Beranda blog Halaman 872

Mitigasi Potensi dan Risiko, KPK-Pemkab Gunungkidul Perkuat Strategi Pencegahan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat strategi pencegahan korupsi di pemerintah daerah. Kali ini, langkah itu diwujudkan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih memiliki sejumlah kerentanan dalam perencanaan, penganggaran, serta pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah III KPK, Ely Kusumastuti, menegaskan keberhasilan pencegahan korupsi tidak bisa hanya bergantung pada pengawasan, tapi juga pada tata kelola berbasis data dan komitmen pemerintah daerah.

“Koordinasi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memperkuat upaya pencegahan korupsi. Karena itu, pemetaan potensi dan risiko sangat penting agar Pemkab Gunungkidul bisa segera berbenah,” ujar Ely dalam audiensi dan koordinasi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/8).

Lebih lanjut, koordinasi yang dilakukan dengan Pemkab Gunungkidul bukan hanya menyasar sektor tertentu, melainkan menyasar keseluruhan sistem tata kelola pemerintahan daerah untuk mengurangi risiko kerugian keuangan daerah.

KPK mencatat beberapa area rawan di Pemkab Gunungkidul, mulai dari perencanaan anggaran, proses pengadaan barang dan jasa, hingga lemahnya pengawasan internal. Meski indeks Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) 2024 Gunungkidul mencapai skor tinggi 97,12, masih ditemukan kelemahan terutama pada kebijakan layanan publik dan kapasitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).

Hal ini juga tercermin dari hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2024, di mana Pemkab Gunungkidul meraih skor 80,08 atau masuk dalam kategori “terjaga”, dengan catatan perbaikan di sektor PBJ yang baru mencapai nilai 64,93 dan manajemen anggaran dengan nilai 71,38.

KPK juga menyoroti lemahnya indikator Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), terutama pada kapasitas yang belum memadai, baik dari kualitas maupun jumlah SDM. Pemerintah daerah dinilai belum mengambil langkah strategis untuk memperkuat fungsi pengawasan, termasuk mengatasi kesenjangan kompetensi teknis pengawasan di level pejabat struktural APIP.

“Dua indikator itu sangat berpengaruh terhadap proses perencanaan dan penganggaran. Pemda harus mampu memonitoring dan mengevaluasi pengelolaan anggaran bersama Satuan Kerja Perangkat Daerahnya (SKPD) secara berkala,” terang Ely.

Kondisi ini diperkuat dengan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gunungkidul tahun 2025, yang mencapai Rp2,02 triliun dengan belanja daerah Rp2,06 triliun dan pembiayaan daerah Rp40,3 miliar per Agustus 2025. Angka ini meningkat dibanding tahun 2024, ketika pembiayaan daerah hanya Rp25,8 miliar.

Selain tata kelola anggaran, KPK menekankan pentingnya optimalisasi aset daerah. Kepala Satuan Tugas Korsup Wilayah III KPK, Azril Zah, turut mengingatkan dan menyampaikan rekomendasi agar Pemkab Gunungkidul menata pencatatan aset secara lebih tertib dan mempercepat penetapan status pemanfaatan barang milik daerah.

“Penetapan status barang milik daerah yang dipakai pihak lain harus dipercepat agar tidak menimbulkan sengketa. Selain itu, daerah juga perlu meningkatkan pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2), bukan dengan menaikkan tarif, tetapi dengan memperbaiki pencatatan, pendataan wajib pajak, dan penertiban kepatuhan pembayaran,” ungkap Azril.

Evaluasi itu juga mengungkapkan, kondisi keuangan Pemkab Gunungkidul masih menghadapi tekanan akibat defisit anggaran pada tahun sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan pendapatan asli daerah (PAD) belum sepenuhnya mampu menutupi kebutuhan belanja daerah dan ketergantungan pada dana transfer pemerintah pusat masih tinggi.

Sebelumnya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengungkapkan pihaknya menyambut baik evaluasi dan pendampingan KPK. Menurutnya, rekomendasi KPK menjadi fondasi penting bagi Pemkab Gunungkidul dalam memperbaiki tata kelola keuangan, pelayanan publik, maupun PAD.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, sinergi dengan KPK dan seluruh pemangku kepentingan, mutlak dibutuhkan agar tata kelola bersih dan akuntabel benar-benar terwujud,” tegas Endah.

Ia menambahkan, pencegahan korupsi tidak hanya tanggung jawab aparat pengawas atau pimpinan daerah, tetapi partisipasi aktif seluruh perangkat daerah dan masyarakat. Hal ini sebab, integritas perlu menjadi budaya bersama, sehingga tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel bisa semakin mengakar.

Turut hadir Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto; Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Endang Sumiyartini; Sekretaris Daerah Pemkab Gunungkidul, Sri Suhartanta; Inspektur Daerah Pemkab Gunungkidul, Saptoyo; Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Gunungkidul, Wulan Tustiana; serta para perwakilan kepala dinas Pemkab Gunungkidul.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Gusnar Jelaskan Perubahan APBD 2025 pada Paripurna DPRD

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan penjelasan terhadap Perubahan APBD tahun anggaran 2025 pada Rapat Paripurna ke-40 di DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa (19/8). Secara umum, pendapatan dan belanja daerah Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2025 mengalami penurunan.

Gusnar menjelaskan, sebagai dampak dari kebijakan pemerintah pusat untuk efisiensi transfer dana ke daerah, APBD Provinsi Gorontalo berkurang sebesar Rp73,71 miliar atau 4,19 persen menjadi Rp1,68 triliun dari yang semula berjumlah Rp1,75 triliun. Pendapatan transfer yang semula Rp1,35 triliun juga berkurang sebesar Rp82,78 miliar atau turun 6,11 persen menjadi Rp1,27 triliun.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semula kurang lebih Rp403 miliar, naik sebesar Rp9 miliar atau 2,25 persen menjadi Rp412 miliar. Lain-lain pendapatan daerah yang sah juga mengalami perubahan yaitu kurang lebih Rp400 juta.

“Total belanja daerah juga mengalami penurunan tapi tidak sebesar penurunan pendapatan karena disebabkan oleh adanya realisasi silfa sesuai hasil audit BPK RI dan adanya kenaikan PAD,” jelas Gusnar.

Penurunan belanja daerah tersebut kurang lebih Rp41,27 miliar atau 2,29 persen. Belanja daerah turun menjadi Rp1,7 triliun dari APBD 2025 yang berjumlah Rp1,8 triliun.

Sementara untuk penerimaan pembiayaan naik sebesar kurang lebih Rp29,5 miliar atau 42,1 persen menjadi Rp9,58 miliar dari APBD 2025 yang berjumlah kurang lebih Rp70 miliar. Pengeluaran pembiayaan semula berjumlah Rp21,9 miliar berkurang Rp2,9 miliar atau turun 13,22 persen menjadi Rp19 miliar.

“Dalam Ranperda Perubahan APBD tahun anggaran 2025, Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap berpegang pada transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas, serta berbasis prioritas yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, penguatan daya saing, peningkatan kesejahteraan sosial, dan pemantapan reformasi birokrasi,” kata Gusnar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Malang Launcing Pengiriman Perdana Makanan Bergizi Gratis Dapur BGN Kecamatan Gondanglegi

Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi MM Melauncing Pengiriman Perdana Makanan Bergizi Gratis Dapur Badan Gizi Nasional (BGN) Kecamatan Gondanglegi berlokasikan di Dapur BGN Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Hasyim Asy’ari Perum Istana Kanjuruhan Desa Sukosari Kecamatan Gondanglegi.
Turut hadir pada acara ini Ketua Yayasan Hasyim Asy’ari Makhrus Soleh, Kasdim 0818 Malang-Batu, Jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Pimpinan Pondok Pesantren Al Rifaie, serta Forkopimcam Gondanglegi.
Launcing perdana Makanan Bergizi Gratis ini sejumlah 3000 porsi yang akan di kirimkan langsung ke siawa-siswi SD, SMP, SMA se Kecamatan Gondanglegi.
Bupati Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Program Makan Bergizi Gratis telah mencanangkan langkah besar untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak bangsa.
“Program ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian negara terhadap generasi penerus, tetapi juga investasi jangka panjang bagi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tutur Bupati Malang.
Pemerintah Kabupaten Malang menyambut dengan penuh semangat program ini. Melalui hadirnya Dapur Badan Gizi Nasional (BGN) di Kecamatan Gondanglegi, diharapkan agar distribusi makanan bergizi dapat menjangkau masyarakat dengan lebih cepat, tepat, dan merata.
“Insyaallah, dengan adanya dapur gizi ini, anak-anak sekolah serta kelompok rentan lainnya bisa mendapatkan asupan gizi yang layak setiap harinya,” ucap Bupati Malang.
Lebih lanjut disampaikan Bupati Malang bahwa Pemerintah Kabupaten Malang terus berkomitmen menekan angka stunting dan kekurangan gizi yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.
“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak di Kabupaten Malang tumbuh dengan tubuh yang sehat, otak yang cerdas, dan karakter yang kuat. Ini karena kita semua percaya,bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi yang sehat lahir batin,” jelas Bupati Malang.
Bupati Malang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mendukung keberlangsungan program ini. Pemerintah Kabupaten Malang, tentunya tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterlibatan masyarakat, relawan, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Mari kita jadikan program makan bergizi gratis ini sebagai gerakan bersama, bukan hanya program pemerintah. Sebab dengan begitu, manfaatnya akan lebih luas dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tandas Bupati Malang.
Di akhir sambutannya Bupati Malang juga mengajak untuk menjadikan grand launching ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberantas stunting, menurunkan angka gizi buruk, serta memastikan tidak ada satupun anak di Kabupaten Malang yang kekurangan gizi.

“Kita ingin agar Kabupaten Malang benar-benar menjadi daerah yang sehat, produktif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi Indonesia Maju,” pungkas Bupati Malang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dapat Remisi, Bupati Ipuk Berharap 13 Warga Binaan Lapas Jalani Hidup yang Lebih Baik

Sebanyak 13 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Banyuwangi, menghirup udara segar setelah mendapatkan double remisi di momen HUT Kemerdekaan RI ke-80, Minggu (17/8).

Dua remisi tersebut yakni remisi umum Kemerdekaan dan Remisi Dasawarsa, yang diberikan setiap 10 tahun sekali. Dari WBP yang bebas tersebut, tujuh di antaranya mendapat remisi kemerdekaan dan enam orang yang mendapatkan remisi Dasawarsa.

Selain mereka, ratusan WBP lainnya yang mendapatkan remisi. Dari 963 penghuni di Lapas Banyuwangi, ada 556 orang mendapatkan remisi umum kemerdekaan dan 578 orang mendapatkan remisi Dasawarsa.

Pemberian remisi tersebut, diserahkan secara simbolis langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, didampingi Wakil Bupati Mujiono, Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurastra Wibawa serta Forkopimda Banyuwangi.

Pada warga binaan yang telah bebas, Ipuk berharap selanjutnya bisa menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.

“Masa pembinaan ini semoga menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih baik,” pinta Ipuk.

Menurutnya banyak contoh warga binaan yang setelah bebas menjadi seorang pebisnis sukses, menjadi aktivis sosial, bahkan motivator, dan kisah sukses lainnya.

Sementara Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa mengatakan, remisi diberikan karena para tahanan tersebut berkelakuan baik selama menjadi warga binaan pemasyarakatan di Lapas Banyuwangi.

“Semua remisi yang kita usulkan disetujui. Rata-rata remisi yang didapat satu sampai empat bulan. Sementara 13 diantaranya langsung bebas, karena telah habis masa pidananya setelah dikurangi dengan remisi yang diterima,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Madiun Ajak Lansia Jaga Kesehatan Lewat Senam Sehat Indonesia

Ribuan lansia memadati kawasan Alun-Alun Kota Madiun, Rabu (20/8), untuk mengikuti kegiatan Senam Sehat Indonesia/Wai Tan Kung (SSI/WTK). Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Madiun, Dr. Maidi.

Sejak pagi, para peserta tampak antusias mengikuti gerakan senam bersama. Menurut Wali Kota, olahraga sederhana seperti senam menjadi salah satu kunci menjaga kesehatan, terutama bagi masyarakat lanjut usia.

“Sehat itu tidak dapat dibeli. Karena itu, setiap orang harus meluangkan waktu untuk berolahraga, salah satunya melalui senam bersama seperti yang kita lakukan hari ini,” ujar Maidi.

Ia menambahkan, olahraga tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kebahagiaan. Dengan tubuh yang bugar dan suasana hati yang gembira, lanjut Maidi, kualitas hidup lansia akan lebih baik.

“Setiap orang tentu menginginkan kesehatan dan umur panjang. Dengan berolahraga secara rutin dan menjaga kegembiraan, harapan hidup kita bisa mencapai lebih dari 70 tahun,” tuturnya.

Pemerintah Kota Madiun melalui kegiatan ini berharap para lansia dapat menikmati masa tua dengan sehat, bahagia, dan tetap produktif.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Bekasi Pimpin Tabur Bunga Tragedi Sasak Kapuk, Akan Dibangun Monumen Perjuangan

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kota Bekasi dipimpin oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama pejabat TNI, Polri, dan DPRD Kota Bekasi melaksanakan tabur bunga di Sasak Kapuk, Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Minggu (17/8). Kegiatan ini digelar untuk mengenang perjuangan para pejuang Bekasi dalam mempertahankan kemerdekaan.

‎Tragedi Sasak Kapuk terjadi pada 29 November 1945, ketika Laskar Rakyat pimpinan KH Noer Ali bersama TKR pimpinan M. Hasibuan berjuang menghalau sekutu yang mencoba masuk ke Bekasi. Karena sulit menembus pertahanan rakyat, sekutu akhirnya menurunkan peralatan canggih dalam jumlah besar pada 13 Desember 1945, hingga berhasil menguasai Bekasi dan membuat wilayah ini menjadi lautan api.

‎Tahun 2025 menjadi momen istimewa karena setelah 80 tahun berlalu, kunci Sasak Kapuk akhirnya dibuka kembali sebagai bagian dari napak tilas perjuangan rakyat Bekasi.

‎Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi refleksi berharga bagi masyarakat.

“Kita hadir di sini di momentum HUT RI ke-80 untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan. Bekasi punya sejarah panjang perjuangan, dan ini harus selalu kita wariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Tri Adhianto menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi akan membangun monumen di lokasi Sasak Kapuk sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat sejarah.

“Pemerintah Kota Bekasi akan membangun monumen di Sasak Kapuk sebagai simbol penghormatan dan bukti nyata bahwa perjuangan para pahlawan Bekasi tidak akan pernah dilupakan,” tegasnya.

‎Dengan adanya monumen tersebut, diharapkan generasi muda semakin menghargai jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di momentum HUT RI ke-80 ini.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Depok Serahkan Bantuan Alat Bantu Bagi Difabel

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyerahkan sejumlah bantuan alat bantu bagi difabel dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI).

Bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, kepada penerima manfaat dari berbagai kecamatan. Salah satu penerima adalah Muhammad Dady Dharmawan, anak difabel asal Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, yang menerima sepatu khusus Ankle Foot Orthosis (AFO).

Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan program pemberian alat bantu ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap warganya. Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Depok berkomitmen menghadirkan layanan yang inklusif dan ramah bagi seluruh warga, termasuk difabel.

“Alhamdulillah, setiap tahun bantuan ini rutin kita berikan. Harapannya, dapat memudahkan saudara-saudara kita agar lebih mandiri dan semakin percaya diri,” ujarnya usai memimpin Upacara HUT ke-80 RI tingkat Kota Depok di Balai Kota Depok, Minggu (17/08/25).

Sementara itu, orang tua dari Muhammad Dady Dharmawan, Bapak Didi, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan Pemkot Depok. Menurutnya, bantuan alat bantu seperti sepatu AFO sangat berarti bagi anaknya dalam menunjang mobilitas sehari-hari.

“Wah, kami sangat bersyukur atas perhatian ini. Mudah-mudahan dengan bantuan ini, Dady bisa berjalan lebih baik dan lebih mandiri. Semoga program seperti ini terus berlanjut sehingga anak-anak lain yang memiliki kondisi serupa juga dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya penuh haru.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Harapan Karya Muda Indonesia, Muhammad Ihsan, yang bekerja sama dengan Limbcare dan difasilitasi Dinas Sosial Kota Depok, menjelaskan bahwa pemberian sepatu AFO ini bertujuan membantu mobilitas anak-anak.

“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian agar mereka dapat terbantu dalam aktivitas sehari-hari, khususnya untuk menunjang mobilitas,” jelasnya.

Selain sepatu AFO, tahun ini Pemkot Depok juga menyalurkan alat bantu lain berupa kursi roda, alat bantu dengar, tongkat lansia, dan tongkat netra. Total ada 75 penerima manfaat dari seluruh kecamatan di Kota Depok yang menerima bantuan pada tahun 2025.

Beberapa penerima lainnya antara lain, Adiba Zakaria Alimah, warga Tugu, Cimanggis, yang menerima sepatu AFO. Karwen, warga Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, yang menerima kursi roda.

Kemudian, Achmad Muyat, warga Pondok Cina, Beji, yang mendapatkan alat bantu dengar, serta Khairunnas, warga Abadijaya, Sukmajaya, yang memperoleh tongkat lansia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Yogya Buka Pengajuan Penerima Jaminan Pendidikan Daerah Perguruan Tinggi 2025

Pemerintah Kota Yogyakarta membuka pengajuan penerima Jaminan Pendidikan Daerah (JPD) untuk perguruan tinggi dari Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) tahun 2025. JPD perguruan tinggi adalah bukti komitmen Pemkot Yogyakarta membantu mahasiswa penerima manfaat KSJPS dalam menempuh pendidikan. Diharapkan program itu bisa memberikan semangat kepada peserta didik dari KSJPS untuk melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) JPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta Menik Ria Agustiningsih mengatakan program JPD perguruan tinggi sejak tahun 2010. Namun mekanisme pemberian bantuan tersebut diubah seiring perubahan aturan dan kondisi yang ada di masyarakat.

“JPD perguruan tinggi ini untuk membantu meringankan biaya pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Harapannya juga memberikan motivasi dan semangat kepada peserta didik terdaftar KSJPS untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” kata Menik saat dikonfirmasi, Selasa (19/8/2025).

Pengajuan penerima JPD perguruan tinggi dilakukan dengan pengumpulan berkas persyaratan pada 15 Agustus-20 September 2025. Berkas persyaratan yang harus dikumpulkan adalah fotokopi kartu keluarga, cetak bukti terdaftar KSJPS dan surat keterangan aktif kuliah. Selain itu transkrip nilai dengan IPK minimal 2,5 untuk mahasiswa semester 2-7 dan fotokopi rekening aktif Bank BPD DIY.

“Berkas persyaratan dikumpulkan ke UPT JPD Kota Yogyakarta. Kami akan lalukan verifikasi berkas. Jika syarat terpenuhi, dana JPD perguruan tinggi akan ditransfer ke rekening mahasiswa yang lolos verifikasi,” paparnya.

Dia menyebut total alokasi dana JPD perguruan tinggi Kota Yogyakarta tahun 2025 mencapai sekitar Rp 400 juta. Nominal JPD perguruan tinggi mahasiswa semester 1 sebesar Rp 1 juta/tahun dan untuk semester 2-7 sebesar Rp 2 juta/tahun. Alokasi dana JPD perguruan tinggi itu dari APBD Kota Yogyakarta 2025. Rencana dana JPD perguruan tinggi akan dicairkan di bulan September atau Oktober 2025.

“Pengajuan diajukan setiap tahun ajaran. Jadi mahasiswa baru pun dapat mengusulkan dengan melengkapi surat keterangan mahasiswa aktif tanpa menyertakan transkrip nilai,” tambah Menik.

Pihaknya mengingatkan untuk surat keterangan mahasiswa aktif harus asli. Untuk transkrip jika belum menggunakan QR code harus disahkan oleh perguruan tinggi. Hal yang paling penting adalah memastijan rekening BPD DIY aktif, kontak yang masih aktif dan terdaftar aplikasi Whatsapp agar lebih mudah untuk menghubungi.

“Tidak ada ketentuan dalam penggunaan dana JPD perguruan tinggi. Namun, harapannya dana JPD ini dapat dimanfaatkan untuk meringankan beban biaya pendidikan di perguruan tinggi,” tuturnya.

Supriyanto menyampaikan jumlah data KSJPS yang digunakan untuk tahun 2025 sebanyak 12.093 kepala keluarga atau 28.792 jiwa. Jumlah itu adalah data KSJPS tahun 2024. Mulai tahun ini tidak ada cetak kartu KSJPS atau KMS. Sebagai gantinya, bukti terdaftar KSJPS dapat diunduh di aplikasi Cek KSJPS di Jogja Smart Service dan dicetak.

“Untuk memudahkan cek mandiri oleh masyarakat ada aplikasi Cek KSJPS yang terintegrasi dalam JSS. Masyarakat bisa mengecek dengan memasukan nomor Kartu Keluarga dalam aplikasi Cek KSJPS. Jika masuk dalam data KSJPS, maka dapat mengunduh Bukti Terdaftar Data KSJPS, ” pungkas Supriyanto.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Bogor Harap Jawa Barat Semakin Maju dan Sejahtera di Usia ke-80

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, Ketua DPRD serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor, menghadiri rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Barat, yang dipusatkan di Kota Bandung, Jawa Barat, pada (19/8).

Kegiatan dimulai dengan partisipasi dalam Pawai Budaya Jawa Barat, yang menampilkan kekayaan seni dan budaya dari berbagai daerah di Jawa Barat. Bupati Bogor dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor turut ambil bagian menampilkan kekhasan budaya lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Tegar Beriman.

Setelah pawai, Bupati Bogor Rudy Susmanto menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jawa Barat, yang merupakan puncak acara peringatan HUT ke-80 Jawa Barat.

“Suatu kehormatan, hari ini saya berkesempatan hadir pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat. Sebuah usia yang istimewa, perjalanan panjang penuh karya, perjuangan, dan pengabdian bagi bangsa dan negara,” ujar Bupati Bogor.

Rudy Susmanto juga menyampaikan harapan dan doa terbaik untuk kemajuan Tanah Pasundan.

“Selamat Ulang Tahun ke-80 untuk Jawa Barat tercinta. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi Jawa Barat, diberkahi keberkahan, kekuatan, semakin maju, semakin sejahtera dan semakin istimewa,” tambahnya.

Juga menyampaikan harapan semoga di usia ke-80 Provinsi Jawa Barat dapat mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Tangerang Apresiasi Program Hibah Rumah Siap Huni di Desa Margamulya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong-royong melalui kegiatan sosial dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI. Salah satunya dengan melaksanakan Program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) bersama Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) di Desa Margamulya, Kecamatan Mauk, Selasa (19/8).

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Agustus adalah bulan penuh makna bagi bangsa Indonesia. Dengan tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga mendorong upaya nyata dalam mewujudkan kemerdekaan yang hakiki.

“Semangat kemerdekaan bukan hanya mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga mewujudkan kemerdekaan yang hakiki bagi masyarakat, termasuk hak untuk memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman,” kata dia di lokasi.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa program HRSH yang dilaksanakan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) ini merupakan wujud kepedulian nyata terhadap masyarakat. “Rumah layak huni bukan sekadar bangunan, tetapi juga sumber ketenangan, kebahagiaan, dan pondasi kehidupan yang lebih sejahtera. Inisiatif seperti ini adalah bukti nyata kolaborasi yang bermanfaat,” imbuhnya.

Dirinya pun mengajak semua pihak, baik pemerintah, koperasi, lembaga sosial, maupun masyarakat luas, untuk terus bergandeng tangan memperluas cakupan program rumah layak huni yang dapat membantu masyarakat lebih sejahtera.

“Mari jadikan momentum ini sebagai gerakan peduli terhadap sesama. Pembangunan rumah layak huni harus menjadi gerakan bersama demi masyarakat Kabupaten Tangerang yang semakin sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Presiden Direktur Koperasi BMI Grup, Radius Usman menjelaskan bahwa penyerahan hibah rumah siap huni bukan hal baru bagi BMI, melainkan program yang sudah dijalankan secara rutin. Menurutnya, koperasi hadir juga guna mewujudkan kesejahteraan anggota dalam arti yang sesungguhnya.

“Tujuan utama koperasi adalah mensejahterakan anggotanya. Karena itu, hibah rumah ini sudah menjadi agenda rutin. Anggota yang berhak menerima harus berusia minimal 55 tahun, belum memiliki rumah sendiri, dan rumah lama yang ditempati sebelumnya sudah tidak layak,” ungkap Radius.

Ia menambahkan bahwa koperasi ingin semua warga bisa merasakan arti kemerdekaan melalui keanggotaan BMI. Contohnya di Desa Margamulya, anggota koperasi ada sekitar 400 orang, sementara jumlah kepala keluarga mencapai 3.000.

“Harapan kami lebih banyak warga yang bergabung menjadi anggota koperasi, sehingga manfaat kesejahteraan bisa dirasakan bersama. Merdeka itu artinya saling bantu, rakyatnya sejahtera,” tutur dia.

Program HRSH hanyalah salah satu dari sekian banyak bentuk kepedulian Koperasi Syariah BMI. Radius menjelaskan bahwa koperasi juga menyediakan berbagai layanan lain yang mendukung kesejahteraan anggotanya.

“Harapan kami, penerima manfaat semakin mencintai BMI dengan rajin menabung. Kalau butuh modal usaha bisa melalui BMI, kalau butuh barang kebutuhan seperti HP, kulkas, atau TV juga tersedia, baik tunai maupun kredit,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News