Beranda blog Halaman 901

Cuaca Jakarta Hari Ini, 7 Agustus 2025: Cerah Pagi Hari, Hujan Ringan Sore hingga Malam

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu pada Kamis, 7 Agustus 2025, akan didominasi oleh kondisi cerah di pagi hari dan hujan ringan pada sore hingga malam hari.

Berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG, seluruh wilayah Jakarta, termasuk Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat, diperkirakan akan mengalami cuaca cerah di pagi hari. Hal serupa juga terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

Memasuki siang hari, cuaca cerah masih bertahan di Kepulauan Seribu. Sementara itu, sebagian besar wilayah lain di ibu kota diprakirakan akan mengalami cuaca cerah berawan, termasuk Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan, dan Timur.

Perubahan cuaca mulai terasa pada sore hari. BMKG memprediksi bahwa hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta, termasuk Jakarta Pusat, Utara, Selatan, dan Timur. Adapun Jakarta Barat diperkirakan hanya akan berawan, sementara Kepulauan Seribu tetap berada dalam kondisi cerah berawan.

Kondisi hujan ringan diprediksi berlanjut hingga malam hari. Wilayah Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan, dan Timur berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan. Sementara itu, Kepulauan Seribu diperkirakan hanya mengalami cuaca berawan pada malam hari.

Untuk suhu udara hari ini, BMKG mencatat kisaran antara 24 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara yang berkisar antara 59 hingga 93 persen.

Rekomendasi untuk Warga Jakarta

Warga Jakarta disarankan untuk tetap membawa payung atau jas hujan, terutama jika beraktivitas di luar ruangan pada sore hingga malam hari. Kondisi hujan ringan bisa berdampak pada lalu lintas, terutama di kawasan rawan genangan.

Pantau terus informasi terbaru terkait prakiraan cuaca Jakarta hari ini melalui kanal resmi BMKG dan media terpercaya lainnya, agar tetap waspada dan dapat beraktivitas dengan aman.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Lucky Hakim Luncurkan Program “Indramayu Belajar”: Pendidikan untuk Semua, Tanpa Batas Usia

Pemerintah Kabupaten Indramayu resmi meluncurkan program Indramayu Belajar melalui Reang Belajar, sebuah inisiatif besar yang menandai langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan di Bumi Wiralodra. Peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, sebagai bagian dari strategi percepatan visi pembangunan daerah: Indramayu Reang.

Peluncuran program Indramayu Belajar ini bersamaan dengan Festival Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pameran hasil karya warga belajar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang dipusatkan di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (6/8/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi pendidikan di Indramayu. Berdasarkan data, rata-rata lama sekolah masyarakat Indramayu saat ini baru mencapai 6,95 tahun. Artinya, masih banyak warga yang belum menuntaskan pendidikan dasar, bahkan tidak sedikit yang belum memiliki ijazah. Situasi ini banyak ditemukan pada kelompok usia 25 tahun ke atas, yang sempat terputus dari pendidikan akibat berbagai faktor seperti ekonomi, akses, atau kondisi sosial.

“Siapa bilang belajar hanya untuk anak muda? Di Indramayu Belajar, tak ada kata terlambat. Semua warga punya hak untuk kembali duduk di ‘bangku sekolah’. Program ini bukan hanya soal angka, tapi tentang keadilan sosial. Tentang membuka peluang baru. Dan tentu saja, tentang masa depan,” tegas Bupati Lucky Hakim.

Salah satu turunan dari program Indramayu Belajar adalah Reang Belajar, sebuah gerakan pembentukan kelompok belajar di setiap desa. Setiap desa ditargetkan memiliki satu kelompok belajar yang terdiri dari 100 warga belajar, dengan melibatkan berbagai elemen seperti pemerintah desa, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), tokoh pemuda, dan masyarakat umum.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, diharapkan akan tumbuh semangat belajar dari masyarakat lintas usia. Mereka yang dahulu sempat berhenti sekolah, kini punya peluang kedua untuk mengejar mimpi. Bukan sekadar meraih ijazah, tetapi juga membuka harapan baru dalam kehidupan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Indramayu, Caridin mengatakan, program ini menargetkan peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi 7,5 tahun sebagai pijakan menuju capaian pendidikan 12 tahun secara menyeluruh pada masa depan.

Indramayu Belajar menjadi simbol nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat. Bahwa pendidikan bukan monopoli generasi muda saja, melainkan hak setiap insan. Dan masa depan Indramayu harus menjadi milik semua, tanpa terkecuali.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Dikunjungi Komjen Fadil Imran, Bupati Ratu Zakiyah Minta Motivasi untuk Santri Ponpes Bai Mahdi

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabarhakam) Polri, Komisaris Jendral (Komjen) Polisi Muhammad Fadil Imran didampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pondok Pesantren (Ponpes) Bai Mahdi Soleh Ma’mun di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran pada Selasa, 5 Agustus 2025 siang.

Menggunakan Helikopter Komjen Polisi Muhammad Fadil Imran disambut Bupati Serang, Ratu Zakiyah yang juga Ketua Yayasan Ponpes Bai Mahdi Soleh Ma’mun beserta Kapolres Kabupaten Serang, AKBP Condro Sasongko, Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria, Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, para Kepala OPD Kabupaten Serang dan ratusan santri dan santriwati.

Bupati Serang, Ratu Zakiyah mengatakan bahwa keamanan dan keamanan merupakan fondasi utama pembangunan. Oleh karena itu, peran kepolisian sebagai penjaga stabilitas kamtibmas sangat dibutuhkan.

”Kami terbuka untuk Arah, sinergi dan kolaborasi yang lebih dekat dengan unsur polri untuk mewujudkan Kabupaten Serang yang aman dan kondusif bagi masyarakat,” ucap Bupati Ratu Zakiyah dalam acaranya.

Bupati Ratu Zakiyah juga berharap kepada Komjen Polisi Muhammad Fadil Imran untuk memberikan motivasi serta penguatan moral bagi jajaran kepolisian yang bertugas di wilayah Kabupaten Serang. Mengingat, kepolisian yang berada di wilayah Kabupaten Serang terdapat 3 polres meliputi Polresta Serang Kota, Polres Kabupaten Serang dan Polres Cilegon.

”Kami juga harap kedepan bisa selalu mewujudkan pelayanan yang humanis, profesional dan berintegritas tinggi,” tandas Bupati Ratu Zakiyah.

Bupati Ratu Zakiyah juga meminta Komjen Polisi Muhammad Fadil Imran untuk memberikan motivasi serta arahan bagi para pelajar, santri dan santriwati Ponpes Bai Mahdi Soleh Ma’mun sehingga bisa termotivasi dna lebih semangat belajar.

”Termotivasi juga untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak dikehendaki terutama prilaku menyimpang. Kemudian juga menyebarkan narkoba dan obat-obatan terlarang, juga menghindari dari pembullyan dan lain sebagainya,”papar Bupati Ratu Zakiyah.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabarhakam) Polri, Komisaris Jendral (Komjen) Polisi Muhammad Fadil Imran mengatakan, mengingatkan agar hati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial karena banyak hal-hal yang negatif banyak perilaku-perilaku yang menyimpang.

”Hati-hati dalam masa keterbukaan informasi sekarang pandai lah dalam menerima informasi, karena bukan hanya berbahaya bagi pribadi, terkadang-kadang media sosial ini bisa memecah belah umat, banyak peristiwa-peristiwa yang sengaja di posting yang bertujuan untuk memecah belah. Nari kita tetap menjaga persatuan,”ucapnya.

Oleh karena itu, kata Komjen Polisi Muhammad Fadil Imran, disinilah peran penting pondok pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga jadi penjaga akal sehat, benteng nurani dan benteng kedamaian. sama dengan semangat Presiden Prabowo dalam asta cita membangun bangsa yang kuat tetapi juga berakal dan sukses. ”Kami dibawah kapolri melalui kamtibmas bersinergi dengan masyarakat, untuk terus menjaga keamanan. Pondok ini bukan hanya untuk tempat belajar, tapi pondok ini biasanya menjadi pusat informasi,” paparnya.

Komjen Polisi Muhammad Fadil Imran percaya dan percaya jika santri merasa aman maka bangsa akan menjadi damai. “Jika guru di hormati maka masyarakat akan senang. Etika moral di pondok pesantren sangat dihargai, pengasuh sangat di hormati, saya kira ini yang harus dipertahankan oleh anak-anak ku sekalian. Kita terus maju dan berkembang,”paparnya.

Untuk memberikan motivasi, Komjen Polisi Muhammad Fadil Imran memanggil 4 santri dan santriwati untuk diberikan hadiah salah satunya membiayai biaya SPP hingga menyelesaikan sekolah.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Perkuat Ekraf, Bupati Ratu Zakiyah Komitmen Tingkatkan Keterampilan Pembatik Serang

Pemerintah Kabupaten Serang terus mendorong penguatan ekonomi kreatif (ekraf) berbasis budaya lokal. Salah satunya diwujudkan melalui pembukaan pelatihan batik dan sertifikasi kompetensi yang secara resmi dibuka oleh Bupati Serang, Ratu Zakiyah pada Senin, 4 Agustus 2025 di Yogyakarta.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan para pengrajin batik, tetapi juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Serang dengan Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian Republik Indonesia – Yogyakarta.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini karena pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Serang,” ujar Bupati Ratu Zakiyah.

Sebanyak 20 peserta terpilih mengikuti pelatihan yang diharapkan mampu melahirkan produk-produk batik unggulan batik khas Serang.

Bupati Ratu Zakiyah menekankan pentingnya semangat, inovasi, dan kerja keras dari para peserta agar batik Kabupaten Serang dapat bersaing dengan produk batik dari daerah lain di Pulau Jawa.

“Peserta yang terlibat dalam pelatihan ini merupakan representasi dari potensi besar masyarakat Serang. Dari puluhan ribu warga, hanya 20 orang yang terpilih. Saya berharap mereka mengikuti pelatihan ini dengan maksimal dan mampu menghasilkan karya-karya yang bernilai jual tinggi,” tambahnya.

Bupati Ratu Zakiyah juga mengapresiasi kerja sama dengan Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian Republik Indonesia – Yogyakarta sebagai bentuk sinergi lintas daerah dalam mendukung sektor kerajinan lokal.

“Kami berterima kasih kepada Balai Batik Jogja atas kolaborasinya. Melalui kerja sama ini, kami ingin menciptakan produk batik yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tapi juga mampu memperkuat ekonomi masyarakat desa serta mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Serang,” tuturnya.

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini menjadi langkah awal dari rangkaian program pemberdayaan UMKM yang akan terus dikembangkan oleh Pemkab Serang demi terwujudnya kemandirian ekonomi berbasis budaya lokal.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Soal Kampung Haji, Menag Sebut Masuk Tahap Penyusunan Desain

Menag Nasaruddin Umar berbagi info seputar rencana pembangunan Kampung Haji di Makkah. Ia mengatakan kalau saat ini akan masuk tahap penyusunan desain.

Hal tersebut disampaikan Menag saat memberi sambutan pada workshop penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M di Jakarta. Workshop ini dihadiri tim Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Hadir peserta dari asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan juga sejumlah jurnalis.

Menag menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memantau progres penyiapan kampung haji. Komunikasi intensif juga terus dilakukan dengan mitra di Arab Saudi.

“Insya Allah minggu ini kami akan bertemu dengan sejumlah orang yang ditunjuk Presiden untuk menciptakan desain perkampungan haji di Makkah,” ungkap Menag di Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Terkait haji 2026, Menag menegaskan bahwa jumlah jemaah haji Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Hal itu meniscayakan tingkat layanan yang sangat kompleks.

“Tingkat kesulitan untuk melayani jamaah haji Indonesia itu sangat tinggi. Bayangkan saja, untuk menghubungi lebih dari 200 ribu jemaah yang tersebar di 17.380 pulau, dengan ribuan desa dan kecamatan, bukan hal mudah,” ucapnya.

Workshop ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara otoritas haji Indonesia dan Arab Saudi, sekaligus memastikan kelancaran persiapan penyelenggaraan haji 2026.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pemerintah Salurkan Bantuan bagi Guru Non-ASN dan Pendidik Nonformal

Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri peluncuran program bantuan afirmasi bagi para guru, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Acara bertajuk Kado HUT RI dari Presiden untuk Guru ini menandai dimulainya penyaluran tiga jenis bantuan: insentif bagi guru non-ASN, subsidi upah bagi pendidik nonformal, serta bantuan afirmasi kualifikasi akademik S-1/D-4 bagi guru.

Peluncuran program dilakukan secara simbolis dengan penekanan tombol bersama oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti, Ketua Komisi X DPR RI, dan beberapa perwakilan guru. Momen tersebut menjadi penanda komitmen lintas kementerian dan lembaga dalam mendukung kesejahteraan serta peningkatan kapasitas para pendidik di seluruh Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Suharti, menjelaskan bahwa ketiga program tersebut merupakan bentuk kehadiran negara untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidik. “Hari ini kami melaporkan pelaksanaan tiga program strategis dalam bentuk afirmasi negara kepada para pendidik yaitu bantuan insentif bagi guru non-ASN, bantuan subsidi upah bagi pendidik nonformal, dan juga bantuan afirmasi untuk mengikuti pendidikan S1/D4 bagi guru,” terangnya di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Bantuan insentif diberikan kepada guru non-ASN yang telah mengabdi di satuan pendidikan formal namun belum diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara. Melalui bantuan ini, pemerintah berharap dapat mendorong semangat para guru dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan berdedikasi.

Pelaksanaan program ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada puncak peringatan Hari Guru Nasional tahun 2024, dan kembali ditegaskan dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2025. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat peran guru dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Bupati Indah Turun Tangan Layani Pembuatan NIB di Lumajang, Cukup 5 Menit Selesai

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat kemudahan berusaha di tingkat akar rumput melalui layanan langsung pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) di kecamatan. Langkah ini menjadi bagian konkret dari upaya pemerintah daerah mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada agenda penguatan ekonomi kerakyatan dan pemerataan layanan publik di wilayah pedesaan.

Program layanan NIB ini hadir dalam agenda “Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu” yang digelar di Kantor Kecamatan Gucialit, Selasa (5/8/2024). Masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, tampak antusias memanfaatkan pelayanan perizinan gratis dan cepat ini.

Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) turun langsung meninjau kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya legalitas usaha sebagai pintu masuk menuju berbagai akses pembiayaan, pelatihan, hingga perlindungan hukum bagi pelaku UMKM.

“Kami ingin pastikan bahwa pelayanan negara itu nyata dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Layanan NIB ini menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, proses penerbitan NIB kini semakin ringkas dan efisien, bahkan hanya memerlukan waktu sekitar lima menit. Puluhan warga, mayoritas ibu rumah tangga yang menjalankan usaha kecil, langsung mendapatkan dokumen NIB dan siap mengembangkan usahanya ke level yang lebih formal.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional berbasis sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA), yang mendorong transformasi tata kelola perizinan lebih mudah dan terintegrasi.

Selain layanan NIB, masyarakat juga mengakses berbagai pelayanan publik lainnya dalam satu lokasi, seperti administrasi kependudukan, konsultasi hukum, kesehatan, dan bantuan sosial. Ini merupakan bentuk reformasi birokrasi yang proaktif dan inklusif, membawa pelayanan ke tengah masyarakat desa.

“Kalau pemerintah ingin rakyatnya maju, maka pelayanannya harus mendatangi rakyat, bukan menunggu rakyat datang. Itulah filosofi program ini,” ungkap Bunda Indah.

Program “Sehari Ngantor di Kecamatan” telah menjadi inovasi unggulan Pemkab Lumajang dalam membangun koneksi langsung antara pemerintah dan masyarakat. Dengan pendekatan jemput bola ini, pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi rakyat menjadi semakin terukur dan berdampak nyata.

Kebijakan ini juga mendukung pelaksanaan RPJPN 2025–2045, di mana peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional terus diperkuat melalui sinergi pusat dan daerah.

Pemkab Lumajang berharap, melalui percepatan legalisasi usaha dan integrasi layanan publik ini, akan tumbuh lebih banyak wirausaha tangguh dari desa-desa, serta menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Yogya Gencarkan Program MAS JOS, Warga Muja Muju Aktif Olah Sampah

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya terus menggiatkan upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program unggulan MAS JOS atau Masyarakat Jogja Olah Sampah.

Salah satu langkah strategis dalam program ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi intensif di Kelurahan. Kali ini sosialisaai dilakukan di Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, mengundang berbagai peserta yang terdiri dari kader lingkungan, pengurus RT/RW, dan warga masyarakat, Selasa (5/8/2025).

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Lingkungan Hidup DLH Kota Yogya, Supriyanto mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran warga agar lebih aktif dalam memilah dan mengolah sampah dari sumbernya.

Dalam sosialisasi ini, ia memaparkan terkait lima langkah utama dalam program MAS JOS yakni pertama pilah sampah sesuai jenis dimana masyarakat diwajibkan untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.

Kedua sampah anorganik ke bank sampah. Langkah ini mengedukasi masyarakat agar memilah sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan dan disetor ke bank sampah.

Ketiga olah sampah organik, dalam langkah ini masyarakat diajarkan mengolah sampah organik menjadi kompos atau eco-enzyme menggunakan berbagai metode ramah lingkungan.

Keempat habiskan makanan, dimana mendorong perubahan perilaku untuk tidak menyisakan makanan, guna menekan timbulan sampah sisa konsumsi.

Dan kelima gunakan wadah berulang. Masyarakat diminta mengurangi ketergantungan terhadap kemasan sekali pakai dengan membiasakan membawa wadah atau botol sendiri.

Sementara itu Ketua Forum Bank Sampah (FBS) Umbulharjo, Agnes Eny, menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan komitmen warga Muja Muju yang telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan sampah.

Ia mengungkapkan bahwa masyarakat di wilayah ini tidak hanya aktif memilah sampah, namun juga secara kolektif mengolahnya.

“Warga Kelurahan Muja Muju sudah sangat baik dalam memilah dan mengolah sampahnya. Ini tidak lepas dari kerjasama yang kuat antara warga, pengurus kampung, dan kader lingkungan,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, Kelurahan Muja Muju telah memiliki 18 bank sampah aktif. Keberadaan bank sampah ini menjadi tulang punggung dalam menekan volume sampah anorganik sekaligus meningkatkan ekonomi warga.

“FBS tidak hanya menjalankan peran administratif dalam menimbang dan mencatat sampah yang disetor oleh nasabah, tetapi juga secara aktif memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat, terutama di tingkat RT dan RW,” ungkapnya.

Salah satu program unggulan yang tengah digalakkan di Kelurahan Muja Muju di tahun 2025 ini adalah Gerakan 1000 Nasabah Bank Sampah, yang ditargetkan mampu menjaring partisipasi aktif warga dalam sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis komunitas.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar bergabung menjadi nasabah bank sampah. Tujuannya bukan hanya untuk mendapatkan manfaat ekonomi, tapi juga sebagai bagian dari gerakan menjaga lingkungan,” tambahnya.

Selain pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah, pengolahan sampah organik juga menjadi fokus utama di Muja Muju. Berbagai metode pengolahan diterapkan seperti dengan metode biopori, Lodong Sisa Dapur (Losida), dan ember tumpuk.

“Saat ini terdapat 678 unit Losida dan 80 unit ember tumpuk yang tersebar di lingkungan warga. Pemanfaatan metode ini terbukti efektif dalam menekan limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan produk bermanfaat seperti kompos cair dan pupuk padat,” ujarnya.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memahami dan menerapkan 5 langkah MAS JOS, ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya dapat meningkat, sehingga Kota Yogya bisa menjadi kota yang bersih, sehat, dan berdaya lingkungan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BPK dan KPK Perkuat Sinergi Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) menegaskan pentingnya sinergi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memperkuat strategi pencegahan korupsi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintah yang bersih, transparan dan akuntabel.

Hal ini disampaikan Anggota I BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, kepada Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam entry meeting Pemeriksaan Kinerja atas Efektivitas Strategi Pencegahan Korupsi pada KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/8).

Anggota I BPK mengatakan bahwa kelemahan dalam sistem pengendalian internal menjadi salah satu celah yang kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga penguatan tata kelola dan pengawasan harus menjadi prioritas utama.

“Strategi pencegahan korupsi yang kita jalankan saat ini menghadapi tantangan-tantangan strategi yang tidak sederhana. Kita masih menyaksikan konsistensi terjadinya kasus korupsi di berbagai lini, hal ini menandakan bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat dan disempurnakan,” ujar Anggota I BPK.

Lebih lanjut, Anggota I BPK menjelaskan bahwa pemeriksaan kinerja yang dilakukan merupakan respons atas kebutuhan strategis untuk memastikan bahwa upaya pencegahan korupsi yang dijalankan benar-benar berdampak, terukur dan efisien dalam menurunkan tingkat korupsi di Indonesia.

BPK menyoroti turunnya Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Tahun 2024 menjadi 3,85, lebih rendah dibanding Tahun 2023 dan masih di bawah target Tahun 2024 yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024.

“Stagnasi skor IPAK juga dinilai menjadi alarm moral yang perlu segera direspons dengan langkah perbaikan sistemik dan kolaboratif,” jelasnya.

Pada tahap pemeriksaan pendahuluan, BPK akan melakukan pemeriksaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi substanstif dan strategis. Hal ini dilakukan agar dapat memberikan pemahaman yang mendalam terhadap proses bisnis entitas, untuk melihat secara utuh bagaimana kebijakan dan prosedur dijalankan dalam praktik.

Anggota I BPK berharap seluruh jajaran KPK dapat mendukung proses pemeriksaan yang dilakukan melalui penyediaan data yang akurat, lengkap dan terbuka. Pemeriksaan diharapkan menjadi momentum untuk bersama-sama membangun komitmen memperkuat sistem pencegahan korupsi.

“Mari kita pandang pemeriksaan bukan sebagai kontrol eksternal semata, tetapi sebagai alat perbaikan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya relevan tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan pencegahan korupsi,” pungkas Anggota I BPK.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, Sekretaris Jenderal KPK, Cahya H. Harefa, Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK, Sarjono, serta para pejabat di lingkungan BPK dan KPK.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BMKG Lakukan Inspeksi Sensor Magnetik di Deli Serdang: Pastikan Akurasi Data untuk Mitigasi Bencana

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Direktorat Geofisika Potensial dan Tanda Waktu melakukan inspeksi teknis terhadap sensor magnetik di Stasiun Geofisika Deli Serdang. Inspeksi ini menjadi bagian dari program penguatan sistem pemantauan geomagnet nasional guna menjamin kualitas data dalam mitigasi bencana.

Sensor magnetik adalah instrumen vital dalam deteksi perubahan medan magnet bumi yang dipicu oleh aktivitas matahari dan dinamika inti bumi. Data ini sangat krusial dalam sistem peringatan dini, khususnya yang berkaitan dengan gangguan ionosfer yang bisa berdampak pada komunikasi dan navigasi.

“Sensor magnetik harus selalu dalam kondisi terkalibrasi dengan baik agar data yang dihasilkan akurat dan dapat diandalkan untuk analisis lebih lanjut,” tegas Direktur Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Setyoajie Prayoedhie. Ia juga menambahkan bahwa keandalan satu sensor akan memengaruhi seluruh jaringan nasional. “Kerusakan satu alat saja bisa mengganggu kualitas informasi yang kami sampaikan ke publik,” lanjutnya.

Inspeksi ini sekaligus menjadi momen evaluasi langsung terhadap kondisi peralatan dan SDM di stasiun. “Kami sudah mengecek langsung, dan peralatan masih layak digunakan. Beberapa masalah sebelumnya sudah kita beri solusi,” jelas Setyoajie dalam arahannya di hadapan jajaran stasiun.

Selain aspek teknis, Setyoajie juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah. Ia mendorong para pegawai untuk melanjutkan pendidikan, baik melalui beasiswa dalam maupun luar negeri. “Target kami, kepala stasiun minimal S-3. Karena tanggung jawab mereka berhadapan langsung dengan eselon satu dan dua,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Geofisika Deli Serdang, Agus Riyanto, menyambut positif kehadiran tim pusat. “Kehormatan besar bagi kami mendapat kunjungan langsung dari Direktur dan Kapus PPSDM. Ini sekaligus jadi momen penting untuk mendengar arahan strategis langsung dari pimpinan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat PPSDM BMKG, Adityawarman menyampaikan bahwa reformasi pengembangan SDM BMKG sedang diarahkan ke model kompetensi analis, bukan lagi sekadar pengamat. “Dulu kita sebut pengamat, sekarang kita ingin SDM kita disebut analis. Karakter dan tuntutan analis jelas lebih tinggi,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa peluang pendidikan terbuka luas, termasuk melalui skema double degree dan kelas jarak jauh. “Kalau ada peluang datang ke depan pintu, ambil. Jangan ditunda, karena bisa jadi itu tidak datang dua kali,” pesannya kepada para staf muda.

Inspeksi ini menjadi bagian dari komitmen BMKG menjaga kesiapan alat dan kemampuan SDM dalam mendukung sistem informasi geofisika yang akurat. Dengan dukungan teknologi mutakhir dan integrasi nasional, BMKG berharap bisa memperkuat perlindungan masyarakat dari potensi gangguan geomagnetik dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News