagai komitmen memperkuat dampak pendidikan tinggi, Kemdiktisaintek mengakselerasi implementasi Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat), sebuah platform kolaboratif yang mendorong penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangka penguatan program tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menghadiri kegiatan Apresiasi Dosen Berdampak di Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (Unsrit), Sulawesi Utara, Jumat (14/11).

“Pendidikan tinggi harus mampu berinovasi untuk menjawab persoalan-persoalan sosial yang terjadi,” ujar Wamen Fauzan.

Ia turut memberikan apresiasi kepada para dosen yang telah mengimplementasikan tridarma secara utuh dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya adalah Nindy Gaby Sepang, Dosen Pendidikan Fisika Unsrit yang dinilai berhasil menghadirkan solusi nyata berbasis riset.

“Ini adalah prestasi akademik yang memiliki tanggung jawab moral karena sifat ilmu itu harus diamalkan atau ditularkan. Maka saya datang untuk menyampaikan selamat kepada Mbak Nindy. Ini dimaksudkan untuk menjadi benih yang subur, yang dampaknya akan diikuti oleh benih yang lain,” tambahnya.

Rektor Unsrit, Anggela A. Adam, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamendiktisaintek.

“Selamat datang di Universitas Sariputra Indonesia Tomohon, ini menjadi suatu semangat yang baru bagi kami untuk terus menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdampak,” tutur Rektor Anggela.

Revitalisasi Usaha Nelayan dan Peternak

Nindy Gaby Sepang melaksanakan program pengabdian bertajuk Revitalisasi Usaha Kelompok Nelayan dan Peternak Kelurahan Bahoi, Pulau Tagulandang, pasca erupsi Gunung Ruang. Program ini fokus menghadirkan teknologi terapan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat nelayan dan peternak.

Ia menegaskan pentingnya kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat.

“Sebagai dosen, tugas kami bukan hanya mengajar, tetapi menjalankan tridarma, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Saya tidak mengharapkan hal yang lebih, saya ingin menerapkan inovasi yang saya miliki dan memberikan dampak nyata bagi seluruh warga Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara,” ujar Nindy Gaby Sepang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Berbagai teknologi tepat guna telah diberikan kepada warga.

“Untuk nelayan, kami memberikan jaring, freezer penampungan, dan alat pengering putar yang mempercepat proses pengeringan ikan roa dari 12 jam menjadi 6–8 jam. Untuk peternak, kami membangun kandang koloni, mengajarkan formulasi pakan berbahan limbah ikan, serta menyediakan alat penetas telur dengan tingkat keberhasilan hampir 100 persen. Semua inovasi ini masih digunakan masyarakat hingga sekarang,” jelasnya.

Teknologi tersebut terbukti masih digunakan masyarakat hingga saat ini dan mendorong pemulihan ekonomi pascabencana.

Kemdiktisaintek menegaskan pentingnya sinergi antara penelitian dan pengabdian masyarakat untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan warga. Melalui pemanfaatan riset unggulan perguruan tinggi, program-program pendidikan tinggi diharapkan semakin berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mendiktisaintek Dampingi Presiden Prabowo Sambut Raja Yordania: Perkuat Kolaborasi Strategis di Bidang Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, turut mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangkaian agenda Kunjungan Kenegaraan Raja Yordania Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari tur kerja Asia Raja Abdullah II dan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Amman pada April 2025. Pertemuan bilateral menjadi agenda utama yang kembali menegaskan eratnya hubungan diplomatik Indonesia–Yordania yang telah terjalin selama lebih dari 70 tahun.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan atas kunjungan Raja Yordania di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang penuh tantangan.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih, Yang Mulia, atas kehormatan besar yang telah Anda berikan kepada kami dengan mengunjungi kami pada saat ini, di mana kami tahu Anda sedang menghadapi situasi yang sulit di kawasan Timur Tengah. Selamat datang di Jakarta,” ujar Presiden.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi, pertahanan, hingga kemanusiaan.

Kehadiran Mendiktisaintek dalam pertemuan bilateral ini menandai fokus pemerintah untuk memperkuat kolaborasi Indonesia–Yordania di sektor pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengembangan teknologi.

Menteri Brian Yuliarto mendorong terbukanya peluang kerja sama baru, antara lain pertukaran mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif di bidang strategis, pengembangan pusat riset bersama, peningkatan kapasitas akademik di perguruan tinggi kedua negara.

Agenda ini sejalan dengan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak” yang menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk menghasilkan inovasi dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II menjadi momentum penting untuk memperdalam hubungan bilateral Indonesia–Yordania sekaligus memperluas ruang kolaborasi lintas sektor. Di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, kerja sama ini diharapkan dapat mendukung agenda pembangunan nasional serta memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem inovasi global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Riau Serukan Gerakan Hidup Sehat di Peringatan HKN ke-61

Memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61, Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk membangun generasi sehat sebagai fondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto saat menjadi inspektur upacara peringatan HKN di Halaman Kantor Gubernur Riau, Senin (17/11) menjelaskan bahwa HKN bukan hanya perayaan, namun pengingat bahwa kesehatan adalah fondasi masa depan sesuai dengan tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”

“Ada 84 juta anak Indonesia yang akan menjadi penentu Indonesia Emas 2045, dan 29 tahun bukan waktu yang panjang. Karena itu, hari ini bukan hanya perayaan tapi pengingat bahwa kesehatan adalah fondasi masa depan bangsa,” ujarnya

Plt. Gubernur juga menyampaikan bahwa transformasi kesehatan yang sudah berlangsung empat tahun membawa perubahan signifikan dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Hingga saat ini, tercatat 52 juta masyarakat Indonesia telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis.

Di sisi lain, pembangunan dan peningkatan fasilitas rumah sakit terus dilaksanakan. Tentunya guna meningkatkan layanan kesehatan berkualitas agar semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

Plt Gubri sampaikan, angka prevalensi stunting di Indonesia berhasil turun menjadi 19,8 persen, untuk pertama kalinya berada di bawah angka 20 persen. Selain itu, sebanyak 98 persen JKN juga telah menjangkau masyarakat yang berarti kesehatan masyarakat terlindungi.

“Ini adalah bukti saat tenaga kesehatan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat bergerak semua maka perubahan besar bisa terjadi,” ungkap Hariyanto.

Perjalanan menuju Indonesia Sehat memang masih panjang. Namun, ia yakin bahwa arah yang dituju sudah benar dalam membuat sistem ketahanan negara lewat kesehatan.

“Mari jadikan HKN sebagai momentum perkuat komitmen kita semua, dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Dari masyarakat sehat, lahir masyarakat hebat,” ajaknya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Yogya Bedah Dua Rumah Tidak Layak Huni, Prioritaskan Lansia dan Keluarga Rentan

Pemerintah Kota Yogyakarta kembali melaksanakan program bedah rumah bagi warga tidak layak huni di wilayah Klitren, Gondokusuman, Minggu (16/11). Dua rumah yang dibedah melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BPD DIY sebesar Rp40 juta serta gotong royong masyarakat dan perangkat daerah.

Dua rumah yang dibedah masing-masing milik Catur Harsono yang beralamat di Klitren Lor GK III/224, RT 11/RW 03, Klitren, Gondokusuman, serta rumah milik Desy Wulandari di Kepuh GK III/837, RT 41/RW 11, Klitren, Gondokusuman.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turun langsung meninjau kondisi hunian warga tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa program bedah rumah tidak hanya bertujuan memperbaiki bangunan, tetapi juga memastikan kesehatan lingkungan agar warga terhindar dari penyakit akibat sanitasi yang buruk.

“Kita itu sering diare, sering mencret, sering terkontaminasi E. coli karena kondisi seperti ini. Antara dapur dan tempat cuci sangat dekat, piring terkontaminasi cipratan air dari toiletnya. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Hasto menjelaskan bahwa rumah pertama dihuni oleh lansia perempuan dengan kondisi ekonomi lemah. Sementara di rumah kedua, terdapat tiga anak usia sekolah yang membutuhkan lingkungan tinggal yang lebih sehat dan aman.

“Di Kota Yogyakarta ini banyak janda lansia ekonominya lemah. Bedah rumah hari ini tepat karena kita membantu lansia perempuan, dan rumah kedua ada anak kecil, tiga anak masih sekolah. Ini juga sangat penting,” jelasnya.

Hasto Wardoyo juga memberikan apresiasi khusus kepada Bank BPD DIY yang terus mendukung program ini. Selain itu, gotong royong dari perangkat daerah ikut memperkuat pelaksanaan program. Pegawai BPKAD dan Dinas Perpustakaan turut ambil bagian dalam kegiatan bedah rumah di dua lokasi ini.

“BPD tidak henti-hentinya. Hari ini mengeluarkan 40 juta. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada BPD DIY. Kalau Perpustakaan banyak bukunya, kalau BPPKAD banyak uangnya,” kata Hasto.

Penerima bantuan, Desy Wulandari, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas bantuan bedah rumah.

“Alhamdulillah. Terima kasih, puji Tuhan karena sudah dibantu Bank BPD atas bedah rumah saya. Dan terima kasih juga kepada Bapak Wali Kota, anggota DPRD, dan terkhusus Bank BPD. Kalau tidak dibantu Bank BPD, belum tahu rumah saya seperti apa,” ungkapnya.

Desy juga menjelaskan bagian rumah yang akan diperbaiki meliputi perbaikan atap rumah, lantai dan dinding. “Dinding itu yang jadi sekat, gawang pintu kalau bahasa Jawanya. Mau dibuat sekat-sekat, ini kan masih dari triplek,” jelasnya.

Penerima bantuan lainnya, Catur Harsono, menyampaikan rasa syukurnya atas perbaikan rumah yang sudah lama mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

“Saya remen, wong dibantu pemerintah. Nek ora dibantu, yo mboten saget. Matur nuwun sanget,” ucapnya.

Atap rumah Catur selama ini rusak berat dan banyak bagian yang bocor, terutama di kamar tidur. Kondisi tersebut membuat ruang tinggalnya tidak nyaman, terutama saat hujan deras. “Atap rumah saya sudah cukup parah, banyak yang bocor, apalagi bagian kamar tidur. Perbaikannya secukupnya saja, sing penting ora bocor meneh,” terangnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenpar Perkuat Gerakan Wisata Bersih di Pagar Alam untuk Budayakan Pariwisata Berkelanjutan

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengaktivasi Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan, untuk menumbuhkan budaya kebersihan sebagai fondasi pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
“Gerakan Wisata Bersih harus kita hidupkan sebagai budaya, bukan sekadar kegiatan. Sebuah budaya baru dalam pariwisata Indonesia, budaya yang menempatkan kebersihan sebagai identitas dan fondasi utama dalam membangun pariwisata inklusif dan kompetitif,” ujar Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, dalam kegiatan GWB di Lapangan Landing Paralayang Tangga 2001, Pagar Alam, Sabtu (15/11).
GWB Pagar Alam merupakan penyelenggaraan ke-14 secara nasional oleh Kemenpar sepanjang 2025.
Kegiatan ini diisi dengan berbagai aksi, mulai dari bersih-bersih destinasi secara massal, edukasi dan kampanye sadar kebersihan, penyediaan fasilitas pendukung seperti tempat sampah ramah lingkungan, hingga penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas agar solusi yang diterapkan dapat berkelanjutan.
Sejumlah komunitas lari di Pagar Alam juga turut memeriahkan kegiatan melalui fun run.
Bayu menegaskan bahwa Gerakan Wisata Bersih bukan sekadar simbol, tetapi solusi konkret terhadap tantangan dalam pengelolaan destinasi.
Gerakan ini dirancang agar menjadi bagian dari sistem pengelolaan pariwisata yang hidup, konsisten, dan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan hari ini, kita berharap GWB dapat memantik semangat masyarakat Pagar Alam untuk menjaga lingkungan, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku wisata, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap pariwisata bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan arah pembangunan pariwisata Indonesia saat ini berfokus pada kualitas, keberlanjutan, dan pelibatan wisatawan secara lebih bermakna dalam ekosistem pariwisata. Kebersihan, menurutnya, bukan hanya indikator layanan, tetapi cermin peradaban dan karakter bangsa.
“Kita percaya bahwa pariwisata yang bersih adalah pariwisata yang bermartabat. Kebersihan adalah bagian dari jati diri bangsa. Mari bersama menjadikan kebersihan sebagai nilai luhur dalam pengembangan pariwisata Indonesia, khususnya di Bumi Besemah yang kita cintai ini,” kata Bayu.
Pemilihan Pagar Alam sebagai lokasi penyelenggaraan GWB didasarkan pada kekayaan lanskap alamnya yang memukau, udara sejuk dataran tinggi, serta budaya masyarakat yang khas.
Dikelilingi perkebunan teh dan kopi, Pagar Alam memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan ekowisata yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Kemenpar, ujar Bayu, berkomitmen mendukung pengembangan pariwisata di Pagar Alam dan Sumatra Selatan secara berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Pagar Alam, Bertha, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya kota tersebut sebagai lokasi percontohan GWB nasional. “Kegiatan ini sangat positif dalam meningkatkan promosi dan daya saing destinasi melalui praktik kebersihan dan kesehatan yang berkelanjutan. Ini juga menjaga keseimbangan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan,” kata Bertha.
Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong kemajuan ekonomi masyarakat secara lebih luas, meningkatkan nilai tambah pariwisata, serta memperkuat tata kelola destinasi wisata.
“Gerakan ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pelestarian lingkungan, peningkatan kunjungan wisata, serta pemberdayaan masyarakat dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Bidang Pengamanan Destinasi dan Pengamanan Kemenpar, Irjen Pol Krisnandi; Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Kemenpar, Florida Pardosi; serta Asisten Deputi Bidang Event Daerah Kemenpar, Reza Fahlevi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News