Beranda blog Halaman 705

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Ziarah ke Makam Sesepuh dalam Peringatan Hari Jadi ke-108 Kabupaten Karanganyar

Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 Kabupaten Karanganyar Tahun 2025, Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati H. Adhe Eliana, S.E., melaksanakan ziarah ke makam para sesepuh dan pendiri Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan ini juga diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh masyarakat Karanganyar.

Ziarah dimulai dari Makam Nyi Ageng Karang di Astono Randusongo, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, yang dikenal sebagai salah satu tokoh leluhur yang berjasa dalam pembentukan Karanganyar.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Makam Hardjoasmaran di Astono Temuireng, yang merupakan pesarean keluarga besar Patih Mangkunegaran, dan menutup rangkaian kegiatan di Makam Pahlawan Samber Nyawa serta Makam Jenderal Soeharto di Kompleks Astana Giribangun, Desa Mengadeg, Kecamatan Matesih.

Dalam sambutannya, Bupati Rober Christanto menegaskan bahwa kegiatan ziarah ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk penghormatan dan doa bagi para pendiri Kabupaten Karanganyar yang telah berjasa besar dalam membangun daerah.

“Kegiatan ziarah ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud rasa syukur dan penghargaan atas jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar pemerintahan serta semangat gotong royong di Karanganyar,” ujar Bupati Rober Christanto.

Ia menambahkan bahwa semangat perjuangan dan pengabdian para leluhur harus menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat Karanganyar untuk terus berinovasi dan bekerja keras dalam membangun daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementerian PANRB Raih Penghargaan 5th Top GPR Award 2025 Atas Komunikasi Inovatif dan Berdampak

Kementerian PANRB meraih 5th Top GPR Award 2025, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Government Public Relations Institute (GPR Institute) kepada instansi pemerintah pusat dan daerah yang dinilai berhasil menjalankan praktik komunikasi publik secara efektif, inovatif, dan berdampak.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen Kementerian PANRB dalam menghadirkan pelayanan informasi publik yang transparan, akuntabel, dan berbasis data digital.

Kementerian PANRB menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen kementerian dalam meningkatkan kualitas komunikasi publik di lingkungan pemerintahan.

Kementerian PANRB dinilai berhasil memenuhi dua kriteria utama penilaian GPR Institute, yakni dominan pemberitaan positif minimal 90 persen serta skor akhir penilaian di atas 70 poin.

Proses penilaian 5th Top GPR Award 2025 dilakukan sepanjang Januari hingga September 2025 terhadap lembaga negara, komisi, kementerian, lembaga non-kementerian, dan pemerintah daerah.

Penilaian menggunakan metode digital research dengan tiga parameter utama Digital Awareness Aspect (20%) mengukur tingkat pencarian dan eksposur lembaga di mesin pencari dan ruang digital publik, Digital Media & Website Aspect (50%) menilai intensitas pemberitaan positif di media daring, kecepatan akses, serta trafik pengunjung situs resmi instansi, Social Media Aspect (30%) mengukur kinerja tiga platform utama — Facebook, Instagram, dan YouTube — untuk mengetahui tingkat engagement dan popularitas instansi di ranah media sosial.

Metode penilaian ini menjadikan penghargaan Top GPR Award sebagai tolok ukur profesionalisme komunikasi publik digital di Indonesia.

Selain penghargaan institusional, Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Kementerian PANRB, Mohammad Averrouce, juga meraih penghargaan Top 50 GPR Leader 2025.

Penghargaan ini diberikan kepada para pimpinan humas pemerintah yang dinilai berhasil membawa instansinya menjadi salah satu dari tiga terbaik di antara 50 instansi pemerintahan teratas berdasarkan Top GPR Index 2025.

Penghargaan ini menjadi dorongan agar humas pemerintah semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi, serta mampu menghadirkan informasi publik yang kredibel dan berdampak luas.

Ajang Top GPR Award 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah pembelajaran kolektif untuk memperkuat ekosistem komunikasi publik pemerintah yang adaptif terhadap era digital.

Melalui penghargaan ini, GPR Institute mendorong seluruh instansi pemerintah agar mengintegrasikan strategi komunikasi publik berbasis data dan teknologi digital sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi hasil.

Melalui janag ini, diharapkan seluruh lembaga pemerintah dapat terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi lintas instansi agar fungsi GPR menjadi semakin strategis dalam membangun kepercayaan publik.

Dengan capaian ini, Kementerian PANRB mempertegas posisinya sebagai salah satu kementerian yang konsisten dalam mendorong reformasi komunikasi publik berbasis digital governance.

Komitmen ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan birokrasi yang terbuka, terpercaya, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenhut Raih TOP GPR Award 2025 Atas Komunikasi Publik yang Efektif

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut RI) berhasil menerima penghargaan TOP GPR Award 2025 atas keberhasilannya dalam menjalankan aktivitas komunikasi publik di ranah digital sehingga mendapatkan reputasi positif di mata publik.

Penghargaan diterima langsung oleh Inspektur Jenderal Kemenhut, Komjen Pol. Djoko Poerwanto dalam ajang Awarding Ceremony TOP GPR Award 2025 di The Sultan Hotel Jakarta (4/11/25).

TOP GPR Award merupakan sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan oleh GPR Institute kepada Kementerian, Lembaga Negara, Pemprov, Pemkot, dan Pemkab di Indonesia yang dinilai berhasil dalam menjalankan aktivitas komunikasi publiknya di ranah digital sehingga mendapatkan reputasi positif di mata publik.

Penilaian TOP GPR Figure Award 2025 mengacu kepada tiga parameter penilaian digital yaitu, Digital Awareness Aspect, Digital Media & Website Aspect, Social Media Aspect.

Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol. Djoko Poerwanto menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi yang luar biasa bagi Kementerian Kehutanan.

“Atas nama Kementerian Kehutanan penghargaan ini menjadi motivasi yang luar biasa dan pencerahan beberapa hal kemudian bagaimana kita bisa dari Kementerian Kehutanan ini memberikan aktualisasinya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menegaskan rasa terima kasih kementerian atas dukungan publik kepada Kementerian Kehutanan.

“Kami dari Kementerian Kehutanan menghargai atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada kami,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Sukses Bangun Komunikasi Digital, Raja Juli Antoni Raih TOP GPR Figure Award 2025

Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, berhasil meraih TOP GPR Figure Award 2025 atas peran aktifnya dalam digital public relations yang meningkatkan citra dan reputasi positif bagi dirinya maupun Kementerian Kehutanan di mata publik.

Penghargaan diserahkan kepada Inspektur Jenderal Kemenhut, Komjen Pol. Djoko Poerwanto, yang mewakili Menhut Raja Juli Antoni di The Sultan Hotel Jakarta (4/11/25).

TOP GPR Figure Award 2025 diberikan kepada tokoh yang berhasil menjalankan digital public relations secara efektif, menjalin engagement dengan publik, dan meningkatkan reputasi positif personal maupun institusi. Penilaian penghargaan ini didasarkan pada tiga aspek utama: Digital Awareness, Digital Media & Website, dan Social Media.

Menurut Djoko Poerwanto mewakili Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, penghargaan tersebut merupakan bentuk dedikasi tertinggi bagi jajaran Kementerian Kehutanan.

“Pak Menteri menyampaikan penghargaan merupakan dedikasi tertinggi bagi kami,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan prinsip Kementerian dalam menjaga hutan tetap lestari sekaligus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

“Penghargaan yang diterima oleh Menteri Kehutanan merupakan dedikasi bersama bagaimana dalam Kementerian Kehutanan ada prinsip menjaga hutan tetap lestari tetapi kemanfaatan buat masyarakat harus ada,” tuturnya.

Djoko Poerwanto menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh tim di Kementerian Kehutanan. Menurutnya, penghargaan yang diterima Menhut Raja Juli Antoni mencerminkan dedikasi bersama seluruh jajaran dalam mengelola komunikasi publik yang transparan dan responsif, serta menjaga keseimbangan antara konservasi hutan dan manfaat bagi masyarakat.

Dengan pencapaian ini, Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi digital, membangun keterlibatan publik, dan menjaga reputasi positif di era digital.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kepemimpinan Inspiratif, Kadiskominfo Kaltim Sabet TOP GPR Leader Award 2025

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Kadiskominfo Kaltim), Muhammad Faisal berhasil meraih TOP GPR Leader Award 2025 dari GPR Institute atas kepemimpinannya dalam membangun strategi komunikasi publik di ranah digital.

Penghargaan diserahkan oleh Direktur GPR Institute Arief Munajad dan disaksikan oleh Prof. Widodo Muktiyo kepada Kadiskominfo Kaltim, Muhammad Faisal di Golden Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta, pada Selasa malam (4/11/25).

TOP GPR Leader Award 2025 merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada pimpinan kehumasan yang berhasil dalam menerapkan strategi komunikasi publik di era digital sehingga mendapatkan reputasi positif di mata publik.

Dalam kesempatan ini, Kadiskominfo Kaltim menyapaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh tim komunikasi Pemprov. Ia juga menyebut penghargaan ini sebagai bukti nyata komitmen Pemprov Kaltim dalam menghadirkan layanan informasi yang transparan, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Terima kasih atas award ini dari GPR Institute, mudahan bisa memicu kinerja kami lebih baik lagi ke depan. Dan bisa sesuai pula dengan harapan masyarakat Kaltim dan keinginan para Pimpinan,” tuturnya.

Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah dengan strategi komunikasi publik terbaik di Indonesia.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Strategi Komunikasi Publik Efektif, Kaltim Raih Penghargaan TOP GPR Award 2025

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali mencatat prestasi di kancah nasional dengan berhasil meraih Top GPR Award 2025 yang diberikan oleh Government Public Relations (GPR) Institute.

Penghargaan diserahkan oleh Direktur GPR Institute Arief Munajad dan disaksikan oleh Prof. Widodo Muktiyo kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Kadiskominfo Kaltim), Muhammad Faisal di Golden Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta, pada Selasa malam (4/11/25).

TOP GPR Award merupakan sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan oleh GPR Institute kepada Kementerian, Lembaga Negara, Pemprov, Pemkot dan Pemkab di Indonesia yang dinilai berhasil dalam menjalankan aktivitas komunikasi publiknya di ranah digital sehingga mendapatkan reputasi positif di mata publik.

Penilaian TOP GPR Figure Award 2025 mengacu kepada tiga parameter penilaian digital yaitu, Digital Awareness Aspect, Digital Media & Website Aspect, Social Media Aspect.

Dalam kesempatan ini, Faisal menyapaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh tim komunikasi Pemprov. Ia juga menyebut penghargaan ini sebagai bukti nyata komitmen Pemprov Kaltim dalam menghadirkan layanan informasi yang transparan, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Terima kasih atas award ini dari GPR Institute, mudahan bisa memicu kinerja kami lebih baik lagi ke depan. Dan bisa sesuai pula dengan harapan masyarakat Kaltim dan keinginan para Pimpinan,” tuturnya.

Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah dengan strategi komunikasi publik terbaik di Indonesia.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kementerian Agama Raih TOP GPR Award 2025 atas Keberhasilan Kelola Komunikasi Publik Digital

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) berhasil meraih TOP GPR Award 2025 atas keberhasilannya dalam mengelola aktivitas komunikasi publik di ranah digital sehingga memperoleh reputasi positif di mata masyarakat.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Prof. Widodo Muktiyo kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam ajang Awarding Ceremony TOP GPR Award 2025 yang digelar di The Sultan Hotel Jakarta, Selasa (4/11/2025).

TOP GPR Award merupakan bentuk apresiasi yang diberikan oleh GPR Institute kepada kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah yang dinilai sukses menjalankan aktivitas digital public relations dan komunikasi publik, serta mampu membangun engagement positif dengan masyarakat. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yaitu Digital Awareness Aspect, Digital Media & Website Aspect, dan Social Media Aspect.

Kepala Biro Humas Kementerian Agama, Thobib Al-Asyhar, menuturkan bahwa penghargaan yang diterima menjadi dorongan bagi seluruh aparatur Kemenag untuk terus memperkuat budaya pelayanan publik yang transparan dan ramah terhadap perkembangan digital.

“Ini bukan hanya soal penghargaan, tetapi komitmen bahwa Kemenag harus semakin terbuka, responsif, dan hadir untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Kemenag mengoordinasikan lebih dari 4.000 satuan kerja guna memastikan komunikasi publik berjalan efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, berbagai inisiatif dan inovasi komunikasi lahir dari kerja sama lintas satuan kerja, termasuk gerakan Tepuk Sakinah yang mendapat sambutan positif dari publik.

“Kami menggerakkan lebih dari 4.000 satuan kerja untuk memastikan komunikasi publik berjalan efektif. Banyak inisiatif lahir dari kolaborasi bersama, termasuk gerakan Tepuk Sakinah yang mendapat respons luar biasa,” jelasnya.

Thobib menambahkan bahwa Humas Kemenag terus mendorong kolaborasi dalam produksi konten berbasis jaringan, menggali potensi talenta ASN, serta mengintegrasikan berbagai kanal digital. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi memperkuat Digital Trust masyarakat terhadap pemerintah.

“Era digital menuntut pemerintahan yang cepat dan transparan. Kami akan terus meningkatkan kualitas penyampaian informasi, edukasi publik, dan engagement digital, selaras arahan Menteri Agama,” imbuhnya.

Melalui capaian ini, Kemenag menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi di bidang layanan dan komunikasi publik. Fokus pengembangan diarahkan pada digitalisasi layanan keagamaan, penguatan literasi umat dan moderasi beragama, kolaborasi dengan komunitas publik dan media, serta kampanye edukatif yang humanis dan kreatif.

Ajang Top GPR Award 2025 juga menjadi momentum refleksi sekaligus inspirasi bagi lembaga pemerintah untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi serta memperkuat kepercayaan publik di era digital. Kemenag berharap prestasi ini dapat menjadi pemacu semangat untuk semakin profesional, adaptif, dan kolaboratif dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat dan masyarakat luas.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Sukses Bangun Komunikasi Publik Humanis, Menag Raih TOP GPR Figure Award 2025

Menteri Agama Republik Indonesia (Menag) Nasaruddin Umar berhasil meraih penghargaan TOP GPR Figure Award 2025 atas keberhasilannya dalam menjalankan Digital Public Relations sehingga mendapatkan reputasi positif di mata publik.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Prof. Widodo Muktiyo kepada Menag Nasaruddin Umar dalam ajang Awarding Ceremony TOP GPR Award 2025 di The Sultan Hotel Jakarta (4/11/25).

TOP GPR Figure Award 2025 merupakan penghargaan yang diberikan kepada tokoh yang dinilai berhasil menjalankan aktivitas digital public relations dalam berkomunikasi menjalin engagement untuk meningkatkan citra dan reputasi positif bagi personal dan institusinya di mata publik.

Penilaian TOP GPR Figure Award 2025 mengacu kepada tiga parameter penilaian digital yaitu, Digital Awareness Aspect, Digital Media & Website Aspect, Social Media Aspect.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang berhasil diraih. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan semata bentuk pengakuan terhadap dirinya, tetapi hasil kerja bersama seluruh jajaran di Kementerian Agama dalam membangun pola komunikasi publik yang terbuka, cepat, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh tim Kementerian Agama. Tidak ada superman. Yang ada adalah super-team,” tegas Menag, Selasa (4/11/2025).

Menteri Agama juga menyoroti pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam komunikasi publik di tengah era digital dan keterbukaan informasi. Ia menekankan bahwa Kemenag tidak hanya berfungsi sebagai lembaga yang mengatur urusan keagamaan, tetapi juga harus menjadi contoh dalam transparansi, membangun kepercayaan publik, dan menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Kekuatan komunikasi bukan hanya pada kecanggihan teknologi, tetapi pada ketulusan hati dalam menyampaikan pesan. Yang lahir dari hati yang dalam, akan diterima oleh hati yang dalam,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berbagai inovasi komunikasi publik yang dilakukan Kemenag merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa. Upaya tersebut mencakup transformasi digital dalam pelayanan keagamaan, penyebaran nilai moderasi beragama, serta penguatan diplomasi keagamaan di tingkat internasional.

“Penghargaan ini adalah motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki diri. Kami ingin memastikan bahwa Kementerian Agama hadir sebagai institusi yang melayani, terbuka, dan bisa diandalkan. Setiap tantangan yang kita hadapi adalah kesempatan untuk tumbuh dan berbuat lebih baik bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar Menag.

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur Kemenag agar tetap rendah hati dan menjadikan penghargaan tersebut sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas kinerja, bukan sebagai alasan untuk berpuas diri.

“Prestasi tidak diraih saat fasilitas maksimal, tetapi saat kita mampu berkarya dalam keterbatasan. Kita bekerja bukan untuk penghargaan, tetapi untuk amanah bangsa dan generasi masa depan,” tutupnya.

Ajang Top GPR Award 2025 sendiri merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada lembaga pemerintah dan tokoh publik yang dinilai sukses mengelola komunikasi publik di ranah digital, membangun keterlibatan masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan strategi komunikasi publik, memperluas penyebaran informasi positif, serta memberikan layanan yang responsif dan berorientasi pada nilai kemanusiaan kepada masyarakat.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

GPR Institute Sukses Gelar 5th TOP GPR Award 2025 dan Luncurkan Majalah “GPR Champions 2025”

GPR Institute sukses menggelar ajang bergengsi 5th GPR Forum & Awarding Ceremony meliputi 5th TOP GPR Award 2025, 3rd TOP Figure Award 2025, dan 3rd TOP GPR Leader 2025 yang berlangsung di The Sultan Hotel Jakarta, Selasa (4/11).

Kegiatan ini mengusung tema “Digital Trust & Public Engagement: Peran Strategis GPR di Era Disrupsi” dan menjadi momentum penting bagi insan Government Public Relations (GPR) dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam memperkuat komunikasi publik di tengah derasnya arus digitalisasi.

Selain penganugerahan TOP GPR Award 2025, acara ini juga dirangkaikan dengan peluncuran publikasi tahunan majalah GPR Indonesia Annual Achievement Reports: GPR Champions 2025 serta penyerahan sertifikat GPR Champion kepada institusi pemerintah yang telah meraih TOP GPR Award selama tiga tahun berturut-turut (2022–2024).

Dalam sambutannya, Founder GPR Institute, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, menegaskan bahwa komunikasi publik pemerintah kini memegang peran sangat vital dalam menjaga legitimasi dan kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi.

“GPR tidak hanya dituntut sebagai penyampai informasi kebijakan, tetapi juga sebagai pengelola persepsi publik yang mampu menumbuhkan digital trust atau kepercayaan digital. Tanpa adanya kepercayaan ini, program pemerintah akan sulit memperoleh dukungan masyarakat,” ujar Prof. Widodo.

Di sisi lain, Direktur GPR Institute, Arief Munajad, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan wadah refleksi dan kolaborasi untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Penghargaan ini bukan hanya simbol pencapaian, tetapi juga pengingat akan komitmen bersama untuk memperkuat citra positif dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ungkap Arief Munajad.

Ia juga menambahkan, di era disrupsi digital saat ini, GPR dituntut untuk bertransformasi dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator komunikasi publik yang interaktif, adaptif, dan berbasis data.

Pada sesi pemaparan metode penilaian, Co-Founder GPR Institute, Tri Raharjo, S.E., M.M., CDMs., CPR, menjelaskan bahwa penilaian TOP GPR Award 2025 dilakukan melalui riset digital komprehensif dengan tiga parameter utama, yakni Digital Awareness Aspect, Digital Media & Website Aspect, serta Social Media Engagement Aspect.

“Kami menggunakan pendekatan riset digital untuk mengukur visibilitas lembaga pemerintah di ruang publik daring, kualitas pemberitaan, serta tingkat interaksi publik di media sosial. Aspek-aspek ini penting untuk menggambarkan tingkat awareness, engagement, dan reputasi digital pemerintah,” jelas Tri Raharjo.

Ia menambahkan, hasil riset tersebut tidak hanya melahirkan para pemenang, tetapi juga menjadi bahan refleksi strategis bagi instansi pemerintah dalam memperkuat peran humas berbasis data dan membangun kepercayaan digital yang berkelanjutan.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meraih TOP GPR Figure Award 2025 dan menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Kementerian Agama dalam membangun komunikasi publik yang terbuka, cepat, dan berorientasi pelayanan.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh tim Kementerian Agama. Tidak ada superman. Yang ada adalah super-team,” tegas Menag.

Menaag juga menyoroti pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam komunikasi publik di tengah era digital dan keterbukaan informasi. Ia menekankan bahwa Kemenag tidak hanya berfungsi sebagai lembaga yang mengatur urusan keagamaan, tetapi juga harus menjadi contoh dalam transparansi, membangun kepercayaan publik, dan menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Melalui ajang ini, GPR Institute menegaskan kembali dua pilar utama komunikasi publik di era digital, yakni Digital Trust dan Public Engagement, sebagai fondasi penting dalam membangun legitimasi serta hubungan saling percaya antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam malam penganugerahan, GPR Institute juga mengumumkan sejumlah instansi dan tokoh yang berhasil meraih penghargaan tertinggi di bidang komunikasi publik.

GPR Champion 2025 dianugerahkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah berhasil meraih TOP GPR Award 2025 selama tiga tahun berturut-turut.

Sementara itu, 5th TOP GPR Award 2025 berhasil diraih oleh, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI, Kementerian Agama RI, Kementerian Kehutanan RI, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Pemerintah Kabupaten Tabalong, Pemerintah Kota Pekalongan dan pemenang lainnya.

Untuk kategori 3rd TOP Figure Award 2025, penghargaan diberikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.; Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.; dan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D, dan pemenang lainnya.

Sedangkan 3rd TOP GPR Leader Award 2025 diraih oleh Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Anang Ristanto, S.E., M.A.; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, M.E.; Kepala Biro Umum, Humas, dan PBJ Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI, Manifes Zubayr, S.E., M.M.Ak.; Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB RI, Mohammad Averrouce; serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, H. Muhammad Faisal, S.Sos., M.Si, dan pemenang lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tidak Perlu Menunggu Lama di Loket, Antrian Online dalam Sentuh Tanahku Mudahkan Warga Urus Sertipikat Tanah

Pemanfaatan fitur Antrian Online dalam aplikasi Sentuh Tanahku terbukti memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus berbagai urusan pertanahan. Kemudahan itu dirasakan langsung oleh Indri, salah satu pemohon di Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Karawang, yang tidak lagi harus menunggu lama saat mengantre di loket pelayanan.

“Saya merasakan kemudahan. Ini sudah dua kali saya mengurus sertipikat pakai Antrian Online. Kalau dulu kayak _gambling._ Kita tidak tahu giliran kita kapan, jadi bisa datang dari pagi tapi belum tentu dilayani cepat,” terang Indri, saat ditemui di Loket Pelayanan Kantah Kabupaten Karawang, Selasa (29/10/2025).

Menurutnya, Antrian Online ini membuat masyarakat bisa mengetahui secara pasti kapan mereka akan dilayani sehingga waktu kedatangan ke kantor dapat disesuaikan. “Sekarang udah enak, bisa lihat jam berapa giliran kita. Jadi gak perlu nunggu lama di Kantor Pertanahannya,” tambah Indri yang datang untuk mengurus peningkatan hak dari Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milik untuk bangunan rumah toko miliknya.

Meski awalnya sempat kebingungan karena belum terbiasa menggunakan aplikasi Sentuh Tanahku, Indri mengaku terbantu karena aplikasinya cukup mudah dipahami. “Kadang kalau agak bingung saya tanya ke anak. Tapi kalau udah dicoba, ternyata gampang,” katanya sambil menunjukkan tampilan Sentuh Tanahku di ponselnya.

Setelah merasakan sendiri kemudahannya, Indri menyayangkan masih banyak masyarakat yang belum mencoba layanan digital tersebut. “Sebenarnya mereka belum coba saja. Kalau sudah coba, pasti merasakan sendiri kemudahannya. Banyak orang maunya yang cepat, datang langsung dan ambil nomor antrean. Tapi, kalau gitu kan kita gak bisa mengatur waktu, gak tahu kapan dilayaninya,” terang Indri.

Fitur Antrian Online diharapkan bukan hanya dimanfaatkan Indri, namun bisa memberikan manfaat bagi masyarakat lainnya. Tidak sekadar membantu menghemat waktu dan tenaga, fitur ini juga membuat proses pelayanan di Kantor Pertanahan jadi lebih tertib, efisien, dan transparan.

Ke depan, pemanfaatan layanan digital seperti Sentuh Tanahku diharapkan semakin meluas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan dalam mengurus berkas pertanahan tanpa harus menunggu lama di loket pelayanan. “Sekarang pelayanan BPN sudah bagus menurut saya. Sudah jauh lebih baik bedanya dari yang dulu-dulu,” pungkas Indri.