Beranda blog Halaman 749

Bupati Tuban Ucapkan Selamat Hari Jadi ke-80 untuk Jawa Timur: “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh”

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik bagi Provinsi Jawa Timur yang memperingati Hari Jadi ke-80 tahun 2025, 12 Oktober, hari ini.

Melalui keterangannya, Bupati menyebut bahwa delapan dekade bukan sekadar angka, melainkan prasasti waktu yang mengukir ketangguhan, semangat pantang menyerah, dan denyut pertumbuhan yang terus berlanjut.

Mengusung tema “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh,” Bupati Halindra menilai bahwa semangat tersebut bukan hanya menjadi slogan, tetapi juga cerminan jiwa masyarakat Jawa Timur yang selalu kokoh dalam kebersamaan dan gotong royong. “Tema ini mencerminkan karakter masyarakat Jawa Timur yang tangguh menghadapi tantangan serta terus bergerak maju dalam harmoni dan kolaborasi,” ujar Mas Lindra, sapaan akrab Bupati Tuban, Minggu (12/10).

Mas Lindra turut memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, yang dinilai berhasil menghadirkan semangat kebersamaan dan sinergi pembangunan di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Dari Bumi Ronggolawe, Kabupaten Tuban siap menjadi simpul penguat, menyatukan energi dan karya untuk merajut masa depan Jawa Timur yang lebih gemilang,” lanjutnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat kolaborasi demi pembangunan yang berkelanjutan. “Mari eratkan genggaman, satukan langkah dalam irama pembangunan yang harmonis,” pesan Bupati Lindra.

Mengakhiri pernyataannya, Bupati alumnus Unair Surabaya ini menegaskan komitmen Pemkab Tuban untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Jawa Timur.

“Dari Tuban, kami kirimkan doa dan kerja terbaik untuk Provinsi Jawa Timur tercinta. Selamat Hari Jadi ke-80. Semoga Jawa Timur senantiasa menjadi mercusuar kemajuan dan sumber inspirasi bagi seluruh bangsa,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Tasikmalaya Hadiri Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta

Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, menghadiri acara Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, yang digelar di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (14/10).

Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat arah pembangunan menuju Indonesia yang mandiri, tangguh, dan inklusif. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube CNN Indonesia.

Bupati Cecep menjadi salah satu narasumber pada sesi dua, dengan tema ‘Menerjemahkan Asta Cita: Kepemimpinan Lokal dan Inovasi Daerah’. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar dari sektor keagamaan, pertanian, dan pariwisata.

“Tasikmalaya dikenal sebagai kota santri karena memiliki 1.440 pesantren yang tersebar di 351 desa di 39 kecamatan. Nilai-nilai religius ini menjadi dasar visi daerah, yaitu Kabupaten Tasikmalaya yang religius islami, maju, adil, dan makmur,” ujar Bupati Cecep.

Ia menambahkan, Tasikmalaya juga berperan penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. “Wilayah kami memiliki sekitar 270 ribu hektar lahan, dan sebagian besar produktif di sektor pertanian. Kami punya padi organik yang sudah diekspor, juga ayam pedaging dan petelur yang melimpah,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati Cecep menyoroti potensi ekonomi hijau dan biru di Tasikmalaya. “Kami punya kawasan pertanian di kaki Gunung Galunggung, hamparan kebun teh di Taraju dan Bojonggambir, serta potensi manggis unggulan dari Puspahiang yang sudah tembus pasar ekspor,” ungkapnya.

Potensi tersebut, imbuh Bupati Cecep, menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan Tasikmalaya ke depan.

“Dari dataran tinggi hingga pantai selatan, Tasikmalaya memiliki kekayaan alam, budaya, dan religiusitas yang lengkap. Ini menjadi bekal untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara ini, Menteri Dalam Negeri, Gubernur Jakarta, Gubernur Kalimantan Timur, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Wali Kota Surabaya, Bupati Bandung, Wakil Wali Kota Bandung, dan tamu undangan lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkab Temanggung Gelar Sosialisasi Anti Korupsi, Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih

Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Inspektorat menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Anti Korupsi Tahun 2025 di Graha Bumi Phala, Senin (13/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program Nasional Pariwara Anti Korupsi yang digalakkan kembali oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia tahun ini.
Dalam kegiatan ini, Bupati Agus Setyawan hadir sebagai keynote speaker, didampingi oleh Kapolres Temanggung dan Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung yang turut memberikan materi terkait edukasi antikorupsi.
Inspektur Kabupaten Temanggung, Kristri Widodo, dalam sambutannya menegaskan, pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Ia menyampaikan, bahwa penyelenggaraan pemerintahan yang baik atau good governance harus terus dikawal, seiring dengan peluncuran beberapa instrumen pengukuran kinerja antikorupsi oleh pemerintah pusat dan KPK.
“Saat ini, ada tiga instrumen pengukuran yang menjadi acuan, yakni Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD), Survei Penilaian Integritas (SPI), dan Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK),” terang Kristri.
Kristri memaparkan, IPKD merupakan instrumen untuk mengevaluasi efektivitas pencegahan korupsi di delapan area strategis, seperti perencanaan, penganggaran, pengadaan barang/jasa, pelayanan publik, hingga pengawasan internal.
Pada tahun 2024, Temanggung mencatat nilai IPKD sebesar 96,26 dari skala 100.
“Sebuah capaian yang menunjukkan kesungguhan kita dalam membenahi tata kelola di berbagai sektor,” ujarnya.
Sementara itu, nilai SPI Kabupaten Temanggung pada 2024 tercatat sebesar 76,91. Survei ini dilakukan oleh KPK untuk mengukur persepsi dan pengalaman masyarakat, serta aparatur terhadap integritas sektor pelayanan publik. Survei SPI 2025 masih berlangsung hingga Oktober ini.
Adapun untuk IPAK, yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Temanggung meraih nilai 3,85 dari skala 0 sampai 5. Nilai tersebut menunjukkan tingkat intoleransi masyarakat yang cukup tinggi terhadap praktek korupsi, seperti gratifikasi, suap, pemerasan, dan nepotisme.
“Capaian-capaian ini harus dijaga, bahkan ditingkatkan. Sosialisasi hari ini menjadi bagian penting untuk memperkuat komitmen bersama,” tandas Kristri.
Sebagai bentuk konkret dukungan terhadap program antikorupsi, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan Deklarasi Anti Korupsi oleh seluruh pejabat Pemkab Temanggung, direktur BUMD, serta lurah dan kepala desa se-Kabupaten Temanggung.

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan Internal Audit Charter (IAC) atau Piagam Audit Internal oleh Inspektur Kabupaten Temanggung. Piagam ini menjadi dokumen resmi komitmen pengawasan internal yang dilaksanakan secara independen, objektif, profesional, dan akuntabel, serta diketahui oleh Bupati dan seluruh kepala perangkat daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Khofifah Serahkan Penghargaan kepada 604 Pendonor Darah Sukarela

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan dan lencana kepada 604 pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (14/10).

Penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis kepada sepuluh perwakilan pendonor, disaksikan Ketua PMI Jatim, Imam Utomo dan Ketua Dewan Kehormatan PMI Jatim, Emil Elestianto Dardak.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengajak para pelajar SMA/SMK dan Madrasah Aliyah untuk aktif menjadi pendonor melalui Palang Merah Remaja (PMR). Langkah ini dinilai penting untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan sekaligus memperkuat ketersediaan darah di Jawa Timur.

“Insyaallah setelah ini kita akan memetakan plan of action agar SMA, SMK, dan Aliyah aktif dalam PMR supaya target minimal 4 persen pendonor dari jumlah penduduk bisa terpenuhi,” ujar Khofifah.

Saat ini, tingkat donor darah sukarela di Jatim baru mencapai 2–3 persen dari penduduk potensial, masih di bawah target ideal minimal 4 persen. Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu pelayanan transfusi darah melalui Unit Donor Darah (UDD) berstandar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

“Pembuatan obat yang baik standarnya harus dicapai oleh UDD. Semoga PMI Jatim segera memiliki UDD provinsi yang berstandar CPOB,” tuturnya.

Jawa Timur memiliki 42 Unit Pengelola Darah (UPD) yang terdiri dari 37 UPD PMI dan 5 UPD Rumah Sakit di 37 kabupaten/kota. Kekuatan infrastruktur ini menjadi modal penting menjaga ketersediaan darah di seluruh wilayah. Khofifah menambahkan, kecukupan stok darah juga berperan besar dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur.

“Setetes darah bisa menyelamatkan sejuta harapan. Semoga semangat kemanusiaan ini terus menular ke seluruh masyarakat,” ujarnya.

Salah satu penerima penghargaan, Setiawan (32) dari UDD Tulungagung, menjadi pendonor darah sukarela termuda dalam acara tersebut. Ia mengenang awal mula donor darah saat masih duduk di bangku SMA Kedungwaru, Tulungagung, pada 2010.

“Awalnya dipaksa guru dan teman, tapi berlanjut sampai sekarang karena saya sadar setetes darah sangat berarti bagi orang lain,” ungkap Setiawan. Ia mengaku bangga mendapat penghargaan langsung dari Gubernur Khofifah dan berterima kasih atas dorongan agar generasi muda aktif dalam gerakan donor darah.

Sementara itu, Ketua PMI Jatim Imam Utomo mengapresiasi perhatian Gubernur Khofifah yang memfasilitasi pelaksanaan acara di Gedung Negara Grahadi. “Semula acara akan digelar di Gedung BK3S, tapi berkat perhatian Ibu Gubernur, kegiatan ini dipindah ke Grahadi agar para pendonor bisa merasakan penghormatan di tempat yang istimewa,” ujarnya.

Imam menyebut saat ini terdapat 135 ribu pendonor aktif di Jawa Timur, dengan target meningkat menjadi 250 ribu pendonor pada tahun 2026. PMI Jatim kini telah memiliki empat UDD berstandar CPOB, yakni di Surabaya, Sidoarjo, Kota Malang, dan Lumajang, serta tiga daerah lain Jember, Tulungagung, dan Bojonegoro yang sedang dalam proses sertifikasi.

Menutup sambutannya, Imam Utomo juga menyinggung rencana Musyawarah Provinsi (Musprov) PMI Jatim untuk memilih ketua baru lima tahun mendatang. “Saya sudah 82 tahun, banyak yang meminta saya maju lagi, tapi semuanya saya serahkan kepada peserta Musprov. Yang penting, PMI Jatim harus tetap solid demi kemajuan bersama,” tegasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemkomdigi dan OJK Blokir 23.929 Rekening Terkait Judi Online di Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan pemblokiran terhadap 23.929 rekening yang digunakan untuk aktivitas transaksi judi online. Rekening-rekening tersebut merupakan hasil dari patroli siber dan laporan masyarakat yang diterima oleh Kemkomdigi.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberantas judi online yang sangat merugikan masyarakat.
“Kami ingin memastikan aliran dana dari aktivitas ilegal seperti judi online ini benar-benar terputus,” ujar Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (14/10).
Upaya ini merupakan bentuk langkah konkret dan kolaboratif lintas kementerian/lembaga dalam memberantas judi online dengan memutus jalur transaksi keuangan antara masyarakat dengan pengelola situs judi online.
Meutya juga meminta masyarakat turut berpartisipasi aktif melaporkan situs dan akun judi online serta rekening yang terindikasi digunakan untuk judi online melalui kanal-kanal pengaduan yang tersedia.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi melaporkan situs, akun, atau aktivitas yang mencurigakan,” tambah Meutya.

Kemkomdigi menyediakan berbagai layanan pengaduan yang dapat digunakan masyarakat, di antaranya aduankonten.id untuk mengadukan konten terindikasi judi online dan cekrekening.id untuk melaporkan rekening yang digunakan untuk transaksi judi online.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Pramono Anung Dukung PERCASI DKI Jakarta Majukan Prestasi Catur Nasional

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri acara pelantikan dan pengukuhan Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) DKI Jakarta masa bakti 2025–2029 di Balai Kota Jakarta, pada Rabu (15/10). Pelantikan dilakukan oleh Grand Master catur nasional, Utut Adianto Wahjuwidajat dan dipimpin oleh Ketua Umum PERCASI DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono menyebut PERCASI berperan penting dalam memajukan olahraga catur di Indonesia, khususnya di Jakarta yang menjadi pusat berbagai kegiatan olahraga.

“Saya tahu PERCASI Jakarta selama ini selalu meraih prestasi yang luar biasa dan sering menjadi juara umum. Karena itu, saya secara khusus berharap pada kejuaraan di Mamuju, Sulawesi Barat, nanti, PERCASI Jakarta yang kini dipimpin oleh Pak Kenneth dapat kembali meraih gelar juara umum. Saya yakin, warga Jakarta tidak hanya dituntut untuk bekerja keras secara fisik, tetapi juga terus mengasah kemampuan berpikir dan menjaga ketajaman mental,” ujarnya.

Gubernur Pramono menambahkan, seiring pesatnya perkembangan dunia catur, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk mendukung para pecatur agar terus berkembang dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki atlet-atlet muda Jakarta, salah satunya Alexander Chong, yang sudah menunjukkan kemampuan luar biasa di usia muda. Ia menegaskan talenta seperti ini merupakan aset berharga bagi daerah yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Untuk itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta diharapkan dapat memberikan dukungan penuh bagi para atlet muda berbakat agar bisa terus berkembang dan berprestasi di berbagai kejuaraan,” ungkap Gubernur Pramono.

Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada PERCASI atas perannya dalam menyelenggarakan berbagai pertandingan dan turnamen, serta menjadi wadah pengembangan bakat dan minat generasi muda di bidang catur. Ia berharap, melalui beragam program pelatihan dan pembinaan, PERCASI DKI Jakarta dapat membangun ekosistem yang mendorong pecatur muda mengembangkan potensi secara maksimal.

“Olahraga catur tidak hanya melatih kemampuan berpikir strategis dalam menghadapi tantangan, tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk mempererat hubungan antarindividu. Karena itu, kegiatan positif seperti ini harus terus kita jaga dan kembangkan. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada para pengurus PERCASI yang baru dilantik, semoga dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan baik bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” pungkas Gubernur Pramono.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Jateng Tuntas Salurkan 1.000 Sambungan Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu 2025

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan 1.000 sambungan listrik gratis kepada masyarakat kurang mampu pada 2025. Bantuan bersumber dari APBD tersebut untuk pengentasan kemiskinan selaras dengan semangat Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto menyampaikan, target program bantuan 1.000 sambungan listrik gratis pada 2025, sudah tuntas dilaksanakan. Bantuan tersebut tersebar di seluruh daerah di Jawa Tengah.

“Pada tahun 2025 ini Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah diberikan anggaran untuk 1.000 rumah, dan seluruhnya sudah terealisasi,” ujar Agus, Senin (13/10).

Dia menjelaskan, program bantuan sambungan listrik gratis itu memakan anggaran Rp1,225 miliar dari APBD Provinsi. Sehingga, tiap penerima mendapat bantuan senilai Rp1,225 juta.

“Dengan anggaran per rumah Rp1.225.000 sehingga kita mendapatkan anggaran Rp1,225 miliar untuk seribu penerima,” terangnya.

Menurutnya, program bantuan sambungan listrik gratis selaras dengan program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, dalam rangka pengentasan kemiskinan.

“Dengan harapan selain mampu menerangi, bantuan sambungan listrik gratis itu dapat membangkitkan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Agus menambahkan, bantuan sambungan listrik gratis terus akan dilakukan dengan memggandeng stakeholder, seperti CSR dan dana dari pusat.

“Tentunya ini juga merupakan salah satu wujud dari implementasi terhadap Asta Cita kedua, yaitu ketahanan energi pangan dan air. Selain itu juga Dinas ESDM menggandeng stakeholder terkait untuk memberikan CSR guna mempercepat penyelesaian atas warga kita yang belum punya saluran listrik. Di tahun ini dari CSR ada 248 sambungan rumah warga miskin. Dan kita juga mengajukan dari dari APBN,” ungkapnya.

Sementara itu, penerima manfaat, Reni Handayani, mengatakan, bantuan sambungan listrik gratis sangat membantu keluarganya. Sebelumnya, listrik berdaya 450 VA digunakan untuk kebutuhan dua rumah, sehingga sering kali anjlok.

“Sebelumnya sering anjlok atau mati listrik, karena gak kuat untuk dua rumah,” katanya, saat ditemui di rumahnya Desa Sidokumpul, Kecamatan Guntur, Demak.

Kondisi tersebut membuat aktivitas di rumahnya terganggu. Misalnya memasak nasi, atau lebih dari itu mengganggu anaknya belajar di malam hari.

“Kalau anak belajar di malam hari sering matu lampu karena gak kuat. Anak saya yang satu SD yang satu masih balita,” lanjutnya.

Namun, kondisi tersebut sekarang tidak terjadi lagi setelah mendapat bantuan sambungan listrik gratis.

“Sekarang sudah gak mati-mati lagi. Anak bisa belajar dengan nyaman,” tambahnya.

Penerima manfaat dari Desa Sidokumpul, Rohyati, juga merasakan hal yang sama. Sebelumnya, Rohyati menyalur listrik dari rumah mertuanya.

“Mau pasang sendiri belum ada uang. Suami merantau di Jakarta haslnya pas-pasan. Jadi belum bisa pasang listrik sendiri,” ceritanya.

Kini, Rohyati sangat senang karena mendapat bantuan sambungan listrik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah .

“Alhamdulillah senang dapat bantuan. Sekarang bisa masak, bisa mutar lagu karena listrik punya sendiri,” imbuhnya.

Senada juga disampaikan penerima manfaat, Munif Muhtadi. Dia bersama istri dan anak balitanya sudah membangun rumah sendiri di lahan belakang rumah orangtuanya.

“Tapi waktu itu belum punya listrik sendiri. Masih nyambung orang tua. Jadi kalau mau masak harus gantian biar tidak anjlok,” kisahnya.

Sekarang, kata Munif, jauh lebih nyaman karena punya listrik sendiri.

“Bantuan sambungan listrik gratis sangat bermanfaat bagi keluarga saya. Sudah tidak lagi anjlok dan bisa buat kebutuhan hidup yang harus menggunakan elektronik,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Sragen Tinjau Fasilitas Umum di Tiga Perumahan Sebelum Diserahkan ke Pemkab

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, meninjau ketersediaan fasilitas umum (Fasum) di tiga perumahan, Kamis (9/10). Yakni di Perumahan Pesona BK dan Griya Mustika 3 Plumbungan (Kecamatan Karangmalang), serta Griya Aswani (Kecamatan Kedawung).

Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana telah memenuhi ketentuan sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah. Pemerintah daerah juga memastikan kualitas lingkungan perumahan tetap terjaga, sekaligus memberi jaminan setiap hunian yang dibangun, memiliki fasilitas memadai bagi masyarakat.

Bupati Sragen menegaskan, setiap pengembang atau developer memiliki kewajiban untuk menyerahkan fasilitas umum kepada pemerintah. Karena itu, perlu adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap kelengkapan dan kelayakan fasilitas, sebelum proses serah terima dilakukan.

“Sebelum diserahkan, kita lakukan pemeriksaan sejauh mana fasilitas umum yang akan diserahkan memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk sarana dan prasarana, jaringan listrik, jaringan air, sanitasi, jalan, dan ruang terbuka hijau (RTH),” jelasnya.

Sigit menambahkan, pemeriksaan itu penting untuk memvalidasi kesesuaian sarana dan prasarana lingkungan, agar sesuai dengan standar yang berlaku.

“Untuk luas sarpras lingkungan wajib minimal 20 persen dari luas keseluruhan lahan, lalu lebar jalan minimal enam meter,” imbuhnya.

Dari hasil peninjauan, bupati menyampaikan jika seluruh perumahan telah memenuhi ketentuan tersebut. Perumahan Pesona BK memiliki luas sarpras lingkungan 35,16 persen dari total lahan 6.940 m², Griya Mustika 46,11 persen dari lahan 3.150 m², dan Griya Aswani 36,20 persen dari lahan 895 m². Menurutnya, angka tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Tata Ruang (Disperkimtaru) Kabupaten Sragen, Aris Wahyudi, menambahkan, pertumbuhan perumahan di Sragen cukup menggembirakan. Hal itu juga mendukung program nasional 3 juta rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Kita terus berupaya untuk memenuhi program 3 juta rumah itu. Target Sragen sendiri 2.500 rumah. Alhamdulillah, saat launching sudah curi start enam ratus rumah, dan bulan ini sekitar seribu rumah. Insyaallah akhir tahun sudah terpenuhi semuanya,” ujarnya optimistis.

Pemilik PT Manunggal Properti Madani, pengembang Griya Mustika 3 Karangmalang Sragen, Achmad Chapid Mas’udi, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan arahan yang diberikan pemerintah daerah.

Dia menilai, peninjauan yang dilakukan bupati adalah bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sragen, dalam memastikan seluruh fasilitas perumahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Setelah ditinjau oleh Bupati, kami sangat berterima kasih atas perhatian dan arahannya. Semua ketentuan, baik terkait prasarana, sarana maupun utilitas umum (PSU), sudah dicek dengan sangat teliti sebelum diserahkan. Kami bersyukur karena hasilnya dinyatakan layak, dan memenuhi standar yang ditetapkan Pemkab Sragen,” ungkapnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Kendal Uji Coba Paralayang di Curug Sewu untuk Pastikan Keamanan Wisata Udara

Untuk memastikan paralayang di Curug Sewu, Patean benar-benar terjamim keamanannya, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mencoba naik paralayang tersebut, Sabtu (11/10).

“Saya sudah mencobanya, tadi sudah menaiki paralayang yang tentunya didampingi oleh para penerbang profesional, sehingga terjamin keamanannya,” tutur bupati, usai mengikuti uji coba terbang menggunakan paralayang.

Bupati menyampaikan, saat terbang ke udara dirinya bisa melihat keindahan alam, salah satunya melihat keindahan Curug Sewu secara langsung dari udara.

“Tentunya pengalaman terbang dengan paralayang ini sangat luar biasa, karena secara langsung bisa melihat pemandangan alam yang sangat indah dari atas Curug Sewu, yang merupakan wilayah pengunungan di Kabupaten Kendal,” tuturnya.

Dia yakin, paralayang Curug Sewu ini nantinya, akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara, untuk datang ke Kabupaten Kendal.

Sementara itu, Kepala Bidang Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal, A Syahrul Falah menyampaikan, uji coba tersebut merupakan ketiga kalinya yang dilaksanakan bersama Tim Pemantau Kelayakan Paralayang.

Dia berharap, setelah paralayang Curug Sewu diresmikan, banyak wisatawan yang datang ke destinasi wisata Curug Sewu.

Pengunjung Destinasi Wisata Curug Sewu dari Kota Semarang, Indah Salma yang ikut mencoba naik paralayang menuturkan, wisata baru di Curug Sewu sangat asik dan menyenangkan.

“Saya sangat senang bisa mencoba naik paralayang Curug Sewu, karena bisa melihat keindahan alam dari atas, yang mana sebelumnya belum pernah mendapatkan pengalaman seasik ini. Pokoknya luar biasa, dan nantinya saya akan mencobanya kembali,” ungkap Indah.

Saat ditanya, apakah memiliki rasa takut saat di udara, Indah mengaku tidak takut, karena didampingi oleh para penebang paralayang profesional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkab Brebes Wujudkan Transformasi Pelayanan Publik Lewat Kios Adminduk Desa

Pemerintah Kabupaten Brebes meluncurkan Kios Administrasi kependudukan (Adminduk) di seluruh desa dan kelurahan. Lewat program ini, masyarakat Brebes bisa mengurus berbagai dokumen kependudukan, di kantor desa/ kelurahan masing-masing.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menuturkan, pelayanan administrasi kependudukan merupakan urusan pemerintah, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Kecepatan, ketepatan, dan kemudahan akses pelayanan Adminduk, menjadi hal yang sangat penting untuk diwujudkan. Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan gratis. Salah satunya melalui program Satu Hari Jadi, yang kini diperkuat dengan Kios Adminduk di desa,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya pembaruan data kependudukan secara real time, karena data kependudukan yang akurat menjadi dasar perencanaan pembangunan dan kebijakan publik. Ia meminta agar data kelahiran dan kematian segera dilaporkan.

“Untuk data kelahiran, setelah anak lahir harus segera dibuatkan akta kelahirannya. Saya sudah instruksikan ke Dinas Kesehatan agar semua RSUD, puskesmas, dan rumah sakit swasta, membantu pelayanan pembuatan KK dan akta kelahiran secara gratis dan cepat,” tegasnya.

Mitha, sapaan akrabnya, juga meminta peran aktif kepala desa, dalam memperbarui data penduduk yang meninggal.

“Pak kades harus meng-update KK bagi warga yang wafat. Hal ini penting agar bantuan seperti PKH tidak lagi mengalir kepada penerima yang sudah meninggal, dan dapat dialihkan kepada yang lebih membutuhkan,” imbaunya.

Paramitha menjelaskan, transformasi pelayanan publik seperti ini tidak hanya bergantung terhadap sarana, tetapi juga pada komitmen dan semangat aparatur pemerintah di semua tingkatan.

“Saya mengajak seluruh camat, kepala desa, dan lurah agar bersama-sama menjaga keberlanjutan program ini, memastikan pelayanan adminduk di wilayah masing-masing berjalan lancar, tertib, dan bebas dari praktik pungli, harus Gratis” pungkas Paramitha.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dukcapil Brebes, Apriyanto Sudarmoko, menyatakan, kehadiran Kios Adminduk selaras dengan visi misi Bupati Brebes.

“Tujuan utamanya adalah meminimalisasi antrean di tingkat kabupaten. Masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota, karena layanan dapat diakses di tingkat desa atau kecamatan,” tegas Apriyanto.

Ia juga mengungkapkan komitmen Pemkab Brebes untuk memberikan pelayanan inklusif, termasuk bagi Penyandang Disabilitas.

“Untuk layanan Adminduk bagi penyandang disabilitas, kami menggunakan sistem jemput bola langsung ke rumah, menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mereka,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News