Beranda blog Halaman 710

Menko AHY: Infrastruktur Kertajati dan Rebana Harus Terintegrasi dan Berdampak Ekonomi bagi Masyarakat

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan pernyataannya terkait Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang sempat dikaitkan dengan istilah “in the middle of nowhere.” Menko AHY menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukanlah bentuk kritik, melainkan dorongan agar pembangunan infrastruktur di Indonesia benar-benar terintegrasi dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Semangatnya adalah bagaimana kita bisa menghadirkan integrasi wilayah. Jadi, pembangunan infrastruktur—termasuk bandara dan dermaga—harus dihubungkan dengan konektivitasnya, baik jalan menuju maupun keluar dari lokasi tersebut, sehingga benar-benar hidup,” ujar Menko AHY, Minggu (26/10/25).

Menko AHY menegaskan, pemerintah tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi terus mencari solusi agar Kertajati dapat berkembang menjadi pusat kegiatan industri dan ekonomi baru.

“Jangan sampai infrastrukturnya besar, bagus, memakan biaya tinggi, tetapi tidak optimal atau kurang dimanfaatkan. Kita harus berbesar hati untuk terus melakukan evaluasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah strategis adalah menjadikan Kertajati sebagai hub industri dirgantara nasional, dimulai dari kerja sama antara BIJB Kertajati dengan Garuda Maintenance Facility (GMF).

“Kami tidak hanya berhenti di masalah. Setiap saat kami terus mensimulasikan apa saja yang bisa menjadi solusi, termasuk bagaimana Kertajati dapat dikembangkan menjadi hub industri dirgantara. Diawali dari kerja sama antara pihak Bandara Internasional Jawa Barat, BIJB Kertajati, dengan GMF (Garuda Maintenance Facility),” ungkapnya.

Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, disebutkan Menko AHY, juga berkoordinasi dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Perhubungan untuk menghadirkan kerja sama Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) yang akan mendorong pertumbuhan industri penerbangan nasional.

“Beberapa waktu lalu kami bersama Kementerian PPN/Bappenas dan sejumlah stakeholder lainnya, termasuk Kementerian Perhubungan, mencoba menghadirkan kerja sama yang baik untuk keperluan MRO (Maintenance, Repair, Overhaul). Di awal mungkin dimulai dengan helikopter, mudah-mudahan setelah itu fixed wings,” jelas Menko AHY.

Ia menambahkan, pengembangan Kertajati tidak dapat dilepaskan dari peran Kawasan Rebana Metropolitan yang mencakup Majalengka, Cirebon, dan Subang. Menko AHY menjelaskan bahwa kegiatan strategis seperti pengembangan industri di Kertajati dapat menjadi pemicu tumbuhnya wilayah di sekitarnya. Ia menilai, kawasan Rebana berpotensi besar berkembang jika seluruh infrastruktur di dalamnya saling terhubung.

Menurutnya, kawasan tersebut tidak boleh berjalan sendiri-sendiri atau terisolasi, melainkan harus diintegrasikan dengan wilayah lain agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas.

“Kertajati dan Rebana adalah contoh konkret bagaimana infrastruktur dapat membuka isolasi, menggerakkan ekonomi daerah, dan memperkuat daya saing wilayah. Ini bukan soal lokasi yang jauh, melainkan bagaimana kita menghadirkan konektivitas dan kegiatan ekonomi yang hidup di sekitarnya,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Mendes Yandri: Delegasi Kades ke Tiongkok Wajib Jadi Contoh Wujudkan Desa Terbaik

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto berpesan kepada 21 kepala desa (kades) yang akan dikirim ke Republik Rakyat Tiongkok sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas. Ia menegaskan bahwa para peserta wajib menjadi teladan dalam mewujudkan desa terbaik dan membawa perubahan nyata setelah kembali ke Tanah Air.

“Kami dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ingin sekali 21 kepala desa ini menjadi percontohan desa-desa terbaik Indonesia setelah pulang dari Tiongkok,” pesan Mendes Yandri saat melepas Peserta Kegiatan Head Benchmarking Program di Kantor Kemendes PDT Jakarta, Rabu (29/10/25).

Sebanyak 21 kepala desa akan berada di Tiongkok selama 30 Oktober sampai 5 November 2025. Sejumlah kunjungan dijadwalkan sehingga para peserta dapat mendapatkan berbagai inovasi dan memperluas jejaring kerja sama untuk mewujudkan desa mandiri, maju, dan berdaya saing.

Dalam kesempatan tersebut Mendes Yandri juga menegaskan bahwa program pelatihan di Tiongkok tidak boleh berhenti sebatas kunjungan belajar.

Ia berharap para kepala desa mampu menyiapkan langkah konkret ketika kembali ke Indonesia dengan membawa semangat baru untuk membangun desanya masing-masing.

“Artinya pulang dari Tiongkok, Bapak Ibu sudah kebayang pulang dari sini kami mau desa begini begitu. Bapak Ibu buat proposal sesuai dengan potensi desa masing-masing nanti kami bantu untuk kerja sama dengan K/L lain, World Bank, IFAD, CSR, dan lain-lain,” tutur Mendes Yandri.

Seperti diketahui Tiongkok unggul dalam berbagai bidang di antaranya peternakan, holtikultura, alat peralatan utama beserta pendukungnya dalam sistem persenjataan, serta peningkatan kualitas SDM yang wajib dicontoh Indonesia. oleh karena itu Head Benchmarking Program yang merupakan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok wajib dimanfaatkan secara maksimal terutama oleh kepala desa yang dipercaya berangkat sebagai delegasi.

Dalam momen pelepasan ini hadir Mr. Geng dan Mr. Liu Peng yang merupakan Secretary Minister Consuler Tiongkok. Selain itu pelepasan juga diikuti Wamendes Ariza Patria yang akan turut serta berangkat bersama para delegasi dan Sekjen Taufik Madjid bersama Pejabat Tinggi Madya lainnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Rudy Mas’ud: DPD Award Jadi Insiprasi dan Motivasi untuk Kemajuan Daerah

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menghadiri malam penganugerahan DPD Awards 2025 di Tribrata Hotel and Convention, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/25) malam.

Ajang ini turut dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pariwisata Widyanti Putri, Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, dan Wamenaker Afriansyah Noor, serta jajaran DPD RI.

DPD Awards 2025 meliputi lima bidang. Yakni Bidang Pembangunan Sosial dan Kesehatan, Bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Bidang Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan, Bidang Ekonomi Kreatif dan Penghargaan Khusus Pejuang Kelompok Rentan.

Gubernur Rudy Mas’ud yang juga selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mengapresiasi DPD Awards yang pertama kalinya di gelar oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sebagai bentuk penghargaan bagi “local heroes” dari seluruh Indonesia.

“Selamat bagi para pemenang. Semoga penghargaan ini menjadi insiprasi dan motivasi bagi tokoh-tokoh daerah khususnya dari kalangan generasi muda yang terus bergerak dan berinovasi untuk kemajuan daerah,” ucap Gubernur Rudy Mas’ud.

Gubernur Rudy Mas’ud berharap DPD RI dengan pemerintah daerah akan semakin bersinergi dan berkolaborasi dalam memperjuangkan aspirasi daerah di tingkat pusat. Terutama dalam memperjuangkan hak-hak daerah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan kemajuan di daerah.

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menegaskan DPD Awards bukanlah sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya memperkuat identitas lembaga DPD RI sebagai representasi daerah yang aktif dan inklusif.

“Ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai daerah yang telah berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan Indonesia,” tegasnya.

Sebagai informasi, pada ajang DPD Awards 2025 salah satu jurnalis asal Kaltim, tepatnya Kota Samarinda, Noer Hamidah Hadist berhasil meraih juara tiga untuk kategori Lomba Video Tematik Jurnalis.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Rakernas IWAPI ke-IV Resmi Dibuka, Catat Rekor MURI dan Tegaskan Komitmen Melahirkan Pengusaha Perempuan Baru

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV Tahun 2025 di Hotel Shangri-La, Jakarta. Acara yang berlangsung pada 22–23 Oktober ini menjadi momentum penting bagi IWAPI yang genap berusia 50 tahun, menegaskan kiprah setengah abad organisasi dalam memperkuat peran perempuan pengusaha di Indonesia.

Pembukaan Rakernas diawali dengan penampilan Tari Betawi dan pemotongan pita IWAPI Expo oleh jajaran pengurus DPP IWAPI. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPP IWAPI Ir. Nita Yudi, MBA, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta sejumlah pejabat dan tamu kehormatan. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 1.400 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Nita Yudi menyampaikan bahwa usia 50 tahun merupakan tonggak penting perjalanan IWAPI sebagai wadah perempuan pengusaha yang konsisten berkontribusi pada perekonomian nasional. “Lima puluh tahun adalah perjalanan panjang dan penuh makna tentang konsistensi, komitmen, serta kontribusi nyata perempuan Indonesia dalam membangun ekonomi bangsa,” ujarnya.

Sebagai bentuk nyata dari kontribusi sosial tersebut, IWAPI mencatatkan Rekor MURI atas keberhasilan melaksanakan pembagian makanan bergizi serentak di 35 provinsi Indonesia dan Malaysia dengan total 71.860 penerima. Kegiatan ini bukan hanya perayaan ulang tahun ke-50 IWAPI, tetapi juga simbol kepedulian sosial terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Melalui kegiatan itu, IWAPI ingin menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan tidak dapat dilepaskan dari kepedulian terhadap aspek sosial dan kemanusiaan.

Di sisi lain, IWAPI terus berupaya mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha perempuan baru melalui berbagai program berkelanjutan, termasuk program inkubasi wirausaha dan kegiatan sosial seperti IWAPI Charity Gala Dinner, yang hasilnya digunakan untuk mendukung pelatihan dan pendampingan wirausaha perempuan. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen IWAPI dalam menumbuhkan generasi baru perempuan pengusaha yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan apresiasi atas konsistensi IWAPI dalam memberdayakan perempuan di dunia usaha. Ia menyebut IWAPI sebagai motor penggerak penting yang menjaga vitalitas ekonomi di lapangan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem dunia usaha nasional. “Kadin sebagai naungan dunia usaha tidak akan ada artinya kalau motor-motor penggerak di lapangan seperti IWAPI tidak jalan,” ujarnya.

Rakernas IWAPI ke-IV mengusung tema “50 Tahun IWAPI: Konsisten dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Inovatif, Inklusif, dan Kolaboratif Menuju Indonesia Emas 2045.” Melalui tema tersebut, IWAPI berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi perempuan yang inovatif dan kolaboratif, mendorong digitalisasi UMKM, serta membuka ruang bagi perempuan di seluruh Indonesia untuk tumbuh dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Selama dua hari penyelenggaraan, Rakernas IWAPI diisi dengan beragam agenda seperti IWAPI Expo, IWAPI Fashion Day, Business Matching, Workshop Digitalisasi UMKM, dan IWAPI Charity Gala Dinner. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi wadah inspirasi dan kolaborasi bagi perempuan pengusaha untuk terus tumbuh, berdaya, dan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional.

Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kabar Gembira! Bonus Atlet Kaltim Akhirnya Cair

Kabar gembira bagi para atlet Kalimantan Timur! Setelah penantian panjang sejak ajang Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Pepapernas) 2023 di Palembang, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim akhirnya menyalurkan bonus bagi atlet dan pelatih berprestasi.

Penyerahan bonus berlangsung bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/25), di Halaman GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal mengatakan, penyaluran bonus ini menjadi momen yang sangat ditunggu para atlet.

“Ini yang ditunggu sejak tahun 2023 lalu di Palembang. Termasuk bonus PON, insyaallah segera setelah APBD-P 2025 ditetapkan,” ujarnya sambil tersenyum.

“Banyak atlet yang protes karena sudah lama menunggu,” tambahnya berseloroh.

Sebanyak 13 atlet dan 6 pelatih menerima bonus dengan total anggaran Rp 267 juta. Mereka berhasil menyumbangkan 4 medali emas, 5 perak, 2 perak beregu dan 2 perunggu untuk Kalimantan Timur.

Salah satu penerima bonus adalah Airin Nisa, atlet Boccia asal Kutai Kartanegara yang meraih medali emas klasifikasi kursi roda, bersama pelatihnya Muhammad Adiyaksa.

Adapun rincian bonus yang diterima para atlet berprestasi senilai Rp 20 juta untuk peraih Emas, Perak Rp 12 juta, Perak beregu Rp 7 juta, dan Perunggu Rp 7 juta.

Nilai bonus untuk pelatih juga disesuaikan dengan capaian atlet binaannya.

Faisal berharap, pemberian bonus ini menjadi penyemangat baru bagi para atlet untuk terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap perjuangan mereka. Semoga ke depan semakin banyak prestasi lahir dari Kaltim,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Hari Sumpah Pemuda ke-97: Kaltim Raih Penghargaan IPP Tertinggi ke-9 Nasional

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Kalimantan Timur menjadi salah satu daerah yang meraih penghargaan kepemudaan atas pencapaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2024 tertinggi secara nasional.

Penghargaan IPP diberikan oleh Kemenpora kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil meningkatkan capaian pembangunan pemuda melalui aspek pendidikan, kesehatan, partisipasi, dan kesempatan kerja.

IPP tingkat nasional tertinggi adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, disusul Provinsi Bali, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Papua Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Kalimantan Timur, dan Provinsi Aceh.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Puncak Acara Nasional Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, yang digelar di Hall Basket Senayan, Jakarta, pada 28 Oktober 2025.

Acara bergengsi tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir, Wakil Menpora Taufik Hidayat, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, serta sejumlah Gubernur, Wakil Gubernur, dan perwakilan daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, hadir mewakili Gubernur Kaltim menerima penghargaan kepemudaan atas pencapaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2024.

Dalam keterangannya, Faisal menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima Kaltim.

“Alhamdulillah dan bersyukur Kaltim bisa mendapatkan penghargaan kepemudaan atas pencapaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2024,” ujar Faisal.

Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa capaian ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras berbagai pihak dalam pembangunan kepemudaan, tetapi juga menjadi tolok ukur evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang.

“Penghargaan ini tentunya sebagai bahan evaluasi untuk kami, apa saja yang kurang untuk diperbaiki dan ditingkatkan. Intinya kami bersyukur, dan sekaligus menjadikannya sebagai motivasi untuk terus memperkuat program kepemudaan di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Melalui penghargaan ini, Kaltim diharapkan terus berkomitmen dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda, terutama dalam aspek pendidikan, kesehatan, partisipasi, dan kesempatan berwirausaha bagi generasi muda daerah.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kemenpar Maksimalkan Sebaran Wisatawan Lewat Pameran BBWI di Sanur

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat strategi pemerataan kunjungan wisatawan dengan menggelar pameran Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) di ICON Sanur, Bali.

Pameran ini secara khusus menonjolkan destinasi unggulan kawasan Buleleng, Jembrana, dan Banyuwangi (3B) sebagai bagian dari upaya mendistribusikan wisatawan agar tidak hanya terpusat di Bali bagian selatan.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa penyelenggaraan pameran ini merupakan bagian dari strategi promosi lintas daerah yang bertujuan mendukung pemerataan ekonomi pariwisata nasional.

“Kami berharap pameran BBWI di Sanur dapat meningkatkan awareness terhadap daya tarik wisata di tiga kabupaten tersebut, sekaligus membuka peluang bagi para pelaku industri untuk memperkenalkan dan menawarkan paket-paket wisata kepada masyarakat, serta memperluas networking dan business dealing,” Kata Made.

Pameran BBWI 2025 menjadi bentuk kolaborasi antara Kemenpar dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.

Acara ini melibatkan 23 pelaku industri pariwisata dari berbagai sektor, mulai dari akomodasi, desa wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga travel agent/tour operator (TA/TO).
Dua Online Travel Agent (OTA) mitra Co-Branding Wonderful Indonesia, yaitu Atourin dan Aero Globe Indonesia, juga ikut berpartisipasi memperluas jangkauan promosi digital.

Made menjelaskan, pameran ini menjadi ruang interaktif antara pelaku usaha, wisatawan, dan pemerintah untuk memperkuat rantai nilai pariwisata di tingkat daerah.

Daya tarik utama dalam pameran BBWI di Sanur adalah desain paket wisata berbasis desa wisata. Beberapa destinasi unggulan yang diperkenalkan antara lain Desa Wisata Manistutu dan Desa Wisata Medewi di Jembrana, Desa Wisata Sambangan dan Desa Wisata Sudaji di Buleleng, Desa Wisata Kemiren, Gombengsari, dan Tamansari di Banyuwangi.

Made menilai bahwa desa wisata memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Pemilihan Sanur sebagai lokasi penyelenggaraan pameran bukan tanpa alasan. Kawasan ini dikenal sebagai destinasi yang mampu menyatukan wisatawan lokal dan internasional dengan infrastruktur pariwisata yang lengkap.

“Sanur menjadi titik temu pariwisata di Bali karena perannya sebagai destinasi internasional yang memiliki infrastruktur lengkap. Karena itu, kami mempromosikan destinasi 3B di lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Made.

Kemenpar menargetkan 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara dan 14–15 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2025.
Pameran BBWI diharapkan mampu mendorong peningkatan pengeluaran (spending) wisatawan sekaligus memperpanjang lama tinggal (length of stay) mereka di destinasi.

“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan spending wisatawan serta memperpanjang masa tinggal mereka di destinasi,” Ucap Made.

Selain pameran B2C, Kemenpar juga menghadirkan pertunjukan seni budaya sebagai daya tarik tambahan, di antaranya Rinting Pitu dari Jembrana, Tari Trunajaya dari Buleleng, serta Tari Gandrung, Aji Jaran Goyang, dan Jaranan Buto dari Banyuwangi.
Kehadiran seni pertunjukan ini menambah nuansa atraktif sekaligus memperkuat identitas budaya di setiap destinasi wisata.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Seleksi Calon Anggota Ombudsman RI Masuki Tahap Akhir, Peserta Jalani Wawancara dan Tes Kesehatan

Proses seleksi Calon Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) masa jabatan 2026–2031 resmi memasuki tahapan akhir, yakni wawancara dan tes kesehatan.

Tahapan ini dilaksanakan berdasarkan Pengumuman Panitia Seleksi (Pansel) Nomor 15/PANSEL-ORI/10/2025 tertanggal 15 Oktober 2025, tentang pelaksanaan wawancara dan tes kesehatan pemilihan calon anggota ORI.

Ketua Pansel, Erwan Agus Purwanto, menyampaikan bahwa sebanyak 36 peserta dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahap wawancara yang berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Oktober 2025, di Gedung Pusat Pengembangan Kompetensi ASN (PPKASN), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta.

Selain wawancara, peserta juga diwajibkan menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada 27–29 Oktober 2025.

“Setiap peserta melaksanakan tes kesehatan selama dua hari, meliputi tes kesehatan jasmani dan rohani,” kata Ketua Pansel.

Dalam tahap akhir ini, Pansel juga mewajibkan seluruh peserta membuat surat pernyataan kesediaan untuk tidak merangkap jabatan atau profesi lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan.

Peserta yang dinyatakan lolos wajib menyatakan kesediaannya untuk tidak menjadi pejabat negara, pengusaha, pengurus partai politik, karyawan BUMN/BUMD, atau profesi lain seperti dokter, akuntan, advokat, notaris, dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

“Peserta yang tidak hadir mengikuti wawancara dan tes kesehatan akan dinyatakan gugur,” pungkasnya.

Hasil dari tahapan wawancara dan tes kesehatan ini nantinya akan diserahkan oleh Panitia Seleksi kepada Presiden Republik Indonesia untuk kemudian diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Pengumuman akhir peserta yang lulus sebagai calon Anggota Ombudsman RI periode 2026–2031 akan dipublikasikan melalui laman resmi Kementerian Sekretariat Negara di www.setneg.go.id dan Administrasi Panitia Seleksi Elektronik (APEL) di www.apel.setneg.go.id

Tahapan seleksi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan proses rekrutmen yang transparan, profesional, dan akuntabel dalam memilih anggota Ombudsman RI.

Melalui mekanisme berlapis, mulai dari seleksi administrasi, tes kompetensi, hingga wawancara dan tes kesehatan, Pansel berharap anggota Ombudsman terpilih nantinya memiliki integritas tinggi dan komitmen kuat terhadap pelayanan publik.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menkomdigi Meutya Hafid Minta ISP Sediakan Akses Internet Terjangkau dan Berkualitas

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta para penyedia layanan internet (ISP) untuk menghadirkan akses internet yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat di seluruh Indonesia, terutama di wilayah yang masih memiliki tarif tinggi.

“Kami meminta ISP berupaya maksimal untuk menghadirkan layanan internet yang murah untuk masyarakat,” ujar Meutya.

Menkomdigi menyoroti masih adanya ISP yang mematok harga tinggi di beberapa daerah karena minimnya kompetitor.

“Jangan sampai karena tidak ada pesaing di sana, lalu tarif dibuat semena-mena,” tegasnya.

Ia menilai, ketersediaan internet terjangkau merupakan bagian dari hak dasar digital masyarakat, sehingga industri penyedia layanan harus mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan kepentingan publik.

Menurut Meutya, pemerintah memahami bahwa pembangunan infrastruktur konektivitas membutuhkan investasi besar, namun hal itu bisa diatasi melalui langkah kolaboratif.

“Biaya mahal itu relatif. Operator seharusnya bisa menekan biaya dengan berbagai cara, termasuk kerja sama dan infrastructure sharing,” jelasnya.

Menkomdigi juga menegaskan pentingnya transparansi harga dan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan.

“Saya paham industri juga sedang sulit, tapi ayo kita lihat daerah-daerah mana yang bisa diberi keringanan. Kalau di wilayah lain perlu penyesuaian harga, silakan, asalkan transparan,” katanya.

Ia mengingatkan agar ISP tidak hanya fokus pada perluasan jaringan, tetapi juga memastikan pelanggan memperoleh layanan yang adil.

“Jangan sampai ketika jaringan down, pelanggan tetap dikenakan biaya penuh. Itu tidak adil,” tegasnya.

Meutya berharap ISP dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkeadilan. Menurutnya, pemerataan akses internet dengan harga wajar dan mutu terjamin merupakan langkah penting menuju transformasi digital nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkab Blitar Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97, Bupati Ajak Generasi Muda Jadi Pelaku Perubahan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar.

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Blitar Rijanto, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, Rijanto membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia yang mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”

Tema ini, menurut Bupati, mencerminkan semangat generasi muda Indonesia yang adaptif, kreatif, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam amanatnya, Rijanto menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak akan terwujud tanpa peran aktif generasi muda.

Ia mengajak para pemuda dan pemudi Blitar untuk menyalakan kembali semangat perjuangan para pendahulu dengan langkah nyata di lingkungan masing-masing.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi antar generasi dalam membangun daerah dan bangsa.

Pemkab Blitar berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat nasionalisme serta mendorong pemuda Blitar menjadi agen perubahan di berbagai bidang — sosial, ekonomi, dan digital.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News