Beranda blog Halaman 768

Perkuat Sinergi Pendidikan, Wali Kota Salatiga Serahkan Bantuan ke Pondok Pesantren

Pemerintah Kota Salatiga terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan. Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren dan Madrasah Hidayatul Mubtadi’ien di Kalibening, Tingkir, Jumat sore (3/10). Kedatangan Robby disambut hangat oleh pengasuh pesantren, Gus Faiz.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota menegaskan komitmen Pemkot Salatiga dalam mengawal dan mendampingi pesantren di wilayahnya.

“Ini adalah program pemerintah kota untuk bisa mengawal dan mendampingi pesantren, baik dari sisi sarana prasarana maupun pengembangan program pendidikan,” ujar Robby.

Sebagai bentuk dukungan, Robby menyerahkan bantuan satu set sound system kepada pihak pesantren. Bantuan tersebut disalurkan bersama Baznas Salatiga untuk mendukung kegiatan keagamaan dan proses pembelajaran santri.

“Ke depan, saya berharap selalu ada kolaborasi antara pesantren, pemerintah kota, dan dinas pendidikan agar tercipta generasi muda yang cerdas dan berakhlakul karimah,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pj Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Bagian Kesra Setda, Sekretaris Kecamatan Tingkir, serta Lurah Kalibening.

Usai dari pesantren, Robby melanjutkan agenda dengan meninjau Lembah Bening, kawasan wisata edukasi di Kelurahan Kalibening. Ia mengapresiasi potensi wisata tersebut dan mendorong agar pemanfaatannya lebih optimal.

Robby mengusulkan agar Lembah Bening dijadikan lokasi rutin untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti fun run atau bazar UMKM, guna menghidupkan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan potensi wisata desa.

Selain itu, Robby juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kalibening.

“Kami akan menitikberatkan pada kemampuan masyarakat secara mandiri dalam memilah sampah. Harapannya, Kalibening bisa menjadi contoh pengelolaan sampah di Salatiga,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kota Salatiga menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pesantren, dan pembangunan lingkungan berkelanjutan, demi mewujudkan visi Salatiga Beda Mendunia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemko Pekanbaru Bersama Kemensetneg RI Bahas Pelaksanaan Program MBG

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kota (Pj Sekdako) Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, menerima kunjungan Tim Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI, Rabu (8/10) pagi. Kunjungan yang dilakukan terkait pemantauan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di 35 Provinsi.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Sekda Lantai 4 Gedung Utama Perkantoran Tenayan Raya, yang turut dihadiri Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sumbar, Riau, Kepri, Dr Syartiwidya STP M.Si, Pj Sekdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ingot Ahmad Hutasuhut, Kepala Dinas Kesehatan Hazli Fendriyanto, Plt Kepala Dinas Pendidikan Masykur Tarmizi, dan KepalaDinas Ketahanan Pangan Muhammad Jamil.

Pj Sekdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin usai pertemuan menyampaikan, diantara yang dibahas terkait kualitas makanan yang akan disalurkan ke sekolah.

“Alhamdulillah tadi pertemuannya bagus sekali dengan ibuk Syartiwidya Kepala Kantor KPPG untuk Sumbar, Riau, Kepri,” ucap Zulhelmi Arifin.

Disampaikannya, pihak sekolah harus melakukan pengecekan makanan yang diberikan, apakah makanan yang akan diberikan kepada peserta didik kualitasnya baik.

“Tadi disampaikan, jika ada makanannya basi atau apa. Sekolah itu wajib ngecek kualitas makanan yang diberikan itu seperti apa, apakah ini baik atau tidak,” kata Zulhelmi.

Menurutnya, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho juga mengistruksikan agar dapat memastikan makanan yang disalurkan sesuai standar.

“Pak wali sampaikan bahwa kita harus ngecek betul, bahwa makanan yang sampai ke anak-anak kita itu sesuai dengan standar higienis. Terkait program ini, banyak kepala sekolah yang menyampaikan ucapan terimakasih, dan bersyukur, terutama masyarakat kita ekonomi menengah kebawah. Mereka sangat terbantu dengan adanya program ini,” ujarnya.

“Seperti yang saya sampaikan, makanan yang sampai ke sekolah itu, pihak sekolah harus mengecek apakah bagus atau tidak kualitasnya, kalau tidak bagus, bisa ditolak dan bisa diganti,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wujudkan Layanan Cepat dan Modern, Wali Kota Kediri Launching Aplikasi “Flow Tirta Dhaha Mobile”

Peluncuran aplikasi “Flow Tirta Dhaha Mobile” oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Selasa (7/10), sebagai langkah inovatif PDAM Kota Kediri untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan bagi masyarakat.

Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pelanggan dalam berbagai layanan, mulai dari pembayaran rekening air secara digital, pembacaan meter mandiri, hingga penyampaian pengaduan terkait pelayanan.

“Hari ini PDAM Kota Kediri melaunching aplikasi Flow, yang merupakan wujud nyata komitmen PDAM dalam memberikan pelayanan yang cepat dan mudah kepada masyarakat Kota Kediri. Saya mengapresiasi seluruh jajaran PDAM atas inovasi ini, karena kini masyarakat cukup melalui genggaman ponsel tanpa perlu datang ke kantor. Mulai dari pengecekan tagihan, pengaduan, hingga pembayaran dapat dilakukan secara digital,” jelas Wali Kota Kediri.

Lebih lanjut, Mbak Wali juga menegaskan bahwa peluncuran aplikasi ini bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal menuju transformasi pelayanan publik yang lebih baik. Keberhasilan aplikasi, tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Percuma aplikasinya canggih kalau masyarakat tidak tahu cara menggunakannya. Oleh karena itu, setelah launching ini saya minta PDAM melakukan sosialisasi secara masif dan berkelanjutan. Jangan sampai dari sekitar 18.000 pelanggan, hanya 1.000 orang yang menggunakan aplikasi ini,” pesan Wali Kota Kediri.

Terakhir, Wali Kota termuda ini juga berharap hadirnya Flow Tirta Dhaha Mobile dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan PDAM yang modern, profesional, dan transparan, sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadi pelanggan PDAM. “Semoga inovasi ini juga menjadi pemacu semangat bagi jajaran PDAM untuk terus berinovasi,” pungkasnya.

Peluncuran aplikasi tersebut turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri Heri Purnomo, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Tetuko Erwin, Camat Kota Bagus Hermawan Apriyanto, Dewan Pengawas PDAM Kota Kediri Muhlisiina Lauhuddin, Direktur PDAM Kota Kediri Yani Setiawan, serta jajaran pimpinan BUMD dan perbankan di Kota Kediri, para direktur PDAM dari wilayah Korwil V Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Nganjuk.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Komnas HAM Dorong Koreksi Regulasi PSN dalam Uji Materi UU Cipta Kerja

Komnas HAM memberikan keterangan dalam sidang pengujian materiil Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi, Selasa (7/10).

Dalam sidang perkara Nomor 112/PUU-XXIII/2025, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, memaparkan sejumlah temuan pelanggaran HAM yang muncul dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Saurlin menjelaskan bahwa sepanjang 2020–2023, Komnas HAM menerima 114 pengaduan terkait PSN yang diduga mengandung pelanggaran hak asasi manusia. “Pola permasalahan yang berulang meliputi penggusuran paksa, kompensasi tidak layak, kriminalisasi warga, serta degradasi lingkungan,” ujarnya di hadapan majelis hakim konstitusi.

Ia mencontohkan sejumlah kasus seperti Wadas, Rempang Eco City, Mandalika, Kawasan Industri Morowali, dan food estate di Papua Selatan, yang menunjukkan pola serupa: keputusan yang bersifat top-down, kurangnya konsultasi bermakna dengan masyarakat, serta pendekatan keamanan yang justru memicu konflik sosial.

Dalam keterangannya, Komnas HAM meminta Mahkamah Konstitusi agar putusan uji materi tidak hanya bersifat korektif, tetapi juga preventif, dengan menginstruksikan pembentuk undang-undang untuk memperbaiki regulasi PSN agar selaras dengan prinsip konstitusi, HAM, dan keberlanjutan lingkungan.

“Regulasi pembangunan strategis harus menempatkan manusia dan hak-haknya sebagai pusat kebijakan,” tegas Saurlin.

Selain Komnas HAM, Komnas Perempuan juga menyampaikan keterangan dalam sidang yang sama melalui Ketua Maria Ulfah Anshor, yang menyoroti dimensi gender dalam dampak pelaksanaan PSN.

Langkah dua Lembaga Nasional HAM (LNHAM) ini menunjukkan pentingnya partisipasi institusi independen dalam mengawal kebijakan pembangunan agar tetap berkeadilan dan berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

OJK Ajak Mahasiswa Purwokerto Siapkan Masa Depan dengan Asuransi Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Kuliah Umum Literasi Keuangan Syariah bagi dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Selasa (7/10) yang bertujuan mendorong perencanaan keuangan yang bijak dengan memahami asuransi syariah, dan menumbuhkan peran civitas academica sebagai agen perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

Kuliah umum bertema “Expect the Unexpected, Plan for the Better Future ini dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara dan perwakilan pimpinan UMP.

Dalam paparannya, Ogi Prastomiyono menjelaskan manfaat produk asuransi yang membantu masyarakat mengalihkan (transfer) dampak kerugian finansial yang bersifat low probability–high impact. (Istilah dalam manajemen risiko yang menggambarkan suatu peristiwa yang sangat jarang terjadi tetapi akan menyebabkan kerugian atau konsekuensi yang sangat besar jika terjadi).

Sementara pada asuransi syariah, prinsipnya adalah ta’awun (tolong-menolong) dan sharing of risk dengan akad yang jelas (bebas dari gharar, maysir, dan riba), serta pengelolaan Dana Tabarru’ sebagai milik kolektif peserta.

“Dengan ekosistem halal yang kian luas, asuransi syariah relevan untuk berbagai kebutuhan, dari perjalanan haji/umrah, asuransi mikro syariah bagi pedagang, asuransi pertanian syariah untuk gagal panen, hingga proteksi aset UMKM. Inovasi produk ini membuat proteksi semakin terjangkau dan dekat dengan keseharian kita,” kata Ogi.

Ogi menyampaikan bahwa sebagai generasi muda, mahasiswa perlu sejak dini merencanakan masa depan yang baik termasuk merencanakan keuangan dengan salah satunya memanfaatkan produk asuransi.

“Adik-adik sekalian adalah generasi emas yang akan menjadi tulang punggung dari visi besar negara kita: Indonesia Emas 2045. Salah satu pilar utama untuk mencapai visi tersebut adalah peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), dan mahasiswa menjadi salah satu motor penggeraknya,” tambahnya.

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia Yulius Bhayangkara dalam kesempatannya mengharapkan kegiatan kuliah umum ini bisa meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya berasuransi.

“Acara ini merupakan bagian upaya bersama Industri Jasa Keuangan Perasuransian dan OJK serta civitas academica untuk terus meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia mengenai perasuransian di Indonesia melalui kegiatan edukasi ini,” ujar Yulius.

Wakil Rektor 1 bidang Akademik dan Kerja Sama UMP, Saefurrohman menyampaikan pentingnya bagi Gen Z untuk tidak takut berasuransi karena manfaatnya yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Sebelumnya, OJK bersama Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) juga telah menyelenggarakan training of trainers bagi sekitar 150 dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK untuk terus mendorong peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan akademisi.

Sebagai langkah konkret untuk menindaklanjuti penguatan literasi, acara ini juga menjadi saksi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Sinergi Asuransi Syariah. Kolaborasi antara Industri Asuransi Syariah dengan UMP dan UIN Saizu ini diharapkan menjadi titik awal sebuah ekosistem baru antara regulator, industri, dan akademisi untuk melahirkan inovasi dan meningkatkan literasi secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan seruan “Lindungi Ikhtiarmu, Majukan Negerimu!” sebagai pengingat untuk menjadikan produk keuangan syariah, khususnya asuransi, sebagai pernyataan ikhtiar untuk melindungi aset berharga dan membangun ekonomi yang lebih tangguh.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Tangerang Bersama Wapres RI, Kapolri, dan Menko Pangan Tanam Jagung di Bantar Panjang Tigaraksa

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten, Andra Soni mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memimpin kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV Polri dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/10).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh program Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan nasional, dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian, khususnya komoditas jagung.

“Alhamdulillah, hari ini kita mendapat kunjungan Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka di Kabupaten Tangerang dalam rangka penanaman jagung hibrida di lahan seluas 50 hektare di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa,” ujar Bupati.

Lanjut dia, pada kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penebaran 80.000 benih ikan nila, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian sembako murah, serta pelepasan 160 ton jagung hasil panen yang dikirim ke Bulog. Seluruh rangkaian kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Tangerang.

Untuk itu dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama unsur Forkopimda akan terus bersinergi melaksanakan program-program prioritas pemerintah pusat, termasuk yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Kami akan terus bersinergi dan memantau hasil tanam jagung ini agar panennya optimal. Pemerintah daerah siap mendukung penuh program ketahanan pangan nasional,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tangerang juga menyerahkan hibah tanah sekitar 1,3 hektar kepada Kapolda Banten yang rencananya akan dimanfaatkan untuk pembangunan gudang ketahanan pangan Polda Banten.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam arahannya menekankan pentingnya peningkatan hasil panen yang diimbangi dengan peningkatan kualitas dan pendampingan bagi para petani.

“Petani jangan sampai merasa ditinggalkan. Jika hasil panennya belum memenuhi standar, perlu dilakukan pendampingan, pelatihan, dan pemberian akses. Saya yakin, kalau semua pihak bergerak bersama, hasilnya akan jauh lebih baik,” tegas Wapres Gibran

Dia juga mengajak masyarakat, khususnya para generasi muda untuk lebih terlibat aktif dalam inovasi dan pengembangan teknologi pertanian.

“Ke depan, saya harap lebih banyak anak muda terlibat dalam R&D, penggunaan AI, dan drone untuk pertanian. Banyak inovasi yang sudah baik seperti pupuk organik dari enceng gondok dan teknologi pengairan ramah lingkungan yang perlu dikembangkan,” ujarnya.

Usai memberikan arahan, Wapres melakukan penanaman benih jagung secara simbolis menggunakan mobile tractor R4 di lahan siap tanam seluas 50 hektare. Penanaman ini menandai dimulainya kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV di 33 titik binaan Polri di seluruh Indonesia dengan total lahan lebih dari 3.000 hektare.

Kegiatan juga diisi dengan dialog virtual antara Wapres bersama Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta perwakilan Kapolda DIY, Kapolda Kalimantan Selatan, dan Kapolda Lampung terkait kesiapan penanaman di masing-masing daerah.

Setelahnya, Wapres menebar 80.000 benih ikan nila di kolam pengembangbiakan yang berlokasi tidak jauh dari area tanam, sebagai bagian dari program nasional diversifikasi sumber pangan. Wapres juga melepas penyaluran hasil panen jagung Kuartal III dari kelompok tani binaan Polri ke Perum Bulog sebanyak 160 ton untuk wilayah Banten, yang menjadi bagian dari distribusi nasional sebanyak 1.268 ton jagung hasil panen di 33 titik seluruh Indonesia.

Turut mendampingi Wapres dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Banten Andra Soni Ajak Kreator Digital Perkuat Komunikasi Publik yang Positif

Gubernur Banten Andra Soni menilai peran influencer dan konten kreator kini semakin strategis dalam memperkuat komunikasi publik antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kreativitas digital, pesan pembangunan dapat tersampaikan secara lebih luas, ringan, dan mudah dipahami.

Hal itu disampaikan Andra saat talkshow di puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Influencer and Content Creator Network (ICN) Banten bertema ‘Mohon Arahan Abangku’ di Horison Resort Pondok Layung, Anyer, Kabupaten Serang, Rabu (8/10).

Talkshow menghadirkan Kajati Banten Siswanto, Kepala BNN Provinsi Banten Rohmad Nursahid. Gubernur hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni.

“Para influencer dan konten kreator sering mengomentari dan mengkritik pejabat publik. Dalam dunia digital, kita harus siap menjadi perhatian dan siap dinilai publik. Itu bagian dari konsekuensi jabatan,” ujar Andra Soni.

Ia mengakui bahwa kritik dari masyarakat kerap membuat pejabat merasa risih. Namun, seiring waktu, ia menilai bahwa kritik adalah bentuk perhatian publik yang justru bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

Andra Soni juga menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan dan konsistensi ICN dalam berkarya.

Menurutnya, sejak ICN berdiri hingga kini berusia dua tahun, dirinya melihat di tubuh ICN Banten ada proses belajar bersama untuk membangun ruang komunikasi yang sehat kepada publik.

“Saya yakin perjalanan dua tahun ICN tidak mudah. Tapi teman-teman bisa membuktikan bahwa kreativitas dan kerja sama mampu melewati berbagai tantangan. Kreativitas tidak boleh dilarang, tapi harus memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, Gubernur Andra juga menyinggung bagaimana influencer dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Ia menilai gaya komunikasi para kreator yang santai, ringan, dan langsung ke inti pesan sering kali lebih efektif dibandingkan penyampaian pejabat publik yang formal dan administratif.

“Penyampaian para konten kreator itu lebih efektif karena bahasanya mudah dipahami. Saya pun menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi, tapi tentu jangkauannya terbatas. Di sinilah peran kreator menjadi penting untuk memperluas dampak informasi pembangunan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan program Bang Andra atau Bangun Jalan Desa Sejahtera sebagai salah satu inovasi Pemprov Banten untuk memperbaiki infrastruktur desa.

Menurutnya, publikasi dari influencer sangat membantu masyarakat memahami bahwa setiap pembangunan memiliki mekanisme dan kewenangan yang berbeda-beda.

“Kalau tidak dibantu kreator, bisa muncul anggapan bahwa gubernur tidak bekerja, padahal ada prosedur dan batas kewenangan. Karena itu, kolaborasi dengan influencer membantu meluruskan informasi dan membangun kepercayaan publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andra Soni menyampaikan bahwa di tengah luasnya wilayah dan ketimpangan pembangunan di Banten, informasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat sangat penting.

Ia berharap para influencer dapat menjadi mitra aktif pemerintah dalam menyebarkan pesan-pesan positif tentang kemajuan daerah.

“Pemerintah perlu kreatif. Bahasa administratif kadang sulit diterima publik. Maka kolaborasi dengan influencer menjadi solusi agar pesan pembangunan bisa tersampaikan dengan cara yang menarik dan membangun kepercayaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Siswanto menyampaikan pandangannya bahwa kehadiran influencer membawa banyak manfaat bagi masyarakat dan pejabat publik.

“Kita tidak bisa mundur dari teknologi. Kritik dari kreator adalah bentuk koreksi yang justru bermanfaat bagi kami. Kalau ada yang kurang pas, kita perbaiki. Itu bagian dari tanggung jawab publik,” katanya.

Ia bahkan menilai banyak informasi positif yang disebarkan para kreator, seperti promosi wisata dan UMKM, yang membantu masyarakat lebih mengenal potensi daerahnya.

“Dari konten kreator, saya jadi tahu banyak tempat wisata di Banten yang sebelumnya tidak terekspos. Kalau dikemas dengan baik, konten bisa membawa banyak manfaat,” tambahnya.

Sementara Dewan Pengarah ICN Banten, Andi Suhud menuturkan, ICN merupakan wadah resmi pertama di tingkat provinsi yang menaungi para kreator digital.

“ICN lahir dari semangat kebersamaan para kreator Banten. Dengan moto Bagimu Negeri, Kreativitas Kami, kami ingin terus berkontribusi untuk kemajuan daerah,” ucapnya.

Andi mengatakan bahwa puncak acara HUT ke-2 ICN Banten tahun ini diwarnai berbagai penampilan anggota, mulai dari seni debus, musik, qori, hingga pertunjukan kreatif lainnya.

“Semua ditampilkan di HUT ke-2 ICN Banten ini oleh anggota ICN sendiri sebagai bentuk kolaborasi dan ekspresi kreatif anak muda Banten untuk negeri,” tutup Andi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubri Abdul Wahid Kendalikan Inflasi: Warga Berterima Kasih atas Operasi Pasar Murah

Operasi pasar murah kembali digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Kegiatan ini merupakan komitmen Gubernur Riau, Abdul Wahid bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah, untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, akibat kenaikan harga cabai merah.
Pemprov Riau menyediakan cabai merah sebanyak 1,1 ton, dengan harga jual Rp65 ribu per-kilogram. Tersedia di empat lokasi di Pekanbaru dan satu lokasi di Kabupaten Kampar, pada Kamis (9/10).
Untuk empat lokasi di Pekanbaru Pemprov Riau menyediakan 800 kg cabai merah. Kemudian, satu lokasi di Kampar tersedia 300 kg cabai merah.
Adapun lokasi yang dipilih di Pekanbaru, yakni halaman Diniyah Putri, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Sukajadi. Lalu, di lapangan bola Jalan Belimbing Kecamatan Marpoyan Damai, halaman Masjid Istiqomah Kecamatan Rumbai.
Kemudian, ada pula di halaman Kantor Industri Pangan Olahan dan Kemasan, Kecamatan Tenayan Raya, dan di Kabupaten Kampar  Pasar Inpres Bangkinang.
Gubernur Riau Abdul Wahid mengatakan, operasi pasar menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di tengah fluktuasi pasokan. Oleh karena itu pihaknya telah menggencarkan pelaksanaan ke lima titik di dua daerah.
“Operasi pasar ini adalah salah satu langkah untuk menstabilitaskan harga pasar kita,” ujar Gubernur Abdul Wahid di lokasi operasi pasar murah, Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru, pada Kamis (9/10/2025).
Dijelaskan, bahwa inflasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam pertumbuhan ekonomi. Namun, menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana inflasi itu tetap berada pada level yang wajar dan terkendali.
“Dalam setiap pertumbuhan kalau tidak ada inflasi, juga tidak baik. Tapi kita mau inflasi ini terkendali dalam batas ambang-ambang yang wajar. Karena kalau tidak inflasi pasti tidak ada pertumbuhan,” jelasnya.
Diungkapkan, kondisi kelangkaan cabai merah yang terjadi tidak hanya dirasakan di Riau, tetapi juga hampir seluruh wilayah Sumatera. Faktor tersebutlah yang menjadi kenaikan angka inflasi dari bulan ke bulan pada periode September.
“Maka inflasi itu suatu keniscayaan tetapi dalam posisi terkendali. Karena memang setelah saya cek semua daerah di Sumatera mengalami kelangkaan cabai merah,” ungkapnya.
Sebagai langkah inovatif, Gubernur Abdul Wahid mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkup pendidikan, untuk berpartisipasi dalam program gerakan menanam cabai. Menurutnya, inisiatif ini bukan hanya membantu ketersediaan pangan, tetapi juga membentuk budaya mandiri di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu bagaimana saya juga membawa semua komponen bekerja sama, termasuk sekolah. Maka saya gerakkan bagaimana menanam cabai di sekolah-sekolah dan kami membagikan bibit cabai,” lanjutnya.
Warga merasa terbantu minta operasi pasar murah rutin digelar dua minggu sekali
Warga Jalan Belimbing, Pekanbaru bernama Endang menyampaikan antusias. Ia mengaku mengetahui ada operasi pasar murah dari pesan WhatsApp.
“Harga cabai di sini sangat murah dibandingkan di pasar. Di pasar saya beli 110 ribu rupiah per-kilogram. Alhamdulillah di sini 65 ribu rupiah. Kegiatan ini sangat membantu, kebetulan saya juga punya warteg. Saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur Riau kegiatan ini sangat membantu masyarakat,” ujar Endang.
Sementara, warga Pekanbaru lainnya bernama Wati mengaku senang lantaran ada operasi pasar murah. Ia terkejut setelah mengetahui harga cabai yang ditawarkan Rp65 ribu.
“Tadi saya baru lewat lapangan bola, eh ternyata ada pasar murah. Harga cabai merah di sini dijual 65 ribu rupiah per-kilogram. Kalau di pasar 100 ribu rupiah,” kata Wati.
Menurut Wati, operasi pasar murah Pemprov Riau sangat membantu warga. Ia ingin kegiatan seperti ini rutin digelar dalam dia pekan sekali.
“Kalau bisa pasar murah ini dilaksanakan dalam dua minggu sekali. Selain itu, ada bahan pangan lainnya, seperti bawang, tomat, dan kebutuhan pokok lainnya.
Berdasarkan pantauan, banyak warga yang mendatangi operasi pasar murah Pemprov Riau. Di lokasi itu tidak hanya menawarkan cabai merah, namun juga menyediakan beras SPHP Rp60.000 rupiah dan Minyakita Rp15.500.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau, serta perwakilan Satgas Pangan dari Polda Riau yang juga turut memantau jalannya operasi pasar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Dyah Salurkan Bantuan Pangan Bergizi untuk Tekan Angka Stunting di Kendal

Pemerintah Kabupaten Kendal kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Melalui program subsidi pangan bergizi dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, sejumlah paket bantuan disalurkan kepada keluarga yang memiliki balita berisiko stunting, pada Rabu (9/10), di Aula Balai Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa bantuan ini merupakan penyaluran tahap keenam dari program subsidi pangan yang telah berjalan selama enam bulan terakhir.

“Harapan kami, setelah enam bulan bantuan ini berjalan, bisa memberikan hasil yang positif bagi pertumbuhan dan perkembangan putra-putri penerima manfaat. Bantuan ini memang kami fokuskan untuk keluarga yang memiliki anak berisiko stunting,” ujar Bupati Kendal.

Adapun paket bantuan yang diberikan terdiri dari bahan pangan bergizi seperti beras, telur, dan olahan daging. Jumlah penerima bantuan di masing-masing wilayah diantaranya, Desa Kebonharjo sebanyak 34 penerima, Desa Lanji sebanyak 14 penerima, dan Desa Purwosari sebanyak 12 penerima.

Bupati Dyah Kartika juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini, terutama karena angka prevalensi stunting di Kabupaten Kendal masih tergolong cukup tinggi.

“Apabila kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi dengan baik, maka mereka bisa tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan pintar. Ini adalah Investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul,” tutur Bupati Kendal.

Sementara itu, Solikhah, salah seorang warga penerima bantuan asal Kebonharjo, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap kesehatan anak-anak di desanya.

“Alhamdulillah, saya senang sekali bisa menerima bantuan ini. Ada beras, telur, dan daging olahan. Sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan gizi anak saya,” tutur Solikhah dengan penuh rasa syukur.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kendal berharap dapat mempercepat penurunan angka stunting secara signifikan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asupan gizi seimbang bagi anak-anak.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Polri Aktif Jaga Ketahanan Pangan, Salurkan Beras SPHP dan Tanam Jagung Serentak

Polri menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka berperan aktif menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan komoditas beras. Kegiatan ini diselenggarakan di seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan penanaman jagung serentak kuartal IV Polri dalam rangka mendukung swasembada pangan di Desa Bantar Panjang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/10).

Tidak hanya itu, Polri juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan komoditas beras melalui penyaluran beras SPHP Bulog dalam program gerakan pangan murah Polri, kata Sigit.

Sigit mengungkapkan, sejak tanggal 6 Agustus sampai dengan 7 Oktober 2025, Polri telah menyalurkan sebanyak 93.015 ton beras SPHP atau 36,82 persen dari total capaian penyaluran SPHP nasional pada periode yang sama, yaitu 252.590 ton.

Sebagai kelanjutan dari upaya tersebut, pada hari ini Polri juga menargetkan penyaluran beras SPHP secara serentak di seluruh Indonesia sebanyak 1.500 ton, termasuk Provinsi Banten sebanyak 50 ton.

Sigit menegaskan, Polri sejak awal terus berkomitmen untuk mendukung serta mengawal seluruh program Pemerintah Indonesia.

Berbagai upaya yang telah kami lakukan tersebut merupakan wujud komitmen Polri untuk mendukung penuh seluruh program pemerintah, tutup Sigit.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News