Beranda blog Halaman 889

Ngantor di Desa, Bupati Ipuk Gelorakan Semangat Kemerdekaan ke Sekolah-sekolah

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali melaksanakan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa). Kali ini, Ipuk berkantor di tiga desa di Kecamatan Glenmore. Di antaranya Desa Tulungrejo, Desa Sepanjang, dan Desa Tegalharjo, Kamis (7/8). Dalam kesempatan itu, Ipuk menggelorakan semangat kemerdekaan di sekolah-sekolah.

Seperti di SDN 2 Tulungrejo, Ipuk lomba Agustusan bersama anak-anak. Terlihat anak-anak antusias mengikuti beragam lomba tradisional, seperti balap terompah, egrang bambu, dan memasukkan bendera ke dalam botol.

“Ini bagian menyemarakkan Hari Kemerdekaan, dan menggelorakan semangat nasionalisme. Lomba-lomba tradisional ala Agustusan penting untuk membangun karakter anak-anak,” kata Ipuk.

Ipuk berpesan agar peringatan kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan suka cita, tapi juga dijadikan momentum untuk menanamkan semangat belajar dan cinta tanah air.

“Kita ingin anak-anak punya semangat belajar, semangat berprestasi, dan semangat menggapai cita-cita. Saya minta kepada bapak ibu guru, anak-anak terus didampingi, dijaga, dan diberi pendidikan yang layak,” kata Ipuk.

Di sekolah itu, anak-anak juga mendapatkan layanan kesehatan gratis. Mereka diperiksa tinggi badan, berat badan, tekanan darah, status gizinya, pemeriksaan gigi dan skrining merokok.

“Kita lakukan skrining lengkap. Hasilnya sebagian besar sehat, meski ada beberapa yang gizinya masih kurang. Gizi kurang belum tentu stunting. Tindak lanjutnya kita dampingi dengan penyuluhan,” kata Christiana, Bidan Puskesmas Tulungrejo saat bertugas memeriksa siswa.

Selain layanan kesehatan, siswa juga diberikan wawasan kebangsaan dan edukasi kesiapsiagaan bencana. Petugas dari Pemadam Kebakaran (Damkar) mengajarkan cara memadamkan api menggunakan alat sederhana, sekaligus mengenalkan fungsi peralatan pemadam.

Perpustakaan Keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi turut hadir dalam kegiatan tersebut. Anak-anak diajak membaca buku dan difasilitasi untuk mendaftar sebagai anggota perpustakaan daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Bogor Gelar Pelayanan Terpadu di Kecamatan Nanggung untuk Peringati HUT RI ke-80

Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mempermudah akses layanan publik bagi masyarakat, Bupati Bogor, Rudy Susmanto menghadirkan program Gelar Pelayanan Terpadu di Kecamatan Nanggung, Sabtu (9/8).

Kegiatan yang digelar di Kantor Kecamatan Nanggung ini menyediakan beragam jenis layanan langsung untuk masyarakat, mulai dari sunat massal, bazar UMKM, kecamatan expo, nikah gratis, hingga gelar pangan murah. Program ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendekatkan pelayanan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tegar Beriman.

“Alhamdulillah, di momentum HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini, saya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor dapat menghadirkan Gelar Pelayanan Terpadu di Kecamatan Nanggung, wilayah barat Kabupaten Bogor. Salah satunya sunat massal dan nikah massal yang diikuti 20 pasangan warga Kecamatan Nanggung hingga gelar pangan murah. Semoga layanan ini bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkap Bupati Bogor.

Bupati Bogor berharap, program ini dapat semakin mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan publik sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah momentum peringatan kemerdekaan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Garut Sebutkan Desa Dunguswiru Miliki Potensi Besar untuk Sukseskan Program Srikandi Biru ‎

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengikuti jalan santai dan panen ikan Srikandi Biru, bertempat di Desa Dunguswiru, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Minggu (10/8).

‎Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dan HUT ke-48 Desa Dunguswiru.

‎Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menjelaskan bahwa program panen ikan Srikandi Biru adalah program yang digagas oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut. Program ini penting karena Pemerintah Kabupaten Garut sedang gencar berupaya memberdayakan perempuan dan menyediakan alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan asupan gizi murah.

‎”Jadi, perempuan Kabupaten Garut kita usahakan lebih produktif lagi, tapi tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga,” ujar Bupati.

‎Ia menekankan bahwa pekerjaan yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi di sekitar, sehingga tidak mengabaikan keluarga.

‎Bupati melihat potensi besar di Desa Dunguswiru dengan banyaknya saluran air yang bisa dimanfaatkan untuk program Srikandi Biru. Ia menegaskan, program ini juga bertujuan meningkatkan gizi masyarakat agar pada tahun 2045, masyarakat Garut menjadi sehat dan kuat.

‎”Kesehatan dan kekuatan itu tidak muncul secara tiba-tiba, harus dimulai dari sekarang. Anak-anak kita harus dalam kondisi sehat, cukup gizinya, cukup makannya, cukup olahraganya,” jelasnya.

‎Ia mengingatkan semua pihak untuk lebih memperhatikan kecukupan gizi anak, karena kekurangan gizi dapat mengganggu tumbuh kembang dan menyebabkan masalah kesehatan.

‎Bupati berharap, momen berharga ini dapat membawa kemajuan bagi Desa Dunguswiru, baik dalam pembangunan, keamanan, kesejahteraan, maupun kesehatan warganya.

‎Sementara itu, Kepala Desa Dunguswiru, Dadang Kusnadi, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati Garut beserta jajarannya.

‎Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk menyambut HUT RI ke-80 dan milangkala (hari jadi) Desa Dunguswiru ke-48, yang disemarakkan dengan program panen ikan Srikandi Biru. “Mudah-mudahan, keberadaan bupati di Desa Dunguswiru bisa memberikan manfaat untuk warga Dunguswiru,” harapnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkab Bekasi Salurkan CSR Perusahaan untuk Pengembangan Sekolah Adiwiyata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus mendorong kolaborasi antara sektor swasta dengan program-program pemerintah, salah satunya melalui pengembangan sekolah Adiwiyata.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi Iwan Ridwan mengatakan, bantuan PT Mulia Keramik kepada SMA Negeri 1 Serang Baru melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sejalan dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan di Kabupaten Bekasi.
“Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dengan dunia usaha, khususnya dalam mendukung program pendidikan dan pelestarian lingkungan,” kata Iwan Ridwan, di SMAN 1 Serang Baru, pada Jum’at (09/08/2025).
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Sukmawaty menyampaikan, kondisi lingkungan di Kabupaten Bekasi perlu perhatian semua pihak. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan PT Mulia Ceramics, seperti penanaman pohon di lingkungan sekolah, memiliki arti besar bagi peningkatan kualitas lingkungan hidup di sekolah maupun di sekitarnya.
“Program Adiwiyata, terutama dalam pembelajaran bagi peserta didik, sangat mendukung terciptanya masa depan lingkungan yang lebih baik. Harapan kami, sekolah Adiwiyata dapat membentuk sekolah yang peduli lingkungan serta mampu berpartisipasi dalam pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Mewakili manajemen PT Mulia Ceramics Billy Nuralam menjelaskan, pihaknya telah memprogramkan CSR berupa pemberian bantuan keramik sebanyak 53.259 meter persegi kepada 59 sekolah dan 172 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kabupaten Bekasi.

“Semakin banyak industri, tantangan lingkungan juga semakin besar. Karena itu, kami menjadikan isu lingkungan sebagai prioritas dalam setiap kegiatan CSR yang kami jalankan,” tutur Billy.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Deteksi Dini dan Edukasi Masif, Strategi Bupati Lumajang dalam Memerangi TBC

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan bahwa edukasi publik merupakan garda terdepan dalam memerangi Tuberkulosis (TBC). Pesan itu ia sampaikan dengan penuh penekanan saat menghadiri sosialisasi pencegahan TBC dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di STIT Miftahul Midad Lumajang, Senin (11/8).

“Kita harus pastikan masyarakat tahu bahwa TBC bisa dicegah dan disembuhkan, asalkan terdeteksi dini dan diobati secara tuntas. Edukasi adalah kunci,” tegas Bunda Indah.

Ia memaparkan, data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) menunjukkan bahwa sejak Januari hingga Juli 2025 terdapat 1.320 kasus TBC di Lumajang. Dari jumlah tersebut, 108 kasus dialami anak usia 0–14 tahun, sementara sekitar 70% menimpa kelompok usia produktif 15–49 tahun.

“Ini bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi ancaman terhadap masa depan daerah. Ketika kelompok usia produktif terserang TBC, produktivitas menurun, pendapatan keluarga terganggu, dan kualitas hidup masyarakat ikut terdampak,” ujarnya.

Bunda Indah menilai rendahnya tingkat literasi kesehatan masyarakat menjadi tantangan terbesar. Masih banyak warga yang belum memahami bahwa TBC adalah penyakit menular yang dapat berakibat fatal bila diabaikan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pondok pesantren, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga organisasi kemasyarakatan, untuk aktif menjadi agen edukasi kesehatan.

Langkah pencegahan, menurutnya, dapat dimulai dari hal sederhana seperti, menerapkan etika batuk, memastikan ventilasi ruangan yang baik, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, hingga menghindari kebiasaan merokok.

“Melalui kekuatan kolaborasi dan edukasi yang terus digelorakan, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga generasi masa depan dari ancaman TBC,” ujar Bunda Indah.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memperluas jangkauan skrining, meningkatkan deteksi dini, dan memastikan pengobatan TBC berjalan tuntas.

“Ini bukan perjuangan sesaat, tetapi gerakan berkelanjutan sampai Lumajang bebas TBC,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dukung Semangat Mahasiswa, Wali Kota Palembang Beri Motivasi ke DEMA UIN Raden Fatah

Semangat perubahan dan kontribusi nyata dari kalangan mahasiswa kembali mendapat sorotan positif. Hal ini tampak dalam audiensi yang dilakukan Ketua Tim Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Raden Fatah Palembang, Ilham, bersama sejumlah pengurus inti, dengan Wali Kota Palembang, H Ratu Dewa pada Jumat (8/8).

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota Palembang, rombongan DEMA menyampaikan aspirasi dan harapan mereka untuk dapat berkolaborasi secara aktif dengan Pemerintah Kota Palembang.

“Tujuan utama audiensi ini adalah untuk mendapatkan motivasi, arahan, sekaligus dukungan dari kepala daerah agar peran DEMA ke depan semakin strategis dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ilham menjelaskan, DEMA UIN Raden Fatah memiliki sejumlah program kerja yang tidak hanya berfokus pada pengembangan internal kampus, tetapi juga menyentuh isu-isu kebangsaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya bisa mengkritisi, tapi juga memberi solusi dan berkontribusi nyata bagi daerah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Ratu Dewa menyambut baik semangat yang dibawa para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palembang sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan organisasi mahasiswa yang membawa gagasan progresif dan berorientasi pada kepentingan publik.

“Saya sangat mengapresiasi semangat dan inisiatif DEMA UIN Raden Fatah. Mahasiswa adalah motor perubahan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari kalangan intelektual muda seperti kalian,” ujar Ratu Dewa.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa sebagai agen perubahan harus dimaksimalkan melalui program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ia mendorong agar DEMA UIN Raden Fatah terus bergerak aktif membangun jejaring kolaborasi, baik dengan pemerintah maupun dengan komunitas dan organisasi lain.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Ratu Dewa juga memberikan motivasi langsung kepada para pengurus DEMA agar terus menjaga idealisme namun tetap membumi. Ia menekankan pentingnya menggabungkan gagasan visioner dengan aksi nyata di lapangan.

“Kalian adalah pemimpin masa depan. Jaga integritas, kuatkan literasi sosial, dan jadilah teladan di lingkungan kalian masing-masing,” pesan Ratu Dewa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Gusnar Buka Discover Nusantara, Pesona Gorontalo-Betawi di Jantung Ibu Kota

Gubernur Gusnar Ismail membuka Discover Nusantara 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (10/8). Discover Nusantara 2025 mengangkat tema Festival Pesona Gorontalo & Betawi di Jantung Ibu Kota.

“Malam ini adalah sebuah momentum yang membangkitkan semangat baru pembangunan di Gorontalo secara khusus dan Sulawesi pada umumnya. Acara ini terselenggara karena ada gagasan yang menyatukan budaya Gorontalo dan Betawi. Budaya kedua daerah ini harus dapat hidup berdampingan memperkaya budaya nusantara,” kata Gusnar.

Gusnar mengungkapkan, DKI Jakarta bagi Gorontalo dan provinsi lainnya di Indonesia, memiliki nilai strategis untuk menarik kemajuan pembangunan daerah. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Gorontalo mengambil langkah strategis untuk menjalin kerja sama dengan ibu kota yang dimulai dari bidang budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

“Alhamdulillah ini disambut sangat baik oleh Pemerintah DKI Jakarta. Budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata, kita jadikan pintu masuk untuk menjalin kerja sama dengan DKI Jakarta. Ke depan insya Allah DKI Jakarta dengan jumlah penduduk begitu banyak akan menjadi pasar daging sapi dari Gorontalo,” tutur Gusnar.

Festival diisi dengan pertunjukan tarian khas daerah dari enam provinsi di Sulawesi dan Betawi, serta sajian makanan tradisional khas Gorontalo. Ada pula bazar dari Lamahu, Forum Keluarga Gorontalo Rantu, serta beberapa paguyuban lainnya. Pada kegiatan itu juga dilakukan penandatangan Kesepakatan Bersama atau MoU enam provinsi se-Sulawesi tentang kerja sama penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik.

Hadir pada pembukaan festival Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, anggota DPD RI Fadel Muhammad, Deputi Industri dan Pariwisata Kementerian Koordinator Perekonomian Rudy Salahudin, dan Pemerintah DKI Jakarta yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

Hadir pula perwakilan Menteri Ekonomi Kreatif dan Menteri Pariwisata, Pemerintah Provinsi se-Sulawesi, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan, Roem Kono, serta sesepuh dan tokoh masyarakat Gorontalo di Jakarta.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Kendal Buka Grand Final Duta Genre 2025: Cetak Generasi Muda Berkualitas

Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari membuka acara Grand Final Apresiasi Duta Genererasi Berencana (Genre) Kabupaten Kendal Tahun 2025, Sabtu malam (9/8) di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal.

Acara turut dihadiri oleh Pj. Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari beserta dengan pimpinan Perangka Daerah Kendal terkait, para Camat, dan para peserta grand final, serta para tamu undangan lainnya.

Kepala DP2KBP2PA Kendal, Albertus Hendri Setyawan dalam laporannya menyampaikan, bahwa latar belakang dari Duta Genre adalah bagian dari program Pembangunan Keluarga Berencana, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Ia menjelaskan, bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan masa depan, dan menyiapkan remaja agar mampu menyusun jenjang pendidikan, karier, dan pernikahan secara terencana, serta mencegah risiko pernikahan usia dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan narkoba.

“Apresiasi Duta Genre merupakan ajang tahunan yang menjadi sarana pembinaan karakter, advokasi, dan kompetisi sehat bagi remaja. Duta GenRe adalah wajah muda Kabupaten Kendal yang siap menyuarakan nilai-nilai positif di tengah dinamika perkembangan zaman,” tutur Albertus Hendri Setyawan.

Sementara itu, Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari dalarn sambutannya menyampaikan, pemilihan ini sebagai langkah yang baik dalam mempersiapkan remaja generasi muda yang memiliki skill guna membantu pembangunan daerah dan menjadi icon program pemerintah bidang keluarga berencana untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Menurut Bupati Kendal, pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan kunci utama dalam mewujudkan kemajuan suatu bangsa. Remaja berada pada masa transisi yang penuh dinamika. Mereka mulai membentuk jati diri, menentukan arah hidup, dan menghadapi berbagai tantangan baik secara fisik, emosional, maupun sosial.

Ia juga menyampaikan, realita di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit remaja yang masih belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, dan pentingnya pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Hal ini menyebabkan tingginya risiko terhadap berbagai permasalahan, seperti pernikahan usia dini, seks pranikah, penyalahgunaan narkoba, serta rendahnya kualitas kehidupan berkeluarga di masa mendatang.

“Pemerintah Kabupaten Kendal konsisten mendukung pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Program ini merupakan salah satu pilar strategis dalam pembangunan nasional, yang diarahkan untuk menciptakan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berketahanan,” tutur Bupati Kendal.

Bupati Kendal yang akrab disapa Mbak Tika juga mengatakan, salah satu aspek penting dalam keberhasilan Program Bangga Kencana adalah peran aktif generasi muda, khususnya remaja dalam merencanakan masa depan secara matang dan bertanggung jawab.

“Pemilihan Duta Genre ini salah satu langkah strategis dalam memperkuat pembinaan karakter remaja sekaligus mendorong partisipasi aktif mereka dalam menyukseskan program Bangga Kencana,” kata Mbak Tika.

Mbak Tika menambahkan, dengan melahirkan figur-figur inspiratif melalui pemilihan Duta Genre, diharapkan tercipta generasi muda yang sehat fisik dan mental, memiliki karakter yang kuat, menjadi teladan dan agen perubahan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut ia mengatakan, Duta Genre memperluas jangkauan edukasi dan informasi, sekaligus motor penggerak dalam mengenalkan program Bangga Kencana di kalangan remaja secara berkelanjutan.

“Duta Genre menjadi teladan dalam membangun gaya hidup yang positif, produktif, dan inspiratif bagi rekan sebaya, serta menjauhkan dari potensi pergaulan yang negatif dengan berbagai bentuknya,” kata Mbak Tika menghakiri penyampaiannya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penampilan unjuk kebolehan kualitas para peserta dalam acara tersebut.

Adapun nama-nama pemenang dari ajang pemilihan Duta Genre tersebut, juara 1 Putra, yaitu Yafi’ Yahya Prasetya dari perwakikan Kecamatan Boja. Juara 2 Putra yaitu Muhammad Azzam Mahfud Kecamatan Patebon. Juara 3 Putra, yaitu Aeizeva Rasendriya Akmal Rubiyanto perwakilan dari Kecamatan Patean.

Sedangjan Juara 1 Putri, yaitu Anggrayni Adinda Ramadhani perwakilan dari Kecamatan Kendal. Juara 2 Putri, yaitu Tsalis Nafisaturrohmah dari Kecamatan Kangkung. Juara 3 Putri, yaitu Adinda Natly Sirait perwakilan dari Kecamatan Boja.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri Trenggono Ajak Generasi Muda Bangun Ekonomi Biru untuk Laut Indonesia Berkelanjutan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak generasi muda andil dalam pembangunan sektor kelautan perikanan berkelanjutan di Indonesia. Hasil kelautan dan perikanan dibutuhkan untuk menopang sistem ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, hingga menahan lajur perubahan iklim.

“Laut kita bukan hanya masa lalu dan masa kini, tetapi masa depan. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki tanggung jawab sekaligus kesempatan besar untuk menunjukkan bahwa laut bisa menjadi penopang ekonomi nasional tanpa merusak ekosistem,” ujar Menteri Trenggono saat menjadi pembicara utama pada Public Lecture perdana Blue Ocean Strategy Fellowship (BOSF) di The Atrium, Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Jumat (8/8).

Mengusung tema “Unlocking the Blue Economy for Sustainable Marine Ecosystem in Indonesia”, forum itu dihadiri lebih dari 300 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, komunitas muda, asosiasi, dan publik. Pada kesempatan ini, Menteri Kelautan dan Perikanan dianugerahi gelar Distinguished Fellow BOSF sebagai bentuk penghargaan atas kepemimpinan Indonesia dalam kebijakan kelautan di tingkat global.

Menurutnya, krisis pangan global, perubahan iklim, dan tekanan terhadap keanekaragaman hayati laut menuntut kebijakan yang progresif dan sistemik. Blue food—hasil perairan seperti ikan, rumput laut, dan udang—disebut sebagai solusi penting bagi ketahanan pangan dunia karena memiliki keunggulan gizi, jejak karbon rendah, dan potensi ekonomi yang luas bagi masyarakat pesisir.

Mengutip data Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dan Forum Ekonomi Dunia (WEF), Menteri Trenggono menjelaskan bahwa populasi dunia yang diproyeksikan mencapai 9,7 miliar jiwa pada 2050 akan meningkatkan kebutuhan protein global hingga 70 persen. Sistem pangan berbasis daratan diprediksi tidak mampu mencukupi kebutuhan tersebut karena keterbatasan lahan. Di Indonesia sendiri, permintaan protein pada tahun tersebut diperkirakan meningkat hingga 21,1 juta ton per tahun.

“Ekonomi biru bukan sekadar pendekatan pembangunan, melainkan komitmen moral untuk menjaga laut bagi generasi mendatang. Pangan biru adalah strategi kita untuk menyeimbangkan pembangunan dan keberlanjutan,” tegasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, KKP telah menetapkan lima kebijakan prioritas ekonomi biru yang tidak hanya menjaga keseimbangan ekologi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan nelayan, produktivitas usaha perikanan, dan memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok pangan global yang berkelanjutan.

Rangkaian BOSF diawali dengan kompetisi ide nasional yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Sepuluh finalis terpilih mempresentasikan gagasan berbasis data di hadapan Menteri Trenggono. Tiga ide terbaik diumumkan dan mendapatkan penghargaan langsung dari Menteri.

Juara pertama diraih Maryanto Banobe (Universitas Kristen Satya Wacana) dengan inovasi Briket Substitusi Cangkang Teritip. Juara kedua adalah Putri A. Ifada (Universitas Airlangga) dengan Seeshark, platform identifikasi spesies hiu melalui potongan tubuh atau sampel kulit. Juara ketiga, M. Shidqy Yudistira (Universitas Padjadjaran), dengan gagasan Garam Laut Bersih untuk Indonesia Mandiri (Garamin).

“Karya-karya ini membuktikan generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk membangun ekosistem laut yang berkelanjutan. Masa depan kelautan dan perikanan Indonesia ada di tangan anak-anak muda seperti kalian,” pesan Menteri Trenggono.

Ia juga berpesan kepada para peserta untuk terus belajar, berani berinovasi, dan tidak takut mencoba hal baru. “Jangan takut, karena masa depan laut Indonesia ada di tangan kalian,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Co-Chair BOSF sekaligus Presiden Sampoerna University, Marshall Schott, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem laut yang berkelanjutan di Indonesia.

“Kami mempertemukan pemerintah, sektor non-profit, swasta, dan akademisi untuk berdialog mengenai isu-isu krusial kelautan. Ide-ide yang muncul di BOSF sangat relevan untuk membentuk kebijakan visioner, kepemimpinan dinamis, dan strategi industri yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

KPK Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Pengelolaan Dana Bansos BI dan OJK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 2 (dua) Tersangka yaitu; HG dan ST selaku Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019 – 2024, terkait dugaan tindak pidana korupsi (TPK) gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam pengelolaan dana bantuan sosial Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2020 s.d 2023.

Dalam konstruksi perkaranya, Komisi XI DPR RI yang di dalamnya termasuk HG dan ST, membentuk Panitia Kerja (Panja) yang berwenang menyetujui rencana anggaran para mitra kerja. Dalam rapat Panja bersama BI dan OJK, disepakati kuota bantuan sosial BI sejumlah sekitar 10 kegiatan dan OJK 18–24 kegiatan per-tahun, dengan penerima diarahkan ke yayasan milik anggota Komisi XI, serta diatur teknis proposal, pencairan, dan laporan pertanggungjawabannya.

HG dan ST kemudian menugaskan Tenaga Ahli dan stafnya untuk mengajukan proposal bantuan sosial menggunakan yayasan binaannya masing-masing. Pada periode 2021–2023, HG menerima total Rp15,86 miliar dari BI, OJK, dan mitra lainnya. Dana ini dipindahkan ke rekening pribadi atau rekening penampungan staf, kemudian digunakan untuk pembelian aset dan kepentingan pribadi. Sedangkan ST menerima total Rp12,52 miliar yang juga digunakan untuk pembelian aset dan kepentingan pribadi. ST juga diduga merekayasa transaksi dengan bantuan bank daerah agar tidak teridentifikasi di rekening koran. Dalam pemeriksaanya, ST juga menyatakan adanya aliran uang dana bantuan sosial ini ke pihak-pihak lainnya.

Atas perbuatannya, para Tersangka disangkakan telah melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP; serta Tindak Pidana Pencucian Uang berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 ayat 1 ke-(1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News