Beranda blog Halaman 869

Wali Kota Bodewin Wattimena Resmikan Call Center 112 di Perayaan HUT Kota Ambon ke-450

Pemerintah Kota Ambon secara resmi mencanangkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon ke-450 tahun dan launching layanan Call Center 112, Senin (18/8/2025) di Tribun Lapangan Merdeka.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena meski diguyur hujan, semangat kebersamaan tetap terjaga.

“Pagi hari ini dalam suasana hujan di Kota Ambon, kita masih diberikan kesempatan, kesehatan, dan kekuatan untuk berkumpul bersama dalam rangka launching perayaan HUT Kota Ambon ke-450. Kegiatan ini juga dibarengi dengan penandatanganan komitmen bersama bahkan MoU tentang pelaksanaan Call Center 112 yang akan segera diterapkan di Kota Ambon,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, peluncuran layanan darurat 112 merupakan langkah penting dalam memberikan pelayanan publik yang lebih cepat dan responsif.

“Kenapa kita memilih untuk melaunching Call Center 112 di momentum HUT ke-450 ini? Karena kita ingin meletakkan dasar pelayanan yang lebih baik bagi kota ini.

Call Center 112 akan memastikan masyarakat bisa mengakses layanan pemerintah dengan cepat, sehingga berbagai persoalan kemasyarakatan dapat segera tersampaikan dan tertangani,” jelasnya.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kerja sama dalam menghadirkan layanan ini.

“Pemerintah Kota menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menandatangani kesepakatan kerja sama, bahkan menandatangani komitmen kita bersama untuk memberikan kado istimewa bagi Kota Ambon di HUT ke-450 ini dengan memberlakukan Call Center 112,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa momentum pencanangan HUT Ambon tahun ini diambil di antara peringatan dua momen penting, yaitu HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-80 dan HUT Provinsi Maluku ke-80.

“Tanggal 18 kita pilih karena kemarin kita baru saja merayakan HUT Proklamasi ke-80, dan besok kita akan merayakan HUT Provinsi Maluku ke-80. Pencanangan di tengah-tengah ini mau memberikan semangat bahwa kita membulatkan tekad untuk merayakan HUT Kota Ambon ke-450 dengan penuh optimisme,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota meminta seluruh ASN, PPPK, dan stakeholder kota untuk menjadikan HUT ke-450 sebagai momentum kebangkitan Bersama untuk menjadikan ambon lebih baik.

“Beta mau memohon Kerjasama yang baik dari seluruh forkopimda, dari seluruh stake holder di kota ini, teristimewa teman-teman ASN,PPPK dan lain -lain. Mari kita buktikan bahwa 450 tahun menjadi tahun kebangkitan bagi kita semua untuk membuat Ambon semakin baik.

Perlu diketahu bahwa acara pencanangan dan juga launching call center 112 ini juga dihadiri Ketua DPRD Kota Ambon, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Dandim 1204 Ambon, Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Ketua Pengadilan Negeri Ambon, Danyon Marinir, perwakilan Basarnas, BMKG, PLN UP3 Ambon, serta para pimpinan OPD dan ASN lingkup Pemkot Ambon.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BMKG Gelar SLG di Ternate, Warga Dilatih Hadapi Ancaman Ganda Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar kegiatan Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami (SLG) di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman ganda tsunami baik yang berasal dari gempa tektonik maupun letusan gunung api.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menjelaskan, SLG merupakan wujud komitmen bersama dan manifestasi kehadiran negara dalam melindungi warganya. Peran BMKG Adalah menyediakan landasan ilmiah yang kokoh agar setiap langkah mitigasi didasari pada data dan pemahaman risiko yang akurat.

“Provinsi Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, berada di atas salah satu zona tektonik paling aktif di dunia, yaitu zona subduksi ganda Laut Maluku. Menurut Pusat Studi Gempa Nasional (PusGeN) 2024, potensi gempa dari Halmahera Trust dapat mencapai magnitudo 8.3,” kata Nelly di Ternate, Selasa (19/8).

Berdasarkan data historis, tsunami pernah terjadi pada zona ini pada tahun 1846 dan 1859 dengan tinggi hingga 1,2 meter. Selain itu, Gunung Gamalama merupakan gunung api aktif yang catatan sejarahnya menunjukkan pernah memicu tsunami pada tahun 1608 dan 1772. Ini adalah ancaman ganda: tsunami tektonik dari laut dan tsunami vulkanik dari darat.

Dalam 10 tahun terakhir, BMKG mencatat 13 kali gempa bumi kuat (M > 6.5) terjadi di zona ini, dua di antaranya membangkitkan tsunami minor pada tahun 2014 dan 2019. Berdasarkan pemodelan skenario terburuk BMKG, tsunami dapat tiba di pesisir Ternate hanya dalam waktu 6 menit setelah gempa, dengan potensi ketinggian gelombang mencapai 13 meter.

“Waktu emas kita untuk evakuasi sangat sempit. Pertanyaannya bukan lagi kapan terjadi, tetapi ketika terjadi, apakah kita siap? Ini bukan untuk menimbulkan kekhawatiran melainkan untuk membangun kewaspadaan berbasis data,” tegas Nelly.

SLG Ternate diikuti oleh 42 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, perwakilan masyarakat, SKPD terkait, sekolah, media hingga pihak swasta. Para peserta dibekali pengetahuan ilmiah dan dilatih secara praktis, mulai dari membaca peta bahaya, merancang jalur evakuasi, hingga simulasi respons peringatan dini.

SLG Ternate adalah bagian dari perjalanan 10 tahun program Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami BMKG yang telah menjangkau 185 lokasi di seluruh Indonesia hingga Agustus 2025 ini. Di Provinsi Maluku Utara sendiri SLG telah diselenggarakan sebanyak 9 kali sejak tahun 2015. Gerakan ini telah mengubah ribuan masyarakat dari objek menjadi subjek penanggulangan bencana, membangun kesadaran, keterlibatan aktif, dan solidaritas.

BMKG mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjadikan SLG sebagai titik tolak untuk aksi nyata demi mewujudkan Ternate Tangguh Bencana.

“Ternate yang siaga tsunami bukan hanya soal keselamatan jiwa, melainkan juga investasi terbaik untuk masa depan ekonomi dan sosial kota ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Ternate Tauhid Soleman memberikan apresiasi kepada BMKG yang telah memberikan program SLG kepada warga Ternate. Menurutnya, komitmen pemerintah pusat, khususnya BMKG tidak hanya berhenti pada program pelatihan hari ini namun harus dipahami dengan seksama oleh seluruh masyarakat.

“Kita patut bersyukur dan dokumen infrastruktur yang sudah terpasang di wilayah kita seperti jaringan seismograf, sistem canggih WRS Warning Receiver System hingga tsunami ready community yang tersebar di beberapa Lokasi termasuk di pulai terluar kita,” jelasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur DKI Pramono Anung Prioritaskan Pemutihan Ijazah, 1.897 Siswa Jadi Penerima Tahap IV

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyerahkan bantuan pemutihan ijazah Tahap IV Tahun 2025 kepada 1.897 peserta didik sekaligus melepas kegiatan Edutrip untuk 1.000 siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus di SMA Islam Said Naum, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/8).

Bantuan pemutihan ijazah Tahap IV senilai Rp7.698.788.800 disalurkan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan hari ini, yang diberikan kepada 774 peserta didik dengan nilai bantuan sebesar Rp3.619.274.000. Secara keseluruhan, sejak Tahap I hingga IV, bantuan yang sudah tersalurkan mencapai Rp12.037.585.571 untuk 3.212 peserta didik.

Menurut Gubernur Pramono, masih banyak warga di Jakarta yang ijazahnya tertahan sehingga menghambat mereka melanjutkan pendidikan atau bekerja secara formal.

“Ada yang lima tahun belum mengambil ijazahnya, ada yang dua atau tiga tahun. Bahkan ada yang sudah bekerja sambil melanjutkan sekolah. Alhamdulillah, bagi yang melanjutkan sekolah sudah menerima KJP Plus. Begitu menerima KJP, jaminan untuk menyelesaikan sekolah menjadi lebih baik dan transparan,” ujar Gubernur Pramono, didampingi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana.

Gubernur Pramono menegaskan, pemutihan ijazah menjadi prioritas kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Rano Karno. Ia juga mengajak anak-anak Jakarta membuka wawasan melalui kunjungan ke tempat-tempat edukatif di Ibu Kota.

“Saya ingin persoalan pemutihan ijazah benar-benar selesai, sekaligus membuka wawasan anak-anak Jakarta untuk memanfaatkan fasilitas yang ada, seperti museum, perpustakaan, taman, dan tempat wisata edukatif,” ungkapnya.

Gubernur Pramono berpesan agar para penerima bantuan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, raih cita-cita, dan jadilah kebanggaan bagi orang tua serta warga Jakarta yang telah memberi dukungan. Dengan kerja keras, kesungguhan, dan fokus, saya yakin ini menjadi modal untuk meraih mimpi,” tambahnya.

Sementara itu, Edutrip diikuti 1.102 siswa penerima KJP Plus dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK Negeri, serta 215 guru pendamping. Keberangkatan mereka difasilitasi bus sekolah, hasil kerja sama dengan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta. Rangkaian kunjungan dilakukan ke Museum Sejarah Jakarta, Museum MH. Thamrin, Museum Joang ’45, Museum Wayang, Museum Tekstil, Museum Bahari, Museum Seni dan Keramik, serta Perpustakaan H. B. Yasin.

“Pengalaman saya di lapangan menunjukkan, banyak anak-anak Jakarta yang belum pernah mengunjungi fasilitas yang dimiliki kota ini. Contoh, ketika saya di Ancol, hanya dua kilometer dari Taman Impian Jaya Ancol, banyak anak yang hanya bisa melihat dari luar,” kata Gubernur Pramono.

Ia berharap kegiatan ini memberi manfaat langsung bagi warga Jakarta melalui edukasi dan pengembangan wawasan. “Melalui Edutrip atau wisata pendidikan bersama lebih dari seribu penerima KJP ini, mudah-mudahan terbuka ruang dan wawasan yang lebih luas bagi anak-anak Jakarta,” tutup Gubernur Pramono.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sambut Menpora, Gubernur Kaltim Hadiri Jambore Nasional Sako Pramuka Hidayatullah

Islamic Scout Camp of Hidayatullah (ISCH) III Jambore Nasional Sako Pramuka Hidayatullah resmi dibuka, Kamis (21/8/2025) di Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim.

Acara pembukaan dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Dito Ariotedjo didampingi Gubernur Kalimantan Timur H. Rudi Mas’ud (Harum), Asisten Pemerintah dan Kesra H.M Syirajuddin, Kepala Dispora Kaltim Agus Hari Kesuma, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalimantan Timur Fachruddin Djaprie, serta Ketua Sako Nasional Hidayatullah.

Kegiatan ini mengangkat tema “Sakonas Pramuka Hidayatullah Siap Melahirkan Kader-kader Pemimpin Berkualitas untuk indonesia Emas 2045”. Diikuti oleh sekitar 4.000 peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah.

Dalam sambutannya, Menpora Dito Aríotedjo menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan ISCH III.

“Pramuka adalah wadah pembinaan karakter generasi muda yang sangat penting. Melalui perkemahan ini, saya melihat semangat untuk membentuk kader pemimpin bangsa yang berakhlak mulia, disiplin dan cinta tanah air. Momentum ISCH III ini sejalan dengan visi kita menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud (Harum) menyampaikan ucapan selamat datang kepada ribuan peserta jambore yang datang dari seluruh penjuru tanah air ke Kota Beriman, Balikpapan Kalimantan Timur.

“Kegiatan Jambore Nasional Sako Hidayatullah ini luar biasa karena tidak akan ditemukan dalam kurikulum belajar di kelas. Tetapi di alam terbuka yang mampu membimbing dan melatih adik-adik semua menjadi petarung. Kalau ingin menjadi seorang pemimpin maka bersiaplah untuk menjadi petarung,” ujar Harum.

Dirinya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat persaudaraan, menumbuhkan semangat kebangsaan, dan memperkuat nilai pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Stok Beras Kaltim Aman, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Tak Bermain Mutu dan Harga

Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud (Harum) meminta para pelaku usaha beras tidak menghentikan distribusi ke wilayah Kaltim, khususnya ke pasar ritel.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers Pemprov Kaltim terkait isu stabilitas stok dan harga beras di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (19/8/2025) kemarin.

“Kalau berasnya medium ya jangan jadi premium. Distributor wajib mengikuti standarisasi yang berlaku, terutama untuk pasar modern,” tegas Gubernur Rudy Mas’ud.

Gubernur Rudy Mas’ud pentingnya perbaikan kualitas beras sesuai Arahan Satgas Pangan. Menurutnya, jika beras premium belum memenuhi syarat, maka distributor harus segera melengkapi kekurangannya.

“Tidak perlu takut, ragu, atau bimbang. Insya Allah aman terkendali, selama semua sesuai aturan,” pesan Gubernur Rudy Mas’ud sambil mengingatkan agar harga medium dan premium dipatok sesuai ketentuan.

Di tempat yang sama, Kepala DP2KUKM Kaltim, Heni Purwaningsih mengungkapkan, pihaknya sudah menyetujui kebijakan Kementerian Pertanian terkait 212 merek beras secara nasional yang tidak memenuhi standar premium.

“Dari 17 sampel beras yang diuji di Kaltim, hanya satu merek yang benar-benar sesuai standar beras premium,” jelasnya

Satgas Pangan nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota pun telah turun melakukan investigasi langsung ke pedagang.

Erwin Setiawan, salah satu pemasok beras dari CV Sumber Pangan Kediri Surabaya, menyebut ada keterbatasan pasokan gabah dan kenaikan harga dalam tiga bulan terakhir.

“Kami baru bisa kirim 100 ton ke Balikpapan dan Samarinda, dari biasanya 400 ton. Jadi hanya 25 persen,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan keresahan kepada distributor terkait aturan baru Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kalau kita genjot stok besar-besaran, tapi HET turun, risikonya bisa rugi besar,” ujarnya.

Sementara itu, Felix dari CV Dermaga distributor beras Kura-Kura di Samarinda menyebut stok di pelabuhan dan gudang saat ini berkisar 250–300 ton, sebagian besar berasal dari Jawa Timur.

Konferensi Pers bertema “Sinergi Informasi Menjaga Stabilitas Pangan dan Harga Beras” tersebut menghadirkan Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji, Sekdaprov Sri Wahyuni, Asisten Perekonomian Ujang Rachmad, Kepala Dinas Pangan TPH Siti Farisyah Yana, Kepala Bulog Samarinda, serta para distributor beras.

Pemprov Kaltim menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pangan sekaligus melindungi masyarakat dari gejolak harga dan kualitas beras yang tak sesuai standar. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pemprov Kaltim Hapus Biaya Administrasi Perumahan, Ringankan Beban Rakyat Kecil

Bagi masyarakat rendah (MBR), memiliki rumah bukan sekadar impian. Itu adalah perjuangan panjang yang sering terhenti karena biaya tambahan di luar harga rumah.

Biaya notaris, balik nama, dan administrasi lainnya kerap membuat mereka menyerah. Kini, melalui kebijakan berani yang diresmikan Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, mimpi itu kembali terasa nyata.

Dalam kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama dengan pihak perbankan di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (20/8/2025), Rudy menegaskan bahwa rumah adalah kebutuhan mendasar yang setara dengan pangan dan sandang.

“Rumah ini wajib. Yang wajib itu bukan hanya pangan dan sandang, tapi juga tempat tinggal yang layak. Program ini hadir meringankan beban rakyat. Sekali lagi, bukan rumah gratis, tapi biaya administrasinya yang ditanggung Pemprov,” tegasnya.

Melalui program Gratispol, biaya administrasi perumahan senilai maksimal Rp10 juta akan ditanggung pemerintah. Dengan harga rumah Rp 180–190 juta, beban tambahan yang kerap menjadi batu sandungan kini hilang.

Berdasarkan data Pemprov, masih ada 60 ribu rumah tidak layak huni di Kaltim. Selain itu, backlog perumahan mencapai 250 ribu unit. Artinya, ratusan ribu keluarga di Bumi Etam masih belum memiliki tempat tinggal yang memadai.

“Dari data saya, ada 177 ribu masyarakat rentan seperti petani, nelayan, hingga pengemudi ojek yang berani yang harus kita bantu. Ini bukan hanya soal rumah, tapi soal martabat dan masa depan,” ujar Rudy.

Program ini juga sejalan dengan target Presiden nasional untuk membangun tiga juta rumah, sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Kalau di negara maju, penghasilan rakyatnya minimal 12 ribu dolar per tahun. Di Kaltim, rata-rata-rata Rp 4 juta. Perumahan layak adalah fondasi kesejahteraan. Kita ingin generasi emas tumbuh dari lingkungan yang sehat dan kemanusiaan,” kata Rudy penuh keyakinan.

Pemprov pun mengajak perusahaan-perusahaan besar di Kaltim ikut andil melalui program CSR.

“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Kalau semua bergandeng tangan, kita bisa menyelesaikan masalah perumahan ini lebih cepat,” tutupnya. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menag Minta PTKN Integrasikan Sains, Moral, dan Agama

Menag Nasaruddin Umar meminta Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) terus berupaya mengintegrasikan kembali sains, moral, dan agama. Menag melihat itu sebagai warisan klasik yang menandai kiprah besar keilmuawan dalam pendidikan keagamaan.

Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan pembinaan bagi civitas academica Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara di Kampus IV Tuntungan, Rabu (20/8/2025). Menurutnya, Sejarah mencatat bahwa Rasulullah Saw sebagai pemimpin terbaik dan manajer terbaik, berhasul memadukan ilmu dan agama, meski tanpa fasilitas modern kala itu.

“Belajar bukan sekadar di kelas, tetapi menjadi bagian dari kehidupan. Rasululullah sudah mengajarkan hal itu, penggabungan sains dan agama harus terus kita hidupkan,” tegas Menag Nasaruddin Umar.

Dikatakan Menag, kejayaan peradaban Islam banyak melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar seperti Al-Khawarizmi, Al-Razi, dan lainnya. Di sinilah pentingnya PTKN mengembalikan tradisi keilmuan Islam klasik yang integratif menggabungkan sains, moral, dan agama.

“Sejarah adalah guru terbaik. Mari kita belajar dari sejarah. PTKIN harus mengembalikan tradisi keilmuan yang sempurna itu. Dan Indonesia memiliki peluang besar untuk melanjutkan estafet kejayaan dunia Islam, dan UIN SU bisa menjadi mercusuar itu. UIN Sumut akan melahirkan para pencerah keilmuan di masa depan,” terang Menag Nasaruddin Umar.

Rektor UIN Sumatera Utara, Nurhayati mengucapkan selamat datang kepada Menteri Agama dan rombongan ke UIN Sumatera Utara, dan kedatangan Menag ini sudah lama dinanti-nanti oleh civitas akademika.

“Kami bersyukur Bapak Menteri berkenan hadir di kampus kita ini. Memberikan nasihat dan motivasi kepada seluruh civitas akademika untuk terus dapat berperan lebih besar di tengah masyarakat,” kata Nurhayati.

Nurhayati menjelaskan bahwa UIN Sumatera Utara sesungguhnya sudah banyak menorehkan prestasi baik ditingkat lokal, nasional bahkan internasional. Namun, tidak hanya prestasi akademik, UIN Sumut juga telah banyak melahirkan ilmuan-ilmuan yang mumpuni dibidang masing-masing. Bahkan, dari predikat baik, UIN Sumatera Utara bisa langsung mencapai predikat Unggul.

“Itu semua dapat kami capai, atas kerja sama dan bersama suluruh civitas akademika UIN Sumatera Utara. Tentunya tidak lepas dari arahan dan bimbingan Bapak Menteri Agama. Kami harapkan, kedatangan Bapak Menteri Agama kembali lagi ke Medan,” tegas Nurhayati.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menag Ajak PWNU Perkuat Spiritualitas Umat

Menag sekaligus Rais Syuriah PBNU, Nasaruddin Umar, mengajak Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara untuk terus memperkuat nilai spiritualitas dan pendidikan dalam membangun umat. Hal ini disampaikan pada acara silaturahmi bersama PCNU se-Sumatera Utara dan para tokoh ulama di gedung PWNU Sumut, Selasa malam (19/8/2025).

“Dalam konteks pendidikan, khususnya di pesantren dan universitas Islam, kita tidak boleh hanya mengenalkan Al-Qur’an sebagai kitabullah, tetapi juga sebagai kalamullah. Pendidikan Islam harus melatih konsentrasi dan kontemplasi agar anak didik mampu menyerap ilmu dengan lebih mendalam,” jelas Menag.

Menurut Menag, warisan ulama terdahulu tidak hanya berupa ilmu, tetapi juga nilai-nilai spiritualitas yang harus terus dijaga. “Roh manusia itu tidak pernah mati, yang mati hanyalah jasad. Keyakinan ini perlu dipahami, bahwa ulama yang telah wafat masih dapat memberikan efek positif bagi yang hidup,” ujarnya.

Ia menambahkan, ajaran Islam mengenal berbagai sumber ilmu, mulai dari akal, intuisi, ilham, hingga mimpi. Karena itu, penting bagi masyarakat dan khususnya generasi muda untuk tidak mengabaikan dimensi kontemplasi dalam belajar dan beragama.

Nasaruddin Umar juga meyakini, dengan banyaknya tokoh dan ulama, Islam akan semakin berkembang pesat di Sumatera Utara. “Jika ingin melihat NU tumbuh dan Islam semakin jaya, maka jangan tinggalkan kontemplasi. Pengurus NU di Sumut diharapkan dapat memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas spiritualitas dan pendidikan umat,” tandasnya.

Turut hadir Wakil Rais PWNU Sumut KH Abd Hamid Ritonga, Ketua PWNU Sumut H. Marahalim Harahap, Ketua IKKSS Prof Baharuddin, para Ketua PCNU se-Sumut, jajaran lembaga PWNU, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Ketua LPTNU Sumut yang juga Rektor UIN Sumut Nurhayati, Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan Darwis Dasopang, serta Kakanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Mendes Yandri Imbau Pendamping Desa Kawal Realisasi Kopdes Merah Putih agar Transparan

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebutkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih hadir sebagai upaya strategis untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi berbasis masyarakat.

Maka dalam pelaksanaannya, menurut Mendes Yandri, peran pendamping desa menjadi sangat vital mulai dari memfasilitasi pembentukan koperasi, memberikan pendampingan teknis, serta memastikan koperasi berjalan secara transparan dan berkelanjutan.

“Kemi di Kemendes bertanggung jawab menyiapkan Tenaga Pendamping Profesional atau TPP untuk mendampingi Pemerintah Desa dalam penganggaran dukungan Dana Desa, dan sebagai enumerator data Kopdes Merah Putih serta mendampingi operasionalisasi hariannya,” jelas mantan Wakil Ketua MPR RI itu saat mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih yang dipimpin Menko Pangan Zulkifli Hasan, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025).

Lebih lanjut, Mendes Yandri menekankan, Pendamping Desa akan membantu kepala desa dalam proses persetujuan pembiayaan dan penggunaan dana desa, termasuk jika ada kendala dalam pembayaran angsuran pinjaman oleh koperasi.
Pendamping Desa juga akan mendampingi Kopdes Merah Putih secara langsung, termasuk dalam operasional usaha-usaha yang dijalankan, dan berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat desa tentang perencanaan dan pengelolaannya.

“Dalam hal ini, Kepala Desa juga berwenang memberikan persetujuan pembiayaan berupa pinjaman dalam rangka pelaksanaan kegiatan usaha Kopdes Merah Putih,” papar mantan Anggota DPR RI itu.

Mendes Yandri juga berharap, Pendamping Desa turut serta dalam Musdesus soal pembiayaan Kopdes Merah Putih. Di samping juga harus merumuskan struktur organisasi, mengamankan modal awal, dan menyusun program kerja yang akan menjadi panduan bagi Kopdes dalam mencapai tujuan ekonominya.

“Persetujuan pembiayaan itu diberikan berdasarkan hasil Musyawarah Desa Khusus,” pungkasnya.

Hadir mendampingi Mendes Yandri, Wamendes Ariza Patria, Dirjen PDP Kemendes PDT Nugroho Setijo Nagoro, Dirjen PPDT Kemendes PDT Samsul Widodo.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Berkunjung ke Lok Baintan, Wamen Viva Yoga Ajak ke Pasar Tradisional Untuk Kembangkan Ekonomi Rakyat

Selepas subuh, Banjarmasin, 20/8/2025, masih terasa gelap. Hujan yang mengguyur semalam menambah dingin di kota terbesar di Kalimantan Selatan itu. Di tengah suasana yang membuat orang enggan beraktivitas itu tidak mengurungkan Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi untuk menuju ke dermaga menuju pasar apung.

Suasana jalan di Banjarmasin terlihat lengang dan sepi. Dermaga itu juga tempat kuliner, soto Banjar. Di dermaga ada perahu klotok, jukung mesin, untuk melintas ke berbagai tempat di sepanjang Sungai Martapura, terutama ke Pasar Apung (floating market) Lok Baintan.

Tiba di dermaga, suasana masih terasa gelap selain karena matahari belum muncul juga mendung, awan gelap, menaungi kota yang dulunya menjadi Ibu Kota Kalimantan Selatan. Perahu klotok yang tersedia segera dinaiki. Tak lama kemudian, sarana transportasi yang digerakan oleh mesin buatan Jepang itu bergerak meminggalkan tambatan.

Perahu yang tersusun dari kayu itu berjalan sedang sehingga jarak dari depot Soto Banjar Amat menuju ke Lok Baintan yang berada di Kabupaten Banjar ditempuh sekitar 45 menit.

Suasana pasar apung mulai terasa ketika terlihat seorang ibu mendayung sampan. Semakin mendekat ke titik utama pasar apung semakin banyak sampan hilir mudik di sungai yang didayung oleh para ibu, kaum perempuan. Mereka adalah pedagang yang menjajakan hasil kebun seperti mangga, jeruk, jambu, sawo, pisang, sirsat, sayuran; juga roti, nasi bungkus, kopi, teh, hingga kerajinan tangan khas Kalimantan di sepenggal Sungai Martapura itu.

Perahu klotok yang tiba langsung diserbu para ibu-ibu pedagang. Mereka mendekatkan bahkan menempelkan sampan di badan perahu klotok. Aktivitas itu tidak dilakukan oleh satu, dua, pedagang namun semuanya sehingga perahu yang ada dikepung. Mereka langsung menawarkan barang dagangannya.

Viva Yoga merasa senang bisa berkunjung ke Lok Baintan. “Saya baru pertama kali ke sini”, ungkapnya. Ia takjub dengan banyak hal yang ada di pasar tradisional yang berada di sungai besar dan dalam itu. “Mereka cekatan, lincah, dan bisa menjaga keseimbangan saat menjajakan dagangannya”, ujarnya. “Lebih unik lagi dalam menjajakan dagangannya mereka menggunakan pantun dan berdendang”, tambahnya. “Dalam berpantun pun saya kalah”, ujarnya dengan tersenyum. Nilai-nilai budaya seperti ini menurutnya perlu dijaga dan dilestarikan.

Wakil Ketua Umum PAN itu memuji semangat bekerja kaum perempuan di sana yang giat melakukan aktivitas ekonomi. “Mereka perempuan tangguh dalam kehidupan”, tuturnya.

Kehadiran dirinya di sela kunjungan kerja di Kalimantan Selatan itu merupakan bentuk dukungan agar pasar apung itu tetap hidup di tengah semakin maraknya berdiri toko klontong. Untuk itu mantan anggota Komisi IV DPR membeli berbagai makanan dan buah yang dijajakan. Kebiasaan minum kopi juga dilakukan di sana dengan membeli kopi dari pedagang kopi di sampan.

Dirinya berharap pemerintah terus memperhatikan pasar itu. Viva Yoga mengajak masyarakat untuk berbelanja ke pasar tradisional agar geliat ekonomi di tengah masyarakat terus berputar.

Sebagai pelaku usaha kecil, UMKM, keberadaan mereka perlu terus disokong. Untuk lebih mengembangkan usahanya, baik saat berdagang di pasar apung maupun di pasar yang berada di darat, didorong agar mereka ikut program-program pemerintah yang membantu mereka, seperti menjadi anggota Koperasi Desa Merah-Putih. “Program pemerintah yang membantu rakyat perlu diserap oleh mereka agar usahanya tetap berjalan”, tuturnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News